Lukman Hakim
045176045
JAWABAN :
1. Dalam analisis antrian bank, kita menggunakan model teori antrian untuk
menentukan berbagai karakteristik operasional sistem. Dalam hal ini, kita
memiliki sebuah sistem dengan satu pelayan (petugas layanan) yang
melayani nasabah yang datang berdasarkan distribusi Poisson dan waktu
pelayanan yang mengikuti distribusi eksponensial. Model yang cocok
untuk situasi ini adalah model antrian M/M/1.
Parameter Sistem Antrian
Untuk model M/M/1, parameter utamanya adalah:
Tingkat Kedatangan (λ): Tingkat kedatangan nasabah adalah 4 nasabah per
jam.
Tingkat Pelayanan (μ): Waktu pelayanan rata-rata per nasabah adalah 12
menit. Untuk konversi ke tingkat pelayanan per jam, kita menghitung:
𝜇=1rata-rata waktu pelayanan=112/60=6012=5 nasabah per jam
Karakteristik Operasional Sistem
Berdasarkan parameter di atas, kita dapat menghitung beberapa
karakteristik operasional dari sistem antrian ini.
a) Rata-rata Jumlah Nasabah dalam Sistem Antrian (L)
Rata-rata jumlah nasabah dalam sistem (L) adalah jumlah nasabah yang
sedang dilayani ditambah dengan jumlah nasabah yang menunggu.
Formula untuk L dalam model M/M/1 adalah:
𝐿=𝜆𝜇−𝜆
Substitusi nilai λ dan μ:
𝐿=45−4=41=4
Jadi, rata-rata jumlah nasabah dalam sistem antrian adalah 4 nasabah.
b) Rata-rata Waktu yang Dihabiskan Nasabah dalam Antrian (Wq)
Rata-rata waktu yang dihabiskan nasabah dalam antrian (Wq) adalah
waktu rata-rata yang dihabiskan nasabah untuk menunggu sebelum
dilayani. Formula untuk Wq adalah:
𝑊𝑞=𝜆𝜇(𝜇−𝜆)
Substitusi nilai λ dan μ:
𝑊𝑞=45×(5−4)=45×1=45 jam
Untuk mendapatkan waktu dalam menit:
𝑊𝑞=45×60=48 menit
Jadi, rata-rata waktu yang dihabiskan nasabah dalam antrian adalah 48
menit.
c) Total Waktu yang Dihabiskan Nasabah dalam Sistem (W)
Total waktu yang dihabiskan nasabah dalam sistem (W) adalah waktu yang
dihabiskan dalam antrian ditambah waktu pelayanan. Formula untuk W
dalam model M/M/1 adalah:
𝑊=1𝜇−𝜆
Substitusi nilai λ dan μ:
𝑊=15−4=11=1 jam
Untuk mendapatkan waktu dalam menit:
𝑊=1×60=60 menit
Jadi, total waktu yang dihabiskan nasabah dalam sistem adalah 60 menit.
Penjelasan dan Implikasi
Rata-rata Nasabah dalam Sistem (L):
Rata-rata 4 nasabah dalam sistem mencakup baik nasabah yang sedang
dilayani maupun yang menunggu. Jumlah ini memberikan indikasi beban
kerja petugas layanan dan kapasitas sistem.
Rata-rata Waktu dalam Antrian (Wq):
Rata-rata waktu tunggu 48 menit menunjukkan bahwa nasabah harus
menunggu cukup lama sebelum dilayani. Hal ini dapat mempengaruhi
tingkat kepuasan nasabah dan efektivitas layanan. Jika waktu tunggu
terlalu lama, nasabah mungkin merasa tidak puas dan mencari layanan
lain.
Total Waktu dalam Sistem (W):
Total waktu 60 menit yang dihabiskan nasabah dalam sistem mencakup
waktu tunggu dan waktu pelayanan. Ini memberikan gambaran tentang
seberapa efisien layanan bank dalam menangani nasabah dari awal sampai
akhir proses.
Optimisasi dan Perbaikan
Jika bank ingin mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi,
beberapa langkah yang bisa diambil meliputi:
Menambah petugas layanan : Dengan menambah petugas layanan, sistem
antrian dapat diubah dari M/M/1 menjadi M/M/c, di mana c adalah jumlah
petugas layanan. Ini akan mengurangi waktu tunggu rata -rata dan
meningkatkan kepuasan nasabah.
