KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT GURU PENDIDIKAN MENENGAH DAN PENDIDIKAN KHUSUS
TAHUN 2022
Akomodasi
Kurikulum
:: Tim Fasilitator Direktorat Guru Dikmensus
Ditjen GTK, Kemendikbudristek
:: Tujuan Pembelajaran
Setelah pemaparan materi diharapkan peserta
dapat :
o menyebutkan kebijakan/regulasi terkait
akomodasi dalam penyelenggaraan pendidikan
o menjelaskan pengertian akomodasi kurikulum
o menjelaskan pentingnya melakukan akomodasi
kurikulum
o menjelaskan bentuk akomodasi sesuai
kebutuhan PDBK
o menjelaskan alur perancangan perencanaan
pembelajaran yang akomodatif
o menyusun perencanaan pembelajaran yang
akomodatif
:: Skenario Pembelajaran
Penyampaian
Penyimpulan
Brain Storming/ Materi
Tanya jawab Materi dan
Diskusi Interaktif Keseluruhan/
30’ Penutup
10’ Tayangan PPT
5’
75’
:: Brainstorming
o Mengapa guru di SPPPI harus melakukan
akomodasi kurikulum? Berikan alasannya!
o Apakah Bapak/Ibu sudah melakukan
akomodasi kurikulum? Ceritakan hal-hal yang
sudah Bapak/Ibu lakukan dalam akomodasi
kurikulum!
:: Paradigma Baru Terhadap Disabilitas
Disabilitas tidak lagi dipandang sebagai hambatan yang dimiliki oleh
seseorang, tetapi lebih mengacu kepada rintangan yang terdapat
pada lingkungan yang menyebabkan penyandang disabilitas tidak
dapat memperoleh haknya dan berpartisipasi penuh di dalam
masyarakat, termasuk partisipasi dalam pendidikan
lingkungan sebagai penentu penyandang disabilitas
untuk memperoleh haknya dan berpartisipasi
:: Untuk Direnungkan…
Di sekolah Bapak/Ibu terdapat peserta didik yang berkursi roda
dan ingin ke toilet, tetapi jalan menuju toilet harus melalui tangga.
o Dapatkah peserta didik tersebut ke toilet secara mandiri?
o Berikan alasan atas jawaban Bapak/Ibu!
bukan karena disabilitasnya peserta didik tersebut
tidak mampu berpindah secara mandiri, tetapi
lingkunganlah yang tidak memungkinkan dia untuk
berpindah
:: Untuk Direnungkan…
Di sekolah Bapak/Ibu terdapat peserta didik dengan disabilitas sensorik
(hambatan penglihatan) tidak dapat mengerjakan ujian secara maksimal
karena di sekolah tidak ada soal dalam bentuk braille atau tidak ada
guru yang membacakan soal.
o Dapatkah peserta didik tersebut berprestasi?
o Berikan alasan atas jawaban Bapak/Ibu!
bukan disabilitasnya (hambatan penglihatannya) yang
membuatnya tidak mampu berprestasi, tetapi
lingkungannyalah yang menghambat peserta didik tersebut
menjadi tidak mampu untuk berprestasi
:: Tindak Lanjut…
Apa yang dapat Bapak/Ibu lakukan dari kedua kasus tadi jika di sekolah
Bapak/Ibu terdapat Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK)?
Lakukan akomodasi (modifikasi dan adaptasi) di sekolah
Bapak/Ibu
§ PPDB
Modifikasi & Adaptasi § Kompetensi Lulusan
kebijakan sekolah yang § Kurikulum
menjamin pemenuhan
§ PTK
hak seluruh peserta didik
tanpa terkecuali § Sarana dan prasarana
§ Pembiayaan
Modifikasi dan adaptasi kebijakan sekolah
menentukan berkembangnya potensi PDBK
:: Akomodasi yang Layak
o Akomodasi yang Layak adalah modifikasi dan penyesuaian yang tepat dan
diperlukan untuk menjamin penikmatan atau pelaksanaan semua hak asasi
manusia dan kebebasan fundamental untuk penyandang disabilitas berdasarkan
kesetaraan. [Pasal 1 UU No. 8 tahun 2016 dan Pasal 1 PP No. 13 Tahun 2020]
o Penyediaan Akomodasi yang Layak di bidang pendidikan bertujuan untuk
menjamin terselenggararnya dan/atau terfasilitasinya pendidikan untuk peserta
didik penyandang disabilitas oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. [Pasal
2 Ayat (1) PP No. 13 Tahun 2020]
o Penyediaan Akomodasi yang Layak sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan di semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan baik secara inklusif
maupun khusus. [Pasal 2 Ayat (2) PP No. 13 Tahun 2020]
:: Akomodasi yang Layak
o Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib memfasilitasi Lembaga
Penyelenggara Pendidikan dalam menyediakan Akomodasi yang Layak
o Fasilitasi penyediaan Akomodasi yang Layak oleh Pemerintah Pusat
sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Menteri dan menteri
yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan
kewenangannya.
o Fasilitasi penyediaan Akomodasi yang Layak oleh Pemerintah Daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh gubernur dan
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.
