PBL Tingkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak
PBL Tingkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak
Disusun Oleh
LEDYA DWI HASTUTI TAMBUNAN, [Link].I
20 Tahun 2003 dengan Sistem Pendidikan Nasional) adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
Pendidikan adalah hal yang kompleks, dan Pendidikan menjadi salah satu dari
tolak ukur kemajuan sebuah negara. Pada dasarnya Pendidikan merupakan proses
interaksi antara pendidik dan anak didik dalam upaya membantu anak didik mencapai
komponen atau unsur yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lain.
siswa aktif dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran dan dapat mencapai hasil
Salah satu mata pelajaran agama di tingkat Madrasah Ibtidaiyah adalah mata
pelajaran Akidah Akhlak. Pelajaran Akidah Akhlak adalah pelajaran karakter, sehingga
1
peserta didik harus merasakan secara langsung kesan yang didapatkan dengan cara
menjadi pelaku secara langsung. Mata Pelajaran Akidah Akhlak ini sangat dibutuhkan
bagi siswa. Mata Pelajaran Akidah Akhlak ini perlu diajarkan kepada peserta didik
sejak dini karena untuk membentuk akhlak dan budi pekerti yang baik. Pengajaran
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan adalah hal yang sangat penting. Tanpa
adanya model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan menjadikan siswa
jawab dalam membentuk moralitas anak agar terhindar dari perilaku dan pengaruh
negatif pergaulan. Sebagai ujung tombak Pendidikan, guru menciptakan proses belajar
dalam lingkungan sekolah. Salah satu materi pembelajaran yang diajarkan guru dalam
rangka tanggung jawabnya membentuk moral peserta didik adalah materi akhlak
terpuji (Perilaku Amanah) yang terdapat pada mata pelajaran akidah akhlak.
2
Berdasarkan pengamatan penulis di tempat penulis bertugas, yaitu Madrasah
Ibtidaiyah Al-Ikhlasiah khususnya kelas IV, penulis melihat kemampuan siswa masih
rendah dalam menyelesaikan soal-soal materi akhlak perilaku Amanah. Hal ini terlihat
dari nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan
Minimal (KKM)
didik dalam belajar mata pelajaran Akidah Akhlak. Hal ini, karena selama ini guru
didik dalam pembelajaran. Serta, peserta didik kurang ikut berperan aktif dalam
kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik merasa cepat bosan dan malas belajar
dan tidak jarang kondisi kelas menjadi tidak kondusif dikarenakan peserta didik
suatu model pembelajaran yang memudahkan peserta didik dalam menyerap pelajaran
Akidah Akhlak. Maka solusi yang diambil adalah penggunaan model pembelajaran
yang diharapkan dapat menarik perhatian peserta didik yaitu model pembelajaran
Problem Based Learning. Selain itu, penggunaan model pembelajaran ini ditujukan
agar dalam kegiatan proses pembelajaran di dalam kelas guru tidak mendominasi
dihadapkan dalam dunia nyata dan mendorong motivasi peserta didik serta berfikir
3
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis perlu melakukan pembelajaran
secara intensif tentang materi akhlak, baik dalam pembelajaran maupun dalam
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penulis tertarik untuk
Didik Pada Mata Pelajaran Akidah AKhlak materi Perilaku Amanah di MIS Al-
B. Identifikasi Masalah
3. Kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam mata pelajaran Akidah Akhlak
C. Rumusan Masalah
peserta didik dalam mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah ?
2. Apakah penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar
pada mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Medan Sunggal,
Kota Medan
4
3. Bagaimana respon peserta didik dalam penerapan pembelajaran melalui model
problem based learning pada peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Medan Sunggal,
Kota Medan
D. Pemecahan Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya minat peserta didik pada mata
pelajaran Akidah Akhlak yang menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik.
Oleh karena itu perlu diadakan Tindakan untuk melakukan perubahan pembelajaran
mengenai mata pelajaran akidah akhlak agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
learning. Peneliti memilih model tersebut karena merasa sesuai dengan kebutuhan
untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Model pembelajaran problem based
learning melatih kemampuan berfikir yang dimiliki peserta didik. Siswa yang berperan
pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
5
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian di atas, maka penelitian ini diadakan dengan
meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran akidah akhlak materi
F. Manfaat Penelitian
1. Bagi Guru
Untuk mengetahui aktivitas guru dan memberikan masukan serta model untuk
Untuk mengetahui respon peserta didik dalam penerapan pembelajaran melalui model
dan hasil belajar peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Medan Sunggal, Kota Medan.
3. Bagi Sekolah
Penelitian ini dapat dijadikan masukan kebijakan bagi sekolah dalam upaya
meningkatkan proses belajar dalam rangka Perbaikan dan peningkatan kualitas proses
pembelajaran
6
BAB II
KAJIAN TEORI
sekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara
sistematis mengarah kepada perubahan yang positif yang kemudian disebut dengan
proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar siswa.
Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil belajar kelas. Semua hasil
belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak
mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar di akhiri dengan proses evaluasi hasil belajar,
sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak
proses belajar.
[Link] menyatakan bahwa hasil belajar yaitu tingkat keberhasilan peserta didik
dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang
Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar
yang dicapai peserta didik dengan kriteria tertentu. Hasil belajar peserta didik
mencakup tiga ranah yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (sikap), dan
7
ranah psikomotorik (keterampilan). Benjamin S Bloom mengklasifikasikan tiga ranah
Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual, yaitu pengetahuan atau
Ranah Afektif berkenaan dengan hasil belajar sikap yang meliputi penerimaan,
dan interpretative.
Ketiga ranah tersebut merupakan objek penelitian hasil belajar. Diantara ketiga
ranah tersebut, ranah kognitif yang paling banyak dinilai guru karena berkaitan dengan
informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didik dalam upaya mencapai tujuan
8
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa
dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor kemampuan siswa dan faktor
lingkungan. Faktor-faktor tersebut secara global dapat diuraikan dalam dua bagian,
a. Faktor internal
Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan
rohani siswa. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek yakni
1. Aspek Fisiologis
Faktor fisiologi adalah factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu.
Kondisi umum jasmani yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan
mengikuti pelajaran.
2. Aspek Psikologis
Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas
siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut
untuk mereaksikan rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara
yang tepat.
9
b. Motivasi
Motivasi adalah salah satu factor yang mempengaruhi keaktifan belajar peserta
didik. Motivasi belajar yang ada dalam diri seseorang akan mendorong individu
tersebut untuk belajar mengenai ha-hal yang barusebab ada kebutuhan dan tujuan yang
harus dicapainya.
c. Minat
Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang
d. Sikap
untuk mereaksi dan merespon (response tendency) dengan cara yang relatif tetap
terhadap objek orang, barang dan sebagainya, baik secara positif maupun negative.
e. Bakat
b. Faktor Eksternal
Faktor -faktor yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan,
dampak terhadap aktivitas belajar peserta didik. Hubungan antara anggot keluarga,
10
orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu peserta didik
dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan yang harmonis antara
ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah.
Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat
mempengaruhi belajar peserta didik. Lingkungan peserta didik yang kumuh, banyak
pengangguran, dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar peserta
didik, paling tidak peserta didik kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi,
1. Lingkungan alamiah
Lingkungan alamiah seperti kondisi udara yang segar, tidak panas, dan tidak dingin,
lingkungan alam tidak mendukung, proses belajar peserta didik akan terhambat.
2. Faktor Instrumental
Faktor instrumental yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam.
Pertama, hardware, seperti Gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, lapangan
11
olahraga dan sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan
Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan peserta didik. Begitu juga
dengan metode dan model mengajar guru disesuaikan dengan kondisi perkembangan
peserta didik. Karena itu, agar guru dapat memberikan konstribusi yang positif
terhadap aktivitas peserta didik, maka guru harus menguasai materi pelajaran, metode,
dan model mengajar yang dapat diterapkan sesuai dangan kondisi peserta didik.
Secara khusus alat-alat penilaian hasil belajar yaitu tes, baik tes uraian maupun
tes objektif. Tes sebagai alat penilaian adalah berupa pertanyaan -pertanyaan yang
diberikan peserta didik untuk mendapt jawaban dari peserta didik dalam bentuk lisan
(tes lisan), bentuk tulisan (tes tertulis), maupun bentuk perbuatan (tes Tindakan).
a. Tes Lisan
Tes lisan digunakan untuk mengukur aspek yang berkaitan dengan kemampuan
komunikasi (communication skill), yang digunakan untuk menguji peserta didik, baik
secara individual maupun secara kelompok. Melalui tes lisan guru mengetahui
secara langsung, dan dapat dihindari jawaban yang spekulatif, dan secara cepat dapat
12
b. Tes Tulis
Tes tertulis atau sering disebut paper and pencil test adalah tes yang menuntut jawaban
dari peserta didik dalam bentuk tertulis. Tes tertulis ada dua bentuk, yaitu bentuk uraian
Tes uraian (essay test) adalah pertanyaan yang harus dikerjakan atau dijawab
membandingkan, memberi alas an, dan bentuk lain yang sejenis dengan tuntunan
Tes uraian dalam penyusunannya dan pelaksanaan dapat dilakukan mudah dan
cepat, dan dapat dicegah spekulasi dalam menjawab soal, dapat mengetahui tingkat
kedalaman dan penguasaan materi tsetee, dan testee termotivasi untuk berani
mengungkapkan pendapatnya.
Kurang mencakup dan mewakili isi materi, pengoreksian cukup sulit dan
pengkoreksian menjadi sulit diserahkan kepada orang lain, validitas dan reliabilitas
Tes uraian terdiri dari dua macam, yaitu tes uraian bebas dan tes uraian terbatas. Berikut
13
1. Tes uraian terbatas
Dalam menjawab tes uraian terbatas ini, peserta didik mengemukakan jawaban
yang sifatnya sudah terarah ( dibatasi ). Walaupun jawaban peserta didik bermacam-
macam, tetap harus ada pokok-pokok penting yang terdapat dalam sistematika
jawabannya sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan dan dikehendaki dalam
Pada tes uraian terbuka peserta didik bebas dalam mengemukakan jawaban atau
pendapatnya yang luas dan menyeluruh. Pada tes uraian terbuka sepenuhnya jawaban
sesuai dengan kemampuannya. Contoh : Mengapa sebelum shalat kita harus niat ?
Tes Objektif
Tes obyektif adalah tes hasil belajar yg terdiri dari butir-butir soal yg dapat dijawab
peserta didik dgn jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan
jawaban yang dipasangkan pada masing masing items atau dengan jalan menuliskan
jawabannya berupa kata kata/ simbol tertentu pada tempat yg telah disediakan.
Tes objektif dibedakan menjadi, bentuk: tes benar salah (true false), tes pilihan ganda
(multiple choice), tes menjodohkan (matching), tes melengkapi (completion), dan tes
jawaban singkat.
Bentuk tes benar salah adalah bentuk tes yang memiliki beberapa soal berupa
penyataan yang Sebagian benar dan Sebagian salah. Bentuk soal benar salah dapat
14
dipakai untuk mengukur tinggi rendahnya pengetahuan peserta didik tentang fakta,
Soal pilihan ganda adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang benar
atau yang paling tepat. Butir soal pilihan ganda adalah butir soal alternatif yang
jawabannya lebih dari dua. Pada umumnya alternatif jawabannya itu berkisar empat
atau lima.
Tiap soal pilihan ganda terdiri dari dua bagian, yaitu pertanyaan yang biasa juga
disebut stem, dan alternatif jawaban disebut juga dengan option. Stem mungkin dalam
bentuk pertanyaan atau dapat juga berupa pernyataan. Bila berbentuk pernyataan,
mungkin pernyataan yang lengkap atau pernyataan yang tidak lengkap. Mungkin pula
berisi pernyataan dan pertanyaan. Option terdiri dari beberapa piliha, salah satu dari
alternatif pilihan itu adalah jawaban yang benar terhadap pertanyaan. Option yang
merupakan jawaban yang benar dinamakan kunci jawaban. Alternatif jawaban yang
3. Bentuk menjodohkan
Tes menjodohkan adalah suatu bentuk tes yang terdiri dari dua kolom yang parallel.
Yang satu kolom terdiri atas keterangan atau pernyataan, sedangkan kolom yang
satunya terdiri atas jawaban terhadap pernyataan yang terdapat pada kolom yang
lainnya. Dalam bentuk paling sederhana jumlah soal harus sama dengan jumlah
jawabannya. Tetapi alangkah baiknya apabila jumlah jawaban yang disediakan dibuat
lebih banyak dari jumlah soalnya karena hal ini akan mengurangi kemungkinan peserta
15
4. Bentuk melengkapi
Tes melengkapi adalah suatu pernyataan yang belum lengkap yang meminta
peserta didik untuk melengkapinya dengan satu atau dua kata yang benar. Jawaban
dapat berbentuk kata, bilangan, kalimat, symbol dan jawaban hanya dapat dinilai benar
atau salah.
Tes jawaban singkat adalah tes isian tertulis yang menuntut peserta didik untuk
kalimat yang tidak lengkap atau jawaban atas suatu pernyataan yang harus dikerjakan.
melakukan suatu kegiatan. Tes praktik adalah tes yang menuntut respon atau jawaban
peserta didik dalam bentuk perilaku atau perbuatan dan peserta didik diminta untuk
perbuatan mengarah pada penilaian penampilan, proyek yang dikerjakan dan produk
yang dihasilkan.
Dari uraian diatas tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil
belajar peserta didik yaitu hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan
16
B. Tinjauan Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Kata Akidah berasal dari bahasa Arab. Secara bahasa, Akidah berarti sesuatu yang
mengikat. Kata Akidah sering juga disebut “aqoid, yaitu kata jamak dari aqidah yang
artinya simpulan. Akidah menurut ash Shiddieqy adalah sesuatu yang dipegang teguh
dan terhujam kuat di dalam lubuk jiwa dan tidak dapat beralih dari padanya.
