Framework?
Framework adalah kerangka kerja yang digunakan untuk
mengembangkan aplikasi berbasis desktop atau aplikasi
berbasis website. Dengan menggunakan framework Anda akan
lebih mudah untuk membuat aplikasi atau website. Itu karena
Anda hanya perlu menyusun komponen-komponen
pemrograman yang sudah jadi. Dengan kata lain, Anda tidak
perlu membuat berbagai fitur dari awal lagi.
Framework sengaja diciptakan untuk membantu developer
mengembangkan aplikasi atau website lebih cepat serta
tersusun dan terstruktur.
Dengan begitu, developer dan programmer tidak perlu
melakukan koding program yang diulang-ulang.
Nah, sudah tahu kan apa itu framework? Sekarang, mari
pelajari fungsinya.
Fungsi Framework
Framework memiliki fungsi utama untuk mempermudah para
developer mengembangkan aplikasi dan website terkait
struktur MVC (Model View Controller) yang digunakan. Selain
itu, ada tiga fungsi framework yang dapat Anda ketahui di
bawah ini:
1. Program Menjadi Lebih Terstruktur dan Tersusun
Saat developer mengerjakan pengembangan aplikasi atau
website yang besar, maka program yang akan ditulis di
dalamnya menjadi semakin banyak. Terkadang, semakin
banyaknya program yang ditulis akan menjadikan proses
debugging semakin lambat. Selain itu, saat Anda mencari kode
program yang error akan semakin sulit karena program yang
tidak terstruktur.
Oleh karena itu, dengan adanya framework dapat menjadikan
program menjadi lebih terstruktur sehingga Anda dapat dengan
mudah menemukan kode yang perlu diperbaiki. Bahkan
beberapa jenis framework ada yang menerapkan konsep MVC
(Model View Controller) yang akan memudahkan developer
untuk memisahkan antara logika dan view.
2. Praktis untuk Developer
Saat Anda mengembangkan aplikasi atau website, akan lebih
praktis ketika Anda menggunakan framework. Alasannya
karena framework sudah menyediakan kode
berupa function dan class jadi proses pembuatan software atau
aplikasi akan menjadi lebih cepat. Anda cukup
memanggil function atau class tersebut ke dalam kode program
Anda.
3. Memiliki Keamanan yang Lebih Unggul
Selama bertahun-tahun, keamanan untuk aplikasi dan website
telah menjadi perhatian utama bagi developer. Beberapa dari
developer telah menggunakan segala cara untuk
mengamankan aplikasi dan website yang telah mereka buat.
Setelah framework hadir, developer boleh sedikit tenang soal
keamanan program yang telah dibuat. Karena setiap celah
keamanan dari framework sudah diidentifikasi oleh 10-100+
developer ahli. Framework juga terus diperbarui versinya untuk
menawarkan fitur baru dan menangani bug yang meminimalisir
celah keamanan framework.
Jenis-Jenis Framework untuk Web
Development
Ada banyak sekali framework yang bisa digunakan untuk
pengembangan website. Dimana beda bahasa pemrograman,
beda pula jenis framework yang harus Anda gunakan. Berikut
daftar lengkapnya:
1. Framework JavaScript
[Link] — Walaupun terhitung pemain baru, [Link] dengan
cepat menjadi populer. Selain ringan dengan ukuran
hanya 58KB saja, [Link] juga sangat sederhana dan
memiliki keamanan yang baik.
[Link] — Ringan dan sangat cocok digunakan untuk
mengembangkan website besar. Memiliki segudang fitur
canggih seperti reusable
component dan declarative yang memudahkan Anda.
[Link] — Sangat direkomendasikan untuk pemula.
Terutama bagi Anda yang ingin mengembangkan website
dengan konsep Rich Internet Application (RIA) atau Single
Page Application (SPA).
[Link] — Dikenal mempunyai kecepatan dan performa
kodenya yang patut diacungi jempol. [Link] juga
mempunyai banyak plugin yang bisa meningkatkan kinerja
lebih baik lagi.
[Link] — Memiliki beberapa fitur menarik bagi
developer. Salah satunya adalah RESTful JSON yang
memungkinan website Anda berkomunikasi dengan
bahasa pemrograman lainnya.
