Analisa Cutting Tool Carbide S 45C
Analisa Cutting Tool Carbide S 45C
net/publication/327574031
CITATIONS READS
0 139
3 authors, including:
Some of the authors of this publication are also working on these related projects:
Optimasi pemanfaatan limbah buah salak sebagai bahan bakar alternatif bioetanol View project
All content following this page was uploaded by Junaidi Jn on 11 September 2018.
LAPORAN PENELITIAN
Oleh :
2016
1
2
3
DAFTAR ISI
Halaman
Cover ……………………………………………………….………………………………...i
[Link]………………………..…………………………………………..1
[Link] …………………………………………………………..……………..14
[Link] Kegiatan…...……………..………………………………………….. 16
4
[Link]-rumus Analisa Pemotongan Benda Kerja ………………………..…...17
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………..………………………...61
LAMPIRAN
5
[Link]
[Link] Belakang
Dalam proses pemotongan ,pahat potong bergerak relatif terhadap benda kerja dan
membuang ( memisahkan) sebagian dari material benda kerja,yang lazim disebut tatal (chip ).
Bagian dari pahat potong yang makan kedalam material benda kerja disebut elemen
pemotongan ( cutting element ) dari pahat. Proses bubut adalah proses permesinan untuk
menghasilkan bagian - bagian mesin pada umumnya berbentuk silindris. Prinsip dasarnya
adalah proses permesinan permukaan luar dandalam silindris seperti poros ,lubang/bor, ulir,
dan tirus . Dalam permesinan poros berfungsi untuk mentrasmisikan daya dan putaran ,sesuai
dengan fungsinya poros dirancang agar kuat dan kokoh dalam menerima beban yang
ditanggungnya ,poros mempunyai kekuatan dan kekerasan sehingga material yang digunakan
poros dibuat dari baja karbon S 45 C. Pada umumnya proses pembuatan poros dikerjakan
pada mesin bubut,menggunakan pahat /perkakas potong terhadap benda kerja yang berputar .
Perkakas potong ( cutting tool ) adalah bagian yang paling kritis dari suatu
proses pemesinan. Material, parameter dan geometri dari perkakas potong serta gaya
pemotongan akan menentukan suatu proses pemesinan dan akan mempengaruhi kekuatan
pahat / perkakas potong tersebut. Dalam proses pemesinan yang sering mengalami
penggantian adalah pahat . Pahat merupakan komponen produksi yang dapat habis dan
harganya relatif [Link] akan mengalami keausan setelah digunakan untuk pemotongan .
Semangkin besar keausan pahat maka kondisi pahat akan semangkin kritis .Jika pahat terus
digunakan maka keausan pahat akan semangkin cepat ,dan pada suatu saat ujung pahat sama
sekali akan rusak . Kerusakan fatal harus dihindari terjadi pada pahat,mesin perkakas,benda
kerja , dan dapat membahayakan operator , serta mempengaruhi besar pada toleransi
geometrik dan kualitas [Link] dasarnya keausan akan menentukan batasan kekuatan
6
pahat Pemilihan bentuk/jenis pahat , material benda kerja dan kondisi pemotongan yang tidak
tepat akan berpengaruh terhadap kekuatan pahat tersebut. Oleh karena itu perlu
diketahui pengaruh jenis pahat potong , material benda kerja , dan kondisi pemotongan
( kecepatan potong , kedalaman potong dan gerak makan ) terhadap keausan pahat bubut .
Kecepatan potong ( cutting speed ) tidak dapat dipilih sembarangan ,bila kecepatan potong
rendah akan memakan waktu dalam mengerjakannya .Bila kecepatan terlalu tinggi pahat akan
kehilangan kekerasan ( karena panas ) , pahat cepat aus,dan umur pahat pendek pahat harus
diganti dengan yang baru , oleh sebab itu kecepatan potong , potong dan kedalaman
pemakaman harus ditentukan sesuai dengan yang baru,oleh sebab itu kecepatan potong, dan
kedalaman pemakaman harus ditentukan sesuai dengan dengan dimensi karakter benda kerja.