Kata Akhlak berasal dari bahasa arab jamak dari mufradadnya khuluqun yang berarti
budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Menurut [Link] Amin, Akhlak
itu adalah kehendak yang dibiasakan. Artinya kehendak itu bila membiasakan sesuatu,
Dari pemaparan di atas, dapat dijelaskan bahwa akidah akhlak adalah suatu
berpegang teguh terhadap norma-norma dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur tanpa
17
Akidah Akhlak sangat diperlukan terutama di zaman Abad 21 seperti saat ini. Akidah
Akhlak berguna untuk mengantisipasi dampak negatif seperti berkurang sikap sopan
santun kepada orang yang lebih tua, berkurang sikap amanah terhadap sesuatu.
akidah islam.
Ruang lingkup mata pelajaran akidah akhlak ditingkat Madrasah Ibtidaiyah khususnya
kelas IV adalah :
3. Meyakini Rukun Iman ( Iman Kepada Allah SWT, iman kepada malaikat-
malaikat Allah, iman kepada Kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul-rasul Allah,
iman kepada hari akhir, dan iman kepada qada dan qadar Allah)
18
Aspek Akhlak meliputi :
munafik
2. Aspek kisah teladan meliputi kisah Bilal bin Rabah, Tsalabah, dan kisah
19
C. Tinjauan Model Pembelajaran Problem Based Learning
pada masalah yang dihadapi peserta didik pada saat proses mendapatkan ilmu
pengetahuan. Ini berfungsi agar peserta didik bisa mandiri dalam menemukan solusi
berdasarkan masalah yang ada. Problem Based Learning suatu model pembelajaran
yang melibatkan peserta didik untuk menyelesaikan suatu masalah melalui tahap-tahap
masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik belajar dalam kelompok untuk
memecahkan masalah dari permasalahan dunia nyata dan mengikat peserta didik pada
rasa ingin tau terhadap pembelajaran, sehingga mereka memiliki model belajar sendiri.
(Kemendikbud, 2014:39)
pembelajaran.
20
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa PBL
merupakan model pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada suatu masalah
sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berfikir tingakat tinggi dan
ciri yang mebedakannya dengan model pembelajaran lain, adapun ciri-ciri model
5. Kolaborasi
1. Peserta didik dilatih untuk selalu berfikir kritis dan terampil dalam menyelesaikan
suatu permasalahan.
21
4. Kekurangan problem based learning
4. Jika jumlah peserta didik dalam satu kelas terlalu banyak, guru akan kesulitan
learning :
1. Konsep Dasar
Guru menyampaikan dasar pengetahuan yang terdiri dari konsep dasar, instruksi,
sumber, koneksi, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mata pelajaran yang akan
2. Pendefinisian Masalah
ini berarti setiap peserta didik dalam group harus menyatakan ide atau pendapat.
Langkah ini bisa melahirkan berbagai macam gagasan yang tidak terduga sebelumnya.
22
3. Pembelajaran Mandiri
Peserta didik diharuskan menemukan referensi belajar lain dari banyak sumber
agar permasalahan yang ada akan semakin jelas. Referensi belajar bisa artikel, video,
tempat baru, perpustakaan, berita, situs internet, buku atau apapun itu yang berasal dari
4. Pertukaran Pengetahuan
pemahaman materi lebih dalam. Pada sesi selanjutnya peserta didik diminta untuk
berdiskusi dalam sebuah kelompok untuk mematangkan bahan sumber yang ada lalu
dengan baik.
5. Penilaian
keterampilan. Seluruh penilaian yang akan dicatat sebagai hasil akhir terdiri dari
laporan, catatan, pekerjaan rumah, kuis, ulangan Tengah semester, dan Ulangan Akhir
semester.
6. Meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak melalui model Problem Based Learning
Hasil belajar mata pelajaran Akidah Akhlak adalah hasil belajar yang dicapai
pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan
sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi:
keimanan dan akhlakul karimah. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif,
23
subsumatif dan sumatif), unjuk kerja (performance), penugasan (project), hasil
harus menarik sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar. Diperlukan model
pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada peserta
didik sebagai subjek belajar, guru mengutamakan proses daripada hasil. Guru
merancang proses belajar mengajar yang melibatkan peserta didik secara aktif pada
aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Agar hasil
belajar Akidah Akhlak meningkat diperlukan situasi, cara dan strategi pembelajaran
yang tepat untuk melibatkan peserta didik secara aktif baik pikiran, pendengaran,
pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai, peserta
peserta didik diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul, serta mendiskusikan
permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Setelah itu,
tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan
masalah yang ada serta mengarahkan peserta didik untuk bertanya, membuktikan
24
Dari uraian diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan model Problem
Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar akidah akhlak peserta didik
7. Penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran Akidah Akhlak
dalam bentuk kegiatan peserta didik bekerja dan mengalami, menemukan dan
dari guru kepada peserta didik. Peserta didik mengerti apa makna belajar, apa
manfaatnya, dan bagaimana cara mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka
pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Peserta didik terbiasa memecahkan masalah,
lama dengan pngetahuan baru, dan memfasilitasi belajar. Anak harus tahu makna
model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
belajar efektif dan kreatif, dimana peserta didik dapat membangun sendiri
bertanya, kerja kelompok, belajar dari model yang sebenarnya, bisa merefleksikan apa
yang diperolehnya antara harapan dengan kenyataan sehingga peningkatan hasil belajar
yang didapat bukan hanya sekedar hasil menghapal materi belaka, tetapi lebih pada
25
kegiatan nyata (pemecahan kasus-kasus) yang dikerjakan peserta didik pada saat
D. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian Pustaka dan tinjauan hasil penelitian terdahulu yang relevan, maka
1. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar
pada mata pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Al Ikhlasiah Medan
2. Pendekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan peserta didik dalam
26
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
research). Penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat
di dalam kelas. Manfaat dari dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini yaitu :
inovasi-inovasi pembelajaran
di kelas.
Terdapat beberapa model penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh para
ahli seperti Model Ebbut, Model Hopkins, Model Kurt Lewin. Dari beberapa model
penelitian yang ada peneliti menggunakan model penelitian Kurt Lewin. Model
27
(planning), Tindakan (action), Observasi (observation), refleksi (reflection) pada setiap
siklusnya. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan selama dua siklus, dengan
penerapan Problem Based Learning. Adapun siklus penelitian tindakan kelas model
1. Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan tahapan awal yang dilakukan dalam penelitian ini. Pada
2. Tindakan (action)
Pada tahapan ini peneliti melaksanakan tindakan yang telah tersusun dan Rencana
28
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang merupakan variasi praktik yang cermat
dan bijaksana.
