PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KINALI
Jl. Teuku Umar KM 1 Kapundung Kecamatan Kinali Kabupaten
Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat 26367
Website : [Link], E-mail : smkn1_kinali@[Link]
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. IDENTITAS PROGRAM PENDIDIKAN
Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 KINALI
Mata Pelajaran : PENERAPAN SISTEM RADIO DAN TELEVISI
Kelas / Semester : XII/ (Dua)
Alokasi Waktu : 7 JP ( @ 45 Menit )
Tahun Pelajaran : 2020 / 2021
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan pembelajaran dengan model discovery learning siswa dapat
Menjelaskan pengertian antenna penerima sinyal televisi .Mengklasifikasikan
jenis-jenis antena penerima sinyal televisi. Mengidentifikasi parameter antena
penerima sinyal. Menjelaskan langkah-langkah memasang macam-macam
antenna penerima siaran televisi. Memasangan macam-macam antenna
penerima siaran televi
C. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pendahuluan
Guru masuk kelas sambil mengucapkan salam dan siswa menjawab salam Guru
memeriksa kondisi kelas dan peserta didik, kemudian mengajak peserta didik
berdoa’ sebelum memulai pelajaran. Guru memberikan motivasi dengan
menghubungkan dengan kehidupan nyata. Guru mengajukan pertanyaan yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari,
menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi serta uraian kegiatan
pembelajaran.
Inti
Siswa mengamati video televisi analog dan digital dan dapat menjelaskan
pengamatannya kembali Siswa dibagi dalam kelompok dan duduk dalam
kelompok masing masing dengan penjelasan guru. Siswa berdiskusi dalam
kelompoknya beberapa masalah tv analog dan digital.
Penutup
Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran,
menjelaskan kegiatan tindak lanjut serta menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
D. PENILAIAN
Ranah Teknik Bentuk SKM Ket
Sikap Observasi Jurnal B
Pengetahuan Tertulis Pilihan ganda dan 65
essay
Keterampilan Kinerja Penugasan 65
Mengetahui Kinali, Mei 2020
Kepala SMK Negeri 1 Kinali Guru Mata Pelajaran
SYAHRUL, [Link] INDRA LISMA, [Link]
Nip. 19700825 199903 1 003 Nip. 19740530 200801 2 003
E. LAMPIRAN PENILAIAN
[Link] kisi kisi soal
Kompetensi Nomor Bentuk
Materi Indikator Soal
Dasar Soal Soal
3.1 Menjelask Antena 1. Siswa dapat 1 Pilihan
an PenerimaTele menjelasakan Ganda
karakteristi visi antenatelevisi
k frekuensi Pemilihan 2. Siswa dapat 2
dan antena menjelaskan
propagasi langkah langkah
gelomban pemilihan antena
g radio Jenis jenis 3. Siswa dapat 3
antena menjelaskan jenis
jenis antena
Parameter 4. Jelaskan parameter 4
antenna antena penerima
penerima sinyal TV
televisi
SOAL dan Kunci Jawaban
1. Jelaskan pengertian antenna penerima sinyal televisi
2. Jelaskan langkah-langkah pemilihan jenis antena
3. Jelaskan jenis-jenis antenna penerima sinyal televisi
4. Jelaskan konseptual parameter antena penerima sinyal televisi
Kunci Jawaban
1. Pengertian antenna penerima sinyal televisi
Salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah radio, TV, radar,
dan semua alat komunikasi nirkabel lainnya
2. Langkah-langkah pemilihan jenis antenna:
1) Antenna akan digunakan sebagai pemancar/transmitter atau
sebagai antenna penerima. Apabila digunakan sebagai pemancar,
maka pertimbagan berikutnya adalah area coverage, apakah daerah
tertentu saja atau menyebar.
2) Perhatikan impedansi terminal dari antenna, untuk keperluan
komunikasi wireless biasa digunakan impedansi terminal 75 ohm dan 50
ohm.
3) Memilih antenna dengan gain tinggi sangat tepat untuk mendapatkan
daya terima yang lebih baik.
4) Antenna dengan jenis horn, microstrip dan parabola dioperasikan pada
frekuensi tinggi (microwave). Tipe antenna tersebut memiliki bandwidth
yang lebar dan gain tinggi.