Meningkatkan efisiensi pelayanan : Pelatihan petugas untuk meningkatkan
efisiensi pelayanan dapat mengurangi waktu rata -rata pelayanan
(meningkatkan μ), sehingga mengurangi waktu tunggu nasabah.
Pengaturan jadwal kedatangan : Mengatur jadwal kedatangan nasabah atau
memberikan opsi janji temu bisa membantu mengurangi antrian panjang
dan mendistribusikan beban kerja lebih merata.
Teknologi dan Otomatisasi : Menggunakan teknologi seperti aplikasi
mobile untuk pra-registrasi atau otomatisasi beberapa proses bisa
mempercepat layanan dan mengurangi beban kerja petugas layanan.
Kesimpulan
Melalui analisis ini, kita dapat memahami karakteristik operasional dari
sistem antrian di bank Mandiri. Dengan menggunakan model M/M/1, kita
telah menentukan bahwa rata-rata ada 4 nasabah dalam sistem, waktu
tunggu rata-rata adalah 48 menit, dan total waktu dalam sistem adalah 60
menit. Pemahaman ini penting untuk manajemen bank dalam merancang
strategi untuk meningkatkan efisiensi layanan dan kepuasan nasabah.
Dengan melakukan perbaikan yang tepat, bank dapat mengoptimalkan
operasional dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah.
2. Menambahkan baris dummy:
Mesin Tugas/pekerjaan
A B C D E
a Rp9,00 Rp6,00 Rp5,00 Rp4,00 Rp2,00
b 7,00 6,00 3,00 2,00 8,00
c 6,00 7,00 4,00 5,00 3,00
d 2,00 6,00 4,00 9,00 6,00
dummy 0 0 0 0 0
Mengurang nilai setiap baris dengan nilai terkecil disetiap baris:
Mesin Tugas/pekerjaan
A B C D E
a Rp9,00 - 2 Rp6,00- 2 Rp5,00- 2 Rp4,00- 2 Rp2,00- 2
b 7,00- 2 6,00- 2 3,00- 2 2,00- 2 8,00- 2
c 6,00- 3 7,00- 3 4,00- 3 5,00- 3 3,00- 3
d 2,00- 2 6,00- 2 4,00- 2 9,00- 2 6,00- 2
dummy 0 0 0 0 0
Tabelnya menjadi :
Mesin Tugas/pekerjaan
A B C D E
a 7 4 3 2 0
b 5 4 1 0 6
c 3 4 1 2 0
d 0 4 2 7 4
dummy 0 0 0 0 0
Memeriksa apakah setiap kolom telah mempunyai nilai nol. Apabila ada yang belum,
ditentukan nilai terkecil kolom tersebut kemudian nilai pada kolom tersebut dikurangi
dengan nilai terkecilnya. Sehingga tabelnya menjadi :
Mesin Tugas/pekerjaan
A B C D E
a 7 4 3 2 0
b 5 4 1 0 6
c 3 4 1 2 0
d 0 4 2 7 4
dummy 0 0 0 0 0
Dari table diatas kolom A,D dan E memiliki nilai 0 dan baris a,b,c,d masing-masing
telah memiliki nilai 0. Sehingga yang tersisa adalah kolom B dan C. untuk mencari
nilai 0 pada kolom B dan C dipilih elemen terkecil yakni 1 untuk mengurangi nilai –
nilai sekolom yang lain.
Maka tabelnya menjadi :
Mesin Tugas/pekerjaan
A B C D E
a 7 3 3 2 0
b 5 3 0 0 6
c 3 3 0 2 0
d 0 4 2 8 5
dummy 0 0 0 0 0
Skedul penugasa :
Skedul penugasan Biaya (dalam ribuan)
a E Rp2,00
b D Rp2,00
c C Rp4,00
d A Rp2,00
Dummy ke B 0
Total Biaya Rp10,00 (dalam ribuan)
Jadi, biaya alokasi yang minimum adalah sebesar Rp10 (dalam ribuan)
Referensi : BMP EKMA4413 RISET OPERASI MODUL 7