3. Pengamatan (Observation)
tindakan. Pada tahap ini merupakan kegiatan pengumpulan data yang berupa
4. Refleksi (reflection)
pengamatan. Pada tahap ini peneliti melakukan analisis data yang telah diambil
pada saat melakukan pengamatan. Apabila hasil analisis data belum selesai
dengan tujuan yang ingin dicapai, maka perlu diadakan perbaikan pada siklus
selanjutnya hingga tercapainya tujuan yang diinginkan. Dan apabila tujuan yang
1. Lokasi Penelitian
Kota Medan yang beralamat di jln. Beo Indah No.13 Sei Sikambing B, kec. Medan
2. Waktu penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siklus I tanggal 9 Juni 2022 , siklus II
29
3. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Kecamatan Medan
4. Siklus penelitian
Penelitian Tindakan kelas adalah penelitian yang bertujuan untuk mengatasi berbagai
permasalahan yang ada didalam kelas. Penilaian Tindakan kelas minimal dilaksanakan
dalam tiga siklus. Pada setiap siklus dilaksanakan secara berurutan dimulai dari
melakukan refleksi. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat peningkatan hasil
belajar peserta didik pada mata pelajaran akidah akhlak dikelas IV MIS Al-Ikhlasiah
1. Variabel Input
Peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Kota Medan tahun ajaran 2021/2022
2. Variabel proses
Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Akidah
Akhlak.
3. Variabel output
30
D. Instrumen Penelitian
a. Lembar Observasi
pengamatan didalam kelas. Dari lembar observasi inilah peneliti dapat mengetahui
Lembar kerja peserta didik yang digunakan peneliti adalah lembar kerja kelompok
dan lembar kerja individu. Lembar kerja ini diberikan pada saat pembelajaran.
Lembar kerja ini digunakan untuk menegtahui sejauh mana pemahaman peserta
didik terhadap materi yang telah dipelajari dan untuk mengetahui tentang kemajuan
c. Dokumentasi
didik seperti nilai hasil belajar dan foto yang menggambarkan situasi saat
E. Rencana Tindakan
Penyusunan Rencana Tindakan dalam penelitian ini mengacu pada model kurt Lewin.
Setiap siklus penelitian model kurt Lewin terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan
(planning), tindakan (act), pengamatan (observe), dan refleksi ( reflect). Berikut adalah
31
rencana Tindakan kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan di Kelas IV MIS Al-
1. Kegiatan Siklus I
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan peneliti pada tahap ini adalah sebagai
berikut :
Refleksi
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan peneliti adalah dengan melihat tingkat
keberhasilan dan kekurangan dari perencanaan yang telah disusun sebagai bahan
evaluasi diri. Bentuk kegiatan refleksi pada tahap ini adalah dengan menganalisis hasil
lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta menganalisis hasil belajar
peserta didik. Dengan merefleksikan hasil penelitian, peneliti dapat menyusun rencana
2. Kegiatan siklus II
Berdasarkan hasil refleksi pada pelaksanaan Tindakan pada siklus I yang tidak
dan penyempurnaan serta perbaikan dari pelaksanaan Tindakan siklus I pada mata
32
pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah. Jika kriteria ketuntasan belajar
peserta didik tidak tercapai, maka penelitian tindakan kelas dilanjutkan ke siklus III.
Pada siklus III, tahapan yang dilakukan adalah sama dengan tahapan di siklus
sebelumnya yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Ditahapan siklus III
ini peneliti melihat apakah masih terdapat ketidaktercapainya kriteria ketuntasan belajar
peserta didik. Jika kriteria ketuntasan belajar peserta didik sudah tercapai, maka
1. Sumber Data
Sumber data pada penelitian ini adalah subjek dari data yang diperoleh yang bersumber
dari peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah, Medan sunggal, Kota Medan.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi dan
tes.
a. Observasi
pencatatan secara urut yang terdiri dari unsur yang bermunculan dalam suatu fenomena
dalam objek penelitian. Hasilnya akan dilaporkan dengan susunan yang sistematis dan
33
sesuai kaidah yang berlaku. Observasi dilakukan oleh peniliti dengan melakukan
b. Dokumen
Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik
(nilai) dan foto pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan
Tes adalah alat untuk mengukur yang diberikan kepada peserta didik untuk
lisan atau secara perbuatan. Tes hasil belajar adalah mengukur penguasaan tertentu
sebagai hasil belajar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian
ini adalah tes tulis. Dalam penelitian ini tes yang diberikan berupa soal kelompok yang
diberikan berupa soal kelompok yang harus dikerjakan setiap pertemuan dan
Dalam penelitian Tindakan kelas ini, ada dua jenis data yang didapatkan oleh
peneliti yaitu data kualitatif dan data kuntitatif. Data kualitatif adalah data berupa
informasi dalam bentuk kalimat yang menggambarkan hasil observasi pada setiap
siklus yang dilakukan. Sedangkan Data kuantitatif adalah data dalam bentuk angka
maupun skor yang merupakan proses pembelajaran pada mata pelajaran Akidah
34
Akhlak materi Perilaku Amanah dengan menggunakan model pembelajaran problem
based learning.
Analisis data pada penelitian ini didapat dari hasil belajar peserta didik setelah
mengerjakan evaluasi di setiap akhir siklus. Untuk penghitungan hasil belajar pada
bidang kognitif setiap siklus menggunakan rata-rata skor kelas dari post test yang
diberikan dan persentase peserta didik melampaui KKM ≥78. Nilai KKM yang
ditetapkan untuk mata pelajaran Akidah Akhlak adalah tujuh puluh delapan. Hasil
belajar bidang kognitif pada penelitian ini akan dihitung rata-rata dan ketuntasan
Menurut Gantini dan Suhendar (2017 : 28), rumus menghitung nilai rata-rata kelas
yaitu :
belajar dalam kelas. Kelas dikatakan tuntas apabila dalam suatu pembelajaran hasil
Kualifikasi nilai hasil belajar peserta didik dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 3.1. Kualifikasi Ketuntasan Hasil Belajar
35
Nilai Kriteria
˂ 78 Tidak Tuntas
≥ 78 Tuntas
4. Indikator Keberhasilan
Dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran
36
BAB IV
Kegiatan penelitian pada siklus I terdiri dari empat tahap yaitu tahap
tahapan tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini sesuai dengan Langkah-langkah yang
1. Kegiatan Pendahuluan
37
Guru bersama peserta didik bersama-sama menyanyikan lagu wajib
2. Kegiatan Inti
Guru mengajak peserta didik mengamati video dan materi yang berkaitan
Guru dan peserta didik melakukan jawab tentang sifat amanah (pengertian
tugas individu
38
Fase 4 (Evaluasi)
masing kelompok
masing-masing kelompok
3. Kegiatan Penutup
amanah
3. Pengamatan Siklus I
Hasil Observasi terhadap aktivitas peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada
39
Tabel 4.1 Hasil Aktivitas Peserta Didik Siklus I
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat peserta didik secara kegiatan belajar
sebagian besar indikator pengamatan muncul dalam aktivitas kerja peserta didik.
Skor yang diperoleh dari pengamatan aktivitas peserta didik adalah 60, sedangkan
60
skor maksimal adalah 80. Dengan demikian presentase nilai rata-rata adalah 80 ×
100% = 75%
Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa peserta didik masih merasa
kesulitan dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti karena mereka
mengikuti pembelajaran.
