0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan18 halaman

Rencana Pembelajaran Hukum Acara Perdata

Diunggah oleh

AZIS
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan18 halaman

Rencana Pembelajaran Hukum Acara Perdata

Diunggah oleh

AZIS
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

(RPS)

Disusun Oleh:
Azis Akbar Ramadhan
NIDN 0730129802

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
SEPTEMBER, 2024
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Kode
Dokumen
FAKULTAS HUKUM
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tgl Penyusunan
Hukum Acara Perdata MWP 71133 Ilmu Hukum T= 3 SKS P= … 5 19 September
2024
OTORISASI Pengembang RPS Koordinator RMK Ketua Program Studi
Dekan Fakultas Hukum

Dr. Ferry Irawan Febriansyah,S.H.,[Link]. Alfalachu Indiantoro, S.H.,M.H.


Azis Akbar Ramadhan, S.H.,M.H. Azis Akbar Ramadhan, S.H.,M.H.
NIK. 19981230 202409 13 NIK. 19981230 202409 13
CCapaian Pembelajaran CPL-PRODI yang dibebankan pada MK
(CP) CPL1 Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral,
( ST 1 ) nilai, dan etika akademik, serta mengamalkan nilai-nilai kemuhammadiyahan dengan menghargai keanekaragaman, bekerja sama,
memiliki kepekaan sosial sekaligus kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. (ST 1)
CPL5 Mampu membuat legal drafting, legislative drafting, legal opinion, merancang dokumen kontrak, surat dakwaan, surat tuntutan,
( KK 5 ) putusan, surat gugatan, jawaban, dan pengajuan alat bukti, melaksanakan simulasi peradilan semu berbasis hybrid. (KK 5)
CPL6 Mampu menyusun proposal, melaksanakan penelitian, pelaporan penelitian dan keuangan, serta melakukan publikasi ilmiah di
( KK6 ) bidang legal research berbasis teknologi, informasi dan komunikasi. (KK6)
CPL7 Mampu menganalisis konsep teoritis tentang perancangan peraturan perundang-undangan, praktek peradilan pidana, praktek
( P7 ) peradilan perdata, dan peradilan semu. (P7)
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK1 Mahasiswa Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan
agama, moral, nilai, dan etika akademik, serta mengamalkan nilai-nilai kemuhammadiyahan dengan menghargai keanekaragaman,
bekerja sama, memiliki kepekaan sosial sekaligus kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. (CPL1)
CPMK2 Mahasiswa mampu membuat legal drafting, legislative drafting, legal opinion, merancang dokumen kontrak, surat dakwaan, surat
tuntutan, putusan, surat gugatan, jawaban, dan pengajuan alat bukti, melaksanakan simulasi peradilan semu berbasis hybrid. (CPL5)
CPMK3 Mahasiswa mampu menyusun proposal, melaksanakan penelitian, pelaporan penelitian dan keuangan, serta melakukan publikasi
ilmiah di bidang legal research berbasis teknologi, informasi dan komunikasi. ( CPL6 )
CPMK4 Mahasiswa mampu menganalisis konsep teoritis tentang perancangan peraturan perundang-undangan, praktek peradilan pidana,
praktek peradilan perdata, dan peradilan semu (CPL7)
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK)
Sub- Mahasiswa mampu menjelaskan definisi Hukum acara perdata, asas-asas hukum perdata, sumber hukum acara perdata dan Jenis
CPMK1 susunan badan peradilan di Indonesia [ C2, A3 ] ( CPMK4 )
Sub- Mahasiswa mampu menjelaskan definisi gugatan dan merancang gugatan dalam perkara perdata [ C2, A3 ] (CPMK2, CPMK4)
CPMK2
Sub- Mahasiswa mampu menjelaskan proses berperkara perdata di pengadilan negeri baik secara langsung atau teleconference, sampai
CPMK3 Upaya Hukum dengan penuh tanggung jawab [ C2,A3, P3 ] (CPMK1, CPMK2, CPMK3, CPMK4)
Sub- Mahasiswa mampu menjelaskan definisi eksekusi, proses eksekusi, jenis-jenis eksekusi, dan hal-hal yang dapat di eksekusi [C2, A3]
CPMK4 ( CPMK4)
Sub- Mahasiswa mampu menjelaskan mediasi di pengadilan yang diatur dalam perma no 1 tahun 2016 sebagai tahapan awal proses
CPMK5 perkara perdata. [ C2, A3, P3] (CPMK1,CPMK2,CPMK4)
Sub- Mahasiswa mampu menjelaskan prosedur gugatan sederhana yang diatur dalam perma no 2 tahun 2015. (CPMK4)
CPMK6
Sub- Mahasiswa mampu menjelaskan proses penyelesaian perkara perdata secara non litigasi meliputi negosiasi, mediasi, arbitrase
CPMK7 berbasis kekeluargaan. [ C2, A3, P3 ] (CPMK1,CPMK2,CPMK4)
Korelasi CPMK terhadap Sub CPMK
Sub-CPMK1 Sub-CPMK2 Sub-CPMK3 Sub-CPMK4 Sub-CPMK5 Sub-CPMK6 Sub-CPMK7
CPMK1 √ √ √
CPMK2 √ √ √ √
CPMK3 √
CPMK4 √ √ √ √ √ √ √
Deskripsi Singkat MK Mata kuliah hukum acara perdata merupakan mata kuliah dalam kurikulum program studi Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas
Muhammadiyah Ponorogo, yang diberikan di semester 5. Mata kuliah ini membahas tentang konsep hukum acara perdata hubungannya dengan
hukum perdata materiil, Asas-asas hukum acara perdata, pengertian, sumber hukum acara perdata, jenis dan susunan badan peradilan di
Indonesia, kompetensi pengadilan, penuntutan hak, tata cara berperkara perdata di pengadilan negeri, upaya hukum, dan pelaksanaan putusan.
Selain itu, mata kuliah ini juga memberikan gambaran bagaimana cara menyusun gugatan, jawaban, replik, duplik, alat bukti dan surat kuasa.
Bahan Kajian: Materi - Definisi Hukum acara perdata
Pembelajaran - Asas-asas hukum perdata
- Sumber hukum acara perdata
- Jenis dan Susunan badan peradilan di Indonesia
- Definisi gugatan
- Proses berperkara perdata di pengadilan negeri
- Upaya Hukum
- Hakekat eksekusi
- Proses eksekusi
- Jenis-jenis eksekusi
- Hal-hal yang dapat di eksekusi
- Mediasi
- Prosedur Gugatan sederhana
- Alternatif penyelesaian sengketa

