4.
MENGGAMBAR RUMAH
Hal yang perlu diperhatikan dalam menggambar rumah
a. Memperkenalkan Lingkungan Sekitar yang Beragam
Melalui seni rupa, praktik pengamatan tersebut dapat menjadi pengalaman yang
menarik karena siswa akan terlibat secara langsung dengan objek yang
digambar/lukis.
b. Mari, Menggambar Rumah
Adapun prinsip seni rupa yang diperkenakan adalah sketsa objek, perspektif
(tampilan objek berdasarkan sudut dan jarak padang) dari depan dan warna
(disesuaikan objek yang dilukis). namun, diperbolehkan memberi bentuk, warna dan
perspektif yag berbeda dengan alasan tertentu (misalnya ukurannya tampak kecil
karena terlihat dari jauh, warnanya lebih cerah karena terlihat di pagi hari). Hal-hal
yang perlu diperhatikan saat menggambar rumah adalah sebagai berikut .
- Proporsi ( ukuran perbandingan antara bagian-bagian benda yang satu dengan
bagian yang lain)
- Komposisi (susunan atau tata letak keeluruhan benda dan ruang yang di gambar )
- Gelap terang (benda akan terlihat lebih terang ketika terkena cahaya, begitupun
sebaliknya)
c. Tahapan dan Alat Menggambar
Sebaik-baiknya karya seni adalah karya yang berangkat dari pemahaman yang
baik terhadap objek yang gambar/dibuat. Dari pemahaman yang baik diharapkan
dapat berkembang menjadi manfaat berupa pengetahuan sosial dan arsitektural
sederhana, sikap (santun dan peduli dengan) dan cita-rasa (keindahan).
Proses untuk mendapatkannya perlu dilakukan secara bertahap sebagai berikut:
[Link] lingkungan alam (rumah) dan sosial sekitar (para)
[Link] perspektif (sudut dan jarak pandang rumah yang digambar/lukis)
[Link] sketsa (gambar rancangan yang memiliki wujud sangat sederhana)
[Link]
Adapun alat-alat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut
1. Pensil atau pena
2. Kertas
3. Pewarna (spidol, krayon atau cat air)
5. BEREKSPERIMEN DENGAN TEKSTUR
Tekstur merupakan permukaan setiap benda yang dapat diketahui coraknya
dengan cara diraba. Teksur dapat ditemukan pada berbagai benda sehari- hari seperti
pensil, buku, kursi, permukaan tanah, dan sebagainya.
Ada bermacam-macam jenis tekstur diantaranya tekstur halus, kasar,
bergelombang, dan sebagainya. Testur dapat dihasilkan dengan bermacam cara dan
bahan seperti dengan semen,kayu, pasir, bubuk bata merah, pasir, gergaji, tanah dan
sebagainya.
Dalam pembuatan tekstur, unsur- unsur alam dapat dicampur dengan lem kayu,
kemudian ditaruh di kanvas, kertas atau bidang tertentu agar bisa lekat. Selain tekstur
nyata, terdapat pula tekstur maya dimana suatu benda terkesan bertekstur namun pada
aslinya tidak.
Contoh tekstur maya adalah gambaran batu atau pohon yang terkesan
bergelombang dan berserat. Tekstur maya atau semu digunakan untuk membuat model
atau rancangansebelum pembuatan tekstur nyata
Beberapa seniman yang sering menggunakan tekstur dalam karya mereka adalah
sebagai berikut,
a. Pelukis Affandi membuat tekstur dengan menggunakan cat yang tebal,
b. Pelukis Ahmad Sadali dan AD Pirous menggunakan bubuk marmer
c. Pelukis Fadjar Sidik menggunakan tekstur semu berupa bidang-bidang geometris.
Berikut ini beberapa teknik yang digunakan dalam membuat tekstur,
a. Tekstur dengan teknik frottage yaitu meletakkan kertas di atas permukaan benda
bertekstur, lalu kertas ditekan dan diarsir dengan pensil atau pastel.
b. Tekstur teknik grattage yaitu menguaskan cat minyak warna gelap pada papan
hingga kering lalu ditimpa warna terang selanjutnya digores-gores menggunakan
benda runcing, seperti paku, sendok garpu, sisir
c. Tekstur teknik tempel yaitu kertas ditempelkan dengan lem secara merata di atas
permukaan benda bertekstur kasar.
d. Membuat tekstur nyata dari lempengan tanah liat dengan cara dipukul-
pukul/ditekan menggunakan batu bertekstur, digores dengan sisir, parut dan lain
sebagainya.
e. Membuat tekstur dari bubuk batu bata atau bubuk kayu lalu ditaburkan di atas
papan/triplek yang telah diberi lem.
f. Membuat tekstur semu dengan teknik ebru/swirling yaitu cat minyak sejumlah 2
atau
3 warna di tuang dalam ember/nampan lalu dicampur dengan minyak dan air
kemudian diaduk pelan agar warna-warna tesebut membentuk tekstur semu.
Selanjutnya kertas putih dicelupkan pada larutan cat dalam ember tersebut lalu
diangkat. Cat yang menempel pada kertas akan membentuk tekstur semu.
Manfaat tekstur dalam karya
a. Tekstur dapat mempertegas dan memperkuat gambar / lukisan yang dibuat.
b. Tekstur menyatukan unsur lukisan dan kriya/kerajinan dalam sebuah karya.
c. Tekstur memudahkan untuk bereksperimen dengan berbagai bahan alami di
sekitardan mengubahnya menjadi karya seni.
d. Melatih indera peraba dan penglihatan secara lebih seksama.