40
Adapun hasil kerja kelompok peserta didik disajikan dalam tabel berikut :
cenderung rendah dan tergolong kategori cukup. Dari hasil belajar tersebut masih
sangat perlu diperhatikan ketika proses belajar kelompok berlansung, karena sangat
Adapun hasil belajar peserta didik pada akhir tindakan siklus I disajikan dalam tabel
berikut:
41
Tabel 4.3
Keterangan
No Nama Nilai
Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Abi Bayu Kurniawan 70 √
2 Aisyah Mardhiyah 85 √
3 Alika Fitiyani Sitompul 70 √
4 Alfionika Rahma Dewinta 80 √
5 Alya Mukhbita Yani 70 √
6 Aqila Zahira 60 √
7 Charissa Annisa Putri Harahap 80 √
8 Damar Faid Sihite 80 √
9 Dialova Agna 85 √
10 Dimas Arya Hendriansyah 80 √
11 Fadhil Maulana 65 √
12 Fikri Pratama 50 √
13 Firas Alzham 85 √
14 Hilyah Ramadhani 70 √
15 Irsyad Akmal 60 √
16 [Link] 50 √
17 Risky Septian Anggara 50 √
18 Thalita Shaafa Kamila 80 √
Jumlah 1270
Rata-Rata 70,55
Presentase Ketuntasan Belajar 44,44%
KKM 78
42
Analisis Data Hasil Siklus I
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pra siklus ini, maka diperoleh:
1. Nilai rata-rata
∑𝑁𝑠
X=
∑𝑛
Keterangan :
X = Nilai rata-rata
∑𝑁𝑠 1270
X= = = 70,55
∑𝑛 18
F 8
P = N × 100% × 100 % = 44,44 %
18
Berdasarkan data yang diperoleh hasil belajar peserta didik siklus I dengan nilai
rata-rata kelas 70,55 dan yang tidak tuntas 10 orang peserta didik, sedangkan
4. Refleksi Siklus I
Dari hasil evaluasi akhir siklus I dapat disimpulkan bahwa belum tercapainya
43
1. Interaksi dan kerja sama antar anggota kelompok belum berlangsung
2. Pada proses pembelajaran Sebagian peserta didik kurang aktif dan masih
3. Dari hasil belajar peserta didik dengan presentase 44,44 % yang dapat
harus melakukan upaya yang lebih untuk memperbaiki tindakan pada siklus II.
Guru harus membangkitkan minat peserta didik dalam pembelajaran sehingga peserta
didik aktif dan berani dalam mengemukakan pendapatnya. Seperti pada siklus I
1. Perencanaan Siklus II
44
2. Pelaksanaan Siklus 1I
Pembelajaran siklus II dilakukan pada hari Jumat tanggal 17 Juni 2022 secara
Guru memberi salam dan menyapa peserta didik, kemudian meminta salah satu
dari peserta didik untuk memimpin doa. Guru melakukan presensi kehadiran peserta
didik. Guru memberikan penjelasan singkat tentang tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.
tentang penerapan perilaku amanah dan hikmah berperilaku amanah dalam kehidupan
sehari-hari. Guru juga memancing peserta didik dengan beberapa pertanyaan untuk
dan membagikan LKPD. Guru menjelaskan tugas yang harus diselesaikan melalui
diskusi. Ketika peserta didik melakukan diskusi, guru memantau kegiatan dalam
diskusi tersebut. Guru mendengarkan hasil dari presentase setiap kelompok di depan
kelas. Guru memberikan soal individu untuk dikerjakan masing-masing peserta didik.
Guru dan peserta didik bersama-sama mengambil kesimpulan dari pembelajaran hari
ini.
Guru menutup pertemuan kali ini dengan meminta salah satu dari peserta didik
45
3. Pengamatan Siklus II
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat peserta didik secara kegiatan belajar
sebagian besar indikator pengamatan muncul dalam aktivitas kerja peserta didik.
Skor yang diperoleh dari pengamatan aktivitas peserta didik adalah 63, sedangkan
63
skor maksimal adalah 80. Dengan demikian presentase nilai rata-rata adalah 80 ×
100% = 78,75%
terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti karena mereka
muali senang dengan kerja berkelompok. Namun semua subjek penelitian senang
mengikuti pembelajaran.
46
Adapun hasil kerja kelompok peserta didik disajikan dalam tabel berikut :
meningkat tetapi masih tergolong kategori cukup. Dari hasil belajar tersebut masih
sangat perlu diperhatikan ketika proses belajar kelompok berlansung, karena sangat
Dari hasil evaluasi untuk ketuntasan hasil belajar peserta didik, didapatkan data
sebagai berikut :
47
Tabel 4.6
Keterangan
No Nama Nilai
Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Abi Bayu Kurniawan 80 √
2 Aisyah Mardhiyah 90 √
3 Alika Fitiyani Sitompul 80 √
4 Alfionika Rahma Dewinta 80 √
5 Alya Mukhbita Yani 80 √
6 Aqila Zahira 60 √
7 Charissa Annisa Putri Harahap 85 √
8 Damar Faid Sihite 85 √
9 Dialova Agna 85 √
10 Dimas Arya Hendriansyah 85 √
11 Fadhil Maulana 70 √
12 Fikri Pratama 65 √
13 Firas Alzham 85 √
14 Hilyah Ramadhani 75 √
15 Irsyad Akmal 70 √
16 [Link] 60 √
17 Risky Septian Anggara 60 √
18 Thalita Shaafa Kamila 85 √
Jumlah 1380
Rata-Rata 76,67
Presentase Ketuntasan Belajar 61,11%
KKM 78
48
Analisis Data Hasil Siklus II
1. Nilai rata-rata
∑𝑁𝑠 1380
X= = = 76,67
∑𝑛 18
F 11
P = N × 100% × 100 % = 61,11 %
18
3. Nilai Presentase Peserta Didik yang belum mencapai KKM Hasil Belajar
F 7
P = N × 100% × 100 % = 38,89 %
18
Berdasarkan pada data tabel 4.2, nilai tertinggi peserta didik pada hasil belajar siklus
II adalah 90, dan nilai terendah adalah 60 dan rata-rata nilai kelas adalah 76,67. Jumlah
peserta didik yang mencapai KKM adalah 11 orang peserta didik dan yang belum
memenuhi KKM adalah 7 orang peserta didik. Presentase ketuntasan hasil belajar
49
4. Refleksi Siklus II
Dari hasil evaluasi belajar peserta didik pada siklus II, serta menyeleksi siklus
b. Dilihat dari hasil evaluasi meningkat walaupun tidak terlalu tinggi dari 44,44 %
menjadi 61,11 %. Pada siklus II ini berarti ketuntasan belajar peserta didik sudah
Akan tetapi ketuntasan hasil belajar peserta didik belum memenuhi kriteria ketuntasan
hasil belajar, dimana ketuntasan hasil belajar secara klasikal adalah ≥80 %. Sedangkan
pada siklus II presentase ketuntasan hasil belajar masih dibawah 80 % yaitu 61,11 %.
