0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan70 halaman

Analisa Cutting Tool Carbide S 45C

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan70 halaman

Analisa Cutting Tool Carbide S 45C

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: [Link]

net/publication/327574031

ANALISA CUTTING TOOL CARBIDE DENGAN MATERIAL S 45C PADA MESIN


BUBUT UNIVERSAL

Research · June 2016


DOI: 10.13140/RG.2.2.19045.65763

CITATIONS READS

0 139

3 authors, including:

Junaidi Jn Weriono Weriono


Universitas Harapan Medan ,Indonesia Sekolah tinggi teknologi pekanbaru
132 PUBLICATIONS 345 CITATIONS 2 PUBLICATIONS 0 CITATIONS

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Optimasi pemanfaatan limbah buah salak sebagai bahan bakar alternatif bioetanol View project

Analisa Pahat View project

All content following this page was uploaded by Junaidi Jn on 11 September 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


0
IMPLEMENTASI ANALISA CUTTING TOOL CARBIDE DENGAN
MATERIAL S 45C PADA MESIN BUBUT UNIVERSAL

LAPORAN PENELITIAN

Oleh :

[Link],Spd,MM,MT. NIDN : 0103036301

[Link] ,MT. NIDN : 0124095001

[Link],MT NIDN : 0119107502

JURUSAN TEKNIK MESIN

SEKOLAH TINGGI TEKNIK HARAPAN


MEDAN

2016

1
2
3
DAFTAR ISI

Halaman

Cover ……………………………………………………….………………………………...i

Pengesahan Proposal Penelitian …………………….…….………………………………….ii

Halaman Pembayaran ………………………………….….…………………………………iii

Daftar Isi …………………………………………………..…………………………………iv

[Link]………………………..…………………………………………..1

[Link] Belakang …….………………………………....……………..……………...1

[Link] Masalah ………………………………………………………………...2

[Link] Masalah …………………………………………………...….……………3

[Link] Penelitian ………………………………………………...………………... 3

[Link] Penelitiaan ………….……………………………………...……………..4

[Link] Penulisan …………………………………………………..………….4

[Link] TEORI …………………………………………………………………6

[Link] Pustaka ……………………………………………………...……………6

[Link] Potong dan Kecepatan potong ……………………………………...………..7

[Link] Signature ..…………………………………………………………..……….12

[Link] PENELITIAAN ……………………………………………………..…..14

[Link] dan Tempat Penelitiaan…...……………………………………..………...14

[Link] dan Alat ………………………………………………………..………….14

[Link] …………………………………………………………..……………..14

[Link] Penelitiaan ………………………………………………………..……...14

[Link] Pembuatan Benda Uji...………………………………………..…………. 15

[Link] Kegiatan…...……………..………………………………………….. 16

[Link] Chart ……………………………………………………..……………..16

[Link] Data ……………………………………………………………………..17

4
[Link]-rumus Analisa Pemotongan Benda Kerja ………………………..…...17

[Link] Gaya- gaya Potong………………………………………………..…...17

[Link] Pada Zone Deformasi Pertama…………………………………….....19

[Link] Pada Zone Deformasi Kedua …………………………………..…….21

.BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ……………………………………………………22

.Anggaran Biaya …………………………….…………………………………...…22

.Jadwal Penelitiaan ……………….……………………………………………...…22

[Link] DAN PEMBAHASAN

[Link] Pengujian Analisa Perhitungan ………………………….……..…………23

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………..………………………...61

LAMPIRAN

5
[Link]

[Link] Belakang

Dalam proses pemotongan ,pahat potong bergerak relatif terhadap benda kerja dan

membuang ( memisahkan) sebagian dari material benda kerja,yang lazim disebut tatal (chip ).

Bagian dari pahat potong yang makan kedalam material benda kerja disebut elemen

pemotongan ( cutting element ) dari pahat. Proses bubut adalah proses permesinan untuk

menghasilkan bagian - bagian mesin pada umumnya berbentuk silindris. Prinsip dasarnya

adalah proses permesinan permukaan luar dandalam silindris seperti poros ,lubang/bor, ulir,

dan tirus . Dalam permesinan poros berfungsi untuk mentrasmisikan daya dan putaran ,sesuai

dengan fungsinya poros dirancang agar kuat dan kokoh dalam menerima beban yang

ditanggungnya ,poros mempunyai kekuatan dan kekerasan sehingga material yang digunakan

poros dibuat dari baja karbon S 45 C. Pada umumnya proses pembuatan poros dikerjakan

pada mesin bubut,menggunakan pahat /perkakas potong terhadap benda kerja yang berputar .

Perkakas potong ( cutting tool ) adalah bagian yang paling kritis dari suatu

proses pemesinan. Material, parameter dan geometri dari perkakas potong serta gaya

pemotongan akan menentukan suatu proses pemesinan dan akan mempengaruhi kekuatan

pahat / perkakas potong tersebut. Dalam proses pemesinan yang sering mengalami

penggantian adalah pahat . Pahat merupakan komponen produksi yang dapat habis dan

harganya relatif [Link] akan mengalami keausan setelah digunakan untuk pemotongan .

Semangkin besar keausan pahat maka kondisi pahat akan semangkin kritis .Jika pahat terus

digunakan maka keausan pahat akan semangkin cepat ,dan pada suatu saat ujung pahat sama

sekali akan rusak . Kerusakan fatal harus dihindari terjadi pada pahat,mesin perkakas,benda

kerja , dan dapat membahayakan operator , serta mempengaruhi besar pada toleransi

geometrik dan kualitas [Link] dasarnya keausan akan menentukan batasan kekuatan

6
pahat Pemilihan bentuk/jenis pahat , material benda kerja dan kondisi pemotongan yang tidak

tepat akan berpengaruh terhadap kekuatan pahat tersebut. Oleh karena itu perlu

diketahui pengaruh jenis pahat potong , material benda kerja , dan kondisi pemotongan

( kecepatan potong , kedalaman potong dan gerak makan ) terhadap keausan pahat bubut .

Kecepatan potong ( cutting speed ) tidak dapat dipilih sembarangan ,bila kecepatan potong

rendah akan memakan waktu dalam mengerjakannya .Bila kecepatan terlalu tinggi pahat akan

kehilangan kekerasan ( karena panas ) , pahat cepat aus,dan umur pahat pendek pahat harus

diganti dengan yang baru , oleh sebab itu kecepatan potong , potong dan kedalaman

pemakaman harus ditentukan sesuai dengan yang baru,oleh sebab itu kecepatan potong, dan

kedalaman pemakaman harus ditentukan sesuai dengan dengan dimensi karakter benda kerja.

[Link]

Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas, maka perumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Bagaimana mengetahui pahat dan material yang digunakan yang berhubungan

dengan rumus perhitungan ?

2. Bagaimana cara memilih rumus perhitungan pahat potong dan material tersebut?

3. Bagaimana agar perhitungan pahat potong dan material tersebut dapat selesai secara

Tepat dan akurat?

7
1.3. Batasan Masalah

Agar penelitian ini fokus dan tidak melebar , maka masalah yang dibatasi adalah :

1. Buku pedoman sebagai pengetahuaan.

2. Sebuah mesin bubut dengan nomor mesin 837 N BC 87087

3. Material yang digunakan adalah , besi cor ( baja carbon S45 C )

3. Tool Signature dari Tabel. 3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur

4. \Pahat Untuk Beberapa jenis Bahan dan kondisi Pahat.