5) Untuk komunikasi radio point to point digunakan jenis antenna
unidireksional/terarah dengan gain dan direktivitas yang tinggi. Komunikasi
ini biasanya mensyaratkan untuk komunikasi LOS (Line of Sight).
Adanya penghalang/obstacle diantara keduanya, dapat mengakibatkan
penurunan level daya terima.
6) Penggunaan antenna susunan/array dimungkinkan untuk mendapatkan
pola radiasi yang diinginkan dengan mengatur jarak dan fasa antar
elemen antenna. Smart antenna merupakan pengembangan antenna yang
dengan memodifikasi jenis pattern dan beam dari antenna yang dirancang
(beam forming)
7) Jenis antenna sektoral biasanya digunakan dalam komunikasi seluler.
Area cakupan dalam bentuk sel-sel heksagonal dicover dengan antenna
sektoral untuk meminimalisir terjadinya interferensi antar sel.
8) Untuk aplikasi system komunikasi satelit, pada segmen stasiun bumi
digunakan antenna parabola dengan diameter tertentu sehingga didapatkan
nilai gain antenna yang tinggi
3. Jenis-jenis antenna penerima sinyal televise:
Jenis-jenis antenna Deskripsi jenis-jenis antenna penerima sinyal
penerima sinyal televisi televisi
Antenna yang terdiri dari 3 elemen, yaitu
Antenna yagi reflector, driven/balun dan director/elemen,
banyak digunakan untuk antenna tv
Antenna pole Antenna linier yang terdiri dari satu elemen saja
yaitu driven
Antenna yang berbentuk horn/aperture atau
Antena horn corong/celah biasanya digunakan untuk
gelombang mikro, adapun bentuk corongnya
berupa rectangular, circular, directivity
Antenna yang berukuran kecil biasanya
Antena mikrostrip digunakan untuk perangkat telekomunikasi
yang kecil, seperti pada hp, yang terdiri dari
bagian patch, subtract dielektrik, ground plane,
Antena parabola Antenna yang berbentuk piringan/setengah bola
memantulkan sinyal ke titik fokus piringan
ditempatkan sebuah alat (feedhorn), untuk
pemandu gelombang yang mengumpulkan
sinyal di titik fokus dan mengubahnya
menjadi low-noise block downconverter (lnb),
kemudian mengubah sinyal dari
gelombangelektromagnetik atau gelombang
radio menjadi sinyal listrik
4. Parameter antenna penerima sinyal televisi
1) Lamda, merupakan jarak yang ditempuh oleh gelombang selama satu
kali getar,.
2) Distribusi arus dan tegangan, Bila kepada sebuah antena dicatukan
energi RF, maka pada panjang antena tersebut terjadi arus dan
tegangan yang mengalami nilai maksimum dan minimum
3) Impedansi antena (antena impedance), harga arus dan tegangan yang
tidak sama disepanjang konduktor, maka nilai impedansi antena
yang diperoleh tidak sama disepanjang antena. Pada ujung antena
dengan panjang setengah lamda terdapat impedansi maksimum,
sedangkan di titik tengah (center) antena tersebut terdapat impedansi
minimum. Harga impedansi antena perlu dikenali dalam rangka
penyesuaian impedansi (impedansi matching) terhadap saluran
transmisi yang digunakan
4) Polarisasi, merupakan arah getaran komponen listrik gelombang
elektomagnetik yang bersangkutan terhadap bumi.
5) Penguatan (Gain) Antena, menggambarkan seberapa baik suatu
antena memancarkan energi RF nya dan seberapa kuat intenitas
penerimaan pada suatu titik dari antena tersebut.
3. Pedoman Penskoran
NO Penyelesaian Skor
SOAL Tertinggi
1 25
2 25
3 25
4 25
JUMLAH 100
LP : Keterampilan
Prosedur :
1. Siapkan kebutuhan yang akan diperlukan
2. Siswa ditugaskan untuk mengidentifikasi peralatan parabola
3. Siswa memahami langkah langkah pemasangan parabola
4. Siswa melakukan pemasangan antena parabola
Nama Siswa : ……………………………………………………
Kelas : ……………………………………………………
Skor Skor
No Aspek yang dinilai Maximal Perolehan
1 Siswa mempersiapkan alat dan bahan
20
praktikum.