Pustaka Utama :
 Abdulkadir Muhammad. 2000. Hukum Acara Perdata. Bandung; PT. Citra Aditya Bakti.
 Badriyah Harun, S.H., 2010, Tata Cara Menghadapi Gugatan, Pustaka Yustisia; Yogyakarta.
 H. Ahmad Kamil dan H. M. Fauzan. 2008. Kearah Pembaruan Hukum Acara Perdata Dalam SEMA dan PERMA. Jakarta; Kencana.
 K. Wantjik Saleh. 2002. Hukum Acara Perdata RBg/HIR. Jakarta; Ghalia Indonesia.
 M. Yahya Harahap. 2007. Hukum Acara Perdata; Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan. Jakarta;
Sinar Grafika.
 M. Yahya Harahap. 2008. Kekuasaan Mahkamah Agung; Pemeriksaan Kasasi dan Peninjauan Kembali Perkara Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
 M. Yahya Harahap. 2009. Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata. Jakarta; Sinar Grafika.
 Moh. Mahfud MD. 2001. Dasar-Dasar dan Struktur Ketatanegaraan Indonesia, Edisi Revisi. Jakarta; PT. Asdi Mahasatya.
 Retno Wulan Sutantio, S.H., dan Iskandar Oeripkartawinata, S.H., 1997, Hukum Perdata Dalam Teori dan Praktek, Mandar Maju;
Bandung.
 Subekti. 1977. Hukum Acara Perdata. Jakarta; Bina Cipta.
 Sudikno Mertokusumo. 2006. Hukum Acara Perdata. Yogyakarta; Liberty.

