GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)
UPT SD NEGERI 060879 MEDAN TIMUR
2024
A. PENGERTIAN
Pengertian Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami,
dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca,
melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara. GLS merupakan sebuah upaya yang
dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran
yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
B. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Perubahan PP Nomor 57
Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan
3. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024
Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Jenjang Pendidikan Menengah
4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015 tentang
Penumbuhan Budi Pekerti.
5. Surat Keputusan Kepala UPT SDN 060879 No. 422/104/UPTSDN879/VII/2024
Tanggal12 Juli 2024 tentang Tim Gerakan Literasi Sekolah di Lingkungan UPT SD
NEGERI 060879.
C. TUJUAN
Tujuan Umum:
“Untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem
literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi
pembelajar sepanjang hayat.”
Tujuan khusus:
1. menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah;
2. meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat;
3. menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar
warga sekolah mampu mengelola pengetahuan;
4. menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan
mewadahi berbagai strategi membaca.
D. HASIL YANG DIHARAPKAN
GLS di UPT SD Negeri 060879 diharapkan akan menciptakan ekosistem pendidikan di SD
yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang menyenangkan dan
ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar; semua
warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama; menumbuhkan semangat
ingin tahu dan cinta pengetahuan; memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat
berkontribusi kepada lingkungan sosialnya; dan mengakomodasi partisipasi seluruh warga
sekolah dan lingkungan eksternal SD.
E. PELAKSANAAN
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah UPT SD Negeri 060879 melalui kegiatan-kegiatan
sebagai berikut:
1. Membaca buku cerita/pengayaan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai one day one
riding. Kegiatan membaca yang dapat dilakukan adalah membacakan buku dengan
nyaring (read aloud) dan membaca dalam hati (sustained silent reading/SSR).
2. Memperkaya koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan 15 menit membaca.
3. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dengan menggunakan buku
pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.
4. Memfungsikan lingkungan fisik sekolah melalui pemanfaatan sarana dan prasarana
sekolah, antara lain perpustakaan, sudut buku kelas, area baca, kantin, dll. Untuk
menumbuhkan minat baca warga sekolah, sarana prasarana ini dapat diperkaya dengan
bahan kaya teks (print-rich material).
5. Melibatkan komunitas di luar sekolah yaitu perpustakaan keliling dalam kegiatan 15
menit membaca dan pengembangan sarana literasi, serta pengadaan buku-buku koleksi
perpustakaan dan sudut buku kelas.
6. Memilih buku bacaan yang baik .
7. Menyediakan sarana perpustakaan yang representatif, pojok baca di tiap kelas,
GLS di UPT SD Negeri 060879 dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan
kesiapan sekolah. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas fisik sekolah (ketersediaan fasilitas,
sarana, prasarana literasi), kesiapan warga sekolah (peserta didik, tenaga guru, orang tua, dan
komponen masyarakat lain), dan kesiapan sistem pendukung lainnya (partisipasi publik,
dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan). Untuk memastikan
keberlangsungannya dalam jangka panjang, GLS UPT SD Negeri 060879 dilaksanakan dalam
tiga tahap, yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.
Pembiasaan Pengembangan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan: Langkah-langkah kegiatan
Langkah-langkah kegiatan:
a. Membaca terpandu a. Menyediakan pembelajaran
a. Membaca 15 menit
b. Membaca bersama terpandu berbasis literasi
sebelum pelajarandimulai
c. Aneka karya kreativitas b. Menata kelas berbasis
b. Menata sarana dan
seperti Workbook, Skill literasi
lingkungan kaya literasi
Sheets (Triarama,Easy slit c. Melaksanakan literasi
c. Menciptakan lingkungan
book,One sheet book, Flip flop terpadu sesuai dengan tema
kaya teks
book) dan mata pelajaran
d. Memilih buku bacaan di SD
d. Mari berdiskusi tentang buku d. Membuat Jadwal Asesmen
e. Pelibatan publik
e. Story-map outline danEvaluasi
Tabel Peta Pengembangan Literasi Sekolah dalam Skema 3 Tahap,
Catatan : Tiga tahapan dalam bagan pelaksanaan literasi ini dilaksanakan terus-menerus secara
berkelanjutan.
Adapun prinsip-prinsip kegiatan membaca antara lain:
Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku bacaan, bukan buku teks pelajaran.
Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku yang diminati oleh peserta didik. Peserta didik
diperkenankan untuk membaca buku yang dibawa dari rumah.
Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini tidak diikuti oleh tugas-
tugas menghafalkan cerita, menulis sinopsis, dan lain-lain.
Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini dapat diikuti dengan
diskusi informal tentang buku yang dibaca/ dibacakan, atau kegiatan yang menyenangkan
terkait buku yang dibacakan apabila waktu memungkinkan. Tanggapan dalam diskusi
dan kegiatan lanjutan ini tidak dinilai/dievaluasi.
Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini berlangsung dalam
suasana yang santai dan [Link] menyapa peserta didik dan bercerita
sebelum membacakan buku dan meminta mereka untuk membaca buku.
Kegiatan membaca dan penataan lingkungan kaya literasi pada tahap pembiasaan antara lain:
1. Membaca buku cerita/pengayaan selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan
membaca yang dapat dilakukan adalah membacakan buku dengan nyaring (read aloud)
dan membaca dalam hati (sustained silent reading/SSR).
2. Memperkaya koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan 15 menit membaca.
3. Memfungsikan lingkungan fisik sekolah melalui pemanfaatan sarana perpustakaan, pojok
baca di tiap kelas, cafe literasi, angkringan baca, gerobag baca, kantin, dll. Untuk
menumbuhkan minat baca warga sekolah, sarana prasarana ini sudah diperkaya dengan
bahan kaya teks (print-rich material).
4. Melibatkan komunitas di luar sekolah seperti perpustakaan keliling dalam kegiatan 15
menit membaca dan pengembangan sarana literasi, serta pengadaan buku-buku koleksi
perpustakaan dan sudut buku kelas.
5. Memilih buku bacaan yang baik .
Sarana literasi mencakup perpustakaan sekolah, sudut baca kelas, dan area baca. Perpustakaan
berfungsi sebagai pusat pembelajaran di UPT SD Negeri 060879 Pengembangan dan penataan
perpustakaan menjadi bagian penting dari pelaksanaan gerakan literasi UPT SD Negeri 060879
dan pengelolaan pengetahuan yang berbasis pada bacaan. Perpustakaan yang dikelola dengan
baik mampu meningkatkan minat baca warga SD dan menjadikan mereka pembelajar sepanjang
hayat. Perpustakaan UPT SD Negeri 060879sangat berperan dalam mengkoordinasi pengelolaan
sudut baca kelas, area baca, dan prasarana literasi lain di UPT SD Negeri 060879.
Fungsi perpustakaan UPT SD Negeri 060879 adalah sebagai pusat pengelolaan pengetahuan dan
sumber belajar yang dikelola oleh kepala sekolah. Perpustakaan UPT SD Negeri 060879 secara
teknis pengelolaannya ddiberikan pada guru ekstra Bahasa Inggris yang mendapat tugas
tambahan karena tidak memiliki tenaga pustakawan yang terlatih di dalam pengelolaan bahan
literasi perpustakaan.
Sudut Baca Kelas adalah sebuah sudut di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku bacaan dan
karya peserta didik yang ditata secara menarik untuk menumbuhkan minat baca peserta didik.
Sudut Baca Kelas berperan sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan SD, yaitu mendekatkan
buku kepada peserta didik. Sudut Baca Kelas dikelola oleh guru, peserta didik, dan orang tua
Cafe literasi adalah are baca semi out dor yang berada diantara ruang perpustakaan dan aula
sekolah, untuk memberikan solusi bagi siswa yang jenuh baca di perpustakaan, area yang
nyaman dan dilengkapi oleh koleksi buku untuk memfasilitasi kegiatan membaca peserta didik
dan warga sekolah.
Angkringan Baca (anjungan karakter dan selingan bacaan cerita) adalah area baca semi out dor
yang berada diantara dekat kantin sekolah, untuk memberikan solusi bagi siswa enggan ke
perpustakaan, area yang nyaman dan dilengkapi oleh koleksi buku untuk memfasilitasi kegiatan
membaca peserta didik dan juga warga sekolah.
Gerobag Baca (Gerakan optimalisasi bagi guru dan siswa untuk gemar membaca) adalah area
baca out dor yang berada sekitar halaman sekolah, untuk memberikan solusi bagi siswa enggan
ke perpustakaan, area yang nyaman dan dilengkapi oleh koleksi buku untuk memfasilitasi
kegiatan membaca guru dan peserta didik.
Untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah, ruang kelas perlu diperkaya dengan
bahan-bahan kaya teks. bahan kaya teks diantaranya adalah:
1. karya-karya peserta didik berupa tulisan, gambar, atau grafik;
2. poster-poster yang terkait pelajaran, poster buku, poster kampanye membaca, dan poster
kampanye lain yang bertujuan menumbuhkan cinta pengetahuan.