2 Siswa mengidentifikasi alat dan bahan
20
digunakan
3 Siswa melakukan identifikasi antena 20
4 Siswa melakukan pemasangan parabola
20
sesuai keselamatan kerja
5 Siswa menarik kesimpulan 20
Skor total 100
F. LAMPIRAN BAHAN AJAR
A. Materi Pembelajaran
1. Pengertian antena penerima sinyal televisi
Antena merupakan transformator/struktur transmisi antara gelombang
terbimbing (saluran transmisi) dengan gelombang ruang bebas atau
sebaliknya. Antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada
pada sebuah radio, TV, radar, dan semua alat komunikasi nirkabel
lainnya. Antena memiliki peran vital dari suatu pemancar atau penerima
yang berfungsi untuk menyalurkan sinyal radio ke udara maupun
sebaliknya. Bentuk antena bermacam macam sesuai dengan desain,
pola radiasi, polarisasi dan gain. Panjang antena secara efektif
merupakan fungsi dari panjang gelombang frekuensi radio yang
dipancarkannya.
Berikut ini adalah beberapa pertimbangan untuk pemilihan
jenis antenna yang akan digunakan :
1) Antenna akan digunakan sebagai pemancar/transmitter atau
sebagai antenna penerima. Apabila digunakan sebagai
pemancar, maka pertimbagan berikutnya adalah area
coverage, apakah daerah tertentu saja atau menyebar. Hal
ini menentukan jenis pola radiasi antenna. Untuk pemancar radio
AM dan FM, biasanya digunakan antenna dengan pola radiasi
omnidireksional atau pola pancarnya menyebar ke semua arah.
Untuk keperluan tertentu pada komunikasi seluler dapat digunakan
antenna direksional (antenna sektoral) untuk meng-cover area
tertentu saja. Untuk antenna penerima radio AM dan FM,
biasanya digunakan antenna monopole yang memiliki karakteristik
pola pancar omnidireksional.
2) Perhatikan impedansi terminal dari antenna, untuk keperluan
komunikasi wireless biasa digunakan impedansi terminal 75 ohm
dan 50 ohm. Ketidak sepadanan akan menimbulkan transfer daya
tidak optimum.
3) Memilih antenna dengan gain tinggi sangat tepat untuk
mendapatkan daya terima yang lebih baik. Karena dalam
perhitungan power link budget, gain antenna memberikan
kontribusi positif sehingga dapat meningkatkan level daya
penerimaan.
4) Antenna dengan jenis horn, microstrip dan parabola
dioperasikan pada frekuensi tinggi (microwave). Tipe antenna
tersebut memiliki bandwidth yang lebar dan gain tinggi.
5) Untuk komunikasi radio point to point digunakan jenis antenna
unidireksional/terarah dengan gain dan direktivitas yang tinggi.
Komunikasi ini biasanya mensyaratkan untuk komunikasi LOS
(Line of Sight). Adanya penghalang/obstacle diantara
keduanya, dapat mengakibatkan penurunan level daya terima.
6) Penggunaan antenna susunan/array dimungkinkan untuk
mendapatkan pola radiasi yang diinginkan dengan mengatur
jarak dan fasa antar elemen antenna. Smart antenna merupakan
pengembangan antenna yang dengan memodifikasi jenis pattern
dan beam dari antenna yang dirancang (beam forming)
7) Jenis antenna sektoral biasanya digunakan dalam komunikasi
seluler. Area cakupan dalam bentuk sel-sel heksagonal dicover
dengan antenna sektoral untuk meminimalisir terjadinya
interferensi antar sel.
8) Untuk aplikasi system komunikasi satelit, pada segmen stasiun
bumi digunakan antenna parabola dengan diameter tertentu
sehingga didapatkan nilai gain antenna yang tinggi. Posisi azimuth
dan elevasi antenna parabola tersebut harus tepat mengarah
terhadap satelit yang dituju. Kesalahan pointing antenna, dapat
mengakibatkan komunikasi terputus dan informasi tidak
tersampaikan.
