0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan91 halaman

PBL Tingkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak

Diunggah oleh

CERITA KITA 10
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan91 halaman

PBL Tingkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak

Diunggah oleh

CERITA KITA 10
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA


PELAJARAN AKIDAH AKHLAK MATERI PERILAKU AMANAH DI MIS
AL-IKHLASIAH KELAS IV MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN
TAHUN PELAJARAN 2022/2023

PENELITIAN TINDAKAN KELAS


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)

Disusun Oleh
LEDYA DWI HASTUTI TAMBUNAN, [Link].I

PPG DALAM JABATAN ANGKATAN I


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA (UINSU)
2022
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan pada hakikatnya menurut (Undang-Undang Republik Indonesia nomor

20 Tahun 2003 dengan Sistem Pendidikan Nasional) adalah usaha sadar dan terencana

untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara

aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki potensi spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang

diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan adalah hal yang kompleks, dan Pendidikan menjadi salah satu dari

tolak ukur kemajuan sebuah negara. Pada dasarnya Pendidikan merupakan proses

interaksi antara pendidik dan anak didik dalam upaya membantu anak didik mencapai

tujuan-tujuan Pendidikan. Untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional dibutuhkan

proses pembelajaran yang bermakna. Proses pembelajaran tersusun atas sejumlah

komponen atau unsur yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lain.

Komponen-komponen pembelajaran meliputi kurikulum, guru, siswa, metode

pembelajaran, materi pembelajaran, model pembelajaran, strategi pembelajaran, dan

media pembelajaran. Komponen-komponen pembelajaran tersebut diterapkan agar

siswa aktif dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran dan dapat mencapai hasil

belajar yang maksimal.

Salah satu mata pelajaran agama di tingkat Madrasah Ibtidaiyah adalah mata

pelajaran Akidah Akhlak. Pelajaran Akidah Akhlak adalah pelajaran karakter, sehingga

1
peserta didik harus merasakan secara langsung kesan yang didapatkan dengan cara

menjadi pelaku secara langsung. Mata Pelajaran Akidah Akhlak ini sangat dibutuhkan

bagi siswa. Mata Pelajaran Akidah Akhlak ini perlu diajarkan kepada peserta didik

sejak dini karena untuk membentuk akhlak dan budi pekerti yang baik. Pengajaran

akhlak dalam bentuk pembiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, mengunakan model

pembelajaran yang menarik dan menyenangkan adalah hal yang sangat penting. Tanpa

adanya model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan menjadikan siswa

tidak bersemangat mengikuti proses pembelajaran. Penerapan model pembelajaran

yang menarik dan menyenangkan dapat mendorong siswa mencapai keberhasilan

belajar baik pada mata pelajaran umum maupun pelajaran agama.

Guru sebagai seorang pendidik mempunyai tugas utama, turut bertanggung

jawab dalam membentuk moralitas anak agar terhindar dari perilaku dan pengaruh

negatif pergaulan. Sebagai ujung tombak Pendidikan, guru menciptakan proses belajar

dalam lingkungan sekolah. Salah satu materi pembelajaran yang diajarkan guru dalam

rangka tanggung jawabnya membentuk moral peserta didik adalah materi akhlak

terpuji (Perilaku Amanah) yang terdapat pada mata pelajaran akidah akhlak.

Mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu

mata pelajaran yang mempelajari tentang penciptaan keteladanan dan pembiasaan

dalam mengamalkan akhlak terpuji melalui pemberian contoh-contoh perilaku dan

mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Akidah Akhlak secara

substansialnya memiliki peranan penting dalam memberikan motivasi kepada peserta

didik untuk mempraktikkan akhlakul karimah.

2
Berdasarkan pengamatan penulis di tempat penulis bertugas, yaitu Madrasah

Ibtidaiyah Al-Ikhlasiah khususnya kelas IV, penulis melihat kemampuan siswa masih

rendah dalam menyelesaikan soal-soal materi akhlak perilaku Amanah. Hal ini terlihat

dari nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan

Minimal (KKM)

Kenyataan di atas diakibatkan oleh kurangnya minat dan semangat peserta

didik dalam belajar mata pelajaran Akidah Akhlak. Hal ini, karena selama ini guru

hanya menggunakan metode ceramah yang kurang memperhatikan keaktifan peserta

didik dalam pembelajaran. Serta, peserta didik kurang ikut berperan aktif dalam

kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik merasa cepat bosan dan malas belajar

dan tidak jarang kondisi kelas menjadi tidak kondusif dikarenakan peserta didik

mengobrol ketika proses pembelajaran.

Dalam menghadapi masalah guru dilapangan, maka guru perlu menerapkan

suatu model pembelajaran yang memudahkan peserta didik dalam menyerap pelajaran

Akidah Akhlak. Maka solusi yang diambil adalah penggunaan model pembelajaran

yang diharapkan dapat menarik perhatian peserta didik yaitu model pembelajaran

Problem Based Learning. Selain itu, penggunaan model pembelajaran ini ditujukan

agar dalam kegiatan proses pembelajaran di dalam kelas guru tidak mendominasi

melainkan peserta didik yang lebih aktif.

Di samping itu, pembelajaran menggunakan Problem Based Learning juga dapat

menumbuhkan kreativitas peserta didik dalam memecahkan suatu masalah yang

dihadapkan dalam dunia nyata dan mendorong motivasi peserta didik serta berfikir

kreatif dalam suatu pembelajaran.

3
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis perlu melakukan pembelajaran

secara intensif tentang materi akhlak, baik dalam pembelajaran maupun dalam

penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penulis tertarik untuk

melakukan penelitian Tindakan kelas (PTK) yang berjudul “Penerapan Model

Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta

Didik Pada Mata Pelajaran Akidah AKhlak materi Perilaku Amanah di MIS Al-

Ikhlasiah Kelas IV Medan Sunggal Kota Medan.”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat diidentifikasikan

beberapa masalah sebagai berikut :

1. Rendahnya nilai peserta didik dalam mata pelajaran Akidah Akhlak

2. Terdapat peserta didik yang tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan

3. Kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam mata pelajaran Akidah Akhlak

4. Kecenderungan model ceramah ketika menyampaikan materi

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran melalui model

pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar

peserta didik dalam mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah ?

2. Apakah penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar

pada mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Medan Sunggal,

Kota Medan

4
3. Bagaimana respon peserta didik dalam penerapan pembelajaran melalui model

problem based learning pada peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Medan Sunggal,

Kota Medan

D. Pemecahan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya minat peserta didik pada mata

pelajaran Akidah Akhlak yang menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik.

Oleh karena itu perlu diadakan Tindakan untuk melakukan perubahan pembelajaran

mengenai mata pelajaran akidah akhlak agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pembelajaran problem based

learning. Peneliti memilih model tersebut karena merasa sesuai dengan kebutuhan

untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Model pembelajaran problem based

learning melatih kemampuan berfikir yang dimiliki peserta didik. Siswa yang berperan

aktif dalam sebuah kelompok untuk menemukan pengetahuan, yaitu menemukan

konsep pembelajaran dan memecahkan permasalahan.

Berdasarkan pemaparan di atas, diharapkan dengan menerapkan model

pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik

terutama pada mata pelajaran akidah akhlak materi Perilaku Amanah.

5
E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah penelitian di atas, maka penelitian ini diadakan dengan

tujuan sebagai berikut:

“Mengetahui penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk

meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran akidah akhlak materi

Perilaku Amanah kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Medan Sunggal, Kota Medan.”

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Bagi Guru

Untuk mengetahui aktivitas guru dan memberikan masukan serta model untuk

mengembangkan pembelajaran Akidah Akhlak di MIS AL-Ikhlasiah melalui model

pembelajaran Problem Based Learning

2. Bagi Peserta didik

Untuk mengetahui respon peserta didik dalam penerapan pembelajaran melalui model

problem based learning dan diharapkan dapat memberikan peningkatan pembelajaran

dan hasil belajar peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Medan Sunggal, Kota Medan.

3. Bagi Sekolah

Penelitian ini dapat dijadikan masukan kebijakan bagi sekolah dalam upaya

meningkatkan proses belajar dalam rangka Perbaikan dan peningkatan kualitas proses

pembelajaran

6
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Tinjauan Tentang Hasil Belajar

1. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di

sekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara

sistematis mengarah kepada perubahan yang positif yang kemudian disebut dengan

proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar siswa.

Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil belajar kelas. Semua hasil

belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak

mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar di akhiri dengan proses evaluasi hasil belajar,

sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak

proses belajar.

Menurut Nana Sudjana., hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang

dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Menurut Nawawi dalam

[Link] menyatakan bahwa hasil belajar yaitu tingkat keberhasilan peserta didik

dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang

diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.

Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar

yang dicapai peserta didik dengan kriteria tertentu. Hasil belajar peserta didik

mencakup tiga ranah yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (sikap), dan

7
ranah psikomotorik (keterampilan). Benjamin S Bloom mengklasifikasikan tiga ranah

tersebut sebagai berikut :

a. Ranah Kognitif (pengetahuan)

Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual, yaitu pengetahuan atau

ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

b. Ranah Afektif (Sikap)

Ranah Afektif berkenaan dengan hasil belajar sikap yang meliputi penerimaan,

jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan interaksi.

c. Ranah Psikomotorik (Keterampilan)

Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan

bertindak yaitu Gerakan refleks, keterampilan Gerakan dasar, kemampuan perseptual,

keharmonisan atau ketepatan, Gerakan keterampilan kompleks, dan Gerakan ekspresif

dan interpretative.

Ketiga ranah tersebut merupakan objek penelitian hasil belajar. Diantara ketiga

ranah tersebut, ranah kognitif yang paling banyak dinilai guru karena berkaitan dengan

kemampuan penguasaan materi.

Hasil belajar mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses

pembelajaran karena proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan

informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didik dalam upaya mencapai tujuan

pembelajaran. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses pembelajaran maka

diadakan evaluasi dengan menggunakan tes hasil belajar.

8
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa

dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor kemampuan siswa dan faktor

lingkungan. Faktor-faktor tersebut secara global dapat diuraikan dalam dua bagian,

yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor internal

Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan

rohani siswa. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek yakni

1. Aspek Fisiologis

Faktor fisiologi adalah factor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu.

Kondisi umum jasmani yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan

sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas peserta didik dalam

mengikuti pelajaran.

2. Aspek Psikologis

Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas

dan kualitas perolehan pembelajaran siswa. Namun di antara fakor-faktor rohaniah

siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut

a. Tingkat kecerdasan/ inteligensi siswa

Inteligensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemaampuan psiko-fisik

untuk mereaksikan rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara

yang tepat.

9
b. Motivasi

Motivasi adalah salah satu factor yang mempengaruhi keaktifan belajar peserta

didik. Motivasi belajar yang ada dalam diri seseorang akan mendorong individu

tersebut untuk belajar mengenai ha-hal yang barusebab ada kebutuhan dan tujuan yang

harus dicapainya.

c. Minat

Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang

besar terhadap sesuatu

d. Sikap

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan

untuk mereaksi dan merespon (response tendency) dengan cara yang relatif tetap

terhadap objek orang, barang dan sebagainya, baik secara positif maupun negative.

e. Bakat

Secara umum, bakat (aptitude) adalah kemampuan potensial yang dimiliki

seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang.

b. Faktor Eksternal

Faktor -faktor yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan,

yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.

Lingkungan sosial antara lain :

1. Lingkungan sosial keluarga

Lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga,

sifat-sifat orangtua, letak rumah, pengelolaan keluarga, semuanya dapat memberi

dampak terhadap aktivitas belajar peserta didik. Hubungan antara anggot keluarga,

10
orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu peserta didik

melakukan aktivitas belajar dengan baik.

2. Lingkungan sosial sekolah

Lingkungan sosial sekolah, seperti guru, adminstrasi, dan teman-teman sekelas

dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan yang harmonis antara

ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah.

Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat

menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar.