5. Menggunakan Pahat CARBIDE

6. Gaya yang dicari adalah gaya Potong didapat dari uraian tool signature dan grafik 2.

Tahanan potong Spesifik Ks Makan S.

7. Kecepatan potong didapat dari uraian tool signature dengan grafik 3 Hubungan Antara

Kecepatan potong yang dianjurkan dengan gerak makan.

8. Daya potong hasil uraiaan perumusan Daya dengan gaya potong didapat dari grafik .

9. Perhitungan Gaya-gaya ,yang didapat dari uraian rumus statika.

10. Menghitung Temperatur pada Zone deformasi 1.

11. Menghitung Temperatur pada Zone deformasi 2.

[Link] penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa perhitungan pahat potong yaitu

kecepatan potong , gaya - gaya potong , daya potong , daya elektromotor , kenaikan

temperatur pada zone 1 dan zone 2,pada pembubutan antara pahat potong CARBIDE ,

pada proses pembubutan besi cor ( baja karbon S 45C ). Manfaat dari penelitian ini dapat

diketahui seberapa besar pengaruh variasi kecepatan potong (cutting Speed ) terhadap umur

pahat CARBIDE dan mengetahui laju keausan serta menentukan variasi gerak pemotongan

(Feed )dan kedalaman pemotongan (depth of cut )optimal untuk proses pembubutan besi cor

(baja Karbon S45C). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan

metodologi eksperimental , yaitu dengan melakukan survey pahat potong HSS dengan

8
material besi cor ( baja Carbon S 45 C ) di penjualan Material medan, .

1.5. Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini penulis dapat menambah pengetahuan akademik tentang mesin bubut

yaitu mengetahui analisa perhitungan pahat potong dan materialnya dan optimasi proses mesin

bubut. Manfaat lain dari penulisan penelitian ini adalah tercipta sebuah desain sistem

pengetahuaan analisa perhitungan pada mesin bubut yang dapat dipertanggungjawabkan secara

ilmiah, selanjutnya dapat dilakukan penelitian eksperimental lebih lanjut.

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika laporan tugas akhir ini memuat tentang isi bab -bab yang dapat diuraikan

sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat

penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisi tentang teori - teori yang diambil dari buku - buku yang

dipakai untuk kelancaran penelitian ini.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN


Pada bab ini berisi tentang diagram alur penelitian, pembuatan spesimen, mesin
yang digunakan, pembubutan spesiman.

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini berisi tentang data hasil penelitian dan berisi tentang pembahasan dari

data hasil penelitian.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian ini dan saran-saran yang

mungkin bisa bermanfaat bagi para pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
Berisi tentang buku-buku yang dijadikan referensi dalam pelaksanaan penelitian ini.

LAMPIRAN Berisi tentang lampiran-lampiran yang berhubungandengan penelitian ini

9
BAB.2
LANDASAN TEORI
2.1. Tinjauan Pustaka

Marsyahyo ( 2003 ), menyatakan bahwa proses permesinan merupakan suatu

proses untuk menciptakan produk melalui tahapan – tahapan dari bahan baku untuk

diubah atau diproses dengan cara – cara tertentu secara urut dan sistematis untuk

menghasilkan suatu produk yang berfungsi. Suatu komponen mesin mempunyaikarakteristik

geometri yang ideal apabila komponen tersebut sesuai dengan apa yang kita kehendaki,

mempunyai ukuran atau dimensi yang tepat, bentuk yang sempurna, dan permukaan yang halus.

Dalam praktek tidaklah mungkin kita membuat suatu komponen dengan karakteristik

geometri yang ideal. Suatu hal yang tidak dapat kita hindari adalah terjadi penyimpangan –

penyimpangan selama proses pembuatan, sehingga akhirnya produk tidak mempunyai geometri

yang ideal. Faktor - faktor penyimpangan didalam roses pemotongan logam yaitu :

penyetelan mesin perkakas, metode pengukuran, gerakan dari mesin perkakas, keausan dari

pahat, temperatur, dan gaya-gaya pemotongan.

Rochim ( 2003 ), menyatakan bahwa keausan pahat dipengaruhi geometri pahat, selain itu

juga dipengaruhi oleh semua faktor yang berkaitan dengan proses permesinan, antara lain : jenis

material benda kerja dan pahat, kondisi pemotongan ( kecepatan potong , kedalaman

pemotongan, dan gerak makan), cairan pendingin, dan jenis proses permesinan.

Sewaktu pemotongan berlangsung, temperatur yang tinggi akan terjadi pada mata

pahat. Panas ini sebagian akan mengalir ke geram, ke benda kerja dan ke pahat. Demikian

pula panas yang terjadi akibat gesekan pada sistem transmisi daya dari mesin perkakas

( roda gigi ) akan merambat ke komponen - komponen sehingga akan terjadi perbedaan

temperatur atau pemuaian antara bagian - bagian mesin tidak sama rata, akibatnya akan

terjadi deformasi. Kemungkinan sumbu spindle dari mesin bubut menjadi tidak sejajar

dengan mejanya ataupun terjadi perubahan tingginya. Meskipun deformasi ini kecil tapi

10
harus kita perhitungkan jika ingin membuat produk yang ideal. Oleh karena itu untuk

mengurangi kesalahan geometris akibat dari deformasi karena temperatur ini , biasanya

dilakukan pemanasan mesin terlebih dahulu sebelum mulai produksi.

Kekuatan dan kekakuan dari mesin perkakas maupun benda kerja adalah sangat

penting untuk mengurangi deformasi yang diakibatkan oleh gaya-gaya yang terjadi sewaktu

pemotongan. Lenturan yang terjadi pada benda kerja ataupun bagian-bagian mesin lainnya

akan mengurangi ketelitian dari produk.

[Link] Potong dan Kecepatan potong

Dalam proses bubut , terdapat gaya pemotongan (cutting force) ,yaitu gaya radial ( gaya

pada kedalaman potong ) , Gaya tangesial ( gaya pada kecepatan potong ) dan gaya

longitudinal ( gaya pemakaman ).Faktor yang mempengaruhi gaya potong diantaranya yaitu

kedalaman pemotongan ( dept of cut ) , gerak pemakaman ( feed rate ), dan kecepatan

potong ( cutting speed ) , gaya -gaya yang bekerja dapat pula ditentukan dengan perumusan

empirik diantaranya gaya potong spesifik .Gaya potong spesifik (ks) adalah banyaknya gaya

atau energi yang dibutuhkan untuk memindahkan satu unit volume dari logam disebut gaya

potong spesifik atau energi pemotongan spesifik (Spesifik cutting Energy .Hubungan gaya

potong spesifik dengan bahan benda kerja dan kekuatan tarik dapat dilihat pada Tabel .1 .

Tabel [Link] potong Spesifik (Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.66)

2
Bahan benda σb (Kg/mm ) Ks Bahan benda BHN Ks
kerja kerja

Baja 30-40 132 Besi tuang 140-160 81


40-50 145 160-180 86
50-60 157 180-200 92
60-70 170 200-220 98
70-80 191 220-240 104
80-90 200 240-260 108
90-100 225
100-110 240
110-120 260

11
Dari tabel 1 diatas ,dapat kita perlihatkan hubungan bahan benda kerja dengan kekuatan tarik

(σb ) erat kaitannya dengan gaya potong Spesifik ( K s ).Dari kekuatan tarik (σb ) erat

kaitannya dengan baja karbon . Baja karbon yang sejenisnya diberi lambang dari setiap

jenisnya yang berhubungan langsung dengan Standar dan macam ,perlakuan panas dan

kekuatan tarik seperti terlihat pada tabel 2 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja

batang yang difinis dingin untuk poros.

