0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan17 halaman

Pembelajaran Gaya Magnet untuk SD Kelas 4

Diunggah oleh

Irvan Adi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan17 halaman

Pembelajaran Gaya Magnet untuk SD Kelas 4

Diunggah oleh

Irvan Adi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INFORMASI UMUM PERANGKAT AJAR

1. Nama Penulis : Ade Susi Wijayanti


Instansi : SD Negeri Sidorejo
Tahun : 2024
2. Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar (SD)
3. Kelas : 4 (Empat)
4. Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada Fase B peserta didik mengidentifikasi keterkaitan antara pengetahuan-
pengetahuan yang baru saja diperoleh serta mencari tahu bagaimana konsep-
konsep Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berkaitan satu sama lain yang ada di
lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan peserta didik
terhadap materi yang sedang dipelajari ditunjukkan dengan menyelesaikan
tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya peserta didik
mengusulkan ide/menalar, melakukan investigasi/ penyelidikan/ percobaan,
mengomunikasikan, menyimpulkan, merefleksikan, mengaplikasikan dan
melakukan tindak lanjut dari proses inkuiri yang sudah dilakukannya.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Siswa mendeskripsikan jenis-jenis gaya dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-
hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Fase B :
 Elemen : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
 Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik melakukan percobaan sederhana benda magnetis dan non
magnetis serta mengidentifikasi sifat-sifat magnet dan menentukan benda
apa yang memanfaatkan gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari- hari.
 Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran :
1. Setelah menyimak video pembelajaran (C), peserta didik (A) dapat
menguraikan gaya magnet dan sifatnya (B) dengan benar (D).
(C4, TPACK)
2. Setelah mengamati benda magnet dan nonmagnetis (C), peserta
didik (A) dapat menganalisis tipe gaya yang dihasilkan dari benda
magnetis (B) dengan benar (D). (C4)
3. Setelah melakukan percobaan dengan bermacam benda (C), peserta didik
(A) dapat menyimpulkan manfaat dan penerapan gaya magnet dalam
aktivitas sehari-hari (B) dengan percaya diri (D). (C5)
4. Setelah melakukan percobaan (C), peserta didik (A) dapat membuat
laporan sederhana (B) dengan benar (D). (C6)
 Konsep Utama : Gaya Magnet dan Sifatnya

