0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan11 halaman

Contoh dan Penyelesaian Rasio Siswa

KURIKULUM MERDEKA

Diunggah oleh

haryati deli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan11 halaman

Contoh dan Penyelesaian Rasio Siswa

KURIKULUM MERDEKA

Diunggah oleh

haryati deli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RASIO

MODUL AJAR
Konsep Rasio

A. INFORMASI UMUM MODUL


Nama Penyusun : Haryati Deli Nasution, [Link]
Trisnawati, [Link]
Instansi/Sekolah : MIS Nurul Falaq
Jenjang / Kelas : SD / VI
Alokasi Waktu : 5 JP X 2 Pertemuan (10 x 35 menit)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
B. KOMPONEN INTI
Capaian Pembelajaran Fase C
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan
(number sense) pada bilangan cacah dengan 1.000.000. Mereka dapat melakukan operasi
aritmetika pada bilangan cacah sampai 100.000. Mereka dapat membandingkan dan
mengurutkan berbagai pecahan, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan
pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli.
Mereka dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal dan mengubah pecahan
menjadi desimal. Mereka dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat
matematika yang berkaitan dengan operasi aritmetika pada bilangan cacah sampai 1000.
Mereka dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB dan masalah
yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan
pola bilangan membesar yang melibatkan perkalian dan pembagian. Mereka dapat bernalar
secara proporsional dan menggunakan operasi perkalian dan pembagian dalam
menyelesaikan masalah seharihari dengan rasio dan atau yang terkait dengan proporsi.
Peserta didik dapat menentukan keliling dan luas beberapa bentuk bangun datar dan
gabungannya. Mereka dapat mengonstruksi dan mengurai beberapa bangun ruang dan
gabungannya, dan mengenali visualisasi spasial. Mereka dapat membandingkan karakteristik
antar bangun datar dan antar bangun ruang. Mereka dapat menentukan lokasi pada peta
yang menggunakan sistem berpetak.
Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data
banyak benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk beberapa visualisasi dan dalam tabel
frekuensi untuk mendapatkan informasi. Mereka dapat menentukan kejadian dengan
kemungkinan yang lebih besar dalam suatu percobaan acak.
Fase C Berdasarkan Elemen
Bilangan Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan
pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan
cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis,
menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,
melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut.
Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai
100.000. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan KPK dan FPB. Peserta didik dapat
membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk
pecahan campuran, melakukan operasi penjumlahan dan
pengurangan pecahan, serta melakukan operasi perkalian dan
pembagian pecahan dengan bilangan asli. Mereka dapat
mengubah pecahan menjadi desimal, serta membandingkan dan
mengurutkan bilangan desimal (satu angka di belakang koma)
Aljabar Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengisi nilai yang belum
diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan
dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian
pada bilangan cacah sampai 1000 (contoh : 10 x … = 900, dan
900 : … = 10) Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan
mengembangkan pola bilangan membesar dan mengecil yang
melibatkan perkalian dan pembagian. Mereka dapat bernalar
secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari
dengan rasio satuan. Mereka dapat menggunakan operasi
perkalian dan pembagian dalam menyelesaikan masalah
seharihari yang terkait dengan proporsi.
Pengukuran Pada akhir fase C, peserta didik dapat menentukan keliling dan
luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan
segibanyak) serta gabungannya. Mereka dapat menghitung
durasi waktu dan mengukur besar sudut.
Geometri Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengonstruksi dan
mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan
mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping).
Mereka dapat membandingkan karakteristik antar bangun datar
dan antar bangun ruang. Mereka dapat menentukan lokasi pada
peta yang menggunakan sistem berpetak.
Analisa Data danPeluang Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengurutkan,
membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak
benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar,
piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk
mendapatkan informasi. Mereka dapat menentukan kejadian
dengan kemungkinan yang lebih besar dalam suatu percobaan
acak.
Tujuan Pembelajaran  memahami konsep rasio dan menggunakan bahasa asio
untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua
besaran;
 menentukan kesamaan rasio dengan menggunakan tabel
rasio;
 menentukan rasio satuan; dan
 menentukan rasio bagian terhadap bagian dan rasio bagian
terhadap keseluruhan.
Pertanyaan Pemantik  Bagaimana menyatakan rasio dari dua besaran yang
berbeda?
 Bagaimana menyelesaikan permasalahan terkait rasio
dengan melibatkan operasi hitung perkalian dan pembagian?
 Bagaimana memodelkan permasalahan ke dalam tabel rasio?
 Bagaimana menerapkan konsep faktor bilangan dalam
menyatakan kesamaan rasio?
 Bagaimana cara menentukan rasio satuan?
Profil Pancasila  Beriman Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia
 Berkebhinekaan Global
 Mandiri
 Bernalar
 Kritis
 Kreatif
Kata kunci Rasio, kesamaan rasio, rasio pada durasi waktu, rasio satuan,
kotak rasio, tabel rasio