2. Jenis-Jenis Antenna Penerima Sinyal Televisi
1) Antenna VHF, meliputi VHF Low pada channel 2 – 4 pada frekuensi 47
– 68 Mhz dan VHF High pada channel 5 – 12 pada frekuensi 174 – 230
Mhz
2) Antenna UHF, pada channel 13 – 69 pada frekuensi 470 – 869 Mhz
Secara umum antenna penerima TV dikelompokkan menjadi 2, yaitu
antenna indoor yang dipasang didalam ruangan dan antenna outdoor
yang dipasang diluar ruangan, lihat gambar dibawah ini :
Gambar 1. Antena UHF
Sedangkan jenis dan macam antenna dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Antenna Yagi, atau sering disebut dengan Yagi Uda, merupakan
antenna yang terdiri dari 3 elemen, yaitu reflector, driven/balun dan
director/elemen, banyak digunakan untuk antenna TV, lihat
gambar dibawah ini :
Gambar 2. Antena Yagi
b. Antenna Pole, merupakan antenna linier yang terdiri dari satu
elemen saja yaitu driven, yang terdiri dari :
a) Monopole, yaitu antenna yang mempunyai satu kutub saja
dengan panjang gelombang ¼ lamda, banyak digunakan
untuk antenna radio
b) Dipole, yaitu antenna yang mempunyai dua kutub dengan
panjang gelombang ¼ lamda untuk masing-masing kutub3.
3) Antenna Horn, merupakan antenna yang berbentuk horn/aperture atau
corong/celah biasanya digunakan untuk gelombang mikro, adapun
bentuk corongnya berupa rectangular, circular, directivity, lihat gambar
dibawah ini :
Gambar 3. Antenna Horn
4) Antenna Mikrostrip, merupakan antenna yang berukuran kecil biasanya
digunakan untuk perangkat telekomunikasi yang kecil, seperti pada
HP, yang terdiri dari bagian patch, subtract dielektrik, ground plane,
lihat gambar dibawah ini :
Gambar [Link] Mikrostrip
5) Antenna Parabola, merupakan antenna yang berbentuk
piringan/setengah bola memantulkan sinyal ke titik fokus piringan
ditempatkan sebuah alat (feedhorn), untuk pemandu gelombang yang
mengumpulkan sinyal di titik fokus dan mengubahnya menjadi low-
noise block downconverter (LNB), kemudian mengubah sinyal dari
gelombangelektromagnetik atau gelombang radio menjadi sinyal
listrik dan menggeser rentangnya dari C-band atau Ku-band menjadi L-
band. digunakan untuk komunikasi satelit, lihat gambar dibawah ini :
Gambar 5. Antenna Parabola
3. Parameter Antenna
Parameter penting yang pada sebuah antenna penerima adalah Resonansi
antenna, yaitu terjadi pada saat panjang antena tepat sama dengan ½
lamda, maka fasa gelombang yang muncul dari pemancar akan sama persis
dengan fasa sinyal pantul, sehingga muncul gelombang berdiri (standing
wave) di sepanjang antenna dan antena beresonansi serta menghasilkan
radiasi gelombang elektromagnetik yang paling tinggi, lihat gambar dibawah
ini :
Gambar 6. Radiasi Gelombang Elektromagnetik
Secara umum parameter yang harus diperhatikan dalam sebuah antenna,
antara lain :
1) Lamda, merupakan jarak yang ditempuh oleh gelombang selama satu
kali getar, lihat gambar dibawah ini :
Gambar 7. Lamda
Untuk menghitung lamda diproleh dengan cara cepat rambat
gelombang cahaya (300.000.000 meter/detik) dibagi frekuensi kerjanya
(cycle/detik), Sedangkan untuk menghitung lamda yang merambat pada
logam yaitu lebih kecil disbanding dengan di udara sebesar
0,95, Lamda yang dipeoleh merupakan panjang gelombang teoritis,
belum diperhitungkan pengaruh lingkungan, untuk itu lamda teoritis
perlu dilakukan koreksi lingkungan, yang dinotasikan sebagai berikut :
2) Distribusi arus dan tegangan, Bila kepada sebuah antena dicatukan
energi RF, maka pada panjang antena tersebut terjadi arus dan
tegangan yang mengalami nilai maksimum dan minimum. Pada antena
dengan setengah panjang gelombang (half wave lenght) sebagaimana
gambar diatas, nilai maksimum dan minimum arus dan tegangan akan
terjadi pada setiap panjang kelipatan setengah panjang gelombang,
lihat gambar dibawah ini :
Gambar 8 . Distribusi arus dan tegangan
3) Impedansi antena (antena impedance), harga arus dan tegangan
yang tidak sama disepanjang konduktor, maka nilai impedansi antena
yang diperoleh tidak sama disepanjang antena. Pada ujung antena
dengan panjang setengah lamda terdapat impedansi maksimum,
sedangkan di titik tengah (center) antena tersebut terdapat impedansi
minimum. Harga impedansi antena perlu dikenali dalam rangka
penyesuaian impedansi (impedansi matching) terhadap saluran
transmisi yang digunakan. Jadi bila energi RF dari radio pemancar
disalurkan melalui saluran transmisi dengan impedansi karakteristik 75
ohm maka titik catu pada antena dicari pada impedansi yang
mendekati 75 ohm, yang dinotasikan sebagai berikut :
4) Polarisasi, merupakan arah getaran komponen listrik gelombang
elektomagnetik yang bersangkutan terhadap bumi. Penerimaan antena
akan lebih efektif bila dipasang sesuai polarisasi sinyal yang
diterimanya. perhatikan gambar di bawah ini.