[Link]
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas, maka perumusan masalah dalam
2. Bagaimana cara memilih rumus perhitungan pahat potong dan material tersebut?
3. Bagaimana agar perhitungan pahat potong dan material tersebut dapat selesai secara
7
1.3. Batasan Masalah
Agar penelitian ini fokus dan tidak melebar , maka masalah yang dibatasi adalah :
3. Tool Signature dari Tabel. 3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur
6. Gaya yang dicari adalah gaya Potong didapat dari uraian tool signature dan grafik 2.
7. Kecepatan potong didapat dari uraian tool signature dengan grafik 3 Hubungan Antara
8. Daya potong hasil uraiaan perumusan Daya dengan gaya potong didapat dari grafik .
[Link] penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa perhitungan pahat potong yaitu
kecepatan potong , gaya - gaya potong , daya potong , daya elektromotor , kenaikan
temperatur pada zone 1 dan zone 2,pada pembubutan antara pahat potong CARBIDE ,
pada proses pembubutan besi cor ( baja karbon S 45C ). Manfaat dari penelitian ini dapat
diketahui seberapa besar pengaruh variasi kecepatan potong (cutting Speed ) terhadap umur
pahat CARBIDE dan mengetahui laju keausan serta menentukan variasi gerak pemotongan
(Feed )dan kedalaman pemotongan (depth of cut )optimal untuk proses pembubutan besi cor
(baja Karbon S45C). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
metodologi eksperimental , yaitu dengan melakukan survey pahat potong HSS dengan
8
material besi cor ( baja Carbon S 45 C ) di penjualan Material medan, .
Dari penelitian ini penulis dapat menambah pengetahuan akademik tentang mesin bubut
yaitu mengetahui analisa perhitungan pahat potong dan materialnya dan optimasi proses mesin
bubut. Manfaat lain dari penulisan penelitian ini adalah tercipta sebuah desain sistem
pengetahuaan analisa perhitungan pada mesin bubut yang dapat dipertanggungjawabkan secara
Sistematika laporan tugas akhir ini memuat tentang isi bab -bab yang dapat diuraikan
sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat
Pada bab ini berisi tentang teori - teori yang diambil dari buku - buku yang
Pada bab ini berisi tentang data hasil penelitian dan berisi tentang pembahasan dari
BAB V PENUTUP
Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian ini dan saran-saran yang
DAFTAR PUSTAKA
Berisi tentang buku-buku yang dijadikan referensi dalam pelaksanaan penelitian ini.
9
BAB.2
LANDASAN TEORI
2.1. Tinjauan Pustaka
proses untuk menciptakan produk melalui tahapan – tahapan dari bahan baku untuk
diubah atau diproses dengan cara – cara tertentu secara urut dan sistematis untuk
geometri yang ideal apabila komponen tersebut sesuai dengan apa yang kita kehendaki,
mempunyai ukuran atau dimensi yang tepat, bentuk yang sempurna, dan permukaan yang halus.
Dalam praktek tidaklah mungkin kita membuat suatu komponen dengan karakteristik
geometri yang ideal. Suatu hal yang tidak dapat kita hindari adalah terjadi penyimpangan –
penyimpangan selama proses pembuatan, sehingga akhirnya produk tidak mempunyai geometri
yang ideal. Faktor - faktor penyimpangan didalam roses pemotongan logam yaitu :
penyetelan mesin perkakas, metode pengukuran, gerakan dari mesin perkakas, keausan dari
Rochim ( 2003 ), menyatakan bahwa keausan pahat dipengaruhi geometri pahat, selain itu
juga dipengaruhi oleh semua faktor yang berkaitan dengan proses permesinan, antara lain : jenis
material benda kerja dan pahat, kondisi pemotongan ( kecepatan potong , kedalaman
pemotongan, dan gerak makan), cairan pendingin, dan jenis proses permesinan.
Sewaktu pemotongan berlangsung, temperatur yang tinggi akan terjadi pada mata
pahat. Panas ini sebagian akan mengalir ke geram, ke benda kerja dan ke pahat. Demikian
pula panas yang terjadi akibat gesekan pada sistem transmisi daya dari mesin perkakas
( roda gigi ) akan merambat ke komponen - komponen sehingga akan terjadi perbedaan
temperatur atau pemuaian antara bagian - bagian mesin tidak sama rata, akibatnya akan
terjadi deformasi. Kemungkinan sumbu spindle dari mesin bubut menjadi tidak sejajar
dengan mejanya ataupun terjadi perubahan tingginya. Meskipun deformasi ini kecil tapi
10
harus kita perhitungkan jika ingin membuat produk yang ideal. Oleh karena itu untuk
mengurangi kesalahan geometris akibat dari deformasi karena temperatur ini , biasanya
Kekuatan dan kekakuan dari mesin perkakas maupun benda kerja adalah sangat
penting untuk mengurangi deformasi yang diakibatkan oleh gaya-gaya yang terjadi sewaktu
pemotongan. Lenturan yang terjadi pada benda kerja ataupun bagian-bagian mesin lainnya
Dalam proses bubut , terdapat gaya pemotongan (cutting force) ,yaitu gaya radial ( gaya
pada kedalaman potong ) , Gaya tangesial ( gaya pada kecepatan potong ) dan gaya
longitudinal ( gaya pemakaman ).Faktor yang mempengaruhi gaya potong diantaranya yaitu
kedalaman pemotongan ( dept of cut ) , gerak pemakaman ( feed rate ), dan kecepatan
potong ( cutting speed ) , gaya -gaya yang bekerja dapat pula ditentukan dengan perumusan
empirik diantaranya gaya potong spesifik .Gaya potong spesifik (ks) adalah banyaknya gaya
atau energi yang dibutuhkan untuk memindahkan satu unit volume dari logam disebut gaya
potong spesifik atau energi pemotongan spesifik (Spesifik cutting Energy .Hubungan gaya
potong spesifik dengan bahan benda kerja dan kekuatan tarik dapat dilihat pada Tabel .1 .