Tabel 2 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja batang yang difinis dingin untuk poros.

Standar d an Lambang Perlakuan Kekuatan Keterangan


macam Panas tarik
2
(Kg/mm )
Baja karbon S30C Penormalan 48
kontruksi mesin S35C ,, 52
( JIS G 4501 ) S40C ,, 55
S45C ,, 58
S50C ,, 62
S55C ,, 66
Batang baja yang S 35 C-D 55 Ditarik dingin,
difinis dingin S 45 C-D 60 digerinda,di-
S 55 C-D 72 bubut,atau ga
bungan antara
hal-hal tersebut
Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin:Sularo,hal.3

Bentuk dan ukuran penampang potong sangat mempengaruhi gaya potong spesifik

(ks) , maupun gaya potong utama Fz. Gaya potong Spesifik akan turun dengan adanya

kenaikkan penampang potong ( lihat gambar grafik 1).Harga Ks juga akan dipengaruhi

sedikit oleh adanya kenaikan perbandingan kedalaman potong ,a,terhadap gerak makanS.

12
Grafik.1

(Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.227)

Grafik..[Link] potong Spesifik ks Vs .Makan s

Gaya potong Fz akan dipengaruhi sedikit dengan perkalian antara kenaikan perbandingan

potong dengan besarnya pemakaman ( S ) seperti terlihat pada grafik .2 Komponen

gaya potong Fz vs Penampang potong axs

13
Grafik.2

(Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.228 )

Kecepatan potong hanya sedikit mempengaruhi gaya gaya pemotong an .Pada kecepatan

potong dibawah 75 m/menit maka gaya gaya pemotongan akan turun dengan makin naiknya

kecepatan potong dan kemudian konstan apabila kecepatan telah berada diatas 75 m/menit

.Inilah sebabnya mengapa pada perkakas dari karbida,gaya-gaya pemotongannya konstan

,tidak dipengaruhi oleh kecepatan [Link] antara kecepatan potong dengan gerak

makan S untuk umur pahat 60 menit ,240 menit dan 480 menit ditunjukan pada grafik 3.

14
Grafik.3

(Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.231)

15
.[Link] SIGNATURE

Bentuk pahat yang bervariasi menentukan tool life dan hasil akhir permukaan benda

kerja . Sudut - sudut yang terdapat mata pahat disebut sudut utama pahat dan komposisinya

disebut juga sebagai geometri pahat . Susunan sudut sudut utama dan jari-jari mata potong

disebut tool signature.

Tool Signature dari single point tool biaanya terdiri dari 7 elemen yaitu :

[Link] rake angle (sudut rek belakang ).

[Link] rake angle (sudut potong sisi )

[Link] relief angle (sudut bebas ujung )

[Link] relief angle (sudut bebas sisi)

[Link] cutting edge angle (sudut mata potong ujung )

[Link] cutting redge angle ( sudut mata potong sisi )

[Link] radius ( jari-jari hidung )

Pada tabel 3. akan diperlihatakan Hubungan Antara kecepatan potong dan umur pahat

untuk beberapa jenis bahan dan kondisi [Link] tabel ini akan diperlihatkan jenis pahat

yang digunakan untuk pemotongan , apakah yang digunakan jenis pahat HSS ataupun

Carbida. Kemudian pemilihan jenis dari tool signature menggunakan jenis nomor yang telah

ditentukan . Kemudiaan Pemilihan Bahan benda kerja yang digunakan sesuai dengan urutan

nomor jenisnya yang sesuai dengan kondisi potong Depth Of cut ataupun Feednya.

Selanjutnya dapat diketahu putarannya.

10
Tabel.3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur Pahat Untuk Beberapa

jenis Bahan dan kondisi Pahat

(Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.74)

11
BAB.3

METODE PENELITIAN

[Link] dan Tempat Penelitian

Pelaksanaan penelitian akan dilakukan survey pembelian material besi cor dan survey

pembeliaan pahat potong Carbide ditempat penjualan material dan juga ditempat penjualan

pahat potong Carbide yang ada dikota Medan. Kemudian pelaksanaan prakteknya akan

dilaksanakan dilaboratorium proses produksi STT Harapan Medan .Waktu pelaksanaan

Desember 2015 Sampai dengan akhir Februari 2015.

[Link] dan Alat Penelitiaan

[Link]

a. Material besi cor panjang 3 x 140 mm

b. Diameter poros 20 mm

c. Water Colling 1 botol ( 0,5 liter )

d. Pahat potong CARBIDE 3 buah

[Link] Penelitiaan

-Mesin Bubut Universal - Mesin Drilling

- Jangka Sorong - Mesin Gerinda

- Dial Indikator

- Gergaji potong

- Kunci ring ( Standar )

- Kunci pas ( Standar )

- Kuas

- Alat Penyenter poros bubutan

- Mesin Milling

- Mesin Shaping

12
3.3..Proses Pembuatan benda uji

Benda Uji ( besi cor ) yang berukuran lebi dari 3 x 140 mm dan berdiameter 20 mm ini,

dipotong menjadi 3 bagian . Selanjutnya dilakukan proses pembuatan benda uji dengan

menggunakan mesin perkakas , ( Milling, Shaping, dan Drilling Machine ) hingga diperoleh

bentuk dan ukuran benda uji yang diinginkan .Seluruh proses pembuatan benda uji dilakukan

dengan pekerjaan dingin , sehingga dapat dianggap tidak terjadi perubahan struktur

mikro, deformasi, plastis , ataupun residual stress ( tegangan sisa akibat proses pembuatan).

Kemudiaan pahat potong dari 3 buah ini juga diasah dengan mesin gerinda satu persatu .

Selanjutnya pahat potong yang sudah bias dilakukan pemotongan pada mesin bubut,

kemudian dipasang ditempat kedudukannya dengan menggunakan kunci ring atau pun kunci

pas , selanjutnya benda kerja dipasang pada kedukannya dengan menggunakan alat penyenter

atau pun dial Indikator. Kemudian mesin bubut dihidupkan dengan cara memotong benda

kerja ,usahakan digerakan secara otomatis dan dihidupkan selama 1 jam ataupun 60 detik.

Pada waktu pembubutan secara otomatis kita amati bagaimana keadaan benda kerja dalam

proses pembubutannya , apakah pahat potong masih berfungsi atau pun tidak, jika tidak

maka kita ganti kembali dengan pahat yang baru [Link] kita analisa berapa kali

untuk penggantiaan pahat potong selama 1 jam tersebut dan bagaimana keadaan poros

tersebut apakah halus atau pun kasar, selanjutnya dilaksanakan dilakukan pekerjaan bahan uji

yang kedua seperti pengerjaan yang pertama dengan putaran dan kecepatan yang sama seperti

pekerjaan yang pertama tetapi hanya waktu yang berbeda yaitu dengan waktu 4 jam atau 240

menit. Selanjutnya pekerjaan yang ketiga sama seperti pekerjaan yang pertama dan yang

kedua hanya waktunya 8 jam atau 480 menit.

13
START

[Link] Kegiatan
Benda uji
3.4.1. ( Flow Chart )
Tipe :Besi cor (Baja Carbon S.45 C) bulat

Dimensi : panjang =140 mm,diameter = 20 mm

Jumlah = 3 buah

[Link] hubungan benda kerja dengan kekuatan tarik.τb


A lat Uji
erat kaitannya dengan gaya potong Spesifik ( Ks ).Tabel 1dan 2
[Link] bubut Universal

[Link] Carbide

[Link] Sorong

[Link] Indikator Tool Signature

Proses Pembubutan [Link] dari Grafik 1

[Link] Potong dari Grafik

Kecepatan potong ( Vc )

Dengan Umur Pahat :


T = 1 Jam = 60 Menit ,T = 4 Jam = 240 menit

T = 8 Jam = 480 Menit

Hasil dan [Link] Potong ( Hp )


Kesimpulan [Link] Indikasi (Hp )
[Link] – Gaya ( Kg )
3

Temperatur Pada Zone Deformasi 1

Temperatur Pada Zone Deformasi 2

14
[Link]

[Link]-rumus Analisa pemotongan Benda Kerja

Pc = Fc x Vc dimana: Fc = Gaya potong (kg)


4500 Pc = Daya potong (Hp)
Vc = Kecepatan potong (m/menit)

Pg = Pc + P idd dimana : Pg = Daya Elektromotor (Hp )

ηmk ηmk =Hasil guna mekanis (%)

Pidd =Daya Indikasi (Hp )

tan θ = rc x Cos δ dimana :

1- rc x Sin δ rc = cutting ratio 0,3

δ = didapat dari tool signature.

[Link] Gaya-gaya potong


(Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.60)

[Link] gaya Pada Pemotongan Lurus

15
θ + β - δ = 450

Gaya Tangensial ( Ft )

Ft = Fc tan ( β - δ )…………………. (Kg)

Gaya Gunting ( Fs )

Fs = Fc Cos θ – Ft Sin θ ……………………….(Kg)

Gaya normal pada bidang gunting ( Fns)

Fns = Fc tan ( β – δ + θ ) = Fc tan 450 ……………………………(Kg)

Gaya Resultan ( Fv )

Fv = . Fs . = Fs ……………………………………(Kg)

Cos (β-δ+θ) Cos 450

Gaya gesek (Ff )

Ff = Fv Sin β …………………………………………….(Kg)

Gaya normal ( Fn )

Fn = Ff ……………………………………………..(Kg)

tan β

Faktor gesek ( η )

η = tanβ

16
[Link] Pada Zone Deformasi Pertama

Gambar.2 Sumber panas pada pemotongan lurus


(Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.151)

Jumlah panas yang timbul pada Zona deformasi pertama adalah Qs dan sebagian dari

panas ini yaitu Г ( baca gamma ) dikonduksikan pada benda kerja .

Jumlah ( 1 – Г )Qs ditransformasikan bersama chip ,jadi kenaikan temperature rata-rata

dari material melalui zona deformasi pertama adalah :

( 1- Г ) Qs

∆ts = ----------------------------------

∂ . Cp .V . ac . B

Dimana :

B = Lebar Pemotongan. ( ft )

ac = dept of cut ( mm )

Cp = Specifik Heat ( Joule/kg 0C

Г = Bagian dari panas

Г = Dari Grafik dengan terlebih dahulu dicari harga R tan Ø

R = Thermal Number

16
ρ . Cp . V . ac

R = --------------------------------------
K

K = Konduktivitas panas ( Joule/m C )

ρ = Berat jenis bahan ( kg/m3 )

Wemer sanggup menyelesaikan persaan ini termasuk menentukan syarat-syarat batas

untuk benda kerja ,dia menghasilkan sebuah persamaan yang menyatakan ( bagian dari Qs

dikonduksikan pada benda kerja ) sebagai waktu fungsi yang unik dari R tan Ø.

Ø = Sudut Gunting ( Shear angle )

Gambar .4

(Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.161)

17
3.7. Temperatur Pada Zone Deformasi Kedua
0
∆f = Qf . ( c )

ρ . Cp . V . ac . B

Temperatur Maximum ( Ø max )

Ø max = Ø m + Ø s + Ø0
0
Ø m = Kenaikan Temperatur ( c )

Ø m = Didapat dengan mengetahui lf/lo dan W0

L0 = Panjang sumber panas

L0 = lf / l0 = lf x rc ao = ac /rc

ac

W0 = Konstanta 0,2

Ø0=Temperaturkamar(27s/d30)0C

[Link] efek dari variasi –variasi lebar dari pemdistribusian sumber panas

heat source yang tidak uniform .Bila kurva ini dipakai,maka Lo dapat diestimasikan dari

keausan pada permukaan pahat tool face dan lebar dari sumber panas heat source dapat

diestimasikan dari sebuah foto micrograf dari penampang chip………………………………

Gambar.5

(Dasar-dasar Perancangan Perkakas:Syamsir [Link],hal.163)

18
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

[Link] Besicor 2 batang ukuraran 600 mm@ Rp 500.000,- = Rp 1000.000,-

[Link] Potong carbide 3 Buah @ Rp 300.000 = Rp. 900.000,-

[Link] ketikan + Cover = Rp. 500.000,-

[Link] Colling 2 botol @ Rp 50.000,- = Rp. 100.000.-

[Link] selama 3 hari 3 x Rp100.000,- = Rp 300.000,-

[Link] tempat = Rp1000.000,-

[Link] Transport 3 Orang peneliti @Rp,500.000,- = Rp 1500.000,-

[Link] tak terduga = Rp 800.000.-

==================================================================

Jumlah = Rp 7000.000 ,-

Terbilang: Tujuh Juta Rupiah

..JADWAL PENELITIAAN

BULAN

NO KEGIATAN DESEMBER JANUARI PEBRUARI

1 Pembuatan Judul Penelitian

2 Survey buku pustakaan

3 Pembuatan Profosal Penelitian

4 Survey bahan/Tempat Penelitian

5 Penelitian

6 Hasil Penelitian

19
20
[Link] DAN PEMBAHASAN

[Link] Pengujian Analisa Perhitungan

[Link] : Bahan Kerja S 45 C untuk JIS (Standar jepang )

AISI 1045 atau Steel SAE 1045 CD ( Standar Amerika ).

Pahat potong CARBIDE ( Standar Amerika )

TABEL 1.1 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja batang
yang difinis dingin untuk poros

Standar d an Lambang Perlakuan Kekuatan Keterangan


macam tarik
Panas (Kg/mm2)

Baja karbon S30C Penormalan 48


kontruksi mesin
( JIS G 4501 ) S35C ,, 52

S40C ,, 55

S45C ,, 58

S50C ,, 62

S55C ,, 66

Batang baja yang S 35 C-D 55 Ditarik dingin,


difinis dingin digerinda,di-
S 45 C-D 60 bubut,atau ga
bungan antara
S 55 C-D 72
hal-hal tersebut

Dari tabel 3.1 Koefisien potong K dengan σb = 58 kg/mm2 ,didapat antara 50-60 maka K =
157 Kg/mm2.

21
Bahan benda kerja σb (Kg/cm2) K Bahan benda kerja BHN K

Baja 30-40 132 Besi tuang 140-160 81

40-50 145 160-180 86

50-60 157 180-200 92

60-70 170 200-220 98

70-80 191 220-240 104

80-90 200 240-260 108

90-100 225

100-110 240

110-120 260

Dari tabel 3. Hubungan Antara Kecepatan potong dan umur pahat untuk beberapa jenis

Bahan dan kondisi pahat.

Signaturenya = 6,12,5,5,10,45

ap = 0,062 inchi = 4,548 mm ap x S = 2,88 mm2

S = 0,025 Inchi = 0,635 mm

Tabel.3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur Pahat Untuk Beberapa jenis
Bahan dan kondisi Pahat.

22
23
GRAFIK .1

24
[Link] iron 200-250 BHN

0,63

Untuk mencari gaya potong ( Fc ) dapat diketahui dari grafik.2 Komponen gaya potong Fc
vs penampang potong a x s

[Link] iron 200-250 BHN

140

2,88

25
Grafik,2

Untuk mencari Kecepatan potong ( Vc ) dapat diketahui dari grafik [Link] Antara
Kecepatan potong yang dianjurkan dengan gerak makan V60 , V240 ,V480. dan Bahan yang
diambil dari tabel 3.1 .koefisien potong k dimana diambil σb = 50-60 dengan K = 157
kg/mm2 . Dari grafik 3 didapat [Link] Steel up to 50kg/mm2. Dengan pahat potong
CARBIDE TOOLS didapat dari no [Link] tools .

26
Grafik.3
Grafik.3

27
V ( m/menit

Carbon Steel up to 50 kg/cm2 [Link]


tools Vs=60 menit ( 1 Jam )
160

0.63

160

•Daya Potong ( Pc )
350 160 m/menit
Pc = Fc x Vc  90 kg x 33 m/menit = 12,4
0,66 HP
4500 4500

•Daya Elektromotor ( Pg )
12,4
Pg = Pc + P idd  0,66 HP + 0,25 Hp = 15,75
1,075 HP
ήmk 0,8

28
•Komponen gaya –gaya ( Ft , Fs ,Fns ,Fv ,Ff,Fn,η )
0
tan θ = rc x Cos δ  0,3 x Cos
Cos860 = 0,31  θ = 17,22
17,720
1- rc x Sin δ 1- 0,[Link]
Sin860 0,97

0
θ + β - δ = 450  16,61
17,220 + β - 860 = 45 

β = 4545
0 –0 17,2200 + 8 = 35,780
-17,72 +6

β = 35,78
33,280 0

. Gaya Tangensial ( Ft )
0 0
Ft = Fc tan ( β - δ )  350 tan ( 35,78–0 –6 8)0 ) 
kgxx tan(33,28
90 kg
Ft = 47,41
180,3kg
kg

•Gaya Gunting ( Fs )

Fs = Fc Cos θ – Ft Sin θ = 90 [Link]


350 Cos 17,22 0 – 47,71 kg Sin 17,220
16,61 – 180,3 sin 16,61

Fs = 85,96 kg kg
335,39 - 14,12 kgkg== 71,84
– 51,54 283,8kg
kg

29
•Gaya gesek (Ff )
0 220,23
Ff = Fv Sin β = 101,6 kgkgsin
401,35 35,78
. sin 0  Ff = 59,4
33,28 kg kg

•Gaya normal ( Fn )
220,23 kg
Fn = Ff = 59,4 kg = 59,4 220,23
kgkg Fn = 82,5
338,81
kg kg
tan β tan
tan 35,78
33,28
0
0,65
0,72
0
•Faktor gesek ( η )

η = tan β = tan 0  η = 0,72


tan35,78
33,28 0,65
0

•Gaya normal pada bidang gunting ( Fns )

Fns = Fc tan ( β – δ + θ ) = Fc tan 450 


Fns = 90kg
Fns =350 kgx x1 1 = 90kgkg
= 350

•Gaya Resultan ( Fv )

Fv = . Fs . = Fs 283,8kg  Fv
= 71,84 F v==101,6 kg kg
401,35
Cos (β-δ+θ) Cos 45 0 0,7071

30
Diketahui seperti data-data no.1,diketahui lagi rc = 0,3 , Ff = 674 N , ρ = 7800 kg/m3,
K= 43 J/m0C ,Cp = 0,473 kj/kg0C ,B = 2,5 mm , Lf = 7,5 mm ,ώ0 = 0,24 , θ0 = 28 0C

Energi yang diperlukan ( Pm )


160
Dari hasil no1 Vc didapat = 33 m/menit= =1,3
m/menit 2,66 m/detik
m/detik.
Fc 350
= 90 kg = 3430 Newton
Maka :

Pm = Fc x Vc = 3430 x 2,66 m/detik = 9123,8 Nm/detik = 9123,8 j/detik


Pm = 2172,33 kal/detik = 2,172 kkal/detik.

Panas yang timbul karena gesekan ( Pf )

Pf = Ff x V0 = Ff xVc x rc = 674 N x 2,66 m/detik x 0,3 = 537,85 Nm/detik


Pf = 537,85 j/detik = 128,06 kal/detik = 0,128 kkal/detik.

Panas yang timbul karena gaya gunting ( Ps )

Ps = Pm – Pf = 2,172 kkal/detik – 0,128 kkal/detik = 2,044 kkal/detik


Ps = 2044 kal / detik.

Kenaikan temperature pada zone I ( θs )

R = ρ x Cp x V x a = 7800 kg/m3 x 473 J/kg0C x 2,66 m/det x 4,548.10-3 m


K 43 J/m0C
R = 1038

tan θ = tan 17,72 = 0,32  R tan θ = 1038 x 0,32 = 332,16

Dari grafik.4 ,dengan R tan 17,72 didapat Γ = 0

31
Grafik.4

Maka :
θs = ( 1- Γ ) x Ps = . ( 1-0 ) x 2.044 kkal/det .
3 0 -3 -3
ρ x Cp x a x VxB 7800 kg/m x 473j/kg C x4,548.10 m x 2,66 m/det x2,5.10 m

θs = 8548,8 J/det = 76,94 0C


111,58 J/det 0C
Kenaikan temperature pada zone II ( θf )

θf = . Pf = . 0.128 kkal/det .
ρ x Cp x a x V x B 7800 kg/m x 473 j/kg C x 4,548.10 x 2,66 m/det x2,5.10-3m
3 0 -3

θf = 537,852 j/det = 4,82 0C

111,58 j/det 0C

Dari hasil perhitungan yang telah diselesaikan dengan waktu pekerjaan T= 1 jam =60 menit
dan Gaya potong ( Fc ) = 140 Kg dapat dibuat tabel di bawah ini :

Vc Pc Pg Ft Fs Ff Fns Fv Pm Pf Ps Θs Θf
0 0
m/s (Hp (Hp) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (kal/s) (kal/s) (kal/s) C C
)
T=1 jam 220,
Fc350 kg 2,66 12,4 15,75 180, 283, 23 350 401,3 2172 1280 2044 76,94 4,82
3 8

32
[Link] : Bahan Kerja S 45 C untuk JIS (Standar jepang )

AISI 1045 atau Steel SAE 1045 CD ( Standar Amerika ).

Pahat potong carbide ( Standar Amerika ) T = 4 Jam

TABEL 1.1 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja batang

yang difinis dingin untuk poros

Standar d an Lambang Perlakuan Kekuatan Keterangan


macam tarik
Panas (Kg/mm2)

Baja karbon S30C Penormalan 48


kontruksi mesin
( JIS G 4501 ) S35C ,, 52

S40C ,, 55

S45C ,, 58

S50C ,, 62

S55C ,, 66

Batang baja yang S 35 C-D 55 Ditarik dingin,


difinis dingin digerinda,di-
S 45 C-D 60 bubut,atau ga
bungan antara
S 55 C-D 72
hal-hal tersebut

33
Dari tabel 3.1 Koefisien potong K dengan σb = 58 kg/mm2 ,didapat antara 50-60 maka K =
157 Kg/mm2.

Bahan benda kerja σb (Kg/cm2) K Bahan benda kerja BHN K

Baja 30-40 132 Besi tuang 140-160 81

40-50 145 160-180 86

50-60 157 180-200 92

60-70 170 200-220 98

70-80 191 220-240 104

80-90 200 240-260 108

90-100 225

100-110 240

110-120 260

Dari tabel 3. Hubungan Antara Kecepatan potong dan umur pahat untuk beberapa jenis

Bahan dan kondisi pahat.

Signaturenya = 6,12,5,5,10,45

ap = 0,062 inchi = 4,548 mm ap x S = 2,88 mm2

S = 0,025 Inchi = 0,635 mm

34
Tabel.3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur Pahat Untuk Beberapa jenis
Bahan dan kondisi Pahat.

35
GRAFIK .1

36
[Link] Iron 200-250 BHN

0,63

Untuk mencari gaya potong ( Fc ) dapat diketahui dari grafik.2 Komponen gaya potong Fc
vs penampang potong a x s

Fc
kg
[Link] Iron 200-250 BHN

350

ap x s mm2
2,88

37
Untuk mencari Kecepatan potong ( Vc ) dapat diketahui dari grafik [Link] Antara
Kecepatan potong yang dianjurkan dengan gerak makan V60 , V240 ,V480. dan Bahan yang
diambil dari tabel 3.1 .koefisien potong k dimana diambil σb = 50-60 dengan K = 157
kg/mm2 . Dari grafik 3 didapat [Link] Steel up to 50kg/mm2. Dengan pahat potong
Carbide didapat dari no [Link] tools .

Grafik.3
Grafik.3

38
V( m/menit )
V(m/menit)

Carbon Steel Up to 50 kg/cm2


[Link] tools Vs=4 jam
190

S ( mm/rev )

0,63

190 m/menit

•Daya Potong ( Pc )

Pc = Fc x Vc  350
90kg
90 kgxxx190
kg 29 m/menit
33 m/menit 14,77
m/menit = =0,58 HPHP
HPhh
0,66
4500 4500 Hp
4500

•Daya Elektromotor ( Pg )

Pg = Pc + P idd 14,7HP
 0,66
0,58 Hp
HP ++0,25
0,25 Hp
HP == 0,975
1,075 HpHP
18,7 HP
ήmk 0,8
0,8

39
•Komponen gaya –gaya ( Ft , Fs ,Fns ,Fv ,Ff,Fn,η )

tan θ = rc x Cos δ  0,3 x Cos


Cos8600 = 0,31  θ = 17,22
17,220 0
1- rc x Sin δ 1- 0,[Link] 0
Sin 860 0,97

0
θ + β - δ = 450  17,22
17,220 + β - 860 = 45 

β = 450 – 17,220 + 8 = 35,780

β = 35,78
33,2800

. Gaya Tangensial ( Ft )

Ft = Fc tan ( β - δ ) 
35090 33,2800 –- 6800 ) 
kgkg x tan ( 35,78
Ft = 47,41
180,3kg
kg

•Gaya Gunting ( Fs )

Fs = Fc Cos θ – Ft Sin θ = 90 kgkgxCos


350 Cos 17,22 0 –0-47,71
16,61 180,3kg
SinSin
16,61 0
17,220

Fs = 335,39
85,96 kgkg- 14,12
– 51,54
kgkg== 71,84
283,85kgkg

40
•Gaya gesek (Ff )
0
Ff = Fv Sin β = 101,6 kgkgsin
401,35 35,78
. Sin 0
33,28 Ff=220,23 Kg
Ff = 59,4 kg

•Gaya normal ( Fn )
220,23 Kg  335,56 Kg
Fn = Ff = 59,4 kg = 59,4 kg Fn = 82,5 kg
tan β tan
tan35,78
0
33,280 0,72

•Faktor gesek ( η )

η = tan β = tan 33,2800 


tan 35,78  ηη = 0,65
0,72

•Gaya normal pada bidang gunting ( Fns )

Fns = Fc tan ( β – δ + θ ) = Fc tan 450 


Fns = 90 kgkgx x11== 350
350 90 kg
kg

•Gaya Resultan ( Fv )

Fv = . Fs . = Fs 283,8kgkg  
= 71,84 Fv =Fv101,6
= 401,35
kg KG
Cos (β-δ+θ) Cos 450 0,7071
0,7071

41
Diketahui sperti data-data no.1,diketahui lagi rc = 0,3 , Ff = 674 N , ρ = 7800 kg/m3,
K= 43 J/m0C ,Cp = 0,473 kj/kg0C ,B = 2,5 mm , Lf = 7,5 mm ,ώ0 = 0,24 , θ0 = 28 0C

Energi yang diperlukan ( Pm )


Dari hasil no1 Vc didapat = 190 m/menit = 3,16 m/detik.
Fc = 350 kg = 3430 Newton
Maka :

Pm = Fc x Vc = 3430 x 3,16 m/detik = 10838,8 Nm/detik = 10838,8 j/detik


Pm = 2580,67 kal/detik = 2,580 kkal/detik.

Panas yang timbul karena gesekan ( Pf )

Pf = Ff x V0 = Ff xVc x rc = 674 N x 3,16 m/detik x 0,3 = 638,95 Nm/detik


Pf = 638,95 j/detik = 152,13 kal/detik = 0,152 kkal/detik.

Panas yang timbul karena gaya gunting ( Ps )

Ps = Pm – Pf = 2,580 kkal/detik – 0,152 kkal/detik = 2,428 kkal/detik


Ps = 2428 kal / detik.

Kenaikan temperature pada zone I ( θs )

R = ρ x Cp x V x a = 7800 kg/m3 x 473 J/kg0C x 3,16 m/det x 4,548.10-3 m


K 43 J/m0C
R = 1233

tan θ = tan 17,22 = 0,3  R tan θ = 1233 x 0,3 = 367

Dari grafik.4 ,dengan R tan 17,22 = 367 didapat Γ = 0

42
Grafik.4

Maka :
θs = ( 1- Γ ) x Ps = . ( 1-0 ) x 2,428 kkal/det .
3 0 -3 -3
ρ x Cp x a x VxB 7800 kg/m x 473j/kg C x4,548.10 m x 3,16 m/det x2,5.10 m

θs = 10197,6 J/det = 76,93 0C


132,55 J/det 0C
Kenaikan temperature pada zone II ( θf )

θf = . Pf = . 0.152 kkal/det .
ρ x Cp x a x V x B 7800 kg/m x 473 j/kg C x 4,548.10 x 3,16 m/det x2,5.10-3m
3 0 -3

θf = 638,946 j/det = 8,62 0C

132,55 j/det 0C

Dari hasil perhitungan yang telah diselesaikan dengan waktu pekerjaan T= 4 jam =240 menit
dan Gaya potong ( Fc ) = 350 Kg dapat dibuat tabel di bawah ini :

Vc Pc Pg Ft Fs Ff Fns Fv Pm Pf Ps Θs Θf
0 0
(m/s) (Hp) (Hp (Kg) (Kg) (Kg) (Kg (Kg) (kal/s) (kal/s) (kal/s C C
) )
T=4 jam
Fc=350 kg 3,16 14,77 18,7 180,3 283,8 220,2 350 401, 2580 152,13 2428 76,93 4,82
3

43
[Link] : Bahan Kerja S 45 C untuk JIS (Standar jepang )

AISI 1045 atau Steel SAE 1045 CD ( Standar Amerika ).

Pahat potong carbide T = 8 Jam

TABEL 1.1 Baja karbon untuk kontruksi mesin dan baja batang

yang difinis dingin untuk poros

Standar d an Lambang Perlakuan Kekuatan Keterangan


macam tarik
Panas (Kg/mm2)

Baja karbon S30C Penormalan 48


kontruksi mesin
( JIS G 4501 ) S35C ,, 52

S40C ,, 55

S45C ,, 58

S50C ,, 62

S55C ,, 66

Batang baja yang S 35 C-D 55 Ditarik dingin,


difinis dingin digerinda,di-
S 45 C-D 60 bubut,atau ga
bungan antara
S 55 C-D 72
hal-hal tersebut

44
Dari tabel 3.1 Koefisien potong K dengan σb = 58 kg/mm2 ,didapat antara 50-60 maka K =
157 Kg/mm2.

Bahan benda kerja σb (Kg/cm2) K Bahan benda kerja BHN K

Baja 30-40 132 Besi tuang 140-160 81

40-50 145 160-180 86

50-60 157 180-200 92

60-70 170 200-220 98

70-80 191 220-240 104

80-90 200 240-260 108

90-100 225

100-110 240

110-120 260

Dari tabel 3. Hubungan Antara Kecepatan potong dan umur pahat untuk beberapa jenis

Bahan dan kondisi pahat.

Signaturenya = 8,14,6,6,6,15,3/64

ap = 0,100 inchi = 2,54 mm ap x S = 0,82 mm2

S = 0,0127 Inchi = 0,32258 mm

45
Tabel.3 Hubungan Antara Kecepatan Potong dan Umur Pahat Untuk Beberapa jenis
Bahan dan kondisi Pahat.

46
GRAFIK .1

47
0,63

Untuk mencari gaya potong ( Fc ) dapat diketahui dari grafik.2 Komponen gaya potong Fc
vs penampang potong a x s

Grafik,2

48
350

2,88

Untuk mencari Kecepatan potong ( Vc ) dapat diketahui dari grafik [Link] Antara
Kecepatan potong yang dianjurkan dengan gerak makan V60 , V240 ,V480. dan Bahan yang
diambil dari tabel 3.1 .koefisien potong k dimana diambil σb = 50-60 dengan K = 157
kg/mm2 . Dari grafik 3 didapat [Link] Steel up to 50kg/mm2. Dengan pahat potong HSS
18-4-1 didapat dari no [Link] tools .

49
Grafik.3
Grafik.3

50
m/menit

230

0,63

230 m/menit

•Daya Potong ( Pc )

Pc = Fc x Vc  90
350
kgkgx x33
230 m/menit =
m/menit = 17,88
0,66HP
HP
4500 4500
4500

•Daya Elektromotor ( Pg )

Pg = Pc + P idd  0,66
0,96 HP
HP ++0,25
0,25 Hp
HP == 22,6
1,075HPHP
ήmk 0,8
0,8

51
•Komponen gaya –gaya ( Ft , Fs ,Fns ,Fv ,Ff,Fn,η )

tan θ = rc x Cos δ  0,3 x Cos 80 = 0,31  θ = 17,220


1- rc x Sin δ 1- 0,[Link] 80

θ + β - δ = 450  17,220 + β - 80 = 45 

β = 450 – 17,220 + 8 = 35,780

β = 35,780

. Gaya Tangensial ( Ft )
0 0
Ft = Fc tan ( β - δ )  90 350
kg xkg tan
x tan(33,28 – 8)0 ) 
( 35,780)-6
Ft = 47,41 kg
180,3 Kg

•Gaya Gunting ( Fs )

Fs = Fc Cos θ – Ft Sin θ = 90 kg
350Cos
Kg . 17,22 0 – 47,71
Cos 16,61 – 180,3
kgSin 16,61
Sin 17,220

Fs = 335,39
85,96 kg Kg - 51,54
- 14,12 kgKg==71,84
283,8kg
Kg

52
•Gaya gesek (Ff )
0
401,35
Ff = Fv Sin β = 101,6 Kg . Sin
kg sin 33,28
35,78 0 Ff220,23
= 59,4Kg kg

•Gaya normal ( Fn )
220,23 Kg = 335,56 Kg
Fn = Ff = 59,4 kg = 59,4 kg Fn = 82,5 kg
tan β tan
Tan35,78
0
33,280 0,72

•Faktor gesek ( η )

η = tan β = tan 35,78 0


33,28 0
η=
 0,72
0,65

•Gaya normal pada bidang gunting ( Fns )

Fns = Fc tan ( β – δ + θ ) = Fc tan 450 


Fns = 90 kg350
x 1Kg=x 190=kg
350 Kg

•Gaya Resultan ( Fv )

Fv = . Fs . = Fs = 71,84 kg Kg/ 0,7071


283,8 = 401,35
Fv = 101,6 kg Kg
Cos (β-δ+θ) Cos 45 0 0,7071

53
Diketahui sperti data-data no.1,diketahui lagi rc = 0,3 , Ff = 674 N , ρ = 7800 kg/m3,
K= 43 J/m0C ,Cp = 0,473 kj/kg0C ,B = 2,5 mm , Lf = 7,5 mm ,ώ0 = 0,24 , θ0 = 28 0C

Energi yang diperlukan ( Pm )


Dari hasil no1 Vc didapat = 230 m/menit = 3,83 m/detik.
Fc = 350 kg = 3430 Newton
Maka :

Pm = Fc x Vc = 3430 x 3,83 m/detik = 13136,9 Nm/detik = 13136,9 j/detik


Pm = 3127,83 kal/detik = 3,127 kkal/detik.

Panas yang timbul karena gesekan ( Pf )

Pf = Ff x V0 = Ff xVc x rc = 674 N x 3,83 m/detik x 0,3 = 774,426 Nm/detik


Pf = 774,426 j/detik = 184,38 kal/detik = 0,184 kkal/detik.

Panas yang timbul karena gaya gunting ( Ps )

Ps = Pm – Pf = 3127,83 kkal/detik – 184,38 kkal/detik = 2943,45 kkal/detik


Ps = 2,943 kkal / detik.

