Rencana Pembelajaran Hukum Acara Perdata
Rencana Pembelajaran Hukum Acara Perdata
(RPS)
Disusun Oleh:
Azis Akbar Ramadhan
NIDN 0730129802
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
SEPTEMBER, 2024
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Kode
Dokumen
FAKULTAS HUKUM
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tgl Penyusunan
Hukum Acara Perdata MWP 71133 Ilmu Hukum T= 3 SKS P= … 5 19 September
2024
OTORISASI Pengembang RPS Koordinator RMK Ketua Program Studi
Dekan Fakultas Hukum
Pustaka Utama :
Abdulkadir Muhammad. 2000. Hukum Acara Perdata. Bandung; PT. Citra Aditya Bakti.
Badriyah Harun, S.H., 2010, Tata Cara Menghadapi Gugatan, Pustaka Yustisia; Yogyakarta.
H. Ahmad Kamil dan H. M. Fauzan. 2008. Kearah Pembaruan Hukum Acara Perdata Dalam SEMA dan PERMA. Jakarta; Kencana.
K. Wantjik Saleh. 2002. Hukum Acara Perdata RBg/HIR. Jakarta; Ghalia Indonesia.
M. Yahya Harahap. 2007. Hukum Acara Perdata; Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan. Jakarta;
Sinar Grafika.
M. Yahya Harahap. 2008. Kekuasaan Mahkamah Agung; Pemeriksaan Kasasi dan Peninjauan Kembali Perkara Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
M. Yahya Harahap. 2009. Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata. Jakarta; Sinar Grafika.
Moh. Mahfud MD. 2001. Dasar-Dasar dan Struktur Ketatanegaraan Indonesia, Edisi Revisi. Jakarta; PT. Asdi Mahasatya.
Retno Wulan Sutantio, S.H., dan Iskandar Oeripkartawinata, S.H., 1997, Hukum Perdata Dalam Teori dan Praktek, Mandar Maju;
Bandung.
Subekti. 1977. Hukum Acara Perdata. Jakarta; Bina Cipta.
Sudikno Mertokusumo. 2006. Hukum Acara Perdata. Yogyakarta; Liberty.
Pendukung :
-
Dosen Pengampu Azis Akbar Ramadhan, S.H.,M.H.
Matakuliah syarat Hukum Perdata.
Bantuk Pembelajaran,
Kemampuan akhir tiap Metode Pembelajaran, Bobot
Minggu Penilaian Materi Pembelajaran
tahapan belajar Penugasan Mahasiswa, Penilaian
ke [ Estimasi Waktu] [ Pustaka ]
(Sub-CPMK) (%)
Indikator Kriteria & Teknik Luring (offline) Daring (online)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1,2 Sub-CPMK1 Mampu 1.1 Ketepatan Kriteria : Kuliah Elearning: • Abdulkadir 12,5
menjelaskan definisi menjelaskan tentang Pedoman Penskoran Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
Hukum acara perdata, definisi hukum acara ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
asas-asas hukum perdata Teknik Non Test 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
perdata, sumber hukum 1.2 Ketepatan Meringkas Tugas -1: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
acara perdata dan Jenis menjelaskan asas- materi kuliah Menyusun MDJa • Badriyah
susunan badan peradilan asas hukum perdata Kuis 1 ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
di Indonesia 1.3 Ketepatan dalam Cara Menghadapi
menjelaskan sumber bentuk Gugatan, Pustaka
hukum acara perdata materi Yustisia; Yogyakarta.
1.4 Ketepatan tentang • H. Ahmad
menjelaskan jenis definisi Kamil dan H. M.
susunan badan hukum acara Fauzan. 2008. Kearah
peradilan di perdata, Pembaruan Hukum
Indoneisa asas-asas Acara Perdata Dalam
hukum SEMA dan PERMA.
perdata Jakarta; Kencana.
[ PT+KM: • K. Wantjik
(1+1)x(3x60)] Saleh. 2002. Hukum
Kuliah Acara Perdata
Diskusi dlm RBg/HIR. Jakarta;
kelompok, Ghalia Indonesia.
[PB: 1 x • M. Yahya
(3x50)] Harahap. 2007.
Tugas-2: Hukum Acara Perdata;
Makalah Gugatan, Persidangan,
tentang Jenis Penyitaan,
susunan Pembuktian, dan
Badan Putusan Pengadilan.