3. Lingkungan sosial masyarakat.

Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal peserta didik akan

mempengaruhi belajar peserta didik. Lingkungan peserta didik yang kumuh, banyak

pengangguran, dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar peserta

didik, paling tidak peserta didik kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi,

atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya.

Lingkungan non sosial antara lain:

1. Lingkungan alamiah

Lingkungan alamiah seperti kondisi udara yang segar, tidak panas, dan tidak dingin,

suasana yang tenang. Lingkungan alamiah tersebut merupakan faktor-faktor yang

dapat mempengaruhi aktivitas belajar peserta didik. Sebaliknya, bila kondisi

lingkungan alam tidak mendukung, proses belajar peserta didik akan terhambat.

2. Faktor Instrumental

Faktor instrumental yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam.

Pertama, hardware, seperti Gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, lapangan

11
olahraga dan sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan

sekolah, buku panduan, silabus dan lain sebagainya.

3. Faktor materi pelajaran.

Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan peserta didik. Begitu juga

dengan metode dan model mengajar guru disesuaikan dengan kondisi perkembangan

peserta didik. Karena itu, agar guru dapat memberikan konstribusi yang positif

terhadap aktivitas peserta didik, maka guru harus menguasai materi pelajaran, metode,

dan model mengajar yang dapat diterapkan sesuai dangan kondisi peserta didik.

3. Alat-Alat Penilaian Hasil Belajar

Secara khusus alat-alat penilaian hasil belajar yaitu tes, baik tes uraian maupun

tes objektif. Tes sebagai alat penilaian adalah berupa pertanyaan -pertanyaan yang

diberikan peserta didik untuk mendapt jawaban dari peserta didik dalam bentuk lisan

(tes lisan), bentuk tulisan (tes tertulis), maupun bentuk perbuatan (tes Tindakan).

a. Tes Lisan

Tes lisan digunakan untuk mengukur aspek yang berkaitan dengan kemampuan

komunikasi (communication skill), yang digunakan untuk menguji peserta didik, baik

secara individual maupun secara kelompok. Melalui tes lisan guru mengetahui

kemampuan testee (peserta didik/peserta tes) dalam menyampaikan pendapatnya

secara langsung, dan dapat dihindari jawaban yang spekulatif, dan secara cepat dapat

diketahui penguasaan testee (peserta didik).

12
b. Tes Tulis

Tes tertulis atau sering disebut paper and pencil test adalah tes yang menuntut jawaban

dari peserta didik dalam bentuk tertulis. Tes tertulis ada dua bentuk, yaitu bentuk uraian

(essay) dan bentuk objektif (objective).

 Tes Uraian (Essay)

Tes uraian (essay test) adalah pertanyaan yang harus dikerjakan atau dijawab

peserta didik dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan,

membandingkan, memberi alas an, dan bentuk lain yang sejenis dengan tuntunan

pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri.

Kelebihan tes uraian :

Tes uraian dalam penyusunannya dan pelaksanaan dapat dilakukan mudah dan

cepat, dan dapat dicegah spekulasi dalam menjawab soal, dapat mengetahui tingkat

kedalaman dan penguasaan materi tsetee, dan testee termotivasi untuk berani

mengungkapkan pendapatnya.

Kekurangan tes uraian :

Kurang mencakup dan mewakili isi materi, pengoreksian cukup sulit dan

memerlukan waktu lebih panjang, kecenderungan subyektif dalam penskoran,

pengkoreksian menjadi sulit diserahkan kepada orang lain, validitas dan reliabilitas

tes umumnya rendah

Tes uraian terdiri dari dua macam, yaitu tes uraian bebas dan tes uraian terbatas. Berikut

penjelasan dari jenis tes tersebut, yaitu :

13
1. Tes uraian terbatas

Dalam menjawab tes uraian terbatas ini, peserta didik mengemukakan jawaban

yang sifatnya sudah terarah ( dibatasi ). Walaupun jawaban peserta didik bermacam-

macam, tetap harus ada pokok-pokok penting yang terdapat dalam sistematika

jawabannya sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan dan dikehendaki dalam

soalnya. Contoh : Apa yang dimaksud zikir dan doa!

2. Tes uraian bebas

Pada tes uraian terbuka peserta didik bebas dalam mengemukakan jawaban atau

pendapatnya yang luas dan menyeluruh. Pada tes uraian terbuka sepenuhnya jawaban

ditentukan testee dalam merumuskan, mengorganisasikan dan menyajikan jawabannya

sesuai dengan kemampuannya. Contoh : Mengapa sebelum shalat kita harus niat ?

 Tes Objektif

Tes obyektif adalah tes hasil belajar yg terdiri dari butir-butir soal yg dapat dijawab

peserta didik dgn jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan

jawaban yang dipasangkan pada masing masing items atau dengan jalan menuliskan

jawabannya berupa kata kata/ simbol tertentu pada tempat yg telah disediakan.

Tes objektif dibedakan menjadi, bentuk: tes benar salah (true false), tes pilihan ganda

(multiple choice), tes menjodohkan (matching), tes melengkapi (completion), dan tes

jawaban singkat.

1. Bentuk tes benar salah

Bentuk tes benar salah adalah bentuk tes yang memiliki beberapa soal berupa

penyataan yang Sebagian benar dan Sebagian salah. Bentuk soal benar salah dapat

14
dipakai untuk mengukur tinggi rendahnya pengetahuan peserta didik tentang fakta,

defenisi, dan prinsip.

2. Bentuk pilihan ganda

Soal pilihan ganda adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang benar

atau yang paling tepat. Butir soal pilihan ganda adalah butir soal alternatif yang

jawabannya lebih dari dua. Pada umumnya alternatif jawabannya itu berkisar empat

atau lima.

Tiap soal pilihan ganda terdiri dari dua bagian, yaitu pertanyaan yang biasa juga

disebut stem, dan alternatif jawaban disebut juga dengan option. Stem mungkin dalam

bentuk pertanyaan atau dapat juga berupa pernyataan. Bila berbentuk pernyataan,

mungkin pernyataan yang lengkap atau pernyataan yang tidak lengkap. Mungkin pula

berisi pernyataan dan pertanyaan. Option terdiri dari beberapa piliha, salah satu dari

alternatif pilihan itu adalah jawaban yang benar terhadap pertanyaan. Option yang

merupakan jawaban yang benar dinamakan kunci jawaban. Alternatif jawaban yang

bukan kunci jawaban dinamakan pengecoh atau distractor

3. Bentuk menjodohkan

Tes menjodohkan adalah suatu bentuk tes yang terdiri dari dua kolom yang parallel.

Yang satu kolom terdiri atas keterangan atau pernyataan, sedangkan kolom yang

satunya terdiri atas jawaban terhadap pernyataan yang terdapat pada kolom yang

lainnya. Dalam bentuk paling sederhana jumlah soal harus sama dengan jumlah

jawabannya. Tetapi alangkah baiknya apabila jumlah jawaban yang disediakan dibuat

lebih banyak dari jumlah soalnya karena hal ini akan mengurangi kemungkinan peserta

didik menjawab benar hanya dengan menebak.

15
4. Bentuk melengkapi

Tes melengkapi adalah suatu pernyataan yang belum lengkap yang meminta

peserta didik untuk melengkapinya dengan satu atau dua kata yang benar. Jawaban

dapat berbentuk kata, bilangan, kalimat, symbol dan jawaban hanya dapat dinilai benar

atau salah.

5. Bentuk jawaban singkat

Tes jawaban singkat adalah tes isian tertulis yang menuntut peserta didik untuk

mengisikan perkataan, ungkapan atau kalimat pendek sebagai jawaban terhadap

kalimat yang tidak lengkap atau jawaban atas suatu pernyataan yang harus dikerjakan.

c. Tes Praktik (Perbuatan)

Tes Tindakan (praktik) dimaksudkan untuk mengukur keterampilan siswa dalam

melakukan suatu kegiatan. Tes praktik adalah tes yang menuntut respon atau jawaban

peserta didik dalam bentuk perilaku atau perbuatan dan peserta didik diminta untuk

melakukan kegiatan khusus di bawah pengawasan guru yang mengobservasi atau

mengamati penampilan atau kamampuan peserta didik dalam mempraktikkannya. Tes

perbuatan mengarah pada penilaian penampilan, proyek yang dikerjakan dan produk

yang dihasilkan.

Dari uraian diatas tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil

belajar peserta didik yaitu hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan

penguasaan bahan ajar sesuai dengan tujuan Pendidikan dan pengajaran.

16
B. Tinjauan Mata Pelajaran Akidah Akhlak

a. Pengertian Akidah Akhlak

Kata Akidah berasal dari bahasa Arab. Secara bahasa, Akidah berarti sesuatu yang

mengikat. Kata Akidah sering juga disebut “aqoid, yaitu kata jamak dari aqidah yang

artinya simpulan. Akidah menurut ash Shiddieqy adalah sesuatu yang dipegang teguh

dan terhujam kuat di dalam lubuk jiwa dan tidak dapat beralih dari padanya.

Kata Akhlak berasal dari bahasa arab jamak dari mufradadnya khuluqun yang berarti

budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Menurut [Link] Amin, Akhlak

itu adalah kehendak yang dibiasakan. Artinya kehendak itu bila membiasakan sesuatu,

maka kebiasaan itulah yang dinamakan akhlak.

Dari pemaparan di atas, dapat dijelaskan bahwa akidah akhlak adalah suatu

kepercayaan seseorang sehingga menciptakan kesadaran bagi manusia tersebut untuk

berpegang teguh terhadap norma-norma dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur tanpa

membutuhkan pertimbangan dan pemikiran, sehingga muncul kebiasaan-kebiasaan

dari seseorang tersebut dalam bertingkah laku.

b. Tujuan Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah

Mata pelajaran akidah akhlak berkonstribusi dalam memberikan motivasi kepada

peserta didik dalam mempraktikkan akhlakul [Link] adab islami sebagai

perwujudan atas keimanan kepada Allah SWT, malaikat-malaikat Allah, Kitab-kitab

Allah, Rasul-rasul Allah, hari kiamat, serta qada dan qadar.

Akhlak terpuji (Akhlakul Karimah)perlu dipraktikkan kepada peserta didik agar

mereka terbiasa berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Mata Pelajaran

17
Akidah Akhlak sangat diperlukan terutama di zaman Abad 21 seperti saat ini. Akidah

Akhlak berguna untuk mengantisipasi dampak negatif seperti berkurang sikap sopan

santun kepada orang yang lebih tua, berkurang sikap amanah terhadap sesuatu.

Tujaun dari mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah, yaitu :

1. Menumbuhkembangkan akidah melalui pengemabngan pengetahuan,

penghayatan, pemberian, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang

akidah islam.

2. Mewujudkan manusia yang berakhlak mulia serta menghindari akhlak tercela

dalam kehidupan individu maupun sosial dalam kehidupan sehari-hari.

c. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Akidah Akhlak

Ruang lingkup mata pelajaran akidah akhlak ditingkat Madrasah Ibtidaiyah khususnya

kelas IV adalah :

Aspek Keimanan meliputi :

1. Kalimat Tayyibah yaitu sebagai pembiasaan, meliputi: kalimat Subhanallah ,

Masyaa Allah, Allahu Akbar dan Assalamualaikum

2. Al-Asma’ al Husna, yaitu materi pembiasaan, meliputi : al-Malik, al-Aziiz, al-

Quddus, as-Salaam, dan al-Mu’min

3. Meyakini Rukun Iman ( Iman Kepada Allah SWT, iman kepada malaikat-

malaikat Allah, iman kepada Kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul-rasul Allah,

iman kepada hari akhir, dan iman kepada qada dan qadar Allah)

18
Aspek Akhlak meliputi :

1. Pembiasaan perilaku terpuji meliputi : Sikap Amanah, Sabar, dan tabah.

2. Pembiasaan menghindari perilaku tercela, meliputi : kufur nikmat dan sifat

munafik

Aspek Adab Islami meliputi :

1. Adab terhadap sesame meliputi adab bertamu, dan adab berteman

2. Aspek kisah teladan meliputi kisah Bilal bin Rabah, Tsalabah, dan kisah

persahabatan Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar ash-Shiddiq.