2
Bahan benda σb (Kg/mm ) Ks Bahan benda BHN Ks
kerja kerja
11
Dari tabel 1 diatas ,dapat kita perlihatkan hubungan bahan benda kerja dengan kekuatan tarik
(σb ) erat kaitannya dengan gaya potong Spesifik ( K s ).Dari kekuatan tarik (σb ) erat
kaitannya dengan baja karbon . Baja karbon yang sejenisnya diberi lambang dari setiap
jenisnya yang berhubungan langsung dengan Standar dan macam ,perlakuan panas dan
kekuatan tarik seperti terlihat pada tabel 2 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja
Tabel 2 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja batang yang difinis dingin untuk poros.
Bentuk dan ukuran penampang potong sangat mempengaruhi gaya potong spesifik
(ks) , maupun gaya potong utama Fz. Gaya potong Spesifik akan turun dengan adanya
kenaikkan penampang potong ( lihat gambar grafik 1).Harga Ks juga akan dipengaruhi
sedikit oleh adanya kenaikan perbandingan kedalaman potong ,a,terhadap gerak makanS.
12
Grafik.1
Gaya potong Fz akan dipengaruhi sedikit dengan perkalian antara kenaikan perbandingan
13
Grafik.2
Kecepatan potong hanya sedikit mempengaruhi gaya gaya pemotong an .Pada kecepatan
potong dibawah 75 m/menit maka gaya gaya pemotongan akan turun dengan makin naiknya
kecepatan potong dan kemudian konstan apabila kecepatan telah berada diatas 75 m/menit
,tidak dipengaruhi oleh kecepatan [Link] antara kecepatan potong dengan gerak
makan S untuk umur pahat 60 menit ,240 menit dan 480 menit ditunjukan pada grafik 3.
14
Grafik.3
15
.[Link] SIGNATURE
Bentuk pahat yang bervariasi menentukan tool life dan hasil akhir permukaan benda
kerja . Sudut - sudut yang terdapat mata pahat disebut sudut utama pahat dan komposisinya
disebut juga sebagai geometri pahat . Susunan sudut sudut utama dan jari-jari mata potong
Tool Signature dari single point tool biaanya terdiri dari 7 elemen yaitu :
Pada tabel 3. akan diperlihatakan Hubungan Antara kecepatan potong dan umur pahat
untuk beberapa jenis bahan dan kondisi [Link] tabel ini akan diperlihatkan jenis pahat
yang digunakan untuk pemotongan , apakah yang digunakan jenis pahat HSS ataupun
Carbida. Kemudian pemilihan jenis dari tool signature menggunakan jenis nomor yang telah
ditentukan . Kemudiaan Pemilihan Bahan benda kerja yang digunakan sesuai dengan urutan
nomor jenisnya yang sesuai dengan kondisi potong Depth Of cut ataupun Feednya.