Pendukung :
-
Dosen Pengampu Azis Akbar Ramadhan, S.H.,M.H.
Matakuliah syarat Hukum Perdata.
Bantuk Pembelajaran,
Kemampuan akhir tiap Metode Pembelajaran, Bobot
Minggu Penilaian Materi Pembelajaran
tahapan belajar Penugasan Mahasiswa, Penilaian
ke [ Estimasi Waktu] [ Pustaka ]
(Sub-CPMK) (%)
Indikator Kriteria & Teknik Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1,2 Sub-CPMK1 Mampu 1.1 Ketepatan Kriteria :  Kuliah Elearning: • Abdulkadir 12,5
menjelaskan definisi menjelaskan tentang Pedoman Penskoran  Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
Hukum acara perdata, definisi hukum acara ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
asas-asas hukum perdata Teknik Non Test 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
perdata, sumber hukum 1.2 Ketepatan  Meringkas  Tugas -1: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
acara perdata dan Jenis menjelaskan asas- materi kuliah Menyusun MDJa • Badriyah
susunan badan peradilan asas hukum perdata  Kuis 1 ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
di Indonesia 1.3 Ketepatan dalam Cara Menghadapi
menjelaskan sumber bentuk Gugatan, Pustaka
hukum acara perdata materi Yustisia; Yogyakarta.
1.4 Ketepatan tentang • H. Ahmad
menjelaskan jenis definisi Kamil dan H. M.
susunan badan hukum acara Fauzan. 2008. Kearah
peradilan di perdata, Pembaruan Hukum
Indoneisa asas-asas Acara Perdata Dalam
hukum SEMA dan PERMA.
perdata Jakarta; Kencana.
[ PT+KM: • K. Wantjik
(1+1)x(3x60)] Saleh. 2002. Hukum
 Kuliah Acara Perdata
 Diskusi dlm RBg/HIR. Jakarta;
kelompok, Ghalia Indonesia.
[PB: 1 x • M. Yahya
(3x50)] Harahap. 2007.
 Tugas-2: Hukum Acara Perdata;
Makalah Gugatan, Persidangan,
tentang Jenis Penyitaan,
susunan Pembuktian, dan
Badan Putusan Pengadilan.
Peradilan di Jakarta; Sinar Grafika.
Indonesia • M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
3,4 Sub-CPMK2 : Mampu 2.1 Ketepatan Kriteria :  Kuliah Elearning : • Abdulkadir 12,5%
menjelaskan definisi membedakan pengertian Pedoman Penskoran  Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
gugatan dan merancang antara definisi gugatan ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
gugatan dalam perkara dengan permohonan Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
perdata 2.2 Ketepatan merancang Test  Tugas -3: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
gugatan dalam perkara  Meringkas Menyusun MDJa • Badriyah
perdata materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
 Merancang dalam Cara Menghadapi
gugatan bentuk Gugatan, Pustaka
makalah Yustisia; Yogyakarta.
tentang • H. Ahmad
perbedaan Kamil dan H. M.
antara Fauzan. 2008. Kearah
gugatan Pembaruan Hukum
dengan Acara Perdata Dalam
permohonan SEMA dan PERMA.
PT+KM: Jakarta; Kencana.
(1+1)x(3x60) • K. Wantjik
] Saleh. 2002. Hukum
 Kuliah Acara Perdata
 Diskusi RBg/HIR. Jakarta;
[PB: 1 x Ghalia Indonesia.
(3x50)] • M. Yahya
Tugas-4: membuat Harahap. 2007.
dan merancang Hukum Acara Perdata;
gugatan dan Gugatan, Persidangan,
presentasi ( PT+KM: Penyitaan,
(1+1)x(3x60)] Pembuktian, dan
Putusan Pengadilan.
Jakarta; Sinar Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
5,6,7 Sub-CPMK3 Mampu 3.1 Ketepatan Kriteria :  Kuliah Elearning : • Abdulkadir 18,75%
menjelaskan proses menjelaskan proses Pedoman Penskoran  Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
berperkara perdata di berperkara perdata di ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
pengadilan negeri baik pengadilan negeri mulai Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
secara langsung atau dari Gugatan sampai Test  Tugas -5: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
teleconference, sampai putusan akhir dan upaya  Meringkas membuat MDJa • Badriyah Harun,
Upaya Hukum dengan hukum materi kuliah diagram alur S.H., 2010, Tata Cara
penuh tanggung jawab 3.2 Ketepatan proses Menghadapi Gugatan,
menjelaskan persidangan persidangan Pustaka Yustisia;
secara teleconference perkara Yogyakarta.
yang diatur dalam Perma perdata di • H. Ahmad Kamil
No 4 Tahun 2020 pengadilan dan H. M. Fauzan.
negeri mulai 2008. Kearah
dari gugatan Pembaruan Hukum
sampai Acara Perdata Dalam
