Modul Ajar Pemeliharaan Mesin Kelas XI
Modul Ajar Pemeliharaan Mesin Kelas XI
[Link], ST
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 4 BANDA ACEH
2024
i
ii
B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system utama mesin secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer
C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pembakaran”?
D. Skenario Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3
1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pembakaran”,
(pengkondisian siswa).
1
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : setiap terminal & saklar pada rangkaian listrik otomotif
pada mobil dapat terjadi percikan bunga api karena syarat pembakaran terpenuhi.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi
2
C. Menyatakan Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.
3. Penutup 25 menit
1) Penilaian Pengetahuan
Tes tertulis
4
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem utama engine
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem utama engine
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem utama engine
Kriteria penskoran :
No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
2) Penilaian Keterampilan
5
Kriteria penilaian produk dan jasa
Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Keterangan :
𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃
Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per mapel
- TS = Taraf serap
6
MATERI PEMBELAJARAN
SISTEM UTAMA MESIN DAN MEKANISME KATUP
A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu
melakukan telaah system utama mesin dan mekanisme katup serta melakukan
penyetelan katup sesuai dengan spesifikasi.
2
Gambar 1.1.2. Kepala Silinder
Sumber : [Link]
Untuk mencegah kebocoran fluida (oli dan air) pada motor, digunakan
gasket dan seal. Secara umum gasket dan seal disebut “perapat”. Gasket
digunakan untuk mencegah kebocoran pada sambungan yang tidak
bergerak (statis), contohnya antara kepala silinder dan blok silinder,
pompa pendingin dan blok silinder dan lain-lain.
Seal digunakan untuk mencegah kebocoran pada komponen yang
bergerak/berputar, contohnya antara poros engkol dan blok silinder, pada
pompa air dan lain-lain. Untuk dapat merakit satu unit engine diperlukan
komponen lain, seperti mur, baut, ring, spacer, dudukan, penahan pegas
dan lain-lain. Komponen- komponen kecil inilah yang membentuk satu
kesatuan motor.
4
lainnya (buang, isap dan kompresi), dengan demikian putaran mesin
menjadi lebih halus. Semakin banyak jumlah silinder, roda penerus akan
semakin ringan/kecil. Roda penerus dilengkapi/ dipasang roda gigi,
sehingga memungkinkan motor dihidupkan dengan menggunakan motor
starter. Roda gaya atau roda penerus/Flywheel, merupakan piringan yang
terbuat dari besi tuang dan dibaut pada ujung belakang poros engkol.
Poros engkol hanya mendapatkan tenaga putaran dari langkah kerja
saja, agar dapat bekerja pada langkah yang lainnya maka poros engkol
harus dapat menyimpan daya putaran yang diperolehnya. Bagian yang
menyimpan tenaga putaran ini adalah roda penerus yang juga dilengkapi
dengan gigi ring yang dipasangkan di bagian luar untuk perkaitan dengan
starter pinion.
Roda penerus sering disebut juga roda gaya atau roda gila, adalah sebuah
komponen berupa sebuah piringan yang dipasangkan pada flensa di ujung
roda poros engkol. Bagian tepi roda penerus biasanya memiliki cincin
bergerigi untuk pertautan dengan roda gigi motor starter pada saat mesin
dinyalakan. Karena itu tanpa roda penerus hampir tidak mungkin
menyalakan mesin. Kalaupun nyala, putaran mesin menjadi tidak teratur.
Bobot yang dimiliki roda penerus inilah yang menyebabkan putaran poros
engkol mantap dan halus. Bobot roda penerus pada mesin mobil penumpang
berkisar 7.5-50 Kg.
Sirip pengimbang pada poros engkol sering dimanfaatkan untuk
membuat putaran mesin menjadi lebih merata. Beberapa merek mobil juga
memakai mesin yang dilengkapi alat peredam getaran sehingga putaran
mesin menjadi sangat halus. Bentuk peranti ini mirip roda gila, tetapi
ukurannya lebih kecil dan dipasang diujung poros engkol bagian depan.