19
C. Tinjauan Model Pembelajaran Problem Based Learning

1. Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning

Pembelajaran Problem Based learning adalah sistem pembelajaran yang berpijak

pada masalah yang dihadapi peserta didik pada saat proses mendapatkan ilmu

pengetahuan. Ini berfungsi agar peserta didik bisa mandiri dalam menemukan solusi

berdasarkan masalah yang ada. Problem Based Learning suatu model pembelajaran

yang melibatkan peserta didik untuk menyelesaikan suatu masalah melalui tahap-tahap

metode ilmiah sehingga peserta didik dapat mempelajari pengetahuan yang

berhubungan dengan masalah tersebut sekaligus memiliki keterampilan untuk

menyelesaikan masalah menurut ward (2002)

Problem Based learning merupakan model pembelajaran yang menyajikan

masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik belajar dalam kelompok untuk

memecahkan masalah dari permasalahan dunia nyata dan mengikat peserta didik pada

rasa ingin tau terhadap pembelajaran, sehingga mereka memiliki model belajar sendiri.

(Kemendikbud, 2014:39)

Dalam model pembelajaran Problem Based Learning ini, pemahaman, transfer,

pengetahuan, keterampilan berpikir tingkat tinggi, kemampuan pemecahan masalah,

dan kemampuan komunikasi ilmiah merupakan dampak langsung pembelajaran.

Sedangkan peluang peserta didik memperoleh hakikat tentang keilmuan, keterampilan

proses keilmuan, otonomi dan kebebasan peserta didik, toleransi terhadapa

ketidakpastian dan masalah-masalah non rutin merupakan dampak pengiring

pembelajaran.

20
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa PBL

merupakan model pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada suatu masalah

sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berfikir tingakat tinggi dan

keterampilan menyelesaikan masalah serta memperoleh pengetahuan baru terkait

dengan permasalahan tersebut.

2. Ciri-ciri model pembelajaran problem based learning

Dalam penerapannya model pembelajaran Problem Based Learning memiliki ciri-

ciri yang mebedakannya dengan model pembelajaran lain, adapun ciri-ciri model

pembelajaran Problem Based Learning Hosnan 2014:300 adalah:

1. Pengajuan masalah atau pertanyaan

2. Keterkaitan dengan berbagai masalah disiplin ilmu

3. Penyelidikan yang autentik

4. Menghasilkan dan memamerkan hasilkarya

5. Kolaborasi

3. Kelebihan problem based learning

1. Peserta didik dilatih untuk selalu berfikir kritis dan terampil dalam menyelesaikan

suatu permasalahan.

2. Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan peserta didik serta memberikan

kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru.

3. Pemecahan masalah dapat memicu peningkatan aktivitas peserta didik di kelas.

4. Pemecahan masalah dianggap pembelajaran yang lebih menyenangkan.

5. Peserta didik terbiasa untuk belajar dari sumber yang relevan.

6. Kegiatan pembelajaran berjalan lebih kondusif dan efektif.

21
4. Kekurangan problem based learning

1. Tidak semua materi pembelajaran bisa menerapkan model ini

2. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan materi pembelajaran lebih lama

3. Bagi peserta didik yang belum terbiasa menganalisis suatu permasalahan,

biasanya enggan untuk mengerjakannya.

4. Jika jumlah peserta didik dalam satu kelas terlalu banyak, guru akan kesulitan

untuk mengkondisikan penugasan.

5. Langkah-langkah (Sintak) dari model pembelajaran problem based learning

Berikut adalah Langkah-langkah (sintak) dari model pembelajaran problem based

learning :

1. Konsep Dasar

Guru menyampaikan dasar pengetahuan yang terdiri dari konsep dasar, instruksi,

sumber, koneksi, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mata pelajaran yang akan

disampaikan. Sehingga suasana pembelajaran terkoneksi dengan mudah dan tujuan

pembelajaran bisa tercapai.

2. Pendefinisian Masalah

Guru mengutarakan permasalahan, lalu siswa melaksanakan aktivitas diskusi,

ini berarti setiap peserta didik dalam group harus menyatakan ide atau pendapat.

Langkah ini bisa melahirkan berbagai macam gagasan yang tidak terduga sebelumnya.

22
3. Pembelajaran Mandiri

Peserta didik diharuskan menemukan referensi belajar lain dari banyak sumber

agar permasalahan yang ada akan semakin jelas. Referensi belajar bisa artikel, video,

tempat baru, perpustakaan, berita, situs internet, buku atau apapun itu yang berasal dari

sumber yang relevan.

4. Pertukaran Pengetahuan

Sesudah peserta didik memperoleh referensi yang diinginkan untuk

pemahaman materi lebih dalam. Pada sesi selanjutnya peserta didik diminta untuk

berdiskusi dalam sebuah kelompok untuk mematangkan bahan sumber yang ada lalu

merumuskan solusi sehingga pertukaran pengetahuan dalam kelompok dilaksanakan

dengan baik.

5. Penilaian

Terdapat tiga aspek penilaian, diantaranya penilaian sikap, pengetahuan, dan

keterampilan. Seluruh penilaian yang akan dicatat sebagai hasil akhir terdiri dari

laporan, catatan, pekerjaan rumah, kuis, ulangan Tengah semester, dan Ulangan Akhir

semester.

6. Meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak melalui model Problem Based Learning

Hasil belajar mata pelajaran Akidah Akhlak adalah hasil belajar yang dicapai

siswa setelah mengikuti proses pembelajaran Akidah Akhlak berupa seperangkat

pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan

sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi:

keimanan dan akhlakul karimah. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif,

23
subsumatif dan sumatif), unjuk kerja (performance), penugasan (project), hasil

kerja (product), portofolio, sikap serta penilaian diri.

Untuk meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak, dalam pembelajarannya

harus menarik sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar. Diperlukan model

pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada peserta

didik sebagai subjek belajar, guru mengutamakan proses daripada hasil. Guru

merancang proses belajar mengajar yang melibatkan peserta didik secara aktif pada

aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Agar hasil

belajar Akidah Akhlak meningkat diperlukan situasi, cara dan strategi pembelajaran

yang tepat untuk melibatkan peserta didik secara aktif baik pikiran, pendengaran,

penglihatan, dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. Adapun pembelajaran

yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran

dengan Problem Based Learning.

Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model

pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai, peserta

didik terlebih dahulu diminta mengobservasi (mengamati) suatu fenomena. Kemudian

peserta didik diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul, serta mendiskusikan

permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Setelah itu,

tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan

masalah yang ada serta mengarahkan peserta didik untuk bertanya, membuktikan

asumsi, dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka.

24
Dari uraian diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan model Problem

Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar akidah akhlak peserta didik

dibandingkan dengan pendekatan tradisional (metode ceramah).

7. Penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran Akidah Akhlak

Pembelajaran model Problem Based Learning berlangung secara alamiah

dalam bentuk kegiatan peserta didik bekerja dan mengalami, menemukan dan

mendiskusikan masalah serta mencari pemecahan masalah, bukan transfer pengetahuan

dari guru kepada peserta didik. Peserta didik mengerti apa makna belajar, apa

manfaatnya, dan bagaimana cara mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka

pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Peserta didik terbiasa memecahkan masalah,

menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya.

Dalam pembelajaran model Problem Based Learning tugas guru sebagai

fasilitator yang mengatur strategi belajar, membantu menghubungkan pengetahuan

lama dengan pngetahuan baru, dan memfasilitasi belajar. Anak harus tahu makna

belajar dan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya untuk

memecahkan masalah dalam kehidupannya.

Dari pembahasan diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan

model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam

belajar efektif dan kreatif, dimana peserta didik dapat membangun sendiri

pengetahuannya, menemukan pengetahuan dan keterampilannya sendiri melalui proses

bertanya, kerja kelompok, belajar dari model yang sebenarnya, bisa merefleksikan apa

yang diperolehnya antara harapan dengan kenyataan sehingga peningkatan hasil belajar

yang didapat bukan hanya sekedar hasil menghapal materi belaka, tetapi lebih pada

25
kegiatan nyata (pemecahan kasus-kasus) yang dikerjakan peserta didik pada saat

melakukan proses pembelajaran (diskusi kelompok dan diskusi kelas).

D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian Pustaka dan tinjauan hasil penelitian terdahulu yang relevan, maka

dapat di duga hipotesis Tindakan penelitian ini adalah

1. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar

pada mata pelajaran Akidah Akhlak Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Al Ikhlasiah Medan

sunggal, Kota Medan.

2. Pendekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan peserta didik dalam

pembelajaran efektif, aktif, dan kreatif

26
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom action

research). Penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat

reflektif disertai melakukan berbagai tindakan tertentu yang tujuannyauntuk

memperbaiki serta meningkatkan pembelajaran secara profesional.

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian tindakan kelas yakni untuk melakukan

perbaikan kualitas pembelajaran serta memecahkan berbagai permasalahan yang ada

di dalam kelas. Manfaat dari dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini yaitu :

1. Pelaksanaan Penelitian tindakan kelas dapat mengatasi masalah pembelajaran dan

meningkatkan kompetensi guru

2. PTK bermanfaat dalam meningkatkan kualitas profesionalisme guru melalui

inovasi-inovasi pembelajaran

3. Pelaksanaan Penelitian tindakan kelas akan meningkatkan penggunaan kualitas

media pembelajaran dan sumber belajar peserta didik

4. Pelaksanaan Penelitian tindakan kelas meningkatkan kualitas proses pembelajaran

di kelas.

Terdapat beberapa model penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh para

ahli seperti Model Ebbut, Model Hopkins, Model Kurt Lewin. Dari beberapa model

penelitian yang ada peneliti menggunakan model penelitian Kurt Lewin. Model

Penelitian Kurt Lewin terdiri dari tahapan-tahapan pelaksanaan meliputi : Perencanaan

27
(planning), Tindakan (action), Observasi (observation), refleksi (reflection) pada setiap

siklusnya. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan selama dua siklus, dengan

penerapan Problem Based Learning. Adapun siklus penelitian tindakan kelas model

kurt Lewin terlihat pada gambar dibawah ini :

Berdasarkan gambar siklus PTK diatas, dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Perencanaan (planning)

Perencanaan merupakan tahapan awal yang dilakukan dalam penelitian ini. Pada

tahap ini peneliti mengembangkan rencana tindakan secara kritis untuk

meningkatkan apa yang telah terjadi.

2. Tindakan (action)

Tindakan ini merupakan Langkah kedua setelah dilaksanakannya perencanaan.

Pada tahapan ini peneliti melaksanakan tindakan yang telah tersusun dan Rencana

28
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang merupakan variasi praktik yang cermat

dan bijaksana.

3. Pengamatan (Observation)

Pengamatan merupakan tahap ketiga setelah melakukan perencanaan dan

tindakan. Pada tahap ini merupakan kegiatan pengumpulan data yang berupa

proses perubahan dalam proses belajar mengajar.

4. Refleksi (reflection)

Tahapan ini merupakan tahapan terakhir setelah perencanaan, tindakan dan

pengamatan. Pada tahap ini peneliti melakukan analisis data yang telah diambil

pada saat melakukan pengamatan. Apabila hasil analisis data belum selesai

dengan tujuan yang ingin dicapai, maka perlu diadakan perbaikan pada siklus

selanjutnya hingga tercapainya tujuan yang diinginkan. Dan apabila tujuan yang

diinginkan telah tercapai, maka penelitian dapat dihentikan.

B. Lokasi, Waktu, subjek, dan siklus Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhlasiah

Kota Medan yang beralamat di jln. Beo Indah No.13 Sei Sikambing B, kec. Medan

Sunggal, Kota Medan.

2. Waktu penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siklus I tanggal 9 Juni 2022 , siklus II

tanggal 17 Juni 2022 dan siklus III tanggal 29 Juni 2022.