Peradilan di Jakarta; Sinar Grafika.
Indonesia • M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
3,4 Sub-CPMK2 : Mampu 2.1 Ketepatan Kriteria : Kuliah Elearning : • Abdulkadir 12,5%
menjelaskan definisi membedakan pengertian Pedoman Penskoran Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
gugatan dan merancang antara definisi gugatan ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
gugatan dalam perkara dengan permohonan Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
perdata 2.2 Ketepatan merancang Test Tugas -3: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
gugatan dalam perkara Meringkas Menyusun MDJa • Badriyah
perdata materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
Merancang dalam Cara Menghadapi
gugatan bentuk Gugatan, Pustaka
makalah Yustisia; Yogyakarta.
tentang • H. Ahmad
perbedaan Kamil dan H. M.
antara Fauzan. 2008. Kearah
gugatan Pembaruan Hukum
dengan Acara Perdata Dalam
permohonan SEMA dan PERMA.
PT+KM: Jakarta; Kencana.
(1+1)x(3x60) • K. Wantjik
] Saleh. 2002. Hukum
Kuliah Acara Perdata
Diskusi RBg/HIR. Jakarta;
[PB: 1 x Ghalia Indonesia.
(3x50)] • M. Yahya
Tugas-4: membuat Harahap. 2007.
dan merancang Hukum Acara Perdata;
gugatan dan Gugatan, Persidangan,
presentasi ( PT+KM: Penyitaan,
(1+1)x(3x60)] Pembuktian, dan
Putusan Pengadilan.
Jakarta; Sinar Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
5,6,7 Sub-CPMK3 Mampu 3.1 Ketepatan Kriteria : Kuliah Elearning : • Abdulkadir 18,75%
menjelaskan proses menjelaskan proses Pedoman Penskoran Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
berperkara perdata di berperkara perdata di ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
pengadilan negeri baik pengadilan negeri mulai Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
secara langsung atau dari Gugatan sampai Test Tugas -5: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
teleconference, sampai putusan akhir dan upaya Meringkas membuat MDJa • Badriyah Harun,
Upaya Hukum dengan hukum materi kuliah diagram alur S.H., 2010, Tata Cara
penuh tanggung jawab 3.2 Ketepatan proses Menghadapi Gugatan,
menjelaskan persidangan persidangan Pustaka Yustisia;
secara teleconference perkara Yogyakarta.
yang diatur dalam Perma perdata di • H. Ahmad Kamil
No 4 Tahun 2020 pengadilan dan H. M. Fauzan.
negeri mulai 2008. Kearah
dari gugatan Pembaruan Hukum
sampai Acara Perdata Dalam
putusan SEMA dan PERMA.
akhir dan Jakarta; Kencana.
upaya • K. Wantjik Saleh.
hukum 2002. Hukum Acara
PT+KM: Perdata RBg/HIR.
(1+1)x(3x60) Jakarta; Ghalia
] Indonesia.
Kuliah • M. Yahya
Diskusi Harahap. 2007.
[PB: 1 x Hukum Acara Perdata;
(3x50)] Gugatan, Persidangan,
Tugas-6: Membuat Penyitaan,
artikel tentang Pembuktian, dan
persidangan Putusan Pengadilan.
teleconference dan Jakarta; Sinar Grafika.
dipublikasikan pada • M. Yahya
jurnal nasional Harahap. 2008.
terakreditasi Kekuasaan Mahkamah
PT+KM(1+1)x(3x60)] Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty.
8 Evaluasi Tengah Semester / Ujian Tengah Semester: Melaksanakan validasi hasil penilaian, evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran berikutnya 12,5%
9,10 Sub-CPMK4 Mahasiswa 4.1 Ketepatan Kriteria : Kuliah Elearning: • Abdulkadir 12,5%
mampu menjelaskan menjelaskan tentang Pedoman Penskoran Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
definisi eksekusi, proses definisi eksekusi ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
eksekusi, jenis-jenis 4.2 Ketepatan Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
eksekusi, dan putusan menjelaskan proses Test Tugas 7: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
yang dapat di eksekusi eksekusi Meringkas membuat MDJa • Badriyah
4.3 Ketepatan materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
menjelaskan jenis-jenis materi Cara Menghadapi
eksekusi tentang Gugatan, Pustaka
4.4 Ketepatan definisi Yustisia; Yogyakarta.
menjelaskan jenis eksekusi, • H. Ahmad
putusan yang dapat di proses Kamil dan H. M.
eksekusi tahapan Fauzan. 2008. Kearah
eksekusi Pembaruan Hukum
PT+KM: Acara Perdata Dalam
(1+1)x(3x60) SEMA dan PERMA.
