1. Jelaskan maksud dan tujuan RAB secara singkat?
Jawab:
Tujuan RAB adalah untuk mengetahui perkiraan harga total dan per item yang dibutuhkan,
sehingga proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien.
2. Cara pengadaan Barang :
a. Prosses Pelelangan dari awal sampai dengan selesai .Jelaskan!
b. Syarat – syarat para penyedia jasa ( kontraktor , Konsultan ) yang megikuti
pelelangan . Jelaskan !
c. Jenis – jenis Kontrak . Jelaskan!
Jawab:
a. 1. Persiapan Pengadaan
PPK menetapkan paket pekerjaan dalam SPSE dengan memasukkan: Nama
paket, Lokasi, Kode anggaran, Nilai Pagu, Target pelaksanaan, dan
Kepanitiaan.
Panitia Pengadaan memasukkan ke dalam SPSE:
Kategori paket pekerjaan;
Metode pemilihan penyedia barang/jasa dan penyampaian dokumen
penawaran yang meliputi:
e-lelang Umum Pra Kualifikasi dua file;
e-lelang Umum Pasca Kualifikasi satu file;
e-lelang Umum Pasca Kualifikasi dua file.
Metode Evaluasi pemilihan penyedia barang/jasa;
Harga Perkiraan Sendiri;
Persyaratan kualifikasi;
Jenis kontrak;
Jadwal pelaksanaan lelang; dan
Dokumen Pemilihan
[Link] Pelelangan
Setelah mendapatkan penetapan PPK, paket pekerjaan yang bersangkutan
akan tercantum dalamwebsite LPSE dan Panitia Pengadaan mengumumkan
paket lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat umum dapat melihat pengumuman pengadaan di website LPSE
yang bersangkutan.
[Link] Peserta Lelang
Penyedia barang/jasa yang sudah mendapat hak akses dapat memilih dan
mendaftar sebagai peserta lelang pada paket-paket pekerjaan yang diminati.
Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada paket pekerjaan yang
diminati maka Penyedia barang/jasa dianggap telah menyetujui Pakta
Integritas.
Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada paket pekerjaan yang
diminati Penyedia barang/jasa dapat mengunduh (download) dokumen
pengadaan/lelang paket pekerjaan tersebut.
4. Penjelasan Pelelangan
Proses penjelasan pelelangan dilakukan secara online tanpa tatap muka
melalui website LPSE yang bersangkutan.
Dalam hal waktu penjelasan pelelangan telah berakhir, Panitia Pengadaan
masih mempunyai waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
mungkin belum terjawab.
Jika dianggap perlu dan tidak dimungkinkan memberikan informasi
lapangan ke dalam dokumen pemilihan, Panitia Pengadaan dapat
melaksanakan proses penjelasan di lapangan/lokasi pekerjaan.
5. Penyampaian Penawaran
Pada tahap penyampaian penawaran, Penyedia barangjasa yang sudah
menjadi peserta lelang dapat mengirimkan dokumen (file) penawarannya
dengan terlebih dahulu melakukan enkripsi/penyandian terhadap file
penawaran dengan menggunakan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO)
yang tersedia dalam website LPSE.
Pengguna wajib mengetahui dan melaksanakan ketentuan penggunaan
APENDO yang tersedia dan dapat diketahui pada saat mengoperasikan
APENDO.
6. Proses Evaluasi
Pada tahap pembukaan file penawaran, Panitia Pengadaan dapat mengunduh
(download) dan melakukan dekripsi file penawaran tersebut dengan
menggunakan APENDO.
Terhadap file penawaran yang oleh tidak dapat dibuka, Panitia Pengadaan
wajib menyampaikan file penawaran terenkripsi yang tidak dapat dibuka
(dekripsi) kepada LPSE untuk dilakukan analisa dan bila dianggap perlu
LPSE dapat menyampaikan file penawaran tersebut kepada Direktorat e-
Procurement LKPP.
Terhadap penyampaikan file penawaran terenkripsi yang tidak dapat di buka
(dekripsi), LKPP melakukan analisa terhadap file penawaran tersebut dan
dapat merekomendasikan langkah-langkah yang perlu diambil oleh Panitia
Pengadaan.