29
3. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Kecamatan Medan

Sunggal Kota Medan.

4. Siklus penelitian

Penelitian Tindakan kelas adalah penelitian yang bertujuan untuk mengatasi berbagai

permasalahan yang ada didalam kelas. Penilaian Tindakan kelas minimal dilaksanakan

dalam tiga siklus. Pada setiap siklus dilaksanakan secara berurutan dimulai dari

melakukan perencanaan, melaksanakan Tindakan, melakukan pengamatan, serta

melakukan refleksi. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat peningkatan hasil

belajar peserta didik pada mata pelajaran akidah akhlak dikelas IV MIS Al-Ikhlasiah

Medan Sunggal, Kota Medan.

C. Variabel yang diteliti

Variabel yang diteliti dalam Penelitian Tindaka Kelas ini meliputi :

1. Variabel Input

Peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Kota Medan tahun ajaran 2021/2022

2. Variabel proses

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Akidah

Akhlak.

3. Variabel output

Peningkatan hasil belajar mata pelajaran Akidah Akhlak

30
D. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah :

a. Lembar Observasi

Lembar observasi ini digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan

pengamatan didalam kelas. Dari lembar observasi inilah peneliti dapat mengetahui

gambaran aktivitas yang dilakukan dalam pembelajaran Akidah Akhlak dengan

menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.

b. Lembar kerja Peserta Didik

Lembar kerja peserta didik yang digunakan peneliti adalah lembar kerja kelompok

dan lembar kerja individu. Lembar kerja ini diberikan pada saat pembelajaran.

Lembar kerja ini digunakan untuk menegtahui sejauh mana pemahaman peserta

didik terhadap materi yang telah dipelajari dan untuk mengetahui tentang kemajuan

prsetasi belajar peserta didik.

c. Dokumentasi

Melalui dokumentasi peneliti dapat mengetahui data-data terkait dengan peserta

didik seperti nilai hasil belajar dan foto yang menggambarkan situasi saat

pembelajaran sedang berlangsung.

E. Rencana Tindakan

Penyusunan Rencana Tindakan dalam penelitian ini mengacu pada model kurt Lewin.

Setiap siklus penelitian model kurt Lewin terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan

(planning), tindakan (act), pengamatan (observe), dan refleksi ( reflect). Berikut adalah

31
rencana Tindakan kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan di Kelas IV MIS Al-

Ikhlasiah Kota Medan.

1. Kegiatan Siklus I

a. Tahap Kegiatan Perencanaan

Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan peneliti pada tahap ini adalah sebagai

berikut :

 Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 Memilih bahan pelajaran yang sesuai

 Mempersiapkan sumber, bahan, dan alat yang dibutuhkan

 Menyusun lembar kerja peserta didik

Refleksi

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan peneliti adalah dengan melihat tingkat

keberhasilan dan kekurangan dari perencanaan yang telah disusun sebagai bahan

evaluasi diri. Bentuk kegiatan refleksi pada tahap ini adalah dengan menganalisis hasil

lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta menganalisis hasil belajar

peserta didik. Dengan merefleksikan hasil penelitian, peneliti dapat menyusun rencana

tindakan selanjutnya lebih baik lagi.

2. Kegiatan siklus II

Berdasarkan hasil refleksi pada pelaksanaan Tindakan pada siklus I yang tidak

memenuhi indikator maka perlu dilaksanakan Tindakan siklus II sebagai kelanjutan

dan penyempurnaan serta perbaikan dari pelaksanaan Tindakan siklus I pada mata

32
pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah. Jika kriteria ketuntasan belajar

peserta didik tidak tercapai, maka penelitian tindakan kelas dilanjutkan ke siklus III.

3. Kegiatan Siklus III

Pada siklus III, tahapan yang dilakukan adalah sama dengan tahapan di siklus

sebelumnya yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Ditahapan siklus III

ini peneliti melihat apakah masih terdapat ketidaktercapainya kriteria ketuntasan belajar

peserta didik. Jika kriteria ketuntasan belajar peserta didik sudah tercapai, maka

penelitian tindakan kelas diakhiri sampai disiklus III.

F. Sumber Data dan Teknik Pengumpulannya

1. Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini adalah subjek dari data yang diperoleh yang bersumber

dari peserta didik kelas IV MIS Al-Ikhlasiah, Medan sunggal, Kota Medan.

2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi dan

tes.

a. Observasi

Observasi adalah proses pengambilan informasi melalui pengamatan. Nawawi dan

Martini mengungkapkan bahwa observasi merupakan pengamatan langsung sekaligus

pencatatan secara urut yang terdiri dari unsur yang bermunculan dalam suatu fenomena

dalam objek penelitian. Hasilnya akan dilaporkan dengan susunan yang sistematis dan

33
sesuai kaidah yang berlaku. Observasi dilakukan oleh peniliti dengan melakukan

pengamatan dan pencatatan mengenai pelaksanaan pembelajaran di kelas. Observasi

dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.

b. Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik

(nilai) dan foto pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan

model Problem Based Learning.

c. Tes Hasil Belajar

Tes adalah alat untuk mengukur yang diberikan kepada peserta didik untuk

mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan baik secara tertulis, maupun secara

lisan atau secara perbuatan. Tes hasil belajar adalah mengukur penguasaan tertentu

sebagai hasil belajar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian

ini adalah tes tulis. Dalam penelitian ini tes yang diberikan berupa soal kelompok yang

diberikan berupa soal kelompok yang harus dikerjakan setiap pertemuan dan

dikerjakan secara kelompok dan soal yang dikerjakan secara individu.

3. Analisis Data, Evaluasi dan Refleksi

Dalam penelitian Tindakan kelas ini, ada dua jenis data yang didapatkan oleh

peneliti yaitu data kualitatif dan data kuntitatif. Data kualitatif adalah data berupa

informasi dalam bentuk kalimat yang menggambarkan hasil observasi pada setiap

siklus yang dilakukan. Sedangkan Data kuantitatif adalah data dalam bentuk angka

maupun skor yang merupakan proses pembelajaran pada mata pelajaran Akidah

34
Akhlak materi Perilaku Amanah dengan menggunakan model pembelajaran problem

based learning.

Analisis data pada penelitian ini didapat dari hasil belajar peserta didik setelah

mengerjakan evaluasi di setiap akhir siklus. Untuk penghitungan hasil belajar pada

bidang kognitif setiap siklus menggunakan rata-rata skor kelas dari post test yang

diberikan dan persentase peserta didik melampaui KKM ≥78. Nilai KKM yang

ditetapkan untuk mata pelajaran Akidah Akhlak adalah tujuh puluh delapan. Hasil

belajar bidang kognitif pada penelitian ini akan dihitung rata-rata dan ketuntasan

belajar klasikalnya setiap siklusnya.

Menurut Gantini dan Suhendar (2017 : 28), rumus menghitung nilai rata-rata kelas

yaitu :

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ


Nilai = × 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

Ketuntasan belajar menurut Daryanto (2011 : 191) merupakan ketuntasan

belajar dalam kelas. Kelas dikatakan tuntas apabila dalam suatu pembelajaran hasil

belajar peserta didik melampaui KKM mencapai 80 %. Berikut rumus menghitung

ketuntasan hasil belajar :

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑚𝑝𝑎𝑢𝑖 𝐾𝐾𝑀


Ketuntasan Belajar = × 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘

Kualifikasi nilai hasil belajar peserta didik dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 3.1. Kualifikasi Ketuntasan Hasil Belajar

35
Nilai Kriteria
˂ 78 Tidak Tuntas
≥ 78 Tuntas

4. Indikator Keberhasilan

Dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran

Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah diharapkan ketercapaian tuntas (>KKM)

sebesar 80 % dari jumlah peserta didik yang diteliti.

36
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBEHASAN

A. Penelitian Data siklus I

Kegiatan penelitian pada siklus I terdiri dari empat tahap yaitu tahap

perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berikut ini uraian empat

tahapan tersebut.

1. Perencanaan Tindakan Siklus I

 Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 Memilih bahan pelajaran yang sesuai

 Mempersiapkan sumber, bahan, dan alat yang dibutuhkan

 Menyusun lembar kerja peserta didik

 Membuat soal evaluasi untuk peserta didik

2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini sesuai dengan Langkah-langkah yang

telah disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model

pembelajaran Problem Based Learning yaitu sebagai berikut:

1. Kegiatan Pendahuluan

 Guru mengucapkan salam

 Guru menanyakan kabar peserta didik

 Guru bersama peserta didik berdoa bersama

 Guru mengecek kehadiran peserta didik

37
 Guru bersama peserta didik bersama-sama menyanyikan lagu wajib

 Guru melakukan aprsepsi

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran materi perilaku amanah

2. Kegiatan Inti

Fase 1 (Menyajikan informasi)

 Guru mengajak peserta didik mengamati video dan materi yang berkaitan

dengan sifat amanah yang ada dibuku dan PPT

 Guru dan peserta didik melakukan jawab tentang sifat amanah (pengertian

dan cara menjaga sifat amanah)

Fase 2 (Mengorganisasi peserta didik kedalam kelompok belajar)

 Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok

 Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 Guru menjelaskan tugas yang akan dikerjakan

 Guru memberikan waktu selama 35 menit untuk mengerjakan Lembar

Kerja Peserta Didik

Fase 3 (Membimbing Kelompok belajar dan bekerja)

 Guru berkeliling dan membimbing peserta didik dalam mengerjakan

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 Guru memantau dan membimbing peserta didik mengerjakan lembar kerja

tugas individu

38
Fase 4 (Evaluasi)

 Guru meminta peserta didik untuk mempresntasikan hasil diskusi masing-

masing kelompok

Fase 5 (Memberikan Penghargaan)

 Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok akan hasil diskusi

masing-masing kelompok

 Guru mengambil lembar kerja individu peserta didik

3. Kegiatan Penutup

 Guru melakukan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan

 Guru memberikan penguatan kepada peserta didik tentang materi perilaku

amanah

 Guru dan peserta didik bersama-sama menarik kesimpulan berkaitan

dengan materi perilaku amanah

 Guru mengucapkan salam dan pembelajaran telah selesai

3. Pengamatan Siklus I

Hasil Observasi terhadap aktivitas peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada

tabel 4.1 berikut :

39
Tabel 4.1 Hasil Aktivitas Peserta Didik Siklus I

Tahap Deskripsi Skor

1. Melakukan aktifitas keseharian 7


2. Memperhatikan Tujuan Pembelajaran 5
Pendahuluan
3. Memperhatikan penjelasan materi 6
4. Memahami tugas kelompok 5
1. Memahami lembar kerja 6
Inti 2. Keterlibatan dalam kelompok 6
3. Melaporkan hasil kerja kelompok 6
1. Menanggapi evaluasi 6
Penutup 2. Mengerjakan lembar tugas peserta didik pada akhir tindakan 6
3. Mengakhiri pembelajaran 7
Jumlah 60

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat peserta didik secara kegiatan belajar

sebagian besar indikator pengamatan muncul dalam aktivitas kerja peserta didik.

Skor yang diperoleh dari pengamatan aktivitas peserta didik adalah 60, sedangkan
60
skor maksimal adalah 80. Dengan demikian presentase nilai rata-rata adalah 80 ×

100% = 75%

Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa peserta didik masih merasa

kesulitan dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti karena mereka

belum terbiasa kerja berkelompok. Namun semua subjek penelitian senang

mengikuti pembelajaran.

40
Adapun hasil kerja kelompok peserta didik disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.2 Hasil Kerja Kelompok Peserta Siklus I

Kelompok Nilai Keterangan


I 75 Cukup
II 70 Cukup
III 78 Baik
IV 70 Cukup

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa hasil kerja kelompok masih

cenderung rendah dan tergolong kategori cukup. Dari hasil belajar tersebut masih

sangat perlu diperhatikan ketika proses belajar kelompok berlansung, karena sangat

mempengaruhi dalam pencapaian hasil belajar peserta didik.