[Pasal 3 ayat (1), (2), dan (3) PP No. 13 Tahun 2020]
:: Akomodasi yang Layak
o Fasilitasi penyediaan Akomodasi yang Layak sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 dilakukan paling sedikit melalui:
a. penyediaan dukungan anggaran dan/atau bantuan pendanaan;
b. penyediaan sarana dan prasarana;
c. penyiapan dan penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan; dan
d. penyediaan kurikulum. [Pasal 4 PP No. 13 Tahun 2020]
o Penyediaan kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf d
dilakukan dengan pengembangan:
a. standar kompetensi lulusan;
b. standar isi;
c. standar proses; dan
d. standar penilaian,
yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.
:: Permendiknas No.70 Tahun 2009
o Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif menggunakan kurikulum tingkat
satuan pendidikan yang mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan peserta didik
sesuai dengan bakat, minat, dan minatnya [Pasal 7 Permendiknas No. 70 Tahun 2009]
o Pembelajaran pada pendidikan inklusif mempertimbangkan prinsip-prinsip
pembelajaran yang disesuikan dengan karakteristik belajar peserta didik [Pasal 8
Permendiknas No. 70 Tahun 2009]
o Penilaian hasil belajar bagi peserta didik pendidikan inklusif mengacu pada jenis
kurikulum tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan [Pasal 9 ayat (1) Permendiknas No.
70 Tahun 2009].
§ Penilaian hasil belajar bagi peserta didik di satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan
inklusif mengacu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan
§ Bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) perlu dilakukan akomodasi (modifikasi
dan penyesuaian) terhadap kurikulum sehingga pembelajaran dan penilaiannya sesuai
dengan potensi, bakat, minat dan keunikan PDBK.
:: Modifikasi & Adaptasi
o Modifikasi kurikulum merupakan kegiatan mengubah
pada salah satu atau beberapa komponen kurikulum
sesuai kebutuhan peserta didik dengan tujuan terjadinya
proses pembelajaran bermakna
o Adaptasi kurikulum melakukan penyesuaian pada salah
satu atau beberapa komponen kurikulum salah satunya
menaikkan atau menurunkan kompetensi inti dan
kompetensi dasar agar tercipta pembelajaran bermakna
:: Proses Perancangan Pembelajaran
PESERTA MODIFIKASI
DIDIK
PENETAPAN
P SE KKTP
E CP/TP/ATP/FASE
TA
IDENTIFIKASI M RA
B o Minggu
E KURI Efektif
ASESMEN 2
PROFIL
PDBK
L
A
KULUM TDK
SE
o ATP
KBM
o MA/RPP
J TA
A RA
R
AKADEMIK A PENILAIAN
o Addisi
N o SUMATIF
ADAPTASI o Subtitusi
o STS
o Simplifikasi
PERKEMBANGAN/ o SAS/PAT
o Omisi
KOMPENSATORIS
P
K BAKAT &
Kh MINAT
LAPORAN HASIL
EKSKUL & VOKASI BELAJAR
:: Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016
Cermati juga Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022
:: Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016
Kondisi peserta didik di kelas beragam, oleh karena itu guru perlu melakukan Cermati juga
akomodasi kurikulum sehingga pembelajaran sesuai dengan potensi, bakat, Permendikbudristek
minat dan keunikan PDBK Nomor 16 Tahun 2022
:: Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajarann untuk mencapai tujuan
(UU No. 20 Tahun 2003)
:: Komponen Kurikulum
Keadaan yang ingin dicapai setelah menjalani
TUJUAN proses pembelajaran, berupa kemampuan
K kognitif, afektif maupun psikomotorik.
U
Materi atau substansi yang harus dipelajari oleh
R ISI/MATERI peserta didik, supaya dapat mencapai tujuan
I yang diinginkan.
K
U
PROSES Kegiatan atau aktivitas pembelajaran yang
L harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
U
M
PENILAIAN Proses yang dilakukan untuk mengetahui
keberhasilan pencapaian tujuan.
