1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang jelas tidak dikehendaki
dan tidak terduga semula yang dapat menimbulkan kerugian baik waktu, harta
benda atau properti maupun korban jiwa yang terjadi di dalam suatu proses kerja
industri atau yang berkaitan dengannya. Kecelakaan kerja sebesar 80-85%
disebabkan oleh kelalaian pekerja saat bekerja. Selain faktor kelalaian saat
bekerja faktor manusia lainnya yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan dan
penyakit akibat kerja yaitu perilaku penggunaan APD saat bekerja (Tarwaka,
2008).
Tenaga Kerja menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2
menyebutkan bahwa setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna
menghasilkan barang atau jasa baik untuk mengetahui kebutuhan sendiri
maupun untuk masyarakat. Dalam setiap pekerjaan memiliki risiko kecelakaan
kerja. Hal ini terbukti dengan masih terdapat kecelakaan kerja.
Menurut data International Labour Organization tahun 2013 ada 1,2
juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Tercatat oleh
BPJS Ketenagakerjaan, hingga akhir 2015 telah terjadi kecelakaan kerja
sebanyak 105.182 kasus di Indonesia. Sementara itu, untuk kasus kecelakaan
berat yang mengakibatkan kematian tercatat sebanyak 2.375 kasus (2,3%) dari
total jumlah kecelakaan kerja (BPJS, 2015).
1
2
Menurut ILO, di Indonesia rata-rata per tahun terdapat 99.000 kasus
kecelakaan kerja. Berdasarkan jumlah itu, sekitar 70% berakibat fatal yaitu
kematian dan cacat seumur hidup. Kebutuhan pekerja atau karyawan dalam
melaksanakan pekerjaannya perlu mendapat perlindungan dengan adanya
lingkungan kerja yang aman, nyaman dan tentram karena akan menimbulkan
keinginan untuk bekerja dengan baik. Semakin tersediannya fasilitas
keselamatan kerja atau APD semakin sedikit kemungkinan terjadinya
kecelakaan kerja. Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang mempunyai
kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya
mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja (Depnaker, 2006).
Pariwisata di Indonesia berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun
terakhir. Dengan slogan Pesona Indonesia. Jumlah pengunjung wisatawan
mancanegara ke Indonesia periode Januari Sampai dengan Desember 2016
secara kumulatif sebanyak 12.023.971 kunjungan, dengan pertumbuhan sebesar
15,54%. Hal tersebut tidak diimbangi dengan pengawasan keselamatan kerja
(Kepmenpar, 2016).
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan salah satu destinasi
wisata unggulan di Indonesia, yang memiliki berbagai kekayaan wisata baik
wisata alam, budaya maupun kuliner. Kabupaten Gunung Kidul menjadi salah
satu daerah tujuan wisata di DIY dengan wisata unggulan yaitu wisata goa.
Faktor geografis yang ada di Gunung Kidul menyebabkan banyak terbentuknya
goa dan sungai bawah tanah. Objek wisata inilah yang sekarang sedang popular
dikalangan wisatawan.
3
Objek wisata Goa Pindul merupakan objek wisata yang dibuka pada
tahun 2011 dan menjadi salah satu tujuan wisata yang paling diminati saat ini.
Wisata Goa Pindul bahkan menjadi daya tarik utama mengalahkan wisata pantai
yang ada di Gunung Kidul. Dari informasi yang didapat pernah terjadi
kecelakaan kerja pada oemandu wisata, dimana kecelakaan tersebut sampai
mengakibatkan pemandu wisata meninggal dunia. Kecelakaan yang terjadi pada
pemandu wista tersebut sampai berakibat fatal dikarenakan saat bekerja
pemandu wista tersebut tidak memakai APD yang lengkap.
Kejadian tersebut diperkuat dengan hasil survey yang dilakukan pada
tanggal 24 November 2017 hasil wawancara kepada pemandu wisata Goa Pindul
di dapatkan bahwa permasalahan yang ada yaitu kebanyakan pemandu wisata
belum menggunakan APD yang lengkap seperti tidak menggunakan sepatu
karet, pelampung, pelindung kepala, dan senter. Jika tidak memakai APD dapat
menimbulkan sakit atau luka yang tidak hanya ringan tapi juga dapat
mengakibatkan sakit atau luka yang fatal dan bahkan sampai meninggal. Jika
pemandu wisata menggunakan APD yang lengkap maka dapat mencegah
terjadinya kecelakaan kerja atau dapat meringankan efek yang terjadi jika
kecelakaan terjadi.
Berdasarkan latar belakang dan data hasil studi pendahuluan, maka
perlu dilakukan penelitian tentang “Kajian Penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD) dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pemandu Wisata Goa Pindul di
Gunung Kidul”.