Adapun hasil belajar peserta didik pada akhir tindakan siklus I disajikan dalam tabel

berikut:

41
Tabel 4.3

Nilai Hasil Belajar Siklus I

Keterangan
No Nama Nilai
Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Abi Bayu Kurniawan 70 √
2 Aisyah Mardhiyah 85 √
3 Alika Fitiyani Sitompul 70 √
4 Alfionika Rahma Dewinta 80 √
5 Alya Mukhbita Yani 70 √
6 Aqila Zahira 60 √
7 Charissa Annisa Putri Harahap 80 √
8 Damar Faid Sihite 80 √
9 Dialova Agna 85 √
10 Dimas Arya Hendriansyah 80 √
11 Fadhil Maulana 65 √
12 Fikri Pratama 50 √
13 Firas Alzham 85 √
14 Hilyah Ramadhani 70 √
15 Irsyad Akmal 60 √
16 [Link] 50 √
17 Risky Septian Anggara 50 √
18 Thalita Shaafa Kamila 80 √
Jumlah 1270
Rata-Rata 70,55
Presentase Ketuntasan Belajar 44,44%
KKM 78

42
Analisis Data Hasil Siklus I

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pra siklus ini, maka diperoleh:

1. Nilai rata-rata

∑𝑁𝑠
X=
∑𝑛

Keterangan :

X = Nilai rata-rata

∑Ns = Jumlah nilai tes seluruh peserta didik

∑n = Jumlah seluruh peserta didik

∑𝑁𝑠 1270
X= = = 70,55
∑𝑛 18

2. Nilai presentase pencapaian hasil belajar

Jumlah frekuensi yang dicari = 8

Jumlah frekuensi individu = 18

F 8
P = N × 100% × 100 % = 44,44 %
18

Berdasarkan data yang diperoleh hasil belajar peserta didik siklus I dengan nilai

rata-rata kelas 70,55 dan yang tidak tuntas 10 orang peserta didik, sedangkan

yang tuntas ada 8 orang peserta didik dengan presentase 44,44 %.

4. Refleksi Siklus I

Dari hasil evaluasi akhir siklus I dapat disimpulkan bahwa belum tercapainya

kriteria ketuntasan belajar yang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

43
1. Interaksi dan kerja sama antar anggota kelompok belum berlangsung

optimal karena peserta didik kurang aktif dalam kegiatan diskusi.

2. Pada proses pembelajaran Sebagian peserta didik kurang aktif dan masih

malu untuk bertanya

3. Dari hasil belajar peserta didik dengan presentase 44,44 % yang dapat

menjawab soal denga. n benar, sedangkan selebihnya masih kurang tepat

dikarenakan peserta didik kurang memahami materi yang diajarkan

Setelah mengevaluasi masalah yang ditemukan pada pelaksanaan siklus I,

perlu dilakukan tindakan pendekatan pada siklus selanjutnya sehingga

diharapkan pembelajaran pada siklus II menjadi lebih optimal.

B. Peneltian Data Siklus II

Melihat kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada siklus I, maka peneliti

harus melakukan upaya yang lebih untuk memperbaiki tindakan pada siklus II.

Guru harus membangkitkan minat peserta didik dalam pembelajaran sehingga peserta

didik aktif dan berani dalam mengemukakan pendapatnya. Seperti pada siklus I

sebelumnya, siklus II juga melalui empat tahapan, yaitu tahap perencanaan,

pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

1. Perencanaan Siklus II

 Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 Memilih bahan pelajaran yang sesuai

 Mempersiapkan sumber, bahan, dan alat yang dibutuhkan

 Menyusun lembar kerja peserta didik

 Membuat soal evaluasi untuk peserta didik

44
2. Pelaksanaan Siklus 1I

Pembelajaran siklus II dilakukan pada hari Jumat tanggal 17 Juni 2022 secara

sinkron selama 2 x 35 menit, dengan rincian sebagai berikut :

Guru memberi salam dan menyapa peserta didik, kemudian meminta salah satu

dari peserta didik untuk memimpin doa. Guru melakukan presensi kehadiran peserta

didik. Guru memberikan penjelasan singkat tentang tujuan pembelajaran yang akan

dicapai.

Guru meberikan sebuah video tentang perilaku amanah dan menjelaskan

tentang penerapan perilaku amanah dan hikmah berperilaku amanah dalam kehidupan

sehari-hari. Guru juga memancing peserta didik dengan beberapa pertanyaan untuk

mengetahui apakah peserta didik sudah memahami materi yang disampaikan.

Guru mengarahkan peserta didik untuk membagi ke dalam beberapa kelompok

dan membagikan LKPD. Guru menjelaskan tugas yang harus diselesaikan melalui

diskusi. Ketika peserta didik melakukan diskusi, guru memantau kegiatan dalam

diskusi tersebut. Guru mendengarkan hasil dari presentase setiap kelompok di depan

kelas. Guru memberikan soal individu untuk dikerjakan masing-masing peserta didik.

Guru dan peserta didik bersama-sama mengambil kesimpulan dari pembelajaran hari

ini.

Guru menutup pertemuan kali ini dengan meminta salah satu dari peserta didik

untuk mempimpin doa dan mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam.

45
3. Pengamatan Siklus II

Tabel 4.4 Hasil Aktivitas Peserta Didik Siklus II

Tahap Deskripsi Skor

1. Melakukan aktifitas keseharian 8


2. Memperhatikan Tujuan Pembelajaran 6
Pendahuluan
3. Memperhatikan penjelasan materi 6
4. Memahami tugas kelompok 6
1. Memahami lembar kerja 6
Inti 2. Keterlibatan dalam kelompok 6
3. Melaporkan hasil kerja kelompok 6
1. Menanggapi evaluasi 5
Penutup 2. Mengerjakan lembar tugas peserta didik pada akhir tindakan 6
3. Mengakhiri pembelajaran 8
Jumlah 63

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat peserta didik secara kegiatan belajar

sebagian besar indikator pengamatan muncul dalam aktivitas kerja peserta didik.

Skor yang diperoleh dari pengamatan aktivitas peserta didik adalah 63, sedangkan
63
skor maksimal adalah 80. Dengan demikian presentase nilai rata-rata adalah 80 ×

100% = 78,75%

Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa peserta didik mulai

terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti karena mereka

muali senang dengan kerja berkelompok. Namun semua subjek penelitian senang

mengikuti pembelajaran.

46
Adapun hasil kerja kelompok peserta didik disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.5 Hasil Kerja Kelompok Peserta Siklus II

Kelompok Nilai Keterangan


I 78 Baik
II 75 Cukup
III 78 Baik
IV 70 Cukup

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa hasil kerja kelompok mulai

meningkat tetapi masih tergolong kategori cukup. Dari hasil belajar tersebut masih

sangat perlu diperhatikan ketika proses belajar kelompok berlansung, karena sangat

mempengaruhi dalam pencapaian hasil belajar peserta didik.

Dari hasil evaluasi untuk ketuntasan hasil belajar peserta didik, didapatkan data

sebagai berikut :

47
Tabel 4.6

Hasil Belajar Peserta Didik Pada Siklus 1I

Keterangan
No Nama Nilai
Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Abi Bayu Kurniawan 80 √
2 Aisyah Mardhiyah 90 √
3 Alika Fitiyani Sitompul 80 √
4 Alfionika Rahma Dewinta 80 √
5 Alya Mukhbita Yani 80 √
6 Aqila Zahira 60 √
7 Charissa Annisa Putri Harahap 85 √
8 Damar Faid Sihite 85 √
9 Dialova Agna 85 √
10 Dimas Arya Hendriansyah 85 √
11 Fadhil Maulana 70 √
12 Fikri Pratama 65 √
13 Firas Alzham 85 √
14 Hilyah Ramadhani 75 √
15 Irsyad Akmal 70 √
16 [Link] 60 √
17 Risky Septian Anggara 60 √
18 Thalita Shaafa Kamila 85 √
Jumlah 1380
Rata-Rata 76,67
Presentase Ketuntasan Belajar 61,11%
KKM 78

48
Analisis Data Hasil Siklus II

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan siklus I maka diperoleh:

1. Nilai rata-rata

∑Ns = Jumlah nilai tes seluruh peserta didik = 1380

∑n = Jumlah seluruh peserta didik = 18

∑𝑁𝑠 1380
X= = = 76,67
∑𝑛 18

2. Nilai Presentase Peserta Didik yang Mencapai KKM hasil belajar

Jumlah frekuensi yang dicari = 11

Jumlah frekuensi individu = 18

F 11
P = N × 100% × 100 % = 61,11 %
18

3. Nilai Presentase Peserta Didik yang belum mencapai KKM Hasil Belajar

Jumlah frekuensi yang dicari = 7

Jumlah frekuensi individu = 18

F 7
P = N × 100% × 100 % = 38,89 %
18

Berdasarkan pada data tabel 4.2, nilai tertinggi peserta didik pada hasil belajar siklus

II adalah 90, dan nilai terendah adalah 60 dan rata-rata nilai kelas adalah 76,67. Jumlah

peserta didik yang mencapai KKM adalah 11 orang peserta didik dan yang belum

memenuhi KKM adalah 7 orang peserta didik. Presentase ketuntasan hasil belajar

peserta didik pada siklus II adalah 61,11%.

49
4. Refleksi Siklus II

Dari hasil evaluasi belajar peserta didik pada siklus II, serta menyeleksi siklus

I. Hal-hal yang sudah dicapai adalah :

a. Peserta didik lebih berani dalam mengemukakan pendapat dengan menjawab

pertanyaan yang diberikan oleh guru.

b. Dilihat dari hasil evaluasi meningkat walaupun tidak terlalu tinggi dari 44,44 %

menjadi 61,11 %. Pada siklus II ini berarti ketuntasan belajar peserta didik sudah

mengalami peningkatan sebesar 16,67 %.

Akan tetapi ketuntasan hasil belajar peserta didik belum memenuhi kriteria ketuntasan

hasil belajar, dimana ketuntasan hasil belajar secara klasikal adalah ≥80 %. Sedangkan

pada siklus II presentase ketuntasan hasil belajar masih dibawah 80 % yaitu 61,11 %.

C. Penelitian Data Siklus III

Seperti pada siklus II sebelumnya, siklus III juga melalui empat tahapan, yaitu

tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

1. Perencanaan Siklus III

 Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 Memilih bahan pelajaran yang sesuai

 Mempersiapkan sumber, bahan, dan alat yang dibutuhkan

 Menyusun lembar kerja peserta didik

 Membuat soal evaluasi untuk peserta didik

50
2. Pelaksanaan Siklus III

Pembelajaran siklus II dilakukan pada hari Jumat tanggal 17 Juni 2022 secara

sinkron selama 2 x 35 menit, dengan rincian sebagai berikut :

Guru memberi salam dan menyapa peserta didik, kemudian meminta salah satu

dari peserta didik untuk memimpin doa. Guru melakukan presensi kehadiran peserta

didik. Guru memberikan penjelasan singkat tentang tujuan pembelajaran yang akan

dicapai.

Guru menunjukan beberapa gambar tentang perilaku amanah dan bertanya

kepada peserta didik mengenai gambar tersebut dan memotivasi peserta didik untuk

mengemukakan pendapat mereka mengenai gambar tersebut. Guru juga memancing

peserta didik dengan beberapa pertanyaan untuk mengetahui apakah peserta didik

sudah memahami materi yang disampaikan.

Guru mengarahkan peserta didik untuk membagi ke dalam beberapa kelompok

dan membagikan LKPD. Guru menjelaskan tugas yang harus diselesaikan melalui

diskusi. Ketika peserta didik melakukan diskusi, guru memantau kegiatan dalam

diskusi tersebut. Guru mendengarkan hasil dari presentase setiap kelompok di depan

kelas. Guru memberikan soal individu untuk dikerjakan masing-masing peserta didik.

Guru dan peserta didik bersama-sama mengambil kesimpulan dari pembelajaran hari

ini.

Guru menutup pertemuan kali ini dengan meminta salah satu dari peserta didik

untuk mempimpin doa dan mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam.

