0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
680 tayangan189 halaman

Modul Ajar Pemeliharaan Mesin Kelas XI

contoh MA PMKR sem 3 ef (K13 rasa Kumer)

Diunggah oleh

ikhsandamanaja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
680 tayangan189 halaman

Modul Ajar Pemeliharaan Mesin Kelas XI

contoh MA PMKR sem 3 ef (K13 rasa Kumer)

Diunggah oleh

ikhsandamanaja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul ajar ini sudah mengikuti format IKM, sengaja di

sertakan ATP (Silabus) agar memudahkan guru umum


memahami padanan tiap KIKD pada kejuruan dg mapel yg di
ampu olehnya, sehingga lebih memudahkan menyinkronkan
dg mapel lainnya yang sudah beroriantasi pada mapel produk
MODUL AJAR
Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas XI Semester III

Menerapkan cara Perawatan Sistem


Utama Mesin dan Mekanisme katup

[Link], ST

DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 4 BANDA ACEH
2024
i

Tim Pengembang Kurikulum Efri


a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem Utama Mesin & Mekanisme Katup
Alokasi Waktu : 40 x 45 Menit ( Lima kali pertemuan)
1b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila  Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
 Berkebhinnekaan global
 Mandiri
 Bergotong royong
 Bernalar Kritis
 Kreatif
d. Sarana dan Prasarana  Digital
 Video Pembelajaran dari Internet
 Buku digital (e-book)
 PDF
 Non Digital
 Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
 Majalah
 Buku ajar yang relevan
 Perangkat Keras
 Car trainer
 Engine Stand Trainer
 Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
 Perangkat Lunak
 Aplikasi Scan Tool
 Zoom, Google class room, you tube
 Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan
f. Model Pembelajaran Teaching Factory

ii

Tim Pengembang Kurikulum Efri


Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Konsentrasi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaran Ringan
Kelas/Semester / Fase : XI / 3 / F
Tahun Pelajaran : 2024/2025
Kode Standar Kompetesi : [Link].01C3
Alokasi Waktu : 32 Jam @ 45 menit

TUJUAN EDU ALOKASI


PROFIL PELAJAR STRATEGI SKEMA SILABUS
ELEMEN (Akhir Fase per MATERI TECHNOPRENEUR WAKTU UNIT KOMPETENSI
PANCASILA PEMBELAJARAN SERTIFIKASI IDUKA
Elemen) ISLAMI TM PS PI
3.1. Menerapkan cara 3.1.1 Mengidentifikasi 1. Beriman, bertaqwa 1. Q.S Al-Maidah : 2 32 6(2)  Digital 1. General(Umum)(7 unit) Skema a. Basic
perawatan system sistem utama kepada Allah. SWT, 2. Bagian utama mesin  Video Pembelajaran - OTO.KR01.001.01 Sertifikasi mentality
utama Engine dan engine berakhlaqul (Pemeliharaan mesin 2…. dan tolong- dari Internet - OTO.KR01.009.01 Kompetensi b. PDCA
3.1.2 Menjelaskan qarimah menolonglah kamu
mekanisme katup
fungsi sistem
kendaraan ringan,Buku  Buku digital (e-book) - OTO.KR01.010.01 Kualifikasi c. 5S
2. Berkebhinnekaan dalam (mengerjakan)
berkaitan dengan utama engine global
1, Dinas Pendidikan  PDF - OTO.KR01.016.01 Nasional d. APD
Q.S. Al-Maidah : 2 3.1.3 Menganalisa 3. Mandiri
Aceh, Oleh Efriyanto, kebajikan dan takwa,  Non Digital - OTO.KR01.017.01 Sertifikat II
kerusakan sistem 4. Bergotong royong
hal: 1-17). dan jangan tolong-  Buku Ajar - OTO.KR01.018.01 Bidang TKR
4.1...Merawat berkala utama engine.
5. Bernalar kritis
3. Mekanisme katup dan menolong dalam Pemeliharaan Mesin - OTO.KR01.019.01
system utama 3.1.4 Menentukan cara cara penyetelannya berbuat dosa dan KR
perawatan sistem 6. Kreatif
engine dan (Pemeliharaan mesin pelanggaran. dan  Majalah 2. Engine
mekanisme katup utama engine. kendaraan ringan,Buku - OTO.KR02.001.01
bertakwalah kamu  Buku ajar yang
4.1.1 Merawat sistem 1, Dinas Pendidikan (Memelihara/Servis
utama engine. kepada Allah, relevan
Aceh, Oleh Efriyanto, Engine dan
4.1.2 Memperbaiki Sesungguhnya Allah  Perangkat Keras
hal: 17-25) . Komponen-
kerusakan sistem 4. Buku manual (manual Amat berat siksa-Nya.  Car trainer
utama engine. (Q.S. Al-Maidah : 2)  Engine Stand Trainer Komponennya)
book) pabrikan
4.1.3 Mengontrol hasil
5. Lembar kerja (Job  Laptop, Ponsel,
perawatan sistem Tablet, Headset
utama engine Sheet)
 Perangkat Lunak
sesuai SOP. 5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi,  Aplikasi Scan Tool
kemudian(urusan) itu naik kepadanya dalam  Zoom, Google class
satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun room, you tube
menurut perhitunganmu[1190]  Sumber Pusdatin
(Q.S. As Sajadah:5). Kemendikbud
[1190] Maksud urusan itu naik kepadanya ialah beritanya yang
dibawa oleh malaikat. ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran
Allah dan keagunganNya.

Tim Pengembang Kurikulum Efri


TUJUAN EDU ALOKASI
PROFIL PELAJAR STRATEGI SKEMA SILABUS
ELEMEN (Akhir Fase per MATERI TECHNOPRENEUR WAKTU UNIT KOMPETENSI
PANCASILA PEMBELAJARAN SERTIFIKASI IDUKA
Elemen) ISLAMI TM PS PI
3.2. Menerapkan cara 3.2.1. Mengidentifikasi 1. Beriman, bertaqwa 1. Q.S Al-Baqarah : 264 32 6(2)  Digital 1. General (Umum) (7 unit) Skema a. Basic
perawatan system sistem pelumasan kepada Allah. SWT, 2. Bagian utama mesin  Video Pembelajaran - OTO.KR01.001.01 mentality
3.2.2. Menjelaskan berakhlaqul 264. Hai orang-orang Sertifikasi
pelumasan (Pemeliharaan mesin dari Internet - OTO.KR01.009.01 b. PDCA
berkaitan dengan fungsi sistem qarimah kendaraan ringan,Buku yang beriman, janganlah  Buku digital (e-book) - OTO.KR01.010.01 Kompetensi c. 5S
pelumasan.
Q.S. Al-Baqarah: 3.2.3. Menganalisa 2. Berkebhinnekaan 1, Dinas Pendidikan kamu menghilangkan  PDF - OTO.KR01.016.01 Kualifikasi d. APD
global
264 kerusakan sistem 3. Mandiri Aceh, Oleh Efriyanto, (pahala) sedekahmu  Non Digital - OTO.KR01.017.01 Nasional
pelumasan. hal: 26-50). dengan menyebut-  Buku Ajar - OTO.KR01.018.01 Sertifikat II
4. Bergotong royong
4.2...Merawat berkala 3.2.4. Menentukan cara
5. Bernalar kritis
3. Buku manual (manual nyebutnya dan Pemeliharaan Mesin - OTO.KR01.019.01 Bidang TKR
system pelumasan perawatan sistem
6. Kreatif
book) pabrikan menyakiti (perasaan si KR
pelumasan. 4. Lembar kerja (Job penerima), seperti orang  Majalah 2. Engine
Sheet) yang menafkahkan - OTO.KR02.001.01
4.2.1. Merawat sistem  Buku ajar yang
pelumasan. hartanya karena riya relevan (Memelihara/Servis
4.2.2. Memperbaiki kepada manusia dan Dia  Perangkat Keras Engine dan
kerusakan sistem tidak beriman kepada  Car trainer Komponen-
pelumasan. Komponenya).
4.2.3. Mengontrol hasil Allah dan hari kemudian.  Engine Stand Trainer
perawatan sistem Maka perumpamaan  Laptop, Ponsel,
pelumasan sesuai orang itu seperti batu Tablet, Headset
SOP. licin yang di atasnya ada  Perangkat Lunak
tanah, kemudian batu itu  Aplikasi Scan Tool
ditimpa hujan lebat, lalu  Zoom, Google class
menjadilah Dia bersih room, you tube
(tidak bertanah). mereka  Sumber Pusdatin
tidak menguasai Kemendikbud
sesuatupun dari apa
yang mereka usahakan;
dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-
orang yang kafir[168].
(Q.S. Al-Baqarah : 264
[168] Mereka ini tidak
mendapat manfaat di
dunia dari usaha-usaha
mereka dan tidak pula
mendapat pahala di
akhirat.

Tim Pengembang Kurikulum Efri


TUJUAN EDU ALOKASI
PROFIL PELAJAR STRATEGI SKEMA SILABUS
ELEMEN (Akhir Fase per MATERI TECHNOPRENEUR WAKTU UNIT KOMPETENSI
PANCASILA PEMBELAJARAN SERTIFIKASI IDUKA
Elemen) ISLAMI TM PS PI
3.3 Menerapkan cara 3.3.1. Mengidentifikasi 1. Beriman, bertaqwa 1. Q.S Ali-Imran : 117 32 6(2)  Digital 1. General (Umum) (7 unit) Skema a. Basic
perawatan system sistem kepada Allah. SWT, 2. Bagian utama mesin  Video Pembelajaran - OTO.KR01.001.01 mentality
Sertifikasi
pendinginan pendinginan berakhlaqul (Pemeliharaan mesin 117. dari Internet - OTO.KR01.009.01 b. PDCA
berkaitan dengan 3.3.2. Menjelaskan qarimah Kompetensi
fungsi sistem 2. Berkebhinnekaan
kendaraan ringan,Buku perumpamaan  Buku digital (e-book) - OTO.KR01.010.01 c. 5S
Kualifikasi
Q.S. Al-Imran: 117 pendinginan global
1, Dinas Pendidikan
harta yang mereka  PDF - OTO.KR01.016.01 d. APD
Aceh, Oleh Efriyanto,  Non Digital - OTO.KR01.017.01 Nasional
4.3. Merawat berkala
3.3.3. Menganalisa 3. Mandiri
hal: 52-69). nafkahkan di - OTO.KR01.018.01 Sertifikat II
kerusakan sistem 4. Bergotong royong  Buku Ajar
system pendinginan. 3. Buku manual (manual dalam kehidupan Pemeliharaan Mesin - OTO.KR01.019.01 Bidang TKR
5. Bernalar kritis
pendinginan 3.3.4. Menentukan cara book) pabrikan dunia ini, adalah KR
perawatan sistem 6. Kreatif 2. Engine
pendinginan. seperti  Majalah
- OTO.KR02.001.01
perumpamaan  Buku ajar yang
(Memelihara/Servis
4.3.1. Merawat sistem
angin yang relevan
Engine dan
pendinginan.  Perangkat Keras
4.3.2. Memperbaiki mengandung  Car trainer
Komponen-
kerusakan sistem hawa yang sangat Komponennya)
pendinginan.  Engine Stand Trainer
4.3.3. Mengontrol hasil dingin, yang  Laptop, Ponsel, - OTO.KR02.010.01
perawatan sistem menimpa tanaman Tablet, Headset (Memelihara
pendinginan
kaum yang  Perangkat Lunak /Servis Sistem
sesuai SOP.  Aplikasi Scan Tool
Menganiaya diri  Zoom, Google class
Pendingin dan
Komponennya)
sendiri, lalu angin room, you tube
itu merusaknya. Sumber Pusdatin
Allah tidak Kemendikbud
Menganiaya
mereka, akan
tetapi merekalah
yang Menganiaya
diri mereka
sendiri.
(Q.S. Ali-Imran :
117)

Tim Pengembang Kurikulum Efri


TUJUAN EDU ALOKASI
PROFIL PELAJAR STRATEGI SKEMA SILABUS
ELEMEN (Akhir Fase per MATERI TECHNOPRENEUR WAKTU UNIT KOMPETENSI
PANCASILA PEMBELAJARAN SERTIFIKASI IDUKA
Elemen) ISLAMI TM PS PI
3.4 Menerapkan cara 3.4.1. Mengidentifikasi 1. Beriman, bertaqwa 1. Q.S Al-Baqarah : 42 . 32 6(2)  Digital 1. General (Umum) (7 unit) Skema a. Basic
perawatan system sistem sytem kepada Allah. SWT, 2. Bagian utama mesin  Video Pembelajaran - OTO.KR01.001.01 mentality
bahan bakar bensin bahan bakar berakhlaqul (Pemeliharaan mesin
42. dan - OTO.KR01.009.01
Sertifikasi
b. PDCA
dari Internet
konvensional / bensin qarimah kendaraan ringan,Buku janganlah  Buku digital (e-book) - OTO.KR01.010.01 Kompetensi c. 5S
konvensional /
karburator karburator
2. Berkebhinnekaan
global
1, Dinas Pendidikan kamu campur  PDF - OTO.KR01.016.01 Kualifikasi d. APD
berkaitan dengan 3.4.2. Menjelaskan
3. Mandiri
Aceh, Oleh Efriyanto, adukkan yang  Non Digital - OTO.KR01.017.01 Nasional
Q.S. Al-Baqarah : hal: 70-86). - OTO.KR01.018.01 Sertifikat II
42
fungsi sistem 4. Bergotong royong
3. Buku manual (manual
hak dengan  Buku Ajar
- OTO.KR01.019.01
sytem bahan Bidang TKR
bakar bensin
5. Bernalar kritis
book) pabrikan yang bathil Pemeliharaan Mesin
/ 6. Kreatif
KR
4.4. Merawat berkala konvensional dan janganlah  Majalah 2. Engine
Skema
karburator
system system
3.4.3. Menganalisa kamu  Buku ajar yang
- OTO.KR02.001.01
Sertifikasi
bahan bakar bensin (Memelihara/Servis
konvensional /
kerusakan sistem sembunyikan relevan
Engine dan Klaster
sytem bahan yang hak  Perangkat Keras pemeliharaa
karburator bakar bensin Komponen-
itu[43],  Car trainer Komponennya)
konvensional / n kendaraan
 Engine Stand Trainer
karburator. sedang kamu  Laptop, Ponsel,
ringan
3.4.4. Menentukan cara - OTO.KR02.014.01
perawatan sistem mengetahui. Tablet, Headset system
(Memelihara
sytem bahan (Q.S. Al-  Perangkat Lunak /Servis Sistem
konvensional
bakar
konvensional
bensin
/
Baqarah : 42)  Aplikasi Scan Tool Bahan Bakar
 Zoom, Google class Bensin) Skema
karburator.
[43] Di antara room, you tube Sertifikasi
Sumber Pusdatin - OTO.KR02.020.01
4.4.1. Merawat sistem yang mereka Klaster
sytem bahan Kemendikbud (Memelihara
bakar bensin
sembunyikan itu pemeliharaa
/Servis Sistem
konvensional / Ialah: Tuhan control emisi)
n berkala
karburator. akan mengutus kendaraan
4.4.2. Memperbaiki seorang Nabi 3. Klaster PKR ringan
kerusakan sistem
sytem bahan dari keturunan Konvensional
bakar bensin Ismail yang - OTO.KR0.014.01
konvensional / akan (Memelihara
karburator.
membangun /Servis Sistem
4.4.3. Mengontrol hasil Bahan Bakar
perawatan sistem umat yang besar Bensin)
sytem bahan di belakang hari,
bakar bensin Yaitu Nabi
konvensional /
karburator sesuai
Muhammad
SOP. s.a.w.

Tim Pengembang Kurikulum Efri


TUJUAN EDU ALOKASI
PROFIL PELAJAR STRATEGI SKEMA SILABUS
ELEMEN (Akhir Fase per MATERI TECHNOPRENEUR WAKTU UNIT KOMPETENSI
PANCASILA PEMBELAJARAN SERTIFIKASI IDUKA
Elemen) ISLAMI TM PS PI
3.5 Menerapkan cara 3.5.1. Mengidentifikasi 1. Beriman, bertaqwa 1. Q.S Ali-Imran : 10 . 32 6(2)  Digital 1. General (Umum) (7 unit) Skema a. Basic
perawatan system sistem sytem kepada Allah. SWT, 2. Bagian utama mesin  Video Pembelajaran - OTO.KR01.001.01 mentality
bahan bakar bensin bahan bakar berakhlaqul (Pemeliharaan mesin 10. - OTO.KR01.009.01
Sertifikasi
b. PDCA
dari Internet
injeksi (EFI) bensin injeksi qarimah kendaraan ringan,Buku Sesungguhnya  Buku digital (e-book) - OTO.KR01.010.01 Kompetensi c. 5S
(EFI) 2.
berkaitan dengan 3.5.2. Menjelaskan Berkebhinnekaan
global
1, Dinas Pendidikan orang-orang  PDF - OTO.KR01.016.01 Kualifikasi d. APD
Q.S. Ali-Imran : 10. fungsi sistem 3. Mandiri Aceh, Oleh Efriyanto, yang kafir,  Non Digital - OTO.KR01.017.01 Nasional
hal: 87-114).  Buku - OTO.KR01.018.01 Sertifikat II
4.5. Merawat berkala
sytem
bakar
bahan 4. Bergotong royong
bensin 3. Buku manual (manual
harta benda Ajar
- OTO.KR01.019.01
Pemeliharaan Mesin Bidang TKR
system system injeksi (EFI)
5. Bernalar kritis
book) pabrikan dan anak-anak
6. Kreatif KR
bahan bakar bensin 3.5.3. Menganalisa 4. Lembar kerja (Job mereka,  Majalah 2. Engine
Skema
kerusakan sistem
injeksi (EFI).
sytem bahan
Sheet) sedikitpun  Buku ajar yang
- OTO.KR02.001.01
Sertifikasi
(Memelihara / Servis
bakar bensin tidak dapat relevan
Engine dan Klaster
injeksi (EFI).
menolak  Perangkat Keras pemeliharaa
3.5.4. Menentukan cara Komponen-
 Car trainer
perawatan sistem (siksa) Allah Komponennya) n kendaraan
 Engine Stand Trainer
sytem bahan dari mereka.  Laptop, Ponsel,
ringan
bakar bensin - OTO.KR02.014.01
injeksi (EFI). dan mereka itu Tablet, Headset (Memelihara
system
adalah bahan  Perangkat Lunak /Servis Sistem
injeksi
4.5.1. Merawat sistem
Bakar api  Aplikasi Scan Tool Bahan Bakar
sytem bahan
neraka, (QS.  Zoom, Google class Bensin) Skema
bakar bensin
room, you tube Sertifikasi
injeksi (EFI). Ali Imran : 10) Sumber Pusdatin - OTO.KR02.020.01
4.5.2. Memperbaiki Klaster
kerusakan sistem Kemendikbud (Memelihara pemeliharaa
sytem bahan /Servis Sistem
bakar bensin n berkala
control emisi)
injeksi (EFI). kendaraan
4.5.3. Mengontrol hasil ringan.
3. Klaster PKR Injeksi
perawatan sistem
sytem bahan - OTO.KR05.012.01
bakar bensin (Memelihara/Servis
injeksi (EFI) dan Memperbaiki
sesuai SOP Engine
Management
System)

Tim Pengembang Kurikulum Efri


TUJUAN EDU ALOKASI
PROFIL PELAJAR STRATEGI SKEMA SILABUS
ELEMEN (Akhir Fase per MATERI TECHNOPRENEUR WAKTU UNIT KOMPETENSI
PANCASILA PEMBELAJARAN SERTIFIKASI IDUKA
Elemen) ISLAMI TM PS PI
3.6 Menerapkan cara 3.6.1. Mengidentifikasi 1. Beriman, bertaqwa 1. Q.S Ali-Imran : 10 32 6(2)  Digital 1. General (Umum) (7 unit) Skema a. Basic
perawatan Engine sistem Engine kepada Allah. SWT, 2. Bagian utama mesin  Video Pembelajaran - OTO.KR01.001.01 mentality
Management Management berakhlaqul (Pemeliharaan mesin 5. Dia mengatur dari Internet - OTO.KR01.009.01
Sertifikasi
b. PDCA
System (EMS) Kompetensi
system (EMS)
3.6.2. Menjelaskan
qarimah kendaraan ringan,Buku urusan dari  Buku digital (e-book) - OTO.KR01.010.01 c. 5S
2. Berkebhinnekaan Kualifikasi
berkaitan dengan fungsi sistem global
1, Dinas Pendidikan langit ke bumi,  PDF - OTO.KR01.016.01 d. APD
Q.S. As-Sajdah: 5 Aceh, Oleh Efriyanto,  Non Digital - OTO.KR01.017.01 Nasional
Engine 3. Mandiri
hal: 115-137).
kemudian - OTO.KR01.018.01 Sertifikat II
Management 4. Bergotong royong (urusan) itu  Buku Ajar
4.6. Merawat berkala System (EMS) 3. Buku manual (manual Pemeliharaan Mesin - OTO.KR01.019.01 Bidang TKR
5. Bernalar kritis
system Engine 3.6.3. Menganalisa
6. Kreatif
book) pabrikan naik kepadanya KR
kerusakan sistem
Management
Engine
4. Lembar kerja (Job dalam satu hari  Majalah 2. Engine
Skema
system (EMS). Sheet) - OTO.KR02.001.01
Management yang kadarnya  Buku ajar yang
(Memelihara/Servis Sertifikasi
System (EMS). adalah seribu relevan
Engine dan Klaster
3.6.4. Menentukan cara  Perangkat Keras
perawatan sistem tahun menurut Komponen- pemeliharaa
 Car trainer
Engine perhitunganmu  Engine Stand Trainer
Komponennya) n kendaraan
Management
System (EMS). [1190] (Q.S. As  Laptop, Ponsel, - OTO.KR02.014.01
ringan
Sajadah : 5) Tablet, Headset (Memelihara
system
4.6.1. Merawat sistem  Perangkat Lunak /Servis Sistem
injeksi
Engine [1190] Maksud  Aplikasi Scan Tool Bahan Bakar
Management
urusan itu naik  Zoom, Google class Bensin) Skema
System (EMS).
4.6.2. Memperbaiki kepadanya ialah room, you tube Sertifikasi
kerusakan sistem beritanya yang Sumber Pusdatin - OTO.KR02.020.01 Klaster
Kemendikbud. (Memelihara
Engine dibawa oleh pemeliharaa
Management /Servis Sistem
System (EMS). malaikat. ayat ini n berkala
control emisi)
4.6.3. Mengontrol hasil suatu tamsil bagi kendaraan
perawatan sistem kebesaran Allah 3. Klaster PKR Injeksi ringan .
Engine
Management
dan - OTO.KR05.012.01
System (EMS) keagunganNya. (Memelihara/Servis
sesuai SOP. dan Memperbaiki
Engine
Management
system

Tim Pengembang Kurikulum Efri


A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :

1. Menelaah sistem utama engine dengan benar, Setelah berdiskusi dan


menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem utama engine
dengan penuh percaya diri, Setelah berdiskusi dan menggali
informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem utama engine dengan
benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik, dengan tersedianya
peralatan perawatan berkala dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem utama engine
berdasarkan tugas dengan percaya diri, dengan tersedianya engine
stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem utama engine
dengan benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik, dengan
tersedianya engine stand Toyota 4K dan atau car trainer.

B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system utama mesin secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer

C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pembakaran”?

D. Skenario Pembelajaran

Pertemuan : 1, 2 dan 3

Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu

1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pembakaran”,
(pengkondisian siswa).

1
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : setiap terminal & saklar pada rangkaian listrik otomotif
pada mobil dapat terjadi percikan bunga api karena syarat pembakaran terpenuhi.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi

2. Kegiatan Inti 290 menit

A. Menerima order 2…. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)


kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al-

Siswa berhadapan dengan mesin mobil / unit


kendaraan atau engine stand
1. Melihat mobil secara umum.
2. Melakukan interview.
3. Mencatat hasil interview pada lembar kerja, focus
pada system utama engine.

B. Menganalisis  Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan


order identifikasi dan observasi terhadap komponen
sistem utama engine.
 Siswa melakukan analisa kerusakan pada sistem
utama engine.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
melakukan analisis pada sistem utama engine.
 Siswa melakukan (demonstrasi) proses analisa
dan hipotesa bagian utama mesin sesuai standar
operational procedur (SOP) pabrik.

2
C. Menyatakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.

D. Mengerjakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order untuk melakukan pengetesan / pemeriksaan
komponen dengan menggunakan alat bantu
yang sesuai dengan standar, dengan tetap
berpedoman pada buku sumber referensi (manual
Book)
 Siswa secara individual melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan lembar kerja hasil analisa.
 Siswa secara individual menyelesaikan pekerjaan
sesuai denga SOP.
 Dalam melaksanakan pekerjaan, tetap
mengedepankan K3 dengan prinsip 5R

E. Mengevaluasi  Guru mempersilahkan siswa secara individual


produk memeriksa seluruh hasil pekerjaan
 Siswa secara individual melakukan pengujian
hasil pekerjaan.
 Meletakkan unit mobil pada area hasil pekerjaan
 Siswa secara individual mengumpulkan semua
media dan alat bantu kerja serta SST pada
tempatnya.

F. Menyerahkan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order menyerahkan unit hasil pekerjaan kepada
pengguna (user).
 Siswa secara berkelompok berdiskusi membuat
perbandingan dan verifikasi hasil
pengetesan/pemeriksaan/pekerjaan mereka.
 Siswa antar kelompok berdiskusi untuk
menghasilkan kesimpulan yang paling tepat.
 Siswa secara berkelompok membuat kesimpulan
3
terhadap cara melakukan analisa dan hipotesa
sesuai dengan sumber referensi (manual Book).
 Siswa (perwakilan kelompok)
mempresentasikan hasil kesimpulannya di depan
kelas secara bergiliran mengenai materi yang
dikaji dan menampilkan desain langkah efektif
(flow chart) dalam melakukan hipotesa yang telah
kelompoknya buat (rancangan).
 Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi
yang di tampilkan.
 berkelompok untuk membuat kesimpulan
mengenai analisa dan hipotesa komponen sistem
utama engine.

3. Penutup 25 menit

1. Secara bersama-sama siswa diminta untuk menyimpulkan tentang analisa dan


hipotesa sistem utama engine.
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) untuk setiap siswa secara individu dalam
mengerjakannya.
4. Pemberian tugas untuk melakukan observasi tentang sistem utama engine pada
kendaraan yang lainnya.
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada siswa untuk
mempelajari materi berikutnya (menginformasikan kegiatan untuk pertemuan
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa syukur Alhamdulillah
sebagai penutup.

E. Asesmen (Penilaian Hasil Belajar)

1. Teknik : Non test dan test


2. Bentuk :
1) Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
2) Penilaian keterampilan : Praktik analisa & hipotesa,
pemeliharaan, serta perbaikan bagian
utama mesin.

1) Penilaian Pengetahuan

 Tes tertulis

4
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem utama engine
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem utama engine
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem utama engine

No. Kunci Jawaban


1. Blok sislinder, kepala silinder, mekanisme katup, connecting rod, torak,
cincin torak, gasket, fly wheel, carter
2. Lakukan perawatan berkala sesuai manual book
3. Lakukan perbaikan berkala sesuai manual book

Kriteria penskoran :

No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

2) Penilaian Keterampilan

 Produk dan Jasa

Instrumen : Lakukan analisa dan hipotesa, perawatan bahkan


perbaikan pada bagian utama mesin.

5
 Kriteria penilaian produk dan jasa

Aspek yang dinilai Skor

Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Keterangan :

Keterangan Aspek Yang Dinilai


Nama
kelompok Pelaksanaan Ketepatan Ketepatan
Prosedur
(etos kerja) sasaran waktu
Kurang
1 Kurang rapi Kurang tepat Kurang tepat
sistematis
Cukup
2 Cukup rapi Cukup tepat Cukup tepat
sistematis
3 Rapi Sistematis Tepat Tepat
Sangat
4 Sangat rapi Sangat tepat Sangat tepat
sistematis

𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃

Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per mapel
- TS = Taraf serap
6
MATERI PEMBELAJARAN
SISTEM UTAMA MESIN DAN MEKANISME KATUP
A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu
melakukan telaah system utama mesin dan mekanisme katup serta melakukan
penyetelan katup sesuai dengan spesifikasi.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Setelah mempelajari materi ini, Insya Allah peserta didik mampu:
1. Menelaah secara umum system utama mesin
2. Menelaah secara umum jenis mekanisme katup
3. Menyetel katup
C. Uraian Materi
I.I. Bagian utama mesin
Blok Silinder (Cylinder Block)
Blok silinder adalah salah satu komponen mesin yang paling besar, dan
berfungsi untuk memasang Komponen mesin lainnya. Pada dasarnya blok
silinder terbuat dari balok logam tuang, secara umum terbuat dari besi tuang,
tetapi ada juga yang terbuat dari alumunium tuang. Pengunaan bahan
tersebut bertujuan untuk mengurangi berat serta menambah panas radiasi.

Gambar 1.1.1. Blok Silinder


Sumber : [Link]
1
Blok silinder mempunyai lubang yang presisi sebagai tempat torak
bekerja. Pada bagian bawah blok mesin, yang disebut juga “crankcase”
mempunyai dudukan bantalan untuk penempatan poros engkol. Bagian
silinder dikelilingi oleh mantel pendingin (water jacket) yaitu saluran air
pendingin.
Pada blok silinder ini terdapat beberapa buah silinder mesin, pada tiap
silinder terdapat sebuah torak yang dipasangkan pada salah satu ujung
batang torak, sedangkan ujung torak yang lain berhubungan langsung
dengan poros engkol/crank shaft, maka dengan demikian gerak naik turunnya
torak dapat menggerakan poros engkol. Sedangkan dibagian atas kepala
silinder pada bagian dalamnya berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi
dengan katup-katup hisap dan buang.
Beberapa silinder disusun pada blok silinder, bagian atasnya ditutup
dengan kepala silinder sedangkan bagian bawah blok silinder membentuk
ruang engkol untuk penempatan dan pemasangan kelengkapan, seperti
dinamo starter untuk start awal gerak poros engkol, alternator, pompa bensin
serta distributor.

Kepala Silinder (Cylinder Head)


Pada kepala silinder terdapat ruang bakar, gas (campuran udara dan
bahan bakar) dibakar. Kepala silinder mempunyai lubang saluran masuk
(Intake manifold) dan saluran keluar (Exhaust manifold).
Kepala silinder pada umumnya terbuat dari besi tuang atau campuran
alumunium yang bertujuan untuk membatasi pemuaian juga dilengkapi
mantel pendingin yang berhubungan dengan blok silinder untuk memberikan
pendinginan pada katup-katup dan busi busi. Kepala silinder dibaut dengan
blok silinder dibagian atas dan diantaranya juga diberikan gasket, sehingga
benar-benar rapat dengan silinder, terdapat lubang-lubang untuk
pemasangan busi dan mekanik katup yang dilengkapi pada mesin.

2
Gambar 1.1.2. Kepala Silinder
Sumber : [Link]

Gasket Kepala Silinder (Cylinder Head Gaskets)


Gasket Cylinder head terletak diantara kepala silinder dan blok
silinder. Berfungsi sebagai perapat agar tidak terjadi kebocoran kompresi,
kebocoran oli, dan kebocoran air pendingin.

Untuk mencegah kebocoran fluida (oli dan air) pada motor, digunakan
gasket dan seal. Secara umum gasket dan seal disebut “perapat”. Gasket
digunakan untuk mencegah kebocoran pada sambungan yang tidak
bergerak (statis), contohnya antara kepala silinder dan blok silinder,
pompa pendingin dan blok silinder dan lain-lain.
Seal digunakan untuk mencegah kebocoran pada komponen yang
bergerak/berputar, contohnya antara poros engkol dan blok silinder, pada
pompa air dan lain-lain. Untuk dapat merakit satu unit engine diperlukan
komponen lain, seperti mur, baut, ring, spacer, dudukan, penahan pegas
dan lain-lain. Komponen- komponen kecil inilah yang membentuk satu
kesatuan motor.

Gambar 1.1.3. Gasket Cylinder Head


Sumber : [Link]
3
Poros Engkol (Crank shaft)
Poros engkol ditempatkan pada bantalan dan diikat pada bagian
bawah blok silinder (crankcase). Poros engkol bersama-sama dengan batang
penghubung (connecting rod) merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar
pada poros engkol. Poros engkol mempunyai dua jenis bantalan, yaitu bantalan
tetap dan bantalan putar.
Poros engkol terdiri atas pusat putaran dimana pada pena engkol
dipasangkan batang [Link] ujung depan poros engkol dibuat
sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemasangan gigi pengatur
(timing gear) yang berfungsi untuk menggerakan sumbu nok dan puli
untuk menggerakan pompa air/alternator (waterpump). Sedangkan
bagian ujung belakang dipasangkan dengan flens untuk pemasangan roda
penerus (roda gila / Fly Wheel).

Gambar 1.1.4. Poros Engkol (Crank Shaft)


Sumber : [Link]

Roda Penerus (Fly Wheel)


Roda penerus terbuat dari besi tuang yang kuat, dihubungkan di
salah satu ujung poros engkol. Roda penerus mengurangi getaran mesin
dengan cara memperhalus daya yang dihasilkan piston. Pada saat
langkahusaha, roda penerus menerima gaya puntir yang besar, daya yang
besar ini dimanfaatkan untuk menggerakkan piston pada ketiga langkah

4
lainnya (buang, isap dan kompresi), dengan demikian putaran mesin
menjadi lebih halus. Semakin banyak jumlah silinder, roda penerus akan
semakin ringan/kecil. Roda penerus dilengkapi/ dipasang roda gigi,
sehingga memungkinkan motor dihidupkan dengan menggunakan motor
starter. Roda gaya atau roda penerus/Flywheel, merupakan piringan yang
terbuat dari besi tuang dan dibaut pada ujung belakang poros engkol.
Poros engkol hanya mendapatkan tenaga putaran dari langkah kerja
saja, agar dapat bekerja pada langkah yang lainnya maka poros engkol
harus dapat menyimpan daya putaran yang diperolehnya. Bagian yang
menyimpan tenaga putaran ini adalah roda penerus yang juga dilengkapi
dengan gigi ring yang dipasangkan di bagian luar untuk perkaitan dengan
starter pinion.
Roda penerus sering disebut juga roda gaya atau roda gila, adalah sebuah
komponen berupa sebuah piringan yang dipasangkan pada flensa di ujung
roda poros engkol. Bagian tepi roda penerus biasanya memiliki cincin
bergerigi untuk pertautan dengan roda gigi motor starter pada saat mesin
dinyalakan. Karena itu tanpa roda penerus hampir tidak mungkin
menyalakan mesin. Kalaupun nyala, putaran mesin menjadi tidak teratur.
Bobot yang dimiliki roda penerus inilah yang menyebabkan putaran poros
engkol mantap dan halus. Bobot roda penerus pada mesin mobil penumpang
berkisar 7.5-50 Kg.
Sirip pengimbang pada poros engkol sering dimanfaatkan untuk
membuat putaran mesin menjadi lebih merata. Beberapa merek mobil juga
memakai mesin yang dilengkapi alat peredam getaran sehingga putaran
mesin menjadi sangat halus. Bentuk peranti ini mirip roda gila, tetapi
ukurannya lebih kecil dan dipasang diujung poros engkol bagian depan.
Roda penerus dipasang kokoh pada ujung poros engkol sehingga tidak
mudah bergeser dari dudukannya. Ini untuk menjamin agar roda penerus,
mesin, dan kode penyalaan tetap pada posisi yang benar. Selain itu, tepat

5
ditengah roda penerus ada lubang kecil. Bantalan peluru ini bertugas
menahan ujung bagian depan poros kopling.
Fungsi lain dari roda penerus adalah sebagai tempat pemasangan
kopling, yaitu alat untuk meneruskan atau menyalurkan tenaga dari mesin ke
poros gardan melalui kopling. Kopling terpasang pada roda penerus berikut
rumah kopling yang seputar sisi sekrupnya pada roda penerus. Permukaan
salah satu roda penerus dibubut sangat halus.

Gambar 1.1.5. Roda Penerus (Fly Wheel)


Sumber : [Link]

Panci Oli (Oil Pan / Carter)


Panci oli (Carter), terletak dibawah blok silinder digunakan
sebagai penampung oli mesin yang terbuat dari baja press. Pada karter ini
juga dilengkapi ventilasi untuk menghubungkan ruang dalam dengan
udara luar. Karter dibaut dibawah bak engkol dan diantaranya diberikan
gasket (pelapis karet) untuk menghindari kebocoran pada sambungan
tersebut sehingga olimesin tidak bocor /merembes keluar.

Gambar 1.1.6. Panci Oli (Oil Pan /Carter)


Sumber : [Link]
6
Torak (Piston) dan Batang Penghubung (Connecting Rod)
Torak dan kelengkapannya berfungsi untuk meneruskan tenaga
hasil pembakaran. Selain itu juga bersama kepala silinder membentuk
ruang bakar. Torak dalam kerjanya menerima panas dan perubahan
temperatur yang sangat tinggi, oleh sebab itu torak dibuat dari bahan yang
tahan terhadap kondisi ini.
Torak ada juga yang menyebut dengan nama Seker (berasal dari
bahasa Belanda "Zuiikeerr"). Torak terletak didalam silinder dan bergerak
lurus (naik turun / maju mundur). Pada torak inilah yang menerima gaya
tekan akibat ledakan yang terjadi di ruang bakar dan diteruskan kebawah
oleh conecting rod (batang torak).
Torak umumnya menggunakan bahan campuran alumunium
(alumunium alloy). Torak dilengkapi dengan dua jenis Cincin (Ring) yaitu
cincin kompresi dan cincing oli. Cincin kompresi sebagai perapat untuk
mencegah kebocoran gas, terutama saat pembakaran
Cincin oli berfungsi untuk mengendalikan pelumasan dinding
silinder dan torak serta kelengkapannya. Bagian bawah batang
penghubung mempunyai ujung yang dapat dilepas yang digunakan untuk
mengikat batang penghubung dengan poros engkol, bagian atas dilengkapi
dengan lubang pasak sebagai dudukan torak. Komponen ini wajib
mempunyai sifat tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi dan dapat bekerja
dengan kecepatan tinggi. Kepala torak umumnya mempunyai permukaan
yang datar tetapi ada pula yang cembung atau cekung, pada bagian atas
torak terdapat 2-3 celah untuk pemasangan cincin torak.
Antara torak dan dinding silinder harus diberikan kerenggangan
tertentu karena adanya pemuaian pada waktu mesin bekerja yang lazim
disebut renggang torak (clearance), bila terlalu besar maka akan terjadi
kebocoran gas yang keluar dan oli mesin akan masuk ke ruang torak dan
silinder, sehingga suara torak berisik. Bila terlalu kecil akan menimbulkan

7
gesekan yang akan lebih besar sehingga pelumasan tidak sempurna.

Pena torak, berguna untuk menghubungkan torak dengan ujung


batang torak, berbentuk pipa untuk mengurangi berat. Dalam pemasangan
cincin torak, tidak boleh terbalik, cincin kompresi satu dan cincin kompresi
dua mempunyai karakteristik berbeda. Cincin kompresi satu cendrung
lebih lunak dan sisi permukaan dengan suduk 45°, sedangkan cincin
kompresi dua memounyai sisi permukaan dengan sudut 90° (lebih tajam
saat di sentuh), agar dapat mengikis oli pelumas dari dinding silinder
dengan lebih baik, sehingga mencegah oli masuk ke ruang bakar. Cincin
torak umumnya terbuat dari besi cor khusus dan diberi potongan untuk
memudahkan pemasangan ke dalam alur cincin yang terdapat pada torak.
Diameternya sedikit lebih besar dari diameter torak, agar kerapatan antara
dinding torak dengan dinding silinder dapat terjaga serapat mungkin
namun tidak macet.

Gambar 1.1..7. Torak dan Batang Torak


Sumber : [Link]

8
Mekanisme Katup (Valve Mechanism)
Fungsi
Mekanisme katup hanya terdapat pada jenis mesin 4
langkah dimana berdasarkan konstruksinya terdapat dua jenis katup yaitu
katup masuk dan katup buang. Fungsi dari mekanisme katup adalah
mengatur pemasukan gas baru ke dalam silinder dan mengatur
pengeluaran gas bekas pembakaran keluar silinder.

Konstruksi
Setiap silinder dilengkapi dengan dua jenis katup yaitu katup masuk
dan katup buang. Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur
dengan sebuah poros yang disebut poros cam (Cam Shaft).
Sehingga silinder mesin empat langkah memerlukan satu atau dua
poros cam, yaitu cam katup masuk dan cam katup buang. Poros cam
diputar oleh poros engkol melalui transmisi roda gigi atau rantai. Poros
cam berputar dengan kecepatan setengah putaran poros engkol. Jadi,
diameter roda gigi pada poros cam adalah dua kali diameter roda gigi pada
poros engkol. Oleh karena itu lintasan pena engkol menjadi setengah kali
lintasan poros cam.

Mekanisme katup dengan poros nok (Cam Shaft) dibawah


Poros nok terletak dekat dengan poros engkol dengan posisi katup
diletakkan tegak dengan daun katup berada diatas dan terletak disamping
silinder.

Gambar 1. 2. 1 Mekanisme Katup dengan Poros Nok di Bawah


Sumber : [Link]
9
Konstruksi jenis ini mempunyai keuntungan:
• Dalam proses bekerjanya tidak banyak menimbulkan suara (low noise)
• Konstruksi sederhana
• Ukuran mesin relative pendek mesin menjadi pendek
Namun juga mempunyai kekurangan yaitu:
• Bentuk ruang bakar kurang menguntungkan sehingga relative lebih
besar, akibatnya tekanan kompresi relative lebih rendah
• Penyetelan celah katup sulit

Mekanisme katup di kepala silinder (Over Head Valve)

Gambar 1.2.2. Mekanisme katup di Kepala Silinder (OHV)


Sumber : [Link]

Konstruksi mekanisme katup jenis OHV yaitu


• Katupnya menggantung
• Poros nok terletak di bawah
• Katupnya di kepala silinder

Keuntungan
• Bentuk ruang bakar baik

10
Kerugian
• Banyak bagian-bagian yang bergerak kelembaman massa besar tidak
ideal untuk putaran tinggi

Mekanisme katup dengan poros nok diatas (Over Head Cam)

a. Satu poros nok diatas (Singgle Over Head Cam Shaft / SOHC)
Mekanisme katup dengan satu poros nok di atas dikenal dengan
istilah SOHC (Singgle Over Head Cam Shaft ), Konstruksi mekanisme katup
Singgle Over Head Cam Shaft (SOHC), poros nok yang digerakkan oleh
poros engkol melalui rantai akan langsung menekan penekan katup
selanjutnya penekan katup akan menekan katup sehingga katup akan
terbuka.

Gambar 1.2.3. Mekanisme Katup Dengan Satu Poros Nok diatas (SOHC)
Sumber : [Link]

Keuntungan
 Sedikit bagian-bagian yang bergerak
 Kelembaman massa kecil, baik untuk putaran tinggi
Kerugian

 Konstruksi mesin menjadi relative lebih rumit karena ada mekanisme


poros penekan katup di dekat poros cam

11
b. Dua poros nok di atas (Double Over Head Cam Shaft)
Konstruksi mekanisme katup jenis ini poros nok dipasang agar bisa
langsung menggerakkan mangkok penumbuk (tappet) katup seperti terlihat
pada gambar di bawah.

Gambar 1.2.4. Mekanisme Katup Dengan Dua Poros Nok diatas (DOHC)
Sumber : [Link]

DOHC adalah sistem poros ganda di kepala silinder. Fungsi DOHC


sama dengan SOHC, bedanya terletak pada banyaknya poros cam
tersebut. Pada DOHC jumlah poros camnya dua, sedangkan pada SOHC
hanya satu. Pada tipe ini ada yang memakai rocker arm ada juga yang
tidak ada. katup masuk dan katup buang dioperasikan tersendiri oleh
dua buah cam. Tipe DOHC yang memakai rocker arm alasannya untuk
mempermudah penyetelan kelonggaran katup dan merubah langkah buka
katup.

Keuntungan
 Bentuk ruang bakar baik
 Susunan katup-katup menguntungkan ( bentuk V )
 Kelembaman massa paling kecil, baik untuk putaran tinggi

12
Kerugian
 Konstruksi mahal, lebih berat.
 Penyetelan celah katup lebih sulit

Komponen Utama Mekanisme Katup


Katup (Valve)
Katup adalah salah satu komponen mekanisme katup yang
berfungsi membuka dan menutup saluran, baik saluran masuk (disebut
katup masuk) maupun saluran buang (disebut katup buang).
Secara umum komponen katup seperti terlihat pada gambar di bawah:

Gambar 1.2.4. Komponen katup


Sumber : modul agus malang

Keterangan nama bagian


Valve spring retainer lock adalah komponen yang berfungsi
mengunci/menahan ring penahan katup agar pegas katup dan katup tidak
terlepas.
Valve spring retainer disebut juga ring penahan pegas katup berfungsi
untuk menahan pegas katup.
13
Valve stem seal disebut juga sil katup yang berfungsi sebagai penahan cairan
minyak pelumas agar tidak masuk kedalam ruang bakar.
Valve spring atau pegas katup berfungsi untuk mengembalikan kedudukan
katup seperti semula.
Valve spring seat berfungsi sebagai dudukan pegas katup agar posisi
pegas tidak berubah pada saat bekerja.

Poros Nok (Cam Shaft)


Poros cam adalah komponen mekanisme katup yang terdiri dari
beberapa tonjolan yang berfungsi sebagai penggerak katup baik secara
langsung atau melalui pelatuk / lengan pengayun (Rocker Arm).

Gambar 1.2.4. Komponen katup


Sumber : [Link]

a. Letak poros nok


 Makin dekat dengan katup makin ringan bagian-bagian yang
menggerakkan katup, sehingga makin tinggi pula kemampuan
putaran mesin.
b. Bagian-bagian nok

Gambar 1.2.5. Bagian utama poros nok


Sumber : modul agus malang

14
Keterangan :
1. Bidang buka
2. Bidang tutup
h. Tinggi angkat kam
d. Diameter lingkaran dasar

Bentuk nok mempengaruhi :


 Saat katup mulai membuka
 Saat katup menutup
 Lamanya katup terbuka ( sudut pengatur )
 Tinggi angkat katup

c. Penggerak poros nok


Jarak antara poros nok dengan poros engkol bisa panjang, poros nok
dapat terletak diatas kepala silinder (type SOHC dan DOHC) dan di bawah (type
OHV), sehingga semua mesin baik type SOHC dan DOHC maupun type
OHV menggunakan perantara untuk memutar poros nok antara lain
menggunakan roda gigi, rantai dan sabuk bergigi (belt).

Gambar 1.2.6. Penggerak poros nok dengan roda gigi


Sumber : [Link]

15
Gambar 1.2.7. Penggerak poros nok dengan rantai (chain)
Sumber : [Link]

Pada rantai dan sabuk bergigi (belt) penggerak poros nok di pasang
tensioner, yang berfungsi agar rantai atau sabuk tidak kendor (mempunyai
kekencangan tertentu) sehingga tidak mudah lepas dari roda giginya ketika
sedang bekerja. Karena jika kekencangan rantai berubah akan berpengaruh
pada valve timing sehingga akan mempengaruhi efisiensi volumetric
ruang bakar disamping itu juga jika kendor akan menimbulkan suara
berisik (noise).

Pada umumnya tensioner yang digunakan terdiri dari tiga


type yaitu:
a. Tipe setelan manual (manual adjustment)
Type penyetelan manual memerlukan penyetelan kekencangan secara
berkala. Cara penyetelannya dengan cara menekan batang penekan,
salah satunya seperti pada gambar 2.8 di bawah ini :

16
Gambar 1.2.8. Tensioner manual
Sumber : modul agus malang

b. Tipe setelan otomatis (automatic adjustment)


Tensioner tipe ini didalamnya terdapat konstruksi rachet yang bisa
bergerak kea rah luar karena dorongan pegas dan tidak akan kembali
(batang penekan bergerak searah) batang penekan tensioner akan
menekan chain guide (karet) sampai melengkung, dan akan menekan
rantai / sabuk sehingga rantai / sabuk akan mengalami penegangan,
Tensioner tipe ini tidak perlu penyetelan.

Gambar 1.2.9. Jenis-jenis tensioner otomatis


Sumber : [Link]
17
c. Tipe semi otomatis (semi automatic adjustment)
Tensioner tipe ini mirip seperti tipe otomatis, tetapi jika akan akan
melakukan penyetelan harus mengendorkan baut pengunci secara
manual, selanjutnya batang penekan tensioner akan menekan
secara otomatis karena dorongan pegas di dalamnya.

Gambar 1.2.10. Jenis-jenis tensioner semi otomatis


Sumber : [Link]

1.2.3. Menyetel katup


Menyetel katup adalah istilah umum yang digunakan untuk
pekerjaan melakukan penyetelan kerenggangan (clearance) antara katup
dengan penekan katup.
Celah katup ini akan berubah seiring dengan waktu pemakaian mesin,
karena ketika mesin berkerja bagian-bagian yang bergerak antara lain
katup dan mekanismenya akan mengalami keausan akibat gesekan
dengan komponen lain. Perubahan celah katup ini tentu saja akan
mempengaruhi kinerja mesin karena akan mempengaruhi efisiensi
volumetric silinder, sehingga pekerjaan menyetel katup menjadi sangat
penting bagi mesin demi mempertahankan kinerja mesin Penyetelan katup
dilakukan secara periodic sesuai dengan karakteristik mesin, adapun
langkah-langkah penyetelan katup pada prinsipnya adalah sama untuk
setiap mobil, yang membedakan hanya konstruksi setiap mesin itu berbeda.
18
Untuk membuka tutup kepala silinder, ada sebagian mesin harus
membuka intake manifold, air filter dan atribut mesin lainnya, dalam buku ini
hanya membahas posisi tutup kepala silinder dapat di buka jika ada yang
harus dilakukan sebelumnya di sesuaikan untuk pekerjaan tambahan
tergantung pada jenis mesin.

a. Membuka tutup kepala silinder


Memutar poros engkol searah putaran mesin, menepatkan poros
engkol pada sehingga torak pada posisi top (akhir langkah kompresi),
dengan memeriksa tanda “T” atau tanda garis pada “0” pada roda puly
crank shaft, untuk silinder nomor 1, hingga kedua katup pada posisi tidak
tertekan/bebas.

Gambar 1. 2.11. Tanda torak pada posisi top kompresi silinder 1


Sumber : [Link]

Pada beberapa type kendaraan ada yang menggunakan tanda pada


r o d a g a y a ( f l y w h e e l ) . Memeriksa/menyetel celah katup dengan

feeler gauge, alat penyetel katup dan kunci ring. Penyetelan dilakukan
dengan terlebih dahulu mengendorkan mur pengikat baut penyetel
(penekan) katup,menggunakan kunci ring, kemudian memasang feeler
gauge dan memutar sekrup penyetel dengan menggunakan kunci
penyetel. Setelah dirasa setelan tepat, tahan sekrup penyetel dan
kencangkan mur pengikatnya. Penyetelan celah katup tepat apabila
19
saat feeler gauge ditarik terasa agak seret namun tidak sampai
tergores. Lakukan penyetelan dengan cara yang sama untuk katup pada
silinder yang lain. Untuk FO 1342 pada umumnya katup yang dapat di
setel adalah : katup masuk dan buang silinder 1, katup masuk pada silinder
2 dan katup buang pada silinder 3,sementara untuk kedua katup pada
silinder 4 tidak dapat dilakukan penyetelan sama sekali, di karenakan
kedua katup sedang overlapping.
Sementara untuk katup selebihnya dapat di setel dengan jalan memutar
poros engkol dengan satu kali putaran penuh (360°), hingga top kompresi
berada pada posisi silinder 4.

Gambar 1.2.12. Menyetel celah katup


Sumber : [Link]

b. Penyetelan katup dengan mekanisme OHC


Cara penyetelan pada mekanisme katup OHV ini tidak dapat
dilakukan untuk jenis mesin dengan mekanisme katup OHC, yang
sebagian menggunakan sim pada adjuster dan bahkan sebagian adjuster
sudah bersifat otomatis, yang memanfaatkan oli sebagai otomasi
pengaturan celah katup.

20
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan
sistem yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik
akan bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa
peserta didik perlu merencanakan belajarnya kemudian
melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

II. Persiapan / perencanaan


a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap
tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum
mengenai isi proses belajar (termasuk job sheet)
b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh
berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah
dimiliki.
d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan
yang sudah diperoleh (teaching factory) hingga mampu
menghasilkan produk sederhana yang dapat dimanfaatkan ulang
(teaching aid).

III. Permulaan dari proses peserta didik


a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang
terdapat pada tahap belajar.
b. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat
menggabungkan pengetahuan Anda.

IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
21
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan nama komponen utama mesin
b. Jelaskan fungsi mekanisme katup.
c. Jelaskan fungsi valve stem seal.
d. Berdasarkan konstruksinya, jelaskan perbedaan OHV dan OHC.
e. Apa tujuan dilakukan penyetelan katup.
Lakukan pekerjaan menyetel katup sesuai dengan SOP Catatan keselamatan kerja
 Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku
 Pahami dahulu prosedur langkah kerja dengan baik
 Sebelum melakukan praktik tentukan peralatan yang akan digunakan
 Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
 Jika terdapat hal yang kurang jelas, tanyakan kepada Guru pembimbing

F. Rangkuman
1. Bagian utama mesin antara lain :
a. Blok silinder berfungsi sebagai dudukan silinder, kepala silinder,
poros engkol dan panci oli
b. Kepala silinder berfungsi sebagai dudukan mekanisme katup, tutup
blok silinder, ruang bakar dan dudukan gasket
c. Gasket berfungsi sebagai perapat antara blok silinder dengan
kepala silinder sehingga dapat mencegah terjadinya kebocoran.
d. Poros engkol berfungsi sebagai penerus gerak lurus torak menjadi
gerak putar, dudukan batang torak, dudukan roda penerus & pully.
e. Roda penerus berfungsi sebagai penerus daya putar poros engkol
untuk di teruskan ke propeller shaft dan differential setelah melalui
kopling serta sebagai roda pengimbang gaya.
f. Panci oli (carter) sebagai bak penampung oli
g. Torak berfungsi sebagai menerima tekanan hasil pembakaran dan
meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol (crank shaft)
melalui batang torak (Connecting rod).
22
2. Fungsi dari mekanisme katup adalah mengatur pemasukan gas
baru ke dalam silinder dan mengatur pengeluaran gas bekas
pembakaran keluar silinder.
a. Konstruksi mekanisme katup terdiri dari berbagi jenis, antara lain:
• Mekanisme katup dengan poros cam di bawah
• Mekanisme katup dengan poros cam di atas
 Tipe SOHC (Singgle Over Head Cam Shaft).
poros nok (camshaft) hanya satu berada diatas ruang bakar
 Tipe DOHC (Double Over Head Cam Shaft).
terdapat dua poros nok (camshaft) yaitu satu untuk
menggerakan katup masuk dan katup buang.
b. Komponen utama mekanisme katup adalah sebagai berikut
• Katup berfungsi membuka dan menutup saluran, baik saluran
masuk Intake manifold (disebut katup masuk) maupun saluran
buang Exhaust manifold (disebut katup buang).
• Poros cam berfungsi sebagai penggerak katup baik secara
langsung atau melalui lengan pengayun / pelatuk (rocker arm).
• Rantai penggerak poros nok yang umum digunakan pada mesin
adalah penggerak jenis roda gigi, rantai, dan sabuk bergigi (belt)
pada pergerakannya rantai / sabuk bergigi penggerak perlu
diberi peralatan tambahan yang berfungsi sebagai penahan
kekencangan rantai / sabuk bergigi agar tidak mudah lepas
yaitu yang disebut dengan tensioner.
c. Untuk mengembalikan performa mesin terkait efisiensi volumetric
pada ruang bakar, perlu dilakukan pekerjaan menyetel katup,
karena pada pemakaiannya kerenggangan katup bisa berubah
akibat adanya keausan.

23
G. Umpan Balik dan tindak lanjut
Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus
mampu menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel
dibawah ini :

No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi komponen utama mesin
2 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi mekanisme katup
3 Saya dapat menjelaskan cara kerja mekanisme katup
4 Saya dapat menjelaskan fungsi komponen mekanisme katup
5 Saya dapat menjelaskan jenis mekanisme katup
6 Saya dapat menjelaskan cirri-ciri jenis mekanisme katup
7 Saya dapat menjelaskan cara kerja mekanisme katup
8 Saya dapat menjelaskan langkah pemeriksaan celah katup
9 Saya dapat menjelaskan langkah penyetelan katup
10 Saya dapat menyetel celah katup sesuai spesifikasi

Jika semua pernyataan diatas dijawab dengan ya berarti peserta bisa


melanjutkan mempelajari materi berikutnya.

H. Kunci Jawaban
1. Blok silinder, kepala silinder, gasket, poros engkol, roda penerus, panci
oli, dan torak.
2. Fungsi dari mekanisme katup adalah mengatur pemasukan gas baru
ke dalam silinder dan mengatur pengeluaran gas bekas pembakaran
keluar silinder
3. Valve stem seal disebut juga sil katup yang berfungsi sebagai penahan
cairan minyak pelumas agar tidak masuk kedalam ruang bakar
4. Mekanisme katup tipe OHV adalah katup berada di atas ruang bakar
poros cam berada di bawah, sedangkan OHC adalah letak katup dan
poros cam berada di atas.
5. Untuk mengembalikan performa mesin terkait efisiensi volumetric pada
ruang bakar.
24
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2024
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,

Ir. Efriyanto, ST Ir. Efriyanto, ST


NIP. 19731215 200504 1001 NIP. 19731215 200504 1001

Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh

Yasni Marjaya, [Link]


NIP. 19640209 198903 1 005
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem Pelumasan
Alokasi Waktu : 16 x 45 Menit ( Dua kali pertemuan)
b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila  Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
 Berkebhinnekaan global
 Mandiri
 Bergotong royong
 Bernalar Kritis
 Kreatif
d. Sarana dan Prasarana  Digital
 Video Pembelajaran dari Internet
 Buku digital (e-book)
 PDF
 Non Digital
 Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
 Majalah
 Buku ajar yang relevan
 Perangkat Keras
 Car trainer
 Engine Stand Trainer
 Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
 Perangkat Lunak
 Aplikasi Scan Tool
 Zoom, Google class room, you tube
 Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan

f. Model Pembelajaran Teaching Factory


A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :

1. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat menelaah


sistem pelumasan dengan benar.
2. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat
mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem pelumasan
dengan penuh percaya diri.
3. Dengan disediakan peralatan perawatan berkala dan buku manual,
siswa dapat melakukan perawatan berkala pada sistem pelumasan
dengan benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik.
4. Dengan disediakan engine stand Toyota 4K, siswa dapat
mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem pelumasan
berdasarkan tugas dengan percaya diri.
5. Dengan disediakan engine stand Toyota 4K, siswa dapat mengontrol
hasil perawatan berkala pada sistem pelumasan dengan benar sesuai
dengan SOP dan ketentuan pabrik.

B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system pelumasan secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand

C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pelumasan?

D. Skenario Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3
Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu

1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pelumasan”,
(pengkondisian siswa).
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : setiap terminal & saklar pada rangkaian listrik otomotif
pada mobil dapat terjadi percikan bunga api karena syarat pembakaran terpenuhi.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi

2. Kegiatan Inti 290 menit

A. Menerima order 264. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan
(pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan
si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada
manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka
perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah,
kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak
bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka
usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kafir[168]. (Q.S. Al-Baqarah : 264)
[168] Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak
pula mendapat pahala di akhirat.

Siswa berhadapan dengan mesin mobil / unit


kendaraan atau engine stand
1. Melihat mobil secara umum.
2. Melakukan interview.
3. Mencatat hasil interview pada lembar kerja, focus
pada system pelumasan.
B. Menganalisis  Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan
order identifikasi dan observasi terhadap komponen
sistem pelumasan.
 Siswa melakukan analisa kerusakan pada sistem
pelumasan.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
melakukan analisis pada sistem pelumasan.
 Siswa melakukan (demonstrasi) proses analisa
dan hipotesa bagian pelumasan sesuai standar
operational procedur (SOP) pabrik.
C. Menyatakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.

D. Mengerjakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order untuk melakukan pengetesan / pemeriksaan
komponen dengan menggunakan alat bantu
yang sesuai dengan standar, dengan tetap
berpedoman pada buku sumber referensi (manual
Book)
 Siswa secara individual melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan lembar kerja hasil analisa.
 Siswa secara individual menyelesaikan pekerjaan
sesuai denga SOP.
 Dalam melaksanakan pekerjaan, tetap
mengedepankan K3 dengan prinsip 5R

E. Mengevaluasi  Guru mempersilahkan siswa secara individual


produk memeriksa seluruh hasil pekerjaan
 Siswa secara individual melakukan pengujian
hasil pekerjaan.
 Meletakkan unit mobil pada area hasil pekerjaan
 Siswa secara individual mengumpulkan semua
media dan alat bantu kerja serta SST pada
tempatnya.

F. Menyerahkan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order menyerahkan unit hasil pekerjaan kepada
pengguna (user).
 Siswa secara berkelompok berdiskusi membuat
perbandingan dan verifikasi hasil
pengetesan/pemeriksaan/pekerjaan mereka.
 Siswa antar kelompok berdiskusi untuk
menghasilkan kesimpulan yang paling tepat.
 Siswa secara berkelompok membuat kesimpulan
terhadap cara melakukan analisa dan hipotesa
sesuai dengan sumber referensi (manual Book).
 Siswa (perwakilan kelompok)
mempresentasikan hasil kesimpulannya di depan
kelas secara bergiliran mengenai materi yang
dikaji dan menampilkan desain langkah efektif
(flow chart) dalam melakukan hipotesa yang telah
kelompoknya buat (rancangan).
 Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi
yang di tampilkan.
 berkelompok untuk membuat kesimpulan
mengenai analisa dan hipotesa komponen sistem
utama engine.

3. Penutup 25 menit

1. Secara bersama-sama siswa diminta untuk menyimpulkan tentang analisa dan


hipotesa sistem pelumasan.
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) untuk setiap siswa secara individu dalam
mengerjakannya.
4. Pemberian tugas untuk melakukan observasi tentang sistem pelumasan pada
kendaraan yang lainnya.
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada siswa untuk
mempelajari materi berikutnya (menginformasikan kegiatan untuk pertemuan
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa syukur Alhamdulillah
sebagai penutup.

E. Asesmen (Penilaian Hasil Belajar)

1. Teknik : Non test dan test


2. Bentuk :
1) Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
2) Penilaian keterampilan : Praktik analisa & hipotesa,
pemeliharaan, serta perbaikan system
pelumasan

3) Penilaian Pengetahuan

 Tes tertulis
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem pelumasan mobil
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem pelumasan mobil
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem pelumasan mobil

No. Kunci Jawaban


1. Oil pan (carter), pompa oli, filter oli, oil pressure sensor, oil feed, oil jet,
PCV valve, oil (lubricant).
2. Lakukan perawatan berkala sesuai manual book
3. Lakukan perbaikan berkala sesuai manual book

Kriteria penskoran :

No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

4) Penilaian Keterampilan

 Produk dan Jasa

Instrumen : Lakukan analisa dan hipotesa,


perawatan bahkanperbaikan pada
system pelumasan.

1
 Kriteria penilaian produk dan jasa
Aspek yang dinilai Skor

Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Keterangan :

Keterangan Aspek Yang Dinilai


Nama
kelompok Pelaksanaan Ketepatan Ketepatan
Prosedur
(etos kerja) Sasaran waktu
Kurang
1 Kurang rapi Kurang tepat Kurang tepat
sistematis
Cukup
2 Cukup rapi Cukup tepat Cukup tepat
sistematis
3 Rapi Sistematis Tepat Tepat
Sangat
4 Sangat rapi Sangat tepat Sangat tepat
sistematis

𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐒𝐊𝐃 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎

Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per mapel
- TS = Taraf serap
(Mater Ajar:Buku Guru,Efriyanto, Disdik Prov Aceh, PMKR utk SMK kls XI, sem-III hal. 24-
50)

2
MATERI PEMBELAJARAN
SISTEM PELUMASAN

A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu
melakukan telaah system pelumasan dan melakukan pemeriksaan pompa oli
sesuai dengan spesifikasi.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Setelah mempelajari materi ini, Insya Allah peserta didik mampu:
1. Menelaah secara umum system pelumasan sesuai kebutuhan mesin
2. Mengganti saringan oli dan oli

C. Uraian Materi

2. I. Fungsi Sistem Pelumasan (Lubricating)


1.1.1. Mengurangi gesekan
Gesekan adalah Tenaga yang menghambat yang terjadi diantara permukaan
dua benda yang bergerak dan relatif keduanya saling menahan gerakan.
Pelumas adalah benda yang sesuai untuk mengurangi gesekan yang dapat
menimbulkan keausan pada permukaan kedua benda tersebut. Perlumasan
adalah proses yang menghambat/mengurangi terjadinya gesekan.

3
Gambar 2.1.1. Gesekan pada dua permukaan
Sumber : vedc-malang-modul

Permukaan logam tidak rata (mulus) jika dilihat dengan pembesaran ratusan kali
dan terdapat banyak asperities penyebab gesekan.
Dampak yang timbul akibat gesekan, antara lain:
- Keausan (wear)
- Panas (heat)
- Suara bising (noise)

Gambar 2.1.2. Siklus Tribologi


Sumber : vedc-malang-modul

Tribologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gesekan – keausan – pelumas,


dengan tujuan mengembangkan performa pelumas yang diperlukan untuk
meminimalisir dampak keausan akibat terjadinya gesekan.
Panas yang timbul akibat gesekan akan terbawa sebagian oleh sirkulasi pelumas
di dalam mesin, sehingga dampak kerusakan akibat overheating akan terhindari.
Akibat terlapisinya permukaan dan juga berfungsi sebagai bantalan antara
logam, maka dampak suara bising logam-logam bergesekan akan berkurang.
Seperti saat kita yang sedang menyerut es seperti tukang es, terdengar suara
gesekan yang cukup mengganggu. Bayangkan jika yang bergesekan adalah 2
buah besi.

4
1.1.2. Menjaga Kebersihan

Jika noda di baju harus dihilangkan dengan detergen, minyak lumas


pun harus mengandung aditif detergen (detergent).
Di dalam mesin, aditif ini berfungsi untuk:
 Mengendalikan pembentukan deposit yang disebabkan oleh Thermo-oxidative
degradation.
 Mencegah terjadinya penggumpalan kontaminan.
 Mencegah penguapan oli pada permukaan logam panas.

Selain aditif detergen, minyak lumas juga mengandung aditif dispersant


yang berfungsi untuk:
 Mencegah terjadinya low-temperature thickening dengan cara disperse
(mencegah terjadinya pengendapan) komponen insoluble (seperti sludge),
dan mencegah penggumpalan dan penguapan pada permukaan logam yang
tidak bergerak.
 Bersinergi dengan detergen dalam mengendalikan deposit suhu tinggi.
 Aktif dalam mengendalikan pembentukan soot di dalam mesin diesel sehingga
mengendalikan pengaruh negatif pada peningkatan viskositas (pengentalan,
jelly).
Apabila tidak ada aditif deterjen dan dispersant di dalam minyak lumas,
kontaminan atau kotoran yang terlarut di minyak lumas jika tidak diproteksi akan
mengakibatkan perubahan komposisi atau ikatan senyawa minyak lumas dan
akan menurunkan kualitas atau performa minyak lumas.

Gambar 2.1.3. Kontaminan yang masuk ke dalam pelumas


Sumber : vedc-malang-modul
5
1.1.3. Mendinginkan
Panas pada permukaan logam akibat proses pembakaran dan gesekan
akan terbawa sebagian oleh aliran sirkulasi minyak lumas sehingga mesin tidak
overheating.
Bagian mesin yang terserap panasnya antara lain: bearing, torak, valve, dan cam
shaft.

Gambar 2.1.4. Contoh interval suhu operasional mesin


Sumber : vedc-malang-modul

1.1.4. Merapatkan antar komponen


Untuk menyumbat dengan baik rongga-rongga yang terdapat
pada dua komponen yang bergerak, misalnya pada cincin-cincin torak dengan
dinding silinder, sehingga tekanan kompresi relative terjaga seperti yang terlihat
pada gambar di bawah in

Gambar 2.1.5. Oli sebagai perapat antara dua metal yang bergerak
Sumber : [Link]

6
1.1.5. Degradasi minyak lumas/penurunan kualitas minyak lumas
Pada pemakaiannya kualitas minyak pelumas dapat berubah turun,
adapun faktor penyebabnya, antara lain adalah :
1. Kondisi ekstrem
• Overheating – panas berlebih (produk oksidasi, penurunan kualitas, dan
lainnya)
• Overload – beban berlebih (merusak struktur kimia)
2. Kontaminan
• Eksternal (debu, uap air, udara fuel, dll)
• Internal (metal keausan, dll)

Akibat Degradasi akan menimbulkan


• Minyak lumas menjadi lebih kental atau lebih encer
• Minyak lumas menjadi lebih hitam atau lebih pekat
• Nilai TBN (Total Base Number – Angka Basa Total) menurun
• Kondisi operasi mobil menjadi abnormal

Gambar 2.1.6. Oli dengan kwalitas yang menurun


Sumber : vedc-malang-modul

2.1.6. Komposisi minyak pelumas mesin otomotif


Secara umum, minyak pelumas mesin kendaraan (otomotif), terdiri dari :
 Minyak pelumas yang diproses dari minyak mentah (Base oil)
 Bahan tambahan yang meningkatkan kemampuan minyak pelumas
(Additive).

7
2.1.7. Bahan-bahan tambahan (Additive)

Gambar 2.1.7. Ilustrasi oli murni yang butuh additive


Sumber : vedc-malang-modul

Pada uraian sebelumnya bahan tambah (Additive) diberikan dalam rangkah


fungsinya sebagai pembersih, Namun juga minyak pelumas murni tidak dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan mesin. Oleh karena itu ditambah zat-zat yang
memperbaiki prestasinya antara lain:
• Anti karat : Untuk melindungi mesin dari korosi
• Detergen : Untuk melepas kerak-kerak sisa pembakaran
• Anti Oksidasi (Pelindung hangus) : Untuk memperpanjang umur oli
• Penahan tekanan tinggi : Untuk mencegah lapisan oli menjadi pecah akibat
tekanan tinggi
• Pengental : Untuk menahan oli menjadi encer akibat suhu tinggi

2.1.8. Jenis pelumas berdasarkan bentuk

a. Pelumas cair

Pelumas jenis ini disebut juga sebagai minyak lumas yang paling
banyak digunakan pada beberapa sektor, antara lain:
• Minyak lumas otomotif: untuk mesin bensin dan diesel, roda gigi,
transmisi dan power steering.
• Minyak lumas marine: Cylinder oil, Trunk torak oil, System oil.
• Minyak lumas industri: Turbine oil, Hydraulic oil, Compressor oil,
Refrigerator oil, Industrial gear oil, Machine tools oil.
8
• Minyak lumas pabrikasi/Metal Working: Cutting oil, Rust prevention oil,
Heat treatment oil, Electricdischarge process oil.
• Regular-grade lubricating oils: Electric insulation, Process oil, Machine
oil, Flushing oil.

b. Pelumas semi-padat
Pelumas semi-padat, biasa disebut gemuk atau grease merupakan campuran
zat pengental dan pelumas. Zat pengental yang biasa digunakan antara lain
sabun logam, lempung, silicon, black-carbon, PTPE (polytetrafluoroethyle).
PTPE ini digunakan apabila sistem pelumasan cair tidak mungkin
diterapkan.

c. Pelumas padat
Grafit, molybdenum disulfide digunakan apabila minyak lumas cair tidak
dapat memenuhi syarat seperti temperature sangat tinggi/sangat rendah,
kondisi vakum yang tinggi, apabila nuklir, pembebanan ekstrim, lingkungan
yang reaktif.

2.1.9. Klasifikasi minyak pelumas

a) Standar untuk kekentalan (viscositas)


Standar kekentalan (viscositas) menggunakan Society of Automotive
Engineering (SAE), dimana pada standar SAE ini meskipun banyak persyaratan
yang dibutuhkan, minyak pelumas dengan kekentalan yang tinggi dapat
menghasilkan oil film yang tebal di atas permukaan logam sehingga memiliki
kemampuan untuk memikul beban
yang relative besar, namum pada sisi lain minyak pelumas yang terlalu tinggi
viscositasnya akan mengakibatkan semakin besarnya gesekan internal pada
minyak pelumas sehingga meningkatkan hambatan-hambatan yang pada
akhirnya akan mengurangi tenaga mesin.
Untuk menyatakan kekentalannya, minyak pelumas biasanya di berikan
angka, contah SAE 20, SAE 30, SAE 40, semakin besar angkanya berarti minyak
9
pelumas semakin tinggi viscositasnya (makin kental). Di bawah ini adalah tabel
yang sesuai dengan besarnya indeks angka dan keterangan penggunaannya.

Angka
Keterangan
Viskositas
SAE 10
Encer sekali, digunakan untuk sistem hidrolis
SAE 20

SAE 30
Umumnya digunakan untuk kendaraan
SAE 40

SAE 50 Digunakan pada mesin yang bekerja pada


temperatur tinggi
Tabel 2.2.1. Standar Viscositas
Sumber : vedc-malang-modul

Namun ada juga yang menggunakan dua batas indeks angka, minyak
pelumas jenis ini disebut dengan multigrade.
Minyak pelumas ini muncul untuk mengatasi perubahan viscositasnya
akibat kenaikan temperature pada pemakaiannya, yaitu semakin panas viscositas
minyak akan makin encer, maka untuk mengatasi hal ini minyak pelumas diberi
zat tambah untuk mempertahankan viscositasnya.
Contoh SAE 30W-50 artinya huruf singkatan dari Winter (dingin) jika pada
suhu dingin, indeks angka kekentalan minyak pelumas 30 (encer) tetapi jika
suhunya makin panas indeks angka kekentalan minyak pelumas 50. Sehingga
dapat dilustrasikan seperti gambar dibawah ini :

Tabel 2.2.2. Viscositas oli dibandingkan dengan temperature


Sumber : vedc-malang-modul

1
0
Dengan kata lain minyak pelumas multigrade mempunyai rentang kerja dengan
temperature yang lebih panjang jika dibangdingkan dengan minyak pelumas
single grade.

Tabel 2.2.3. Viscositas oli dibandingkan dengan temperature


Sumber : vedc-malang-modul

b) Standar untuk mutu (kwalitas)


Standar mutu (kualitas) minyak pelumas menggunakan API (American
Petroleum Institute) dimana kualitasnya dan pemakaiannya tidak ditulis dalam
indeks angka tetapi dalam bentuk huruf, yaitu
Huruf S (digunakan untuk mesin berbahan bakar bensin)
Huruf C (digunakan untuk mesin diesel), kemudian huruf kedua
menyatakan tingkatan kualitasnya.
Contoh:

Mesin bensin : API SD…API SJ makin kekanan kualiasnya makin bagus


Mesin Diesel :API CD…API CF makin kekanan kualiasnya makin bagus
Disamping itu indeks API juga bisa digunakan sebagai petunjuk penggunaannya
seperti tabel di bawah ini :

1
1
Indeks Keterangan
SA........
Tugas ringan, untuk mesin daya rendah
SD
SE.......
Tugas biasa, untuk kebanyakan kendaraan
SF
SG........
Tugas berat, untuk mesin daya tinggi
SJ

Tabel 2.2.4. Penggunaan oli untuk mesin bensin


Sumber : vedc-malang-modul

Indeks Keterangan
CA........
Tugas ringan, untuk mesin daya rendah
CB
CC.......
Tugas biasa, untuk kebanyakan kendaraan
CD
CE.......
C Tugas berat, untuk mesin “ Turbo “
F Berdasarkan hasil penelitian dari pabrik,
maka
Tabel 2.2.4. tiap beberapa
Penggunaan tahundiesel
oli untuk mesin sekali akan
Sumber : vedc-malang-modul
muncul oli baru yang lebih baik mutunya, dan
Catatan :
huruf ke dua juga akan meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian dari pabrik, maka tiap beberapa tahun sekali akan
ugas berat, untuk mesin “ Turbo “
muncul oli baru yang lebih baik mutunya, dan huruf ke dua juga akan meningkat.
c) Viskositas Index
Viskositas index adalah suatu ukuran perubahan viskositas dari minyak terhadap
suhu dibandingkan dengan dua macam minyak referensi yang mempunyai
viskositas yang sama pada suhu tertentu.
d) Pour Point
Pour point atau suhu tuang , atau titik tuang ialah suhu terendah dimana minyak
dapat mengali
e) Flash Point
Flash point atau titik nyala adalah suhu dimana minyak harus dipanaskan
1
2
didalam alat percobaan, sehingga timbul uap yang dapat menyala sebentar bila
suatu nyala api kecil didekatkan pada uap tadi. Titik nyala minyak pelumas yang
digunakan pada motor berkisar antara 175º C sampai 260º C tergantung pada
penggunaan motor dan jenis minyak pelumasnya
f) Carbon Residu
Carbon residu ialah berat sisa dari minyak pelumas yang telah terbaka
g) Acidity atau Neutralization Number
Acidity atau keasaman dinyatakan sebagai jumlah dalam milligram dari
potassium hydroxide, yang diperlukan untuk menetralkan suatu gram minyak
h) Warna
Warna minyak pelumas berguna hanya untuk tujuan identifikasai, dan bukan
menunjukan kualitas suatu minyak
2.1.10. Pergantian Oli
Dalam waktu pemakaian tertentu, mutu oli akan berkurang, keadaan ini
disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
a) Oksidasi
Di timbulkan karena reaksi oksigen dengan hidrogen yang tergantung dalam
minyak pelumas timbul lumpur / endapan.
b) Kelemahan bahan tambahan
Bahan tambahan tidak menambah daya pelumasan secara permanen, tapi
hanya memberi bahan tambahan dalam kurun waktu pemakaian tertentu
c) Kotoran
Kotoran-kotoran berupa abu karbon, bercampur dengan minyak pelumas timbul
gumpalan karbon.
2.1.11. Interval Penggantian Oli Mesin
Mesin bensin : 5.000 – 10.000 km (tergantung oli mesin yang digunakan) Mesin
Diesel : 3.000 – 6.000 km (tergantung oli mesin yang digunakan).
Note : Tiap jenis oli mesin yang diproduksi dari pabrik yang berlainan, masa
pemakaian oli mesin juga akan berbeda.

2.1.12. Pemakaian oli


Dinding silinder, cincin torak dan pengantar katup juga perlu dilumasi.
1
3
Akibatnya, sebagian kecil oli dapat masuk ruang bakar dan ikut terbakar.
Kehilangan oli : 0,1 – 1 liter / 1000 km
Kehilangan oli : 0,2 – 2 liter / 1000 km

Ada beberapa hal penyebab pemakaian oli mesin yang boros antara lain :
a. Kelebihan oli dalam panci
Terjadi cipratan oleh poros engkol, penghisapan melalui ventilasi karter.
b. Kebocoran keluar mesin
Misal pada paking kepala silinder, seal poros engkol, sakelar lampu isyarat
dsb.
c. Kebocoran menuju ruang bakar (oli ikut terbakar)

Pada penhantar katup Pada cincin torak

Gambar 2.1.8. Kebocoran oli ke ruang bakar


Sumber : vedc-malang-modul

2.1.13. Macam- macam sistem pelumasan


System pelumasan pada mesin antara lain :

System pelumasan untuk mesin 2 langkah


Pada sistem pelumasan mesin 2 langkah komponen mesin yang dilumasi terdiri
dari dua kelompok besar, yaitu :
• Pelumasan untuk sistem transmisi dan kopling
• Pelumasan untuk poros engkol dan dinding silinder, yang terbagi menjadi
beberapa macam yaitu:
 Sistem pelumasan campur langsung
Sistem pelumasan jenis ini biasanya digunakan pada mesin lama yaitu
minyak pelumas langsung dicampurkan ke dalam tangki bahan bakar (bensin)
1
4
Gambar 2.1.9. Pelumasan di campur langsung dalam tangki
Sumber : [Link]

Prinsip kerja :
Oli poros engkol bercampur langsung dengan bahan bakar pada tangki, oli dan
bahan bakar ikut aliran gas ke ruang engkol dan silinder dan melumasi bagian
– bagian mesin sebelum campuran tersebut terbakar menuju ruang bakar dan
mengalami proses didalam ruang bakar.

Sifat – sifat :
 Sistem pelumasan yang paling sederhana
 Pemakaian oli boros, timbul polusi karena oli ikut terbakar
 Dipergunakan pada mesin 2 Tak kecil
 Menggunakan oli khusus 2 Tak yang bersifat mencampur baik dengan bensin.
Perbandingan campuran,
• Prosentase oli 2 – 4% dari bensin per liter ( lihat spesifikasi )

 Sistem pelumasan terpisah


Sistem pelumasan mesin 2 tak jenis ini, minyak pelumas di tempatkan pada
tangki khusus (terpisah dengan tangki bensin) dan menggunakan pompa
minyak pada saat mencampur.
Sistem pelumasan terpisah secara umum dibagi menjadi dua
macam, yaitu :

1
5
 Sistem pelumasan Autolube

Gambar 2.1.10. Pelumasan autolube


Sumber : [Link]

Prinsip kerja :
Oli dipompakan dari tangki oli oleh sebuah pompa oli menuju saluran masuk
(intake manifold).
 Sistem pelumasan CCI (Crank Case Injection)

Gambar 2.1.11. Pelumasan CCI


Sumber : [Link]

Prinsip kerja :
Cara kerja seperti autolube tetapi dengan saluran oli tambahan ke banatalan
poros engkol ( bercabang).
Sistem pelumasan ini dikembangkan untuk mengatasi kelemahan dari sistem
pelumasan campur langsung, karena Besar aliran oli tergantung pada putaran
mesin dan posisi katup gas.
1
6
Sifat-sifat sistem pelumasan terpisah
• Makin cepat putaran, semakin banyak pemompaan
• Makin terbuka katup gas, semakin panjang langkah pemompaan yang
diperoleh antara posisi pembatas dan pengatur posisi gas.

Keuntungan
• Pelumasan sesuai untuk setiap tingkat perubahan tingkat kecepatan mesin
• Pemakaian oli lebih ekonomis daripada pelumasan campur langsung.
• Perbandingan campuran oli dan mesin dapat diatur dengan menyetel
pengatur posisi gas

Kerugian
• Gangguan lebih banyak jika dibanding dengan pelumasan campuran pada
tangki.
• Penyetelan yang mengakibatkan kerusakan pada mesin.
• Jumlah oli dalam tangki oli harus selalu dikontrol sebab jika oli habis mesin
masih dapat hidup, tapi mesin menjadi rusak karena panas dan gesekan
akibat kekurangan oli.

2.1.14. Kandungan yang dibutuhkan dalam oli mesin 2 Tak (langkah)


Sistem pelumasan mesin 2 langkah oil dimasukkan ke dalam pompa oli
dan terbakar dalam proses, oli harus memiliki kandungan sebagai berikut :

a) Tidak menghasilkan karbon bila oli terbakar, karena oli dibakar, akan
menyisakan karbon setelah pembakaran melekat pada torak, cylinder head,
alur ring torak dan komponen lainnya, dan menimbulkan masalah pada mesin.

b) Ketahanan film oli, Torak, bersinggungan dengan dinding silinder pada


putaran tinggi dan menerima pukulan kuat disetiap terjadi pembakaran
disamping tekanan dan temperatur seputar 2000 °C. Oli harus mampu
menahan bahkan tidak menguap dalam kondisi seperti ini lapisan film tidak
hilang.
1
7
c) Tidak menimbulkan polusi, karena Oli mengandung bahan tambahan
untuk meningkatkan unjuk kerja. Bahan tambahan tersebut harus tidak
menimbulkan polusi pada saat terbakar karena gas buang akan terisap oleh
lingkungan.
d) Kekentalan tidak berubah drastis karena temperature, pompa
oli rnengatur jumlah suplai oli mesin berdasarkan kondisi pengendaraan.
Sepeda mesin dipergunakan baik di daerah dingin maupun panas jadi bila
jumlah suplai oli tidak diukur dan disesuaikan dengan kondisi temperatur
udara maka akan terjadi suplai oli menjadi berlebihan atau kekurangan
yang akan menjadikan masalah terhadap mesin. ON harus memiliki induk
kekentalan tinggi sehingga perubahan kekentalan akan sangat kecil dalam
merespon temperature.

2.1.15. Pelumasan pada Transmisi dan kopling

Seperti penjelasan sebelumnya pelumasan pada mesin 2 langkah,


oli yang dipergunakan untuk pelumasan, transmisi dan kopling berbeda
dengan oli untuk pelumasan silinder dan crankshaft.
Pelumasan gigi transmisi dilakukan dengan dua cara: mengaduk oli saat
gigi-gigi berputar sehingga oli akan mencapai pada bagian -bagian yang
memerlukan pelumasan seperti gigi transmisi, bearing, kopling dan
komponen lainnya, atau dengan cara menggunakan pompa oli untuk
menciptakan tekanan sehingga oli mencapai bagian -bagian yang
memerlukan pelumasan.
Dalam gambar menunjukkan saluran pelumasan dalam sistem pelumasan
menggunakan pompa oli. Oli transmisi sebagaimana ,jenis oli lain, harus
memiliki kemampuan menghambat keausan dan menyerapan panas untuk
meningkatkan fungsi kopling.
Di daerah beriklim dingin saat mesin dihidupkan pengemudi menggunakan
gigi rendah saat kendaraan mulai bergerak maju, kadang-kadang mesin
mati, hal tersebut terjadi akibat oli yang melumasi transmisi bukan tipe
yang sesuai.
1
8
2.1.16. System pelumasan untuk mesin 4 langkah
Berbeda dengan pelumasan mesin 2 langkah, pada sistem pelumasan
mesin 4 langkah seluruh bagian-bagian dilumasi dengan satu jenis minyak
pelumas.
Sifat-sifat yang menonjol.
• Pelumasan teratur dan merata
• Digunakan pada mesin 4T dan diesel 2T
• Oli perlu diganti pada kurun waktu tertentu
Misal: Mesin otto setiap 4.000 Km - Mesin Diesel setiap 3.000 Km
Pada jenis ini tempat oli (bak oli / carter) menjadi satu dengan mesin jenis ini
digunakan pada semua mesin 4 Tak. Karena konstruksi lebih praktis dan
pelumasan pada semua bagian mesin lebih merata (mesin).

Prinsip kerja :
Oli yang berada di bak oli (carter) dihisap oli pompa melalui saringan oli (dua
kali penyaringan, kasar dan halus), yang selanjutnya oli akan ditekan dan
disalurkan ke bagian – bagian mesin yang membutuhkan pelumasan, antara lain :
• Poros engkol dan kelengkapannya
• Mekanisme katup dan kelengkapannya
• Dinding silinder pada blok silinder, torak dan pena torak.

2.1.17. Macam-macam pelumasan mesin 4 tak

a) Pelumasan sistem percikkan


Metode ini minyak pelumas disimpan di dasar crankcase, kemudian diciduk
dengan adukan oli yang ditempatkan pada ujung batang besar batang
torak. Oli akan jatuh pada bagian-bagian yang mcmbutuhkan pelumasan.
Sistem ini adalah yang paling sederhana, tapi karena oli disiramkan tanpa
menggunakan tekanan untuk menekan oil sampai bagian-bagian terkecil maka
sistem ini hanya digunakan pada mesin stasioner dengan kapasitas yang kecil
(contohnya mesin kukur kelapa).

1
9
b) Sistem pelumasan bertekanan.
Sistem ini memerlukan tekanan oli, jadi membutuhkan pompa oli untuk
mensuplai oli ke bagian yang mernerlukan pelumasan. Pada umumnya secara
mekanis terbagi dua jenis, mekanisme pelumasan Dry sump dan W et sump.
 Jenis dry sump (bak oli terpisah / system kering)
Pada sistem ini. tangki oil terpisah (oli dialirkan ke bagian - bagian mesin
melaiui pipa dengan bantuan pompa oli. Pada sistem Dry Sump bisa
menggunakan satu atau dua pompa Oil (khusus untuk melalukan
penyuplaian atau pengambilan oli)

Gambar 2.1.12. Pelumasan jenis dry sump


Sumber : [Link]

 Jenis wet sump (Carter menyatu dengan mesin /Basah)


Dalam sistem ini tangki oli tidak dipisahkan sedangkan oli ditempatkan
bagian bawah ruangan dalam mesin. Pompa oli memungkinkan memompa oli
ke berbagai bagian mesin.
Pelumasan dilakukan dengan satu dari dua cara: Ujung terbesar batang
torak dilumasi lebih dulu kemudian oli disalurkan untuk melumasi
dinding silinder bagian dalam dan ujung terkecil batang torak. Di
bagian lain (seperti terlihat pada gambar) jet diperg unakan untuk
menyalurkan oli untuk meningkatkan pelumasan.

2
0
Gambar 2.1.13. Pelumasan jenis wet sump
Sumber : [Link]

2.1.18. Komponen Utama sistem pelumasan 4 tak (langkah)

a) Pompa oli (Oil pump)

Suatu komponen yang berfungsi untuk menarik oli yang berada di carter dan
memompa oli tersebut ke seluruh bagian mesin mobil. Pada umumnya ada dua
jenis pompa oli, Pompa oli jenis roda gigi dan trochoid.

Gambar 2.1.14. A Pelumasan jenis wet sump


Sumber : [Link]

Gambar 2.1.14.B Pelumasan jenis wet sump


Sumber : [Link]

b) Saklar oli tekanan / peringatan (Oil pressure switch)


2
1
Suatu komponen yang berfungsi sebagai switch yang mengaktifkan lampu
peringatan bila tekanan oli tidak tercukupi pada saat mesin mobil dinyalakan

Gambar 2.1.15. Saklar oli (switch oil)


Sumber : [Link]

c) Katup pengaman (relief valve)


Komponen ini bekerja untuk membebaskan tekanan pada saat Oil Pump
mempunyai tekanan yang berlebihan.

Gambar 2.1.15. Katup pengaman (relief valvel)


Sumber : [Link]

d) Saringan oli kasar (oil strainer)


Komponen yang berupa saringan oli dan terpasang di saluran masuk oli untuk
memisahkan partikel yang besar dari oli.

2
2
Gambar 2.1.16. Saringan oli kasar (oil striner)
Sumber : [Link]

e) Saringan oli halus (oil filter)


Komponen ini berfungsi sebagai penyaring kotoran yang tidak diinginkan dari oli
mesin yang secara bertahap akan terkontaminasi dengan kotoran besi dan
lainnya.

Gambar 2.1.16. Saringan oli halus (oil filterl)


Sumber : [Link]

2.1.19. Pemeriksaan system pelumasan mesin 4 tak

a) Pompa oli (Oil pump)

Pompa oli harus diperiksa untuk meyakinkan apakah pompa berfungsi


dengan sempurna, bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :
• Pompa oli secara pasti (memompa) mengeluarkan oli pada saluran tekan.
• Jumlah oli yang dipompakan

b) Memeriksa jumlah oli (oil volume) dalam mesin


1. Tempatkan kendaraan ditempat yang rata
2. Apabila kendaraan habis perjalanan/ panas, tunggu 30 menit
3. Apabila kendaraan dalam kondisi dingin hidupkan 1- 2 menit dalam
putaran stasioner, kemudian matikan, tunggu selama 5-10 menit.
4. Tarik batang pengukur minyak dan bersihkan dengan kain lap, kemudian
masukkan kembali dengan tepat.
5. Tarik kembali batang pengukur kemudian perhatikan :
2
3
6. Periksa volume minyak ,harus pada level F dan L pada batang pengukur
7. Periksa Viskositas (kekentalan minyak) dengan jari tangan
8. Periksa perubahan warna oli mesin

c) Pergantian oli dan saringan oli


Oli mesin dan saringan oli harus diganti secara berkala. Periode penggantian
bervariasi tergantung pada kendaraannya, jadi pastikan penggantian oli dan
saringan oli dilakukan pada periode yang tepat sesuai dengan standar.

d) Perubahan warna oli mesin


• Warna merah berarti minyak tercampur bensin
• Warna kelabu berarti bercampur serbuk bantalan
• Warna susu berarti bercampur dengan air
• Warna coklat berarti bercampur dengan karbon

2
4
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan sistem
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun
sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

II. Persiapan / perencanaan


a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap
belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar
(termasuk job sheet)
b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan
dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.
d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan yang
sudah diperoleh (teaching factory) hingga mampu menghasilkan produk
sederhana yang dapat dimanfaatkan ulang (teaching aid).

III. Permulaan dari proses peserta didik


a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat
pada tahap belajar.
b. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan
Anda.

IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan fungsi minyak pelumas
b. Jelaskan perbedaan minyak pelumas single grade dan multi grade.
2
5
c. Jelaskan alas an minyak pelumas harus diganti secara periodik.
d. Jelaskan perbedaan sistem pelumasan autolube dan CCI.
e. Jelaskan secara bagan sistem pelumasan dry & wet sump lubrication.

F. Rangkuman
1. Fungsi sistem pelumasan adalah :
a. Mengurangi gesekan
b. Membersihkan
c. Mendinginka
d. Merapatkan antara ring torak dan dinding silinder.
2. Spesifikasi oli dinyatakan dengan dua standar, yaitu :
a. SAE (Society Automotive Engineering) : Standar kekentalan oli.
b. API (America Petroleum Institute) : Standar kualitas oli.
c. Oli untuk mesin berbahan bakar bensin di beri kode S sedangkan untuk
mesin berbahan bakar solar (mesin diesel) diberi kode C.
3. Sistem pelumasan mesin 2 tak terdiri dari :
• Pelumasan campur langsung
• Pelumasan Tekan (menggunakan pompa oli) yang terbagi menjadi : Jenis
Autolube dan CCI .
4. Sistem pelumasan mesin 4 tak terdiri dari
• Sistem Pelumasan kering (Dry Sump Lubrication)
• Sistem Pelumasan Basah (Wet Sump Lubrication)
5. Jenis pompa oli mesin 4 tak adalah :
• Pompa Trochoid
• Pompa roda gigi luar
• Pompa roda gigi dalam
6. Komponen mesin yang mendapat pelumasan
• Transmisi
• Poros engkol
• Dinding silinder
• Mekanisme katup
2
6
G. Umpan Balik dan tindak lanjut
Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus
mampu menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel dibawah
ini :

No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan fungsi sistem pelumasan
2 Saya dapat menjelaskan komponen sistem pelumasan
3 Saya dapat menjelaskan fungsi komponen sistem pelumasan
4 Saya dapat menjelaskan jenis sistem pelumasan
5 Saya dapat menjelaskan jenis sistem pelumasan mesin 2 tak
6 Saya dapat menjelaskan jenis sistem pelumasan mesin 4 tak
7 Saya dapat menjelaskan cara kerja pelumasan autolube
8 Saya dapat menjelaskan cara kerja pelumasan CCI
9 Saya dapat menjelaskan cara kerja pelumasan Dry sump
10 Saya dapat menjelaskan cara kerja pelumasan Wet sump
Lubrication
lubrication
Jika semua pernyataan diatas dijawab dengan ya berarti peserta bisa
melanjutkan mempelajari materi berikutnya.

H. Kunci Jawaban
a. Fungsi minyak pelumas adalah
1. Mengurangi gesekan
2. Mendinginkan
3. Membersihkan
4. Merapatkan
b. Minyak pelumas multi grade mempunyai rentang kerja temperature
yang lebih panjang disbanding dengan minyak pelumas single grade, misalnya
minyak pleumas single grade SAE 20W mempunyai rentang kerja temperature -

10o C sampai 20 o C sedangkan minyak pelumas multigrade SAE 20W-50

mempunyai rentang kerja temperature -10 o C sampai lebih dari 40 o C.

2
7
c. Perlu diganti secara periodic karena
1. Adanya oksidasi, sehingga menimbulkan lumpur endapan
2. Perubahan kualitas akibat panas
3. Adanya kotoran/residu sehingga menimbulkan gumpalan karbon

d. Pelumasan jenis
1. Autolube : minyak pelumas di injeksikan ke dalam intake manifold
2. CCI : minyak pelumas di injeksikan ke dalam intake manifold dan crank
case

e. Bagan sistem pelumasan


1. Dry sump lubrication: Tangki (di luar mesin)-------pompa oli-------
transmisi,kopling,poros engkol, dinding silinder, mekanisme katup-------
kembali ke tangki.
2. Wet sump lubrication: Ruang carter (di dalam mesin)-------pompa oli-------
transmisi,kopling,poros engkol, dinding silinder, mekanisme katup------- kembali
Ruang carter

2
8
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2023
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,

Cut Milawati, [Link] Ir. Efriyanto, ST


NIP. 19760706 200504 2 005 NIP. 19731215 200504 1001

Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh

Yasni Marjaya, [Link]


NIP. 19640209 198903 1 005

2
9
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem Pendinginan
Alokasi Waktu : 16 x 45 Menit ( Dua kali pertemuan)
b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila  Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
 Berkebhinnekaan global
 Mandiri
 Bergotong royong
 Bernalar Kritis
 Kreatif
d. Sarana dan Prasarana  Digital
 Video Pembelajaran dari Internet
 Buku digital (e-book)
 PDF
 Non Digital
 Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
 Majalah
 Buku ajar yang relevan
 Perangkat Keras
 Car trainer
 Engine Stand Trainer
 Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
 Perangkat Lunak
 Aplikasi Scan Tool
 Zoom, Google class room, you tube
 Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan

f. Model Pembelajaran Teaching Factory

3
0
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :
1. Menelaah sistem pendinginan dengan benar, Setelah berdiskusi dan
menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem pendinginan
dengan penuh percaya diri, Setelah berdiskusi dan menggali
informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem pendinginan dengan
benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik, dengan tersedianya
peralatan perawatan berkala dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem pendinginan
berdasarkan tugas dengan percaya diri, dengan tersedianya engine
stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem pendinginan dengan
benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik, dengan tersedianya
engine stand Toyota 4K dan atau car trainer.

B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system pendinginan secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer

C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pendinginan?

D. Skenario
Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3

Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu

1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pendinginan”,
(pengkondisian siswa).

3
1
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : setiap pembakaran, gesekan pada mobil dapat terjadi
kelebihan panas (over heat), guna menghindari kelebihan panas butuh pendinginan,
agar mesin lebih dapat bekerja lebih optimal.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi

2. Kegiatan Inti 290 menit

A. Menerima order 117. perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam


kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin
yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa
tanaman kaum yang Menganiaya diri sendiri, lalu angin itu
merusaknya. Allah tidak Menganiaya mereka, akan tetapi
merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri. (Q.S. Ali-
Imran : 117)

Siswa berhadapan dengan mesin mobil / unit


kendaraan atau engine stand
1. Melihat mobil secara umum.
2. Melakukan interview.
3. Mencatat hasil interview pada lembar kerja, focus
pada system pendingnan.
B. Menganalisis  Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan
order identifikasi dan observasi terhadap komponen
sistem pendinginan
 Siswa melakukan analisa kerusakan pada sistem
pendinginan.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
melakukan analisis pada sistem pendinginan.
 Siswa melakukan (demonstrasi) proses analisa
dan hipotesa bagian utama mesin sesuai standar
operational procedur (SOP) pabrik.

3
2
C. Menyatakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.

D. Mengerjakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order untuk melakukan pengetesan / pemeriksaan
komponen dengan menggunakan alat bantu
yang sesuai dengan standar, dengan tetap
berpedoman pada buku sumber referensi (manual
Book)
 Siswa secara individual melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan lembar kerja hasil analisa.
 Siswa secara individual menyelesaikan pekerjaan
sesuai denga SOP.
 Dalam melaksanakan pekerjaan, tetap
mengedepankan K3 dengan prinsip 5R

E. Mengevaluasi  Guru mempersilahkan siswa secara individual


produk memeriksa seluruh hasil pekerjaan
 Siswa secara individual melakukan pengujian
hasil pekerjaan.
 Meletakkan unit mobil pada area hasil pekerjaan
 Siswa secara individual mengumpulkan semua
media dan alat bantu kerja serta SST pada
tempatnya.

F. Menyerahkan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order menyerahkan unit hasil pekerjaan kepada
pengguna (user).
 Siswa secara berkelompok berdiskusi membuat
perbandingan dan verifikasi hasil
pengetesan/pemeriksaan/pekerjaan mereka.
 Siswa antar kelompok berdiskusi untuk
menghasilkan kesimpulan yang paling tepat.
 Siswa secara berkelompok membuat kesimpulan
3
3
terhadap cara melakukan analisa dan hipotesa
sesuai dengan sumber referensi (manual Book).
 Siswa (perwakilan kelompok)
mempresentasikan hasil kesimpulannya di depan
kelas secara bergiliran mengenai materi yang
dikaji dan menampilkan desain langkah efektif
(flow chart) dalam melakukan hipotesa yang telah
kelompoknya buat (rancangan).
 Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi
yang di tampilkan.
 berkelompok untuk membuat kesimpulan
mengenai analisa dan hipotesa komponen sistem
pendinginan.

3. Penutup 25 menit

1. Secara bersama-sama siswa diminta untuk menyimpulkan tentang analisa dan


hipotesa sistem pendinginan.
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) untuk setiap siswa secara individu dalam
mengerjakannya.
4. Pemberian tugas untuk melakukan observasi tentang sistem pendinginan pada
kendaraan yang lainnya.
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada siswa untuk
mempelajari materi berikutnya (menginformasikan kegiatan untuk pertemuan
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa syukur Alhamdulillah
sebagai penutup.

E. Asesmen (Penilaian Hasil Belajar)

1. Teknik : Non test dan test


2. Bentuk :
1) Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
2) Penilaian keterampilan : Praktik analisa & hipotesa,
pemeliharaan, serta perbaikan bagian
utama mesin.

5) Penilaian Pengetahuan

 Tes tertulis

3
4
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem pendinginan
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem pendinginan
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem pendinginan

No. Kunci Jawaban


1. Selang radiator, kipas pendingin, thermostat, pompa air, reservoir tank,
tutup radiator, radiator.
2. Lakukan perawatan berkala sesuai manual book
3. Lakukan perbaikan berkala sesuai manual book

Kriteria penskoran :

No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

6) Penilaian Keterampilan

 Produk dan Jasa

Instrumen : Lakukan analisa dan hipotesa, perawatan bahkan


perbaikan pada bagian utama mesin.

1
 Kriteria penilaian produk dan jasa

Aspek yang dinilai Skor

Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1
2
3
4
Keterangan :

Keterangan Aspek Yang Dinilai


Nama
kelompok Pelaksanaan Ketepatan Ketepatan
Prosedur
(etos kerja) sasaran waktu
Kurang
1 Kurang rapi Kurang tepat Kurang tepat
sistematis
Cukup
2 Cukup rapi Cukup tepat Cukup tepat
sistematis
3 Rapi Sistematis Tepat Tepat
Sangat
4 Sangat rapi Sangat tepat Sangat tepat
sistematis

𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃

Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per mapel
- TS = Taraf serap

2
MATERI PEMBELAJARAN
SISTEM PENDINGINAN

A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu melakukan
telaah system pendingin mesin dan mampu melakukan perawatan system pendingin
sesuai dengan spesifikasi.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Setelah mempelajari materi ini, Insya Allah peserta didik mampu:
1. Menelaah secara umum system pendinginan
2. Memeriksa kondisi sistem pendingin
3. Memeriksa kinerja tutup radiator

C. Uraian Materi
3.1 Fungsi
Untuk membatasi temperatur kerja dengan jalan mencegah terjadinya
panas yang berlebihan akibat dari terjadinya pembakaran dan pergesekan antara
komponen mesin.

3.2. Konstruksi
Proses pembakaran yang berlangsung terus menerus dalam mesin
mengakibatkan mesin dalam kondisi temperatur yang sangat tinggi. Temperatur
sangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak ekonomis, sebagian
besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak terlalu jauh dengan manusia
sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur yang sangat rendah juga
tidak terlalu menguntungkan dalam proses kerja mesin. Sistem pendinginan
3
digunakan agar temperatur mesin terjaga pada batas temperatur kerja yang ideal.

3.2.1. Jenis system pendingin


a) Pendinginan dengan udara
• Dengan udara alami.
• Dengan udara paksa (menggunakan kipas dan air jacket)
b) Pendinginan dengan cairan pendingin.
Cairan pendingin didinginkan oleh aliran udara yang melalui celah
atau kisi-kisi radiator. Selanjutnya cairan pendingin tersebut dipompa
menuju rongga-rongga sirkulasi yang terdapat disekeliling silinder
dan kepala silinder.

3.2.2. Mekanisme Kerja


a) Pendinginan dengan udara
Pada Sistem pendinginan dengan udara, sekeliling silinder dan kepala
silinder dilengkapi dengan sirip – sirip pendingin.

Gambar 3.2.1. Blok silinder dengan sirip pendingin


Sumber : [Link]

Fungsi sirip-sirip:

- Sebagai penghantar panas dari dalam mesin

- Sebagai pengarah aliran udara

- Memperbesar luas permukaan persinggungan dengan udara

4
Gambar 3.2.2 Aliran panas pada sirip silinder
Sumber : vedc-malang-modul

Sirip-sirip pada kepala silinder bisa disebut sebagai penghantar panas


dari dalam mesin. Agar pemindahan panas dari sirip ke udara
pendingin berlangsung dengan baik maka sirip-sirip harus dalam
keadaan bersih dan tidak dilapisi kotoran yang akan mengurangi
efek pendinginan. Untuk itu sebaiknya bersihkan kotoran-kotoran
yang menempel pada sirip pendingin tersebut secara berkala.
Gunakan skrap untuk melepas kotoran kotoran yang menempel
tersebut. Jika terdapat karet pada celah-celah sirip pendingin
periksa kondisinya apakah karet tersebut masih baik
digunakan,jika sudah rusak ganti dengan yang baru. Karet
tersebut berfungsi untuk meredam getaran mesin akibat sirip -sirip
pendingin tersebut.

Sistem pendinginan udara ada dua macam yaitu :


 Sistem pendinginan udara alamiah
Sistem pendinginan udara alamiah adalah Mer upak an sist em pen di
ng inan deng an meng g unak an a liran udara yang berembus
melewat i mesin sewaktu sepeda mot or berjalan dengan laju.