Roda penerus dipasang kokoh pada ujung poros engkol sehingga tidak
mudah bergeser dari dudukannya. Ini untuk menjamin agar roda penerus,
mesin, dan kode penyalaan tetap pada posisi yang benar. Selain itu, tepat
5
ditengah roda penerus ada lubang kecil. Bantalan peluru ini bertugas
menahan ujung bagian depan poros kopling.
Fungsi lain dari roda penerus adalah sebagai tempat pemasangan
kopling, yaitu alat untuk meneruskan atau menyalurkan tenaga dari mesin ke
poros gardan melalui kopling. Kopling terpasang pada roda penerus berikut
rumah kopling yang seputar sisi sekrupnya pada roda penerus. Permukaan
salah satu roda penerus dibubut sangat halus.
7
gesekan yang akan lebih besar sehingga pelumasan tidak sempurna.
8
Mekanisme Katup (Valve Mechanism)
Fungsi
Mekanisme katup hanya terdapat pada jenis mesin 4
langkah dimana berdasarkan konstruksinya terdapat dua jenis katup yaitu
katup masuk dan katup buang. Fungsi dari mekanisme katup adalah
mengatur pemasukan gas baru ke dalam silinder dan mengatur
pengeluaran gas bekas pembakaran keluar silinder.
Konstruksi
Setiap silinder dilengkapi dengan dua jenis katup yaitu katup masuk
dan katup buang. Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur
dengan sebuah poros yang disebut poros cam (Cam Shaft).
Sehingga silinder mesin empat langkah memerlukan satu atau dua
poros cam, yaitu cam katup masuk dan cam katup buang. Poros cam
diputar oleh poros engkol melalui transmisi roda gigi atau rantai. Poros
cam berputar dengan kecepatan setengah putaran poros engkol. Jadi,
diameter roda gigi pada poros cam adalah dua kali diameter roda gigi pada
poros engkol. Oleh karena itu lintasan pena engkol menjadi setengah kali
lintasan poros cam.
Keuntungan
• Bentuk ruang bakar baik
10
Kerugian
• Banyak bagian-bagian yang bergerak kelembaman massa besar tidak
ideal untuk putaran tinggi
a. Satu poros nok diatas (Singgle Over Head Cam Shaft / SOHC)
Mekanisme katup dengan satu poros nok di atas dikenal dengan
istilah SOHC (Singgle Over Head Cam Shaft ), Konstruksi mekanisme katup
Singgle Over Head Cam Shaft (SOHC), poros nok yang digerakkan oleh
poros engkol melalui rantai akan langsung menekan penekan katup
selanjutnya penekan katup akan menekan katup sehingga katup akan
terbuka.
Gambar 1.2.3. Mekanisme Katup Dengan Satu Poros Nok diatas (SOHC)
Sumber : [Link]
Keuntungan
Sedikit bagian-bagian yang bergerak
Kelembaman massa kecil, baik untuk putaran tinggi
Kerugian
11
b. Dua poros nok di atas (Double Over Head Cam Shaft)
Konstruksi mekanisme katup jenis ini poros nok dipasang agar bisa
langsung menggerakkan mangkok penumbuk (tappet) katup seperti terlihat
pada gambar di bawah.
Gambar 1.2.4. Mekanisme Katup Dengan Dua Poros Nok diatas (DOHC)
Sumber : [Link]
Keuntungan
Bentuk ruang bakar baik
Susunan katup-katup menguntungkan ( bentuk V )
Kelembaman massa paling kecil, baik untuk putaran tinggi
12
Kerugian
Konstruksi mahal, lebih berat.
Penyetelan celah katup lebih sulit
14
Keterangan :
1. Bidang buka
2. Bidang tutup
h. Tinggi angkat kam
d. Diameter lingkaran dasar
15
Gambar 1.2.7. Penggerak poros nok dengan rantai (chain)
Sumber : [Link]
Pada rantai dan sabuk bergigi (belt) penggerak poros nok di pasang
tensioner, yang berfungsi agar rantai atau sabuk tidak kendor (mempunyai
kekencangan tertentu) sehingga tidak mudah lepas dari roda giginya ketika
sedang bekerja. Karena jika kekencangan rantai berubah akan berpengaruh
pada valve timing sehingga akan mempengaruhi efisiensi volumetric
ruang bakar disamping itu juga jika kendor akan menimbulkan suara
berisik (noise).