Target Peserta Didik : Jumlah Siswa :


Peserta didik Reguler 30 Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian
jumlah anggota kelompok ketika jumlah siswa
sedikti atau lebih banyak)
Assesmen : Jenis Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan  Presentasi
pembelajaran  Produk
- Asesmen individu  Tertulis
- Asesmen kelompok  Unjuk Kerja
 Tertulis
Metode dan Aktivitas Sarana dan Prasarana
 Penemuan terbimbing  Ruang Kelas, White board, Alat tulis
 Eksplorasi
 Diskusi
Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan
peserta didik :
 Tatap muka  Individu
 Berkelompok (Lebih dari dua orang)

Ketersediaan Materi :
 Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
 Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami
konsep:
YA/TIDAK

Materi Pembelajaran
Bab 2 Rasio
A. Konsep Rasio
1. Membandingkan Benda
2. Pengertian Rasio
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama
 Buku Matematika kelas VI SD

2. Sumber Alternatif
 Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di lingkungan
sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.

Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan bahan tayang
d. Mempersiapkan lembar kerja siswa

Panduan Pembelajaran :
A. Konsep Rasio

Sebelum mempelajari materi mengenai konsep rasio, guru diharapkan dapat menjelaskan
pengalaman belajar yang akan didapat peserta didik setelah mempelajari subbab ini. Setelah
mempelajari subbab ini, peserta didik dapat:
 memahami konsep rasio dan menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan
perbandingan antara dua besaran.
Pendahuluan
 Peserta didik melakukan do’a sebelum belajar (meminta salah seorang peserta didik untuk
memimpin do’a)
 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk mempersiapkan
perlengkapan dan peralatan yang diperlukan (jika mulai di jam pertama)
 Peserta didik menerima informasi tentang kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan,
manfaat, langkah pembelajaran, metode penilaian yang akan dilaksanakan
 Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap gotong royong dan
mandiri yang akan dikembangkan dalam pembelajaran

Ingatkan peserta didik tentang materi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta materi
penulisan bentuk pecahan dari gambar yang diberikan.
Perkenalkan bab ini dengan menceritakan kepada peserta didik terkait Gerakan Menanam
Satu Juta Pohon. Selanjutnya disampaikan bahwa dalam menanam pohon perlu diperhatikan
susunan serta pengaturan jarak. Susunan dan pengaturan jarak tersebut melibatkan
pengetahuan dan pemahaman terkait rasio. Guru dapat menambahkan dengan menjelaskan
kegunaan lain dari rasio dalam kehidupan sehari-hari, contohnya pada penulisan resep
makanan atau minuman, perhitungan harga barang, dan lain-lain.
Gunakan bagian Mengingat Kembali mengenai faktor dan kelipatan suatu bilangan serta
bentuk pecahan yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan berikut
dapat digunakan untuk mengaktifkan prapengetahuan peserta didik:
• Apakah perbedaan dari faktor dan kelipatan suatu bilangan?
• Apakah 2 merupakan faktor atau kelipatan dari 10?
• Sebutkan tiga bilangan yang merupakan kelipatan dari bilangan 6.
1 2
• Buatlah gambar yang menunjukkan pecahan dan .
3 6

Untuk mengawali pembelajaran, ajak peserta didik menceritakan pengalaman mereka saat
membeli bibit pohon atau barang lain. Selanjutnya minta peserta didik menjawab pertanyaan
pada bagian permasalahan.
Jika terdapat dua paket pohon dengan harga yang berbeda, bagaimana kalian menentukan
bibit pohon yang akan dibeli?
Tujuan akhir yang diharapkan dari aktivitas pemanasan ini adalah peserta didik dapat
menjawab bahwa dalam membeli bibit pohon atau barang lainnya melibatkan perbandingan,
seperti membandingkan harga, harga yang lebih murah dan lebih mahal. Lalu,
membandingkan kuantitas yang diperoleh dengan harga tertentu.
Terkait membandingkan benda, guru dapat menyampaikan bahwa inilah salah satu materi
yang akan dipelajari pada subbab ini.