10
Tabel.3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur Pahat Untuk Beberapa
11
BAB.3
METODE PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian akan dilakukan survey pembelian material besi cor dan survey
pembeliaan pahat potong Carbide ditempat penjualan material dan juga ditempat penjualan
pahat potong Carbide yang ada dikota Medan. Kemudian pelaksanaan prakteknya akan
[Link]
b. Diameter poros 20 mm
[Link] Penelitiaan
- Dial Indikator
- Gergaji potong
- Kuas
- Mesin Milling
- Mesin Shaping
12
3.3..Proses Pembuatan benda uji
Benda Uji ( besi cor ) yang berukuran lebi dari 3 x 140 mm dan berdiameter 20 mm ini,
dipotong menjadi 3 bagian . Selanjutnya dilakukan proses pembuatan benda uji dengan
menggunakan mesin perkakas , ( Milling, Shaping, dan Drilling Machine ) hingga diperoleh
bentuk dan ukuran benda uji yang diinginkan .Seluruh proses pembuatan benda uji dilakukan
dengan pekerjaan dingin , sehingga dapat dianggap tidak terjadi perubahan struktur
mikro, deformasi, plastis , ataupun residual stress ( tegangan sisa akibat proses pembuatan).
Kemudiaan pahat potong dari 3 buah ini juga diasah dengan mesin gerinda satu persatu .
Selanjutnya pahat potong yang sudah bias dilakukan pemotongan pada mesin bubut,
kemudian dipasang ditempat kedudukannya dengan menggunakan kunci ring atau pun kunci
pas , selanjutnya benda kerja dipasang pada kedukannya dengan menggunakan alat penyenter
atau pun dial Indikator. Kemudian mesin bubut dihidupkan dengan cara memotong benda
kerja ,usahakan digerakan secara otomatis dan dihidupkan selama 1 jam ataupun 60 detik.
Pada waktu pembubutan secara otomatis kita amati bagaimana keadaan benda kerja dalam
proses pembubutannya , apakah pahat potong masih berfungsi atau pun tidak, jika tidak
maka kita ganti kembali dengan pahat yang baru [Link] kita analisa berapa kali
untuk penggantiaan pahat potong selama 1 jam tersebut dan bagaimana keadaan poros
tersebut apakah halus atau pun kasar, selanjutnya dilaksanakan dilakukan pekerjaan bahan uji
yang kedua seperti pengerjaan yang pertama dengan putaran dan kecepatan yang sama seperti
pekerjaan yang pertama tetapi hanya waktu yang berbeda yaitu dengan waktu 4 jam atau 240
menit. Selanjutnya pekerjaan yang ketiga sama seperti pekerjaan yang pertama dan yang
13
START
[Link] Kegiatan
Benda uji
3.4.1. ( Flow Chart )
Tipe :Besi cor (Baja Carbon S.45 C) bulat
Jumlah = 3 buah
[Link] Carbide
[Link] Sorong
Kecepatan potong ( Vc )
14
[Link]
15
θ + β - δ = 450
Gaya Tangensial ( Ft )
Gaya Gunting ( Fs )
Gaya Resultan ( Fv )
Fv = . Fs . = Fs ……………………………………(Kg)
Ff = Fv Sin β …………………………………………….(Kg)
Gaya normal ( Fn )
Fn = Ff ……………………………………………..(Kg)
tan β
Faktor gesek ( η )
η = tanβ
16
[Link] Pada Zone Deformasi Pertama
Jumlah panas yang timbul pada Zona deformasi pertama adalah Qs dan sebagian dari
( 1- Г ) Qs
∆ts = ----------------------------------
∂ . Cp .V . ac . B
Dimana :
B = Lebar Pemotongan. ( ft )
ac = dept of cut ( mm )
R = Thermal Number
16
ρ . Cp . V . ac
R = --------------------------------------
K
untuk benda kerja ,dia menghasilkan sebuah persamaan yang menyatakan ( bagian dari Qs
dikonduksikan pada benda kerja ) sebagai waktu fungsi yang unik dari R tan Ø.
Gambar .4
17
3.7. Temperatur Pada Zone Deformasi Kedua
0
∆f = Qf . ( c )
ρ . Cp . V . ac . B
Ø max = Ø m + Ø s + Ø0
0
Ø m = Kenaikan Temperatur ( c )
L0 = lf / l0 = lf x rc ao = ac /rc
ac
W0 = Konstanta 0,2
Ø0=Temperaturkamar(27s/d30)0C
[Link] efek dari variasi –variasi lebar dari pemdistribusian sumber panas
heat source yang tidak uniform .Bila kurva ini dipakai,maka Lo dapat diestimasikan dari
keausan pada permukaan pahat tool face dan lebar dari sumber panas heat source dapat
Gambar.5
18
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
==================================================================
Jumlah = Rp 7000.000 ,-
..JADWAL PENELITIAAN
BULAN
5 Penelitian
6 Hasil Penelitian
19
20
[Link] DAN PEMBAHASAN
TABEL 1.1 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja batang
yang difinis dingin untuk poros
S40C ,, 55
S45C ,, 58
S50C ,, 62
S55C ,, 66
Dari tabel 3.1 Koefisien potong K dengan σb = 58 kg/mm2 ,didapat antara 50-60 maka K =
157 Kg/mm2.
21
Bahan benda kerja σb (Kg/cm2) K Bahan benda kerja BHN K
90-100 225
100-110 240
110-120 260
Dari tabel 3. Hubungan Antara Kecepatan potong dan umur pahat untuk beberapa jenis
Signaturenya = 6,12,5,5,10,45
Tabel.3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur Pahat Untuk Beberapa jenis
Bahan dan kondisi Pahat.