16
Gambar 1.2.8. Tensioner manual
Sumber : modul agus malang
feeler gauge, alat penyetel katup dan kunci ring. Penyetelan dilakukan
dengan terlebih dahulu mengendorkan mur pengikat baut penyetel
(penekan) katup,menggunakan kunci ring, kemudian memasang feeler
gauge dan memutar sekrup penyetel dengan menggunakan kunci
penyetel. Setelah dirasa setelan tepat, tahan sekrup penyetel dan
kencangkan mur pengikatnya. Penyetelan celah katup tepat apabila
19
saat feeler gauge ditarik terasa agak seret namun tidak sampai
tergores. Lakukan penyetelan dengan cara yang sama untuk katup pada
silinder yang lain. Untuk FO 1342 pada umumnya katup yang dapat di
setel adalah : katup masuk dan buang silinder 1, katup masuk pada silinder
2 dan katup buang pada silinder 3,sementara untuk kedua katup pada
silinder 4 tidak dapat dilakukan penyetelan sama sekali, di karenakan
kedua katup sedang overlapping.
Sementara untuk katup selebihnya dapat di setel dengan jalan memutar
poros engkol dengan satu kali putaran penuh (360°), hingga top kompresi
berada pada posisi silinder 4.
20
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan
sistem yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik
akan bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa
peserta didik perlu merencanakan belajarnya kemudian
melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
21
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan nama komponen utama mesin
b. Jelaskan fungsi mekanisme katup.
c. Jelaskan fungsi valve stem seal.
d. Berdasarkan konstruksinya, jelaskan perbedaan OHV dan OHC.
e. Apa tujuan dilakukan penyetelan katup.
Lakukan pekerjaan menyetel katup sesuai dengan SOP Catatan keselamatan kerja
Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku
Pahami dahulu prosedur langkah kerja dengan baik
Sebelum melakukan praktik tentukan peralatan yang akan digunakan
Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
Jika terdapat hal yang kurang jelas, tanyakan kepada Guru pembimbing
F. Rangkuman
1. Bagian utama mesin antara lain :
a. Blok silinder berfungsi sebagai dudukan silinder, kepala silinder,
poros engkol dan panci oli
b. Kepala silinder berfungsi sebagai dudukan mekanisme katup, tutup
blok silinder, ruang bakar dan dudukan gasket
c. Gasket berfungsi sebagai perapat antara blok silinder dengan
kepala silinder sehingga dapat mencegah terjadinya kebocoran.
d. Poros engkol berfungsi sebagai penerus gerak lurus torak menjadi
gerak putar, dudukan batang torak, dudukan roda penerus & pully.
e. Roda penerus berfungsi sebagai penerus daya putar poros engkol
untuk di teruskan ke propeller shaft dan differential setelah melalui
kopling serta sebagai roda pengimbang gaya.
f. Panci oli (carter) sebagai bak penampung oli
g. Torak berfungsi sebagai menerima tekanan hasil pembakaran dan
meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol (crank shaft)
melalui batang torak (Connecting rod).
22
2. Fungsi dari mekanisme katup adalah mengatur pemasukan gas
baru ke dalam silinder dan mengatur pengeluaran gas bekas
pembakaran keluar silinder.
a. Konstruksi mekanisme katup terdiri dari berbagi jenis, antara lain:
• Mekanisme katup dengan poros cam di bawah
• Mekanisme katup dengan poros cam di atas
Tipe SOHC (Singgle Over Head Cam Shaft).
poros nok (camshaft) hanya satu berada diatas ruang bakar
Tipe DOHC (Double Over Head Cam Shaft).
terdapat dua poros nok (camshaft) yaitu satu untuk
menggerakan katup masuk dan katup buang.
b. Komponen utama mekanisme katup adalah sebagai berikut
• Katup berfungsi membuka dan menutup saluran, baik saluran
masuk Intake manifold (disebut katup masuk) maupun saluran
buang Exhaust manifold (disebut katup buang).
• Poros cam berfungsi sebagai penggerak katup baik secara
langsung atau melalui lengan pengayun / pelatuk (rocker arm).