5
Gambar 3.2.3 Aliran udara pada mesin
Sumber : [Link]

Sistem pendinginan udara alamiah mempunyai kelebihan dan


kekurangan.
Kelebihan dari sistem pendinginan alamiah adalah :
 Mesinnya ringan
 Harganya murah
 Komponennya sederhana

Sedangkan kekurangannya sistem pendinginan alamiah adalah:


• Proses pendinginannya kurang merata
• Suara mesin keras, karena getaran dari sirip-sirip pendingin
mesin, untuk itulah dipakai karet peredam pada sirip, agar
getarannya tidak keras.

Adapun temperature kerja dari mesin sistem pendinginan alamiah


cenderung tinggi, kurang lebih 100 – 130 ° celcius.
Sistem pendinginan ini banyak digunakan oleh sepeda motor, mengingat
konstruksinya mesin harus berada di luar langsung bersinggungan
dengan udara luar.

 Sistem pendinginan udara dengan ventilasi atau paksa


Cara kerja sistem pendinginan paksa adalah, pada saat mesin hidup
maka kipas yang digerakkan oleh poros engkol berputar dan

6
menghisap selanjutnya menekan udara menuju sudu-sudu
penghantar menuju sirip-sirip kepala silinder dan blok silinder.

Gambar 3.2.4. Sistem pendingin udara paksa


Sumber : [Link]

Kelebihan dari sistem pendingin udara paksa adalah :


 Pendinginannya lebih merata dibanding pendinginan udara
alamiaHarganya murah
 Baik untuk mesin-mesin stasioner, karena sederhana tidak
membutuhkan perawatan yang rumit.

Sistem pendinginan udara paksa ini, biasanya dipakai pada sepeda


motor atau mobil yang mesinnya tertutup atau tidak langsung
bersinggungan dengan udara luar langsung mengingat konstruksi sistem
pendinginan memungkinkan dan dirancang khusus untuk pendinginan
udara yang letak mesinnya tertutup.

b) Pendinginan dengan cairan pendingin


Sebuah sistem pendinginan mesin dengan mensirkulasikan cairan
pendingin (coolant) ke dalam mesin. Coolant menyerap panas sewaktu ia
mengalir pada bagian dalam mesin, kemudian didinginkan oleh udara
sewaktu ia mengalir melalui radiator.

7
Gambar 3.2.5. Sistem pendingin dengan cairan pendingin
Sumber : [Link]

Pada sistem ini, panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar
dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air
pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Oleh karena
itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel
air (water jacket). Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket
selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin
tersebut. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air,
maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Hal tersebut dapat
dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih
dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari
mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. Sirkulasi air tersebut ada
dua macam yaitu sirkulasi alam (thermo siphon) dan sirkulasi dengan
tekanan.

Kelebihan dari sistem pendingin dengan cairan pendingin adalah :


 Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan
distorsi kecil.

8
 Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil.
 Mantel cairan dan cairan dapat meredam getaran.
 Kemungkinan overheating kecil, walaupun dalam kerja yang berat.
 Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.

Kerugian pada system pendingin dengan cairan pendingin adalah :


 Bobot mesin lebih berat (karena adanya air, radiator, dsb).
 Waktu pemanasan lebih lama.
 Pada temperatur rendah diperlukan anti pembekuan (antifreeze).
 Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan
k ele bi h an p an as .( overheating)

Komponen-komponen sistem pendinginan dengan cairan


pendingin:
1) Coolant: Cairan yang mendinginkan mesin. Sebuah larutan campuran
yang dinamai LLC (Long Life Coolant).
2) Kantong air (water jacket): tempat peredaran air di dalam mesin.
3) Pipa/slang besar/slang kecil air: saluran lintasan untuk coolant
4) Tangki penyimpanan: Menyimpan coolant untuk sementara setelah ia
memuai akibat panas mesin.
5) Radiator: Menurunkan suhu coolant.
6) Radiator cap: Mempertahankan tekanan agar konstan pada lintasan
pendinginan.
7) Cooling fan: Meningkatkan efek pendinginan dari radiator.
8) Pompa air: Memompa coolant.

9) Thermostat: Mempertahankan suhu mesin pada tingkat yang


ditentukan.
10) Fan switch: Mendeteksi suhu coolant dan menghidupkan/ mematikan
cooling fan.

9
3.2.3. Fungsi Coolant dan Komponen Pendingin
a) Cairan pendingin (Coolant)
Campuran dari cairan radiator dan air suling. Berfungsi :
• Mendinginkan mesin
• Menaikkan titik mendidih
• Menurunkan titik beku
• Mencegah karat pada bagian dalam mesin.

Gambar 3.2.6. Coolant


Sumber :AHTC modul

b) Pipa (selang) cairan pendingin (water pipes/hoses/tubes)


Pipa air/slang air/slang kecil air berfungsi sebagai hubungan antara
mesin dan sistem pendinginan. Slang kecil air (water tubes) dibuat dari
karet sintetis yang tahan suhu tinggi. Slang besar air (water hoses) dibuat
dari karet sintetis yang tahan suhu tinggi dan tekanan tinggi.

Gambar 3.2.7. Selang


Sumber :AHTC modul

c) Tangki penyimpanan (reservoir tank)


Cairan pendinginan memuai sewaktu dipanaskan. Tekanan di dalam
lintasan pendinginan bertambah sewaktu suhu coolant naik. Pada saat
ini terjadi, radiator cap memungkinkan sebagian coolant untuk melalui
siphon tube (slang penyedotan) dan mengalir ke dalam tangki
1
0
penyimpanan. Coolant yang telah mengalir ke dalam tangki
penyimpanan akan kembali ke radiator setelah tekanan di dalam
lintasan pendinginan berkurang.
Tinggi permukaan coolant dapat diperiksa dengan tanda-tanda UPPER
dan LOWER pada tangki penyimpanan.

Gambar 3.2.8. Reservoir tamk


Sumber :AHTC modul

d) Radiator
Melepaskan panas coolant pada saat melewati pipa radiator
(radiator tube) sistem menuju udara luar.

Gambar 3.2.9. Radiator


Sumber :AHTC modul

Radiator terbuat dari bahan alumunium dan plastic, yang mana


memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.
Radiator alumunium memiliki kelebihan kalau terjadi kebocoran bisa
disolder, tapi kerugiannya adalah bobotnya berat, sedang radiator
dengan bahan plastic lebih ringan, tetapi bila ada kerusakan harus
memerlukan alat dan keahlihan khusus untuk memperbaiki.
1
1
Susunan kisi-kisi radiator ada yang biasa sebaris ada yang bergeser.
Untuk yang biasa mudah bila ingin membersihkan, sedang yang
tergeser susah untuk membersihkannya.
Ditinjau dari arah aliran radiator, terdiri dari arah aliran horizontal dan
arah aliran vertical, arah aliran horizontal menjamin cairan pendingin
lebih lama berada dalam radiator, sehingga pemindahan panas cairan
pendingin lebih baik disbanding yang vertical.
.

Gambar 3.2.10. Arah aliran cairan pendingin radiator


Sumber : vedc-malang-modul
e) Radiator Cap
Radiator cap berfungsi :

 Sebagai penutup untuk mencegah kebocoran coolant


 Sebagai klep bertekanan (pressure valve) untuk menaikkan dan
mengatur tekanan cairan pendingin (coolant) dalam system.

Perhatian :
 Jangan melepaskan radiator cap pada saat mesin dalam keadaan
panas adalah sangat berbahaya oleh karena coolant yang panas
dapat menyembur keluar.

Gambar 3.2.11. Konstruksi tutup radiator


Sumber : [Link]

1
2
Pada tutup radiator terdiri dari dua katup, yaitu katup pelepas dan
katup tekan, Katup tekan pada radiator berfungsi untuk menaikkan
tekanan cairan dalam sistem pendingin agar titik didihnya naik.
Temperatur cairan pendingin sangat tergantung pada tekanan cairan,
semakin tinggi tekanan cairan, semakin tinggi pula titik didihnya. Hal
ini dipakai pada sistem pendingin agar cairan pendingin tidak
meletus pada tekanan udara normal, demi keselamatan.
Sedangkan katup pelepas berfungsi untuk mengurangi titik didih
cairan dalam sistem pendingin mesin, dengan cara membuka dan
mengalirkan uap cairan yang panas dari radiator menuju reservoir.
Katup isap radiator berfungsi untuk memesukkan udara dan cairan
pendingin dari reservoir menuju radiator, agar jumlah cairan dan
tekanan udaranya tetap stabil, sehingga radiator tidak kekurangan
cairan pendingin.

f) Cooling Fan (Cooling Ventilator)


Kipas radiator sangat penting artinya bagi sistem pendinginan
cairan sebab pada k o ndisi ini dimana mesin beker ja pada
beban b er at pendinginan cairan oleh udara tidak mencukupi.
Kipas radiator membantu mengalirkan udara ke dalam sirip-sirip
radiator. Putaran kipas radiator dipengaruhi oleh tegangan tali
kipasnya. Tali kipas yang kendor mudah selip sehingga putaran
kipas kurang. Tali kipas yang terlalu tegang menyebabkan bantalan
cepat rusak dan tali mudah putus.
Baik sistem pendinginan udara maupun sistem pendinginan
ccairanan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pada kendaraan
yang berjalan dengan cepat tidak perlu ventilator karena ventilasi
udara baik sekali. Jika kendaraan menjadi pelan (lalu lintas macet,
mendaki) ventilasi udara kurang, temperatur mesin menjadi panas
/ naik . Untuk mencegah kelebihan panas pada saat kendaraan
berjalan pelan radiator harus dilengkapi deng an ventilator.

1
3
Gambar 3.2.12. Cooling fan
Sumber : [Link]

g) Pompa cairan pendingin (Waterpump)


Pompa air menaikkan tekanan coolant dan mengirimkannya ke dalam
mesin. Pompa air dikonstruksi sedemikian sehingga sewaktu impeller
berputar, coolant terkena gaya sentrifugal yang menaikkan tekanannya
Poros pompa air dilengkapi dengan mechanical seal & oil seal untuk
merapatkan coolant dan oli mesin.

Gambar 3.2.13. Pompa air pendingin (water pump)


Sumber : [Link]

1
4
h) Thermostat
Thermostat valve memindahkan lintasan sirkulasi coolant tergantung
pada suhu coolant agar supaya suhu coolant dapat dipertahankan pada
tingkat yang sesuai.
Sewaktu suhu coolant rendah, seperti segera setelah mesin dihidupkan,
coolant bersirkulasi antara cylinder head dan cylinder block. Sewaktu
suhu coolant naik, thermostat valve beroperasi sehingga coolant
bersirkulasi melalui radiator

Gambar 3.2.14. Thermostat


Sumber : [Link]

i) Pemeriksaan Sistem Pendinginan.


Pemeriksaan sistem pendinginan termasuk pemeriksaan tinggi
permukaan coolant, pemeriksaan terhadap kebocoran coolant, dan
pemeriksaan slang besar (hoses) dan slang kecil (tubes).

 Pemeriksaan tinggi permukaan coolant.

- Letakkan kendaraan atas permukaan mendatar.

- Panaskan mesin.

- Periksalah tinggi permukaan di dalam tangki penyimpanan


secara visual. Tinggi permukaan coolant adalah normal apabila
ia berada di antara tanda-tanda UPPER dan LOWER
1
5
 Penambahan coolant
Setelah memeriksa tinggi permukaan coolant, tambahkan coolant
jika tinggi permukaan coolant di bawah tanda permukaan LOWER.
Tambahkan coolant pada tangki penyimpanan. Pakailah coolant
yang ditentukan di dalam buku pedoman reparasi.

 Pemeriksaan Radiator & Tutup Radiator (radiator cap tester)


Tutup radiator dapat di ukur dengan menggunakan alat Radiator
Cap Tester dengan cara sebagai berikut :

- Periksa kondisi bagian-bagian tutup radiator

- Cuci tutup radiator yang kotor dengan air.

- Pasang pengetes pada tutup radiator. Pilih leher pipa


adaptor yang kedalamannya sesuai dengan tutup radiator.

- Beri tekanan pada tutup sampai katup pelepas mulai membuka.


Bandingkan tekanan dengan yang tertulis pada tutup. Tunggu
beberapa detik, tekanan tidak boleh turun cepat

Gambar 3.2.15. Radiator dan radiator cap tester


Sumber : [Link]
1
6
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan sistem
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun
sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

II. Persiapan / perencanaan


a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap
belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses
belajar (termasuk job sheet)
b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh
berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.
d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan yang
sudah diperoleh (teaching factory) hingga mampu menghasilkan produk
sederhana yang dapat dimanfaatkan ulang (teaching aid).

III. Permulaan dari proses peserta didik


a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang
terdapat pada tahap belajar.
b. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat
menggabungkan pengetahuan Anda.

IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.

1
7
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan fungsi sistem pendingin secara umum
b. Jelaskan dua jenis sistem pendinginan udara.
c. Jelaskan dua jenis sistem pendinginan air.
d. Jelaskan fungsi pompa air pada sistem pendingin air
e. Jelaskan fungsi karet peredam pada sirip pendingin udara

F. Rangkuman
1. Fungsi sistem pelumasan adalah : mengurangi panas mesin akibat
pembakaran karena panas yang berlebihan akan mempengaruhi
(menurunkan) daya mesin.
2. Berdasarkan media yang digunakan, sistem pendinginan terdiri dari:
a. Menggunakan media pendingin udara
b. Menggunakan media pendingin cair
3. Sistem pendinginan udara terdiri dari dua jenis, yaitu:
• sistem udara alamiah (udara mengalir berdasarkan aliran alamiah
melalui celah-celah mesin)
• sistem udara paksa (udara mengalir berdasarkan pemompaan kipas
yang dialirkan menuju celah-celah mesin).
4. Sistem pendinginan air terdiri dari dua jenis, yaitu :
• pendinginan air sirkulasi alamiah (air mengalir bersirkulasi
berdasarkan perbedaan temperature)
• pendinginan air sirkulasi pompa (air mengalir bersirkulasi
berdasarkan tekanan pompa air)
5. Komponen utama system pendingin air adalah:
• Kantong cairan pendingin (water jacket)
• Slang-slang cairan pendingin
• Radiator / tutup radiator
• Reservoir • Water pump

• Ventilator • Thermostat

1
8
G. Umpan Balik dan tindak lanjut
Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus
mampu menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :

No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan fungsi sistem pendingin
2 Saya dapat menjelaskan komponen sistem pendingin
3 Saya dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin udara
4 Saya dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin air
5 Saya dapat menjelaskan cara kerja komponen sistem pendingin air
6 Saya dapat menjelaskan spesifikasi tutup radiator
7 Saya dapat memeriksa kinerja tutup radiator
8 Saya dapat memeriksa kinerja thermostat
9 Saya dapat memeriksa kinerja pompa air
10 Saya dapat merawat sistem pendinginan air

Jika semua pernyataan diatas dijawab dengan ya berarti peserta bisa


melanjutkan mempelajari materi berikutnya.

H. Kunci Jawaban

1. Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah untuk mengurangi panas mesin
dan mencapai serta mengatur temperature kerja mesin
2. Dua jenis sistem pendingin udara adalah, sistem pendingin udara alamiah
dan sistem pendingin udara paksa
3. Dua jenis sistem pendingin air adalah, sistem pendingin air alamiah dan
sistem pendingin air sirkulasi pompa
4. Fungsi pompa adalah untuk menghisap dan menekan air pendingin pada
sistem agar peredarannya lebih cepat
5. Karet pada sirip pendingin adalah untuk meredam getaran pada sirip-sirip
agar getarannya tidak besar.

1
9
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2023
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,

Cut Milawati, [Link] Ir. Efriyanto, ST


NIP. 19760706 200504 2 005 NIP. 19731215 200504 1001

Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh

Yasni Marjaya, [Link]


NIP. 19640209 198903 1 005

2
0
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem BB bensin konvensional/karburator
Alokasi Waktu : 32 x 45 Menit ( Empat kali pertemuan)
b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila  Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
 Berkebhinnekaan global
 Mandiri
 Bergotong royong
 Bernalar Kritis
 Kreatif
d. Sarana dan Prasarana  Digital
 Video Pembelajaran dari Internet
 Buku digital (e-book)
 PDF
 Non Digital
 Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
 Majalah
 Buku ajar yang relevan
 Perangkat Keras
 Car trainer
 Engine Stand Trainer
 Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
 Perangkat Lunak
 Aplikasi Scan Tool
 Zoom, Google class room, you tube
 Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan

f. Model Pembelajaran Teaching Factory

2
1
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :
1. Menelaah sistem BB Bensin Konvensional/Karburator dengan benar,
Setelah berdiskusi dan menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator dengan penuh percaya diri, Setelah
berdiskusi dan menggali informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator dengan benar sesuai dengan SOP dan
ketentuan pabrik, dengan tersedianya peralatan perawatan berkala
dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator berdasarkan tugas dengan percaya diri,
dengan tersedianya engine stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator dengan benar sesuai dengan SOP dan
ketentuan pabrik, dengan tersedianya engine stand Toyota 4K dan
atau car trainer.

B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system BB Bensin Konvensional/Karburator
secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer

C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang spray?

D. Skenario Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3

.Langkah-Langkah Waktu
Pembelajaran

1. Pendahuluan 45 menit
1. enyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pembakaran”,
(pengkondisian siswa).

2
2
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : penggunaan spray pada semprotan obat anti nyamuk
didalam rumah tangga, pengecatan kalengan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi

2. Kegiatan Inti 290 menit

A. Menerima order 42. dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan
yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak
itu[43], sedang kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah : 42)
[43] Di antara yang mereka sembunyikan itu Ialah: Tuhan akan mengutus
seorang Nabi dari keturunan Ismail yang akan membangun umat yang besar
di belakang hari, Yaitu Nabi Muhammad s.a.w.

Siswa berhadapan dengan mesin mobil / unit


kendaraan atau engine stand
1. Melihat mobil secara umum.
2. Melakukan interview.
3. Mencatat hasil interview pada lembar kerja, focus
pada system BB bensin konvensional/karburator.

B. Menganalisis  Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan


order identifikasi dan observasi terhadap komponen
sistem BB bensin konvensional/karburator.
 Siswa melakukan analisa kerusakan pada sistem
BB bensin konvensional/karburator.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
melakukan analisis pada sistem utama engine.
 Siswa melakukan (demonstrasi) proses analisa
dan hipotesa bagian BB bensin
konvensional/karburator sesuai standar operational
procedur (SOP) pabrik.

2
3
C. Menyatakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.

D. Mengerjakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order untuk melakukan pengetesan / pemeriksaan
komponen dengan menggunakan alat bantu
yang sesuai dengan standar, dengan tetap
berpedoman pada buku sumber referensi (manual
Book)
 Siswa secara individual melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan lembar kerja hasil analisa.
 Siswa secara individual menyelesaikan pekerjaan
sesuai denga SOP.
 Dalam melaksanakan pekerjaan, tetap
mengedepankan K3 dengan prinsip 5R

E. Mengevaluasi  Guru mempersilahkan siswa secara individual


produk memeriksa seluruh hasil pekerjaan
 Siswa secara individual melakukan pengujian
hasil pekerjaan.
 Meletakkan unit mobil pada area hasil pekerjaan
 Siswa secara individual mengumpulkan semua
media dan alat bantu kerja serta SST pada
tempatnya.

F. Menyerahkan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order menyerahkan unit hasil pekerjaan kepada
pengguna (user).
 Siswa secara berkelompok berdiskusi membuat
perbandingan dan verifikasi hasil
pengetesan/pemeriksaan/pekerjaan mereka.
 Siswa antar kelompok berdiskusi untuk
menghasilkan kesimpulan yang paling tepat.
 Siswa secara berkelompok membuat kesimpulan
2
4
terhadap cara melakukan analisa dan hipotesa
sesuai dengan sumber referensi (manual Book).
 Siswa (perwakilan kelompok)
mempresentasikan hasil kesimpulannya di depan
kelas secara bergiliran mengenai materi yang
dikaji dan menampilkan desain langkah efektif
(flow chart) dalam melakukan hipotesa yang telah
kelompoknya buat (rancangan).
 Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi
yang di tampilkan.
 berkelompok untuk membuat kesimpulan
mengenai analisa dan hipotesa komponen sistem
utama engine.

3. Penutup 25 menit

1. Secara bersama-sama siswa diminta untuk menyimpulkan tentang analisa dan


hipotesa sistem BB bensin konvensional/karburator.
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) untuk setiap siswa secara individu dalam
mengerjakannya.
4. Pemberian tugas untuk melakukan observasi tentang sistem BB bensin
konvensional/karburator pada kendaraan yang lainnya.
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada siswa untuk
mempelajari materi berikutnya (menginformasikan kegiatan untuk pertemuan
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa syukur Alhamdulillah
sebagai penutup.

E. Asesmen (Penilaian Hasil Belajar)

1. Teknik : Non test dan test


2. Bentuk :
1) Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
2) Penilaian keterampilan : Praktik analisa & hipotesa,
pemeliharaan, serta perbaikan bagian
utama mesin.

7) Penilaian Pengetahuan

 Tes tertulis

2
5
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem karburator
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem karburator
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem karburator

No. Kunci Jawaban


1. Primery air bleeder, venture skunder and primer, slow jet, main jet, needle
valve, float, air vent tube, air horn
2. Lakukan perawatan berkala sesuai manual book
3. Lakukan perbaikan berkala sesuai manual book

Kriteria penskoran :

No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

8) Penilaian Keterampilan

 Produk dan Jasa

Instrumen : Lakukan analisa dan hipotesa, perawatan bahkan


perbaikan pada bagian utama mesin.

 Kriteria penilaian produk dan jasa

1
Aspek yang dinilai Skor

Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1
2
3
4
Keterangan :

Keterangan Aspek Yang Dinilai


Nama
kelompok Pelaksanaan Ketepatan Ketepatan
Prosedur
(etos kerja) sasaran waktu
Kurang
1 Kurang rapi Kurang tepat Kurang tepat
sistematis
Cukup
2 Cukup rapi Cukup tepat Cukup tepat
sistematis
3 Rapi Sistematis Tepat Tepat
Sangat
4 Sangat rapi Sangat tepat Sangat tepat
sistematis

𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃

Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per maple
- TS = Taraf serap

2
MATERI PEMBELAJARAN
SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL/KARBURATOR

Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu melakukan
telaah system bahan bakar dan karburator serta melakukan praktik perbaikan
berkala, penyetelan karburator sesuai dengan spesifikasi.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Setelah mempelajari materi ini, Insya Allah peserta didik mampu:
1. Menelaah secara umum system bahan bakar
2. Menyetel campuran bahan bakar dan udara pada karburator
3. Menyetel putaran stasioner mesin sesuai spesifikasi

C. Uraian Materi
4.1. Fungsi
Sistem bahan bakar pada mesin berfungsi untuk menyediakan bahan
bakar, melakukan proses pencampuran bahan b a k a r d a n u d a r a
dengan perb andin ga n yang tepat, dalam jumlah volume yang tepat
sesuai kebutuh an putaran mesin. Cara untuk melakukan penyaluran
bahan bakarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sistem
penyaluran bahan bakar dengan sendirinya (karena berat gravitasi)
dan sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan.

4.2. Komponen system pengaliran bahan bakar


4.2.1. Tangki bahan bakar (fuel tank)
3
Gambar 4.2.1. Tangki bahan bakar
Sumber : [Link]..com

Tangki merupakan tempat persediaan bahan bakar. Pada sepeda


mesin yang mesinnya di bawah maka tangki bahan bakar ditempatkan
di belakang, sedangkan mobil yang mesinnya di belakang biasanya
tangki bahan bakar ditempatkan di bagian depan.
Kapasitas tangki dibuat bermacam-macam tergantung dari besar
kecilnya mesin. Bahan tangki umumnya dibuat dari plat baja dengan
dilapisi pada bagian dalam dengan logam yang tidak mudah berkarat.
Namun demikian terdapat juga tangki bensin yang terbuat dari
aluminium. Tangki bahan bakar dilengkapi dengan pelampung dan
sebuah tahanan geser untuk keperluan alat pengukur jumlah minyak
yang ada di dalam tangki.

4.2.2. Tutup tangki bahan bakar


Bagian utama dari tutup tangki adalah : saringan (filter) dan katup (Check
valve)

Gambar 4.2.1. Tutup tangki bahan bakar


Sumber : [Link]
Tipe tutup tangki
Terdapat beberapa tipe tutup tangki bahan bakar yaitu:
a. Tipe Breather pipe: digunakan pada sepeda motor cross

4
b. Tipe normal : digunakan mesin dengan kapasitas silinder kecil
c. Tipe check valve (dengan check ball) : digunakan pada mesin
kapasitas silinder besar.

Gambar 4.2.2. Tutup tangki breather pipe


Sumber : vedc-malang-modul

Gambar 4.2.3. Tutup tangki normal


Sumber : vedc-malang-modul

Gambar 4.2.4. Tutup tangki check valve


Sumber : vedc-malang-modul

4.2.3. Filler tube


Adalah salah bagian dari konstruksi tangki yang berfungsi
menjaga melimpahnya bensin pada saat ada goncangan (jika kondisi
panas, bensin akan memuai)
5
Gambar 4.2.5. Filter tube
Sumber : vedc-malang-modul

4.2.4. Karburator
Karburator adalah salah satu komponen sistem bahan bakar
konvensional pada kendaran bermesin yang berfungsi:
1. Mengatur perbandingan campuran antara udara & bahan bakar.
2. Mengubah campuran tersebut menjadi kabut.
3. Menambah atau mengurangi jumlah campuran tersebut sesuai
dengan kecepatan dan beban mesin yang berubah-ubah.

Sejak mesin dihidupkan sampai mesin tersebut berjalan pada


kondisi yang stabil perbandingan campuran mengalami beberapa kali
perubahan. Perkiraan perbandingan campuran dengan keadaan
operasional mesin telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Untuk melakukan perubahan perbandingan sesuai dengan kondisi
mesin tersebut maka terdapat beberapa sistem dalam karburator. Cara
kerja masing-masing sistem dalam karbuartor akan dibahas pada bagian
selanjutnya.
[Link]. Prinsip Kerja Karburator
Prinsip kerja karburator berdasarkan hukum-hukum fisika seperti
Qontinuitas dan Bernauli. Apabila suatu fluida mengalir melalui
suatu tabung, maka banyaknya fluida atau debit aliran (Q) adalah : Q
= A. V = Konstan
Dimana: Q = Debit aliran (m³/detik)
A = Luas penampang tabung (m²)
6
V = Kecepatan aliran (m/detik)
Jumlah tekanan (P) pada sepanjang tabung alir (yang diameternya sama)
juga akan selalu tetap. Jika terdapat bagian dari tabung alir/pipa
yang diamet ernya diperkecil maka dapat diperoleh kesimpulan
bahwa bila campuran bensin dan udara yang mengalir melalui
suatu tabung yang luas penampangnya mengecil (diameternya
diperkecil) maka kecepatannya akan bertambah sedangkan
tekanannya akan menurun.