Seperti pada siklus II sebelumnya, siklus III juga melalui empat tahapan, yaitu
50
2. Pelaksanaan Siklus III
Pembelajaran siklus II dilakukan pada hari Jumat tanggal 17 Juni 2022 secara
Guru memberi salam dan menyapa peserta didik, kemudian meminta salah satu
dari peserta didik untuk memimpin doa. Guru melakukan presensi kehadiran peserta
didik. Guru memberikan penjelasan singkat tentang tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.
kepada peserta didik mengenai gambar tersebut dan memotivasi peserta didik untuk
peserta didik dengan beberapa pertanyaan untuk mengetahui apakah peserta didik
dan membagikan LKPD. Guru menjelaskan tugas yang harus diselesaikan melalui
diskusi. Ketika peserta didik melakukan diskusi, guru memantau kegiatan dalam
diskusi tersebut. Guru mendengarkan hasil dari presentase setiap kelompok di depan
kelas. Guru memberikan soal individu untuk dikerjakan masing-masing peserta didik.
Guru dan peserta didik bersama-sama mengambil kesimpulan dari pembelajaran hari
ini.
Guru menutup pertemuan kali ini dengan meminta salah satu dari peserta didik
51
3. Pengamatan Siklus III
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat peserta didik secara kegiatan belajar
sebagian besar indikator pengamatan muncul dalam aktivitas kerja peserta didik.
Skor yang diperoleh dari pengamatan aktivitas peserta didik adalah 73, sedangkan
73
skor maksimal adalah 80. Dengan demikian presentase nilai rata-rata adalah 80 ×
100% = 91,25%
terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti karena mereka
senang dengan kerja berkelompok yang berpengaruh terhadap hasil evaluasi belajar
peserta didik.
52
Adapun hasil kerja kelompok peserta didik disajikan dalam tabel berikut :
meningkat dan sudah tergolong kategori Baik, yang sangat mempengaruhi dalam
Dari hasil evaluasi untuk ketuntasan hasil belajar peserta didik, didapatkan data
sebagai berikut :
53
Tabel 4.9
Keterangan
No Nama Nilai
Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Abi Bayu Kurniawan 90 √
2 Aisyah Mardhiyah 100 √
3 Alika Fitiyani Sitompul 85 √
4 Alfionika Rahma Dewinta 100 √
5 Alya Mukhbita Yani 90 √
6 Aqila Zahira 80 √
7 Charissa Annisa Putri Harahap 90 √
8 Damar Faid Sihite 95 √
9 Dialova Agna 100 √
10 Dimas Arya Hendriansyah 95 √
11 Fadhil Maulana 85 √
12 Fikri Pratama 70 √
13 Firas Alzham 100 √
14 Hilyah Ramadhani 80 √
15 Irsyad Akmal 80 √
16 [Link] 70 √
17 Risky Septian Anggara 70 √
18 Thalita Shaafa Kamila 100 √
Jumlah 1580
Rata-Rata 87,78
Presentase Ketuntasan Belajar 83,33%
KKM 78
54
Analisis Data Hasil Siklus III
1. Nilai rata-rata
∑𝑁𝑠 1580
X= = = 87,78
∑𝑛 18
F 15
P = N × 100% × 100 % = 83,33 %
18
3. Nilai Presentase Peserta Didik yang belum mencapai KKM Hasil Belajar
F 3
P = N × 100% × 100 % = 16,67 %
18
Dapat dilihat secara jelas peningkatan setiap siklusnya dari hasil rekapitulasi
55
Tabel 4.4
Dari perolehan hasil tindakan siklus I dan siklus II yaitu pembelajaran dengan
Medan Sunggal Kota Medan dapat disimpulkan sangat efektif, terlihat dari hasil
tindakan pada siklus I, siklus II dan siklus III perolehan nilai peserta didik meningkat
didik pada siklus I meperoleh nilai rata-rata 70,55. Adapun indikator pencapaian KKM
hasil belajar yang ditentukan 80% sedangkan jumlah peserta didik yang mencapai
56
KKM pada siklus I adalah 44,44 % yang berarti pembelajaran dengan model Problem
Based Learning pada materi Perilaku Amanah di kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Kecamatan
Based Learning diperoleh hasil sebagaimana tertera pada tabel diatas dimana perolehan
rata-rata hasil belajar sebesar 76,67 sedangkan presentase pencapaian KKM hasil
belajar peserta didik sebesar 61,11 % yang berarti pembelajaran dengan model Problem
Pada Siklus III dari tindakan yang menerapkan model pembelajaran Problem
Based Learning diperoleh hasil Sebagaimana tertera pada tabel di atas dimana
perolehan rata-rata hasil belajar sebesar 87,78 sedangkan presentase pencapaian KKM
hasil belajar peserta didik sebesar 83,33 %. Penelitian dianggap cukup karena
3. Pembahasan
Dari hasil analisis dimulai dari hasil belajar siklus I, siklus II dan siklus III
bahwa dari setiap siklus, hasil pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah
57
Tabel 4.5
KKM Hasil Belajar Pada Tahap Pra Siklus, Siklus I Dan Siklus II
Dari perolehan hasil belajar peserta didik pada tahap pra siklus, siklus I dan
mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah di kelas IV sangat efektif
58
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah Kelas IV MIS
Based Learning pada mata pelajaran Akidah Akhlak terjadi peningkatan pada
44,44 % dan pada siklus II meningkat menjadi 61,11% serta pada siklus III
2. Peningkatan hasil belajar peserta didik terjadi pada setiap siklus dengan rata-
rata nilai hasil belajar pada siklus I sebesar 70,55, pada siklus II meningkat
dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah
59
B. Saran
mempertimbangkan hasil perolehan, maka beberapa hal yang dapat menjadi saran
sebagai berikut:
2. Mengingat penelitian masih sederhana dan apa yang dihasilkan dari penelitian
ini bukan akhir sehingga perlu diadakan penelitian lebih lanjut terhadap
konsep lain pada mata pelajaran Akidah Akhlak dengan penerapan model
tersebut sesuai dengan karakteristik peserta didik serta sesuai dengan materi
yang diajarkan.
3. Bagi peserta didik diharapkan agar dalam belajar selalu aktif dalam proses
60
DAFTAR PUSTAKA
Cipta.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013 BAB III
Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, 37-38
Jakarta:Prestasi Pustaka.
Pipit Gantini dan Dodo Suhendar. 2017. Penilaian Hasil Belajar. Erlangga
dan R&D).Alfabeta
Buku Akidak Akhlak Madrasah Ibtidaiyah KMA Nomor 183 Tahun 2019 Penerbit
Bumi Aksara.