22
23
GRAFIK .1
24
[Link] iron 200-250 BHN
0,63
Untuk mencari gaya potong ( Fc ) dapat diketahui dari grafik.2 Komponen gaya potong Fc
vs penampang potong a x s
140
2,88
25
Grafik,2
Untuk mencari Kecepatan potong ( Vc ) dapat diketahui dari grafik [Link] Antara
Kecepatan potong yang dianjurkan dengan gerak makan V60 , V240 ,V480. dan Bahan yang
diambil dari tabel 3.1 .koefisien potong k dimana diambil σb = 50-60 dengan K = 157
kg/mm2 . Dari grafik 3 didapat [Link] Steel up to 50kg/mm2. Dengan pahat potong
CARBIDE TOOLS didapat dari no [Link] tools .
26
Grafik.3
Grafik.3
27
V ( m/menit
0.63
160
•Daya Potong ( Pc )
350 160 m/menit
Pc = Fc x Vc 90 kg x 33 m/menit = 12,4
0,66 HP
4500 4500
•Daya Elektromotor ( Pg )
12,4
Pg = Pc + P idd 0,66 HP + 0,25 Hp = 15,75
1,075 HP
ήmk 0,8
28
•Komponen gaya –gaya ( Ft , Fs ,Fns ,Fv ,Ff,Fn,η )
0
tan θ = rc x Cos δ 0,3 x Cos
Cos860 = 0,31 θ = 17,22
17,720
1- rc x Sin δ 1- 0,[Link]
Sin860 0,97
0
θ + β - δ = 450 16,61
17,220 + β - 860 = 45
β = 4545
0 –0 17,2200 + 8 = 35,780
-17,72 +6
β = 35,78
33,280 0
. Gaya Tangensial ( Ft )
0 0
Ft = Fc tan ( β - δ ) 350 tan ( 35,78–0 –6 8)0 )
kgxx tan(33,28
90 kg
Ft = 47,41
180,3kg
kg
•Gaya Gunting ( Fs )
Fs = 85,96 kg kg
335,39 - 14,12 kgkg== 71,84
– 51,54 283,8kg
kg
29
•Gaya gesek (Ff )
0 220,23
Ff = Fv Sin β = 101,6 kgkgsin
401,35 35,78
. sin 0 Ff = 59,4
33,28 kg kg
•Gaya normal ( Fn )
220,23 kg
Fn = Ff = 59,4 kg = 59,4 220,23
kgkg Fn = 82,5
338,81
kg kg
tan β tan
tan 35,78
33,28
0
0,65
0,72
0
•Faktor gesek ( η )
•Gaya Resultan ( Fv )
Fv = . Fs . = Fs 283,8kg Fv
= 71,84 F v==101,6 kg kg
401,35
Cos (β-δ+θ) Cos 45 0 0,7071
30
Diketahui seperti data-data no.1,diketahui lagi rc = 0,3 , Ff = 674 N , ρ = 7800 kg/m3,
K= 43 J/m0C ,Cp = 0,473 kj/kg0C ,B = 2,5 mm , Lf = 7,5 mm ,ώ0 = 0,24 , θ0 = 28 0C
31
Grafik.4
Maka :
θs = ( 1- Γ ) x Ps = . ( 1-0 ) x 2.044 kkal/det .
3 0 -3 -3
ρ x Cp x a x VxB 7800 kg/m x 473j/kg C x4,548.10 m x 2,66 m/det x2,5.10 m
θf = . Pf = . 0.128 kkal/det .