Gambar 9. Polarisasi
5) Penguatan (Gain) Antena, menggambarkan seberapa baik suatu
antena memancarkan energi RF nya dan seberapa kuat intenitas
penerimaan pada suatu titik dari antena tersebut. Dengan kata lain
antena yang radiasinya terarah akan mempunyai faktor penguatan
yang lebih baik dibanding yang omnidirectional, yang dinotasikan
sebagai berikut :
G = Gain.
K = efisiensi
P = rapat daya pada titik maksimum.
Pav = rata-rata rapat daya
Langkah-Langkah Memasang Macam-Macam Antenna Penerima Siaran
Televise Untuk Multi Access
1. Merencanakan instalasi sistem antenna
Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam instalasi antenna
1) Pilih antenna yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi
teknisnya (frekuensi operasi, gain, pola pancar, impedansi, dan
polarisasinya). Penentuan pertama adalah frekuensi operasi antenna,
antenna akan diaplikasikan pada band frekuensi berapa. Apakah
untuk aplikasi radio AM dan FM, televisi VHF dan UHF atau kebutuhan
komunikasi lainnya.
2) Pastikan bahwa antenna dalam kondisi matching / sepadan
dengan saluran transmisinya. Kondisi tidak sepadan maka daya pancar
tidak maksimum karena adanya gelombang pantul ke arah sumber yang
membahayakan pemancar.
3) Pastikan seluruh konektor terhubung dengan sempurna dan benar
untuk mengurangi loss/redaman. Pilih jenis konektor dengan redaman
yang kecil.
4) Gulungan sisa kabel secara tidak langsung juga menurunkan daya RF
meskipun [Link] penggunaan kabel atau saluran transmisi
disesuaikan dengan kebutuhan karena kabel memiliki karakteristik
redaman sepanjang saluran.
5) Apabila yang digunakan antenna jenis direksional, menentukan arah
antena yang tepat di mana pemancar berada menjadi sangat penting.
Kesalahan pengarahan dapat mengakibatkan daya terima menjadi kecil
dan kualitas informasi yang diterimapun menjadi buruk.
6) Posisi pemasangan antenna harus benar secara vertical atau
horizontal. Pemasangan yang salah dapat mengakibatkan cross
polarisasi, artinya apabila antenna pemancar memiliki polarisasi linier
vertical maka posisi penerima juga harus vertical, begitu pula jika
antenna pemancar memiliki polarisasi linier horizontal.
7) Pastikan bracket terpasang dengan sempurna agar antenna tahan
terhadap goncangan. Angin dan cuaca di luar. Cuaca berpengaruh
terhadap konstruksi fisik dari antenna. Instalasi yang tidak benar dapat
menyebabkan antenna terlepas dari bracket karena cuaca ektrim dan ini
sangat menganggu komunikasi.
8) Pada antenna pemancar, ketinggian antenna menjadi penting untuk
mencover area cakupan yang lebih luas. Untuk kondisi tertentu
memerlukan kondisi LOS (Line of Sight) atau tanpa penghalang antara
pemancar dan penerima.