61
Lampiran 1
62
4.4.2 Menceritakan contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menjelaskan sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari
dengan baik
2. Peserta didik mampu menerapkan sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari
dengan baik
E. Materi Pembelajaran
1. Fakta
Macam-macam perilaku Amanah
2. Konsep
Pengertian Sikap Amanah
3. Prinsip
Dalil-dalil tentang Sikap Amanah
4. Prosedur
Cara menjaga perilaku Amanah
63
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Kegiatan Orientasi 10
Pendahuluan 1. Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam dilanjutkan menit
dengan do’a. (Religius dan Integritas)
ضت ِ نَ ِب َيا َو ِبم َح َّمد ِد اينَا َو ِب ا
ِ اْل اسالَ ِم َر َبا ِباللاِ َر
َب َو َرس اوْل
ِ ـي نِ اي ِز اد َر َ فَ اه ًمـا ِع ال ًم
ـاو ارز اقنِ ا
2. Menyanyikan salah satu lagu wajib dan atau nasional.
(Nasionalisme)
Apersepsi
Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dibahas dengan materi sebelumnya.
Motivasi
Guru memberitahukan materi pembelajaran yang akan
dibahas
Pemberian Acuan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Mengamati 55
Inti Peserta didik diajak mengamati video dan materi yang menit
berkaitan dengan sifat amanah yang ada di buku dan
PPT
Guru memberikan penjelasan tambahan tentang sifat
amanah
Menanya
Guru dan peserta didik melakukan jawab tentang sifat
amanah (pengertian dan cara menjaga sifat amanah)
Mengekplorasi/menalar.
Peserta Didik dibentuk dalam kelompok untuk
mendiskusikan, dan memprsentasikan mengenai
makna dan contoh Amanah berdasarkan ayat-ayat
yang ada di meteri pembelajaran
Mengasosiasi/ mencoba
64
Peserta didik dengan bantuan guru diajak untuk
membuat kesimpulan berkaitan dengan materi perilaku
amanah dalam kehidupan sehari- hari dan hikmah
berperilaku amanah.
Kegiatan 1. Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman 5
Penutup belajar Menit
2. Guru memberikan penguatan materi dan memberikan
tugas
3. Guru mengakhiri pembelajaran dengan Hamdallah dan
Salam
2. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi pembelajaran, diminta untuk
mengerjakan materi pengayaan yang sudah disiapkan oleh guru. (Guru
mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil
dalam pengayaan)
65
Lampiran 2
FORMAT OBSERVASI AKTIVITAS PESERTA DIDIK SIKLUS I
Petunjuk
Isilah kolom Skor Sesuai Pedoman Penskoran Berikut!
Pedoman Penskoran Setiap Indikator
Skor 8 : Jika semua indikator terlihat
Skor 7 : Jika 3 indikator terlihat
Skor 6 : Jika 2 Indikator terlihat
Skor 5 : Jika 1 Indikator terlihat
Skor 4 : Jika tidak ada indikator muncul
66
c. Mengajukan pertanyaan
d. Menanyakan hal-hal yang
belum jelas
3. Memperhatikan a. Memperhatikan
penjelasan materi penjelasan guru
b. Mencatat materi
c. Mengajukan pendapat
terhadap penjelsan guru
yang berkaitan dengan
materi
d. Menjawab pertanyaan
guru yang berkaitan
dengan materi
4. Memahami a. Mengerti tugas kelompok
Tugas b. Berusaha memahami
Kelompok tugas
c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
mengerjakan tugas dari
guru
d. Bertanya kepada guru jika
ada yang belum dipahami
1. Memahami a. Membaca lembar kerja
lembar kerja b. Berusaha memahami
lembar kerja
Inti c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
memahami lembar kerja
d. Bertanya kepada guru jika
67
ada yang belum dipahami
68
c. Peserta didik mengerjakan
tugas dengan sungguh-
sungguh
d. Peserta didik bertanya
kepada guru apabila
terdapat pertanyaan yang
belum dipahami
3. Mengakhiri a. Duduk dengan posisi
pembelajaran tenang
b. Mendengarkan penjelasan
guru ketika memberikan
kesimpulan
c. Memperhatikan penjelsan
guru
d. Menjawab salam
69
Lampiran 3
Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian Siklus I
70
71
Lampiran 4
72
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menjelaskan sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari
dengan baik
2. Peserta didik mampu menjelaskan hikmah berperilaku amanah dalam
kehidupan sehari-hari dengan baik
E. Materi Pembelajaran
5. Fakta
Penerapan perilaku Amanah
6. Konsep
Pengertian Sikap Amanah
7. Prinsip
Dalil-dalil tentang Sikap Amanah
8. Prosedur
Cara menjaga perilaku Amanah
Hikmah berperilaku Amanah
73
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Kegiatan 3. Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam 10
Pendahuluan dilanjutkan dengan do’a. (Religius dan Integritas) menit
ضت ِ َوبِم َح َّمد ِد اينَا َوبِ ا
ِ اْل اسالَ ِم َربَا بِاللاِ َر
ب َو َرس اوْلَ نَ ِب َيا
ِ ـي نِ اي ِز اد َر ـاو ارز اقنِ ا َ ِع ال ًم
فَ اه ًمـا
4. Menyanyikan salah satu lagu wajib dan atau nasional.
(Nasionalisme)
Apersepsi
Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dibahas dengan materi sebelumnya.
Motivasi
Guru memberitahukan materi pembelajaran yang
akan dibahas
Pemberian Acuan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Mengamati 55
Inti Peserta didik diajak mengamati gambar dan materi menit
yang berkaitan dengan perilaku amanah dalam
kehidupan sehari- hari dan hikmah berperilaku
amanah yang ada di buku dan PPT
Guru memberikan penjelasan tambahan tentang
perilaku amanah dalam kehidupan sehari- hari dan
hikmah berperilaku amanah.
Menanya
Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab tentang
sifat amanah dan hikmah sifat amanah dalam kehidupan
sehari- hari
Mengekplorasi/menalar.
Peserta didik dibentuk dalam kelompok untuk
mendiskusika, dan mempresentasikan mengenai ciri-
ciri orang berperilaku amanah berdasarkan gambar
dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari
(Collaboration)
Setelah mengamati teks bacaan siswa menjawab
pertanyaan yang ada di LKPD
Mengasosiasi/ mencoba
Guru memberikan penguatan berkaitan dengan materi
perilaku amanah dalam kehidupan sehari- hari dan
74
hikmah berperilaku amanah dalam kehidupan sehari-
hari
Untuk mengevaluasi keberhasilan, guru memberikan
pertanyaan kepada peserta didik tentang materi yang
disampaikan
Komunikasi/demonstrasi/networking
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok
dengan bimbingan guru
Peserta didik dengan bantuan guru diajak untuk
membuat kesimpulan berkaitan dengan materi
perilaku amanah dalam kehidupan sehari- hari dan
hikmah berperilaku amanah.
Kegiatan 4. Guru bersama peserta didik merefleksikan 5
Penutup pengalaman belajar Menit
5. Guru memberikan penguatan materi dan memberikan
tugas
6. Guru mengakhiri pembelajaran dengan Hamdallah
dan Salam
b. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi pembelajaran, diminta untuk
mengerjakan materi pengayaan yang sudah disiapkan oleh guru. (Guru mencatat
dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam
pengayaan)
75
Mengetahui, Medan, 31Juli 2021
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak
76
Lampiran 5
Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian Siklus II
77
Lampiran 6
FORMAT OBSERVASI AKTIVITAS PESERTA DIDIK SIKLUS II
Petunjuk
Isilah kolom Skor Sesuai Pedoman Penskoran Berikut!