[Link] — Framework yang memungkinan Anda
menjalankan JavaScript dari server. [Link] memiliki
pustaka server sendiri sehingga Anda tak perlu
menggunakan program web server dari luar.
Anda bisa menemukan pembahasan framework JavaScript di
atas dengan lebih mendalam di → 5 Front End Framework
Terbaik Bagi Developer 2021
2. Framework CSS
Bootstrap — Merupakan framework CSS terpopuler.
Menawarkan segudang fungsi dengan elemen desain yang
responsif. Plus, Bootstrap lah yang pertama kali
mempunyai filosofi “Mobile-First.”
Foundation — Menggunakan sistem open-source
berbasis SASS, Foundation menawarkan elemen yang
fleksibel, modern, dan kaya akan kustomisasi. Foundation
juga menyediakan template siap pakai untuk Anda.
Bulma — Penggunaannya mudah, open-source, responsif,
dan bisa bekerja optimal di berbagai perangkat. Jadi, tak
heran walaupun Bulma pendatang baru, tapi sudah cukup
populer.
Semantic UI — Fokus kepada penggunaan human-
friendly HTML, sehingga memudahkan Anda. Selain itu,
menyediakan 3000+ variabel tema dengan 50.000+
komponen UI.
UIKit — Cocok bagi Anda yang ingin desain serba
minimalis, tapi tetap membuatnya berkelas dan elegan.
Materialize CSS — Dirancang oleh Google, Materialize
CSS bisa menghasilkan elemen dan fitur berkualitas
dengan desain unik anti-mainstream. Plus, responsif dan
mempunyai kompatibilitas yang baik.
Miligram — Mempunyai ukuran hanya 2KB saja, Miligram
menawarkan desain website yang mudah, cepat, dan
bersih.
PureCSS — Menawarkan rangkaian modul CSS yang
cocok digunakan untuk segala jenis project Anda.
Skeleton — Walaupun hanya memiliki 400 baris jenis
kode, tapi Skeleton bisa menghasilkan desain yang
kompleks dan responsif.
Tailwind — Mempunyai CSS libraries yang mudah di
kostumisasi membuat Anda bisa menghasilkan UI yang
cepat dan praktis.
3. Framework PHP
Laravel — Framework PHP terpopuler di dunia. Laravel
mempunyai sintaks yang elegan, rapi, dan ringkas.
CodeIgniter — Sangat cocok bagi Anda yang baru belajar
PHP framework. Sebab, CodeIgniter mudah dipahami dan
mempunyai dokumentasi lengkap.
Symfony — Menawarkan fitur bundle dan komponen.
Sehingga Anda bisa mengambil sebagian fungsi PHP, atau
keseluruhan secara langsung.
Yii — Mempunyai konfigurasi cukup mudah dengan
performa dan tingkat keamanan yang baik.
Zend — Cocok digunakan bagi Anda yang sudah mengerti
dasar-dasar PHP. Sebab, Zend digunakan untuk
pengembangan website enterprise yang kompleks.
CakePHP — Menawarkan kumpulan library yang berisi
banyak komponen. Bahkan bisa dibilang komplit.
Phalcon — Mempunyai performa yang lebih konsisten
dibanding framework CSS lain.
FuelPHP — Framework PHP yang cukup ringan dan
mendukung template parsing, powerful ORN, dan fitur-fitur
lainnya yang memudahkan Anda.
Fat Free — Merupakan satu-satunya framework yang
mengusung tema mikro. Memiliki berbagai fitur seperti
kompresi CSS, pemrosesan gambar, validasi data, dan
masih banyak lainnya.
Aura — Mempunyai seperangkat libraries yang bisa Anda
integrasikan dengan project apapun. Selain itu, setiap
librariesnya juga tidak memilikid depencies sehingga
sangat fleksibel.
Anda bisa menemukan pembahasan framework PHP di atas
dengan lebih mendalam di → 9+ Framework PHP Terbaik untuk
Developer
Sudah Mengerti Apa itu Framework?
Framework adalah platform yang tepat untuk membuat website
atau aplikasi yang responsif dan lebih menarik. Dengan
bantuan framework, Anda bisa membuat website atau aplikasi
dengan lebih cepat dan aman.