• Rantai penggerak poros nok yang umum digunakan pada mesin
adalah penggerak jenis roda gigi, rantai, dan sabuk bergigi (belt)
pada pergerakannya rantai / sabuk bergigi penggerak perlu
diberi peralatan tambahan yang berfungsi sebagai penahan
kekencangan rantai / sabuk bergigi agar tidak mudah lepas
yaitu yang disebut dengan tensioner.
c. Untuk mengembalikan performa mesin terkait efisiensi volumetric
pada ruang bakar, perlu dilakukan pekerjaan menyetel katup,
karena pada pemakaiannya kerenggangan katup bisa berubah
akibat adanya keausan.
23
G. Umpan Balik dan tindak lanjut
Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus
mampu menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel
dibawah ini :
No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi komponen utama mesin
2 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi mekanisme katup
3 Saya dapat menjelaskan cara kerja mekanisme katup
4 Saya dapat menjelaskan fungsi komponen mekanisme katup
5 Saya dapat menjelaskan jenis mekanisme katup
6 Saya dapat menjelaskan cirri-ciri jenis mekanisme katup
7 Saya dapat menjelaskan cara kerja mekanisme katup
8 Saya dapat menjelaskan langkah pemeriksaan celah katup
9 Saya dapat menjelaskan langkah penyetelan katup
10 Saya dapat menyetel celah katup sesuai spesifikasi
H. Kunci Jawaban
1. Blok silinder, kepala silinder, gasket, poros engkol, roda penerus, panci
oli, dan torak.
2. Fungsi dari mekanisme katup adalah mengatur pemasukan gas baru
ke dalam silinder dan mengatur pengeluaran gas bekas pembakaran
keluar silinder
3. Valve stem seal disebut juga sil katup yang berfungsi sebagai penahan
cairan minyak pelumas agar tidak masuk kedalam ruang bakar
4. Mekanisme katup tipe OHV adalah katup berada di atas ruang bakar
poros cam berada di bawah, sedangkan OHC adalah letak katup dan
poros cam berada di atas.
5. Untuk mengembalikan performa mesin terkait efisiensi volumetric pada
ruang bakar.
24
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2024
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,
Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh
B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system pelumasan secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand
C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pelumasan?
D. Skenario Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3
Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu
1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pelumasan”,
(pengkondisian siswa).
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : setiap terminal & saklar pada rangkaian listrik otomotif
pada mobil dapat terjadi percikan bunga api karena syarat pembakaran terpenuhi.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi
A. Menerima order 264. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan
(pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan
si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada
manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka
perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah,
kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak
bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka
usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
kafir[168]. (Q.S. Al-Baqarah : 264)
[168] Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak
pula mendapat pahala di akhirat.
3. Penutup 25 menit
3) Penilaian Pengetahuan
Tes tertulis
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem pelumasan mobil
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem pelumasan mobil
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem pelumasan mobil
Kriteria penskoran :
No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
4) Penilaian Keterampilan
1
Kriteria penilaian produk dan jasa
Aspek yang dinilai Skor
Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Keterangan :
𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐒𝐊𝐃 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per mapel
- TS = Taraf serap
(Mater Ajar:Buku Guru,Efriyanto, Disdik Prov Aceh, PMKR utk SMK kls XI, sem-III hal. 24-
50)
2
MATERI PEMBELAJARAN
SISTEM PELUMASAN
A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu
melakukan telaah system pelumasan dan melakukan pemeriksaan pompa oli
sesuai dengan spesifikasi.
C. Uraian Materi
3
Gambar 2.1.1. Gesekan pada dua permukaan
Sumber : vedc-malang-modul
Permukaan logam tidak rata (mulus) jika dilihat dengan pembesaran ratusan kali
dan terdapat banyak asperities penyebab gesekan.