KOMPETENSI AWAL
1) Peserta didik pada awalnya belum mengenal gaya magnet dan sifatnya,
setelah pembelajaran dapat menguraikan gaya magnet dan sifatnya
dengan benar.
2) Peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran belum bisa membedakan
benda magnetis dan benda nonmagnetis, sedangkan setelah pembelajaran
mampu menganalisis benda magnetis dan benda nonmagnetis.
3) Sebelum pembelajaran, peserta didik belum mengetahui manfaat dan
penerapan gaya magnet dalam aktivitas sehari-hari, sedangkan setelah
pembelajaran peserta didik dapat menyimpulkan manfaat dan penerapan
gaya magnet dalam aktivitas sehari-hari dengan percaya diri.
PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia
 Bernalar kritis : Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
 Gotong royong : Melakukan kegiatan bersama-sama dengan sukarela
 Kreatif : Menghasilkan karya dan gagasan yang orisinal
SARANA DAN PRASARANA
1. Laptop, proyektor, jaringan internet
2. Lembar kerja peserta didik
3. Video animasi penyampaian masalah
4. Magnet batang
5. Kompas
6. Benda-benda besi dan non besi (stic es, pensil, penghapus, kertas, klip,
peniti, jarum, paku, besi)
7. Buku Pedoman Guru : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Kelas IV
Kurikulum Merdeka, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
2022
8. Buku Pedoman Siswa : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Kelas IV
Kurikulum Merdeka, Sukoharjo : CV Sindunata, 2022
9. Persiapan lokasi : area kelas yang dikondisikan untuk percobaan
berkelompok.
TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik regular kelas IV
MODEL PEMBELAJARAN:
Problem Based Learning (PBL)
METODE PEMBELAJARAN:
1. Orientasi pada masalah
2. Organisasi siswa pada masalah
3. Membimbing siswa melakukan penyelidikan dan penelusuran terkait
permasalahan
4. Menyusun hasil karya dan mempresentasikannya
5. Melakukan evaluasi dan refleksi proses dan hasil penyelesaian masalah
MODA PEMBELAJARAN :
Luring
KOMPONEN INTI
PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik akan belajar tentang benda magnetis dan non magnetis serta sifat-
sifat magnet, pengaruh benda magnet terhadap suatu benda, serta manfaat dari
magnet pada kehidupan sehari-hari. Peserta didik akan melakukan
percobaan sederhana. Mereka akan mencari tahu tentang benda-benda magnetis
dan non magnetis melalui benda yang sudah disediakan sebelumnya serta
mengetahui sifat magnet dan manfaat magnet untuk kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran kali ini diharapkan peserta didik dapat menemukan dan
memecahkan masalah yang dihadapi. Selain itu, pembelajaran kali ini akan
banyak melibatkan peserta didik dalam kegiatan percobaan dan berdiskusi
dalam kelompok yang diharapkan bisa melatih kerjasama dan menumbuhkan
sikap peserta didik dalam menyimak saat berdiskusi.
PERTANYAAN PEMANTIK
Guru menggunakan tempat pensil atau dosgrip untuk merangsang
pengetahuan anak sebagai pemantik pembelajaran.
 Bagaimana magnet bisa menarik suatu benda ?
 Jika magnet didekatkan pada benda yang terbuat dari besi dan bukan
terbuat dari besi ?
 Bagaimana hubungan antara gaya magnet dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari ?
URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 menit)
1. Persiapan dan motivasi
1) Guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar siswa
2) Peserta didik membaca do’a dengan dipimpin oleh ketua kelas. Selain
berdo’a guru juga memberikan penguatan tentang sikap syukur
(beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia)
3) Guru mengecek kehadiran peserta didik melalui absensi
4) Peserta didik bersama guru menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai
Merauke”
5) Peserta didik bersama guru melakukan tepuk Profil Pelajar Pancasila
6) Peserta didik mendapatkan motivasi dengan diberikan yel-yel “mana rapi-
rapimu dan mana siap-siapmu”
2. Apersepsi
1) Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari
2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
3) Guru menyampaikan model pembelajaran yang akan dilakukan dan
langkah-langkah pembelajarannya
Kegiatan inti
MODEL PEMBELAJARAN BASED LEARNING
Mengorientasikan siswa pada masalah (Sintaks 1)
1) Guru menyampaikan permasalahan yang dipecahkan dalam
pembelajaran melalui video pembelajaran (4C-Komunikasi, TPACK)
permasalahan tersebut diantaranya :
 Bagaimana magnet bisa menarik suatu benda ?
 Bagaimana sifat-sifat magnet ?
 Bagaimana jika magnet didekatkan pada benda yang terbuat dari
besi dan bukan terbuat dari besi ?
 Bagaimana hubungan antara gaya magnet dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari ?
2) Peserta didik mengamati permasalahan yang ditayangkan pada video
“bobo” (mengamati)
3) Guru memberikan konsep dasar, petunjuk dan referensi untuk
menyelesaikan masalah (4C-Komunikasi)
Mengorganisasikan kerja siswa (Sintaks 2)
1) Peserta didik dibagi ke dalam 4 kelompok, setiap kelompok terdiri dari
4-5 peserta didik (gotong royong, 4C-kolaborasi)
2) Masing-masing kelompok berdiskusi (LKPD 1) (4C-komunikasi)
3) Setiap kelompok mencari solusi dari permasalahan melalui percobaan
yang tersedia (4C-kolaborasi, bernalar kritis)
4) Kelompok menuliskan hasil kesimpulan diskusi dari percobaan yang
sudah dilakukan bersama-sama (C5, 4C-bernalar kritis)
5) Melakukan eksplorasi konsep dengan menganalisis sifat-sifat benda
magnet (C4, 4C-kreatif, bernalar kritis)
Melakukan penyelidikan atau penelusuran untuk menjawab permasalahan
(Sintaks 3)
6) Peserta didik mengamati berbagai benda magnetis dan nonmagnetis
yang akan digunakan untuk melakukan percobaan yang ditunjukkan
guru (4C-Komunikasi)
7) Peserta didik bersama kelompoknya melakukan eksplorasi konsep
menganalisis sifat-sifat magnet melalui percobaan (C4, berpikir kritis)
Menyusun hasil karya dan mempresentasikannya (Sintaks 4)
8) Peserta didik dibimbing untuk membuat laporan hasil percobaan dan
pengamatan di lembar kerja (LKPD 1) (C6, 4C-kreatif, kolaboratif,
bernalar kritis)
9) Peserta didik dibimbing dalam presentasi di depan kelas (4C-
Komunikasi)
10) Peserta didik lain menyimak dan memberikan tanggapan terhadap
kelompok yang melakukan presentasi (4C-Komunikasi)
11) Peserta didik mendapatkan penghargaan dan motivasi
Melakukan evaluasi dan refleksi proses dan hasil penyelesaian masalah
(Sintaks 5)
12) Guru memberikan tanggapan terhadap hasil percobaan yang telah
Dilakukan
13) Guru mengkondisikan siswa untuk kembali ke tempat duduknya
masing masing dan menyanyikan lagu yang berakaitan dengan magnet
dan sifatnya
14) Peserta didik melakukan evaluasi mandiri melalui Quizizz paper mode
[Link]
searchLocale=
15) Peserta didik mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri
Kegiatan Akhir (10 menit)
1) Peserta didik bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang
telah berlangsung,
2) Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran
3) Peserta didik mendapatkan penguatan dari materi yang telah dipelajari
dengan diselingi game susun kata melalui wordwall
[Link]
4) Peserta didik mendapatkan penilaian hasil belajar.
5) Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang aktivitas pembelajaran
pada pertemuan selanjutnya.