Pedoman Penskoran Setiap Indikator
Skor 8 : Jika semua indikator terlihat
Skor 7 : Jika 3 indikator terlihat
Skor 6 : Jika 2 Indikator terlihat
Skor 5 : Jika 1 Indikator terlihat
Skor 4 : Jika tidak ada indikator muncul
78
c. Mengajukan pertanyaan
d. Menanyakan hal-hal yang
belum jelas
3. Memperhatikan a. Memperhatikan
penjelasan materi penjelasan guru
b. Mencatat materi
c. Mengajukan pendapat
terhadap penjelsan guru
yang berkaitan dengan
materi
d. Menjawab pertanyaan
guru yang berkaitan
dengan materi
4. Memahami a. Mengerti tugas kelompok
Tugas b. Berusaha memahami
Kelompok tugas
c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
mengerjakan tugas dari
guru
d. Bertanya kepada guru jika
ada yang belum dipahami
1. Memahami a. Membaca lembar kerja
lembar kerja b. Berusaha memahami
lembar kerja
Inti c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
memahami lembar kerja
d. Bertanya kepada guru jika
79
ada yang belum dipahami
80
c. Peserta didik mengerjakan
tugas dengan sungguh-
sungguh
d. Peserta didik bertanya
kepada guru apabila
terdapat pertanyaan yang
belum dipahami
3. Mengakhiri a. Duduk dengan posisi
pembelajaran tenang
b. Mendengarkan penjelasan
guru ketika memberikan
kesimpulan
c. Memperhatikan penjelsan
guru
d. Menjawab salam
81
Lampiran 7
82
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu mengetahui pengertian dan cara menjaga sifat amanah
dengan baik
2. Peserta didik mampu menjelaskan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-
hari dan Hikmah berperilaku amanah dengan baik
3. Peserta didik mampu menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi
perilaku amanah
E. Materi Pembelajaran
1. Fakta
Macam-macam perilaku Amanah
2. Konsep
Pengertian Sikap Amanah
Contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
Hikmah berperilaku amanah
3. Prinsip
Dalil-dalil tentang Sikap Amanah
4. Prosedur
Rangkuman materi Indahnya berperilaku amanah
83
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Kegiatan Orientasi 10
Pendahuluan 5. Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam dilanjutkan menit
dengan do’a. (Religius dan Integritas)
ضت ِ نَ ِب َيا َو ِبم َح َّمد ِد اينَا َو ِب ا
ِ اْل اسالَ ِم َر َبا ِباللاِ َر
َب َو َرس اوْلِ ـي نِ اي ِز اد َر ـاو ارز اقنِ ا َ فَ اه ًمـا ِع ال ًم
6. Menyanyikan salah satu lagu wajib dan atau nasional.
(Nasionalisme)
Apersepsi
Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dibahas dengan materi sebelumnya.
Motivasi
Guru memberitahukan materi pembelajaran yang akan
dibahas
Pemberian Acuan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Mengamati 55
Inti Peserta didik diajak membaca rangkuman materi menit
tentang Indahnya berperilaku amanah dan guru
memberikan penjelasan tambahan
Menanya
Guru dan peserta didik bertanya jawab tentang materi
Indahnya berperilaku amanah yang telah dipelajari
Mengekplorasi/menalar.
Peserta didik menyelesaikan soal yang terdapat pada
LKPD
Kegiatan dapat dilakukan secara berkelompok
(Collaboration)
Mengasosiasi/ mencoba
Guru mengadakan evaluasi terhadap hasil
pembelajaran yang sudah dilakukan dengan meminta
peserta didik untuk mencoba menyelesaikan kegiatan
secara mandiri.
Komunikasi/demonstrasi/networking
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok
dengan bimbingan guru
Guru memberikan penguatan berkaitan dengan materi
indahnya berprilaku amanah.
84
Peserta didik dengan bantuan guru diajak untuk
membuat kesimpulan berkaitan dengan materi indahnya
berprilaku amanah.
Kegiatan 7. Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman 5
Penutup belajar Menit
8. Guru memberikan penguatan materi dan memberikan
tugas
9. Guru mengakhiri pembelajaran dengan Hamdallah dan
Salam
I. Penilaian
1. Pengamatan Sikap (pengamatan dan rekaman sikap)
2. Penilaian Pengetahuan (tes tulis, presentasi)
3. Penilaian Keterampilan (praktek, unjuk kerja)
J. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi pembelajaran, diminta untuk
mengerjakan materi pengayaan yang sudah disiapkan oleh guru. (Guru mencatat
dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam
pengayaan).
K. Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar, guru sebaiknya
mengidentiikasi tujuan pembelajaran belum dikuasai oleh peserta didik. Berdasar
dari identiikasi itu, guru menyampaikan pembelajaran ulang yang sudah fokus pada
materi yang dianggap sulit oleh peserta didik.
Pelaksanaan remedial dilakukan pada hari dan waktu tertentu yang sesuai dengan
keadaan, contoh: pada saat jam belajar (apabila masih ada waktu), diluar jam
pembelajaran (30 menit setelah jam belajar selesai). Penilaian dilakukan dengan
tipe soal sejenis.
85
Lampiran 8
FORMAT OBSERVASI AKTIVITAS PESERTA DIDIK SIKLUS III
Petunjuk
Isilah kolom Skor Sesuai Pedoman Penskoran Berikut!
Pedoman Penskoran Setiap Indikator
Skor 8 : Jika semua indikator terlihat
Skor 7 : Jika 3 indikator terlihat
Skor 6 : Jika 2 Indikator terlihat
Skor 5 : Jika 1 Indikator terlihat
Skor 4 : Jika tidak ada indikator muncul
86
c. Mengajukan pertanyaan
d. Menanyakan hal-hal yang
belum jelas
3. Memperhatikan a. Memperhatikan
penjelasan materi penjelasan guru
b. Mencatat materi
c. Mengajukan pendapat
terhadap penjelsan guru
yang berkaitan dengan
materi
d. Menjawab pertanyaan
guru yang berkaitan
dengan materi
4. Memahami a. Mengerti tugas kelompok
Tugas b. Berusaha memahami
Kelompok tugas
c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
mengerjakan tugas dari
guru
d. Bertanya kepada guru jika
ada yang belum dipahami
1. Memahami a. Membaca lembar kerja
lembar kerja b. Berusaha memahami
lembar kerja
Inti c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
memahami lembar kerja
d. Bertanya kepada guru jika
87
ada yang belum dipahami
88
c. Peserta didik mengerjakan
tugas dengan sungguh-
sungguh
d. Peserta didik bertanya
kepada guru apabila
terdapat pertanyaan yang
belum dipahami
3. Mengakhiri a. Duduk dengan posisi
pembelajaran tenang
b. Mendengarkan penjelasan
guru ketika memberikan
kesimpulan
c. Memperhatikan penjelsan
guru
d. Menjawab salam
89
Lampiran 9
90