ρ x Cp x a x V x B 7800 kg/m x 473 j/kg C x 4,548.10 x 2,66 m/det x2,5.10-3m
3 0 -3
111,58 j/det 0C
Dari hasil perhitungan yang telah diselesaikan dengan waktu pekerjaan T= 1 jam =60 menit
dan Gaya potong ( Fc ) = 140 Kg dapat dibuat tabel di bawah ini :
Vc Pc Pg Ft Fs Ff Fns Fv Pm Pf Ps Θs Θf
0 0
m/s (Hp (Hp) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (kal/s) (kal/s) (kal/s) C C
)
T=1 jam 220,
Fc350 kg 2,66 12,4 15,75 180, 283, 23 350 401,3 2172 1280 2044 76,94 4,82
3 8
32
[Link] : Bahan Kerja S 45 C untuk JIS (Standar jepang )
TABEL 1.1 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja batang
S40C ,, 55
S45C ,, 58
S50C ,, 62
S55C ,, 66
33
Dari tabel 3.1 Koefisien potong K dengan σb = 58 kg/mm2 ,didapat antara 50-60 maka K =
157 Kg/mm2.
90-100 225
100-110 240
110-120 260
Dari tabel 3. Hubungan Antara Kecepatan potong dan umur pahat untuk beberapa jenis
Signaturenya = 6,12,5,5,10,45
34
Tabel.3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur Pahat Untuk Beberapa jenis
Bahan dan kondisi Pahat.
35
GRAFIK .1
36
[Link] Iron 200-250 BHN
0,63
Untuk mencari gaya potong ( Fc ) dapat diketahui dari grafik.2 Komponen gaya potong Fc
vs penampang potong a x s
Fc
kg
[Link] Iron 200-250 BHN
350
ap x s mm2
2,88
37
Untuk mencari Kecepatan potong ( Vc ) dapat diketahui dari grafik [Link] Antara
Kecepatan potong yang dianjurkan dengan gerak makan V60 , V240 ,V480. dan Bahan yang
diambil dari tabel 3.1 .koefisien potong k dimana diambil σb = 50-60 dengan K = 157
kg/mm2 . Dari grafik 3 didapat [Link] Steel up to 50kg/mm2. Dengan pahat potong
Carbide didapat dari no [Link] tools .
Grafik.3
Grafik.3
38
V( m/menit )
V(m/menit)
S ( mm/rev )
0,63
190 m/menit
•Daya Potong ( Pc )
Pc = Fc x Vc 350
90kg
90 kgxxx190
kg 29 m/menit
33 m/menit 14,77
m/menit = =0,58 HPHP
HPhh
0,66
4500 4500 Hp
4500
•Daya Elektromotor ( Pg )
Pg = Pc + P idd 14,7HP
0,66
0,58 Hp
HP ++0,25
0,25 Hp
HP == 0,975
1,075 HpHP
18,7 HP
ήmk 0,8
0,8
39
•Komponen gaya –gaya ( Ft , Fs ,Fns ,Fv ,Ff,Fn,η )
0
θ + β - δ = 450 17,22
17,220 + β - 860 = 45
β = 35,78
33,2800
. Gaya Tangensial ( Ft )
Ft = Fc tan ( β - δ )
35090 33,2800 –- 6800 )
kgkg x tan ( 35,78
Ft = 47,41
180,3kg
kg
•Gaya Gunting ( Fs )
Fs = 335,39
85,96 kgkg- 14,12
– 51,54
kgkg== 71,84
283,85kgkg
40
•Gaya gesek (Ff )
0
Ff = Fv Sin β = 101,6 kgkgsin
401,35 35,78
. Sin 0
33,28 Ff=220,23 Kg
Ff = 59,4 kg
•Gaya normal ( Fn )
220,23 Kg 335,56 Kg
Fn = Ff = 59,4 kg = 59,4 kg Fn = 82,5 kg
tan β tan
tan35,78
0
33,280 0,72
•Faktor gesek ( η )
•Gaya Resultan ( Fv )
Fv = . Fs . = Fs 283,8kgkg
= 71,84 Fv =Fv101,6
= 401,35
kg KG
Cos (β-δ+θ) Cos 450 0,7071
0,7071
41
Diketahui sperti data-data no.1,diketahui lagi rc = 0,3 , Ff = 674 N , ρ = 7800 kg/m3,
K= 43 J/m0C ,Cp = 0,473 kj/kg0C ,B = 2,5 mm , Lf = 7,5 mm ,ώ0 = 0,24 , θ0 = 28 0C
42
Grafik.4
Maka :
θs = ( 1- Γ ) x Ps = . ( 1-0 ) x 2,428 kkal/det .
3 0 -3 -3
ρ x Cp x a x VxB 7800 kg/m x 473j/kg C x4,548.10 m x 3,16 m/det x2,5.10 m
θf = . Pf = . 0.152 kkal/det .