4
B. Rumusan Masalah
Bagaimanakah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian
kecelakaan kerja pada pemandu wisata Goa Pindul di Gunung Kidul ? ‘
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengkaji penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian
kecelakaan kerja pemandu wisata Goa Pindul di Gunung Kidul
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengkaji penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pemandu wisata
Goa Pindul di Gunung Kidul dalam mencegah kecelakaan kerja yang
berakibat fatal
b. Untuk mengkaji kecelakaan kerja yang terjadi pada pemandu wisata Goa
Pindul di Gunung Kidul
D. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keilmuan
Penelitian ini masuk dalam lingkup Ilmu Kesehatan Lingkungan khususnya
Hyperkes (K3) dan SSTU Pariwisata
2. Materi
Materi dalam penelitian ini adalah tentang penggunaa Alat Pelindung Diri
dengan kejadian kecelakaan kerja pemandu wisata Goa Pindul di Gunung
Kidul.
3. Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini adalah pemandu wisata Goa Pindul di Gunung Kidul.
5
4. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di daerah wisata Goa Pindul di Gunung Kidul.
5. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2018
E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Ilmu Pengetahuan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan kepustakaan dalam
pengembangan Ilmu Kesehatan Lingkungan khususnya bidang K3.
2. Bagi Pekerja
Memberikan informasi tentang pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD) sebagai salah satu cara mengurangi kejadian kecelakaan kerja.
3. Bagi Pengelola Wisata Goa Pindul
Sebagai bahan evaluasi dalam pengawasan pelaksanaan pemanduan wisata
agar tidak terjadi kecelakaan.
4. Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
pada pemandu wisata terkait dengan kejadian kecelakaan kerja.
F. Keaslian Penelitian
1. Nurida (2014). Analisis Faktor Risiko Kejadian Kecelakaan Kerja Pada
Tenaga Kerja Bagian Produksi PT. Kurnia Bumi Pertiwi, Kulon Progo,
Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kecelakaan kerja, ada
hubungan antara umur dengan kecelakaan kerja, ada hubungan antara masa
6
kerja dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan antara status gizi dengan
kecelakaan kerja, dan tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan
kecelakaan kerja. Persamaan dalam penelitian ini adalah metode yang
digunakan survei dengan desain cross sectional, dan variabel yang diteliti
adalah kecelakaan kerja. Perbedaan dalam penelitian ini adalah subyek
dalam penelitian sebelumnya pekerja bagian produksi sedangkan pada
penelitian ini pemandu wista, variabel yang diteliti pada penelitian
sebelumnya adalah factor risiko kecelakaan kerja.
2. Fadli (2014). Hubungan masa kerja dan penakaian Alat Pelindung Diri
(APD) dengan kapasitas vital paru pada perkumpulan pekerja penggiling
padi berjalan di Desa Wanujoyo, Piyungan, Bantul. Hasil penelitian ini
adalah tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kapasitas vital paru
pekerja penggiling padi, ada hubungan anatara pemakaian APD dengan
kapasital vital paru pada pekerja penggiling padi, tidak ada hubungan antara
umur dengan kapasitas vital paru pekerja penggiling padi, ada hubungan
antara jumlah rokok yang dihabiskan dengan kapasital vital paru pekerja
penggiling padi, dan tidak ada hubungan antara jenis rokok dengan kapasital
vital paru pada pekerja penggiling padi di Desa Wanujoyo, Piyungan,
Bantul. Persamaan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei
dengan desain cross sectional, dan variabel yang diteliti adalah penggunaan
Alat Pelindung Diri (APD). Perbedaan dalam penelitian ini adalah subjek
penelitian sebelumnya adalah pekerja penggilingan sedangkan pada
penelitian ini adalah pemandu wisata, dan variabel yang diteliti pada
7
penelitian sebelumnya adalah masa kerja da kapasitas vital paru sedangkan
pada penelitian ini adalah kecelakaan kerja.
3. Putri (2017). Analisis Faktor Risiko Kejadian Kecelakaan Kerja Akibat
Kerja pada Pekerja di Sentra Industri Batu Alam Desa Sambirejo, Sleman.
Hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengguanaan Alat
Pelindung Diri dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan anatar umur
dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan antara masa kerja dengan
kecelakaan kerja, dan kasus kecelakaan kerja di industri batu alam Desa
Sambirejo paling banyak termasuk dalam usia tua, memiliki masa kerja
lama, serta tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja.
Persamaan dalam penelitian ini adalah mengguanakan metode survei,
variabel yang diteliti adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan
kecelakaan kerja. Perbedaan dalam penelitian ini adalah desain penelitian
pada penelitian sebelumnya adalah retrospektif sedangkan pada penelitian
ini cross sectional, subjek penelitian sebelumnya dalah pekerja di sentra
industri batu alam sedangkan pada penelitian ini adalah pemandu wisata,
dan variabel yang diteliti pada penelitian sebelumnya dalah umut, masa
kerja, dan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD).