Menggambar Ritme dalam Seni Rupa
Menggambar Ritme dalam Seni Rupa
KELAS 6
1
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BELAJAR
INFORMASI UMUM
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Monika [Link]
Satuan Pendidikan : SDIT Rabbi Radhiyya 03
Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar (SD)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase : C
Kelas / Semester : VI (Enam) / I (Ganjil)
Unit 1 : Mengenal Unsur dan Prinsip Seni Rupa Pada
Objek di Sekitar Kita
Subunit : Ritme dan Pola (Warna, Tekstur, Gelap Terang)
Alokasi Waktu : 16 JP
D. Model Pembelajaran
Moda Pembelajaran : Tatap Muka
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah)
Metode Pengamatan, tanya jawab, penugasan, praktik,
Metode Pembelajaran :
diskusi kelompok, presentasi, dan ceramah.
E. Sarana & Prasarana
Sumber Belajar : Buku Panduan Guru Seni Rupa kelas VI
Media Pembelajaran berupa contoh karya Pola, Ritme,
Media Pembelajaran : Warna, Tekstur, Gelap Terang yang dibuat guru dan potongan
kertas warna dengan bentuk tertentu
Sarana dan Pra-sarana
1. Kertas
2. Alat Warna
3. Guru bisa memfasilitasi dengan memberikan kertas warna yang telah dipotong- potong menjadi
beberapa bentuk tertentu
4. Objek di sekitar yang menunjukkan Pola, Ritme, Warna, Tekstur, Gelap Terang
F. Kompetensi Prasyarat (Kompetensi Awal)
Kompetensi prasyarat sebelum mempelajari materi ini, yaitu:
1. Peserta didik sudah mengenal dan mengekplorasi ritme dan pola pada pembelajaran dikelas V.
KOMPONEN INTI
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas V dan VI) Berdasarkan Elemen:
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.
Mengalami
Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan
(Experiencing)
unsur dalam prinsip desain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata seni.
Berpikir dan Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan
2
Bekerja Artistik pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
(Thinking and pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu
Working secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
Artistically)
Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau
Menciptakan
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan
(Making/
unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu
Creating)
menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Peserta didik mampu memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari,
Berdampak
keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya melalui karya seni
(Impacting)
rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif (Membandingkan (C5/Analisis))
1.1 Membandingkan penggunaan warna, tekstur, dan gelap terang pada objek di lingkungannya
dengan benar
2. Afektif (Menunjukkan (A5/Mengorganisasikan))
1.2 Menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika menyusun warna, tekstur, dan gelap terang dalam
ritme atau pola yang ditentukan guru
3. Psikomotor (Memodifikasi (P4/Artikulasi))
1.3 Memodifikasi warna, tektur, dan gelap terang berdasarkan objek yang ada di lingkungan sekitar
dengan benar
C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Melalui tugas tertulis peserta didik mampu membandingkan penggunaan warna, tekstur, dan gelap
terang pada objek di lingkungannya dengan benar
2. Melalui penilaian sikap peserta didik mampu menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika menyusun
warna, tekstur, dan gelap terang dalam ritme atau pola yang ditentukan guru
3. Melalui penilaian produk peserta didik mampu memodifikasi warna, tektur, dan gelap terang
berdasarkan objek yang ada di lingkungan sekitar dengan benar
D. Materi Esensial
Prinsip seni rupa, pola, ritme, warna, tekstur, gelap terang
E. Pemahaman Bermakna
Unit 1 mengajak peserta didik mengenal unsur dan prinsip seni rupa pada objek di lingkungan sekitar
mereka. Pembahasan prinsip dan unsur lebih dikhususkan mengenai ritme dan pola (prinsip) dan
warna, tekstur, gelap terang (unsur).
F. Pertanyaan Pemantik
1. Apa yang membuat alam sekitar ini menjadi indah?
2. Apa yang dimaksud dengan prinsip seni rupa?
3. Apakah semua objek di sekolah maupun di alam sekitar memiliki unsur seni?
G. Asessmen
3
H. Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran Alternatif
a) Kegiatan pembelajaran alternatif dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran di atas
dengan beberapa modifikasi pada hal-hal sesuai keadaan sekolah dan sumber daya yang ada di
daerah setempat.
b) Ketersediaan media/alat/bahan pada pembelajan alternatif dapat menyesuaikan dengan sumber daya
yang tersedia di daerah setempat, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Tentu saja hal
ini membutuhkan kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran.
I. Refleksi Guru
No. Pertanyaan
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada peserta didik yang perlu mendapat perhatian khusus?
LAMPIRAN
A Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Pengayaan yang bisa diberikan kepada peserta didik adalah membuat kliping sederhana berupa
tempelan potongan dari warna, tekstur, foto gelap terang yang mereka peroleh dari lingkungan sekitar
(bisa dikerjakan secara mandiri, kelompok, atau bekerja-sama dengan orang tua).
Remedial
Remedial diberikan jika peserta didik belum mencapai kriteria minimum kompetensi minimum.
Pelaksanaan kegiatan remedial dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan tingkat pencapaian peserta
didik. Kegiatan remedial yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Bimbingan individu
2. Bimbingan kelompok
3. Pembelajaran ulang dengan menggunakan metode dan media yang berbeda
B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik (Terlampir)
C. Lembar Kerja Peserta Didik (Terlampir)
D. Rubrik Penilaian (Terlampir)
E. Glossarium
1. Ritme : Bentuk pengulangan atau repetisi satu atau lebih unsur secara terus-menerus dengan
teratur atau tidak teratur sehingga membentuk kesan keindahan.
2. Unsur seni rupa: Elemen bentuk fisik yang terdapat pada sebuah benda atau karya seni berupa
titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang).
F Daftar Pustaka
Wiranto, Wahyono (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI. Pusat Perbukuan, Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan
Teknologi. Jakarta
Mengetahui Belitar Muka, Agustus 2024
Kepala Sekolah SDIT Rabbi Radhiyya 03 Wali Kelas VI B
D. Model Pembelajaran
Moda Pembelajaran : Tatap Muka
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Project Base Learning
Metode pengamatan, tanya jawab, penugasan, praktik, diskusi
Metode Pembelajaran :
kelompok, presentasi, dan ceramah
E. Sarana & Prasarana
Sumber Belajar : Buku Panduan Guru Seni Rupa kelas VI
Media Pembelajaran berupa contoh-contoh gambar, foto
Media Pembelajaran : lingkungan sekitar, atau pengamatan langsung yang
menunjukkan Ritme.
Sarana dan Pra-sarana
1. Buku gambar biasa atau kertas lembaran
2. Penggaris
3. Pensil biasa dan/atau pensil warna
4. Guru dapat memfasilitasi peserta didik dengan menunjukkan contoh gambar atau lingkungan
sekitar yang menunjukkan contoh ritme.
F. Kompetensi Prasyarat (Kompetensi Awal)
Kompetensi prasyarat sebelum mempelajari materi ini, yaitu:
1. Peserta didik sudah mengenal dan mengekplorasi ritme dan pola pada pembelajaran dikelas V.
KOMPONEN INTI
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas V dan VI) Berdasarkan Elemen:
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.
Mengalami
Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan
(Experiencing)
unsur dalam prinsip desain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata seni.
Berpikir dan Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan
7
Bekerja Artistik pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
(Thinking and pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu
Working secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
Artistically)
Menciptakan Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau
(Making/ mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan
Creating) unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu
menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Peserta didik mampu memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari,
Berdampak
keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya melalui karya seni
(Impacting)
rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif (Memperbandingkan (KKO) (C5/Mengevaluasi))
2.1 Merancang souvenir dari anyaman dengan menggunakan aneka alat pemotong dengan benar
2. Afektif (Memperbandingkan (KKO) (A4/Karakterisasi))
2.2 Menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika membuat souvenir dari anyaman dengan
menggunakan aneka alat pemotong dengan baik
3. Psikomotor (Menciptakan (KKO) (P5/Naturalisasi)
2.3 Menciptakan souvenir dari anyaman dengan menggunakan aneka alat pemotong dengan benar
C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Melalui tugas tertulis peserta didik mampu merancang souvenir dari anyaman dengan
menggunakan aneka alat pemotong dengan benar
2. Melalui penilaian sikap peserta didik mampu menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika membuat
souvenir dari anyaman dengan menggunakan aneka alat pemotong dengan baik
3. Melalui penilaian produk peserta didik mampu menciptakan souvenir dari anyaman dengan
menggunakan aneka alat pemotong dengan benar
D. Materi Esensial
Menggambar ritme dalam seni rupa
E. Pemahaman Bermakna
Unit 2 mengajak peserta didik untuk menggambar ritme berdasarkan pengatahuan awal yang diperoleh
pada Unit 1. Dikarenakan pada Unit 1, pengertian Ritme masih dibahas secara mendasar, unit ini
memberikan pembahasan tambahan mengenai Ritme agar peserta didik memiliki pengetahuan yang
cukup untuk praktek menggambar menggunakan Ritme.
F. Pertanyaan Pemantik
1. Apa saja yang menentukan karya seni menjadi indah?
2. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam prinsip seni rupa?
3. Bagaimana cara menentukan ritme dalam sebuah karya seni?
G. Asessmen
8
H. Kegiatan Pembelajaran
9
Pertemuan 2 (4 JP = 140 Menit)
Muatan Inovatif
Kegiatan
PPK, 4C
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pelajaran
3. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu
Religius
kesepakatan kelas
Communication
4. Motivasi: Peserta didik diajak untuk melakukan kegiatan fisik menyenangkan sesuai
Collaboration
kemampuan guru.
5. Apersepsi: Guru memberikan ringkasan pembelajaran pertemuan sebelumnya
6. Orientasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 2.
Kegiatan Inti
Merancang Rencana proyek (Design a Plan for the (110 Menit)
Project)
1. Peserta didik dengan bantuan guru menentukan yang yang akan dikerjakan yaitu
menggambar ritme. Communication
2. Peserta didik secara berkelompok merancang tahapan penyelesaian proyek serta alat Collaboration
dan bahan yang akan digunakan (mencoba). Creative
3. Peserta didik berdiskusi menyusun rencana pembuatan proyek pemecahan masalah Inovation
meliputi pembagian tugas, persiapan alat, bahan, media, sumber yang dibutuhkan.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
Collaboration
2. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik untuk mempersiapkan
Religius
perlengkapan yang dibutuhkan pertemuan selanjutnya.
3. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
Pembelajaran Alternatif
a) Kegiatan pembelajaran alternatif dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran di atas
dengan beberapa modifikasi pada hal-hal sesuai keadaan sekolah dan sumber daya yang ada di
daerah setempat.
b) Ketersediaan media/alat/bahan pada pembelajan alternatif dapat menyesuaikan dengan sumber
daya yang tersedia di daerah setempat, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Tentu
saja hal ini membutuhkan kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran.
I. Refleksi
Refleksi
Guru
No. Pertanyaan
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada peserta didik yang perlu mendapat perhatian khusus?
11
LAMPIRAN
A Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Pengayaan diberikan sekali sebagai pendalaman dan perluasan dari kompetensi. Pengayaan ini tidak
disertai dengan penilaian. Pengayaan yang bisa diberikan kepada peserta didik adalah merencanakan
dan menciptakan gambar yang mencerminkan prinsip ritme pada lingkup yang lebih luas (bisa
dikerjakan secara mandiri atau kelompok).
Remedial
Remedial diberikan jika peserta didik belum mencapai kriteria minimum kompetensi minimum.
Pelaksanaan kegiatan remedial dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan tingkat pencapaian peserta
didik. Kegiatan remedial yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Bimbingan individu
2. Bimbingan kelompok
3. Pembelajaran ulang dengan menggunakan metode dan media yang berbeda
B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik (Terlampir)
C. Lembar Kerja Peserta Didik (Terlampir)
D. Rubrik Penilaian (Terlampir)
E. Glossarium
1. Ritme : Bentuk pengulangan atau repetisi satu atau lebih unsur secara terus-menerus dengan
teratur atau tidak teratur sehingga membentuk kesan keindahan.
2. Unsur seni rupa: Elemen bentuk fisik yang terdapat pada sebuah benda atau karya seni berupa titik,
garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang).
F Daftar Pustaka
Wiranto, Wahyono (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI. Pusat Perbukuan, Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan
Teknologi. Jakarta
12
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BELAJAR
INFORMASI UMUM
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : TUTI DAYANI, [Link].I
Satuan Pendidikan : SDIT Rabbi Radhiya 02
Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar (SD)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase : C
Kelas / Semester : VI (Enam) / I (Ganjil)
Unit 3 : Mengenal dan Mengeksplorasi Ikatan Serta
Simpul
Subunit : Mendesain Karya Fungsional
Alokasi Waktu : 16 JP
D. Model Pembelajaran
Moda Pembelajaran : Tatap Muka
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Inquiry Learning (Pembelajaran Inkuiri)
Pengamatan, tanya jawab, penugasan, praktik, diskusi
Metode Pembelajaran :
kelompok, presentasi, dan ceramah.
E. Sarana & Prasarana
Sumber Belajar : Buku Panduan Guru Seni Rupa kelas VI
Media Pembelajaran berupa contoh karya kerajinan yang
menggunakan ikatan
Media Pembelajaran :
dan simpul (Makrame) dan contoh ikatan dan simpul yang
sudah jadi
Sarana dan Pra-sarana
1. Tali (diutamakan yang lentur dan tidak kaku) baik yang alami maupun sintetis
2. Stik kayu
3. Guru bisa memfasilitasi dengan memberikan contoh-contoh simpul dan ikatan yang sudah jadi.
F. Kompetensi Prasyarat (Kompetensi Awal)
Kompetensi prasyarat sebelum mempelajari materi ini, yaitu:
1. Peserta didik sudah mengenal dan mengekplorasi ikatan dan simpul dikelas V.
KOMPONEN INTI
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas V dan VI) Berdasarkan Elemen:
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.
Mengalami
Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan
(Experiencing)
unsur dalam prinsip desain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata seni.
Berpikir dan Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan
Bekerja Artistik pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
13
(Thinking and pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu
Working secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
Artistically)
Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau
Menciptakan
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan
(Making/
unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu
Creating)
menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Peserta didik mampu memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari,
Berdampak
keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya melalui karya seni
(Impacting)
rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif (Membandingkan (C5/Analisis))
3.1 Membandingkan penggunaan ikatan dan simpul dalam mendesain karya fungsional dengan
benar
2. Afektif (Menunjukkan (A5/Mengorganisasikan))
3.2 Menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika menggunakan ikatan dan simpul dalam mendesain
karya fungsional dengan baik
3. Psikomotor (Memodifikasi (P4/Artikulasi))
3.3 Memodifikasi ikatan dan simpul dalam mendesain karya fungsional dengan benar
C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Melalui tugas tertulis peserta didik mampu membandingkan penggunaan ikatan dan simpul dalam
mendesain karya fungsional dengan benar
2. Melalui penilaian sikap peserta didik mampu menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika
menggunakan ikatan dan simpul dalam mendesain karya fungsional dengan baik
3. Melalui penilaian produk peserta didik mampu memodifikasi ikatan dan simpul dalam mendesain
karya fungsional dengan benar
D. Materi Esensial
Ikatan, sampul dan macramé
E. Pemahaman Bermakna
Unit 3 mengajak peserta didik mengenal dan mengeksplorasi ikatan dan simpul yang akan digunakan
untuk mendesain sebuah karya fungsional.
F. Pertanyaan Pemantik
1. Apakah kamu pernah melihat karya seni ikatan dan menyimpul?
2. Menurut kamu karya seni ikatan dan menyimpul terbuat dari bahan apa?
3. Apakah kamu pernah melihat karya seni makrame?
4. Benda/produk karya seni apa yang kamu ketahui yang terbuat dari karya seni makrame?
G. Asessmen
H. Kegiatan Pembelajaran
14
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pelajaran
Religius
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik
Communication
4. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu
Collaboration
kesepakatan kelas
5. Guru melakukan apersepsi:
6. Guru menunjukkan contoh karya hasil ikatan dan simpul baik dalam bentuk jadi
maupun berupa foto
7. Orientasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 1.
Kegiatan Inti
Orientasi (110 Menit)
1. Guru menjelaskan pokok-pokok materi yang akan dipelajari terkait dengan ikatan dan
simpul dengan menunjukkan contoh hasil kerajinan dan jenis-jenis simpul serta ikatan
2. Guru menjelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah dalam
Pembelajaran Inkuiri.
Communication
3. Guru menjelaskan pentingnya topik mengenai ikatan dan simpul untuk memotivasi Collaboration
peserta didik terlibat dalam pembelajaran.
4. Peserta didik membaca teks bacaan mengenai Ikatan dan Simpul. (mengamati)
5. Peserta didik menggarisbawahi informasi penting yang terdapat pada teks bacaan
tersebut.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
Collaboration
2. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik untuk berdiskusi dengan orang Religius
tua terkait dengan materi.
3. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
15
Pertemuan 2 (4 JP = 140 Menit)
Muatan Inovatif
Kegiatan
PPK, 4C
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pelajaran
3. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu
Religius
kesepakatan kelas
Communication
4. Motivasi: Peserta didik diajak untuk melakukan kegiatan fisik menyenangkan sesuai
Collaboration
kemampuan guru.
5. Apersepsi: Guru memberikan ringkasan pembelajaran pertemuan sebelumnya
6. Orientasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 2.
Kegiatan Inti
Merumuskan masalah (30 Menit)
1. Peserta didik menuliskan informasi penting tersebut dan pertanyaan yang berkaitan
Collaboration
dengan teks bacaan. (menanya)
Creative
2. Peserta didik bersama guru menentukan rumusan masalah yang akan dipecahkan
Inovation
bersama dari pertanyaan yang telah dipilih.
Merumuskan hipotesis (80 Menit)
3. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang.
Communication
4. Peserta didik menentukan ketua kelompoknya masing-masing.
Collaboration
4. Peserta didik menjawab pertanyaan yang telah dip- ilih bersama sebagai rumusan
Creative
masalah. (menalar)
Inovation
5. Setiap kelompok menuliskan jawaban pada kertas kemudian mengumpulkannya.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
Collaboration
2. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik untuk mempersiapkan
Religius
perlengkapan yang dibutuhkan pertemuan selanjutnya.
3. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
16
Pertemuan 4 (4 JP = 140 Menit)
Muatan Inovatif
Kegiatan
PPK, 4C
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pelajaran
3. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu
Religius
kesepakatan kelas
Communication
4. Motivasi: Peserta didik diajak untuk melakukan kegiatan fisik menyenangkan sesuai
Collaboration
kemampuan guru.
5. Apersepsi: Guru memberikan ringkasan pembelajaran pertemuan sebelumnya
6. Orientasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 4.
Kegiatan Inti
Mrnguji Hipotesis (90 Menit)
1. Peserta didik mendiskusikan data hasil pengamatan dan menjawab rumusan
masalah.
2. Peserta didik membandingkan hipotesis dengan hasil percobaan membuat ikatan dan Communication
simpul dengan percobaan yang dilakukan bersama guru, kemudian Collaboration
menyimpulkannya. Critical thinking
3. Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain
dapat menanggapinya. (mengomunikasikan)
Merumuskan Kesimpulan (20 Menit)
4. Masing-masing peserta didik dipersilahkan untuk memberikan kesimpulan secara
Communication
tertulis terkait dengan percobaan dalam membuat ikatan dan simpul
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
2. Peserta didik mengerjakan post test.
Collaboration
3. Peserta didik dan guru merefleksikan kegiatan pembelajaran yang sudah dipelajari
Religius
(panduan terlampir).
4. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik.
5. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
Pembelajaran Alternatif
a) Kegiatan pembelajaran alternatif dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran di atas
dengan beberapa modifikasi pada hal-hal sesuai keadaan sekolah dan sumber daya yang ada di
daerah setempat.
b) Ketersediaan media/alat/bahan pada pembelajan alternatif dapat menyesuaikan dengan sumber
daya yang tersedia di daerah setempat, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Tentu saja
hal ini membutuhkan kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran.
I. Refleksi
Refleksi Guru
No. Pertanyaan
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada peserta didik yang perlu mendapat perhatian khusus?
17
LAMPIRAN
A Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Pengayaan diberikan sekali sebagai pendalaman dan perluasan dari kompetensi. Pengayaan ini tidak
disertai dengan penilaian. Pengayaan yang bisa diberikan kepada peserta didik adalah merencanakan
dan menciptakan gambar yang mencerminkan prinsip ritme pada lingkup yang lebih luas (bisa
dikerjakan secara mandiri atau kelompok).
Remedial
Remedial diberikan jika peserta didik belum mencapai kriteria minimum kompetensi minimum.
Pelaksanaan kegiatan remedial dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan tingkat pencapaian peserta
didik. Kegiatan remedial yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Bimbingan individu
2. Bimbingan kelompok
3. Pembelajaran ulang dengan menggunakan metode dan media yang berbeda
B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik (Terlampir)
C. Lembar Kerja Peserta Didik (Terlampir)
D. Rubrik Penilaian (Terlampir)
E. Glossarium
1. Simpul: merupakan sebuah metode dasar dalam mengaplikasikan fungsi sebuah tali, baik itu
bertujuan fungsional maupun untuk kepentingan estetis
F Daftar Pustaka
Wiranto, Wahyono (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI. Pusat Perbukuan, Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan
Teknologi. Jakarta
18
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BELAJAR
INFORMASI UMUM
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Monika, [Link]
Satuan Pendidikan : SDIT Rabbi Radhiyya 03
Jenjang Sekolah : Sekolah Dasar (SD)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase : C
Kelas / Semester : VI (Enam) / I (Ganjil)
Unit 4 : Membuat Karya Seni Makrame Sederhana
Subunit : Membuat Karya Fungsional Makrame Sederhana
Alokasi Waktu : 16 JP
D. Model Pembelajaran
Moda Pembelajaran : Tatap Muka
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Project Based Learning
Pengamatan, tanya jawab, penugasan, praktik, diskusi
Metode Pembelajaran :
kelompok, presentasi, dan ceramah.
E. Sarana & Prasarana
Sumber Belajar : Buku Panduan Guru Seni Rupa kelas VI
Media Pembelajaran berupa contoh karya makrame
Media Pembelajaran :
sederhana dan video tutorial
Sarana dan Pra-sarana
1. Segala macam benang yang bisa diperoleh dari lingkungan sekitar (tali raffia, tali dari rami, tali
katun, dan lain-lain.
2. Selotip, paku, atau penahan yang lain yang berguna untuk menahan tali saat disimpulkan
3. Tutup botol bekas yang digunakan sebagai kepala
4. Guru bisa memfasilitasi peserta didik dengan menunjukkan contoh yang sudah jadi
F. Kompetensi Prasyarat (Kompetensi Awal)
Kompetensi prasyarat sebelum mempelajari materi ini, yaitu:
1. Peserta didik sudah mengenal dan mengekplorasi ikatan dan simpul dikelas V.
KOMPONEN INTI
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas V dan VI) Berdasarkan Elemen:
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.
Mengalami
Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan
(Experiencing)
unsur dalam prinsip desain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata seni.
19
Berpikir dan Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan
Bekerja Artistik pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
(Thinking and pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu
Working secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
Artistically)
Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau
Menciptakan
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan
(Making/
unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu
Creating)
menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Peserta didik mampu memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari,
Berdampak
keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya melalui karya seni
(Impacting)
rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif (Membuat (KKO) (C6/Menciptakan))
4.1 Membuat karya macramé sederhana dengan menggunakan aneka alat dan taknik dengan
benar
2. Afektif (Merangkai (KKO) (A4/Mengorganisasikan))
4.2 Menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika karya makrame sederhana dengan menggunakan
aneka alat dan taknik dengan baik
3. Psikomotor (Membuat (KKO) (P5/Naturalisasi))
4.3 Membuat karya makrame sederhana dengan menggunakan aneka alat dan taknik dengan
benar
C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Melalui tugas tertulis peserta didik mampu membuat karya macramé sederhana dengan
menggunakan aneka alat dan taknik dengan benar
2. Melalui penilaian sikap peserta didik mampu menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika karya
makrame sederhana dengan menggunakan aneka alat dan taknik dengan baik
3. Melalui penilaian produk peserta didik mampu membuat karya makrame sederhana dengan
menggunakan aneka alat dan taknik dengan benar
D. Materi Esensial
Makrame
E. Pemahaman Bermakna
Unit 4 mengajak peserta didik untuk karya makrame sederhana berupa gantungan kunci bentuk boneka
dengan menggunakan aneka alat dan teknik.
F. Pertanyaan Pemantik
1. Apakah kamu pernah melihat karya seni makrame?
2. Benda/produk karya seni apa yang kamu ketahui yang terbuat dari karya seni makrame?
G. Asessmen
H. Kegiatan Pembelajaran
22
Collaboration
4. Setiap peserta didik memaparkan laporan, peserta didik yang lain memberikan
Critical thinking
tanggapan, dan bersama guru menyimpulkan hasil proyek.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
2. Peserta didik mengerjakan post test.
Collaboration
3. Peserta didik dan guru merefleksikan kegiatan pembelajaran yang sudah dipelajari
Religius
(panduan terlampir).
4. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik.
5. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
Pembelajaran Alternatif
a) Kegiatan pembelajaran alternatif dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran di atas
dengan beberapa modifikasi pada hal-hal sesuai keadaan sekolah dan sumber daya yang ada di
daerah setempat.
b) Ketersediaan media/alat/bahan pada pembelajan alternatif dapat menyesuaikan dengan sumber daya
yang tersedia di daerah setempat, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Tentu saja hal ini
membutuhkan kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran.
I. Refleksi Refleksi
Guru
No. Pertanyaan
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada peserta didik yang perlu mendapat perhatian khusus?
LAMPIRAN
A Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Pengayaan diberikan sekali sebagai pendalaman dan perluasan dari kompetensi. Pengayaan ini tidak
disertai dengan penilaian. Pengayaan yang bisa diberikan kepada peserta didik adalah merencanakan dan
menciptakan gambar yang mencerminkan prinsip ritme pada lingkup yang lebih luas (bisa dikerjakan
secara mandiri atau kelompok).
Remedial
Remedial diberikan jika peserta didik belum mencapai kriteria minimum kompetensi minimum.
Pelaksanaan kegiatan remedial dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan tingkat pencapaian peserta
didik. Kegiatan remedial yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Bimbingan individu
2. Bimbingan kelompok
3. Pembelajaran ulang dengan menggunakan metode dan media yang berbeda
B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik (Terlampir)
C. Lembar Kerja Peserta Didik (Terlampir)
D. Rubrik Penilaian (Terlampir)
E. Glossarium
1. Makrame merupakan kesenian membuat anyaman simpul berbahan kain atau tali.
F Daftar Pustaka
Wiranto, Wahyono (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI. Pusat Perbukuan, Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan
Teknologi. Jakarta
Mengetahui Belitar Muka, Agustus 2024
Kepala Sekolah SDIT Rabbi Radhiyya 03 Wali Kelas VI B
D. Model Pembelajaran
Moda Pembelajaran : Tatap Muka
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
Pengamatan, tanya jawab, penugasan, praktik, diskusi kelom-
Metode Pembelajaran :
pok, presentasi, dan ceramah.
E. Sarana & Prasarana
Sumber Belajar : Buku Panduan Guru Seni Rupa kelas VI
Media Pembelajaran berupa contoh-contoh karya kerajinan
Media Pembelajaran :
anyaman dan contoh anyaman dengan aneka motif
Sarana dan Pra-sarana
1. Kertas Biasa yang diwarnai/Kertas Warna-Warni
2. Alat Warna
3. Gunting, Lem, dan Cutter/Silet/Pisau Kecil
F. Kompetensi Prasyarat (Kompetensi Awal)
Kompetensi prasyarat sebelum mempelajari materi ini, yaitu:
1. Peserta didik sudah mengenal dan mengekplorasi anyaman dikelas V.
KOMPONEN INTI
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas V dan VI) Berdasarkan Elemen:
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.
Mengalami
Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan
(Experiencing)
unsur dalam prinsip desain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata seni.
Berpikir dan Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan
Bekerja Artistik pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
(Thinking and pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu
Working secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
24
Artistically)
Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau
Menciptakan
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan
(Making/
unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu
Creating)
menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Peserta didik mampu memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari,
Berdampak
keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya melalui karya seni
(Impacting)
rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif (Membandingkan (C5/Analisis))
5.1 Membandingkan penggunaan aneka jenis anyaman dalam membentuk dan memanipulasi
bahan dengan benar
2. Afektif (Menunjukkan (A5/Mengorganisasikan))
5.2 Menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika membentuk dan memanipulasi bahan anyaman
dengan baik
3. Psikomotor (Memodifikasi (P4/Artikulasi))
5.3 Memodifikasi (membentuk dan memodifikasi) bahan menggunakan aneka jenis anyaman
dengan benar
C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Melalui tugas tertulis peserta didik mampu membandingkan penggunaan aneka jenis anyaman
dalam membentuk dan memanipulasi bahan dengan benar
2. Melalui penilaian sikap peserta didik mampu menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika
membentuk dan memanipulasi bahan anyaman dengan baik
3. Melalui penilaian produk peserta didik mampu memodifikasi (membentuk dan memodifikasi) bahan
menggunakan aneka jenis anyaman dengan benar
D. Materi Esensial
Anyaman, kerajinan anyam, budaya daerah
E. Pemahaman Bermakna
Unit 5 mengajak peserta didik untuk membentuk dan memodifikasi bahan dengan menggunakan aneka
jenis anyaman sederhana.
F. Pertanyaan Pemantik
1. Apakah kamu pernah melihat karya seni anyaman?
2. Benda/produk karya seni apa yang kamu ketahui yang terbuat dengan teknik menganyam?
3. Apa saja jenis-jenis karya seni anyaman dan bagaimana teknik pembuatannya? Bahan apa saja
yang dapat digunakan untuk membuat karya seni anyaman?
G. Asessmen
H. Kegiatan Pembelajaran
25
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pelajaran
Religius
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik
Communication
4. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu kesepakatan
Collaboration
kelas
5. Motivasi: Peserta didik diajak untuk melakukan kegiatan fisik menyenangkan sesuai
kemampuan guru.
6. Apersepsi: Guru menunjukkan contoh-contoh kerajinan tangan dengan teknik anyaman
Guru juga bisa menunjukkan hasil karya yang mewakili aneka jenis motif anyaman
7. Orientasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 1.
Kegiatan Inti
Stimulasi (110 Menit)
1. Guru menjelaskan tentang berbagai model bentuk benda yang terbuat dari anyaman,
mengenalkan motif, bahan, dan fungsi dan manfaat dari benda anyaman
2. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran diskoveri serta tujuan setiap
Communication
langkah, mulai dari langkah merumuskan masalah sampai dengan merumuskan Collaboration
kesimpulan.
3. Guru menjelaskan pentingnya topik mengenai anyaman untuk menstimulasi peserta
didik terlibat aktif dalam pembelajaran.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
Collaboration
2. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik untuk berdiskusi dengan orang Religius
tua terkait dengan materi.
3. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
26
Pertemuan 3 (4 JP = 140 Menit)
Muatan Inovatif
Kegiatan
PPK, 4C
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pelajaran
Religius
3. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu kesepakatan
Communication
kelas
Collaboration
4. Motivasi: Peserta didik diajak untuk melakukan kegiatan fisik menyenangkan sesuai
kemampuan guru.
5. Apersepsi: Guru memberikan ringkasan pembelajaran pertemuan sebelumnya
6. Orientasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 3.
Kegiatan Inti
Pengumpulan data (50 Menit)
1. Peserta didik dibagi dalam bentuk kelompok.
2. Peserta didik menyaksikan video tutorial membuat anyaman dengan berbagai macam
teknik Collaboration
3. Peserta didik membaca materi pembelajaran mengenai anyaman (mengamati) Critical thinking
4. Peserta didik membuat pertanyaan berdasarkan materi bacaan dan video yang Communication
ditayangkan. (menanya)
5. Peserta didik menyebutkan informasi yang ada pada teks maupun video (menalar)
Pengolahan data (60 Menit)
6. Peserta didik melakukan eksperimen dengan mencoba berbagai macam jenis
Collaboration
anyaman yang diberikan oleh guru. (mencoba)
Critical thinking
7. Peserta didik menuliskan tanggapannya mengenai berbagai macam jenis anyaman
Communication
8. Perwakilan kelompok membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
Collaboration
2. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik untuk mempersiapkan barang
Religius
yang dibutuhkan untuk pertemuan selanjutnya.
3. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
Pembelajaran Alternatif
a) Kegiatan pembelajaran alternatif dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran di atas
dengan beberapa modifikasi pada hal-hal sesuai keadaan sekolah dan sumber daya yang ada di
daerah setempat.
b) Ketersediaan media/alat/bahan pada pembelajan alternatif dapat menyesuaikan dengan sumber
daya yang tersedia di daerah setempat, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Tentu
saja hal ini membutuhkan kemampuan guru dalam melakukan inovasi pembelajaran.
I. Refleksi
Refleksi Guru
No. Pertanyaan
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada peserta didik yang perlu mendapat perhatian khusus?
LAMPIRAN
A Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
Pengayaan diberikan sekali sebagai pendalaman dan perluasan dari kompetensi. Pengayaan ini tidak
disertai dengan penilaian. Pengayaan yang bisa diberikan kepada peserta didik adalah merencanakan
dan menciptakan gambar yang mencerminkan prinsip ritme pada lingkup yang lebih luas (bisa
dikerjakan secara mandiri atau kelompok).
Remedial
Remedial diberikan jika peserta didik belum mencapai kriteria minimum kompetensi minimum.
Pelaksanaan kegiatan remedial dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan tingkat pencapaian peserta
didik. Kegiatan remedial yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Bimbingan individu
2. Bimbingan kelompok
3. Pembelajaran ulang dengan menggunakan metode dan media yang berbeda
B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik (Terlampir)
C. Lembar Kerja Peserta Didik (Terlampir)
D. Rubrik Penilaian (Terlampir)
E. Glossarium
1. Anyam: Merupakan proses menyilangkan sesuatu atau bahan-bahan untuk dijadikan satu kesatuan
menjadi lebih kuat dan dapat digunakan atau berfungsi pakai.
F Daftar Pustaka
Wiranto, Wahyono (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI. Pusat Perbukuan, Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan
Teknologi. Jakarta
D. Model Pembelajaran
Moda Pembelajaran : Tatap Muka
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)
Metode Pengamatan, tanya jawab, penugasan, praktik,
Metode Pembelajaran :
diskusi kelompok, presentasi, dan ceramah.
E. Sarana & Prasarana
Sumber Belajar : Buku Panduan Guru Seni Rupa kelas VI
Media Pembelajaran berupa contoh-contoh karya kerajinan
Media Pembelajaran :
anyaman dan contoh anyaman dengan aneka motif
Sarana dan Pra-sarana
1. Kertas Biasa yang diwarnai/Kertas Warna-Warni
2. Alat Warna
3. Guru bisa memfasilitasi peserta didik dengan menunjukkan contoh kipas anyaman yang sudah jadi
4. Gunting, Lem, dan Cutter/Silet/Pisau Kecil
F. Kompetensi Prasyarat (Kompetensi Awal)
Kompetensi prasyarat sebelum mempelajari materi ini, yaitu:
1. Peserta didik sudah mengenal dan mengekplorasi anyaman dikelas V.
KOMPONEN INTI
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas V dan VI) Berdasarkan Elemen:
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya.
Mengalami
Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan
(Experiencing)
unsur dalam prinsip desain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata seni.
Berpikir dan Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan
Bekerja Artistik pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
(Thinking and pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu
Working secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
29
Artistically)
Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau
Menciptakan
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan
(Making/
unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu
Creating)
menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Peserta didik mampu memberikan respons terhadap kejadian sehari-hari,
Berdampak
keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya melalui karya seni
(Impacting)
rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan lingkungan terkecilnya.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif (Merancang (KKO) (C6/Menciptakan))
6.1 Merancang suvenir dari anyaman dengan menggunakan aneka alat pemotong dengan benar
2. Afektif (Menunjukkan (KKO) (A4/Karakterisasi))
6.2 Menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika membuat suvenir dari anyaman dengan
menggunakan aneka alat pemotong dengan baik
3. Psikomotor (Menciptakan (KKO) (P5/Naturalisasi))
6.3 Menciptakan suvenir dari anyaman dengan menggunakan aneka alat pemotong dengan benar
C. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Melalui tugas tertulis peserta didik mampu merancang suvenir dari anyaman dengan menggunakan
aneka alat pemotong dengan benar
2. Melalui penilaian sikap peserta didik mampu menunjukkan Profil Pelajar Pancasila ketika membuat
suvenir dari anyaman dengan menggunakan aneka alat pemotong dengan baik
3. Melalui penilaian produk peserta didik mampu menciptakan suvenir dari anyaman dengan
menggunakan aneka alat pemotong dengan benar
D. Materi Esensial
Anyaman, kerajinan anyam, budaya daerah
E. Pemahaman Bermakna
Unit 6 mengajak peserta didik untuk merancang dan menciptakan souvenir dari anyaman dengan
menggunakan aneka alat pemotong. Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan
model Project Based Learning.
F. Pertanyaan Pemantik
1. Apa saja produk kerajinan souvenir yang kamu ketahui?
2. Apakah dengan teknik menganyam dapat menciptakankarya seni kerajinan souvenir?
3. Bahan apa yang kamu bisa gunakan untuk membuat kerajinan souvenir?
4. Bagaimana pembuatan kerajinan souvenir dengan Teknik menganyam?
G. Asessmen
H. Kegiatan Pembelajaran
30
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2. Peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pelajaran
Religius
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik
Communication
4. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu kesepakatan
Collaboration
kelas
5. Motivasi: Peserta didik diajak untuk melakukan kegiatan fisik menyenangkan sesuai
kemampuan guru.
6. Apersepsi: Guru menunjukkan contoh-contoh kerajinan tangan dengan teknik anyaman
Guru juga bisa menunjukkan hasil karya yang mewakili aneka jenis motif anyaman
7. Orientasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 1.
Kegiatan Inti
Awali dengan pertanyaan mendasar (Starts With the Essential (110 Menit)
Question)
1. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri atas 45 orang.
2. Peserta didik membaca materi pembelajaran unit 6 (mengamati).
3. Peserta didik menyaksikan video membuat souvenir kipas
4. Peserta didik dan guru bertanya jawab materi yang telah dibaca dan video yang telah
disaksikan(menanya).
5. Peserta didik mengidentifikasi alat, bahan, langkah-langkah yang ada dalam teks Communication
maupun video (menalar). Collaboration
6. Guru mengajukan beberapa pertanyaan guna memancing minat peserta didik untuk
merencanakan dan menciptakan karya souvenir dari anyaman berupa kipas
(menanya).
7. Guru mengajukan pertanyaan mendasar lainnya mengenai apa yang harus dilakukan
peserta didik dalam menciptakan karya souvenir dari anyaman berupa kipas.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
Collaboration
2. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik untuk berdiskusi dengan orang Religius
tua terkait dengan materi.
3. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
Collaboration
Religius
32
Menilai Pengalaman Pembelajaran (Evaluate the Experiences) (30 enit)
3. Peserta didik menyusun laporan dan mempresentasikan hasil kerja proyek
kelompoknya (mengomunikasikan). Communication
4. Setiap peserta didik memaparkan laporan, peserta didik yang lain memberikan Collaboration
tanggapan, dan bersama guru menyimpulkan hasil proyek.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
1. Peserta didik dan guru menarik kesimpulan terkait kegiatan pembelajaran dari awal
sampai akhir pembelajaran.
2. Peserta didik mengerjakan post test.
Collaboration
3. Peserta didik dan guru merefleksikan kegiatan pembelajaran yang sudah dipelajari Religius
(panduan terlampir).
4. Guru memberikan tindak lanjut kepada peserta didik.
5. Guru dan peserta didik diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama.
Pembelajaran Alternatif
I. Refleksi
Refleksi Guru
No. Pertanyaan
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada peserta didik yang perlu mendapat perhatian khusus?
LAMPIRAN
A Pengayaan dan
Remedial Pengayaan
Pengayaan diberikan sekali sebagai pendalaman dan perluasan dari kompetensi. Pengayaan ini tidak
disertai dengan penilaian. Pengayaan yang bisa diberikan kepada peserta didik adalah merencanakan
dan menciptakan gambar yang mencerminkan prinsip ritme pada lingkup yang lebih luas (bisa
dikerjakan secara mandiri atau kelompok).
Remedial
Remedial diberikan jika peserta didik belum mencapai kriteria minimum kompetensi minimum.
Pelaksanaan kegiatan remedial dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan tingkat pencapaian peserta
didik. Kegiatan remedial yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Bimbingan individu
2. Bimbingan kelompok
3. Pembelajaran ulang dengan menggunakan metode dan media yang berbeda
B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik (Terlampir)
C. Lembar Kerja Peserta Didik (Terlampir)
D. Rubrik Penilaian (Terlampir)
E. Glossarium
1. Anyam: Merupakan proses menyilangkan sesuatu atau bahan-bahan untuk dijadikan satu
kesatuan menjadi lebih kuat dan dapat digunakan atau berfungsi pakai.
2. Souvenir: Kerajinan tangan cendramata untuk dijadikan oleh-oleh/buah tangan khas dari daerah
tertentu atau dari even tertentu dan dimiliki secara pribadi atau dihadiahkan untuk orang lain
F Daftar Pustaka
Wiranto, Wahyono (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI. Pusat Perbukuan, Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan
Teknologi. Jakarta
33
Mengetahui Belitar Muka, Agustus 2024
Kepala Sekolah SDIT Rabbi Radhiyya 03 Wali Kelas VI B
34
35
SDIT RABBI RADHIYYA 03
KELAS 6
36
Lampiran Unit 1
Mengenal Unsur dan Prinsip Seni Rupa Pada Objek di Sekitar Kita
Bahan Ajar
Unit 1 mengajak siswa mengenal unsur dan prinsip seni rupa pada objek di lingkungan sekitar
mereka. Pembahasan prinsip dan unsur lebih dikhususkan mengenai ritme dan pola (prinsip) dan warna,
tekstur, gelap terang (unsur). Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model Problem
Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; a) Orientasi peserta didik
kepada masalah, 2) Mengorganisasikan peserta didik, 3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok,
4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) Menganalisa dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah. Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja Siswa
(Kognitif), Penilaian Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
Pokok-Pokok Materi
37
Kata Kunci : Unsur, Prinsip Seni Rupa, Pola, Ritme, Warna, Tekstur, Gelap Terang
Tentu kalian sudah tahu apa itu seni rupa? Nah, tahukah kalian apa yang perlu diketahui agar dapat
membuat karya yang baik dan indah? Ya, benar...kalian harus paham mengenai prinsip-prinsip dan unsur-
unsur seni rupa. Dengan memahami unsur dan cara menyusun unsur tersebut menggunakan prinsip-
prinsip seni rupa, kalian akan jadi seniman yang hebat!
Lantas apa itu prinsip-prinsip seni rupa? Prinsip artinya kaidah, aturan, atau pedoman. Jadi prinsip
seni rupa merupakan kaidah, aturan, atau pedoman dalam berkarya seni rupa. Untuk apa? Tentunya agar
karya seni rupa yang kalian buat tampak baik dan indah. Kalian tentu sudah mengetahui apa saja prinsip-
prinsip seni rupa ini karena telah diajarkan pada kelas sebelumnya. Apa saja? Betul, ada titik, garis, warna,
bidang, ruang, bentuk, tekstur, dan gelap terang.
Baiklah, sekarang kita bahas mengenai unsur-unsur seni rupa. Tahukan kalian apa itu unsur-unsur
seni rupa? Unsur-unsur seni rupa adalah unsur-unsur rupa dan dapat dilihat mata secara nyata yang
digunakan untuk membuat karya seni. Coba kalian sebutkan apa saja prinsip-prinsip seni rupa? Ya,
prinsip-prinsip itu antara lain; Kesatuan, Keseimbangan, Irama/Ritme, Pusat Perhatian, Kontras, Proporsi,
dan Komposisi/pola.
Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari lebih detail mengenai dua prinsip (ritme dan pola)
38
serta tiga unsur seni rupa (warna, tekstur, dan gelap terang). Kita akan mempelajari dengan cara
menemukannya pada benda-benda di sekitar kita. Menyenangkan bukan? Mari kita pelajari lebih jauh
mengenai ritme dan pola.
Coba kalian perhatikan bagaimana 1 unsur maupun 2 unsur di atas, ditata secara berulang-ulang
dengan arah tertentu (lihat anak panah).
b). Pola
Menurut Sipahelut dan Petrussumadi (1991), pola diartikan sebagai susunan unsur-unsur rupa yang
terasa utuh, jelas, dan menarik. Jadi, selain memiliki ritme, secara keseluruhan pola juga memiliki susunan
penataan tertentu. Berdasarkan penataannya, pola terdiri atas: simetri (kanan kiri atau atas bawah sama),
asimetri (kanan kiri atau atas bawah tidak sama), dan informal (penataan bebas). Mari kita cermati ilustrasi
di bawah ini
c). Warna
Warna adalah pantulan cahaya terhadap benda yang memiliki pigmen (unsur warna) tertentu.
Suatu benda berwarna merah karena benda tersebut bersifat pigmen yang memantulkan warna merah
dan menyerap gelombang warna lainnya.
Wana primer (warna pokok atau warna asli) adalah warna warni yang tidak bisa dibuat dengan
memakai warna yang lain, warna warna primer diantaranya : kuning, merah dan biru. Sedangkan warna
sekunder (warna tahap kedua) adalah warna warni yang dapat dibuat dengan campuran antara dua warna
primer seperti : merah dan kuning menjadi oren, kuning dan biru menjadi hijau, biru dan merah menjadi
ungu, adapun warna tersier (warna tahap ketiga) merupakan warna warni yang dibuat dengan cara
mencampur warna sekunder dan warna priimer yang bukan komplemen dari warna itu, seperti merahdan
oren menjadi oranye kemerahan
d). Tekstur
Tekstur adalah sifat, kualitas, dan nilai raba permukaan suatu benda (Djelantik, 2004). Tekstur
juga suatu bendah yang dapat dirabah, ada terasa licin, kasar, berkerut, bergelombang. Tekstur terbagi
menjadi 2 jenis yaitu tekstur nyata dan tekstur semu. Contohnya tembok yang terlihat kasar saat diraba
(tekstur nyata) dan kertas yang terlihat bergelombang tetapi terasa hakus dan licin ketika diraba (tekstur
semu).
39
Gelap terang merupakan unsur yang terpenting dalam membuat tampilan suatu benda agar
terlihat 3 dimensi. Jadi gelap terang ini terkait dengan begian benda yang terkena terang dan yang tidak
terkena cahaya sehingga gelap dan barbayang.
40
41
Lampiran Unit 2
Bahan Ajar
Unit 2 mengajak siswa mmenggambar ritme berdasakan pengetahuan awal yang diperoleh di unit 1.
Pengertian ritme masih dibahas secara mendasar, unit ini memberi pembahasan tambahan mengenai
ritme agar siswa memiliki pengetahuan yang cukup untuk praktek menggambar menggunakan ritme.
Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model Problem Based Learning
(Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Orientasi, 2) Merumuskan masalah proyek,
3) Merumuskan hipotesis, langkah-langkah, 4) Menguji hipotesis, dan 5) Merumuskan kesiimpulan.
Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian
Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
Pokok-Pokok Materi
Ritme dalam seni rupa adalah pengulangan secara terus menerus dan teratur dari satu unsur atau
beberapa unsur (Djelantik, 2004). Pada pembahasan ini kita akan membahas lebih dalam mengenai ritme.
Kita juga akan berlati menggambar ritme dengan menggunakan aneka bahan, teknik, maupun media
yang ada pada lingkungan kita. Baiklah, kita mulai yuk……
Sebelum menggambar, kita perlu aham benar-benar mengenai ritme ini. Jika kita baca pada
pengertian ritmesebelumnya, terdapat berapa kata kunci yang memudahkan kalian dalam melakukan
praktik menggambar ritme. Pertama pengulangan atau mengulang-ulang secara teratur.
Ada tiga cara yang bisa dilakukan dalam menggambar dengan menggunakan ritme. Cara-cara
42
tersebut adalah pengulangan (repetisi) peralihan (transisi), dan pertentangan (oposisi).
1) Pengulangan (repetisi) merupakan penataan bentuk yang serupa secara berulang-ulang dan
teratur.
4) Pertentangan (oposisi) merupakan penataan bentuk dengan melakukan pembedaan pada bentuk
yang digunakan, seperti besar dengan kecil, tinggi dengan rendah, panjang dengan pendek, atas
dengan bawah, dan lain-lain.
Pola hiasan dibawah ini juga menggunakan pengulangan dari bentuk-bentuk yang sama. Pola ritme
yang digunakan ? Repetisi, Transisi, atau Oposisi? Yang benarialah menggunakan pola repetiisi, karena
pola yang digunakan ialah berulang-ulang.
Jelas bahwa dengan menguasai keterampilan dalam menggambarkan ritme, kalian bisa
memanfaatkan untuk memperindah benda yang tadinya kurang menarik menjadi indah.
Kini saatnya kita mulai berlatih menggambar ritme. Perlengkapan yang perlu kalian siapkan adalah
pensil attau pena, penggaris, serta kertas.
43
44
45
Lampiran Unit 3
Bahan Ajar
Unit 3 ini mengajak siswa mengenal dan mengeksplorasi ikatan dan simpul yang akan digunakan
untuk mendisain sebuah karya fungsional . Pasti kalian telah mendengar tentang “ikatan” dan simpul
dalam kehidupan sehari-hari. Mengikat tali plastic dan menyimpulkan tali sepatu contohnya. Tapi
bagaimana jika kita akan mempelajari ikatan dan simpul lebih jauh lagi dan kemudian membuat karya
yang bisa dipakai? Pasti akan menyenangkan!
Tahukah kalian , sebenarnya banyak barang di sekitar kita yang dibuat dengan cara menyimpul atau
mengikat tali. Coba ingat-ingat apa saja barang tersebut? Ya benar, alat penangkap ikan seperti jala dan
jarring, perlengkapan pakaian seperti topi, sarung tangan, kaos kaki, keranjang atau tas. Barang-barang ini
semuanya dikerjakan dengan mengandalkan keterampilan tangan , tanpa menggunakan alat bantu mesin.
Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model Problem Based Learning
(Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Orientasi, 2) Merumuskan masalah proyek,
3) Merumuskan hipotesis, langkah-langkah, 4) Menguji hipotesis, dan 5) Merumuskan kesiimpulan.
Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian
Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
46
b. Ari Subekti, Rantinah, Supriyantiningtyas. 2010. Seni Budaya dan Keterampilan Untuk kelas VI
SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional. (bisa diakses melalui link
[Link]
ah_Supriyantiningtyas_2010.pdf)
Bahan Bacaan Peserta Didik
Pokok-Pokok Materi
Membicarakan mengenai ikatan dan simpul pada akhirnya akan membawa kita kepada seni kerajinan
yang pembuatannya menggunakan teknik ikat-mengikat dan simpul-menyimpil yaitu kerajinan makrame.
Baiklah, kita mulai yuk……
Nah, apakah kalian tahu apa itu pengertian ikatan dan simpul itu sama? Pada dasarnya, perbedaan kedua
tersebut hanya terletak pada gubungan talinya. Simpul merupakan tali yang terhubung dengan
[Link] itu, ikatan adalah tali yang terhubung dengan benda lain. Jadi tali dengan tali disebut
simpul, sedangkan tali dengan benda disebut ikatan. Muda bukan?
Kita akan belajar mengenai ikatan dan simpul untuk membuat karya kerajinan sederhana. Ada banyak
jenis ikatan, namun hanya ada satu jenis ikatan yang nantinya akan sering kita gunakan dalam membuat
kerajinan yaitu ikatan jangkar. Simpul apasaja yang akan digunakan dalam membuat kerajinan yang
mengandalkan ikatan dan simpul ? ini dia 6 jenis simpul dasar tersebut (Asriyani, 2013) pelajari baik-baik
ya!
47
48
49
50
Lampiran Unit 4
Bahan Ajar
Pada unit 3 sebelumya kalian sudah mempelajari apa itu kerajinan makrame. Pada meteri tersebut,
maka pada unit 4 ini akan mengajak siswa untuk karya makrame sederhana berupa gantungan kunci
bentuk boneka dengan menggunakan aneka alat dan teknik. Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru
menggunakan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah;
1) Awali dengan pertanyaan mendasar, 2) Merencanakan Rancangan proyek, 3) Mentukan jadwal, 4)
Mengawasi siswa dan kemajuan pelaksanaan proyek, 5) Menilai produk, dan 6) menilai pengalaman
pembelajaran Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja Siswa (Kognitif),
Penilaian Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
Pokok-Pokok Materi
Ritme dalam seni rupa adalah pengulangan secara terus menerus dan teratur dari satu unsur atau
beberapa unsur (Djelantik, 2004). Pada pembahasan ini kita akan membahas lebih dalam mengenai ritme.
Kita juga akan berlati menggambar ritme dengan menggunakan aneka bahan, teknik, maupun media
yang ada pada lingkungan kita. Baiklah, kita mulai yuk……
Makrame dapat diartikan sebagai bentuk seni kerajinan simpul-menyimpul rantaian benang dari awal
sampai akhir suatu hasil karya dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang tersebut sehingga
terbentuk lembaran atau rumbai. Banyak jenis kerajinan makrame yang sekitar kita misalnya:
51
perlengkapan rumah tangga, topi, sarung tangan, kaos kaki, tas, gesper, gelang, hiasan dinding,dan
berbagai benda fungsional lainnya.
Bahan baku pembuatan makrame umumnya dibuat dari berbagai macam tali. Tali yang digunakan sesuai
dengan produk makrame yang akan dibuat, umumnya tali dipilih yang berasal dari bahan yang lembut,
kuat dan tidakterlalu elastis. Jenis tali yang dapat digunakan untuk pembuatan makrame antara lain
adalah: benang katun mutiara, benang katun, tali linen, dan benang wool. Dalam
membuat karya seni makrame tersebut dapat dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka untuk
menghas ilkan karya seni makrame yang indah.
52
53
Lampiran Unit 5
Bahan Ajar
Pada unit 5 mengajak siswa untuk membentuk dan memodifikassi bahan dengan menggunakan
aneka jenis anyaman sederhana. Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model
Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Pemberian
rangsangan, 2) Pernyataan/identifikasi masalah, 3) Pengumpulan data, 4) Pengelolaan data, 5)
Pembuktian, dan 6) Menarik simpulan/generalisasi. Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui
pemberian Lembar Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
Pokok-Pokok Materi
Apa itu anyaman? Anyaman atau teknik menganyam merupakan sebuah proses saling menyilang bahan-
bahan dari pada tumbu-tumbuhan untuk dijadikan satu bagian yang kuat dan bisa dipakai untuk suatu
kegunaan. Dalam proses tersebut juga dimungkuinkan munculnya motif yang berulang (Ya, caranya
adalah dengan saling menyilang, bahannya adalah tumbu-tumbuhan, menghasilkan benda yang kuat,
untuk digunakan (Patria dan Mutmainah, 2015)
Anyaman berasal dari kata anyam yang tidak lain merupakan proses menyilangkan sesuatu atau bahan-
bahan untuk dijadikan satu kesatuan menjadi lebih kuat dan dapat digunakan atau berfungsi pakai, pada
54
dasarnya anyaman adalah bidang yang terwujud karena ada jalinan ikatan lungsi (horisontal) dan pakan
(vertikal).
Dalam perkembangannya menjadi karya seni rupa terapan untuk memenuhi keutuhan praktis sehari-hari
dan berubah untuk memenuhi keperluan estetis. Menurut Wahudi (1979), Kerajinan anyaman merupakan
suatu usaha atau kegiatan keterampilan masyarakat dalam pembuatan barang-barang dengan cara susup
menyusup antara pakan dan lungsi. Yang dimaksud dengan lungsi adalah atau daun anyaman yang tegak
lurus terhadap penganyam sedangkan pakan adalah atau anyaman yang disusupkan pada lungsi pada saat
menganyam.
Pada kegiatan ini siswa juga akan dikenalkan dengan beragai bahan-bahan untuk karya
seni anyaman, bahan yang sering digunakan adalah berasal dari alam antara lain: daun lontar, daun
pandan, bambu, rotan, rumput, tumbuhan pakis, pelepah pisang, eceng gondok, dan lain-lain, dan juga
dapat dibuat dari bahan-bahan buatan misalnya plastik, pita, kertas, karet, dan lain-lain.
C. Langkah-Langkah Menganyam
Untuk kegiatan selanjutnya, siswa dapat membuat anyaman dari bahan-bahan yang tersedia di
sekitar mereka untuk menghasilkan karya seni anyaman yang indah. Ada banyak motif anyaman yang
dapat dibuat dengan menggunakan bahan- bahan di atas, setelah menguasai teknik dasar-dasar terlebih
dahulu, pembuatan anyaman dengan jenis-jenis motif lain akan dapat dikerjakan dengan mudah, bagi
yang terbiasa/pernah membuat anyaman dasar maka akan dapat mengerjakanya dengan baik, untuk
selanjutnya akan dapat divariasikan sehingga menghasilkan motif-motif lain yang lebih unik, indah dan
menarik. Menurut Sugiono, (1974:37), menganyam adalah suatu pekerjaan yang memerlukan ketelitian
dan kerapian, maka harus dilakukan dengan kesabaran.
55
56
57
Lampiran Unit 6
Bahan Ajar
Pada unit 6 siswa untuk merancang dan meenciptakan souvenir dari anyaman dengan
menggunakan aneka alat pemotongan. Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model
Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Awali dengan
pertanyaan mendasar, 2) Merencanakan Rancangan proyek, 3) Mentukan jadwal, 4) Mengawasi siswa dan
kemajuan pelaksanaan proyek, 5) Menilai produk, dan 6) menilai pengalaman pembelajaran Penilaian
terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian Sikap (Afektif),
dan penilaian produk (Psikomotor).
58
Pokok-Pokok Materi
Kerajinan tangan souvenir atau cendramata sesuai fungsinya adalah untuk dijadikan cendramata dari
daerah tertentu atau dari even tertentu kemudian di koleksi secara pribadi atau dihadiahkan untuk orang
lain. Dalam perkembangannya souvenir atau cendramata dari tiap daerah akan berbeda-beda baik
bentuk, teknik pembuatan maupun bahannya, di sesuaikan dengan selera atau pesanan konsumen.
Dalam pembelajaran ini, setelah siswa mengenal dan menguasai berbagai jenis anyaman pada unit
pembelajaran sebelumnya, siswa diminta mempraktikkan membuat karya seni souvenir dari anyaman dari
berbagai jenis pola anyaman dengan arahan dari guru dengan kreasinya sendiri, dapat membuat berbagai
jenis produk karya seni souvenir dari anyaman sesuai kreativitas dan keinginannya siswa sendiri.
Souvenir dari anyaman bisa dibuat dari berbagai bahan, seperti bambu, rotan, pandan, rosela, gebang,
lontar, mendong, dan purun. Berikut ini adalah beberapa contoh souvenir yang bisa dibuat dari anyaman:
Gantungan kunci, Hiasan ikan, Tikar, Tas fashion, Tempat tisu, Dompet.
Teknik membuat kerajinan anyaman adalah dengan menumpang tindihkan atau menyilangkan bahan
anyam yang berupa lungsin dan pakan.
1. Buat desain dengan menggambarnya di kertas kosong atau memberi tanda di bagian alas
anyaman.
2. Anyam kertas strip ke alas anyaman berselang seling sesuai desain yang ingin dibuat.
3. Terus lakukan hingga alas anyaman penuh.
4. Beri lem pada bagian ujung kertas agar anyaman tidak bergeser
59
60
61
62
Lampiran Unit 7
Bahan Ajar
Pada unit 7 mengajak siswa untuk merancang dan meenciptakan ragam hias (ornament) dengan
menggunakan prinsip keseimbangan yang telah dipelajari secara sekilas pada unit 1. Pada unit ini,
pengetahuan mengenai prinsip keseimbangan akan diulas kembali untuk memberi bekal pengetahuan
siswa dalam praktek menggambar ornament dengan prinsip keseimbangan. Proses Belajar Mengajar yang
dilakukan guru menggunakan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan
langkah-langkah; 1) Awali dengan pertanyaan mendasar, 2) Merencanakan Rancangan proyek, 3)
Mentukan jadwal, 4) Mengawasi siswa dan kemajuan pelaksanaan proyek, 5) Menilai produk, dan 6)
menilai pengalaman pembelajaran Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar
Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
[Link]
b. "Pengertian dan Langkah-Langkah Model Problem Based Learning" dengan link
[Link]
63
Bahan Bacaan Peserta Didik
Pokok-Pokok Materi
Prinsip keseimbangan dalam menggambar adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan
hasil gambar yang dihasilkan. Keseimbangan dalam menggambar dapat membuat gambar tidak terkesan
berat di salah satu sisi dan ringan di sisi yang lain.
Untuk menerapkan prinsip keseimbangan dalam menggambar, Anda dapat: Membuat skala, Memberi
efek perspektif pada objek gambar, Menyesuaikan sudut pandang penggambar, Membuat proporsi dalam
setiap sudut-sudut objek dengan seimbang.
Menurut Ockvirk (1962:30), seniman cenderung menggunakan ukuran-ukuran yang tampak seimbang,
mirip dan berhubungan dengan perbandingan penempatan yang dapat memerlukan pertimbangan
pribadi,karena tidak ada rumus untuk menetapkan ukuran yang “benar” atau proporsi yang “tepat”.
Karya yang tidak seimbang dapat membuat orang yang melihatnya merasa tidak nyaman. Prinsip
keseimbangan dalam menggambar adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan hasil
gambar yang dihasilkan. Keseimbangan dalam menggambar dapat membuat gambar tidak terkesan berat
di salah satu sisi dan ringan di sisi yang lain.
Untuk menerapkan prinsip keseimbangan dalam menggambar, Anda dapat: Membuat skala, Memberi
efek perspektif pada objek gambar, Menyesuaikan sudut pandang penggambar, Membuat proporsi dalam
setiap sudut-sudut objek dengan seimbang. Karya yang tidak seimbang dapat membuat orang yang
melihatnya merasa tidak nyaman.
64
65
66
Lampiran Unit 8
Bahan Ajar
Pada unit 8 mengajak siswa untuk merancang dan meenciptakan ragam hias dan elemen dekoratif
dengan pola tumbuhan dari dua budaya. Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan
model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Awali
dengan pertanyaan mendasar, 2) Merencanakan Rancangan proyek, 3) Mentukan jadwal, 4) Mengawasi
siswa dan kemajuan pelaksanaan proyek, 5) Menilai produk, dan 6) menilai pengalaman pembelajaran
Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian
Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
67
Pokok-Pokok Materi
Istilah “proporsi” dapat diartikan secara singkat sebagai perbandingan ukuran, Menurut Ching (2007:247)
menjelaskan proporsi adalah menyangkut tentang hubungan dari bagian satu dengan yang lainnya atau
dengan keseluruhannya, dalam kaitan sebuah objek tumbuhan, jika objek tumbuhan tersebut proporsinya
tampak wajar maka disebut “proporsional” yang berarti perbandingan dengan ukuran yang serasi pada:
daun-daunan, bunga, buah-buahan, ranting, dan lainnya baik secara terpisah maupun dalam kesatuan
baik objek dari alam langsung maupun yang telah divisualisasikan dalam sebuah karya seni.
Kesan serasi suatu objek pada dasarnya bersifat relatif, akan tetapi pada objek tertentu, keserasian akan
timbul dari perbandingan ukuran yang sesuai memiliki standar yang baku. Menurut Ching (2007) bahwa
proporsi bertujuan menciptakan suatu tatanan yang tertib dan harmonis.
Dalam sebuah objek tumbuhan akan terdapat unsur dan prinsip yang saling mangisi sehingga
menghasilkan penampakan yang indah pada benda tersebut. Siswa dapat menguraikan keterpaduan
berbagai unsur dan prinsip seni rupa dari perbedaan karakter dalam sebuah objek tumbuhan, Suatu hal
yang tak kalah penting adalah terdapatnya prinsip proporsi dalam objek tumbuhan, sehingga ukuran
antara bagian satu dan lainnya dalam keseluruhan objek tumbuhan tersebut menjadi selaras dan indah.
Untuk menggambar tumbuhan dengan proporsi yang tepat, Anda dapat mengikuti langkah-langkah
berikut: Membuat garis kerangka untuk membantu menentukan proporsi gambar, Menentukan titik
pusat, Menentukan skala gambar, Menggambar objek, Menyelesaikan gambar.
Prinsip proporsi dalam menggambar adalah kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuain bentuk dan
ukuran suatu benda antara bagian satu dengan bagian lain.
Untuk gambar pohon natal, Anda dapat menetapkan panjang pohon dan lebar anting yang akan dipasang.
Ranting yang lebih panjang dan lebar biasanya diletakkan di bagian bawah.
1) Untuk gambar ranting, Anda dapat menggunakan pensil gambar jenis HB atau B untuk
membuat garis bantu.
2) Untuk membentuk ketebalan ranting dan cabangnya, Anda dapat menggunakan pensil gambar
jenis 2B atau 3B.
3) Untuk membentuk lembaran daun, Anda dapat menggunakan patokan garis tangkai daun yang
telah dibuat sebelumnya.
4) Untuk mengerjakan detail bentuk dan tekstur ranting dan daun, Anda dapat menggunakan
pensil gambar jenis 4B sampai 8B.
Karya yang tidak seimbang dapat membuat orang yang melihatnya merasa tidak nyaman. Prinsip
keseimbangan dalam menggambar adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan hasil
gambar yang dihasilkan. Keseimbangan dalam menggambar dapat membuat gambar tidak terkesan berat
di salah satu sisi dan ringan di sisi yang lain.
68
Untuk menerapkan prinsip keseimbangan dalam menggambar, Anda dapat: Membuat skala, Memberi
efek perspektif pada objek gambar, Menyesuaikan sudut pandang penggambar, Membuat proporsi dalam
setiap sudut-sudut objek dengan seimbang. Karya yang tidak seimbang dapat membuat orang yang
melihatnya merasa tidak nyaman.
69
70
Lampiran Unit 9
Bahan Ajar
Seni Rupa
Pada unit 9 mengajak siswa perbandingan dan penggabungan ragam rias dan elemen dekoratif dari
dua masa atau budayah. Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model Problem
Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Pemberian rangsangan, 2)
Pertanyaan atau identifikasi masalah, 3) Pengumpulan data, 4) Pengelolaan data, 5) Pembuktian, dan 6)
Menarik kesimpulan/generalisasi. Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar
Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
a. "Mengenal aneka ragam hias dari berbagai deara di indonesia" dengan link
[Link]
b. "Pengertian dan Langkah-Langkah Model Problem Based Learning" dengan link
[Link]
2. Bahan Bacaan Siswa
Pokok-Pokok Materi
Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya mempunyai begitu banyak ragam hias, dari segi motif
71
ataupun jenis dan polanya, ragam hias tidak hanya untuk tujuan keindahan yang dianggap sebagai
penghias saja, namun ragam hias lebih dari itu yang dijadikan sebagai aktifitas budaya , adat istiadat dan
keyakinan tertentu yang ada sejak berabad-abad silam di Indonesia. dapat kita lihat dari benda-benda
penemuan seperti hiasan pada candi, kain batik, kain tenun, hiasan banguanan adat dan lain-lain.
Ragam hias merupakan pola hias yang tersusun menggunakan motif hias dengan cara dan metode
tertentu pada suatu benda dengan tujuan sebagai penghias bidang atau bentuk sehingga menghasilkan
keindahan. Biasanya ragam hias dibuat secara berulang-ulang dengan pola tertentu untuk menambah dan
memperindah suatu benda.
Menurut Atisah S (1991), Ornamen adalah membuat ragam hias, ragam hias yang ada di Indonesia itu
sendiri dipengaruhi oleh begitu banyak faktor, seperti lingkungan alam, flora dan fauna, hingga budaya
masing-masing daerah yang begitu kaya. Keinginan untuk menghias menjadi salah satu bentuk naluri dari
manusiasebagai makhluk artistik.
Berdasarkan asal inspirasi terbentuknya ragam hias dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
(1) Ragam Hias Flora, berasal dari inspirasi bentuk flora atau tumbuh- tumbuhan,
(2) Ragam Hias Fauna, berasal dari inspirasi bentuk fauna atau binatang,
(4) Ragam Hias Geometris, berasal dari inspirasi bentuk -bentuk geometrik dengan unsur-
unsur seni rupa berupa titik, garis, bidang, dan bentuk.
Pembentukan ragam hias dapat secara stilasi/penggayaan dengan tidak meninggalkan bentuk aslinya
sehingga menghasilkan ragam hias yang indah,dapat berasal dari salah satu bagian saja atau keseluruhan
bagian secara utuh dan dapat dikombinasikan sehingga menghasilkan gaya ragam hiasan yang indah
menurut Atisah S. (1991, 57) motif bentuk alami, stilasi, dan geometrik pada umumnya dinilai sebagai
motif konvensional, sedangkan motif bebas dinilai sebagai motif modern.
72
73
74
75
Lampiran Unit 10
Bahan Ajar
Seni Rupa
Pada unit 10 mengajak siswa berkreasi jenis dan pola ragam hias dan elemen dekoratif. Proses
Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model Problem Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Pertanyaan mendasar, 2) Mendesain perencanaan produk,
3) menyusun jadwal pembuatan, 4) memonitiring keaktifan dan perkembangan proyek, 5) Menguji hasil,
dan 6) Evaluasi pengalaman pembelajaran. Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian
Lembar Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
Pokok-Pokok Materi
Kata Kunci : Ragam Hias, Teknik, Media, cara menggambar Ragam Hias.
76
Ragam hias merupakan hiasan yang terbentuk dari inspirasi flora, fauna, figuratif, dan bentuk geometrik.
Dalam menggambar ragam hias dapat secara stilasi/penggayaan dengan tidak meninggalkan bentuk
aslinya dan juga penyederhanaan bentuk sertaperubahan bentuk (deformasi) sehingga menghasilkan
ragam hias yang indah.
Gambar ragam hias dapat berasal dari salah satu bagian saja atau keseluruhan bagian secara utuh dari
objek inspiratifnya dan dapat dikombinasikan sehingga menghasilkan gaya ragam hias yang indah. Ragam
hias ini dapat diterapkan pada karya seni dua dimensi atau tiga dimensi dengan memperhatikan unsur dan
prinsip seni rupa.
Ragam hias flora adalah karya seni yang menggunakan tumbuhan atau flora sebagai objek
motifnya. Berikut ini adalah beberapa jenis dan pola ragam hias flora:
Ragam hias merupakan pola hias yang tersusun menggunakan motif hias dengan cara dan metode
tertentu pada suatu benda dengan tujuan sebagai penghias bidang atau bentuk sehingga menghasilkan
keindahan. Biasanya ragam hias dibuat secara berulang-ulang dengan pola tertentu untuk menambah dan
memperindah suatu benda.
Menurut Atisah S (1991), Ornamen adalah membuat ragam hias, ragam hias yang ada di Indonesia itu
sendiri dipengaruhi oleh begitu banyak faktor, seperti lingkungan alam, flora dan fauna, hingga budaya
masing-masing daerah yang begitu kaya. Keinginan untuk menghias menjadi salah satu bentuk naluri dari
manusiasebagai makhluk artistik.
Berdasarkan asal inspirasi terbentuknya ragam hias dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
(1) Ragam Hias Flora, berasal dari inspirasi bentuk flora atau tumbuh- tumbuhan,
(2) Ragam Hias Fauna, berasal dari inspirasi bentuk fauna atau binatang,
(4) Ragam Hias Geometris, berasal dari inspirasi bentuk -bentuk geometrik dengan unsur-
77
unsur seni rupa berupa titik, garis, bidang, dan bentuk.
78
79
Lampiran Unit 11
Bahan Ajar
Pada unit 11 mengajak siswa untuk membangun, merangkai, dan karya seni dari bahan daur ulang
limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga yang digunakan adalah tas plastic bekas belanjah yang
melimpah tidak terpakai. Proses Belajar Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model Problem
Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Pemberian rangsangan, 2)
Pertanyaan/identifikasi masalah, 3) Pengumpulan data, 4) Pengelolahan data, 5) Pembuktian data, dan 6)
Menari simpilan/ Generalisasi. Penilaian terhadap kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja
Siswa (Kognitif), Penilaian Sikap (Afektif), dan penilaian produk (Psikomotor).
80
Bahan Bacaan Peserta Didik
Pokok-Pokok Materi
Kata Kunci : Ragam Hias, Teknik, Media, cara menggambar Ragam Hias.
Proses mendaur ulang untuk menciptakan produk baru dari bahan bekas menjadibahan baru merupakan
kegiatan yang sangat berkontribusi terhadap pelestarianalam dengan mengurangi sampah dan
menjadikan sesuatu yang berguna, denganmendaur ulang kita juga dapat mengurangi penggunaan bahan
baku yang baru,mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi lingkungan, kerusakan lahan,dan
emisi gas rumah kaca dan yang lainnya.
Salah satu produsen limbah yang tidakpernah berhenti berproduksi adalah rumah kita sendiri, dengan
mengurangi sampahdari rumah, kita akan ikut berperan aktif mengurangi sampah secara global.
Dalamkegiatan pembelajaran ini siswa diajak untuk mendaur ulang limbah yang dihasilkandari keluarga
sehari-hari.
Siswa dapat menyeleksi bahan daur ulang yang dapat digunakan sebagai karya senidari limbah yang
dihasilkan keluarga sehari-hari dari dengan memilahnya sesuai jenis dan bentuknya, dalam proses
pemilahan ini diperlukan pengamatan dan pengetahuan tentan jenis limbah tersebut. Menurut Anggraini
(2018) kita dapat mengklarifikasikannya terlebih dahulu diantara limbah padat yang dapat didaurulang
dengan yang tidak.
Daur ulang merupakan salah satu bentuk pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan,
pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk baru daru bahan bekas yang masih
layak, dan komponen utama dalam memanajemen sampah ini ada pada dalam proses hierarki sampah 4R
(Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).
Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah disebutkan bahwa sumber
penghasil sampah sudah harus melakukan prinsip pemilahan dan life circle sampah yang berupa reduce
(mengurangi),reuse (menggunakan ulang), dan yang dihasilkan siswa. recycle (mendaur ulang).
Setelah siswa dapat menyimpulkan bahan-bahan daur ulang dari limbah yangdihasilkan keluarga sehari-
hari, kemudian adalah siswa akan melakuakan proses menciptakan karya seni yang indah dan bermanfaat
dari bahan daur ulang yang dihasilkan keluarga sehari-hari sesuai bahan yang didapatkan dan
merencanakan betuk produk karya seni yang akan di buat. Dalam proses penciptaan karya seni ini siswa
dibebaskan untuk berkreasi sesuai idenya sendiri menyesuaikan bahan-bahan dan alat yang tersedia.
81
82
83
Lampiran Unit 12
Bahan Ajar
Pada unit 12 mengajak siswa untuk menciptakan, memodifikasi, dan menghasilkan karya kriya dan
kertas bekas. Karya yang dibuat berapa patung aksi (action figure) dari kertas bekas. Proses Belajar
Mengajar yang dilakukan guru menggunakan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Masalah) dengan langkah-langkah; 1) Orientasi peserta didik kepada masalah, 2) Mengorganisasikan
peserta didik, 3) Membimbing penyelidikan individu dan kelompok, 4) Mengembangkan dan menyajikann
hasil karya, dan 6) Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penilaian terhadap
kompetensi dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja Siswa (Kognitif), Penilaian Sikap (Afektif), dan
penilaian produk (Psikomotor).
84
Bahan Bacaan Peserta Didik
Pokok-Pokok Materi
Sampai dengan saat ini kertas merupakansalah satu media dokumentasi, belajar,informasi yang cukup
penting dan masihbayak digunakan masyarakat, namun setelahtidak terpakai orang sering
mengabaikankertas tersebut, bahkan membuangnya, Jikakertas itu diabaikan akan menumpuk dan
mengotori rumah atau kantor dan biasanya orang akan menjualnya ke tukang loak.
Menurut (Sahil, 2016), Pengolahan sampah yang dilakukan, melibatkan pemanfaatan dan penggunaan
pada sarana dan prasarana, diantaranya ialah menempatkan sampah pada wadah yang sudah tersedia,
proses pengumpulan sampah, kemudian pemindahan, disusul dengan pengangkutan sampah, serta
pengolahan sampah hingga pada proses pembuangan akhir.
Menjual kertas bekas memang merupakan sebuah solusi praktis yang cukup baik, akan tetapi kertas-
kertas bekas yang di jual dengan harga murah yang awalnya hanya mengotori rumah itu dapat kita olah
menjadi barang-barang yang memiliki fungsi sehingga bisa bermanfaat serta mempunyai nilai artistik dan
nilai ekonomis yang tinggi. Menurut Sugandi (2018) kesadaran masyarakat secara mandiri saling berkaitan
antar masyarakat sebagai sebuah sistem yang memiliki arti, apabila perubahan pada suatu bagian akan
mempunyai implikasi yang tidak kalah penting dalam masyarakat lain.
Limbah kertas bekas tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam produk karya seni kerajinan seperti:
tempat pensil, vas bunga, tempat tisu, tempat majalah, keranjang buah, wadah perhiasan, sarung telepon
genggam, asbak, dan hiasan dinding, dan lain-lain. Siswa dapat menentukan karya seni kerajinan yang
akan dibuat dengan menyesuaikan bahan daur ulang kertas bekas yang akan di pakai.
Siswa dapat merencanakan produk karya seni yang akan dibuat beserta kebutuhan bahan tambahan dan
alat yang digunakan, kemudian adalah siswa akan melakuakan proses menciptakan karya seni yang indah
dan bermanfaat dari bahan daur ulang kertas sesuai bahan kertas bekas yang didapatkan dan
merencanakan bentuk produk karya seni yang akan di buat. Dalam proses penciptaan karya seni ini siswa
dibebaskan untuk berkreasi sesuai idenya sendiri menyesuaikan bahan-bahan dan alat yang tersedia
85
86
87
LEMBAR KERJA 2
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu bekerja mandiri atau berkelompok dalam
mengeksplorasi, menemukan, memilih dan menggabungkan unsur seni rupa dengan pertimbangan
nilai artistik dan estetik karya yang didukung oleh media, teknik, dan prosedur berkarya. Peserta
didik mampu berkarya seni rupa dalam bentuk dua atau tiga dimensi dengan menerapkan tema
flora, fauna dan alam. Peserta didik mampu melakukan kegiatan apresiasi dan berkreasi dengan
menunjukkan kerja artistik berdasarkan perasaan, empati, dan penilaian pada sebuah karya seni
rupa.
Catatan,
referensi,
Capaian Tujuan Alur Tujuan alasan
Elemen
Pembelajaran Pembelajaran Pembelajaran tujuan
pembelaja
ran
90
dibuatnya
91
DAFTAR NILAI
SISWA SDIT RABBI RADHIYYA 03 BELITAR MUKA
TAHUN AJARAN 2024-2025
Belitar muka,
Mengetahui, …………………………..
Kepala Sekolah Sdit Rabbi Radhiyya
03 Guru Mapel,
Kegiatan doa bersama mendukung pembelajaran di sekolah dasar dengan membangun nilai religiusitas, kedisiplinan, dan kebersamaan di antara siswa. Doa sebelum memulai dan menutup pembelajaran menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menghargai setiap proses yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran .
Aktivitas fisik dan permainan berkontribusi pada pembelajaran seni rupa dengan memotivasi dan meningkatkan keterlibatan siswa. Aktivitas ini membantu siswa mengurangi kejenuhan, meningkatkan sirkulasi darah ke otak, dan menstimulasi kreativitas yang pada gilirannya mendukung proses belajar secara efektif .
Keuntungan dari metode Problem Based Learning dalam pembelajaran seni rupa di SD adalah peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas siswa. Metode ini memungkinkan siswa menghadapi situasi nyata yang memerlukan pemecahan masalah aktif dan reflektif, sehingga mempersiapkan mereka untuk tantangan dunia nyata .
Unsur dan prinsip seni rupa yang dipelajari pada kelas VI dalam subunit Ritme dan Pola meliputi warna, tekstur, dan terang gelap .
Pendekatan saintifik dalam pembelajaran berbasis masalah di SDIT Rabbi Radhiyya 03 diterapkan melalui metode pengamatan, tanya jawab, penugasan, praktik, diskusi kelompok, presentasi, dan ceramah. Pendekatan ini mengedepankan keterlibatan siswa dalam eksplorasi dan pemecahan masalah secara aktif .
Profil Pelajar Pancasila diterapkan dengan menekankan beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berpikir kritis, dan kreatif. Siswa didorong untuk menghasilkan karya yang orisinal serta memproses informasi dan gagasan dengan kritis dalam kegiatan pembelajaran seni rupa .
Kegiatan refleksi dalam pembelajaran seni rupa berfungsi untuk membantu siswa menilai dinamika kelas dan memahami pelajaran yang dipelajari. Pelaksanaan refleksi dilakukan dengan siswa dan guru menarik kesimpulan terkait pembelajaran yang telah berjalan, merenungkan efektivitas strategi, serta merencanakan peningkatan untuk pertemuan berikutnya .
Tantangan dalam menilai produk seni rupa siswa di kelas SD termasuk subjektivitas penilaian dan variasi tingkat keterampilan siswa. Solusinya meliputi penggunaan rubrik penilaian yang jelas dengan kriteria yang terukur secara objektif dan memberikan umpan balik konstruktif yang membantu siswa memahami kekuatan dan area untuk perbaikan .
Membedakan antara hipotesis dan data pengamatan penting dalam pembelajaran berbasis masalah agar siswa dapat memahami perbedaan antara asumsi awal dan realitas hasil percobaan. Ini melatih siswa berpikir kritis dan reflektif dalam mengevaluasi validitas asumsi terhadap data yang diperoleh .
Dalam menyiapkan jadwal penyelesaian proyek, guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan konsultasi mengenai tahapan proyek, sementara siswa secara berkelompok menyusun jadwal dengan memperhatikan batas waktu yang disepakati untuk menggambar ritme dan menentukan waktu yang dibutuhkan untuk setiap langkah .