Kenaikan temperature pada zone I ( θs )

R = ρ x Cp x V x a = 7800 kg/m3 x 473 J/kg0C x 3,83 m/det x 2,54.10-3 m


K 43 J/m0C
R = 1494,53

tan θ = tan 17,22 = 0,3  R tan θ = 1494,53 x 0,3 = 4482

Dari grafik.4 ,dengan R tan 17,22 didapat Γ = 0

54
Grafik.4

Maka :
θs = ( 1- Γ ) x Ps = . ( 1-0 ) x 2,943 kkal/det .
3 0 -3 -3
ρ x Cp x a x VxB 7800 kg/m x 473j/kg C x4,548.10 m x 3.83 m/det x2,5.10 m

θs = 11773,8 J/det = 73,28 0C


160,66 J/det 0C
Kenaikan temperature pada zone II ( θf )

θf = . Pf = . 0.038 kkal/det .
ρ x Cp x a x V x B 7800 kg/m x 473 j/kg C x 4,548.10 x 0,8 m/det x2,5.10-3m
3 0 -3

θf = 776,16 j/det = 4,83 0C

160,66 j/det 0C

Dari hasil perhitungan yang telah diselesaikan dengan waktu pekerjaan T= 4 jam =240 menit
dan Gaya potong ( Fc ) = 90 Kg dapat dibuat tabel di bawah ini :

Vc Pc Pg Ft Fs Ff Fns Fv Pm Pf Ps Θs Θf
0 0
( m/s) (Hp) (Hp (Kg) (Kg) (Kg) (Kg (Kg) (kal/ (kal/s) (kal/s) C C
) ) s)
T=8 jam
Fc350 kg 3,83 17,88 22,6 180,3 283,85 220,3 350 401,3 312 184,38 2943,4 73,28 4,83
5 7

55
Dari hasil perhitungan yang telah diselesaikan dengan waktu pekerjaan T= 1 jam =60 menit
dengan V= 29 m/menit, T= 4 Jam = 240 menit dengan V= 33 m/menit ,T= 8 jam =480 menit
dengan V = 48 m/menit Gaya potong ( Fc ) = 350 Kg dapat dibuat tabel di bawah ini :

Waktu Vc Pc Pg Ft Fs Ff Fns Fv Pm Pf Ps Θs Θf
0 0
Pelaksana (Hp) (Hp) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) (kal/s) (kal/s) (kal/s) C C
(m/s)
T=1 jam 4,82
Fc350 kg 2,66 12,4 0,97 15,7 180, 220 350 401 102 2172 128 76,94
T=4 jam
Fc350 kg 3,16 14,77 1,07 18,7 180 220 350 401 116 2580 152 76,93 4,82
T=8 jam
Fc350 kg 3,83 17,88 1,45 22,6 180 220 350 401 169 3127 184 73,28 4,83

KESIMPULAN

Waktu Pelaksanaan = 1 Jam,dengan gaya potong = 90 kg(dapat dari grafik kecepatan


potong)

Kecepatan potong ( Vc ) = 2,66 m/s Gaya Resultan ( Fv ) = 401,35 kg

Daya potong ( Pc ) = 12,44 Hp Energi yang diperlukan (Pm) = 2172 kal/s

Daya Elektromotor ( Pg ) = 15,75 Hp Panas yang timbul karena gesekan(Pf) = 128 kal/s

Gaya Tangensial ( Ft ) = 180,3 kg Panas timbul karena gaya gunting (Ps)= 2044 kal/s

Gaya Gunting (Fs) = 283,8 kg Kenaikan Temperatur pada Zone I(θs)= 76,94 0C

Gaya gesek ( Ff ) = 220,23 kg Kenaikan Temperatur pada Zone II(θf)= 4,82 0C

Gaya normal pada bidang gunting(Fns)= 350 kg

Waktu Pelaksanaan = 4Jam,dengangaya potong = 350 kg(dapat dari grafik kecepatan


potong)

Kecepatan potong ( Vc ) = 3,16 m/s Gaya Resultan ( Fv ) = 401,35 kg

Daya potong ( Pc ) = 14,77 Hp Energi yang diperlukan (Pm) = 2580 kal/s

Daya Elektromotor ( Pg ) = 18,7 Hp Panas yang timbul karena gesekan(Pf) = 152 kal/s

Gaya Tangensial ( Ft ) = 180,3 kg Panas timbul karena gaya gunting (Ps)= 2428 kal/s

Gaya Gunting (Fs) = 283,85 kg Kenaikan Temperatur pada Zone I(θs)= 76,93 0C

56
Gaya gesek ( Ff ) = 220,3 kg Kenaikan Temperatur pada Zone II(θf)= 4,82 0C

Gaya normal pada bidang gunting(Fns)= 350 kg

Waktu Pelaksanaan = 8 Jam,dengan gaya potong = 90 kg(dapat dari grafik kecepatan


potong)

Kecepatan potong ( Vc ) = 3,83 m/s Gaya Resultan ( Fv ) = 401,35 kg

Daya potong ( Pc ) = 17,88 Hp Energi yang diperlukan (Pm) = 3127 kal/s

Daya Elektromotor ( Pg ) = 22,6 Hp Panas yang timbul karena gesekan(Pf) = 184,38 kal/s

Gaya Tangensial ( Ft ) = 180,3 kg Panas timbul karena gaya gunting(Ps)=2943,4 kal/s

Gaya Gunting (Fs) = 283,85 kg Kenaikan Temperatur pada Zone I(θs)= 73,28 0C

Gaya gesek ( Ff ) = 220,23 kg Kenaikan Temperatur pada Zone II(θf)= 4,83 0C

Gaya normal pada bidang gunting(Fns)= 350 kg.

Saran

Saran yang dapat diberikan sehubungan dengan kesesuaian judul: Implementasi Anlisa
Perhitungan Pahat Potong Carbide (T64 ) dengan Material Baja Carbon S45C Pada Mesin
Bubut Universal sebagai Berikut :

[Link] Variasi penelitiaan jenis jenis pahat potong dapat diterapkan untuk memperoleh
. hasil analisa perhitungan yang sesuai dengan kondisi dunia Industri.

[Link] mendapatkan hasil analisa perhitungan yang akurat ,diperlukan ketelitian membaca .
. gambar pada diagram yang diteliti.

57
DAFTAR PUSTAKA

[Link] [Link] ( 1989 ) ’’Dasar-Dasar Perancangan dan Mesin-mesin Perkakas ’’

[Link],Jakarta.

[Link] dan Kiyokatsu Suga,( 1983 )’’Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin ’’

PT,Pradnya Paramita,Jakarta.

[Link] ( 2013 ) ’’ HASIL PERHITUNGAN DAYA ELEKTRO MOTOR PADA PAHAT

POTONG HSS DAN BENDA UJI BAJA KARBON S45 C DENGAN WAKTU 4 JAM

YANG DIGUNAKAN PADA MESIN BUBUT UNIVERSAL Journal AL Ulum Seri

Saintek,Volume 1 Nomor 2.

[Link] Training Centre ( 1987 )’’Alat-alat ukur’’

[Link] Bubut ( Turning ) [Link]

[Link] ( 2010 ) ’’Diktat Pratikum Proses Produksi ’’ di Laboratorium Proses Produksi

STT Harapan Medan.

[Link],[Link] ( 1970 )’’ Metal Cutting Theory and Cutting Tool Design ’’

[Link] Boothroyd ( 1975 ) School Of Engeneering Department Of Mechanical and

Aerospace Engeneering University of Massacussetts, ’’Fundamentals Of Metal Machining

and Machine Tools”

[Link] ( 1968 ) “Metal Cutting Tool Production “.

[Link]. ( 1968 ) “Design and Production of Metal-Cutting Tool Design “

58
LAMPIRAN

59
Gambar pelaksanaan pembubutan di laboratorium Proses Produksi STTH

60
Gambar pemotongan besicor

61

View publication stats

Anda mungkin juga menyukai