Ajak peserta didik melakukan aktivitas Eksplorasi 2.1 secara mandiri atau berpasangan.
Melalui metode discovery learning pada kegiatan menentukan paket bibit pohon yang akan
dibeli, peserta didik diharapkan dapat memahami dan membedakan secara mandiri
mengenai membandingkan yang melibatkan konsep penjumlahan dan pengurangan atau
yang melibatkan konsep perkalian dan pembagian.
Konteks yang digunakan pada kegiatan Eksplorasi 2.2 tetap berkaitan dengan bibit pohon,
yaitu peserta didik diminta mengamati gambar yang menunjukkan sejumlah pohon yang
ditanam dengan dua jenis pohon yang berbeda. Peserta didik diberi kesempatan untuk
berdiskusi dengan teman agar dapat menemukan kembali konsep rasio dan menggunakan
bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua besaran. Pada materi
konsep rasio, peserta didik perlu diingatkan bahwa rasio dan pecahan itu dua hal yang
berbeda, tetapi rasio dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan.
1. Membandingkan Benda

Pada kegiatan Eksplorasi 2.1, peserta didik diminta untuk mengamati dan membandingkan
dua paket bibit pohon yang ada pada gambar di bawah ini.

a. Paket A
b. Paket B
c. Alternatif jawaban:
Paket bibit pohon yang sebaiknya dibeli Artus adalah paket A.
Karena pada paket A, harga satu bibit pohon kurang lebih dua belas ribuan rupiah,
sedangkan pada paket B, harga satu bibit pohon sebesar kurang lebih tiga belas ribuan
rupiah.

Dapat terjadi peserta didik memberikan jawaban bahwa Paket B yang memiliki harga per bibit
yang lebih murah. Hal ini disebabkan dalam membandingkan banyak bibit dan harga bibit per
paket, peserta didik hanya membandingkan langsung bilangan yang merupakan banyak bibit
dan harga bibit. Maka dari itu, guru diharapkan dapat menekankan bahwa dalam menentukan
harga satu bibit yang lebih murah adalah dengan menentukan terlebih dahulu harga satu bibit
pada tiap paket.
Berdasarkan kegiatan Eksplorasi 2.1, berapa harga satu bibit pada kedua paket bibit pohon
pada Gambar 2.4?

Bagi peserta didik yang mengalami kesulitan terkait membandingkan benda yang melibatkan
konsep perkalian dan pembagian, guru dapat memberikan contoh lain.

2. Pengertian Rasio

a. Jenis pohon apa yang lebih banyak ditanam? Pohon cemara


b. Berapa banyak pohon pucuk merah yang ada pada Gambar 2.5? 4
c. Berapa banyak pohon cemara yang telah ditanam? 6
d. Tuliskan perbandingan banyak pohon pucuk merah dan cemara.
4:6=2:3
e. Tuliskan perbandingan banyak pohon cemara dan pucuk merah.
6:4=3:2

Jika lahan diperluas dan akan ditanam pohon pucuk merah sebanyak 14 pohon, berapa
pohon cemara yang ditanam? Diskusikan bersama teman satu kelompok kalian.
Alternatif jawaban:
Rasio pohon pucuk merah terhadap cemara adalah 2:3.
Jika pucuk merah ditanam sebanyak 14 pohon, maka cemara ditanam sebanyak 21 pohon.

Jika diketahui jumlah pohon pucuk merah, bagaimana cara menentukan jumlah pohon
cemara? Sebaliknya, jika diketahui jumlah pohon cemara, bagaimana cara menentukan
jumlah pohon pucuk merah?
Dapat terjadi peserta didik salah atau tidak dapat menentukan hubungan antara jumlah
pohon cemara dan pucuk merah. Untuk itu, guru dapat membimbing peserta didik dalam
mengamati kembali Gambar 2.5 yang ada pada buku siswa. Guru dapat meminta peserta
didik untuk melakukan penambahan atau pengurangan pada jumlah pohon cemara pada
gambar tersebut. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menentukan jumlah pohon pucuk merah.

Bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang
ada pada Eksplorasi 2.1, guru diharapkan dapat memberikan contoh tambahan dalam
menentukan rasio terkait konteks pohon cemara dan pucuk merah. Misalnya, guru
dapat menyebutkan angka tertentu sebagai jumlah pohon cemara, lalu peserta didik
diminta untuk menentukan jumlah pohon pucuk merah. Dapat juga diberi kesempatan
kepada peserta didik yang menyebutkan angka tertentu sebagai jumlah pohon pucuk
merah, dan dilanjutkan peserta didik lain yang menentukan jumlah pohon cemara.
Penutup
 Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.
 Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman
terhadap materi
 Guru menutup pembelajaran dengan mempersilakan peserta didik untuk berdoa dan
mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan YME ( Jika pembelajaran di jam
terakhir)

Pelaksanaan Asesmen
Sikap
 Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada jurnal,
baik sikap positif dan negatif.
 Melakukan penilaian antarteman.
 Mengamati refleksi peserta didik.

Pengetahuan
 Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis

Keterampilan
 Presentasi
 Proyek
 Portofolio

Rubrik Penilaian :
Tabel Penilaian Sikap
Aspek yang dinilai
1 2 3
Berdoa Bersyukur Kesadaran bahwa
No NPD n Ket
sebelum dan terhadap hasil ilmu yang
setelah kerja yang telah diperoleh adalah
pelajaran diperoleh pemberian Tuhan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

n
Ns = x 100 = …
12

Keterangan:
n adalah total penilaian (jumlah skor)
N adalah Nilai untuk masing-masing siswa
NPD adalah nama peserta didik

1. Indikator berdoa sebelum dan setelah pelajaran


Indikator Berdoa
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak ikut berdoa
2 Peserta didik ikut berdoa, tetapi tidak bersungguh-sungguh
3 Peserta didik ikut berdoa, tetapi kurang bersungguh-sungguh
4 Peserta didik ikut berdoa dengan bersungguh-sungguh

2. Indikator bersyukur terhadap hasil kerja yang telah diperoleh


Indikator Bersyukur
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak mengucapkan rasa syukur
2 Peserta didik mengucapkan rasa syukur tetapi tidak sungguh-sungguh
3 Peserta didik mengucapkan rasa syukur tetapi kurang sungguh-sungguh
4 Peserta didik mengucapkan rasa syukur dengan sungguh-sungguh

3. Indikator kesadaran bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan

Indikator Kesadaran
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian
Tuhan
2 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi tidak sungguh-sungguh
3 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi kurang sungguh-sungguh
4 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
dengan sungguh-sungguh

Refleksi Guru:
Refleksi diri berupa pertanyaan pada diri sendiri.
a. Apakah pembelajaran sudah dapat melibatkan peserta didik dengan aktif?
b. Apakah metode yang digunakan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik?
c. Apakah media yang digunakan dapat membantu peserta didik mencapai kemampuan?
d. Apa yang bisa dilakukan agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berfikir
kritis?

Refleksi Peserta Didik:


Dari aktivitas yang telah kalian lakukan pada subbab ini, jawablah pertanyaan berikut.
a. Ada berapa cara yang kalian ketahui untuk menyatakan rasio? Tuliskan.
b. Tuliskan contoh rasio dari ukuran atau jumlah benda yang ada di sekitar kalian. (minimal
2)

Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi
pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai
Capaian Pembelajaran (CP).
 Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta
didik.
 Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan
belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan atau pendalaman
materi
Remedial
 Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang capaian pembelajarannya belum
tuntas.
 Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum tuntas.
 Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum tuntas dalam bentuk
pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok, pemanfaatan tutor
sebaya bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis
penilaian.

C. LAMPIRAN
Lembar Kerja Peserta Didik:
1. Temukan informasi dari teman sekelas kalian, lalu jawablah pertanyaan berikut.
a. Berapa banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu? …..
b. Berapa banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu? …..
c. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan
kelahiranmu terhadap banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu
(dalam bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
d. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu terhadap
banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu (dalam
bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
2. Berikut daftar banyak pengunjung yang sedang antre di beberapa wahana di taman
hiburan.

