Contoh dan Penyelesaian Rasio Siswa
Contoh dan Penyelesaian Rasio Siswa
MODUL AJAR
Konsep Rasio
Ketersediaan Materi :
Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami
konsep:
YA/TIDAK
Materi Pembelajaran
Bab 2 Rasio
A. Konsep Rasio
1. Membandingkan Benda
2. Pengertian Rasio
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama
Buku Matematika kelas VI SD
2. Sumber Alternatif
Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di lingkungan
sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan bahan tayang
d. Mempersiapkan lembar kerja siswa
Panduan Pembelajaran :
A. Konsep Rasio
Sebelum mempelajari materi mengenai konsep rasio, guru diharapkan dapat menjelaskan
pengalaman belajar yang akan didapat peserta didik setelah mempelajari subbab ini. Setelah
mempelajari subbab ini, peserta didik dapat:
memahami konsep rasio dan menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan
perbandingan antara dua besaran.
Pendahuluan
Peserta didik melakukan do’a sebelum belajar (meminta salah seorang peserta didik untuk
memimpin do’a)
Guru mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk mempersiapkan
perlengkapan dan peralatan yang diperlukan (jika mulai di jam pertama)
Peserta didik menerima informasi tentang kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan,
manfaat, langkah pembelajaran, metode penilaian yang akan dilaksanakan
Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap gotong royong dan
mandiri yang akan dikembangkan dalam pembelajaran
Ingatkan peserta didik tentang materi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta materi
penulisan bentuk pecahan dari gambar yang diberikan.
Perkenalkan bab ini dengan menceritakan kepada peserta didik terkait Gerakan Menanam
Satu Juta Pohon. Selanjutnya disampaikan bahwa dalam menanam pohon perlu diperhatikan
susunan serta pengaturan jarak. Susunan dan pengaturan jarak tersebut melibatkan
pengetahuan dan pemahaman terkait rasio. Guru dapat menambahkan dengan menjelaskan
kegunaan lain dari rasio dalam kehidupan sehari-hari, contohnya pada penulisan resep
makanan atau minuman, perhitungan harga barang, dan lain-lain.
Gunakan bagian Mengingat Kembali mengenai faktor dan kelipatan suatu bilangan serta
bentuk pecahan yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan berikut
dapat digunakan untuk mengaktifkan prapengetahuan peserta didik:
• Apakah perbedaan dari faktor dan kelipatan suatu bilangan?
• Apakah 2 merupakan faktor atau kelipatan dari 10?
• Sebutkan tiga bilangan yang merupakan kelipatan dari bilangan 6.
1 2
• Buatlah gambar yang menunjukkan pecahan dan .
3 6
Untuk mengawali pembelajaran, ajak peserta didik menceritakan pengalaman mereka saat
membeli bibit pohon atau barang lain. Selanjutnya minta peserta didik menjawab pertanyaan
pada bagian permasalahan.
Jika terdapat dua paket pohon dengan harga yang berbeda, bagaimana kalian menentukan
bibit pohon yang akan dibeli?
Tujuan akhir yang diharapkan dari aktivitas pemanasan ini adalah peserta didik dapat
menjawab bahwa dalam membeli bibit pohon atau barang lainnya melibatkan perbandingan,
seperti membandingkan harga, harga yang lebih murah dan lebih mahal. Lalu,
membandingkan kuantitas yang diperoleh dengan harga tertentu.
Terkait membandingkan benda, guru dapat menyampaikan bahwa inilah salah satu materi
yang akan dipelajari pada subbab ini.
Ajak peserta didik melakukan aktivitas Eksplorasi 2.1 secara mandiri atau berpasangan.
Melalui metode discovery learning pada kegiatan menentukan paket bibit pohon yang akan
dibeli, peserta didik diharapkan dapat memahami dan membedakan secara mandiri
mengenai membandingkan yang melibatkan konsep penjumlahan dan pengurangan atau
yang melibatkan konsep perkalian dan pembagian.