Prinsip hukum di atas tersebut dipakai untuk mengalirkan bensin dari


ruang pelampung k arburator dengan memperkecil suat u
diameter dalam karburator. Pengecilan diameter atau penyempitan
saluran ini disebut dengan venturi.
Berdasarkan gambar di bawah maka dapat di ambil kesimpulan bahwa
mesin akan terhisap dan keluar melalui venturi dalam bentuk butiran-
butiran kecil karena saat itu kecepatan udara dalam venture lebih tinggi
namun tekanannya lebih rendah bila di bandingkan dalam ruang mesin
yang berada di bagian bawahnya.

Gambar 4.2.5. Prinsip pengabutan


Sumber : vedc-malang-modul

[Link]. Komposisi campuran antara bahan bakar dan udara


Perband ing an camp uran bens in dan udara harus d it ent
uk an sedemikian rupa agar bisa diperoleh ef isiensi dan
pembakaran yang sempurna. Secara tepat perbandingan campuran
bensin dan udara yang ideal (perbandingan stoichiometric) untuk pro
ses pembakaran yang sempur na p ad a m esi n ada lah 1 : 14, 7. N
a m u n p a d a k e n y a t a a n n y a , perbandingan campuran optimum
tersebut tidak bisa diterapkan te rus menerus pada setiap keadaan
7
operasional (putaran mesin), contohnya; saat putaran idle (langsam)
dan beban penuh kendaraan mengkonsumsi campuran udara b e n s
i n y a n g g e m u k , s e d a n g k a n d a l a m k e a d a a n l a i n p e m a k a i an
campuran udara bensin bisa mendekati yang ideal. Dikatakan
campuran kurus/miskin, jika di dalam campuran bensin dan udara
tersebut terdapat lebih dari 14, 7 prosentase udara. Sedangkan jika
kurang dari angka tersebut disebut campuran kaya/gemuk.

Gambar 4.2.6. Komposisi campuran bahan bakar dan udara


Sumber : vedc-malang-modul

Unt uk dap at ber lan gsung pembak aran bahan bak ar , maka
dibutuhkan oksigen yang diambil dari udara. Udara
mengandung 21 sampai 23% oksigen dan kira-kira 78% nitrogen,
lainnya sebanyak 1% Arg on dan bebera pa unsur yang dap at
diab aik an. U nt uk k eperlua n pembakaran, oksigen tidak dipisahkan
dari unsur lainnya tapi disertakan bersama-sama. Yang ikut bereaksi
pada pembakaran hanya lah oksigen, sedangkan unsur lainnya tidak
beraksi dan tidak memberikan pengaruh apapun. Nitrog en akan k
eluar bersama gas sisa pembak aran dalam jumlah dan bentuk yang
sama seperti semula.
Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa perbandingan
campuran bensin dan udara yang ideal (campuran bensin udara untuk
pembakaran dengan tingkat polusi yang paling rendah) adalah 1 :
14,7 atau dalam ukuran liter dapat disebutkan 1 liter bensin secara
ideal harus bercampur dengan 11500 liter udara.

8
[Link]. Macam-macam prinsip pembentukan campuran
Dengan aliran udara yang cepat menyebabkan terjadinya perbedaan
tekanan antara ujung nosel penyemprot dengan tekanan cairan di dalam
tangki, sehingga terjadi aliran cairan dari dalam tangki yang bertekanan
lebih tinggi menuju ujung nosel yang tekanannya lebih rendah akibat aliran
udara yang cepat. .Prinsip ini digunakan pada karburator.

Gambar 4.2.7. Prinsip pencampuran


Sumber : vedc-malang-modul

Pada saat tabung ditekan atau dipompa, tekanan cairan dalam tabung
meningkat lebih tinggi dibanding tekanan diujung nosel penyemprot,
akibatnya cairan akan mengalir dari dalam tabung menuju udara luar
lewat nosel. Prinsip ini digunakan pada sistem Injeksi

Gambar 4.2.7. Prinsip [Link] tekanan


Sumber : vedc-malang-modul

[Link]. Sistematika kerja karburator


a) Putaran stasioner / langsam (idle speed)
adalah putaran engine (rpm)terendah tanpa beban sesuai dengan
9
spesifikasi pabrik. Pada kondisi ini torak valve dalam keadaan tertutup,
saluran utama tidak mengeluarkan bahan bakar. Udara mengalir melalui
saluran udara (slow air bleed) menuju saluran slow jet. Aliran udara ini
akan membawa bahan bakar dan saluran slow jet. Jumlah campuran bahan
bakar dan udara yang dihasilkan umumnya hanya cukup untuk
mempertahankan engine tetap hidup dengan vibrasi minimum

[Link] masuk bensin,


[Link] pelampung,
[Link],
[Link] ruang pelampung,
[Link] pengabur ( nosel),
[Link],
7. Katup gas

Gambar 4.2.7. Prinsip [Link] tekanan


Sumber : vedc-malang-modul

Gambar 4.2.7. Karburator posisi idle


Sumber : [Link]
1
0
b) Putaran Menengah
Pengertian putaran menengah adalah engine berputar kira-kira setengah
dari putaran maksimum engine dan posisi pilot valve (juga posisi gas
tangan) berada pada setengah lintasan maksimumnya. Pada kondisi ini
venturi yang terbentuk juga kira-kira setengah dari venturi maksimum.
Dalam keadaan ini, udara akan mengalir melalui saluran venturi dan
saluran udara idle (slow air bleed). Jarum skep terangkat mengikuti
gerakan torak valve, maka bahan bakar akan mengalir dari saluran utama
(main jet) dan juga dari saluran idle (slow jet). Jumlah bahan bakar yang
keluar dari saluran utama akan diatur oleh jarum skep yang berbentuk
tirus, yaitu sesuai dengan celah yang ada antara saluran utama dan jarum
skep. Oleh sebab itu, penempatan klip (pengikat jarum skep) sangat
menentukan dalam hal ini (jumlah posisi klip umumnya berkisar 3-5 buah).
Dengan demikian, komponen-komponen yang aktif dalam kondisi engine
pada putaran menengah adalah :
o Venturi air bleed
o Slow Jet.
o Main Jet.
o Jet Needle
o Torak valve.

c) Posisi katup gas terbuka ¾ - terbuka penuh


• Nosel utama terbuka penuh
• Aliran udara venturi besar Vakum pada venturi mencapai maksimum sesuai
aliran udara.
• Sistem utama bekerja penuh
• Idle tidak bekerja lagi
• Untuk mendapatkan perbandingan campuran & pengabutan bensin yang
baik pada beban penuh putaran rendah, bisa diatur dengan cara sedikit
menutup throttle gas (mengurangi putaran mesin)

1
1
Gambar 4.2.7. Karburator posisi menengah dan tinggi
Sumber : [Link]

[Link]. System pada karburator


a. Sistem Pelampung

Berfungsi untuk : menstabilkan tinggi permukaan bahan bakar


pada ruang pelampung
b. Sistem utama

Berfungsi u n t u k : m engatur jumlah campuran pada beban


menengah sampai beban penuh
c. Sistem stasioner (idle)

Berfungsi untuk : Membentuk atau mengatur campuran ketika


mesin berputar stasioner (tanpa beban)
d. Sistem awalan (Choke)

Berfungsi untuk : Membentuk campuran yang kaya, agar mesin


mudah dihidupkan ketika dingin (start dingin).
e. Sistem pengaya berfungsi memperkaya campuran saat start awal, jalan

menanjak (kecepatan kendaraan rendah transmisi masuk gigi tinggi,


throtle di buka penuh).

[Link]. Pemeriksaan kinerja karburator


Percampuran bahan bakar dan udara di tentukan didalam karburator
1
2
yang secara langsung mempengaruhi kemampuan mesin sehingga
pemeriksaan dan penyetelan karburator sangantlah penting. Biasanya
masalah yang terjadi dikarburator sebagian besar adalah disebabkan oleh
penyumbatan kotoran dan tidak sinkronya karburator pada mesin yang
menggunakan karburator banyak dan penyebab lain adalah keausan part,
ko,ponen kendor, kesalahan setel, misyalnya terlalu gemuk atau terlalu
kurus atau rich dan lean sehingga mesin bermasalah.
Jika anda menentukan permasalahan di karburator, sebaiknya setelah
komponen diperiksa dan barulah periksa kerapatan percampuran udara
dan bahan bakar/ density (terlalu kaya atau terlalu miskin) dan periksa
cara kerja karburator pada berbagai kondisi kecepatan.
a. Dasar pemeriksaan dan penyetelan
Pemeriksa kerja putaran mesin (dengan membuka Therottle
Valve/handel/Gas) untuk memeriksa gejala yang terjadi pada
bagian variasi putaran mesin.
Selanjutnya bongkar karburator dengan hati-hati periksa kemungkinan
adanya penyumbatan kotoran, kekendoran komponen, dan keusan.
Bersihkan kencangkan, dang anti jika perlu. Setel dan periksa standart
setting sessuai dengan spesifikasi sesuai dalam service data poster.

b. Pemeriksaan pada sistim pelampung (float system)


Karburator banjir/overflow karena disebabkan kapasitas bensin dalam
rumah pelampung terlalu banyak penyebabnya adalah ketinggian
permukaan bensin melebihi ketinggian pipa over flow. Dan jika sepeda
mesin tetap dijalankan, maka akan terjadi percampuran gemuk/terlalu
banyak bensin hal ini akan menimbulkan masalah. Penyebabnya
adalah, pelampung bocor, salah dalam penyetetan ketingian lidah
pelampung, atau ada kotoran yang menyumbat jarum
pelampung,sehingga bensin terus mengalir.
Ukuran ketinggian bahan bakar dinyatakan dalam satuan mm,
dibawah titik tengah sambungan karborator. Tergantung dari tipe
1
3
model. Jika pengganti komponen part karburator, harus mengikuti
prosrdur pemeriksaan dan penyebab.

c. Pemeriksaan dan penyetelan pelampung


Pasangkan “ fuel level” (selang trasparan) pada bagian pipa pengurus
untuk mengetahui secara actual ketinggian bahan bakar. Tetapi pada
umumnya pengukuran ketinggian bahan bakar dengan mengukur
ketinggian pelampung.
• Balikkan posisi karburator, setelah melepas gasket dan rumah
pelampung.
• Setelah pelampung diangkat, periksa kondisi jarum pelampung
pada saat posisi lidah pelampung dengan permukaan sambungan
karburator (dimensi “H”) dengan menggunakan skuifmat/jangka
sorong.
• Untuk “independent float” ukur ketinggian lengkap pelampung.
• Jika ketinggian diluar stsndart, setel dengan membengkokan lidah
pelampung

[Link]. Penyetelan putaran stasioner (idle)


a. Setel gerak bebas handel gas dengan kelonggaran 3-7 mm.
b. Setel buat seletan angin/air screw sesuai spesifikasi.
c. Hidupkan mesin untuk pemanasan- pasangkan engine tachometer.
d. Setel baut putaran langsam sedikit lebih tinggi dari spesifikasi
(tambahkan 100 rpm)
e. Putar baut setelan angin/ air screw kedalam atau keluar ¼ hinga ½
& dengarkan perubahan putaran mesin, jika tidak aka nada perubahn,
setel sesusai spesifikasiseperti pada langkah b )
f. Setel putaran langsam sesuai spesifikasi.
g. Dan yang terakhir, periksa kembali putaran mesin dengan
membuka gas secara perlahan – lahan dua atau tiga kali.

[Link]. Penyetelan campuran bahan bakar dan udara


1
4
a) putar sekrup penyetel campuran idle searah jarum jam sampai duduk
dengan ringan kemudian kembalikan kea rah yang berlawanan sesuai
spesifikasi pabrik.
b) Panaskan mesin sampai temperatur kerja
c) Pasang tachometer
d) hidupkan mesin sampai mencapai putaran stasioner 1400±100 rpm
(untuk 4 silinder : 8000±50 rpm)
e) Putar sekrup campuran idle masuk atau keluar sampai memperoleh
putaran tertinggi dan rata.
f) setel kembali putaran mesin sampai diperoleh putaran stasioner
dengan cara memutar sekrup penyetel putaran idle
g) Tekan gas perlahan-lahan, periksa apakah kenaikan putaran mesin
sudah halus, kalau tidak ulangi langkah sampai langkah.

[Link]. Instruksi dan keselamatan kerja


1) Sekrup penyetel campuran idle disetel jika telah mengalami
pembongkaran.
2) Untuk memperoleh hasil penyetelan yang baik, mesin harus dalam
keadaan panas kerja.
3) Gunakan tachometer untuk memperoleh putaran yang di inginkan.
4) Jangan mengencangkan atau memutar sekrup pengikat atau
sekrup penyetel dengan terlalu keras, karena akan merusak
kedudukannya., yang mengakibatkan karburator diganti baru.

1
5
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan sistem
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun
sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

II. Persiapan / perencanaan


a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap
belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses
belajar (termasuk job sheet)
b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh
berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.
d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan yang
sudah diperoleh (teaching factory) hingga mampu menghasilkan produk
sederhana yang dapat dimanfaatkan ulang (teaching aid).

III. Permulaan dari proses peserta didik


a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang
terdapat pada tahap belajar.
b. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat
menggabungkan pengetahuan Anda.

IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan fungsi sistem pengaliran bahan bakar
b. Jelaskan bagan aliran sistem pengaliran bahan bakar.
1
6
c. Jelaskan 2 macam konstruksi sistem pengaliran bahan bakar
d. Jelaskan tiga komponen utama sistem pengaliran bahan bakar.
e. Jelaskan tuntutan utama yang harus dimiliki oleh karburator

F. Rangkuman
1) Sistem aliran bahan bakar bensin berfungsi untuk mengalirkan bensin dari
tangki menuju ruang bakar agar mesin dapat hidup, disamping itu juga
berperan dalam mengatur jumlah campuran bahan bakar.
2) Bagan sistem pengaliran bahan bakar karburator adalah tangki---kran bahan
bakar---saringan bahan bakar---karburator---ruang bakar mesin.
3) Konstruksi sistem pengaliran bahan bakar bensin ada tiga macam, yaitu
sistem pengaliran kran Mekanis (menggunakan kran manual) sistem
pengaliran kran Otomatis (menggunakan kran vakum)
4) Komponen sistem pengaliran bahan bakar adalah :
a. Tangki
Terbuat dari baja (steel), aluminium, dan plastic
Memiliki tutup yang mempunyai saluran pernafasannyang berbeda,
tergantung jenis tangki dan kebutuhan, unyuk ajang balapan, normal dan
sport yang di kenal dengan istilah, breather pipe, normal, check valve.
b. Filler tube
Adalah salah bagian dari konstruksi tangki yang berfungsi menjaga
melimpahnya bensin pada saat ada goncangan (jika kondisi panas,
bensin akan memuai).
c. Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar ada yang menggunakan penggerak mekanis dan
[Link] di perlukan jika tangki bahan bakar terletak lebih rendah dari
karburator seperti umumnya yang di pakai oleh mobil, namun untuk
sepeda motor komponen ini tidak di butuhkan,
5) Karburator adalah salah satu komponen sistem bahan bakar konvensional
pada kendaran bermesin yang berfungsi :
• Mengubah campuran tersebut menjadi kabut
1
7
• Mengatur perbandingan campuran antara udara dan bahan bakar
• Mengatur jumlah campuran bahan bakar dan udara.
6) Prinsip kerja karburator adalah adanya perbedaan tekanan
7) Persyaratan sistem pembentukan campuran :
• Perbandingan campuran bensin/udara harus sesuai dengan
keperluan mesin
• Campuran bensin/udara harus homogen
• Jumlah campuran yang dihisap mesin harus dapat diatur
8) Karburator berdasar arah alirannya dibedakan menjadi dua:
• Side draft: Arah aliran bahan bakar berasal dri samping ruang bakar
• Down draft: Arah aliran bahan bakar berasal dari atas ruang bakar
9) Pada Karburator terdiri dari beberapa sistem yang mempunyai fungsi sendiri-
sendiri tapi merupakan suatu kesatuan yaitu:
a. Start system
Sistem yang bekerja ketika mesin dalam pertama kali dihidupkan
(mesin dalam kondisi dingin).
b. Pilot system
Sistem yang berkerja ketika mesin berputar stasioner (tanpa beban)
c. Main system
Sistem yang berkerja ketika mesin pada putaran menengah sampai
tinggi (beban menengah sampai tinggi)
d. Float system
Sistem yang berfungsi menstabilkan ketinggian permukaan bahan
bakar pada ruang pelampung.
10) Perbandingan ideal yang harus dihasilkan karburator adalah 1 : 15

G. Umpan Balik dan tindak lanjut


Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus
mampu menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :

1
8
N Pernyataan Y T
o a i
1 Saya dapat menjelaskan fungsi sistem pengaliran d
bahan bakar a
2 Saya dapat menjelaskan bagan sistem pengaliran
bahan bakar k
3 Saya dapat menjelaskan konstruksi sistem pengaliran
bahan bakar
4 Saya dapat menjelaskan cara kerja sistem pengaliran
bahan bakar
5 Saya dapat menjelaskan komponen sistem pengaliran
bahan bakar
6 Saya dapat menjelaskan cara kerja komponen
sistem pengaliran
7 Saya dapat menjelaskan cara kerja sistem karburator
bahan bakar
8 Saya dapat menjelaskan komponen sistem karburator
9 Saya dapat menjelaskan sistem yang bekerja pada
karburator
1 Saya dapat merawat berkala sistem pengaliran BB
0 karburator
Jika semua pernyataan diatas dijawab dengan ya berarti peserta bisa
melanjutkan mempelajari materi berikutnya.

H. Kunci Jawaban
1. Blok silinder, kepala silinder, gasket, poros engkol, roda penerus, panci oli,
dan torak.
2. Fungsi dari mekanisme katup adalah mengatur pemasukan gas baru
ke dalam silinder dan mengatur pengeluaran gas bekas pembakaran keluar
silinder
3. Valve stem seal disebut juga sil katup yang berfungsi sebagai penahan cairan
minyak pelumas agar tidak masuk kedalam ruang bakar
4. Mekanisme katup tipe OHV adalah katup berada di atas ruang bakar
poros cam berada di bawah, sedangkan OHC adalah letak katup dan poros
cam berada di atas.
5. Untuk mengembalikan performa mesin terkait efisiensi volumetric pada
ruang bakar

1
9
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2023
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,

Cut Milawati, [Link] Ir. Efriyanto, ST


NIP. 19760706 200504 2 005 NIP. 19731215 200504 1001

Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh

Yasni Marjaya, [Link]


NIP. 19640209 198903 1 005

2
0
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem Bahan Bakar Bensin Injeksi (EFI)
Alokasi Waktu : 32 x 45 Menit ( Empat kali pertemuan)
1b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila  Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
 Berkebhinnekaan global
 Mandiri
 Bergotong royong
 Bernalar Kritis
 Kreatif
d. Sarana dan Prasarana  Digital
 Video Pembelajaran dari Internet
 Buku digital (e-book)
 PDF
 Non Digital
 Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
 Majalah
 Buku ajar yang relevan
 Perangkat Keras
 Car trainer
 Engine Stand Trainer
 Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
 Perangkat Lunak
 Aplikasi Scan Tool
 Zoom, Google class room, you tube
 Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan

f. Model Pembelajaran Teaching Factory

2
1
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :
1. Menelaah sistem bahan bakar bensin injeksi (EFI) dengan benar,
Setelah berdiskusi dan menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem bahan bakar
bensin injeksi (EFI) dengan penuh percaya diri, Setelah berdiskusi
dan menggali informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem bahan bakar bensin
injeksi (EFI) dengan benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik,
dengan tersedianya peralatan perawatan berkala dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem bahan bakar
bensin injeksi (EFI) berdasarkan tugas dengan percaya diri, dengan
tersedianya engine stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator dengan benar sesuai dengan SOP dan
ketentuan pabrik, dengan tersedianya engine stand Toyota 4K dan
atau car trainer.

B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system bahan bakar bensin injeksi (EFI)
s ecara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer

C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang spray?

D. Skenario Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3

.Langkah-Langkah Waktu
Pembelajaran

1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang injeksi”,
(pengkondisian siswa).

2
2
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : penggunaan alat injeksi pada tenaga medis, .pengecatan
kalengan dalam kehidupan sehari-hari..
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi

2. Kegiatan Inti 290 menit

A. Menerima order 10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan
anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa)
Allah dari mereka. dan mereka itu adalah bahan Bakar api
neraka, (QS. Ali Imran : 10)

Siswa berhadapan dengan mesin mobil / unit


kendaraan atau engine stand
1. Melihat mobil secara umum.
2. Melakukan interview.
3. Mencatat hasil interview pada lembar kerja, focus
pada system bahan bakar bensin injeksi (EFI).

B. Menganalisis  Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan


order identifikasi dan observasi terhadap komponen
sistem bahan bakar bensin injeksi (EFI).
 Siswa melakukan analisa kerusakan pada sistem
bahan bakar bensin injeksi (EFI).
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
melakukan analisis pada sistem utama engine.
 Siswa melakukan (demonstrasi) proses analisa
dan hipotesa bagian bahan bakar bensin injeksi
(EFI) sesuai standar operational procedur (SOP)
pabrik.

2
3
C. Menyatakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.

D. Mengerjakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order untuk melakukan pengetesan / pemeriksaan
komponen dengan menggunakan alat bantu
yang sesuai dengan standar, dengan tetap
berpedoman pada buku sumber referensi (manual
Book)
 Siswa secara individual melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan lembar kerja hasil analisa.
 Siswa secara individual menyelesaikan pekerjaan
sesuai denga SOP.
 Dalam melaksanakan pekerjaan, tetap
mengedepankan K3 dengan prinsip 5R

E. Mengevaluasi  Guru mempersilahkan siswa secara individual


produk memeriksa seluruh hasil pekerjaan
 Siswa secara individual melakukan pengujian
hasil pekerjaan.
 Meletakkan unit mobil pada area hasil pekerjaan
 Siswa secara individual mengumpulkan semua
media dan alat bantu kerja serta SST pada
tempatnya.

F. Menyerahkan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order menyerahkan unit hasil pekerjaan kepada
pengguna (user).
 Siswa secara berkelompok berdiskusi membuat
perbandingan dan verifikasi hasil
pengetesan/pemeriksaan/pekerjaan mereka.
 Siswa antar kelompok berdiskusi untuk
menghasilkan kesimpulan yang paling tepat.
 Siswa secara berkelompok membuat kesimpulan
2
4
terhadap cara melakukan analisa dan hipotesa
sesuai dengan sumber referensi (manual Book).
 Siswa (perwakilan kelompok)
mempresentasikan hasil kesimpulannya di depan
kelas secara bergiliran mengenai materi yang
dikaji dan menampilkan desain langkah efektif
(flow chart) dalam melakukan hipotesa yang telah
kelompoknya buat (rancangan).
 Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi
yang di tampilkan.
 berkelompok untuk membuat kesimpulan
mengenai analisa dan hipotesa komponen sistem
utama engine.

3. Penutup 25 menit

1. Secara bersama-sama siswa diminta untuk menyimpulkan tentang analisa dan


hipotesa sistem bahan bakar bensin injeksi (EFI).
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) untuk setiap siswa secara individu dalam
mengerjakannya.
4. Pemberian tugas untuk melakukan observasi tentang sistem bahan bakar bensin
injeksi (EFI) pada kendaraan yang lainnya.
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada siswa untuk
mempelajari materi berikutnya (menginformasikan kegiatan untuk pertemuan
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa syukur Alhamdulillah
sebagai penutup.

E. Asesmen (Penilaian Hasil Belajar)

1. Teknik : Non test dan test


2. Bentuk :
1) Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
2) Penilaian keterampilan : Praktik analisa & hipotesa,
pemeliharaan, serta perbaikan bagian
utama mesin.

9) Penilaian Pengetahuan

 Tes tertulis

2
5
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem injeksi
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem injeksi
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem injeksi

No. Kunci Jawaban


1. Battery, Fuel pump, Sensor-sensor, Injector, fuel feed, pressure regulator,
return feed, ECU, delivery pipe, fuel filter, fuel tank,
2. Lakukan perawatan berkala sesuai manual book
3. Lakukan perbaikan berkala sesuai manual book

Kriteria penskoran :

No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

10) Penilaian Keterampilan

 Produk dan Jasa

Instrumen : Lakukan analisa dan hipotesa,


perawatan bahkanperbaikan pada bagian
utama mesin.

 Kriteria penilaian produk dan jasa

1
Aspek yang dinilai Skor

Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1
2
3
4
Keterangan :

Keterangan Aspek Yang Dinilai


Nama
kelompok Pelaksanaan Ketepatan Ketepatan
Prosedur
(etos kerja) sasaran waktu
Kurang
1 Kurang rapi Kurang tepat Kurang tepat
sistematis
Cukup
2 Cukup rapi Cukup tepat Cukup tepat
sistematis
3 Rapi Sistematis Tepat Tepat
Sangat
4 Sangat rapi Sangat tepat Sangat tepat
sistematis

𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃

Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per maple
- TS = Taraf serap

MATERI PEMBELAJARAN
2
SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN INJEKSI (EFI)

A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu melakukan
telaah system bahan bakar injeksi serta melakukan praktik perbaikan berkala,
mampu menggunakan scan tool sesuai dengan spesifikasi.