6) Pembelajaran diakhiri dengan lagu cublak suweng sebagai lagu daerah


dilanjutkan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik.
REFLEKSI PENDIDIK
Guru
 Apakah tujuan pembelajaran telah tercapai?
 Apakah seluruh peserta didik mengikuti pelajaran dengan antusias?
 Kesulitan apa yang dialami?
 Langkah apa yang diperlukan untuk memperbaiki proses belajar?
Peserta Didik
 Apa saja yang kesulitanmu dalam menyelesaikan tugas ini?
 Bagaimana cara kamu mengatasi hambatan tersebut?
 Pada bagian mana dari hasil pekerjaanmu yang dirasa masih memerlukan
bantuan? Bantuan seperti apa yang kamu harapkan?
 Hal apa yang membuatmu bersemangat saat belajar hari ini?

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Bahan ajar
2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD )
3. Media pembelajaran
4. Alat evaluasi
PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai materi
pelajaran untuk mempersiapkan kemateri selanjutnya, sementara remedial
diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai materi dengan
memberikan pendampingan dan tugas mandiri di rumah dengan bimbingan
orang tua dan dipantau guru.
BAHAN BACAAN PENDIDIK
1. Internet
2. Buku Pedoman Guru : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Kelas IV
Kurikulum Merdeka, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
2022
3. Sumber referensi lain, seperti buku elektronik yang ada di platform
merdeka mengajar
BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK
Bahan ajar siswa
DAFTAR PUSTAKA
Fitri, Amalia, dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas IV.
Jakarta Pusat : Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Fitri, Amalia, dkk. 2021. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD
Kelas IV. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Mengetahui, Cepogo, ..................................