Dampak yang timbul akibat gesekan, antara lain:
- Keausan (wear)
- Panas (heat)
- Suara bising (noise)
4
1.1.2. Menjaga Kebersihan
Gambar 2.1.5. Oli sebagai perapat antara dua metal yang bergerak
Sumber : [Link]
6
1.1.5. Degradasi minyak lumas/penurunan kualitas minyak lumas
Pada pemakaiannya kualitas minyak pelumas dapat berubah turun,
adapun faktor penyebabnya, antara lain adalah :
1. Kondisi ekstrem
• Overheating – panas berlebih (produk oksidasi, penurunan kualitas, dan
lainnya)
• Overload – beban berlebih (merusak struktur kimia)
2. Kontaminan
• Eksternal (debu, uap air, udara fuel, dll)
• Internal (metal keausan, dll)
7
2.1.7. Bahan-bahan tambahan (Additive)
a. Pelumas cair
Pelumas jenis ini disebut juga sebagai minyak lumas yang paling
banyak digunakan pada beberapa sektor, antara lain:
• Minyak lumas otomotif: untuk mesin bensin dan diesel, roda gigi,
transmisi dan power steering.
• Minyak lumas marine: Cylinder oil, Trunk torak oil, System oil.
• Minyak lumas industri: Turbine oil, Hydraulic oil, Compressor oil,
Refrigerator oil, Industrial gear oil, Machine tools oil.
8
• Minyak lumas pabrikasi/Metal Working: Cutting oil, Rust prevention oil,
Heat treatment oil, Electricdischarge process oil.
• Regular-grade lubricating oils: Electric insulation, Process oil, Machine
oil, Flushing oil.
b. Pelumas semi-padat
Pelumas semi-padat, biasa disebut gemuk atau grease merupakan campuran
zat pengental dan pelumas. Zat pengental yang biasa digunakan antara lain
sabun logam, lempung, silicon, black-carbon, PTPE (polytetrafluoroethyle).
PTPE ini digunakan apabila sistem pelumasan cair tidak mungkin
diterapkan.
c. Pelumas padat
Grafit, molybdenum disulfide digunakan apabila minyak lumas cair tidak
dapat memenuhi syarat seperti temperature sangat tinggi/sangat rendah,
kondisi vakum yang tinggi, apabila nuklir, pembebanan ekstrim, lingkungan
yang reaktif.
Angka
Keterangan
Viskositas
SAE 10
Encer sekali, digunakan untuk sistem hidrolis
SAE 20
SAE 30
Umumnya digunakan untuk kendaraan
SAE 40
Namun ada juga yang menggunakan dua batas indeks angka, minyak
pelumas jenis ini disebut dengan multigrade.
Minyak pelumas ini muncul untuk mengatasi perubahan viscositasnya
akibat kenaikan temperature pada pemakaiannya, yaitu semakin panas viscositas
minyak akan makin encer, maka untuk mengatasi hal ini minyak pelumas diberi
zat tambah untuk mempertahankan viscositasnya.
Contoh SAE 30W-50 artinya huruf singkatan dari Winter (dingin) jika pada
suhu dingin, indeks angka kekentalan minyak pelumas 30 (encer) tetapi jika
suhunya makin panas indeks angka kekentalan minyak pelumas 50. Sehingga
dapat dilustrasikan seperti gambar dibawah ini :
1
0
Dengan kata lain minyak pelumas multigrade mempunyai rentang kerja dengan
temperature yang lebih panjang jika dibangdingkan dengan minyak pelumas
single grade.
1
1
Indeks Keterangan
SA........
Tugas ringan, untuk mesin daya rendah
SD
SE.......
Tugas biasa, untuk kebanyakan kendaraan
SF
SG........
Tugas berat, untuk mesin daya tinggi
SJ
Indeks Keterangan
CA........
Tugas ringan, untuk mesin daya rendah
CB
CC.......
Tugas biasa, untuk kebanyakan kendaraan
CD
CE.......
C Tugas berat, untuk mesin “ Turbo “
F Berdasarkan hasil penelitian dari pabrik,
maka
Tabel 2.2.4. tiap beberapa
Penggunaan tahundiesel
oli untuk mesin sekali akan
Sumber : vedc-malang-modul
muncul oli baru yang lebih baik mutunya, dan
Catatan :
huruf ke dua juga akan meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian dari pabrik, maka tiap beberapa tahun sekali akan
ugas berat, untuk mesin “ Turbo “
muncul oli baru yang lebih baik mutunya, dan huruf ke dua juga akan meningkat.
c) Viskositas Index
Viskositas index adalah suatu ukuran perubahan viskositas dari minyak terhadap
suhu dibandingkan dengan dua macam minyak referensi yang mempunyai
viskositas yang sama pada suhu tertentu.