Konteks yang digunakan pada kegiatan Eksplorasi 2.2 tetap berkaitan dengan bibit pohon,
yaitu peserta didik diminta mengamati gambar yang menunjukkan sejumlah pohon yang
ditanam dengan dua jenis pohon yang berbeda. Peserta didik diberi kesempatan untuk
berdiskusi dengan teman agar dapat menemukan kembali konsep rasio dan menggunakan
bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua besaran. Pada materi
konsep rasio, peserta didik perlu diingatkan bahwa rasio dan pecahan itu dua hal yang
berbeda, tetapi rasio dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan.
1. Membandingkan Benda
Pada kegiatan Eksplorasi 2.1, peserta didik diminta untuk mengamati dan membandingkan
dua paket bibit pohon yang ada pada gambar di bawah ini.
a. Paket A
b. Paket B
c. Alternatif jawaban:
Paket bibit pohon yang sebaiknya dibeli Artus adalah paket A.
Karena pada paket A, harga satu bibit pohon kurang lebih dua belas ribuan rupiah,
sedangkan pada paket B, harga satu bibit pohon sebesar kurang lebih tiga belas ribuan
rupiah.
Dapat terjadi peserta didik memberikan jawaban bahwa Paket B yang memiliki harga per bibit
yang lebih murah. Hal ini disebabkan dalam membandingkan banyak bibit dan harga bibit per
paket, peserta didik hanya membandingkan langsung bilangan yang merupakan banyak bibit
dan harga bibit. Maka dari itu, guru diharapkan dapat menekankan bahwa dalam menentukan
harga satu bibit yang lebih murah adalah dengan menentukan terlebih dahulu harga satu bibit
pada tiap paket.
Berdasarkan kegiatan Eksplorasi 2.1, berapa harga satu bibit pada kedua paket bibit pohon
pada Gambar 2.4?
Bagi peserta didik yang mengalami kesulitan terkait membandingkan benda yang melibatkan
konsep perkalian dan pembagian, guru dapat memberikan contoh lain.
2. Pengertian Rasio
Jika lahan diperluas dan akan ditanam pohon pucuk merah sebanyak 14 pohon, berapa
pohon cemara yang ditanam? Diskusikan bersama teman satu kelompok kalian.
Alternatif jawaban:
Rasio pohon pucuk merah terhadap cemara adalah 2:3.
Jika pucuk merah ditanam sebanyak 14 pohon, maka cemara ditanam sebanyak 21 pohon.
Jika diketahui jumlah pohon pucuk merah, bagaimana cara menentukan jumlah pohon
cemara? Sebaliknya, jika diketahui jumlah pohon cemara, bagaimana cara menentukan
jumlah pohon pucuk merah?
Dapat terjadi peserta didik salah atau tidak dapat menentukan hubungan antara jumlah
pohon cemara dan pucuk merah. Untuk itu, guru dapat membimbing peserta didik dalam
mengamati kembali Gambar 2.5 yang ada pada buku siswa. Guru dapat meminta peserta
didik untuk melakukan penambahan atau pengurangan pada jumlah pohon cemara pada
gambar tersebut. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menentukan jumlah pohon pucuk merah.
Bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang
ada pada Eksplorasi 2.1, guru diharapkan dapat memberikan contoh tambahan dalam
menentukan rasio terkait konteks pohon cemara dan pucuk merah. Misalnya, guru
dapat menyebutkan angka tertentu sebagai jumlah pohon cemara, lalu peserta didik
diminta untuk menentukan jumlah pohon pucuk merah. Dapat juga diberi kesempatan
kepada peserta didik yang menyebutkan angka tertentu sebagai jumlah pohon pucuk
merah, dan dilanjutkan peserta didik lain yang menentukan jumlah pohon cemara.
Penutup
Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.
Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman
terhadap materi
Guru menutup pembelajaran dengan mempersilakan peserta didik untuk berdoa dan
mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan YME ( Jika pembelajaran di jam
terakhir)
Pelaksanaan Asesmen
Sikap
Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada jurnal,
baik sikap positif dan negatif.
Melakukan penilaian antarteman.
Mengamati refleksi peserta didik.