Kepala SD Negeri Sidorejo Guru Kelas 4

ERY SUTOPO, [Link]. ADE SUSI WIJAYANTI, [Link].


NIP. 19710310 200701 1 019 NIP. 19930409 202221 2 025
LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK
(LKPD)

IPAS

FASE B
KELAS 4

Oleh :
ADE SUSI WIJAYANTI

NIM : 24908278
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
(LKPD)

NAMA KELOMPOK : …………………….


1.…………………………………………………
2.…………………………………………………
3.…………………………………………………
4.…………………………………………………
5.…………………………………………………
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik memanfaatkan gejala kemagnetan dalam
kehidupan sehari-hari, mendemonstrasikan berbagai jenis
gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak dan bentuk
benda.
2. Peserta didik mampu membedakan benda yang dapat di tarik
dan yang tidak dapat di tarik magnet.

B. INDIKATOR PENCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Peserta didik dapat mengenal gaya magnet dan sifatnya dengan benar.
2. Peserta didik dapat mengidentifikasi tipe gaya yang dihasilkan dari
benda magnetis.
3. Peserta didik dapat menyebutkan benda yang dapat di tarik magnet.
4. Peserta didik dapat menyebutkan benda yang tidak dapat di tarik magnet

C. ALAT DAN BAHAN


 Sebuah magnet
 Peniti
 klip
 Kertas
 Paku
 besi
 pensil
 Stick es
 Karet penghapus

D. LEMBAR KERJA
Membedakan benda yang dapat di tarik dan yang tidak dapat
ditarik magnet
E. PETUNJUK KERJA
1. Persiapkan alat dan bahan seperti sebuah magnet, alat tulis,
F. LANGKAH KERJA
1. Letakkan masing-masing benda di atas meja,!.
Usahakan jarak antar benda cukup jauh!
2. Dekatkan magnet ke tiap benda (satu persatu) !
3. Catatlah hasilnya dalam tabel di bawah ini !. setelah
itu, lepaskan benda dan letakkan kembali di
tempatnya !

No. Nama benda Benda dapat Benda tidak


di tarik dapat di
magnet tarik
magnet
1. -

4. Benda apa sajakah yang dapat di tarik oleh magnet?!


……………………………………………………………………………………………………
…………………………
……………………………………………………………………………………………………
…………………………
5. Benda apa sajakah yang tidak dapat di tarik oleh magnet?! !
…………………………………………………………………………………………………
……………………………
…………………………………………………………………………………………………
……………………………
6. Terbuat dari bahan apakah benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh
magnet?
…………………………………………………………………………………………………
………………………
…………………………………………………………………………………………………
……………………………
BAHAN AJAR
SD NEGERI SIDOREJO

FASE B KELAS 4
IPAS

MATERI GAYA DAN GERAK


Gaya Magnet
Magnet dapat menghasilkan suatu gaya. Gaya yang ditimbulkan oleh
daya tarik magnet disebut gaya magnet. Adapun daerah di sekitar magnet
yang masih dipengaruhi oleh gaya tarik magnet disebut medan magnet. Luas
medan magnet sejauh kekuatan magnet tersebut. Untuk melihat medan
magnet, dapat kita lakukan dengan cara meletakkan sebatang magnet di
bawah kertas kemudian, menaburkan serbuk besi di atas kertas. Serbuk besi
tersebut akan berkumpul dalam medan magnet di sekitar kutub (ujung)
magnet tersebut.
Seiring dengan kemajuan teknologi, sekarang banyak dibuat magnet
buatan. Berbagai macam benda berunsur besi dapat ditarik oleh magnet
buatan. Cara membuat magnet ada tiga macam, yaitu:
1. Cara menggosok
Membuat magnet dengan cara ini mudah
untuk dilakukan. Magnet digosok dengan cara
searah pada batang besi yang akan dibuat
magnet. Kegiatan ini diakukan paling sedikit 60
kali. Semakin lama menggosok magnet, semakin
kuat gaya magnet yang diterima besi tersebut
Cara induksi