] Jakarta; Kencana.
Kuliah • K. Wantjik
Diskusi Saleh. 2002. Hukum
[PB: 1 x Acara Perdata
(3x50)] RBg/HIR. Jakarta;
Tugas 8: Menyusun Ghalia Indonesia.
ringkasan materi • M. Yahya
tentang jenis-jenis Harahap. 2007.
eksekusi, dan jenis Hukum Acara Perdata;
putusan yang dapat Gugatan, Persidangan,
dieksekusi Penyitaan,
PT+KM(1+1)x(3x60)] Pembuktian, dan
Putusan Pengadilan.
Jakarta; Sinar Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty
11,12 Sub-CPMK5 Mahasiswa 5.1 Ketepatan Kriteria : Kuliah Elearning: • Abdulkadir 12,5%
mampu menjelaskan menjelaskan tentang Pedoman Penskoran Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
mediasi di pengadilan definisi mediasi yang ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
sebagai tahapan awal diatur dalam Perma No 1 Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
proses perkara perdata tahun 2016 Test Tugas 9: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
5.2 Ketepatan Meringkas membuat MDJa • Badriyah
menjelaskan tentang materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
ruang lingkup dan materi Cara Menghadapi
berlakunya Perma No 1 tentang Gugatan, Pustaka
Tahun 2016 definisi Yustisia; Yogyakarta.
5.3 Ketepatan mediasi dan • H. Ahmad
menjelaskan tentang ruang Kamil dan H. M.
tahapan mediasi yang lingkup Fauzan. 2008. Kearah
diatur dalam Perma No 1 berlakunya Pembaruan Hukum
Tahun 2016 Perma No 1 Acara Perdata Dalam
5.4 Ketepatan tahun 2016 SEMA dan PERMA.
menjelaskan tentang PT+KM: Jakarta; Kencana.
akibat hukum mediasi (1+1)x(3x60) • K. Wantjik
berhasil dan gagal. ] Saleh. 2002. Hukum
Kuliah Acara Perdata
Diskusi RBg/HIR. Jakarta;
[PB: 1 x Ghalia Indonesia.
(3x50)] • M. Yahya
Tugas 10: Menyusun Harahap. 2007.
ringkasan materi Hukum Acara Perdata;
tentang tahapan Gugatan, Persidangan,
mediasi yang diatur Penyitaan,
dalam Perma No 1 Pembuktian, dan
Tahun 2016 dan Putusan Pengadilan.
akibat hukum Jakarta; Sinar Grafika.
mediasi berhasil dan • M. Yahya
gagal Harahap. 2008.
PT+KM(1+1)x(3x60)] Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty.
13 Sub-CPMK6 Mahasiswa 6.1 Ketepatan Kriteria : Kuliah Elearning: • Abdulkadir 6,25 %
mampu menjelaskan menjelaskan definisi dan Pedoman Penskoran Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
prosedur gugatan tahapan gugatan ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
sederhana yang diatur sederhana Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
dalam perma no 2 tahun 6.2 Ketepatan Test Tugas 11: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
2015. menjelaskan perkara Meringkas membuat MDJa • Badriyah
perdata yang dapat materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
diajukan dalam gugatan materi Cara Menghadapi
sederhana tentang Gugatan, Pustaka
definisi dan Yustisia; Yogyakarta.
tahapan • H. Ahmad
gugatan Kamil dan H. M.
sederhana Fauzan. 2008. Kearah
yang diatur Pembaruan Hukum
dalam Perma Acara Perdata Dalam
No 2 tahun SEMA dan PERMA.
2015. Jakarta; Kencana.
• K. Wantjik
Saleh. 2002. Hukum
Acara Perdata
RBg/HIR. Jakarta;
Ghalia Indonesia.
• M. Yahya
Harahap. 2007.
Hukum Acara Perdata;
Gugatan, Persidangan,
Penyitaan,
Pembuktian, dan
Putusan Pengadilan.
Jakarta; Sinar Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty.