putusan SEMA dan PERMA.
akhir dan Jakarta; Kencana.
upaya • K. Wantjik Saleh.
hukum 2002. Hukum Acara
PT+KM: Perdata RBg/HIR.
(1+1)x(3x60) Jakarta; Ghalia
] Indonesia.
 Kuliah • M. Yahya
 Diskusi Harahap. 2007.
[PB: 1 x Hukum Acara Perdata;
(3x50)] Gugatan, Persidangan,
Tugas-6: Membuat Penyitaan,
artikel tentang Pembuktian, dan
persidangan Putusan Pengadilan.
teleconference dan Jakarta; Sinar Grafika.
dipublikasikan pada • M. Yahya
jurnal nasional Harahap. 2008.
terakreditasi Kekuasaan Mahkamah
PT+KM(1+1)x(3x60)] Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty.
8 Evaluasi Tengah Semester / Ujian Tengah Semester: Melaksanakan validasi hasil penilaian, evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran berikutnya 12,5%
9,10 Sub-CPMK4 Mahasiswa 4.1 Ketepatan Kriteria :  Kuliah Elearning: • Abdulkadir 12,5%
mampu menjelaskan menjelaskan tentang Pedoman Penskoran  Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
definisi eksekusi, proses definisi eksekusi ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
eksekusi, jenis-jenis 4.2 Ketepatan Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
eksekusi, dan putusan menjelaskan proses Test  Tugas 7: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
yang dapat di eksekusi eksekusi  Meringkas membuat MDJa • Badriyah
4.3 Ketepatan materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
menjelaskan jenis-jenis materi Cara Menghadapi
eksekusi tentang Gugatan, Pustaka
4.4 Ketepatan definisi Yustisia; Yogyakarta.
menjelaskan jenis eksekusi, • H. Ahmad
putusan yang dapat di proses Kamil dan H. M.
eksekusi tahapan Fauzan. 2008. Kearah
eksekusi Pembaruan Hukum
PT+KM: Acara Perdata Dalam
(1+1)x(3x60) SEMA dan PERMA.
] Jakarta; Kencana.
 Kuliah • K. Wantjik
 Diskusi Saleh. 2002. Hukum
[PB: 1 x Acara Perdata
(3x50)] RBg/HIR. Jakarta;
Tugas 8: Menyusun Ghalia Indonesia.
ringkasan materi • M. Yahya
tentang jenis-jenis Harahap. 2007.
eksekusi, dan jenis Hukum Acara Perdata;
putusan yang dapat Gugatan, Persidangan,
dieksekusi Penyitaan,
PT+KM(1+1)x(3x60)] Pembuktian, dan
Putusan Pengadilan.
Jakarta; Sinar Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty
11,12 Sub-CPMK5 Mahasiswa 5.1 Ketepatan Kriteria :  Kuliah Elearning: • Abdulkadir 12,5%
mampu menjelaskan menjelaskan tentang Pedoman Penskoran  Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
mediasi di pengadilan definisi mediasi yang ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
sebagai tahapan awal diatur dalam Perma No 1 Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
proses perkara perdata tahun 2016 Test  Tugas 9: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
5.2 Ketepatan  Meringkas membuat MDJa • Badriyah
menjelaskan tentang materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
ruang lingkup dan materi Cara Menghadapi
berlakunya Perma No 1 tentang Gugatan, Pustaka
Tahun 2016 definisi Yustisia; Yogyakarta.
5.3 Ketepatan mediasi dan • H. Ahmad
menjelaskan tentang ruang Kamil dan H. M.
tahapan mediasi yang lingkup Fauzan. 2008. Kearah
diatur dalam Perma No 1 berlakunya Pembaruan Hukum
Tahun 2016 Perma No 1 Acara Perdata Dalam
5.4 Ketepatan tahun 2016 SEMA dan PERMA.
menjelaskan tentang PT+KM: Jakarta; Kencana.
akibat hukum mediasi (1+1)x(3x60) • K. Wantjik
berhasil dan gagal. ] Saleh. 2002. Hukum
 Kuliah Acara Perdata
 Diskusi RBg/HIR. Jakarta;
[PB: 1 x Ghalia Indonesia.
(3x50)] • M. Yahya
Tugas 10: Menyusun Harahap. 2007.
ringkasan materi Hukum Acara Perdata;
tentang tahapan Gugatan, Persidangan,
mediasi yang diatur Penyitaan,
dalam Perma No 1 Pembuktian, dan
Tahun 2016 dan Putusan Pengadilan.
akibat hukum Jakarta; Sinar Grafika.
mediasi berhasil dan • M. Yahya
gagal Harahap. 2008.
PT+KM(1+1)x(3x60)] Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty.
13 Sub-CPMK6 Mahasiswa 6.1 Ketepatan Kriteria :  Kuliah Elearning: • Abdulkadir 6,25 %
mampu menjelaskan menjelaskan definisi dan Pedoman Penskoran  Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
prosedur gugatan tahapan gugatan ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
sederhana yang diatur sederhana Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