Dengan adanya proses penyampaikan informasi sebagaimana huruf b diatas
Panitia Pengadaan dimungkinkan melakukan pemunduran jadwal pada
paket pekerjaan tersebut.
Proses evaluasi (administrasi dan teknis, harga, kualifikasi) terhadap file
penawaran dilakukan secara manual (off line) di luar SPSE, dan selanjutnya
hasil evaluasi tersebut dimasukkan ke dalam SPSE.
Proses evaluasi kualifikasi dapat dilakukan dengan meminta dan memeriksa
semua dokumen penawaran asli calon pemenang lelang.
7. Lelang Gagal dan Pelelangan Ulang
Dalam hal Panitia Pengadaan memutuskan untuk melakukan pelelangan
ulang, maka terlebih dahulu Panitia Pengadaan harus membatalkan proses
lelang paket pekerjaan yang sedang berjalan (pada tahap apapun) pada SPSE
dan memasukkan alasan penyebab pelelangan harus diulang.
Informasi tentang pelelangan ulang ini secara otomatis akan terkirim
melalui email kepada semua peserta lelang paket pekerjaan tersebut.
Termasuk dalam hal SPSE gagal karena teknis operasional LPSE.
8. Pengumuman Calon Pemenang Lelang
Pada tahap pengumuman pemenang dan PPK telah menetapkan pemenang
lelang suatu paket pekerjaan, SPSE secara otomatis akan informasi pengumuman
pemenang paket pekerjaan dimaksud, dan juga mengirim informasi ini melalui
email kepada seluruh peserta lelang paket pekerjaan tersebut.
9. Sanggah
Peserta lelang hanya dapat mengirimkan 1 (satu) kali sanggahan kepada
PPK suatu paket pekerjaan yang dilakukan secara online melalui SPSE.
SPSE memungkinkan PPK untuk melakukan jawaban terhadap sanggahan
Peserta lelang yang dikirimkan setelah batas akhir waktu sanggah.
Dalam hal terdapat sanggah banding, proses tersebut dilakukan di luar SPSE
dan Peserta lelang mengirimkan kepada pejabat terkait.
Proses sanggah banding tidak menghentikan tahapan lelang selanjutkanya
pada SPSE.
b. Syarat – syarat para penyedia jasa ( kontraktor , Konsultan ) yang megikuti
pelelangan:
Formulir Keikutsertaan (bermaterai)
Surat Penunjukan Admin* dan KTP Admin
Surat Kuasa (bermaterai)
Form Penyedia ( 6 lembar )
KTP untuk seluruh Direksi/Komisaris/Pemilik Perusahaan/Pejabat yang
berwenang di perusahaan yang tercantum dalam akte pendirian dan/atau
perubahannya
NPWP Perusahaan
Surat Ijin Usaha Perusahaan yang masih berlaku sesuai dengan bidang
masingmasing.
Tanda Daftar Perusahaan
Akta Pendirian Perusahaan dan/atau Akta Perubahan Terakhir
Surat Keterangan Domisili
Surat Keterangan Fiskal tahun terakhir atau Surat Pajak Tahunan (SPT)
Pajak Penghasilan (PPh) tahun terakhir
Surat Setoran Pajak (SSP) PPh 25 masa 3 (tiga) bulan terakhir
c. Jenis-jenis kontrak:
Kontrak Harga Satuan adalah kontrak yang menyepakati volume atau
kuantitas pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu masih bersifat
perkiraan.
Kontrak Lump Sum adalah perjanjian bersifat tetap pada nilai keseluruhan
kontrak yang akan dibayarkan oleh pihak pemberi kerja kepada pihak
penerima kerja atau kontraktor.
Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan merupakan penggabungan
karakteristik kontrak lump sum dan harga satuan. Di mana, poin-poin yang
disepakati dalam kontrak dibuat berdasarkan kesepakatan bersama antara
pemilik proyek dan kontraktor.
Kontrak Presentase adalah kontrak yang menyepakati bahwa pihak pemilik
proyek akan membayar pihak kontraktor sesuai dengan pengeluarannya atas
proyek yang sudah selesai.
Kontrak Terima Jadi adalah sama seperti kontrak lump sum. Perbedaannya
adalah kontrak ini menerapkan termin pembayaran hanya 1 kali, yaitu pada
saat proyek sudah selesai 100%