Pengetahuan
Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis
Keterampilan
Presentasi
Proyek
Portofolio
Rubrik Penilaian :
Tabel Penilaian Sikap
Aspek yang dinilai
1 2 3
Berdoa Bersyukur Kesadaran bahwa
No NPD n Ket
sebelum dan terhadap hasil ilmu yang
setelah kerja yang telah diperoleh adalah
pelajaran diperoleh pemberian Tuhan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
n
Ns = x 100 = …
12
Keterangan:
n adalah total penilaian (jumlah skor)
N adalah Nilai untuk masing-masing siswa
NPD adalah nama peserta didik
Indikator Kesadaran
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian
Tuhan
2 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi tidak sungguh-sungguh
3 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi kurang sungguh-sungguh
4 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
dengan sungguh-sungguh
Refleksi Guru:
Refleksi diri berupa pertanyaan pada diri sendiri.
a. Apakah pembelajaran sudah dapat melibatkan peserta didik dengan aktif?
b. Apakah metode yang digunakan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik?
c. Apakah media yang digunakan dapat membantu peserta didik mencapai kemampuan?
d. Apa yang bisa dilakukan agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berfikir
kritis?
C. LAMPIRAN
Lembar Kerja Peserta Didik:
1. Temukan informasi dari teman sekelas kalian, lalu jawablah pertanyaan berikut.
a. Berapa banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu? …..
b. Berapa banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu? …..
c. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan
kelahiranmu terhadap banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu
(dalam bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
d. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu terhadap
banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu (dalam
bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
2. Berikut daftar banyak pengunjung yang sedang antre di beberapa wahana di taman
hiburan.
Baratto, Stefan, Barry Bergman, dan Donald Hutchison. 2010. Hutchison’s Basic
Mathematical Skills with Geometry. USA: The McGraw−Hill Companies, Inc.
Bay-Williams, Jennifer M., John J. SanGiovanni, Sherri Martinie, dan Jennifer Suh.
2022. Figuring out Fluency- Multiplication and Division with Fractions and Decimals:
A Classroom Companion. Vol. 3. California: Corwin.
Fosnot, Catherine Twomey, dan Maarten Dolk. 2002. Young Mathematicians at Work:
Constructing Fractions, Decimals, and Percents. Portsmouth, NH: Heinemann.
Gregg, Jeff, dan Diana Underwood Gregg. “Measurement and Fair-Sharing
Models
for Dividing Fractions.” Mathematics Teaching in the Middle School 12, no. 9 (2007):
490–96. [Link]
Keijzer, R, F van Galen, K Gravemeijer, M Abels, T Dekker, J.A Shew, B.R. Cole,
J Brendeful, dan M.A Pligge. 2006. Fraction Times. Wisconsin. Chicago:
Encyclopædia Britannica, Inc. Copyright, 2006.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Senang Belajar Matematika SD/MI
Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lamon, Susan J. 2006. Teaching Fractions and Ratios for Understanding: Essential
Content Knowledge and Instructional Strategies for Teachers. Edisi ke-4. New York:
Routledge Taylor & Francis Group. [Link]
Lappan, Glenda, James T Fey, William M Fitzgerald, Susan N Friel, dan Elizabeth
Difanis Phillips. 2005. Connected Mathematics 2: Bits and Pieces II. Using Fraction
Operations. Boston, Massachusetts: Pearson Prentice Hall.
Neagoy, Monica. 2017. Unpacking Fractions: Classroom-Tested Strategies to Build
Students’ Mathematical Understanding. Alexandria, VA: ACSD.
Petit, Marjorie M., Roberts E. Laird, Edwin L. Marsden, dan Caroline B. Ebby. 2016.
A Focus on Fractions. Bringing Research to the Classroom. Second Edi. London:
Routledge Taylor & Francis Group.
Pusat Kurikulum dan Perbukuan. 2018. Belajar Bersama Temanmu MATEMATIKA
untuk Sekolah Dasar Kelas 5 Volume 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
Small, Marian. 2015. Building Proportional Reasoning across Grades and Math Strands.
Ney York: Teachers College Press, Columbia University.
Walle, John A. Van de, Karen S. Karp, dan Jennifer M. Bay-Williams. 2016. Elementary
and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally: California Edition. 9th
Editio. Pearson Education.