:: Bagaimana Cara Mengakomodasi Kurikulum?
o Cermati muatan KD (kompetensi dan materi)
o Cermati kemampuan dan karakteristik PDBK
o Pilih tingkatan kompetensi/materi yang sesuai dengan
kemampuan PDBK
o Tentukan metode, alat, dan media pembelajaran yang
tepat
o Buat perangkat pembelajaran yang mengakomodir
kemampuan PDBK
:: Adaptasi Kurikulum
Muatan Kompetensi Dimensi Proses Berpikir
C6
tasi
d ap C5
A
C4
C3
C2
C1
:: Adaptasi Kurikulum
Muatan Materi Dimensi Pengetahuan
ptas i
Ada Metakognitif
Prosedural
Konseptual
Faktual
:: Adaptasi Tujuan
Berkaitan dengan kemampuan atau kompetensi yang harus dikuasai oleh
peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran
KD Matematika Kelas V SD
3.5 Menjelaskan dan menentukan volume bangun ruang dengan menggunakan
satuan volume (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar
pangkat tiga
4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang dengan
menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan) melibatkan pangkat tiga
dan akar pangkat tiga
Siswa dapat Siswa dapat
KOMPETENSI/CAPAIAN
menghitung volume PEMBELAJARAN
membedakan kubus
menghitung volume
keliling
kubus dengan
sisi-sisi
kubus balok
kubus
P2KPTK2
JAKARTA PUSAT
:: Adaptasi Tujuan
KD Ilmu Pengetahuan Alam Kelas V SD
3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta
kelangsungan mahluk hidup
4.8 Membuat karya tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari
berbagai sumber
Siswa dapat menjelaskan Siswa dapat menunjukkan
menggambar
menjelaskan
siklus air dan dampaknya gambar terkait
siklus air dan siklus air dan
dampaknya
KOMPETENSI/CAPAIAN
pada peristiwa di bumi serta PEMBELAJARAN dampaknya
pada pada
peristiwa peristiwa
di bumi serta
kelangsungan makhluk di kelangsungan
bumi serta kelangsungan
makhluk
hidup makhluk
hiduphidup
:: Adaptasi Tujuan
KD Bahasa IndonesiaKelas V SD
3.9 Mencermati penggunaan kalimat efektif dan ejaan dalam surat
undangan (ulang tahun, kegiatan sekolah, kenaikan kelas, dll.)
4.9 Membuat surat undangan (ulang tahun, kegiatan sekolah, kenaikan
kelas, dll.) dengan kalimat efektif dan memperhatikan penggunaan
ejaan
Menulis surat undangan Menulis
Menirusurat undangan
tulisan surat
ulang tahun dengan kalimat ulang
Melingkari
tahun dengan
undangan kalimat efektif
kalimat
ulang tahun
efektif dengan KOMPETENSI yang
efektif
dengan terdapat
dengan
kalimat dalam
efektif
memperhatikan memperhatikan
undangan
dengan ulang
penggunaan
tahun
memperhatikan
penggunaan ejaan ejaan ejaan
penggunaan
:: Adaptasi Materi/Isi
Berkaitan dengan materi (fakta, konsep, prosedur, metakognisi yang harus
dipelajari oleh peserta didik supaya dapat menguasai kompetensi yang diharapkan
KD Matematika Kelas V SD
3.5 Menjelaskan dan menentukan volume bangun ruang dengan menggunakan
satuan volume (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan
akar pangkat tiga
4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang
dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan) melibatkan
pangkat tiga dan akar pangkat tiga
Volume bangun Volume bangun
ruang (kubus)
KOMPETENSI Bentuk bangun
ruangdan
ruang
(kubus)
(kubus balok)
:: Adaptasi Materi/Isi
KD Ilmu Pengetahuan Alam Kelas V SD
3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta
kelangsungan mahluk hidup
4.8 Membuat karya tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari
berbagai sumber
Siklus air dan dampaknya Siklus air dan dampaknya
pada peristiwa di bumi serta pada peristiwa di bumi serta
kelangsungan makhluk
KOMPETENSI kelangsungan makhluk
hidup hidup
:: Silabus Akomodatif
Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pencapaian Kompetensi Pembelajaran
3.5. Menjelaskan dan Volume 3.5.1. Menyebutkan bentuk-bentuk o Mengamati berbagai bentuk