ρ x Cp x a x V x B 7800 kg/m x 473 j/kg C x 4,548.10 x 3,16 m/det x2,5.10-3m
3 0 -3
132,55 j/det 0C
Dari hasil perhitungan yang telah diselesaikan dengan waktu pekerjaan T= 4 jam =240 menit
dan Gaya potong ( Fc ) = 350 Kg dapat dibuat tabel di bawah ini :
Vc Pc Pg Ft Fs Ff Fns Fv Pm Pf Ps Θs Θf
0 0
(m/s) (Hp) (Hp (Kg) (Kg) (Kg) (Kg (Kg) (kal/s) (kal/s) (kal/s C C
) )
T=4 jam
Fc=350 kg 3,16 14,77 18,7 180,3 283,8 220,2 350 401, 2580 152,13 2428 76,93 4,82
3
43
[Link] : Bahan Kerja S 45 C untuk JIS (Standar jepang )
TABEL 1.1 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja batang
S40C ,, 55
S45C ,, 58
S50C ,, 62
S55C ,, 66
44
Dari tabel 3.1 Koefisien potong K dengan σb = 58 kg/mm2 ,didapat antara 50-60 maka K =
157 Kg/mm2.
90-100 225
100-110 240
110-120 260
Dari tabel 3. Hubungan Antara Kecepatan potong dan umur pahat untuk beberapa jenis
Signaturenya = 8,14,6,6,6,15,3/64
45
Tabel.3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur Pahat Untuk Beberapa jenis
Bahan dan kondisi Pahat.
46
GRAFIK .1
47
0,63
Untuk mencari gaya potong ( Fc ) dapat diketahui dari grafik.2 Komponen gaya potong Fc
vs penampang potong a x s
Grafik,2
48
350
2,88
Untuk mencari Kecepatan potong ( Vc ) dapat diketahui dari grafik [Link] Antara
Kecepatan potong yang dianjurkan dengan gerak makan V60 , V240 ,V480. dan Bahan yang
diambil dari tabel 3.1 .koefisien potong k dimana diambil σb = 50-60 dengan K = 157
kg/mm2 . Dari grafik 3 didapat [Link] Steel up to 50kg/mm2. Dengan pahat potong HSS
18-4-1 didapat dari no [Link] tools .
49
Grafik.3
Grafik.3
50
m/menit
230
0,63
230 m/menit
•Daya Potong ( Pc )
Pc = Fc x Vc 90
350
kgkgx x33
230 m/menit =
m/menit = 17,88
0,66HP
HP
4500 4500
4500
•Daya Elektromotor ( Pg )
Pg = Pc + P idd 0,66
0,96 HP
HP ++0,25
0,25 Hp
HP == 22,6
1,075HPHP
ήmk 0,8
0,8
51
•Komponen gaya –gaya ( Ft , Fs ,Fns ,Fv ,Ff,Fn,η )
θ + β - δ = 450 17,220 + β - 80 = 45
β = 35,780
. Gaya Tangensial ( Ft )
0 0
Ft = Fc tan ( β - δ ) 90 350
kg xkg tan
x tan(33,28 – 8)0 )
( 35,780)-6
Ft = 47,41 kg
180,3 Kg
•Gaya Gunting ( Fs )
Fs = Fc Cos θ – Ft Sin θ = 90 kg
350Cos
Kg . 17,22 0 – 47,71
Cos 16,61 – 180,3
kgSin 16,61
Sin 17,220
Fs = 335,39
85,96 kg Kg - 51,54
- 14,12 kgKg==71,84
283,8kg
Kg
52
•Gaya gesek (Ff )
0
401,35
Ff = Fv Sin β = 101,6 Kg . Sin
kg sin 33,28
35,78 0 Ff220,23
= 59,4Kg kg
•Gaya normal ( Fn )
220,23 Kg = 335,56 Kg
Fn = Ff = 59,4 kg = 59,4 kg Fn = 82,5 kg
tan β tan
Tan35,78
0
33,280 0,72
•Faktor gesek ( η )
•Gaya Resultan ( Fv )
53
Diketahui sperti data-data no.1,diketahui lagi rc = 0,3 , Ff = 674 N , ρ = 7800 kg/m3,
K= 43 J/m0C ,Cp = 0,473 kj/kg0C ,B = 2,5 mm , Lf = 7,5 mm ,ώ0 = 0,24 , θ0 = 28 0C
54
Grafik.4
Maka :
θs = ( 1- Γ ) x Ps = . ( 1-0 ) x 2,943 kkal/det .