51
3. Pengamatan Siklus III

Tabel 4.7 Hasil Aktivitas Peserta Didik Siklus III

Tahap Deskripsi Skor

1. Melakukan aktifitas keseharian 8


2. Memperhatikan Tujuan Pembelajaran 7
Pendahuluan
3. Memperhatikan penjelasan materi 7
4. Memahami tugas kelompok 7
1. Memahami lembar kerja 8
Inti 2. Keterlibatan dalam kelompok 7
3. Melaporkan hasil kerja kelompok 7
1. Menanggapi evaluasi 7
Penutup 2. Mengerjakan lembar tugas peserta didik pada akhir tindakan 7
3. Mengakhiri pembelajaran 8
Jumlah 73

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat peserta didik secara kegiatan belajar

sebagian besar indikator pengamatan muncul dalam aktivitas kerja peserta didik.

Skor yang diperoleh dari pengamatan aktivitas peserta didik adalah 73, sedangkan
73
skor maksimal adalah 80. Dengan demikian presentase nilai rata-rata adalah 80 ×

100% = 91,25%

Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa peserta didik sudah

terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan oleh peneliti karena mereka

senang dengan kerja berkelompok yang berpengaruh terhadap hasil evaluasi belajar

peserta didik.

52
Adapun hasil kerja kelompok peserta didik disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.8 Hasil Kerja Kelompok Peserta Siklus III

Kelompok Nilai Keterangan


I 90 Sangat Baik
II 80 Baik
III 85 Baik
IV 75 Cukup

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa hasil kerja kelompok semakin

meningkat dan sudah tergolong kategori Baik, yang sangat mempengaruhi dalam

pencapaian hasil belajar peserta didik.

Dari hasil evaluasi untuk ketuntasan hasil belajar peserta didik, didapatkan data

sebagai berikut :

53
Tabel 4.9

Hasil Belajar Peserta Didik Pada Siklus III

Keterangan
No Nama Nilai
Tidak
Tuntas
Tuntas
1 Abi Bayu Kurniawan 90 √
2 Aisyah Mardhiyah 100 √
3 Alika Fitiyani Sitompul 85 √
4 Alfionika Rahma Dewinta 100 √
5 Alya Mukhbita Yani 90 √
6 Aqila Zahira 80 √
7 Charissa Annisa Putri Harahap 90 √
8 Damar Faid Sihite 95 √
9 Dialova Agna 100 √
10 Dimas Arya Hendriansyah 95 √
11 Fadhil Maulana 85 √
12 Fikri Pratama 70 √
13 Firas Alzham 100 √
14 Hilyah Ramadhani 80 √
15 Irsyad Akmal 80 √
16 [Link] 70 √
17 Risky Septian Anggara 70 √
18 Thalita Shaafa Kamila 100 √
Jumlah 1580
Rata-Rata 87,78
Presentase Ketuntasan Belajar 83,33%
KKM 78

54
Analisis Data Hasil Siklus III

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan siklus II maka diperoleh:

1. Nilai rata-rata

∑Ns = Jumlah nilai tes seluruh peserta didik = 1580

∑n = Jumlah seluruh peserta didik = 18

∑𝑁𝑠 1580
X= = = 87,78
∑𝑛 18

2. Nilai Presentase Peserta Didik yang Mencapai KKM hasil belajar

Jumlah frekuensi yang dicari = 15

Jumlah frekuensi individu = 18

F 15
P = N × 100% × 100 % = 83,33 %
18

3. Nilai Presentase Peserta Didik yang belum mencapai KKM Hasil Belajar

Jumlah frekuensi yang dicari = 3

Jumlah frekuensi individu = 18

F 3
P = N × 100% × 100 % = 16,67 %
18

Dapat dilihat secara jelas peningkatan setiap siklusnya dari hasil rekapitulasi

nilai dibawah ini:

55
Tabel 4.4

Rekapitulasi Nilai Hasil Evaluasi Siklus I, Siklus II dan Siklus III

No Kategori Nilai Siklus I Siklus II Siklus III

1 Nilai Tertinggi 85 90 100


2 Nilai Terendah 50 60 70
3 Rata-Rata 70,55 76,67 87,78
4 Presentase Pencapaian
44,44% 61,11% 83,33%
KKM Hasil Belajar
5 Jumlah peserta didik yang
8 11 15
mencapai KKM
6 Jumlah peserta didik yang
10 8 3
belum mencapai KKM
7 Hasil Observasi aktivitas 75% 78,75% 91,25%
Peserta Didik

Dari perolehan hasil tindakan siklus I dan siklus II yaitu pembelajaran dengan

menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran

Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah di kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Kecamatan

Medan Sunggal Kota Medan dapat disimpulkan sangat efektif, terlihat dari hasil

tindakan pada siklus I, siklus II dan siklus III perolehan nilai peserta didik meningkat

dari hasil perolehan sebelumnya yaitu ketika siklus I diterapkannya model

pembelajaran Problem Based Learning. Perolehan pada siklus I belum mencapai

indikator keberhasilan, dimana indikator rata-rata 78 sedangkan perolehan nilai peserta

didik pada siklus I meperoleh nilai rata-rata 70,55. Adapun indikator pencapaian KKM

hasil belajar yang ditentukan 80% sedangkan jumlah peserta didik yang mencapai

56
KKM pada siklus I adalah 44,44 % yang berarti pembelajaran dengan model Problem

Based Learning pada materi Perilaku Amanah di kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Kecamatan

Medan Sunggal Kota Medan belum efektif.

Pada siklus II dari tindakan yang menerapkan model pembelajaran Problem

Based Learning diperoleh hasil sebagaimana tertera pada tabel diatas dimana perolehan

rata-rata hasil belajar sebesar 76,67 sedangkan presentase pencapaian KKM hasil

belajar peserta didik sebesar 61,11 % yang berarti pembelajaran dengan model Problem

Based Learning belum mencapai kriteria ketuntasan.

Pada Siklus III dari tindakan yang menerapkan model pembelajaran Problem

Based Learning diperoleh hasil Sebagaimana tertera pada tabel di atas dimana

perolehan rata-rata hasil belajar sebesar 87,78 sedangkan presentase pencapaian KKM

hasil belajar peserta didik sebesar 83,33 %. Penelitian dianggap cukup karena

peningkatan hasil belajar yang sudah mencapai KKM.

3. Pembahasan

Dari hasil analisis dimulai dari hasil belajar siklus I, siklus II dan siklus III

bahwa dari setiap siklus, hasil pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran

Problem Based Learning pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah

di kelas IV MIS Al-Ikhlasiah Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan mengalami

peningkatan, seperti dijelaskan pada tebel dibawah ini :

57
Tabel 4.5

Perbandingan Hasil Belajar , Analisis Rata-Rata Dan Presentase Pemcapaian

KKM Hasil Belajar Pada Tahap Pra Siklus, Siklus I Dan Siklus II

Presentase (%) Pencapaian


No Pelaksanaan Siklus Rata-Rata
KKM Hasil Belajar
1 Siklus I 70,55 44,44 %
2 Siklus II 76,67 61,11 %
3 Siklus III 87,78 83,33 %

Dari perolehan hasil belajar peserta didik pada tahap pra siklus, siklus I dan

siklus II terlihat adanya peningkatan. Dengan peningkatan itu dapat diambil

kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada

mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah di kelas IV sangat efektif

untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan dapat mengatasi

permasalahan-permasalahan yang muncul di dalam proses pembelajaran.

58
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian tentang penerapan model

pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta

didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah Kelas IV MIS

Al-Ikhlasiah Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, maka peneliti

mengemukakan kesimpulan sebagai berikut :

1. Akttivitas belajar peserta didik dalam penerapan model pembelajaran Problem

Based Learning pada mata pelajaran Akidah Akhlak terjadi peningkatan pada

setiap siklus. Dengan peningkatan presentase rata-rata pada siklus I sebesar

44,44 % dan pada siklus II meningkat menjadi 61,11% serta pada siklus III

meningkat menjadi 83,33 %

2. Peningkatan hasil belajar peserta didik terjadi pada setiap siklus dengan rata-

rata nilai hasil belajar pada siklus I sebesar 70,55, pada siklus II meningkat

menjadi 76,67 dan pada siklus III meningkat menjadi 87,78. .

Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning

dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah

Akhlak dengan materi Perilaku Amanah di kelas IV MIS Al-Ikhlasiah

Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

59
B. Saran

Dari hasil penelitian ini, sebagai bahan rekomendasi dengan

mempertimbangkan hasil perolehan, maka beberapa hal yang dapat menjadi saran

sebagai berikut:

1. Bagi guru, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam

kegiatan pembelajaran sebagai upaya meningktkan hasil belajar dalam mata

pelajaran Akidah Akhlak.

2. Mengingat penelitian masih sederhana dan apa yang dihasilkan dari penelitian

ini bukan akhir sehingga perlu diadakan penelitian lebih lanjut terhadap

konsep lain pada mata pelajaran Akidah Akhlak dengan penerapan model

pembelajaran Problem Based Learning dan juga diharapkan selalu mencoba

dan meneliti setiap model pembelajaran sehingga model pembelajaran

tersebut sesuai dengan karakteristik peserta didik serta sesuai dengan materi

yang diajarkan.

3. Bagi peserta didik diharapkan agar dalam belajar selalu aktif dalam proses

pembelajaran dan sering melakukan diskusi atau berkelompok dengan

temannya dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

60
DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka

Cipta.

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. ([Link]).

Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013 BAB III

Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, 37-38

Trianto.2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.

Jakarta:Prestasi Pustaka.

Sanjaya,[Link] [Link]:Kencana Prenada Media Group.

Pipit Gantini dan Dodo Suhendar. 2017. Penilaian Hasil Belajar. Erlangga

Sugiyono.(2008).Metode penelitian Pendidikan:(pendekatan kuantitatif, kualitatif

dan R&D).Alfabeta

Buku Akidak Akhlak Madrasah Ibtidaiyah KMA Nomor 183 Tahun 2019 Penerbit

Bumi Aksara.

61
Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Siklus I

Nama Madrasah : MIS Al-Ikhlasiah


Mata Pelajaran : AKidah AKhlak
Kelas/Semester : IV (Empat)/Ganjil
Tema : Indahnya Berperilaku Amanah
Sub Tema : Mengenal Sifat Amanah
Pertemuan ke :1
ALokasi Waktu : 2 x 35 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,
dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,dan
tetangganya
KI 3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah
dan di tempat bermain
KI 4 Menyajikan pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas, sistematis
dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku beriman
dan berakhlak mulia

B. Kompetensi Dasar (KD)


1.4 Menjalankan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari sebagai
cerminan keimanan
2.4 Menjalankan sikap taat amanah dalam kehidupan sehari-hari
3.4 Menganalisis makna perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
4.4 Mengomunikasikan contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-
hari

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.4.1 Menjelaskan pengertian sikap amanah
3.4.2 Mengetahui contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
4.4.1 Menuliskan pengertian sikap amanah

62
4.4.2 Menceritakan contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari

D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menjelaskan sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari
dengan baik
2. Peserta didik mampu menerapkan sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari
dengan baik

E. Materi Pembelajaran
1. Fakta
Macam-macam perilaku Amanah

2. Konsep
Pengertian Sikap Amanah

3. Prinsip
Dalil-dalil tentang Sikap Amanah

4. Prosedur
 Cara menjaga perilaku Amanah

F. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran


 Model : Problem Based Learning
 Pendekatan : Saintifik
 Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, Penugasan dan
Presentasi

G. Media, Alat/bahan, dan Sumber Pembelajaran


Media : Power Point, Gambar, dan Video tentang Sikap
Amanah
Alat/Bahan : Laptop, Infocus, dan LKPD
Sumber Pembelajaran : Buku Akidah Akhlak MI KMA Nomor 183 Tahun
2019, Situs Internet.