Membuat magnet dengan cara induksi dilakukan dengan menempelkan


atau mendekatkan magnet pada benda berunsur besi yang akan dijadikan
magnet. Misalnya, besi, paku, jarum, dan pisau. Benda-benda yang
didekatkan atau ditempelkan pada magnet akan dapat menarik besi, tetapi
jika dilepaskan sifat kemagnetannya akan hilang.
Jadi, magnet yang dibuat dengan cara induksi hanya bersifat
sementara.
2. Cara elektromagnetik
Pembuatan magnet ini dengan cara mengaliri listrik. Caranya adalah
paku atau besi yang akan dijadikan magnet diberi lilitan kumparan. Kemudian,
kedua ujung kumparan, tersebut dihubungkan ke kutub positif dan kutub
negatif baterai.
Arus listrik akan mengalir dari gaya magnet dari arus listrik tersebut. Semakin
banyak kumparan yang dililitikan pada paku, semakin kuat gaya magnetnya.
Jika paku telah mendapatkan gaya magnet, Paku tersebut dapat menarik
benda-benda berunsur-besi.
Salah satu sifat magnet yang telah kita pelajari bersama adalah
kemampuannya menarik benda-benda tertentu. Sifat kemagnetan tersebut
dapat hilang. Ada bebera, hal yang dapat menghilangkan kekuatan magnet,
antara lain magnet yang seng jatuh, magnet yang dipukul-pukul, magnet yang
dipanaskan/dibakar.
Selain itu, magnet juga memiliki sifat-sifat tertentu yang tidak dimiliki
benda lain. Sita sifat tersebut, antara lain gaya magnet dapat menembus
benda-benda tertentu, magnet mempunyai dua kutub, kekuatan terbesar
magnet pada kutub-kutubnya, kutub senama magnet tolak-menolak dan kutub
tidak senama tarik- menarik, serta magnet selalu mengarah ke utara.
1. Gaya magnet dapat menembus benda-benda tertentu
Letakkan beberapa paku di atas tripleks! Angkat triplek tersebut, kemudian
letakkan magnet di bawahnya! Gerakkan magnet tersebut! Apa yang terjadi?
Paku yang terdapat di atas tripleks menempel di sekitar magnet. Walaupun
tripleks menghalangi magnet dengan paku, tetapi pengaruh gaya magnetnya
masih dapat menembus triplek tersebut. Benda-benda lain yang dapat
tembus magnet, antara lain plastik, mika, kaca, dan kain.
2. Magnet mempunyai dua kutub Magnet
yaitu kutub utara dan kutub selatan. Misalnya, magnet tersebut akan dipotong-
potong menjadi beberapa bagian. Potongan-potongan magnet tersebut
otomatis akan tetap mempunyai dua kutub. Magnet yang dipotong-potong
disebut magnet elementer.
3. Kekuatan terbesar pada kutub-kutubnya
Benda yang ditarik magnet akan menempel pada kutub-kutub magnet dan
tidak menempel pada bagian tengah magnet. Hal Ini menunjukkan bahwa
kekuatan magnet paling besar terdapat pada ujung magnet atau kutub
magnet.
4. Kutub yang senama tolak-menolak, sedangkan kutub tak senama tarik-menarik
Apabila kutub utara suatu magnet didekatkan dengan kutub utara magnet
lainnya, akan tolak-menolak. Begitu pula dengan kutub selatan didekatkan
dengan kutub selatan juga akan tolak menolak. Namun, apabila kutub utara
suatu magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lainnya akan tarik-
menarik.
5. Magnet selalu mengarah utara dan selatan
Hal ini dsebabkan karena bumi kita memiliki medan magnet. Seolah- olah, ada
batang magnet raksasa di dalam bumi yang kutub-kutubnya berada di kutub
utara bumi dan kutub selatan bumi.

Anda mungkin juga menyukai