Jawablah pertanyaan di bawah ini.


a. Tuliskan rasio banyak pengunjung yang antre di wahana roller coaster terhadap
komidi putar.
….. : …. = ….. : …..
b. Berapakah banyak pengunjung yang antre di wahana bianglala, jika diketahui rasio
pengunjung yang antre di wahana bianglala terhadap
roller coaster adalah 4 : 3 ?
Jadi, jumlah pengunjung yang antre di wahana bianglala sebanyak …..orang.
c. Berapakah banyak pengunjung yang antre di wahana rumah hantu, jika diketahui
rasio pengunjung yang antre di wahana rumah hantu terhadap komidi putar adalah 2 :
6? Lakukan langkah seperti pada nomor b.
Jadi, jumlah pengunjung yang antre di wahana rumah hantu sebanyak ….. orang.
3. Banyu ingin mengundang teman-teman datang ke rumah untuk merayakan ulang
tahunnya. Banyu menyiapkan 6 liter minuman untuk 15 orang teman yang datang di pagi
hari. Di siang hari, akan datang teman sebanyak 10 orang, berapa liter minuman yang
harus disiapkan?
Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik :
Buku Panduan Guru dan siswa Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas VI SD, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2022
Glosarium:
Rasio adalah angka yang menunjukkan perbedaan atau perbandingan dua buah besaran.
Kesamaan rasio merupakan perbandingan senilai sama dengan pecahan senilai.
Rasio merupakan cara untuk membandingkan dua atau lebih besaran nilai dari suatu benda
meskipun tak saling berkaitan. Contoh sederhananya, ketika hendak membuat nasi
perbandingan antara beras dan airnya adalah 1:2.
Daftar Pustaka:

Baratto, Stefan, Barry Bergman, dan Donald Hutchison. 2010. Hutchison’s Basic
Mathematical Skills with Geometry. USA: The McGraw−Hill Companies, Inc.
Bay-Williams, Jennifer M., John J. SanGiovanni, Sherri Martinie, dan Jennifer Suh.
2022. Figuring out Fluency- Multiplication and Division with Fractions and Decimals:
A Classroom Companion. Vol. 3. California: Corwin.
Fosnot, Catherine Twomey, dan Maarten Dolk. 2002. Young Mathematicians at Work:
Constructing Fractions, Decimals, and Percents. Portsmouth, NH: Heinemann.
Gregg, Jeff, dan Diana Underwood Gregg. “Measurement and Fair-Sharing
Models
for Dividing Fractions.” Mathematics Teaching in the Middle School 12, no. 9 (2007):
490–96. [Link]
Keijzer, R, F van Galen, K Gravemeijer, M Abels, T Dekker, J.A Shew, B.R. Cole,
J Brendeful, dan M.A Pligge. 2006. Fraction Times. Wisconsin. Chicago:
Encyclopædia Britannica, Inc. Copyright, 2006.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Senang Belajar Matematika SD/MI
Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lamon, Susan J. 2006. Teaching Fractions and Ratios for Understanding: Essential
Content Knowledge and Instructional Strategies for Teachers. Edisi ke-4. New York:
Routledge Taylor & Francis Group. [Link]
Lappan, Glenda, James T Fey, William M Fitzgerald, Susan N Friel, dan Elizabeth
Difanis Phillips. 2005. Connected Mathematics 2: Bits and Pieces II. Using Fraction
Operations. Boston, Massachusetts: Pearson Prentice Hall.
Neagoy, Monica. 2017. Unpacking Fractions: Classroom-Tested Strategies to Build
Students’ Mathematical Understanding. Alexandria, VA: ACSD.
Petit, Marjorie M., Roberts E. Laird, Edwin L. Marsden, dan Caroline B. Ebby. 2016.
A Focus on Fractions. Bringing Research to the Classroom. Second Edi. London:
Routledge Taylor & Francis Group.
Pusat Kurikulum dan Perbukuan. 2018. Belajar Bersama Temanmu MATEMATIKA
untuk Sekolah Dasar Kelas 5 Volume 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
Small, Marian. 2015. Building Proportional Reasoning across Grades and Math Strands.
Ney York: Teachers College Press, Columbia University.
Walle, John A. Van de, Karen S. Karp, dan Jennifer M. Bay-Williams. 2016. Elementary
and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally: California Edition. 9th
Editio. Pearson Education.

Daftar Sumber Gambar


[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai