Perencanaan Teknis APBD Tanjungpinang 2024
Perencanaan Teknis APBD Tanjungpinang 2024
UMUM
Dengan terbentuknya Kota Tanjungpinang maka laju perkembangan Daerah di wilayah Kota
Tanjungpinang akan meningkat juga laju perkembangan perekonomian masyarakat Kota
Tanjungpinang, untuk menunjang perkembangan pembangunan kota perlu ditingkatkan
pembangunan Kawasan Permukiman, untuk itu maka pemerintah Kota Tanjungpinang
melaksanakan pembangunan Bangunan Kawasan Permukiman di Wilayah Kota
Tanjungpinang.
Untuk mencapai maksud diatas harus dilakukan beberapa upaya yaitu melakukan
pembangunan Kawasan Permukiman yang ada di wilayah Kota Tanjungpinang yang dinilai
akan mengalami kerusakan serius dan penambahan, sehingga dapat menunjang sarana dan
prasaranai yang penting bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kota Tanjungpinang akan melaksanakan Perencanaan Saluran
dan perlu Perencanaan Teknis dari Pihak Konsultan untuk melakukan Perencanaan Pekerjaan
Perencanaan Teknis Kegiatan APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2024 dan
untuk itu diadakan lelang pengadaan jasa Konsultan.
Lokasi Perencanaan Teknis Kegiatan APBD Kota Tanjungpinang adalah berada di Wilayah Kota
Tanjungpinang, Kota Tanjungpinang yang akan dilakukan Perencanaan. Dalam hal ini maka
CV. DE ROEPA ARSITEK dinilai mampu dan turut diundang dalam pelelangan langsung
tersebut.
1.2. LATAR BELAKANG
Kinerja Perencanaan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas, integritas, dan intensitas
Perencanaan, yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka
Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati.
Dengan butir – butir acuan penugasan ini, diharapkan Konsultan Pengawas dapat melakukan
tugasnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran sebagaimana diharapkan oleh
pemberi tugas.
1.4. SASARAN
2. Pelaksanaan Perencanaan lapangan harus dilakukan oleh penyedia jasa Perencanaan yang
kompeten, dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli
Perencanaan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan.
3. Konsultan pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan kontruksi, dari segi biaya,
mutu, dan waktu kegiatan pelaksanaan.
4. Kinerja Perencanaan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas Perencanaan,
serta yang secara menyeluruh dapat melakukan kegiatan berdasarkan Kerangka Acuan Kerja
(KAK) yang telah disepakati.
Pengguna Jasa adalah Pengguna Anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Tanjungpinang.
Dalam Kegiatan ini struktur organisasi pengguna jasa adalah sebagai berikut:
1. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang adalah sebagai Pengguna Anggaran
(PA).
2. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sebagai Kuasa Pengguna
Anggaran/PPK.
3. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) adalah Penanggung jawab pelaksanaan teknis
kegiatan.
4. Direksi teknis membantu PPTK secara administrasi dan teknis untuk mengarahkan kepada
konsultan pengawas sesuai dengan sasaran yang ada dalam KAK ini.
5. Biro Administrasi Layanan Pengadaan jasa Kota Tanjungpinang adalah yang bertanggung
jawab untuk mengadakan seleksi terhadap konsultan Pengawas yang profesional dan
mampu melakukan Perencanaan Teknis sesuai dengan sasaran yang ada dalam KAK ini.
Sumber pendanaan proyek dimaksud berasal dari dana APBD Kota Tanjungpinang Tahun
Anggaran 2024.
1.7. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH
PENGETAHUAN
1.7.1. LINGKUP
Lingkup kegiatan ini adalah Perencanaan Teknis Kegiatan APBD Kota Tanjungpinang adalah
berada di Wilayah Kota Tanjungpinang.
Data dan fasilitas penunjang yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat digunakan dan
harus dipelihara oleh pengguna jasa.
Staf Pengawas/Pendamping, pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang
bertindak sebagai pengawas/pendamping dalam rangka pelaksanaan jasa konsultasi.
Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna jasa yang dapat digunakan harus
dipelihara oleh Penyedia jasa :
- Laporan Data, sebagai hasil studi terdahulu serta photografi
- Staf Pengawas/ pendamping, pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya
yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (counterpart), atau project officer
(PO)/ Asissten Teknik dalam rangka pelaksanaan jasa konsultasi.
Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Penyediaan jasa harus menyediakan dan memlihara semua fasilitas dan peralatan yang
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Peralatan yang harus disediakan
penyedia jasa adalah seperti yang tercantum dalam dokumen penawaran/ RAB.
Alih Pengetahuan
Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa maka penyedia jasa harus mengadakan
pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar terkait dengan substansi pelaksanaan
pekerjaan dalam rangka alih pengetahuan kepada staf proyek.
Pada mulanya pelayanan jasa CV. DE ROEPA ARSITEK difokuskan hanya di Tanjungpinang
saja, namun karena perkembangan dan kemajuan Pembangunan Nasional sudah semakin pesat
disemua Provinsi/Kabupaten maka untuk memenuhi permintaan jasa Konsultan khususnya di Provinsi
Riau dibentuklah CV. DE ROEPA ARSITEK di Tanjungpinang.
CV. DE ROEPA ARSITEK telah menangani tugas konsultasi yang sangat banyak diberbagai
bidang Pemerintah maupun dari Perusahaan Swasta. Perkembangan kebutuhan Personil dilapangan
ditangani oleh CV. DE ROEPA ARSITEK diberbagai bidang.
CV. DE ROEPA ARSITEK telah mengembangkan pengalamannya pada proyek-proyek
pemerintah khususnya dalam Pekerjaan Perencanaan dan Perencanaan. Pengalaman ini menjadikan
CV. DE ROEPA ARSITEK dikenal dan diakui oleh beberapa pihak sebagai konsultan yang telah
berhasil menangani beberapa proyek Pekerjaan Perencanaan dan Perencanaan dengan baik.
CV. DE ROEPA ARSITEK tidak mempunyai ikatan dengan Perusahaan Konsultan maupun
Perusahaan Pembuatan Referensi lainnya. Pada saat ini CV. DE ROEPA ARSITEK telah terdaftar
menjadi anggota HPJI Kepulauan Riau.
CV. DE ROEPA ARSITEK telah berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan Perencanaan
dan Perencanaan Teknik dalam proyek dibidang gedung-gedung, perumahan, pengairan, jalan raya,
pengembangan fasilitas umum dengan hasil cukup memuaskan.
Untuk bidang layanan yang diberikan oleh CV. DE ROEPA ARSITEK adalah sebagai
berikut :
Berdasarkan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konsultan Kota Tanjungpinang sebagai berikut :
Anggota Asosiasi : INKINDO
Kualifikasi Badan Usaha : Kecil
Alamat Perusahaan :
CV. DE ROEPA ARSITEK dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2024 telah
melaksanakan pekerjaan proyek-proyek pemerintah maupun swasta diwilayah Kota
Tanjungpinang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada data yang terlampir.
3.1. PEMAHAMAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
3.1.1. U M U M
Rencana Pembangunan Lima Tahun yang ke-enam (Repelita VI) yang dimulai dari 1 April
1993, lebih menekankan pada penanganan Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Bangunan
diseluruh Indonesia, baik yang berstatus Lokal provinsi maupun Nasional. Program Pokok telah
dipersiapkan untuk peningkatan Bangunan yang ada, pengantian bangunan yang dalam kondisi kritis,
pemeliharaan jalan yang telah mantap dan pemeliharaan jalan berkala untuk bangunan lainnya.
Dengan dibentuknya Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan RuangKota Tanjungpinang akan lebih menekankan pada penanganan program
Pembangunan jalan diseluruh Indonesia baik yang berstatus lokal Provinsi maupun Nasional.
Sasaran lingkup pekerjaan Perencanaan Saluran-jalan penghubung ini adalah untuk
menunjang kelancaran arus penumpang, barang dan jasa yang bertujuan antara lain :
Perbaikan dan Perencanaan Saluran-jalan penghubung kekawasan pengembangan
perkebunan PIR dan sentra-sentra penghasil tanaman pangan.
Perencanaan Saluran-jalan penghubung ke kawasan transmigrasi yang telah diserahkan
kepada Pemerintah Daerah Kabupaten.
Perencanaan Saluran-jalan kabupaten/kota ke kawasan industri dan pariwisata yang
potensial.
Pembangunan jalan untuk membuka dan mengembangkan daerah terisolir/terpencil dan
terbelakang serta mendorong pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat yang bersangkutan.
Melanjutkan dan merealisasikan pelaksanaan program yang menjadi komitmen pemerintah
dengan luar negeri.
Meningkatan kemampuan pelayanan ruas jalan kabupaten/kota lainnya yang kondisinya
sudah tidak memadai.
Menunjang pembangunan produksi dan pemasaran.
Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah “ Perencanaan Teknis Kegiatan APBD Kota Tanjungpinang.”
Lokasi pekerjaan tersebut diatas adalah berada di bangunan dan lingkungan Kawasan
Permukiman Kota Tanjungpinang di Kota Tanjungpinang. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kota Tanjungpinang adalah perangkat dari Pemerintah Republik Indonesia Cq. Pemerintah
Kota Tanjungpinang yang mempunyai kewajiban dan tanggung jawab didalam masalah-masalah
Pekerjaan umum (peningkatan/pemeliharaan bangunan Kawasan Permukiman) melalui Perencanaan
Teknis Kegiatan APBD bangunan Wilayah Kota Tanjungpinang.
Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang banyak ketika melaksanakan pekerjaan
yang sejenis ditambah dengan pengalaman yang cukup dan lama berada dan turut serta menangani
proyek-proyek khususnya di daerah Sumatera ini sehingga personil CV. DE ROEPA ARSITEK telah
sangat mengenal karakteristik permasalahan di lokasi proyek.
3.1.2. PEMAHAMAN TERHADAP KAK
Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan RuangKota
Tanjungpinang mempunyai wewenang dan tanggung jawab dalam pembinaan sarana transportasi
jalan darat baik yang berstatus jalan Nasional, Provinsi dan khususnya yang berstatus jalan
Kabupaten. Khusus penanganan bangunan Kawasan Permukiman yang dibiayai oleh Dana APBD
tahun anggaran 2024 untuk wilayah Kota Tanjungpinang. Salah satu kebijakan pemerintah Indonesia
adalah melaksanakan azas otonomi daerah, dimana Panitia Pengadaan Barang /Jasa Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kota Tanjungpinang yang bertanggungjawab kepada Pengguna
Anggaran Program , yang merupakan pelaksana kegiatan proyek-proyek yang dibiayai baik oleh
APBDP bertanggungjawab atas penggunaan dana dalam pelaksanaan dan pengelolaan pembinaan
bangunan tersebut.
Usaha untuk memberikan jaminan mutu dari pekerjaan fisik diatas perlu dipilih Konsultan
Supervisi guna membantu tercapainya program tersebut. Dalam rangka pelaksanaan proyek tersebut
diatas, Pihak Kuasa Pengguna Anggaran Barang/Jasa Bidang Tahun Anggaran 2024 mengadakan
Pelelangan Jasa Konsultan untuk Pekerjaan Perencanaan Teknis Kegiatan APBD bangunan Wilayah
Kota Tanjungpinang.
3.2. TANGGAPAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Kerangka Acuan Kerja (KAK), untuk pekerjaan Perencanaan di Kota Tanjungpinang Tahun
Anggaran 2024, dengan ditambah dengan Rapat Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) dan Berita
Acaranya, telah memberikan gambaran yang cukup jelas bagi konsultan guna pembuatan proposal
ini.
1. Apresiasi Terhadap
Kegiatan Perencanaan Teknis Kegiatan APBD PemKota Tanjungpinang, dimana komponen
sektor hampir semua dijadikan bahan masukan dalam kebutuhan data yang diperlukan,
sehingga informasi ini untuk terkait dengan data sondir dapat dijadikan acuan perencanaan
titik pondasi Bangunan.
Untuk beberapa data perlu dilakukan survey meliputi kondisi Bangunan terakhir,. Selain
itu ada beberapa data yang perlu dilakukan analisis seperti pertumbuhan penduduk, income
perkapita dan lain sebagainya.
Untuk Mencapai tujuan sesuaia sasaran yang ditentukan didalam Kerangka Acuan
Kerja maka sebelum dibuat metode terperinci perlu ditentukan lebih dahulu prinsip-prinsip
dasar dan penyederhanaan pelaksanaan. Harus lebih dahulu dipastikan tujuan dan prinsip
yang benar sehingga keputusan yang akan diambil dapat mencapai [Link] hal ini
maka program yang dilaksanakan kemungkinan akan gagal dan tidak efisien selama
pelaksanaannya sehingga tujuan akhir tidak tercapai.
Sangat diperlukan membuat identifikasi dan mengerti ruang lingkup pekerjaan yang
akan dilaksanakan nantinya sebelum memutuskan metode pelaksanaan yang diperlukan.
Harus diperhatikan bahwa walaupun pada umumnya prosedur dan Dokumen Kontrak
yang dilaksanakan adalah merupakan standart akan tetapi tetap diperlukan adaptasi sesuai
kondisi yang sebenarnya dilokasi [Link] melakukan hal ini maka kemungkinan
kasulitan yang tidak diperkirakan sebelumnya akan timbul dan ini akan berakibat
terlambatnya pelaksanaan dan juga berakibat kepada penambahan biaya.
Sesuai dengan pengalaman terdahulu maka selama periode Perencanaan Pekerjaan sesuai
dengan prinsip Quality Control maka data yang dikumpulkan tidaklah lengkap mengingat
singkatnya waktu yang yang diberikan dan sering sekali hal-hal penting tidak tercatat. Akan
tetapi selama waktu pelaksanaan banyak masalah yang dulunya tidak terlihat akan muncul
sehingga menghambat kemajuan pekerjaan.
Dalam Pekerjaan Perencanaan proyek maka tugas dan Tanggung jawab setiap personil perlu
ditegaskan mulai dari tingkat Supervisor hingga Teknis Labor, Sehingga dapat dibuatkan
suatu bagan alir untuk setiap permasalahan dimana dicantumkan tugas dari masing-masing
personil. Hal ini diperlukan sehingga setiap personil mengetahui jelas posisi dan tanggung
jawabnya dalam team dan juga Intruksi serta informasi dapat segera disampaikan kepada
personil yang bersangkutan.
Perlu dibuatkan Sistem pelaporan yang standar sehingga data dari Inspector dapat
diterima oleh Supervisi Engineer tepat pada Waktunya dan dapat langsung digunakan untuk
monitoring kemajuan pekerjaan serta mengevaluasi masalah yang timbul.
Sangat sering terjadi bahwa akibat tertundanya informasi ataupun adanya salah
pengertian antara sesama personil maupun pihak–pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
dapat mengakibatkan terlabatnya pelaksanaan pekerjaan. Untuk mengatasi hal ini maka
team supervisi harus dapat memberikan petunjuk serta prosedur pelaksanaan yang jelas
kepada Konsultan sehingga penyelesaian pekerjaan dapat berhasil dengan sukses
1. Review Design
Sumber material baik untuk metrial campuran adukan beton, ,Subbase maupun
Base Course harus diperiksa dan terlebih dahulu disetujui oleh Team supervisi Sebelum
Konsultan dapt menggunakannya untuk bahan kontruksi.
3. Rencana Kerja Konsultan.
Rencana kerja yang disampaikan oleh Konsultan harus dipelajari dan dipastikan
sehingga dapat menghasilkan produk akhir yang sesuai dengan Spesifikasi.
v. Net work Planning serta jalur kritis harus dapat ditentukan untuk dapat segara di
antisipasi.
Prosedur Kerja yang lain juga harus ditegaskan sehingga tugas supervisi dapat
berjalan sesuai dengan apa yang dinyatakan didalam kerangka Acuan Kerja dan beberapa
diantaranya adalah:
Konsultan akan membuat Rencana Kerja terinci mengenai semua tahapan kegiatan
yang akan dilakukan, Rencana Kerja Terinci ini akan digunakan sebagai acuan pembayaran
bagi Konsultan dan pemantauan kemajuan pekerjaan. Kemajuan pekerjaan dihitung
berdasarkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan akan menjadi dasar untuk
pembayaran yang diajukan. Adapun isi Rencana Kerja Terinci ini diantaranya adalah:
Data Sekunder yang perlu diperiksa kelengkapan dan validasinya meliputi hal – hal berikut
:
1. Laporan/Perencanaan
a. Peta Geografi
b. Peta Geologi
c. Peta Topografi
d. Peta Sumber Material
i. Data utilitas umum dan fasilitas umum (dalam daerah koridor rencana jalan)
7. Survei Pendahuluan.
Konsultan akan menyusun standar dan kriteria perencanaan yang lebih rinci sesuai yang
dibutuhkan dan dilengkapi dengan prosedur perencanaan. Dokumen tersebut akan
disampaikan dan diajukan kepada Pemberi tugas untuk mendapatkan persetujuan.
Prosedur kriteria dan standar untuk perencanaan teknik akhir tersebut mencakup,
antara lain, sebagai berikut :
1. Geometrik Hidrologi dan Drainase.
2. Struktur dan Jembatan.
9. Laporan Akhir.
Laporan akhir dibuat pada saat selesainya pekerjaan dan berisi hal antara lain data
proyek, problem mendasar yang terjadi serta langkah penyelesaiannya, Program
pemeliharaan termasuk material, peralatan, tenaga kerja serta perkiraan biaya.
Rapat-rapat ini sangat berguna didalam pelaksanaan Perencanaan untuk mendeteksi dan
membicarakan semua masalah yang diperkirakan akan timbul selama pekerjaan
Perencanaan berlangsung.
UMUM
Berdasarkan pemahaman Konsultan terhadap isi, uraian serta ketentuan dari Kerangka Acuan
Kerja (TOR) maupun penjelasan lisan dari pemberi tugas pada rapat penjelasan, didukung oleh
pengalaman dan profesionalisme konsultan untuk menerangkan metodologi tahap pelaksanaan
secara sistematis, sehingga diperlukan strategi kerja sesuai karakteristik pekerjaan, guna tercapainya
tujuan-tujuan dan sasaran yang baik dan berguna.
MOBILISASI KONSULTAN
Segera setelah konsultan menerima Surat Perintah Kerja atau surat resmi lainnya dari
Pemberi Tugas, maka konsultan segera mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam masa
prakonstruksi ini antara lain menyediakan kantor dan perlengkapannya, memobilisir personil
pendukung, kendaraan dan fasilitas lainnya.
Untuk mendapatkan efektivitas tinggi atas input konsultan dan untuk menggunakan sumber
daya yang tersedia secara efisien, kita perlu mengikuti suatu perencanaan dan pelaksanaan sistem
kerja yang baik. Hanya dengan cara ini baik kualitas maupun kuantitas pekerjaan dapat dikontrol
sambil menghindari beban pekerjaan puncak yang cukup besar.
Tahapan dan aktivitas pekerjaan perencanaan teknik akhir meliputi sebagai berikut :
RENCANA PEKERJAAN
Dalam Pekerjaan Perencanaan Teknis faktor keahlian dan pengalaman atas pekerjaan sejenis
akan sangat dominan untuk tercapainya pelaksanaan pekerjaan yang diawasi sesuai dengan
persyaratan teknis/dokumen kontrak. Disamping itu kondisi fisik para tenaga ahli juga harus
mendukung.
Selain faktor diatas, faktor koordinasi dan pembagian tugas yang jelas serta jalur
tanggungjawab yang jelas sangat berpengaruh dalam pelaksanaan pekerjaan perencanaan teknis
secara baik.
Dengan menyadari tentang pentingnya kualitas tenaga yang akan ditugaskan, sistem
organisasi dan tanggungjawab team supervisi, sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) kami
mengusulkan personil sebagai terlampir.