63
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Kegiatan Orientasi 10
Pendahuluan 1. Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam dilanjutkan menit
dengan do’a. (Religius dan Integritas)
‫ضت‬ ِ ‫نَ ِب َيا َو ِبم َح َّمد ِد اينَا َو ِب ا‬
ِ ‫اْل اسالَ ِم َر َبا ِباللاِ َر‬
َ‫ب َو َرس اوْل‬
ِ ‫ـي نِ اي ِز اد َر‬ َ ‫فَ اه ًمـا ِع ال ًم‬
‫ـاو ارز اقنِ ا‬
2. Menyanyikan salah satu lagu wajib dan atau nasional.
(Nasionalisme)
Apersepsi
Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dibahas dengan materi sebelumnya.
Motivasi
Guru memberitahukan materi pembelajaran yang akan
dibahas
Pemberian Acuan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Mengamati 55
Inti  Peserta didik diajak mengamati video dan materi yang menit
berkaitan dengan sifat amanah yang ada di buku dan
PPT
 Guru memberikan penjelasan tambahan tentang sifat
amanah
Menanya
 Guru dan peserta didik melakukan jawab tentang sifat
amanah (pengertian dan cara menjaga sifat amanah)
Mengekplorasi/menalar.
 Peserta Didik dibentuk dalam kelompok untuk
mendiskusikan, dan memprsentasikan mengenai
makna dan contoh Amanah berdasarkan ayat-ayat
yang ada di meteri pembelajaran
Mengasosiasi/ mencoba

 Guru memberikan penguatan berkaitan dengan materi


sifat amanah.
 Untuk mengevaluasi keberhasilan, guru memberikan
pertanyaan kepada peserta didik tentang materi yang
disampaikan
Komunikasi/demonstrasi/networking
 Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok
dengan bimbingan guru

64
 Peserta didik dengan bantuan guru diajak untuk
membuat kesimpulan berkaitan dengan materi perilaku
amanah dalam kehidupan sehari- hari dan hikmah
berperilaku amanah.
Kegiatan 1. Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman 5
Penutup belajar Menit
2. Guru memberikan penguatan materi dan memberikan
tugas
3. Guru mengakhiri pembelajaran dengan Hamdallah dan
Salam

I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian:
 Penilaian Kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial : Observasi
 Penilaian Kompetensi Pengetahuan : Tes Tulis dan Presentasi
 Penilaian Kompetensi Keterampilan

J. Rencana Tindak Lanjut Hasil Penilaian


1. Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar, guru
mengidentifikasi hal-hal yang belum dikuasai peserta didik. Berdasarkan dari
identifikasi itu, peserta didik Kembali mempelajari “Indahnya Berperilaku
Amanah” dengan bimbingan guru dan melakukan penilaian Kembali.
Pelaksanaan remedial dilakukan pada hari dan waktu tertentu yang disesuaikan,
misalnya 30 menit setelah jam belajar selesai.

2. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi pembelajaran, diminta untuk
mengerjakan materi pengayaan yang sudah disiapkan oleh guru. (Guru
mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil
dalam pengayaan)

Mengetahui, Medan, 31Juli 2021


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak

NURAINUN DAMANIK, [Link] LEDYA D H TAMBUNAN, [Link].I


NIP. 197110092014112002

65
Lampiran 2
FORMAT OBSERVASI AKTIVITAS PESERTA DIDIK SIKLUS I

Mata Pelajaran : Akidah Akhlak


Materi : Indahnya Berperilaku Amanah
Hari/Tanggal : Kamis, 09 Juni 2022

Petunjuk
Isilah kolom Skor Sesuai Pedoman Penskoran Berikut!
Pedoman Penskoran Setiap Indikator
Skor 8 : Jika semua indikator terlihat
Skor 7 : Jika 3 indikator terlihat
Skor 6 : Jika 2 Indikator terlihat
Skor 5 : Jika 1 Indikator terlihat
Skor 4 : Jika tidak ada indikator muncul

Isilah Kolom berikut dengan deskripsi-deskripsi yang muncul

Tahap Indikator Deskripsi Skor Catatan

1. Melakukan a. Mengucapkan salam


aktivitas b. Menjawab absen guru
keseharian c. Menjawab pertanyaan
guru
d. Mendengarkan penjelasan
Awal
guru
2. Memperhatikan [Link] penjelasan
tujuan guru
b. Mendengarkan tujuan
pembelajaran

66
c. Mengajukan pertanyaan
d. Menanyakan hal-hal yang
belum jelas
3. Memperhatikan a. Memperhatikan
penjelasan materi penjelasan guru
b. Mencatat materi
c. Mengajukan pendapat
terhadap penjelsan guru
yang berkaitan dengan
materi
d. Menjawab pertanyaan
guru yang berkaitan
dengan materi
4. Memahami a. Mengerti tugas kelompok
Tugas b. Berusaha memahami
Kelompok tugas
c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
mengerjakan tugas dari
guru
d. Bertanya kepada guru jika
ada yang belum dipahami
1. Memahami a. Membaca lembar kerja
lembar kerja b. Berusaha memahami
lembar kerja
Inti c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
memahami lembar kerja
d. Bertanya kepada guru jika

67
ada yang belum dipahami

2. Keterlibatan a. Saling bekerja sama


Dalam dengan kelompok
kelompok b. Aktif dalam kelompok
untuk berdiskusi
c. Aktif menyampaikan ide
d. Menghargai pendapat
anggota kelompok
3. Melaporkan a. Membacakan laporan
hasil kerja dengan baik
kelompok b. Memperhatikan teman
membacakan presentase
c. Menjawab pertanyaan dan
dibantu temannya
d. Memberi tanggapan
1. Menanggapi a. Menjawab pertanyaan
evaluasi guru
b. Melengkapi jawaban
teman
c. Menghargai pendapat
teman
Akhir d. Menanyakan jika ada
yang belum jelas
2. Mengerjakan a. Memahami lembar tugas
lembar tugas peserta didik yang
peserta didik dibagikan guru
pada akhir b. Peserta didik mengerjakan
tindakan tugas secara individu

68
c. Peserta didik mengerjakan
tugas dengan sungguh-
sungguh
d. Peserta didik bertanya
kepada guru apabila
terdapat pertanyaan yang
belum dipahami
3. Mengakhiri a. Duduk dengan posisi
pembelajaran tenang
b. Mendengarkan penjelasan
guru ketika memberikan
kesimpulan
c. Memperhatikan penjelsan
guru
d. Menjawab salam

Medan, 09 Juni 2022


Peneliti

Ledya D H Tambunan, [Link].I

69
Lampiran 3
Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian Siklus I

70
71
Lampiran 4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Siklus II

Nama Madrasah : MIS Al-Ikhlasiah


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/Semester : IV (Empat)/Ganjil
Tema : Indahnya Berperilaku Amanah
Sub Tema : Perilaku Amanah dan Hikmah Berperilaku Amanah dalam
Kehidupan sehari-hari
Pertemuan ke :2
ALokasi Waktu : 2 x 35 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,
dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,dan
tetangganya
KI 3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah
dan di tempat bermain
KI 4 Menyajikan pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas, sistematis
dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku beriman
dan berakhlak mulia

B. Kompetensi Dasar (KD)


1.4 Menjalankan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari sebagai
cerminan keimanan
2.4 Menjalankan sikap taat amanah dalam kehidupan sehari-hari
3.4 Menganalisis makna perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
4.4 Mengomunikasikan contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-
hari

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.4.3 Memahami hikmah bersikap amanah
3.4.2. Mengetahui contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
4.4.3. Mendeskripsikan hikmah bersikap amanah

72
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu menjelaskan sifat amanah dalam kehidupan sehari-hari
dengan baik
2. Peserta didik mampu menjelaskan hikmah berperilaku amanah dalam
kehidupan sehari-hari dengan baik

E. Materi Pembelajaran
5. Fakta
Penerapan perilaku Amanah

6. Konsep
Pengertian Sikap Amanah

7. Prinsip
Dalil-dalil tentang Sikap Amanah

8. Prosedur
 Cara menjaga perilaku Amanah
 Hikmah berperilaku Amanah

F. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran


 Model : Problem Based Learning
 Pendekatan : Saintifik
 Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, Penugasan dan
Presentasi

G. Media, Alat/bahan, dan Sumber Pembelajaran


Media : Power Point, Gambar, dan Video tentang Sikap
Amanah
Alat/Bahan : Laptop, Infocus, dan LKPD
Sumber Pembelajaran : Buku Akidah Akhlak MI KMA Nomor 183 Tahun
2019, Situs Internet.

73
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Kegiatan 3. Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam 10
Pendahuluan dilanjutkan dengan do’a. (Religius dan Integritas) menit
‫ضت‬ ِ ‫َوبِم َح َّمد ِد اينَا َوبِ ا‬
ِ ‫اْل اسالَ ِم َربَا بِاللاِ َر‬
‫ب َو َرس اوْلَ نَ ِب َيا‬
ِ ‫ـي نِ اي ِز اد َر‬ ‫ـاو ارز اقنِ ا‬ َ ‫ِع ال ًم‬
‫فَ اه ًمـا‬
4. Menyanyikan salah satu lagu wajib dan atau nasional.
(Nasionalisme)
Apersepsi
Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dibahas dengan materi sebelumnya.
Motivasi
Guru memberitahukan materi pembelajaran yang
akan dibahas
Pemberian Acuan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Mengamati 55
Inti  Peserta didik diajak mengamati gambar dan materi menit
yang berkaitan dengan perilaku amanah dalam
kehidupan sehari- hari dan hikmah berperilaku
amanah yang ada di buku dan PPT
 Guru memberikan penjelasan tambahan tentang
perilaku amanah dalam kehidupan sehari- hari dan
hikmah berperilaku amanah.
Menanya
Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab tentang
sifat amanah dan hikmah sifat amanah dalam kehidupan
sehari- hari
Mengekplorasi/menalar.
 Peserta didik dibentuk dalam kelompok untuk
mendiskusika, dan mempresentasikan mengenai ciri-
ciri orang berperilaku amanah berdasarkan gambar
dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari
(Collaboration)
 Setelah mengamati teks bacaan siswa menjawab
pertanyaan yang ada di LKPD
Mengasosiasi/ mencoba
 Guru memberikan penguatan berkaitan dengan materi
perilaku amanah dalam kehidupan sehari- hari dan

74
hikmah berperilaku amanah dalam kehidupan sehari-
hari
 Untuk mengevaluasi keberhasilan, guru memberikan
pertanyaan kepada peserta didik tentang materi yang
disampaikan
Komunikasi/demonstrasi/networking
 Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok
dengan bimbingan guru
 Peserta didik dengan bantuan guru diajak untuk
membuat kesimpulan berkaitan dengan materi
perilaku amanah dalam kehidupan sehari- hari dan
hikmah berperilaku amanah.
Kegiatan 4. Guru bersama peserta didik merefleksikan 5
Penutup pengalaman belajar Menit
5. Guru memberikan penguatan materi dan memberikan
tugas
6. Guru mengakhiri pembelajaran dengan Hamdallah
dan Salam

I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian:
 Penilaian Kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial : Observasi
 Penilaian Kompetensi Pengetahuan : Tes Tulis dan Presentasi
 Penilaian Kompetensi Keterampilan

J. Rencana Tindak Lanjut Hasil Penilaian


a. Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar, guru
mengidentifikasi hal-hal yang belum dikuasai peserta didik. Berdasarkan dari
identifikasi itu, peserta didik Kembali mempelajari “Indahnya Berperilaku
Amanah” dengan bimbingan guru dan melakukan penilaian Kembali.
Pelaksanaan remedial dilakukan pada hari dan waktu tertentu yang
disesuaikan, misalnya 30 menit setelah jam belajar selesai.

b. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi pembelajaran, diminta untuk
mengerjakan materi pengayaan yang sudah disiapkan oleh guru. (Guru mencatat
dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam
pengayaan)

75
Mengetahui, Medan, 31Juli 2021
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak

NURAINUN DAMANIK, [Link] LEDYA D H TAMBUNAN, [Link].I


NIP. 197110092014112002

76
Lampiran 5
Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian Siklus II

77
Lampiran 6
FORMAT OBSERVASI AKTIVITAS PESERTA DIDIK SIKLUS II

Mata Pelajaran : Akidah Akhlak


Materi : Indahnya Berperilaku Amanah
Hari/Tanggal : Jumat, 17 Juni 2022

Petunjuk
Isilah kolom Skor Sesuai Pedoman Penskoran Berikut!
Pedoman Penskoran Setiap Indikator
Skor 8 : Jika semua indikator terlihat
Skor 7 : Jika 3 indikator terlihat
Skor 6 : Jika 2 Indikator terlihat
Skor 5 : Jika 1 Indikator terlihat
Skor 4 : Jika tidak ada indikator muncul

Isilah Kolom berikut dengan deskripsi-deskripsi yang muncul

Tahap Indikator Deskripsi Skor Catatan

1. Melakukan a. Mengucapkan salam


aktivitas b. Menjawab absen guru
keseharian c. Menjawab pertanyaan
guru
d. Mendengarkan penjelasan
Awal
guru
2. Memperhatikan [Link] penjelasan
tujuan guru
b. Mendengarkan tujuan
pembelajaran

78
c. Mengajukan pertanyaan
d. Menanyakan hal-hal yang
belum jelas
3. Memperhatikan a. Memperhatikan
penjelasan materi penjelasan guru
b. Mencatat materi
c. Mengajukan pendapat
terhadap penjelsan guru
yang berkaitan dengan
materi
d. Menjawab pertanyaan
guru yang berkaitan
dengan materi
4. Memahami a. Mengerti tugas kelompok
Tugas b. Berusaha memahami
Kelompok tugas
c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
mengerjakan tugas dari
guru
d. Bertanya kepada guru jika
ada yang belum dipahami
1. Memahami a. Membaca lembar kerja
lembar kerja b. Berusaha memahami
lembar kerja
Inti c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
memahami lembar kerja
d. Bertanya kepada guru jika

79
ada yang belum dipahami

2. Keterlibatan a. Saling bekerja sama


Dalam dengan kelompok
kelompok b. Aktif dalam kelompok
untuk berdiskusi
c. Aktif menyampaikan ide
d. Menghargai pendapat
anggota kelompok
3. Melaporkan a. Membacakan laporan
hasil kerja dengan baik
kelompok b. Memperhatikan teman
membacakan presentase
c. Menjawab pertanyaan dan
dibantu temannya
d. Memberi tanggapan
1. Menanggapi a. Menjawab pertanyaan
evaluasi guru
b. Melengkapi jawaban
teman
c. Menghargai pendapat
teman
Akhir d. Menanyakan jika ada
yang belum jelas
2. Mengerjakan a. Memahami lembar tugas
lembar tugas peserta didik yang
peserta didik dibagikan guru
pada akhir b. Peserta didik mengerjakan
tindakan tugas secara individu

80
c. Peserta didik mengerjakan
tugas dengan sungguh-
sungguh
d. Peserta didik bertanya
kepada guru apabila
terdapat pertanyaan yang
belum dipahami
3. Mengakhiri a. Duduk dengan posisi
pembelajaran tenang
b. Mendengarkan penjelasan
guru ketika memberikan
kesimpulan
c. Memperhatikan penjelsan
guru
d. Menjawab salam

Medan, 17 Juni 2022


Peneliti

Ledya D H Tambunan, [Link].I

81
Lampiran 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Siklus III

Nama Madrasah : MIS Al-Ikhlasiah


Mata Pelajaran : Akidah Akhlak
Kelas/Semester : IV (Empat)/Ganjil
Tema : Indahnya Berperilaku Amanah
Sub Tema : Rangkuman dan Ayo Berlatih
Pertemuan ke :3
ALokasi Waktu : 2 x 35 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli,
dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru,dan
tetangganya
KI 3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah
dan di tempat bermain
KI 4 Menyajikan pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas, sistematis
dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan
anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku beriman
dan berakhlak mulia

B. Kompetensi Dasar (KD)


1.4 Menjalankan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari sebagai
cerminan keimanan
2.4 Menjalankan sikap taat amanah dalam kehidupan sehari-hari
3.4 Menganalisis makna perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
4.4 Mengomunikasikan contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-
hari

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.4.1 Menjelaskan pengertian Sikap amanah
3.4.4. Menjelaskan ulang hal yang berkaitan dengan perilaku amanah secara
ringkas
4.4.4. Menyelesaikan soal yang berkaitan dengan perilaku amanah

82
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu mengetahui pengertian dan cara menjaga sifat amanah
dengan baik
2. Peserta didik mampu menjelaskan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-
hari dan Hikmah berperilaku amanah dengan baik
3. Peserta didik mampu menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi
perilaku amanah

E. Materi Pembelajaran
1. Fakta
Macam-macam perilaku Amanah

2. Konsep
Pengertian Sikap Amanah
Contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari
Hikmah berperilaku amanah

3. Prinsip
Dalil-dalil tentang Sikap Amanah

4. Prosedur
 Rangkuman materi Indahnya berperilaku amanah

F. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran


 Model : Problem Based Learning
 Pendekatan : Saintifik
 Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, Penugasan dan
Presentasi

G. Media, Alat/bahan, dan Sumber Pembelajaran


Media : Power Point, dan Gambar contoh Amanah
Alat/Bahan : Laptop, Infocus, dan LKPD
Sumber Pembelajaran : Buku Akidah Akhlak MI KMA Nomor 183 Tahun
2019, Situs Internet.

83
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Kegiatan Orientasi 10
Pendahuluan 5. Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam dilanjutkan menit
dengan do’a. (Religius dan Integritas)
‫ضت‬ ِ ‫نَ ِب َيا َو ِبم َح َّمد ِد اينَا َو ِب ا‬
ِ ‫اْل اسالَ ِم َر َبا ِباللاِ َر‬
َ‫ب َو َرس اوْل‬ِ ‫ـي نِ اي ِز اد َر‬ ‫ـاو ارز اقنِ ا‬ َ ‫فَ اه ًمـا ِع ال ًم‬
6. Menyanyikan salah satu lagu wajib dan atau nasional.
(Nasionalisme)
Apersepsi
Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dibahas dengan materi sebelumnya.
Motivasi
Guru memberitahukan materi pembelajaran yang akan
dibahas
Pemberian Acuan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Mengamati 55
Inti  Peserta didik diajak membaca rangkuman materi menit
tentang Indahnya berperilaku amanah dan guru
memberikan penjelasan tambahan
Menanya
 Guru dan peserta didik bertanya jawab tentang materi
Indahnya berperilaku amanah yang telah dipelajari
Mengekplorasi/menalar.
 Peserta didik menyelesaikan soal yang terdapat pada
LKPD
 Kegiatan dapat dilakukan secara berkelompok
(Collaboration)

Mengasosiasi/ mencoba
 Guru mengadakan evaluasi terhadap hasil
pembelajaran yang sudah dilakukan dengan meminta
peserta didik untuk mencoba menyelesaikan kegiatan
secara mandiri.
Komunikasi/demonstrasi/networking
 Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok
dengan bimbingan guru
 Guru memberikan penguatan berkaitan dengan materi
indahnya berprilaku amanah.

84
 Peserta didik dengan bantuan guru diajak untuk
membuat kesimpulan berkaitan dengan materi indahnya
berprilaku amanah.
Kegiatan 7. Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman 5
Penutup belajar Menit
8. Guru memberikan penguatan materi dan memberikan
tugas
9. Guru mengakhiri pembelajaran dengan Hamdallah dan
Salam

I. Penilaian
1. Pengamatan Sikap (pengamatan dan rekaman sikap)
2. Penilaian Pengetahuan (tes tulis, presentasi)
3. Penilaian Keterampilan (praktek, unjuk kerja)

J. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi pembelajaran, diminta untuk
mengerjakan materi pengayaan yang sudah disiapkan oleh guru. (Guru mencatat
dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam
pengayaan).

K. Remedial
Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar, guru sebaiknya
mengidentiikasi tujuan pembelajaran belum dikuasai oleh peserta didik. Berdasar
dari identiikasi itu, guru menyampaikan pembelajaran ulang yang sudah fokus pada
materi yang dianggap sulit oleh peserta didik.
Pelaksanaan remedial dilakukan pada hari dan waktu tertentu yang sesuai dengan
keadaan, contoh: pada saat jam belajar (apabila masih ada waktu), diluar jam
pembelajaran (30 menit setelah jam belajar selesai). Penilaian dilakukan dengan
tipe soal sejenis.

Mengetahui, Medan, 29 Mei 2022


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak

NURAINUN DAMANIK, [Link] LEDYA D H TAMBUNAN, [Link].I


NIP. 197110092014112002

85
Lampiran 8
FORMAT OBSERVASI AKTIVITAS PESERTA DIDIK SIKLUS III

Mata Pelajaran : Akidah Akhlak


Materi : Indahnya Berperilaku Amanah
Hari/Tanggal : Rabu, 29 Juni 2022

Petunjuk
Isilah kolom Skor Sesuai Pedoman Penskoran Berikut!
Pedoman Penskoran Setiap Indikator
Skor 8 : Jika semua indikator terlihat
Skor 7 : Jika 3 indikator terlihat
Skor 6 : Jika 2 Indikator terlihat
Skor 5 : Jika 1 Indikator terlihat
Skor 4 : Jika tidak ada indikator muncul

Isilah Kolom berikut dengan deskripsi-deskripsi yang muncul

Tahap Indikator Deskripsi Skor Catatan

1. Melakukan a. Mengucapkan salam


aktivitas b. Menjawab absen guru
keseharian c. Menjawab pertanyaan
guru
d. Mendengarkan penjelasan
Awal
guru
2. Memperhatikan [Link] penjelasan
tujuan guru
b. Mendengarkan tujuan
pembelajaran

86
c. Mengajukan pertanyaan
d. Menanyakan hal-hal yang
belum jelas
3. Memperhatikan a. Memperhatikan
penjelasan materi penjelasan guru
b. Mencatat materi
c. Mengajukan pendapat
terhadap penjelsan guru
yang berkaitan dengan
materi
d. Menjawab pertanyaan
guru yang berkaitan
dengan materi
4. Memahami a. Mengerti tugas kelompok
Tugas b. Berusaha memahami
Kelompok tugas
c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
mengerjakan tugas dari
guru
d. Bertanya kepada guru jika
ada yang belum dipahami
1. Memahami a. Membaca lembar kerja
lembar kerja b. Berusaha memahami
lembar kerja
Inti c. Berdiskusi dalam
kelompok untuk
memahami lembar kerja
d. Bertanya kepada guru jika

87
ada yang belum dipahami

2. Keterlibatan a. Saling bekerja sama


Dalam dengan kelompok
kelompok b. Aktif dalam kelompok
untuk berdiskusi
c. Aktif menyampaikan ide
d. Menghargai pendapat
anggota kelompok
3. Melaporkan a. Membacakan laporan
hasil kerja dengan baik
kelompok b. Memperhatikan teman
membacakan presentase
c. Menjawab pertanyaan dan
dibantu temannya
d. Memberi tanggapan
1. Menanggapi a. Menjawab pertanyaan
evaluasi guru
b. Melengkapi jawaban
teman
c. Menghargai pendapat
teman
Akhir d. Menanyakan jika ada
yang belum jelas
2. Mengerjakan a. Memahami lembar tugas
lembar tugas peserta didik yang
peserta didik dibagikan guru
pada akhir b. Peserta didik mengerjakan
tindakan tugas secara individu

88
c. Peserta didik mengerjakan
tugas dengan sungguh-
sungguh
d. Peserta didik bertanya
kepada guru apabila
terdapat pertanyaan yang
belum dipahami
3. Mengakhiri a. Duduk dengan posisi
pembelajaran tenang
b. Mendengarkan penjelasan
guru ketika memberikan
kesimpulan
c. Memperhatikan penjelsan
guru
d. Menjawab salam

Medan, 29 Juni 2022


Peneliti

Ledya D H Tambunan, [Link].I

89
Lampiran 9

Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian Siklus III

90

Anda mungkin juga menyukai