dalam perma no 2 tahun 6.2 Ketepatan Test  Tugas 11: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
2015. menjelaskan perkara  Meringkas membuat MDJa • Badriyah
perdata yang dapat materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
diajukan dalam gugatan materi Cara Menghadapi
sederhana tentang Gugatan, Pustaka
definisi dan Yustisia; Yogyakarta.
tahapan • H. Ahmad
gugatan Kamil dan H. M.
sederhana Fauzan. 2008. Kearah
yang diatur Pembaruan Hukum
dalam Perma Acara Perdata Dalam
No 2 tahun SEMA dan PERMA.
2015. Jakarta; Kencana.
• K. Wantjik
Saleh. 2002. Hukum
Acara Perdata
RBg/HIR. Jakarta;
Ghalia Indonesia.
• M. Yahya
Harahap. 2007.
Hukum Acara Perdata;
Gugatan, Persidangan,
Penyitaan,
Pembuktian, dan
Putusan Pengadilan.
Jakarta; Sinar Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty.
14,15 Sub-CPMK7 Mahasiswa 7.1 Ketepatan Kriteria :  Kuliah Elearning: • Abdulkadir 12,5%
mampu menjelaskan menjelaskan perbedaan Pedoman Penskoran  Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
proses penyelesaian litigasi dengan non litigasi ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
perkara perdata secara 7.2 Ketepatan Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
non litigasi meliputi menjelaskan negosiasi Test  Tugas 12: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
negosiasi, mediasi, 7.3 Ketepatan  Meringkas membuat MDJa • Badriyah
arbitrase berbasis menjelaskan mediasi materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
kekeluargaan. 7.4 Ketepatan  Membuat materi Cara Menghadapi
menjelaskan arbitrase dokumen tentang Gugatan, Pustaka
perjanjian negosiasi, Yustisia; Yogyakarta.
arbitrase mediasi • H. Ahmad
PT+KM: Kamil dan H. M.
(1+1)x(3x60) Fauzan. 2008. Kearah
] Pembaruan Hukum
 Kuliah Acara Perdata Dalam
 Diskusi SEMA dan PERMA.
[PB: 1 x Jakarta; Kencana.
(3x50)] • K. Wantjik
Tugas 13: Menyusun Saleh. 2002. Hukum
dokumen perjanjian Acara Perdata
arbitrase RBg/HIR. Jakarta;
PT+KM(1+1)x(3x60)] Ghalia Indonesia.
• M. Yahya
Harahap. 2007.
Hukum Acara Perdata;
Gugatan, Persidangan,
Penyitaan,
Pembuktian, dan
Putusan Pengadilan.
Jakarta; Sinar Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty.
16 Evaluasi Akhir Semester / Ujian Akhir Semester 100%
Catatan :
1. Capaian pembelajaran lulusan prodi ( CPL Prodi ) adalah kemampuan yang
dimiliki oleh setiap lulusan prodi yang merupakan internalisasi dari sikap,
penguasaan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang
diperoleh melalui proses pembelajaran.
2. CPL yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran
lulusan program studi (CPL-Prodi) yang digunakan untuk pembentukan /
pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, keterampilan,
umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan.
3. CP mata kuliah ( CPMK ) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik
dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap
bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
4. Sub CP Mata kuliah ( Sub CPMK ) adalah kemampuan yang dijabarkan secara
spesifik dari CPMK yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan
akhir yang direncanakan pada setiap pembelajara, dan bersifat spesifik terhadap
materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa
adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau
kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
6. Kriteria penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolak ukur
ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang
telah ditetapkan. Kriteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar
penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun
kualitatif.
7. Teknik penilaian tes dan non tes
8. Bentuk pembelajaran : kuliah, tugas, diskusi kelompok atau bentuk
pembelajaran lain yang setara
9. Metode pembelajaran: Small grup discussion, self directed learning,dan metode
lain yang setara
10. Materi pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yang dapat
disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-
CPMK yang besarnya proporsional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-
CPMK tsb. Totalnya 100%
12. PB= Proses Belajar, PT= Penugasan Terstrukur, KM= Kegiatan Mandiri.