14,15 Sub-CPMK7 Mahasiswa 7.1 Ketepatan Kriteria : Kuliah Elearning: • Abdulkadir 12,5%
mampu menjelaskan menjelaskan perbedaan Pedoman Penskoran Diskusi, https:// Muhammad. 2000.
proses penyelesaian litigasi dengan non litigasi ( Marking Scheme) [PB: [Link] Hukum Acara Perdata.
perkara perdata secara 7.2 Ketepatan Teknik Non Test dan 1x(3x50)] [Link]/c/ Bandung; PT. Citra
non litigasi meliputi menjelaskan negosiasi Test Tugas 12: NjM5NDY2NzE1 Aditya Bakti.
negosiasi, mediasi, 7.3 Ketepatan Meringkas membuat MDJa • Badriyah
arbitrase berbasis menjelaskan mediasi materi kuliah ringkasan Harun, S.H., 2010, Tata
kekeluargaan. 7.4 Ketepatan Membuat materi Cara Menghadapi
menjelaskan arbitrase dokumen tentang Gugatan, Pustaka
perjanjian negosiasi, Yustisia; Yogyakarta.
arbitrase mediasi • H. Ahmad
PT+KM: Kamil dan H. M.
(1+1)x(3x60) Fauzan. 2008. Kearah
] Pembaruan Hukum
Kuliah Acara Perdata Dalam
Diskusi SEMA dan PERMA.
[PB: 1 x Jakarta; Kencana.
(3x50)] • K. Wantjik
Tugas 13: Menyusun Saleh. 2002. Hukum
dokumen perjanjian Acara Perdata
arbitrase RBg/HIR. Jakarta;
PT+KM(1+1)x(3x60)] Ghalia Indonesia.
• M. Yahya
Harahap. 2007.
Hukum Acara Perdata;
Gugatan, Persidangan,
Penyitaan,
Pembuktian, dan
Putusan Pengadilan.
Jakarta; Sinar Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2008.
Kekuasaan Mahkamah
Agung; Pemeriksaan
Kasasi dan Peninjauan
Kembali Perkara
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• M. Yahya
Harahap. 2009. Ruang
Lingkup Permasalahan
Eksekusi Bidang
Perdata. Jakarta; Sinar
Grafika.
• Moh. Mahfud
MD. 2001. Dasar-
Dasar dan Struktur
Ketatanegaraan
Indonesia, Edisi Revisi.
Jakarta; PT. Asdi
Mahasatya.
• Retno Wulan
Sutantio, S.H., dan
Iskandar
Oeripkartawinata,
S.H., 1997, Hukum
Perdata Dalam Teori
dan Praktek, Mandar
Maju; Bandung.
• Subekti. 1977.
Hukum Acara Perdata.
Jakarta; Bina Cipta.
• Sudikno
Mertokusumo. 2006.
Hukum Acara Perdata.
Yogyakarta;
Liberty.
16 Evaluasi Akhir Semester / Ujian Akhir Semester 100%
Catatan :
1. Capaian pembelajaran lulusan prodi ( CPL Prodi ) adalah kemampuan yang
dimiliki oleh setiap lulusan prodi yang merupakan internalisasi dari sikap,
penguasaan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang
diperoleh melalui proses pembelajaran.
2. CPL yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran
lulusan program studi (CPL-Prodi) yang digunakan untuk pembentukan /
pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, keterampilan,
umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan.
3. CP mata kuliah ( CPMK ) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik
dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap
bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
4. Sub CP Mata kuliah ( Sub CPMK ) adalah kemampuan yang dijabarkan secara
spesifik dari CPMK yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan
akhir yang direncanakan pada setiap pembelajara, dan bersifat spesifik terhadap
materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa
adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau
kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
6. Kriteria penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolak ukur
ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang
telah ditetapkan. Kriteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar
penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun
kualitatif.
7. Teknik penilaian tes dan non tes
8. Bentuk pembelajaran : kuliah, tugas, diskusi kelompok atau bentuk
pembelajaran lain yang setara
9. Metode pembelajaran: Small grup discussion, self directed learning,dan metode
lain yang setara
10. Materi pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yang dapat
disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-
CPMK yang besarnya proporsional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-
CPMK tsb. Totalnya 100%
12. PB= Proses Belajar, PT= Penugasan Terstrukur, KM= Kegiatan Mandiri.