menentukan volume bangun ruang bangun ruang*) bangun ruang
bangun ruang dengan 3.5.2. Menyebutkan nama bangun ruang o Mengumpulkan informasi dan
menggunakan satuan yang ditunjukan guru*) menganalisis bentuk-bentuk
volume (seperti kubus 3.5.3. Menyebutkan ciri-ciri balok dan bangun ruang
satuan) serta hubungan kubus*) o dst
pangkat tiga dengan akar
3.5.4. Membedakan kubus dengan
pangkat tiga
balok*)
3.5.4. dst
4.5. Menyelesaikan masalah 4.5.1. Menggambar bentuk bangun
yang berkaitan dengan ruang*)
volume bangun ruang 4.5.2. Membuat bentuk balok dan kubus
dengan menggunakan dari kertas*)
satuan volume (seperti 4.5.3. dst
kubus satuan) melibatkan
pangkat tiga dan akar
pangkat tiga
*) Capaian untuk PDBK
:: Diskusi Interaktif
Tentukan KKTP
bagi PDBK dari
CP berikut ini
:: Diskusi Interaktif
Tentukan KKTP
bagi PDBK dari
CP berikut ini
:: Diskusi Interaktif
Tentukan KKTP
bagi PDBK dari
CP berikut ini
:: Modifikasi Proses
Berkaitan dengan kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik,
guru, dan komponen lainnya supaya peserta didik menguasai
kompentensi yang diharapkan
Proses pembelajaran berkaitan dengan lima hal, antara lain:
o Waktu
o Cara
o Tempat/lingkungan
o sumber, dan
o media/alat.
:: Modifikasi Proses
Contoh modifikasi proses:
§ Waktu belajar diperpanjang
§ Pembelajaran sewaktu-waktu di laksanakan di kelas khusus
(resource room)
§ Penggunaan alat bantu khusus dalam pembelajaran
§ Penggunaan guru pendamping (shadow teacher)
§ Penempatan tempat duduk pada lokasi tertentu (dekat dengan
guru)
§ Pemanfaatan siswa regular sebagai tutor sebaya
§ Pemberian tugas khusus yang berbeda dengan siswa lain
§ Pemberian penjelasan/pembelajaran khusus di luar jam belajar
umum
§ Penggunaan bahan/sumber ajar yang berbeda/ khusus
:: Akomodasi Penilaian
o Evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui keberhasilan
peserta didik dalam mencapai tujuan atau kompetensi yang telah ditetapkan.
o Proses evaluasi berkaitan dengan lima hal:
:: Isi :: Waktu :: Tempat :: Cara :: Alat
o Adaptasi Isi :
soal yang digunakan PDBK berbeda dengan peserta didik pada umumnya
o Modifikasi Waktu: waktu penilaian diperpanjang.
o Modifikasi Tempat : penilaian dilaksanakan di tempat tertentu.
o Modifikasi Cara : penilaian dilaksanakan secara individual, dilaksanakan secara
lisan § guru membacakan soal, peserta didik menuliskan jawaban;
§ guru membacakan soal; peserta didik menjawab secara
lisan, kemudian dituliskan oleh guru
o Modifikasi Alat : penilaian menggunakan alat khusus (Braille atau komputer
bicara (di ruang terpisah)
:: Contoh Akomodasi
Komunikasi & media pembelajaran bagi peserta didik tunanetra
Peserta didik tunanetra (disabilitas netra) memiliki hambatan penglihatan sehingga ada yang tidak
bisa melihat sama sekali atau masih ada yang memiliki sisa penglihatan. Dengan kondisi penglihatan
yang terhambat maka akan berpengaruh pada kemampuan atau cara berkomunikasi, cara
bergerak/mobilitas, alat belajar, alat bantu khusus, dan media pembelajaran yang digunakannya serta
cara kebiasaan belajarnya.
Ketika guru terbiasa dengan cara menarik perhatian peserta didik dengan kalimat: “Coba kalian lihat
ke depan.” Kalimat ini jadi tidak bermakna untuk peserta didik tunanetra sebab peserta didik
tunanetra tidak bisa melihat. Kalimat tersebut bisa digantikan dengan: “Coba kalian perhatikan
dengan baik.”
Peserta didik tunanetra yang tidak dapat melihat (blind) perlu dikenalkan huruf Braille. Bagi peserta
didik tunanetra kurang awas atau low vision perlu alat-alat yang dapat memperbesar huruf dan
benda.
Peserta didik tunarungu memperkuat indera pendengaran sebagai kompensasi dari hambatan
penglihatannya, maka media pembelajaran bagi peserta didik tunarungu lebih bersifat audio.
:: Contoh Akomodasi
Komunikasi dan media belajar peserta didik tunarungu
Dalam berkomunikasi dengan peserta didik tunarungu (disabilitas rungu) perlu keterarahwajahan.
Mereka dapat menangkap pesan-pesan yang disampaikan dengan membaca bibir (Lips Reading) atau
dengan gerakan-gerakan tubuh (gesture) atau bahasa tubuh (body langguage). Bahasa tubuh adalah
komunikasi nonverbal yang berhubungan dengan ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang dapat
mengekspresikan apa yang sebenarnya ada dipikiran seseorang. Bahasa tubuh dapat memberikan
banyak sekali informasi bagi peserta didik disabilitas rungu. Peserta didik disabilitas rungu bisa
membaca bahasa tubuh seperti gerakan tangan, mata, atau posisi tubuh sehingga mampu
meningkatkan kemampuan komunikasinya.
Peserta didik tunarungu dapat dikenalkan dengan isyarat baik Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI)
maupun Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).
Peserta didik tunarungu memperkuat indera penglihatan sebagai kompensasi dari hambatan
pendengarannya, maka media pembelajaran bagi peserta didik tunarungu lebih bersifat visual.
:: Contoh Akomodasi
Komunikasi & media belajar peserta didik tunagrahita, tunadaksa, dan autis
Untuk peserta didik disabilitas intelektual (tunagrahita dan down syndrome), peserta didik
yang lamban belajar, dan peserta didik autis; maka dalam proses atau cara belajarnya
memerlukan bimbingan dan perhatian yang khusus dan pengulangan-pengulangan dalam
materi yang belum dipahaminya.
Guru perlu memiliki kesabaran dan perhatian yang tinggi untuk menghadapi peserta didik
tunagrahita, peserta didik yang lamban belajar, peserta didik autis dan peserta didik
berkebutuhan khusus lainnya.
Bagi peserta didik disabilitas daksa (tunadaksa) tidak jadi masalah terkait dengan proses
atau cara pembelajarannya. Namun terkait dengan kondisi hambatannya yang perlu jadi
bahan pertimbangan guru. Bila kemampuan motorik peserta didik tunadaksa memiliki
hambatan maka perlu adanya bimbingan kemampuan motoriknya. Begitu pula begitu
peserta didik tunadaksa tidak memiliki kedua tangan maka kemampuan menulisnya
dengan menggunakan mulut atau kakinya.
:: Contoh Akomodasi
Strategipembelajaran peserta didik tunanetra
o Informasi disajikan dalam bentuk auditif dan taktil
o Pastikan suara guru terdengar dengan baik
o Tempatkan peserta didik lain jadi pendamping di sebelahnya untuk
menginformasikan tulisan, gerakan, gestur guru
o Jika masih ada sisa penglihatan, perhatikan pencahayaan, kekontrasan, dan
tempat duduk
o Jangan gunakan kata tunjuk “ini, itu, di sana, di sini” dan kata-kata lain yang
bias bagi tunanetra
o Ejalah kata baru yang belum dikenal, khususnya kata yang ucapannya berbeda
dengan tulisan
o Ubahlah formula, rumus yang komplek menjadi penggalan-penggalan
o Modifikasi instruksi
o Lengkapi dengan multimedia yang aksesibel
:: Contoh Akomodasi
Strategi pembelajaran bagi peserta didik tunarungu
o Posisikan siswa duduk di posisi tengah samping kiri atau kanan agar dapat
membaca ujaran guru/teman yang berbicara
o Jangan bicara membelakangi siswa
o Upayakan wajah dan gerakan bibir guru dapat terlihat
o Berbicara dengan tidak terlalu cepat, artikulasi jelas
o Bahasa yang sederhana dan jelas
o Pengulangan dan feedback untuk memastikan siswa memahami
o Memperhatikan kemampuan berbahasa dan bicara, penguasaan kosakata, dan
persepsi bunyi
o Informasi diperjelas dengan visual
o Jika mungkin jadikan siswa lain membantu dengan bahasa isyarat
o Lengkapi dengan multimedia yang aksesibel
:: Contoh Akomodasi
Strategi pembelajaran peserta didik tunagrahita/lamban belajar
o Strategi dan metode informasi disajikan secara konkret
o Menyederhanakan konsep (kontekstual dan fungsional)
o Mengulang informasi agar tidak mudah lupa
o Sering memberikan umpan balik untuk memastikan pemahaman peserta didik;
o Selalu diarahkan karena kemampuan inisiatif rendah
o Tutor sebaya
o Kelompok kecil
o Lengkapi dengan multimedia yang aksesibel