Portofolio Penilaian dan Evaluasi Ketercapaian CPL Mahasiswa


Mg CPL CPMK Sub-CPMK Indikator Bentuk Soal- Bobot Bobot (%) Nilai Mhs ∑((Nilai Mhs)x Ketercapaian CPL
( CLO) ( LLO) (%) Sub-CPMK (0-100) (Bobot%) Pada Mata Kuliah (%)
1-2 CPL7 CPMK4 Sub- I-1.1 Tugas 1 3,125 12,5
CPMK1 I-1.2 Tugas 1 3,125
I-1.3 Kuis 1 3,125
1-1.4 Tugas 2 3,125
3-4 CPL7 CPMK4 Sub- I-2.1 Tugas 3 6,25 12,5
CPL5 CPMK2 CPMK2 I-2.2 Tugas 4 6,25
Praktik
membua
t gugatan
5,6,7 CPL1 CPMK1 Sub- I-3.1 Tugas 5 4,5 18,75
CPL5 CPMK2 CPMK3
CPL7 CPMK4
CPL6 CPMK3 I-3.2 Tugas 6 8
8. EVALUASI TENGAH SEMESTER ( ETS )
9-10 CPL7 CPMK4 Sub- I-4.1 Tugas 7 6,25 12,5
CPMK4 I-4.2
I-4.3 Tugas 8 6,25
I-4.4
11,12 CPL1 CPMK1 Sub- I-5.1 Tugas 9 6,25 12,5
CPL5 CPMK2 CPMK5 I-5.2
CPL7 CPMK4 I-5.3 Tugas 10 6,25
I-5.4
13 CPL7 CPMK4 Sub- I-6.1 Tugas 11 6,25 6,25
CPMK6 I.6.2
14,15 CPL7 CPMK4 Sub- 1.7.1 Tugas 12 6,25 12,5
CPL5 CPMK2 CPMK7 1.7.2 Tugas 13 6,25
16. EVALUASI AKHIR SEMESTER ( EAS )
Total Bobot (%) 100% 100%
Nilai Akhir Mahasiswa (∑(Nilai Mahasiswa ) x ( Bobot%))
Penilaian Ketercapaian CPL pada MK Hukum Acara Perdata
No CPL Pada Mata Kuliah Hukum Acara Perdata Nilai Capaian (0-100) Ketercapaian CPL Pada Mata
Kuliah (%)
1. CPL 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
menjunjung tinggi kemanusiaan dalam menjalankan
tugas berdasarkan agama, moral, nilai, dan etika
akademik, serta mengamalkan nilai-nilai
kemuhammadiyahan dengan menghargai
keanekaragaman, bekerja sama, memiliki kepekaan
sosial sekaligus kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan.
2. CPL 5. Mampu membuat legal drafting, legislative
drafting, legal opinion, merancang dokumen kontrak,
surat dakwaan, surat tuntutan, putusan, surat gugatan,
jawaban, dan pengajuan alat bukti, melaksanakan
simulasi peradilan semu berbasis hybrid
3. CPL 6. Mampu menyusun proposal, melaksanakan
penelitian, pelaporan penelitian dan keuangan, serta
melakukan publikasi ilmiah di bidang legal research
berbasis teknologi, informasi dan komunikasi.
4. CPL 7. Mampu menganalisis konsep teoritis tentang
perancangan peraturan perundang-undangan, praktek
peradilan pidana, praktek peradilan perdata, dan
peradilan semu

Anda mungkin juga menyukai