3. dinding kata; papan buletin
4. label nama-nama peserta didik /setiap benda di ruang kelas; mainan alfabet
5. jadwal harian, pembagian kelompok tugas kelas;
6. surat, resep, kupon, kliping, foto kegiatan peserta didik;
7. komputer dan/atau perangkat elektronik lain yang mendukung kegiatan literasi; kaset
cerita, DVD, dan bahan digital/eletronik
8. buku dan sumber informasi lain (koran, majalah, buletin);
9. perangkat berkarya dan menulis seperti alat tulis, alat warna, alat gambar, kertas
gambar, kertas bekas, busa, kertas prakarya, surat, kertas surat, amplop, koran bekas,
kertas sampul, dll;
10. ucapan selamat datang dengan bermacam bahasa sesuai brand kelas masing-masing, kata-
kata yang memotivasi di sepanjang teras sekolah, dan tempat-tempat lain yang mudah
dilihat; dan
11. boneka dan kostum, untuk digunakan dalam permainan peran (menjadi dokter atau juru
masak yang menulis resep, atau pelayan restoran yang menulis daftar pesanan);
12. semua bahan dan alat harus disimpan di tempat yang mudah diraih oleh peserta didik dan
perlu dikelompokkan menurut fungsinya (alat gambar disimpan terpisah dari mainan, alat
untuk bermain peran, dan lain-lain); peserta didik perlu mengetahui di mana mereka
dapat menemukan bahan-bahan yang mereka perlukan.
One Day One Writing. Siswa untuk dapat bercerita ia butuh banyak pengalam baik dengan cara
membaca, mendengar, melihat, maupun mengalami. Tetapi untuk dapat menulis musti
dilengkapi dengan inovasi, imajinasi dan kreatifitas.
Saat dicoba pada orang-orang sekeliling kita tentang kalimat apa yang biasa ditulis di awal
cerita, maka data yang paling banyak kita peroleh diantaranya adalah kalimat pada suatu
hari, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan diantara wali murid pun menyampaikan hal yang
sama, ini menjadi perhatian tersendiri akan arti pentingnyakreatifitas, inovasi dan imaginasiyang
musti diajrkan, diingatkan dan dikembangkan dalam sebuah kegiatan pembiasaan agar menulis
menjadi baik bagi siswa kita.
One Day One Writing merupakan kegiatan siswa, yang diprogramkan sekolah yang didampingi
guru dan dilaksanakan siswa setiap hari di sekolah, siswa yang tida kreatif/inovatif/imajinatif
cenderung menggunakan kalimat yang sama, contoh dalam hal judul di hari Senin siswa menulis
cerita yang berjudul Pergi ke Rumah Nenek, esoknya hari selasa judulnya Pergi ke Rumah
Kakek, hari Rabu judulnya Pergi Ke Desa.
Penggunaan kalimat di awal cerita hari senin sampai Jumat diawali oleh kalimat Pada suatu
hari bahkan terjadi di mayoritas siswa dalam kelas, tentunya ini tidak akan pernah terulang
karena selalu diingatkan dan dibimbing oleh Bapak/Ibu Guru. Kelas kecil menulis pantun, puisi,
sajak, maupun puisi dan kelas besar menulis cerita
Tiap anak dalam 1 hari menciptakan 1 cerita, dalam 1 minggu menghasilkan 5 cerita, dalam
1 bulan mamput menengumpulkan 20 cerita, dan tiap 1 siswa dalam 10 bulan akan mencetak
satu buku dengan 200 judul certa, judul dan isi berbeda-beda, bila dalam 1 kelas terdapat
40 siswa dan bila satu sekolah terdapat 2 rombongan belajar di tiap
kelasnya, maka tiap tahun sekolah dapat mencetak buku sebanyak 480
judul.
Kegiatan One Day One Writing muaranya adalah tumbuhnya Sikap
religius, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu,
semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi,
bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan,
peduli sosial, dan tanggungjawab akan terbentuk.
PPK-Ku Hari Sabtu. Suatu hal baik yang tidak dibiasakan akan kalah
dengan sesuatu hal buruk yang senantiasa dibiasakan (Umar bin Khattab),
terlalu sering kita lihat karakter seseorang tampak dari kebiasaan, oleh
karenanya pembiasaan berkarakter musti terus dibiasakan meski di hari Sabtu atau hari
libur bagi yang pelaksana 5 hari sekolah.
PPK-ku di hari Sabtu adalah upaya membiasakan perilaku berkarakter siswa yang tidak
hanya di sekolah namun saat di luar sekolah, di rumah, dan di masyarakat pun tetap
membiasakan hal yang baik dalam setiap perilakunya.