10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun
tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. dan mereka itu adalah bahan bakar api
neraka, (Q.S. Ali-Imran : 10)

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Setelah mempelajari materi ini, Insya Allah peserta didik mampu:
1. Menelaah secara umum system bahan bakar injeksi
2. Menelaah sensor dan fungsinya pada system bahan bakar injeksi
3. Menggunakan scan tool dan Oscilloscope dengan benar

C. Uraian Materi
5.1. Fungsi
Sistem bahan bakar pada mesin berfungsi untuk menyediakan
bahan bakar, melakukan proses pencampuran bahan bakar dan
udara, dengan perbandin ga n yang tepat, dalam jumlah volume yang
tepat sesuai kebutuhan putaran mesin. Cara untuk melakukan
penyaluran bahan bakarnya melalui sistem penyaluran bahan bakar
dengan tekanan, dan dengan pengontrolan secara elektronik yang
dikenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI)

5.2. Awal mula percobaan system injeksi


Sejak Robert Bosch berhasil membuat pompa injeksi Diesel putaran tinggi
(1922-1927), maka dimulailah percobaan-percobaan untuk memakai pompa

3
injeksi tersebut pada motor bensin. Pada mulanya pompa injeksi motor
bensin dicoba, bensin langsung disemprotkan ke ruang bakar (seperti
motor Diesel). Kesulitan akan terjadi waktu motor masih dingin, karena
bensin akan sukar menguap karena temperatur rendah, akibatnya bensin
akan mengalir ke ruang poros engkol dan bercampur dengan oli , bila
motor sudah panas masalah ini tidak ada lagi.
Untuk mengatasi kesulitan ini, maka penyemprotan langsung pada ruang
bakar, diganti dengan penyemprotan pada saluran masuk. Elemen pompa
juga harus diberi pelumasan sendiri, karena bensin tidak dapat melumasi
elemen pompa seperti solar, itu berarti pembuatan konstruksi elemen lebih
sulit dan mahal.
Para ahli konstruksi terus berusaha merancang suatu sistem injeksi bensin
yang berbeda dari sistem – sistem terdahulu ( tanpa memakai pompa
injeksi seperti motor Diesel ), terutama untuk pesawat terbang kecil cukup
tertarik memakai sistem injeksi bensin, karena pesawat terbang yang
memakai karburator akan mengalami kesulitan antara lain :
• Saluran masuk tertutup es
• Posisi dan gerakan pesawat mempengaruhi kerja karburator
Untuk efisiensi pemakaian bahan bakar, motor 2 tak & motor rotari
(Wankel) juga suka memakai sistem injeksi. Prinsip dasar sistem injeksi
yang dipakai pada mobil-mobil saat ini mulai selesai sekitar tahun 1960,
dan tahun 1967 industri Mobil VW mulai memakai sistem injeksi D (D-
Jetronik), sistem ini pertama kali memakai Unit Pengontrol Elektronika
.Dari tahun 1973 sampai saat ini sistem injeksi K (K-Jetronik) & L-Jetronik
serta Mono-Jetronik sudah dipakai pada mobil. Sistem-sistem injeksi ini
merupakan pilihan lain dari sistem karburator, terutama pada negara-
negara yang mempunyai aturan yang ketat terhadap kondisi gas buang.

5.3. Macam system injeksi bahan bakar bensin

4
Keterangan :
K = Berasal dari kata “Kontinuierlich” artinya Continyu / terus menerus
L = berasal dari kata “Luft” artinya “Udara”
Volume udara yang dihisap motor diukur dan diinformasikan ke unit
EFI = Elektronic fuel injection

5.3.1. Injeksi Mekanis (K- Jetronik)


Prinsip kerja :
• Udara mengalir ke Intake maniffold ( saluran masuk ) akibat hisapan
piston.
• Bensin dikabutkan secara terus menerus ke intake manifold dengan
jumlah yang diatur oleh penimbang udara dan regulator
• Bersama-sama udara bensin masuk ke silinder mesin.

5
1. Pompa Bensin 7. Injektor
2. Penyimpan Tekanan 8. Injektor start dingin
3. Filter Bahan Bakar 9. Piring Penimbang Udara
4. Regulator tekanan bensin 10. Katup penambah udara
5. Penimbang udara 11. Regulator panas mesin
6. Distributor bahan bakar

Gambar 5.3.1. Injeksi mekanis tipe K-Jetronik


Sumber : [Link]
5.3.2. Injeksi Mekanis Elektronis (KE- Jetronik)

6
1. Regulator Tekanan Bahan Bakar 4. Sensor Katup Gas
2. Sensor Temperatur Mesin 5. Electrohydraulic Pressure Actuator
3. Sensor Udara Masuk 6. ECU

Gambar 5.3.2. Injeksi mekanis elektonis tipe KE-Jetronik


Sumber : [Link]

5.3.3. Injeksi Elektronis ( EFI )


Sampai tahun 1960, karburator telah digunakan sebagai standar sistem
penyaluran bahan bakar. Akan tetapi dalam tahun 1971 Toyota mulai
mengembangkan sistem EFI (Electronic Fuel Injection) yang menyalurkan
bahan bakarnya ke mesin dengan pengaturan injeksi elektronik ke dalam
saluran masuk (intake manifold) sama halnya pada karburator. Sistem
injeksi bahan bakar bensin ini banyak digunakan pada desain mobil
dewasa ini. Sistem ini memungkinkan pengukuran bahan bakar secara
lebih akurat, konsumsi bahan bakar yang lebih baik dari mesin yang
menggunakan karburtor, kinerja yang lebih baik dan berkurangnya asap
gas buang. Ada beberapa jenis injeksi E F I, antara lain jenis :
• D Jetronik (dikontrol oleh sensor tekanan)
• L Jetronik (dikontrol oleh laju aliran udara)

7
1. Relai EFI 4. Saluran sensor tekanan udara (MAP)
2. Relai Pompa bensin 5. Sensor temperatur mesin
[Link] 6. Sensor katup gas

Gambar 5.3.3. Injeksi elektonis tipe D-Jetronik


Sumber : [Link]

Gambar 5.3.4. Injeksi elektonis tipe L-Jetronik


Sumber : [Link]
Prinsip kerja :
• Udara dihisap masuk ke mesin
• Bensin di injeksikan ke masing-masing intake maniffold secara
bergantian.
• Jumlah bensin yang disemprotkan disesuaikan dengan :
 Jumlah udara yang masuk
 Posisi katup gas (beban mesin)
 Temperatur mesin
 Putaran mesin (rpm)

Sifat injeksi (EFI)


• Harga lebih mahal
• Campuran lebih sesuai untuk semua kondisi mesin ( lebih sempurna)
• Sensitif terhadap kotoran dan air dalam system.
8
[Link]. Effisiensi silinder
Motor dengan sistem injeksi memakai banyak injektor akan
memungkinkan pembuatan saluran masuk dengan diameter lebih besar
dan panjang serta sama setiap silindernya. Hal ini menguntungkan, karena
udara yang dihisap untuk semua silinder lebih baik dan merata.

Gambar 5.3.5. Injektor berada setiap silinder


Sumber : vedc-malang-modul

Gambar 5.3.5. Satu karburator berada di tengah


Sumber : vedc-malang-modul

Gambar 5.3.5. memperlihatkan motor 4 silinder 1 karburator, panjang


saluran masuk tidak sama, akibatnya pengisian tiap silinder agak kurang
merata.

9
Gambar 5.3.6. Tiga karburator berada di tengah
Sumber : vedc-malang-modul

Perbaikan dapat dilakukan seperti gambar 5.3.6. Motor, 6 silinder model V


dengan 3 karburator Ganda (Dobel), menghasilkan diameter dan panjang
saluran masuk menjadi sama. Tapi penyetelan putaran idel pada masing –
masing karburator, dan mekanisme pengerak katub gas lebih rumit.

[Link]. Daya Maksimum & Momen Putar


Daya maksimum sistem injeksi bensin sedikit lebih besar, ini disebabkan
karena konstruksi saluran masuk, saluran gas buang, tekanan kompresi
dan lain, dibuat berbeda dengan motor karburator. itu juga berarti pada
sistem injeksi bensin momen putar dapat sedikit diperbesar. Karena
campuran bensin / udara lebih baik pada putaran rendah bahan bakar
lebih hemat. Bila konstruksi – konstruksi di atas pada motor karburator
juga diperbaiki maka daya maksimum & momen putar yang dihasilkan
sama dg motor injeksi bensin.

5.3.4. Sistem pengaliran system injeksi


[Link]. Tangki bahan bakar
Konstruksi tangki sedikit agak berbda dengan mesin karburator, tapi
tangki mesin karburator masih dapat dipakai untuk sistem injeksi. Pompa
pengalir dipasang tangki bersama sender pengukur bahan bakar. Pompa
pengalir berfungsi untuk menekan bensin ke pompa bensin listrik, karena
pompa bensin listrik tidak mempunyai daya hisap.

1
0
Penempatan tangki pada posisi berdiri,
pompa bensin listrik pada posisi berdiri
dengan demikian tinggi permukaan bensin
akan cukup mengisi penuh ruang pompa.

Pompa bensin listrik ditempatkan dalam


tangki-tangki supaya dalam tangki ada
tekanan maka dipasang sebuah katup
ventilasi yang membuka kalau bensin pada
tangki sudah mencapai tekanan tertentu.

Katup ventilasi dan pompa bensin listrik


diluar tangki.

Gambar 5.4.1. Tangki bahan bakar


Sumber : vedc-malang-modul

[Link]. Pompa tekanan listrik


Mengalirkan bahan bakar dengan tekanan tinggi sehingga bisa diinjeksikan
ke saluran masuk.
Rangkaian listrik pompa harus direncanakan agar pada waktu kunci
kontak “ON” pompa bekerja beberapa detik, selama start dan mesin hidup
pompa bekerja terus sesuai dengan aturan: bila mobil terjadi kecelakaan,
bensin tidak boleh tertumpah, maka meskipun kunci kontak “ON” pompa
harus tidak bekerja bila mesin mati. Besar arus listrik yang mengalir pada
pompa saat beban penuh 8-10 A tegangan 12 Volt oleh karena itu pada
mesin-mesin injeksi bensin alternator harus lebih besar.
Katup pembatas akan terbuka bila tekanan bahan bakar pada sistem sudah
melebihi 8 bar. Katup pengembali berfungsi mengontrol bensin agar tetap
penuh pada ruang pompa.
Apa sebabnya bensin harus tetap penuh pada ruang pompa?

1
1
Karena bensin berfungsi sebagai pelumas dan pendingin pompa oleh sebab
itu bensin dengan sistem injeksi tidak baik kalau tangki kosong.

Gambar 5.4.2.. Pompa bahan bakar


Sumber : [Link]

[Link]. Penyimpanan tekanan (injeksi K)


Berfungsi untuk menyimpan / mempertahankan tekanan bahan bakar
yang dipompakan oleh pompa bensin listrik pada waktu motor mati.

1. Plat dan saluran peredam getaran


2. Saluran pengatur
3. Ruang penyimpan
4. Ruang pegas
5. Membran
6. Pegas
7. Ventilasi
Gambar 5.4.3. Penyimpanan tekanan bahan bakar (Regulator)
Sumber : vedc-malang-modul

Tekanan bahan bakar perlu disimpan pada penyimpan tekanan supaya:


bahan bakar masih tetap berbentuk cair pada waktu motor panas (Bensin
dengan tekanan 3 bar, masih berbentuk cair pada suhu  160oC).
1
2
[Link]. Saringan bahan bakar (filter)
Untuk menyaring kotoran yang ada pada bensin.
Bila arah pemasangan saringan terbalik, secara fungsi pengaliran bahan bakar
tidaklah mengganggu tapi fungsi saringan menjadi salah, karena: kotoran-
kotoran yang disebabkan elemen saringan akan ikut ke dalam aliran sistem
bahan bakar.

1. Kertas elemen saringan


2,3. Penyaring kasar

Gambar 5.4.4. Penyimpanan tekanan bahan bakar (Regulator)


Sumber : [Link]
[Link]. Pipa pembagi (Injeksi EFI)
Menyalurkan tekanan bahan bakar agar sama pada setiap injektor.

Gambar 5.4.5. Pipa pembagi bahan bakar


Sumber : vedc-malang-modul

[Link]. Pengatur / regulator tekanan bahan bakar (Injeksi EFI)


• Menentukan tekanan dalam system aliran dan menyesuaikan tekanan
saluran masuk.
• Pada waktu katup gas tertutup kevakuman saluran masuk menjadi
besar, membran tertarik ke bawah saluran pengembali terbuka, tekanan
1
3
bahan bakar pada pipa pembagi turun, bahan bakar yang diinjeksikan
lebih sedikit.

Gambar 5.4.6. Pengatur tekanan (regulator)


Sumber : [Link]

[Link]. Pembagi bahan bakar (Injeksi K)


Mendistribusikan bahan bakar pada setiap silinder motor dengan tekanan
yang sama pada setiap injector

[Link]. Pengontrol tekanan bahan bakar (Injeksi K)


a. Saluran pengembali tertutup
Pada waktu mesin dimatikan saluran pengembali tertutup, dengan
demikian meskipun mesin panas bensin pada pipa-pipa injektor masih
berbentuk cair, karena bensin masih mempunyai tekanan.
b. Saluran pengembali terbuka
Pada waktu mesin hidup dan tekanan bahan bakar jauh lebih besar dari
tekanan pembukaan injektor, maka saluran pengembali terbuka,
bersamaan dengan membukanya saluran bahan bakar dari regulator
panas mesin.

1. Tekanan bahan bakar dari pompa


bensin listrik
2. Saluran pengembali ke tangki
3. Plunyer
4. Katup
1
4
Saluran bahan bakar dari
regulator panas mesin

Gambar 5.4.7. Pengontrol tekanan pada injeksi K


Sumber : vedc-malang-modul

[Link]. Pengukur Jumlah Udara


Ada 3 macam cara pengukuran udara yang diisap oleh motor, agar
perbandingan campuran udara-bensin dapat sesuai dengan kebutuhan.
a) Mengukur tekanan udara pada saluran hisap
Cara ini dipakai pada sistem injeksi D (D-Jetronik), tekanan udara
diukur melalui sebuah Dos Vakum yang menggerakkan inti besi dalam
kumparan elektromagnetis.
Sinyal gerakan inti besi itu diterima oleh unit pengontrol elektronika
sehingga volume bahan bakar yang diinjeksikan dapat diatur.
b) Mengukur massa udara yang diisap motor
Di dalam unit pengatur massa udara terdapat elemen kawat yang
dipanaskan dengan arus listrik dalam suhu tetap. Massa udara yang
diisap akan mendinginkan elemen kawat constant.
Besar arus yang mengalir dapat menentukan massa udara yang
[Link] yang dihubungkan seri akan merubah arus yang
mengalir menjadi sinyal tegangan yang diterima oleh unit pengontrol
elektronik
c) Mengukur jumlah udara.

 Secara mekanis (Injeksi K)

1
5
Gambar 5.4.8. Pengukur jumlah udara pada injeksi K
Sumber : vedc-malang-modul

umlah udara yang mengalir kecil saja piring/ plat sensor dan plunyer
terangkat sedikit, bensin yang diinjeksikan juga sedikit.
Udara yang mengalir lebih besar piring/ plat sensor dan plunyer
pengontrol terangkat lebih tinggi bensin yang diinjeksikan lebih
banyak

Pk = Tekanan bensin di atas plunyer sebagai


pengontrol
Pu = Aliran udara yang diisap
Pg = Berat piring/ Plat sensor
G = Berat bobot pengimbang

Gambar 5.4.9. Kalkulasi jumlah udara pada injeksi K


Sumber : vedc-malang-modul

Agar terjadi keseimbangan maka Pu + G = Pg + Pk


Katup gas menutup Pu + G < Pg + Pk Plat sensor menutup konisitas
Katup gas terbuka Pu + G > Pg + Pk Piring/ Plat sensor
Dan plunyer pengontrol terangkat Bensin akan diinjeksikan ke dalam saluran
isap.

 Secara mekanis - elektris (Injeksi EFI)


Mengukur jumlah udara secara mekanis-elektris, berarti gerakan
pengukur udara dirubah menjadi signal listrik yang diterima oleh
1
6
unit pengontrol elektronika.
Pedal ditekan untuk membuka katup gas. Udara diisap oleh motor
jumlah udara yang mengalir diukur oleh pengukur jumlah udara.
Pengukur aliran udara memberikan informasi utama secara elektris
ke unit pengontrol elektronika.
Volume bensin yang diinjeksikan diatur oleh unit pengontrol
elektronika

Gambar 5.4.10 (A_B). Pengukur jumlah udara pada injeksi K


Sumber : vedc-malang-modul

1
7
EFI Tipe L EFI Tipe D

Gambar 5.4.11 . Pengukur jumlah udara pada injeksi K


Sumber : vedc-malang-modul

[Link]. Throtle Body (katup gas)

Gambar 5.4.12 . Katup gas injeksi L


Sumber : vedc-malang-modul

Unit katup gas terdiri dari dua bagian


• Bagian mekanisme (trotel) untuk mengatur jumlah udara yang masuk
ke silinder motor. Pada bagian ini terdapat mekanisme penggerak
katup gas (1) dan sekrup penyetel putaran idle (2)
• Bagian elektris (3) adalah berupa sakelar yang memberi informasi pada
unit pengontrol elektronika waktu mesin idle dan beban penuh
Konstruksi :
1. Tuas kontak putaran idle
2. Sepatu kontak
3. Kontak beban penuh
4. Rumah
5. Terminal 2
6. Terminal 18
7. Terminal 3
8. Poros katup gas
9. Kontak putaran idle
10. Posisi kontak putaran idle
11. B Posisi kontak beban penuh

1
8
Gambar 5.4.13 . Katup gas bagian dalam (injeksi L)
Sumber : vedc-malang-modul
Masing – masing terminal pada bagian elektris katup gas dirangkaikan ke
unit pengontrol elektronika dengan terminal yang sama

Gambar 5.4.13 . Relay kombinasi


Sumber : vedc-malang-modul

Relai ini terdiri dari 11 terminal dengan kode sebagai berikut :


85 =ke massa
86 =ke terminal 4 unit pengontrol elektronika dan terminal 47 injektor start dingin
86 a = dari klem 50
86 b = ke terminal 20 unit pengontrol elektronika dan terminal 36 pengukur jumlah udara
86 c = dari klem 15 koil pengapian
88 a = ke unit pengontrol elektronika terminal 10 dan pengukur jumlah udara terminal 39
88 b = ke injektor, 88 d = ke pompa bensin
88 c = ke terminal 48 katup pengatur udara tambahan
88 = dari klem 30, 88 z = dari terminal + baterai

[Link]. Injector
Injektor bekerja berdasarkan elektromagnetis yang diatur oleh unit
pengontrol elektronika

1
9
Gambar 5.4.14 . Injektor
Sumber : [Link]

[Link]. Unit pengontrol elektronika

Gambar 5.4.14 . Injektor


Sumber : [Link]

Dengan unit pengontrol elektronika diatur waktu dan volume bahan bakar
yang diinjeksikan, berdasarkan informasi dari = pengukur jumlah udara,
katup gas, putaran motor dan relai kombinasi

5.3.5. Pemeriksaan dan penyetelan injeksi L (EFI Toyota)


[Link]. Pengontrolan udara palsu
Kontrol secara visual semua slang/ saluran/ sambungan sistem
pengisapan. Apabila kondisi slang kurang baik (keras, retak, dst) harus
diganti baru dengan segera.
Perhatikan kedudukan dan pengerasan klam-klam!.

Gambar 5.5.1. Pemeriksaan semua klam air filter -Intake


2
0
Sumber : vedc-malang-modul
Udara palsu yang masuk setelah pengukur jumlah udara mengakibatkan
kesalahan pada perbandingan campuran. Perhatikan khusus pada sistem
ventilasi karter yang harus betul-betul rapat! Kontrol juga kerapatan pada
tutup oli motor dan batang pengukur oli, kelonggaran mengakibatkan
pengisapan udara palsu melalui sistem ventilasi karter.

[Link]. Pengontrolan sistem pengaliran bensin


Kontrol kerapatan sistem pengaliran bensin pada waktu motor hidup.
Perhatikan khusus pada sambungan-sambungan pompa bensin, saringan
bensin dan pipa pembagi bahan bakar ke masing-masing injektor

1. Pompa bensin
2. Saringan bensin
3. Pipa pembagi
4. Injektor
5. Katup pengatur tekanan

6. Saluran pengembali

Gambar 5.5.2. Sistem aliran bahan bakar


Sumber : vedc-malang-modul

Kontrol kondisi slang vakum pada katup pengatur tekanan bahan bakar.
Katup pengatup tekanan terletak pada pipa pembagi bahan bakar.
Apabila slang vakum tersebut, tekanan bahan bakar menjadi terlalu
tinggi, maka jumlah penyemprotan naik pemakaian bensin menjadi
boros

[Link]. Pengontrol rangkaian kelistrikan (kabel)


2
1
Kontrol secara visual dudukan dan kondisi steker-steker peng-kabelan
pada motor. Apabila pompa bensin diluar tangki, kontrol/ bersihkan
terminal-terminal listriknya.

[Link]. Pengontrolan katup pengatur udara tambahan


Katup ini memberi udara tambahan pada saat motor dingin supaya terjadi
penaikan putaran (putaran start dingin). Pada waktu motor mencapai
temperatur kerjanya, katup tersebut harus menutup saluran udara
tambahan.
Hidupkan motor. Pada waktu temperatur kerjanya tercapai, kontrol katup
pengatur udara tambahan dengan cara menjepit slang udara tambahan.
Jika terjadi perubahan putaran motor yang melebihi 150 rpm, katup
tersebut rusak dan harus diganti

[Link]. Penyetelan putaran idle


Kontrol/ stel putaran idle. Sekrup penyetelan biasanya terletak dirumah
katup gas pada ujung manifold masuk. Sekrup tersebut mengatur aliran
udara dalam sebuah saluran by-pass katup gas. Lihat contoh-contoh.

Gambar 5.5.3. Penyetelan putaran idle


Sumber : vedc-malang-modul

2
2
[Link]. Penyetelan campuran idle
• Pasang pengetes CO dan ukurlah persentase CO pada gas buang,
biasanya 1,5-2,5%
• Sekrup penyetel campuran idle terletak pada pengukur jumlah udara
(yang terpasang diantara saringan udara dan katup gas). Sekrup
penyetel ditutup dengan pasak plastic

Gambar 5.5.3. Penyetelan campuran idle


Sumber : vedc-malang-modul

• Penyetelan: Sekrup penyetel diputar ke arah luar kurus, ke arah


dalam kaya

Petunjuk
2
3
1. Injeksi L dilengkapi dengan saringan bensin halus, yang perlu diganti
setiap 40’000 km. Untuk penggantiannya, perhatikan tahap-tahap
berikut :

• Untuk mencegah pemompaan bensin selama saringan terlepas, terminal


negatif pada baterai harus dilepas.

• Sistem pengaliran bensin selalu bertekanan. Sediakan bak untuk


menyimpan bensin yang keluar waktu saringan dikendorkan. Jagalah
mata anda dari semprotan bensin!

• Perhatikan arah pemasangan saringan (anak panah), dan jagalah


pemasukan kotoran pada saluran yang menuju ke motor! Setelah
pekerjaan selesai, kontrol kebocoran pada sambungan-sambungan yang
telah dilepas, sewaktu motor hidup.

2. Bagaimana, jika idle kurang stabil?

• Putaran idle yang “menggergaji” disebabkan oleh udara palsu. Cek


kembali kerapatan saluran masuk

3. Bagaimana, jika persentase CO dalam idle merubah-ubah?

• Hal itu disebabkan oleh nosel injeksi yang tidak rapat. Jenis injeksi L
yang lama juga mempunyai satu injektor khusus untuk start dingin, yang
dipasang pada saluran utama manifold. Cara mengontrol: Injektor-
injektor dilepas, tapi masih berhubungan dengan saluran bensin. Kunci
kontak “ON”, supaya sistem pengaliran bertekanan. Jika ada kebocoran
2
4
bensin yang melebihi satu tetesan tiap menit (lihat ujung nosel), injektro
harus diganti.

4. Bagaimana jika campuran (persentase CO) tak dapat distel?

a. Jika terlalu kurus : Kontrol udara palsu

b. Jika terlalu kaya : Lepas rumah saringan udara dan kontrol apakah
katup udara didalam pengukur jumlah udara tidak macet/ gerak
berat.

Gambar 5.5.4. Throtle body


Sumber : vedc-malang-modul

D. Aktivitas Peserta Didik


I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan sistem

2
5
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun
sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

II. Persiapan / perencanaan


a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap
belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses
belajar (termasuk job sheet)
b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh
berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.
d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan yang
sudah diperoleh (teaching factory) hingga mampu menghasilkan produk
sederhana yang dapat dimanfaatkan ulang (teaching aid).

III. Permulaan dari proses peserta didik


a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang
terdapat pada tahap belajar.
b. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat
menggabungkan pengetahuan Anda.

IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.

E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan perkembangan injeksi tidak langsung.
b. Jelaskan nama system yang masih bersifat mekanis.
c. Jelaskan apa yang harus dilakukan untuk mengecek udara palsu

2
6
d. langkah pengaman apa yang dilakukan saat fuel filter dilepas
e. Bolehkah menyetel katup gas?

F. Rangkuman
1. Perkembangan injeksi tidak langsung adalah sebagai berikut :
a. Injeksi bensin mekanis yang dikenal dengan K – Jetronik
Injektor menyemprot terus menerus pada tekanan tertentu
b. Injeksi bensin mekanis–elektris yang dikenal dengan KE – Jetronik
Injeksi K yang dikontrol dengan ECU
c. Injeksi bensin elektris yang dikenal dengan EFI
Injector di buka secara elektromagnetik dengan control ECU.
d. Injeksi bensin elektris yang dikenal dengan L – Jetronik
Penginjeksian berdasarkan aliran udara pada intake manifold
e. Injeksi bensin elektris yang dikenal dengan D – Jetronik
Penginjeksian berdasarkan tekanan pada intake manifold
f. Engine management system yang dikenal dengan Motronik
Penggabungan beberapa control engine (Injeksi, Pengapian, isc, egr dll).

2. Injeksi L dilengkapi dengan saringan bensin halus, yang perlu diganti setiap
40’000 km. Untuk penggantiannya, perhatikan tahap-tahap berikut
• Untuk mencegah pemompaan bensin selama saringan terlepas,
terminal negatif pada baterai harus dilepas.
• Sistem pengaliran bensin selalu bertekanan. Sediakan bak untuk
menyimpan bensin yang keluar waktu saringan dikendorkan. Jagalah
mata anda dari semprotan bensin!
• Perhatikan arah pemasangan saringan (anak panah), dan jagalah
pemasukan kotoran pada saluran yang menuju ke motor! Setelah
pekerjaan selesai, kontrol kebocoran pada sambungan-sambungan
yang telah dilepas, sewaktu motor hidup.
5. Bagaimana, jika idle kurang stabil?

2
7
• Putaran idle yang “menggergaji” disebabkan oleh udara palsu. Cek
kembali kerapatan saluran masuk

6. Bagaimana, jika persentase CO dalam idle merubah-ubah?

• Hal itu disebabkan oleh nosel injeksi yang tidak rapat. Jenis injeksi L
yang lama juga mempunyai satu injektor khusus untuk start dingin,
yang dipasang pada saluran utama manifold. Cara mengontrol:
Injektor-injektor dilepas, tapi masih berhubungan dengan saluran
bensin. Kunci kontak “ON”, supaya sistem pengaliran bertekanan.
Jika ada kebocoran bensin yang melebihi satu tetesan tiap menit (lihat
ujung nosel), injektro harus diganti.

7. Bagaimana jika campuran (persentase CO) tak dapat distel?


a. Jika terlalu kurus : Kontrol udara palsu
b. Jika terlalu kaya : Lepas rumah saringan udara dan kontrol
apakah katup udara didalam pengukur jumlah udara tidak
macet/ gerak berat.