Pemimpin tim konsultan sekurang-kurangnya harus seorang sarjana teknik sipil (S1) atau
lebih dengan pengalaman profesional dibidangnya minimum 2 (Dua) tahun dibidang perencanaan
sipil Keairan yang relevan dengan kegiatan ini. Mempunyai sertifikat keahlian yang sesuai dengan
bidang dan sub bidang yang dimaksud yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang telah diakreditasi
oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN).
Tugas utamanya memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja dalam
pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai, Tugas pemimpin tim konsultan
mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan dan personil
yang terlibat dalam kegiatan ini sehingga kegiatan dapat diselesaikan dengan baik
serta mencapai hasil yang diharapkan;
2. Mempersiapkan petunjuk-petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap
pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian akhir dari hasil keseluruhan kegiatan,
termasuk memiliki sikap inisiatif inovatif, tanggungjawab dan profesionalisme dalam
menyelesaikan hasil rancangan tim.
3. Bertindak sebagai wakil konsultan dalam melakukan koordinasi, asistensi dan
pelaporan kegiatan kepada Pengguna Jasa atau dengan pihak/instansi lain yang
terkait.
4. Mempunyai tanggungjawab langsung atas penyusunan dan terjaminnya penyampaian
seluruh laporan yang telah ditentukan.
Dengan adanya struktur organisasi tersebut, maka semua aktivitas dan alur pekerjaan
dapat terkoordinir secara baik, sehingga alur perintah dan alur koordinasi kerja antar
komponen (personil) dapat mengalir dengan lancar
STRUKTUR ORGANISASI PELAKSANAAN
KETUA TIM
Ahli Sumber Daya Air
TIM TEKNIS /
EVALUASI
TENAGA AHLI
1. NA
Forum Diskusi/
Konsultasi
NARA SUMBER
TENAGA PENDUKUNG
Administrasi (1), Drafter (1), Surveyor (2)
Keterangan :
Garis kontraktual
Garis komando
Garis Konsultasi
Garis Koordinasi
Jenis laporan yang harus diserahkan oleh konsultan kepada pengguna jasa adalah meliputi:
1. Laporan Pra Rencana berisi:
a. Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh
b. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya .
c. Jadwal kegiatan penyedia jasa
d. Laporan Reconnaisance.
Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 1 (Satu) bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak
5 (Lima) buku laporan.
Konsultan harus memilih dan mengambil fase-fase pada spot-spot yang penting yang
diperkirakan akan banyak menolong dalam pemikiran design. Pengambilan fate sedapat
mungkin dapat menunjukkan indentitas petugas lapangan darii konsultan tersebut.
Pengambilan fate hams dapat menggambarkan orientasi di lapangan dengan mencantumkan
koordinat tempat pengambilan gambar berikut arahnya serta adanya beberapa obyek pada fate
yang dapat diidentifikasi pada peta. Layout setiap fate sedapat mungkin mencantumkan obyek
berikut garis horizontal atau batas langit dengan daratan.
Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya batas akhir SPMK diterbitkan sebanyak 5 (Lima)
buku laporan dan Harddisk berisi seluruh laporan termasuk sumarry report 5 (Lima) buah
6.1. TENAGA PENDUKUNG ( SUPPORTING STAF)
Tenaga pendukung tersebut tidak terbatas seperti uraian diatas, tergantung akan
kebutuhan konsultan.
I.3 PERALATAN
Komponen yang tidak kalah pentingnya dalam pelaksanaan pekerjaan ini, kami telah
menyiapkan dukungan dan staf penunjang meliputi :
1. Dukungan Peralatan survey
2. Dukungan ruang kerja
3. Dukungan presentasi dan transportasi
Dukungan Staf
Dengan demikian dukungan peralatan serta staf penunjang dimaksud untuk memperlancar
pelaksananaan kegiatan
Dukungan lain sebagai dasar pertimbangan penilaian panitia pengadaan jasa konsultasi di
Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang akan dilampirkan :
1. Surat Pernyataan tenaga ahli
2. Daftar Riawayat hidup tenaga ahli
3. Sertifikasi tenaga ahli
4. NPWP tenaga ahli