Pola kegiatan PPK-ku di hari Sabtu UPT SD Negeri 060879 adalah berupa tugas mingguan
bagi seluruh siswa untuk Menulis/nemarasikan kegigatan di hari Sabtu sejak bangun tidur hingga
tidur lagi dalam selembar kertas folio bergaris untuk seluruh siswa, yang dikumpulkan di hari
Senin Pagi pada guru kelas.
Bagi siswa yang aktivitas/kegiatannya positif, akan terbaca dari tulisan yang ada, begitupun
sebaliknya, hal baik yang terus musti diingatkan pada siswa adalah tidak diperbolehkan mencatat
hal yang tak dilakukan, karena yang demikian akan terus menambah dosa atas perilaku yang
bertentangan dengan nilai-nilai karakter.
Manfaat yang dirasakan dari kegiatan PPK-ku di hari Sabtu adalah:
1. tertibnya kegiatan siswa yang senantiasa diisi dengan kegiatan-kegiatan positif meski hari
libur dan tanpa ada yang mengawasi
2. etika dan estetika bersikap maupun bertindak oleh siswa dalam lingkungan keluarga
maupun masyarakat yang senantiasa terbiasa tanpa harus diingatkan
3. berkembangnya kerangka berfikir dan berinovasi siswa yang tampak dalam
menulis/menarasikan kegiatan PPK-ku di hari Sabtu
4. menghasilkan karya/tulisan yang kontinu
5. Terbentuknya nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreatif, mandiri,
demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi,
bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial,
dan tanggungjawab
F. KESIMPULAN
Literasi Sekolah (LGS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan
berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat
sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Hal yang paling mendasar dalam praktik literasiadalah
kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk
mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta
didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia
yang bermanfaat bagi kehidupannya. Membaca memberikan pengaruh budaya yang amat kuat
terhadap perkembangan literasi peserta didik. Keberhasilan Program ini sangat tergantung
darikomitmen seluruh warga besar sekolah dan pihak terkait secara kolaboratif.
G. DOKUMENTASI KEGIATAN
- Lampirkan foto-foto kegiatan literasi siswa
- Lampirkan foto-foto sarana prasarana pendukung GLS
PEMERINTAH KOTA MEDAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UPT SD NEGERI NO. 060879
KECAMATAN MEDAN TIMUR - KOTA MEDAN
Jl. Pendidikan No.20 Medan. Telp. (061) 6638761
Email upt.sdnegeri060879@[Link]
KEPUTUSAN KEPALA SD NEGERI 060879
NOMOR: 422/106/UPTSDN 879/VII/2024
TENTANG
TIM GERAKAN LITERASI SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Menimbang : a. Dalam rangka memperlancar pelaksanaan manajemen di Sekolah Dasar Negeri
060879, perlu dibentuk Tim Pengembang Sekolah.
b. bahwa mereka yang tersebut namanya dibawah ini dianggap mampu, cakap,
dan loyal untuk melaksanakan Tugas sebagai Tim Gerakan Literasi Sekolah.
Memperhatikan : 1. Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. PP No. 4 Tahun 2022 Perubahan PP No. 57 Tahun 2021 tentang Standar
Nasional Pendidikan (SNP)
3. Perpres 87 Tahun 2017 tentang penguatan Pendidikan Berkarakter;
4. Permendikbud RI No 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
5. Permendikbudriset No 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
6. Permendikbudriset No 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi;
7. Permendikbudriset No 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses;
8. Permendikbudriset No 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian;
9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Permendikbudristek) Nomor 47 Tahun 2023 tentang Standar Pengelolaan pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23
Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 1072).
Mengingat : Saran dan usul peserta rapat Tim Pengembang Kurikulum UPT SD Negeri 060879
Kecamatan Medan Timur tanggal 12 Juli 2024
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT SD NEGERI 060879 TENTANG TIM
GERAKAN LITERASI SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Pertama : Mengangangkat Tim Gerakan Literasi Sekolah
Kedua : Menyusun dan menugaskan Tim Gerakan Literasi Sekolah seperti tersebut pada
Lampiran I.
Ketiga : Tim Gerakan Literasi Sekolah melaporkan hasil kajian kepada kepala sekolah.
Keempat : Semua biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini, dibebankan pada
anggaran yang sesuai.
Kelima : Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan dibetulkan sebagaimana
mestinya.
Keenam : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir sesuai dengan Tahun
Pelajaran 2024/2025
Ditetapkan di: Medan
Pada tanggal : Juli 2024
Kepala Sekolah
NOVANI MARYAM RAMBE, [Link], [Link]
NIP. 19831123 201411 2 002
Tembusan:
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan sebagai laporan
Lampiran Kegiatan Literasi Siswa