G. Umpan Balik dan tindak lanjut


Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus
mampu menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :

No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi komponen utama injeksi
2 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi mechanism injeksi
3 Saya dapat menjelaskan cara kerja injector

2
8
4 Saya dapat menjelaskan fungsi komponen sensor
5 Saya dapat menjelaskan jenis mekanisme injeksi
6 Saya dapat menjelaskan cirri-ciri jenis injeksi
7 Saya dapat menjelaskan cara kerja throttle body
8 Saya dapat menjelaskan langkah pemeriksaan throttle body
9 Saya dapat menjelaskan pemeriksaan pompa bahan bakar
10 Saya dapat menyetel putaran idle

Jika semua pernyataan diatas dijawab dengan ya berarti peserta bisa


melanjutkan mempelajari materi berikutnya.

H. Kunci Jawaban
a. K – jetronik, KE – jetronik, EFI, L – jetronik, D – jetronik, EMS
b. K – jetronik
c. Periksa semua saluran masuk mulai dari air filter hingga ke intake manifold.

d. Lepaskan terminal minus baterai Tidak

Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2023


Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,

Cut Milawati, [Link] Ir. Efriyanto, ST


NIP. 19760706 200504 2 005 NIP. 19731215 200504 1001

2
9
Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh

Yasni Marjaya, [Link]


NIP. 19640209 198903 1 005

3
0
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Engine Management System (EMS)
Alokasi Waktu : 32 x 45 Menit ( Empat kali pertemuan)
b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila  Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
 Berkebhinnekaan global
 Mandiri
 Bergotong royong
 Bernalar Kritis
 Kreatif
d. Sarana dan Prasarana  Digital
 Video Pembelajaran dari Internet
 Buku digital (e-book)
 PDF
 Non Digital
 Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
 Majalah
 Buku ajar yang relevan
 Perangkat Keras
 Car trainer
 Engine Stand Trainer
 Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
 Perangkat Lunak
 Aplikasi Scan Tool
 Zoom, Google class room, you tube
 Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan

f. Model Pembelajaran Teaching Factory

3
1
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :
1. Menelaah sistem pendinginan dengan benar, Setelah berdiskusi dan
menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem Engine
Management System (EMS) dengan penuh percaya diri, Setelah
berdiskusi dan menggali informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem Engine Management System
(EMS) dengan benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik, dengan
tersedianya peralatan perawatan berkala dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem Engine
Management System (EMS) berdasarkan tugas dengan percaya diri,
dengan tersedianya engine stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem Engine Management
System (EMS) dengan benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik,
dengan tersedianya engine stand Toyota 4K dan atau car trainer.

B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system Engine Management System (EMS)
secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer

C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pendinginan?

D. Skenario
Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3

Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu

1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang manajemen”,
(pengkondisian siswa).

3
2
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : Manajemen berlaku pada setiap kondisi dan organisasi,
termasuk mulai dari manajemen keluarga hingga ke negara, demikian halnya pada
unit mesin, manajemen juga sangat di perlukan agar jauh lebih baik dan teratur.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi

2. Kegiatan Inti 290 menit

A. Menerima order 117. perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam


kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin
yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa
tanaman kaum yang Menganiaya diri sendiri, lalu angin itu
merusaknya. Allah tidak Menganiaya mereka, akan tetapi
merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri. (Q.S. Ali-
Imran : 117)

Siswa berhadapan dengan mesin mobil / unit


kendaraan atau engine stand
1. Melihat mobil secara umum.
2. Melakukan interview.
3. Mencatat hasil interview pada lembar kerja, focus
pada system Engine Management System (EMS)
B. Menganalisis  Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan
order identifikasi dan observasi terhadap komponen
sistem Engine Management System (EMS)
 Siswa melakukan analisa kerusakan pada sistem
Engine Management System (EMS).
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
melakukan analisis pada sistem pendinginan.
 Siswa melakukan (demonstrasi) proses analisa
dan hipotesa bagian Engine Management System
(EMS) sesuai standar operational procedur (SOP)
pabrik.

3
3
C. Menyatakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
 Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.

D. Mengerjakan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order untuk melakukan pengetesan / pemeriksaan
komponen dengan menggunakan alat bantu
yang sesuai dengan standar, dengan tetap
berpedoman pada buku sumber referensi (manual
Book)
 Siswa secara individual melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan lembar kerja hasil analisa.
 Siswa secara individual menyelesaikan pekerjaan
sesuai denga SOP.
 Dalam melaksanakan pekerjaan, tetap
mengedepankan K3 dengan prinsip 5R

E. Mengevaluasi  Guru mempersilahkan siswa secara individual


produk memeriksa seluruh hasil pekerjaan
 Siswa secara individual melakukan pengujian
hasil pekerjaan.
 Meletakkan unit mobil pada area hasil pekerjaan
 Siswa secara individual mengumpulkan semua
media dan alat bantu kerja serta SST pada
tempatnya.

F. Menyerahkan  Guru mempersilahkan siswa secara individual


order menyerahkan unit hasil pekerjaan kepada
pengguna (user).
 Siswa secara berkelompok berdiskusi membuat
perbandingan dan verifikasi hasil
pengetesan/pemeriksaan/pekerjaan mereka.
 Siswa antar kelompok berdiskusi untuk
menghasilkan kesimpulan yang paling tepat.
 Siswa secara berkelompok membuat kesimpulan
3
4
terhadap cara melakukan analisa dan hipotesa
sesuai dengan sumber referensi (manual Book).
 Siswa (perwakilan kelompok)
mempresentasikan hasil kesimpulannya di depan
kelas secara bergiliran mengenai materi yang
dikaji dan menampilkan desain langkah efektif
(flow chart) dalam melakukan hipotesa yang telah
kelompoknya buat (rancangan).
 Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi
yang di tampilkan.
 berkelompok untuk membuat kesimpulan
mengenai analisa dan hipotesa komponen sistem
pendinginan.

3. Penutup 25 menit

1. Secara bersama-sama siswa diminta untuk menyimpulkan tentang analisa dan


hipotesa sistem Engine Management System (EMS).
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) untuk setiap siswa secara individu dalam
mengerjakannya.
4. Pemberian tugas untuk melakukan observasi tentang sistem Engine Management
System (EMS) pada kendaraan yang lainnya.
5. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada siswa untuk
mempelajari materi berikutnya (menginformasikan kegiatan untuk pertemuan
berikutnya.
6. Guru menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa syukur Alhamdulillah
sebagai penutup.

E. Asesmen (Penilaian Hasil Belajar)

1. Teknik : Non test dan test


2. Bentuk :
1) Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
2) Penilaian keterampilan : Praktik analisa & hipotesa,
pemeliharaan, serta perbaikan bagian
utama mesin.

11) Penilaian Pengetahuan

 Tes tertulis

3
5
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen Engine Management System (EMS)
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen Engine Management System
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen Engine Management System (EMS)

No. Kunci Jawaban


1. EMS Modul, Battery, Fuel pump, Sensor-sensor, Injector, fuel feed,
pressure regulator, return feed, ECU, delivery pipe, fuel filter, fuel tank,
2. Lakukan perawatan berkala sesuai manual book
3. Lakukan perbaikan berkala sesuai manual book

Kriteria penskoran :

No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100

𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎

12) Penilaian Keterampilan

 Produk dan Jasa

Instrumen : Lakukan analisa dan hipotesa, perawatan


bahkanperbaikan pada bagian utama mesin.

36
 Kriteria penilaian produk dan jasa

Aspek yang dinilai Skor

Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1
2
3
4
Keterangan :

Keterangan Aspek Yang Dinilai


Nama
kelompok Pelaksanaan Ketepatan Ketepatan
Prosedur
(etos kerja) sasaran waktu
Kurang
1 Kurang rapi Kurang tepat Kurang tepat
sistematis
Cukup
2 Cukup rapi Cukup tepat Cukup tepat
sistematis
3 Rapi Sistematis Tepat Tepat
Sangat
4 Sangat rapi Sangat tepat Sangat tepat
sistematis

𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃

Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per maple
- TS = Taraf serap
37
MATERI PEMBELAJARAN
ENGINE MANAGEMENT SYSTEM (EMS)

A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu melakukan
telaah engine management system dan komponen engine management system serta
melakukan deteksi gangguan/kerusakan komponen sesuai dengan spesifikasi.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


Setelah mempelajari materi ini, Insya Allah peserta didik mampu:
1. Menelaah secara umum system bahan bakar injeksi motronik
2. Menelaah sensor dan fungsinya pada system bahan bakar injeksi
3. Menggunakan scan tool dan Oscilloscope dengan benar

C. Uraian Materi
6.1. Fungsi
Sistem bahan bakar pada mesin berfungsi untuk menyediakan bahan
bakar, melakukan proses pencampuran bahan bakar dan udara, dengan
perbandin ga n yang tepat, dalam jumlah volume yang tepat sesuai kebutuhan
putaran mesin. Cara untuk melakukan penyaluran bahan bakarnya melalui
sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan, dan dengan pengontrolan secara
elektronik yang dikenal dengan Electronic Fuel Injection.(EFI)
Sistem ini berkembang pesat hingga saat ini sudah di kenal dengan system
CAN BUS, dalam buku ini akan dibahas tentang Engine Management Sistem atau lazim
disebut dengan Motronik generasi system generasi ketiga setelah system Electronic Fuel
Injection.(EFI).
38
6.2. Engine Control Mudule (ECM)
6.2.1. Diagram

Gambar 6.2.1. Skema diagram ECM


Sumber : [Link]

6.2.2. Unit pengontrol elektronik


1. Central Processing Unit (CPU)
2. Random Assces Memory (RAM)
3. Read Only Memory (ROM)
4. Input – Output (I / O)

39
[Link] Skema unit pengontrol elektronikECU

C R O I/
P A M O
U M

INPUT DARI :
1. Sensor putaran mesin
2. sensor temperature mesin (EOT)
3. Sensor sudut kemiringan
OUTPUT MENUJU :
4. Sensor tekanan Absolut Intake
1. Sistem pengapian
(MAP)
2. Sistem pemompaan
5. Sensor posisi katup gas (THP)
bahan bakar
6. Sensor temperature udara masuk
3. Injektor
(IAT)
4. Mallfunction
Indicator Lamp
(MIL)

Gambar 6.2.2. Bagan ECM


Sumber : vedc-malang-modul

40
[Link] RAM (Random Acces Memory)
Adalah suatu rangkaian di dalam ECU yang berfungsi untuk menulis data
masukan dan mengeluarkan kembali dalam bentuk bilangan biner digit. ( ya
dan tidak / 0 dan 1 ) secara kontinyu

RAM terdiri dari dua bagian yaitu :


 SRAM (Statische RAM) yang dapat menyimpan data input secara
kontinyu dan stabil
 DRAM (Dynamische RAM) yang dapat menyimpan dan mengirim
informasi data secara dinamis sesuai dengan karakteristik sensor.

[Link] ROM (Read Only Memory)


ROM terdapat data-data seperti fungsi table, kode-kode rumus, pengendalian
input atau berisi data-data yang sudah diprogram untuk keadaan darurat.

ROM terdiri dari


 PROM (Programable ROM) yaitu data-data yang sudah dimasukkan
dapat diubah menyesuaikan kebutuhan atau diprogram ulang.
 EPROM (Eraseable Prog. ROM) sebuah program yang dapat dihapus

[Link] I / O (Input / Output)

Iialah rangkaian yang merubah sinyal analog ke digital atau sebaliknya,


kemudian memperkuat sinyal yang keluar.

[Link] CPU (Micro controller)


Mikrokontroler adalah sebuah bagian elemen dari fungsi umum CPU, yang
berfungsi mengelola data.

41
ti=
Q. pl.60.000
14,7.Z .n.K
(detik)
IAT
= 20o Rumus
C
EOT =
CPU
80o C mL(teori):
14,7 kg
n= 800
rpm ti = Pl : 0.75 g/cm3
Q = 180 l/min 180.0,00129.60.000
14,[Link] Z=4
RAM U(idle)=
12V K = 125 ROM
grm/min

U U VL Q nK EOT IAT
(idle
) Injector =
ti = 2,4 ms
pada putaran
idle.
Gambar 6.2.3. Blok bagan ECM
Sumber : vedc-malang-modul

6.3. Actuator
Adalah system yang melaksanan perintah ECU, antara lain :

6.3.1. Sistem pengapian

A 16

15 1
15
b
a
15
4
4

c d
0

Gambar 6.3.1. Rangkaian apengapian (contoh)


Sumber : vedc-malang-modul

42
[Link]. Skema blok diagram system pengapian komputer

Gambar 6.3.2. Skema blok diagram pengapian komputer


Sumber : vedc-malang-modul

Keterangan gambar

1. Pengirim sinyal putaran motor dan sinyal kondisi motor


2. Sensor temperatur oli mesin (EOT)
3. Tegangan baterai
4. Pengubah analog digital
5. Mikroprosesor
6. Pemutus arus
7. Koil pengapian

[Link]. Pengirim sinyal putaran dan posisi motor


Informasi putaran dan posisi motor dapat diambil dari putaran roda gaya
(magnet).

43
Gambar 6.3.3. sensor putaran (CKP)
Sumber : vedc-malang-modul

1. Magnet permanen
2. Rumah
3. Dudukan pengirim sinyal
4. Inti besi
5. Kumparan pembangkit
6. Roda gaya (magnet)

Jumlah frekuensi yang dibangkitkan dapat memberikan informasi jumlah


[Link] mengetahui posisi motor, pada roda gaya (magnet), cukup
mengurangi jumlah gigi atau tonjolan.

[Link]. Informasi posisi motor dari roda penerus

1. Pengirim sinyal Bentuk Sinyal yang dikirim


2. Roda gaya
Gambar 6.3.4. sensor putaran (CKP)
Sumber : vedc-malang-modul

44
[Link]. Pengirim sinyal temperatur motor

Pada start dingin saat pengapian dibuat lebih lambat dibanding start panas. Hal
ini berhubungan dengan temperatur akhir kompresi. Agar saat start motor
langsung hidup, maka perlu penyesuaian antara saatb pengapian dan
temperature mesin.

Untuk penyesuaian ini kontrol unit (ECM) menerima informasi dari sensor
temperatur (EOT) yang dipasang pada bagian blok mesin.

Tahanan NTC
1. Rumah sender
2. Terminal

Simbol NTC

Gambar 6.3.5. NTC (Negative Temperature Coefisien)


Sumber : vedc-malang-modul

45
Fungsi : Menyesuaikan saat pengapian untuk start dingin dan panas

Sifat NTC = Temperatur naik, tahanan turun.

[Link]. Kontrol unit elektronik

Kontrol unit elektronik berfungsi untuk mengolah data (tegangan) dari pengirim
sinyal sesuai dengan memori dalam kontrol unit agar diperoleh saat pengapian
yang betul-betul tepat.

Memori

Pengirim digital Mikro proses Pemutus Arus


Primer
(darlington)

Pengubah
Pengirin Analog Analog Digital

Gambar 6.3.6. Diagram kerja control unit


Sumber : vedc-malang-modul

Prinsip kerja ;
• Mikroprosesor bekerja berdasarkan sinyal dari pengirim sinyal. Sinyal yang
masih analog diubah dulu menjadi digital pada pengubah analog-digital.
• Informasi masuk pada saat tanda posisi motor sebelum TMA.
• Didalam mikroprosesor data yang masuk dapat disesuaikan dengan data
yang sudah terprogram dalam memori.

46
Hasil perhitungan yang dikeluarkan berupa saat pengapian yang sesuai
dengan kondisi mesin.

Contoh

Saat tanda posisi lewat (misal 12o sebelum TMA) mikroprosesor


menghitung informasi yang masuk.

Misal hasil perhitungan saat pengapian yang paling tepat 100 sebelum
TMA, berarti kontrol unit harus menunggu 20 lagi untuk memberi informasi
ke darlington untuk memutus arus primer.

Gambar 6.3.7. Grafik saat pengapian


Sumber : vedc-malang-modul

47
Saat pengapian yang dapat dibaca pada grafik diatas adalah saat pengapian
yang terprogram dalam memori (kurang lebih 256 saat pengapian).

Diantara itu masih bisa dihitung dalam mikroprosesor diantara 1000 s/d 4000
saat pengapian

Gambar 6.3.8. Diagram pengajuan pengapian


Sumber : vedc-malang-modul

1. Langkah torak

2. Gelombang engkol
(sinyal putaran)
3. Tekanan saluran masuk

4. Saat pengapian

Gambar 6.3.9. Diagram saat pengapian


Sumber : vedc-malang-modul

Keterangan
: Langkah buang
: Langkah Hisap
: Langkah kompresi
: Langkah Usaha

48
6.3.2. Injektor

Gambar 6.3.10. Diagram saat pengapian


Sumber : surorodin69..com

Agar penyemprotan yang dihasilkan berupa kabut halus dan rata, pada
injektor dibuat empat lubang yang masing-masing lubang bediameter 0,04
mm2.

Gambar 6.3.11. Diagram penyemprotan


Sumber : vedc-malang-modul

49
- Pompa bahan bakar
- Tegangan baterai
Tek. BB (PE) - Regulator tekanan
bahan bakar

Volume Diameter
semprot (VE) injektor

lama semprotan
- Temperatur oli
mesin (ρm)
- Temperatur udara
(ρm)
- Putaran Motor (n)
- Tegangan baterai
(Vbat)
- Jumlah/Volume
Udara (QL)
- Posisi katup gas

Gambar 6.3.12. Bagan volume penyemprotan


Sumber : vedc-malang-modul

6.3.3. Malfunctian indicator lamp (MIL)


Berupa lampu yang berada pada panel instrumen yang berfungsi sebagai
petunjuk tentang kondisi sistem injeksi.
Pengendalian lampu tersebut dilakukan oleh Elektronic Control Modul (ECM)
sistem injeksi itu sendiri.

50
MIL
ECM

Kunci kontak

teganganPositif

Gambar 6.3.13. Rangkaian MIL


Sumber : vedc-malang-modul

6.4. Sensor
6.4.1. Manifold absolute pressure (MAP)

Sensor tekanan udara masuk ini berfungsi untuk mendeteksi tekanan udara
masuk pada intake, lalu data disampaikan ke ECU untuk mengetahui bahwa
mesin berada pada langkah hisap (intake).

Gambar 6.4.1. MAP sensor


Sumber : [Link]

51
Jika sensor ini rusak biasanya mesin masih dapat hidup tapi, lampu check
engine pada spedometer menyala dan pada waktu idle mesin tidak bisa
langsam (idle), atau rpm mesin naik turun.

6.4.2. Engine oil temperature (EOT)


Sensor ini sistem kerjanya sama dengan sensor ECT, hanya saja sensor ini
bekerja mengukur suhu oli. dan sensor ini hanya terdapat pada motor yang
berpendingin udara seperti Supra x 125 PGM-FI.

Gambar 6.4.2. EOT sensor


Sumber : [Link]

6.4.3. Throtle position sensor (TPS)


Sensor posisi throttle (katup) gas ini bertugas mendeteksi sudut pembukaan
katup throttle lalu mengirimkan data ke ECU untuk dikalkulasikan berapa
bahan bakar yang akan disemprotkan. Jika sensor ini rusak mesin dapat hidup
tapi tidak bisa stabil dan bahan bakar sangat boros dan lampu check engine
juga akan menyala.

52
Gambar 6.4.3. TP sensor
Sumber : [Link] [Link]

53
6.4.4. Intake air temperature (IAT)

Sensor temperature udara masuk ini bertugas untuk mendeteksi suhu udara
yang masuk dan mengirim data tersebut ke ECU untuk dikalkulasikan
sehingga campuran bahan bakar tatap ideal. Jika temperature udara dingin,
maka ECU akan memperkecil debit bahan bakar yang disemprotkan demikian
sebaliknya, temperatus panas, maka ECU akan memperbesar debit bahan
bakar akan disemprotkan pada injector.

Sensor ini letaknya difilter udara, jika sensor ini rusak mesin masih bisa hidup
tapi lampu indikator check engine pada spedometer menyala.

Gambar 6.4.4. IAT sensor


Sumber : [Link]

6.4.5. Engine coolant temperature (ECT)


Sensor ini bertugas untuk mendeteksi suhu air pendingin pada mesin dan
mengirimkan datanya ke ECU untuk dikalkulasikan. Selain itu sensor ini
bertugas menyalakan Fan radiator. Sensor ini biasanya terpasang diblok
mesin. jika suhu air pendingin melebihi dari spesifikasi normal maka sensor
ECT akan mengirim sinyal ke lampu indikator temperatur yang terdapat di
spedometer, sehingga lampu indikator temperatur menyala. jika sensor
ini rusak mesin masih bisa hidup tapi lampu check engine juga akan hidup

54
dan hal ini cukup bahaya jika suhu temperatur diatas suhu normal maka tidak
ada sensor yang memberi informasi kepada kita, tau-tau air radiator habis dan
silinder cop akan memuai karena mesin overheat.

Gambar 6.4.5. ECT sensor


Sumber : [Link]

6.4.6. Oxygen sensor (O2 )

Sensor ini bertugas menjaga gas buang sisa pembakaran agar selalu pas dan
memberi informasi ke ECU untuk memberikan campuran bahan bakar yang
ideal sehingga gas buang yang dihasilkan lebih ramah lingkungan.

Gambar 6.4.6. Oxygen sensor


Sumber : [Link]

55
6.4.7. Intake air cut valve (IACV) / Fast idle selonoid (FID)

IACV/FID bukanlah sensor tetapi aktuator yang bertugas meningkatkan


RPM saat mesin dalam keadaan dingin (Fast Idle). Fungsi Piranti tersebut
sama dengan fungsi choke pada mesin karburator. Jika unit ini rusak, maka
mesin sulit dinyalakan ketika mesin dingin. atau RPM mesin akan drop saat
mesin dingin.

Gambar 6.4.6. IACV


Sumber : [Link]

Gambar 6.4.6. Ilustrasi ECU system


Sumber : [Link]

56
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan sistem
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai
dengan rencana yang telah dibuat.

II. Persiapan / perencanaan


a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap
belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses
belajar (termasuk job sheet)
b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh
berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.
d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan yang
sudah diperoleh (teaching factory) hingga mampu menghasilkan produk
sederhana yang dapat dimanfaatkan ulang (teaching aid).

III. Permulaan dari proses peserta didik


a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat
pada tahap belajar.
b. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan
pengetahuan Anda.

IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.

57
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan nama komponen utama pengontrol semua sensor/actuator.
b. Jelaskan nama komponen yang mendeteksi tekanan udara masuk.
c. Jelaskan nama sensor putaran.
d. Komponen utama pada ecm adalah.
e. Jika injector tidak bekerja apakah mesin dapat menyala.

F. Rangkuman
1. Mesin yang menggunakan pengontrolan elektronik canggih mencapai ini
melalui elektronik kontrol modul (ECM) atau elektronik kontrol unit (ECU) -
yang merupakan "komputer" dalam mesin. ECM/ECU menerima kecepatan
signal mesin melalui sensor dan menggunakan algoritma dan mencari tabel
kalibrasi yang disimpan dalam ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan
bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau hidrolik untuk mengatur
kecepatan mesin.
EMS system (engine management system) mengatur secara luas agar
operasional mesin bisa tetap bekerja secara optimal setiap saat melalui
pengaturan elemen mesin seperti sensor, actuator, controller.
EMS system (engine management system) mengatur secara luas agar
operasional mesin bisa tetap bekerja secara optimal setiap saat melalui
pengaturan elemen mesin seperti sensor,actuator dan controller. Sistem
pengaturan mesin melibatkan pengaturan bahan bakar, air intake dan juga
waktu pengapian, agar diperoleh momen dan tenaga sesuai spesifikasi.
Pengemudi dapat mengatur bukaan throttle valve secara manual dengan
sistem koneksi mekanis, yang kemudian mengatur rasio udara/bahan bakar
ke dalam mesin, selanjutnya campuran udara/bahan bakar yang masuk itu
akan menentukan tenaga dan momen yang dihasilkah oleh [Link]
momen mesin biasanya menggunakan sistem kontrol secara mekanis dan
tekanan hampa, misalnya evaporator yang menghasilkan campuran bahan
bakar/udara untuk pembakaran, pemakaian peralatan yang sudah sesuai
58
dengan aturan international untuk memperoleh energi pengapian yang tepat,
distributor, centrifugal dan sistem oscilation [Link] konfigurasi
kontrol secara mekanis dapat dikatakan sangat rumit, susah dalam
pembuatan, dan sulit untuk mendapatkan hasil yang optimal dan efisiens,
sehingga mengakibatkan emisi buangnya tidak bisa mengikuti aturan yang
telah [Link] pengontrolan secara elektroni untuk sistem injeksi
bahan bakar (Bosch’s DJetronic danL-Jetronic) sudah diperkenalkan untuk
menggantikan sistem konvesional karburator atau injeksi mekanis, dan
selanjutnya teknologi pengaturan secara elektronic untuk aplikasi mesin dan
keseluruhan sistem pada kendaraan berkembang dengan pesat. Penggunaan
teknologi pengaturan secara elektronik akan memungkinkan sistem
pengontrolan berjalan secara akurat dan tahan lama, serta dapat mengurangi
polusi lingkungan karena emisinya lebih baik, hemat bahan bakar, stabilitas
dan kontrol sistem juga lebih baik. Perkembangan teknologi elektronika yang
sangat pesat, termasuk di dalamnya semi conductor dan komputer sejak tahun
1970 juga berperan dalam meningkatkan tingkat kestabilan kendaraan dan
harganya juga sudah semakin terjangkau.
2. Dalam buku ini tidak menjelaskan rincian perbaikan, di karenakan buku
perawatan ringan sudah di keluarkan oleh pabrikan.

59
G. Umpan Balik dan tindak lanjut
Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus mampu
menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :

No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi komponen utama ECM
2 Saya dapat menjelaskan nama sensor
3 Saya dapat menjelaskan fungsi sensor
4 Saya dapat menjelaskan nama aktuator
5 Saya dapat menjelaskan fungsi actuator
6 Saya dapat menjelaskan sejarah perkembangan injeksi
7 Saya dapat menjelaskan system CAN BUS
8 Saya dapat menggunakan scan tool
9 Saya dapat membaca kode kedipan MIL
10 Saya dapat mengganti sensor yang rusak

Jika semua pernyataan diatas dijawab dengan ya berarti peserta bisa


melanjutkan mempelajari materi berikutnya.

H. Kunci Jawaban
1. ECU
2. MAP
3. CKP dan CMP
4. Sensor, prosesor dan actuator
5. Tidak

60
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2024
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,

Ir. Efriyanto, ST Ir. Efriyanto, ST


NIP. 19731215 200504 1001 NIP. 19731215 200504 1001

Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh

Dewi Yulisna, [Link]., [Link]


NIP. 19821018 200604 2 009

61

Anda mungkin juga menyukai