3 0 -3 -3
ρ x Cp x a x VxB 7800 kg/m x 473j/kg C x4,548.10 m x 3.83 m/det x2,5.10 m
θf = . Pf = . 0.038 kkal/det .
ρ x Cp x a x V x B 7800 kg/m x 473 j/kg C x 4,548.10 x 0,8 m/det x2,5.10-3m
3 0 -3
160,66 j/det 0C
Dari hasil perhitungan yang telah diselesaikan dengan waktu pekerjaan T= 4 jam =240 menit
dan Gaya potong ( Fc ) = 90 Kg dapat dibuat tabel di bawah ini :
Vc Pc Pg Ft Fs Ff Fns Fv Pm Pf Ps Θs Θf
0 0
( m/s) (Hp) (Hp (Kg) (Kg) (Kg) (Kg (Kg) (kal/ (kal/s) (kal/s) C C
) ) s)
T=8 jam
Fc350 kg 3,83 17,88 22,6 180,3 283,85 220,3 350 401,3 312 184,38 2943,4 73,28 4,83
5 7
55
Dari hasil perhitungan yang telah diselesaikan dengan waktu pekerjaan T= 1 jam =60 menit
dengan V= 29 m/menit, T= 4 Jam = 240 menit dengan V= 33 m/menit ,T= 8 jam =480 menit
dengan V = 48 m/menit Gaya potong ( Fc ) = 350 Kg dapat dibuat tabel di bawah ini :
Waktu Vc Pc Pg Ft Fs Ff Fns Fv Pm Pf Ps Θs Θf
0 0
Pelaksana (Hp) (Hp) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (kal/s) (kal/s) (kal/s) C C
(m/s)
T=1 jam 4,82
Fc350 kg 2,66 12,4 0,97 15,7 180, 220 350 401 102 2172 128 76,94
T=4 jam
Fc350 kg 3,16 14,77 1,07 18,7 180 220 350 401 116 2580 152 76,93 4,82
T=8 jam
Fc350 kg 3,83 17,88 1,45 22,6 180 220 350 401 169 3127 184 73,28 4,83
KESIMPULAN
Daya Elektromotor ( Pg ) = 15,75 Hp Panas yang timbul karena gesekan(Pf) = 128 kal/s
Gaya Tangensial ( Ft ) = 180,3 kg Panas timbul karena gaya gunting (Ps)= 2044 kal/s
Gaya Gunting (Fs) = 283,8 kg Kenaikan Temperatur pada Zone I(θs)= 76,94 0C
Daya Elektromotor ( Pg ) = 18,7 Hp Panas yang timbul karena gesekan(Pf) = 152 kal/s
Gaya Tangensial ( Ft ) = 180,3 kg Panas timbul karena gaya gunting (Ps)= 2428 kal/s
Gaya Gunting (Fs) = 283,85 kg Kenaikan Temperatur pada Zone I(θs)= 76,93 0C
56
Gaya gesek ( Ff ) = 220,3 kg Kenaikan Temperatur pada Zone II(θf)= 4,82 0C
Daya Elektromotor ( Pg ) = 22,6 Hp Panas yang timbul karena gesekan(Pf) = 184,38 kal/s
Gaya Gunting (Fs) = 283,85 kg Kenaikan Temperatur pada Zone I(θs)= 73,28 0C
Saran
Saran yang dapat diberikan sehubungan dengan kesesuaian judul: Implementasi Anlisa
Perhitungan Pahat Potong Carbide (T64 ) dengan Material Baja Carbon S45C Pada Mesin
Bubut Universal sebagai Berikut :
[Link] Variasi penelitiaan jenis jenis pahat potong dapat diterapkan untuk memperoleh
. hasil analisa perhitungan yang sesuai dengan kondisi dunia Industri.
[Link] mendapatkan hasil analisa perhitungan yang akurat ,diperlukan ketelitian membaca .
. gambar pada diagram yang diteliti.
57
DAFTAR PUSTAKA
[Link],Jakarta.
[Link] dan Kiyokatsu Suga,( 1983 )’’Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin ’’
PT,Pradnya Paramita,Jakarta.
POTONG HSS DAN BENDA UJI BAJA KARBON S45 C DENGAN WAKTU 4 JAM
Saintek,Volume 1 Nomor 2.
[Link],[Link] ( 1970 )’’ Metal Cutting Theory and Cutting Tool Design ’’
58
LAMPIRAN
59
Gambar pelaksanaan pembubutan di laboratorium Proses Produksi STTH
60
Gambar pemotongan besicor
61