d) Pour Point
Pour point atau suhu tuang , atau titik tuang ialah suhu terendah dimana minyak
dapat mengali
e) Flash Point
Flash point atau titik nyala adalah suhu dimana minyak harus dipanaskan
1
2
didalam alat percobaan, sehingga timbul uap yang dapat menyala sebentar bila
suatu nyala api kecil didekatkan pada uap tadi. Titik nyala minyak pelumas yang
digunakan pada motor berkisar antara 175º C sampai 260º C tergantung pada
penggunaan motor dan jenis minyak pelumasnya
f) Carbon Residu
Carbon residu ialah berat sisa dari minyak pelumas yang telah terbaka
g) Acidity atau Neutralization Number
Acidity atau keasaman dinyatakan sebagai jumlah dalam milligram dari
potassium hydroxide, yang diperlukan untuk menetralkan suatu gram minyak
h) Warna
Warna minyak pelumas berguna hanya untuk tujuan identifikasai, dan bukan
menunjukan kualitas suatu minyak
2.1.10. Pergantian Oli
Dalam waktu pemakaian tertentu, mutu oli akan berkurang, keadaan ini
disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
a) Oksidasi
Di timbulkan karena reaksi oksigen dengan hidrogen yang tergantung dalam
minyak pelumas timbul lumpur / endapan.
b) Kelemahan bahan tambahan
Bahan tambahan tidak menambah daya pelumasan secara permanen, tapi
hanya memberi bahan tambahan dalam kurun waktu pemakaian tertentu
c) Kotoran
Kotoran-kotoran berupa abu karbon, bercampur dengan minyak pelumas timbul
gumpalan karbon.
2.1.11. Interval Penggantian Oli Mesin
Mesin bensin : 5.000 – 10.000 km (tergantung oli mesin yang digunakan) Mesin
Diesel : 3.000 – 6.000 km (tergantung oli mesin yang digunakan).
Note : Tiap jenis oli mesin yang diproduksi dari pabrik yang berlainan, masa
pemakaian oli mesin juga akan berbeda.
Ada beberapa hal penyebab pemakaian oli mesin yang boros antara lain :
a. Kelebihan oli dalam panci
Terjadi cipratan oleh poros engkol, penghisapan melalui ventilasi karter.
b. Kebocoran keluar mesin
Misal pada paking kepala silinder, seal poros engkol, sakelar lampu isyarat
dsb.
c. Kebocoran menuju ruang bakar (oli ikut terbakar)
Prinsip kerja :
Oli poros engkol bercampur langsung dengan bahan bakar pada tangki, oli dan
bahan bakar ikut aliran gas ke ruang engkol dan silinder dan melumasi bagian
– bagian mesin sebelum campuran tersebut terbakar menuju ruang bakar dan
mengalami proses didalam ruang bakar.
Sifat – sifat :
Sistem pelumasan yang paling sederhana
Pemakaian oli boros, timbul polusi karena oli ikut terbakar
Dipergunakan pada mesin 2 Tak kecil
Menggunakan oli khusus 2 Tak yang bersifat mencampur baik dengan bensin.
Perbandingan campuran,
• Prosentase oli 2 – 4% dari bensin per liter ( lihat spesifikasi )
1
5
Sistem pelumasan Autolube
Prinsip kerja :
Oli dipompakan dari tangki oli oleh sebuah pompa oli menuju saluran masuk
(intake manifold).
Sistem pelumasan CCI (Crank Case Injection)
Prinsip kerja :
Cara kerja seperti autolube tetapi dengan saluran oli tambahan ke banatalan
poros engkol ( bercabang).
Sistem pelumasan ini dikembangkan untuk mengatasi kelemahan dari sistem
pelumasan campur langsung, karena Besar aliran oli tergantung pada putaran
mesin dan posisi katup gas.
1
6
Sifat-sifat sistem pelumasan terpisah
• Makin cepat putaran, semakin banyak pemompaan
• Makin terbuka katup gas, semakin panjang langkah pemompaan yang
diperoleh antara posisi pembatas dan pengatur posisi gas.
Keuntungan
• Pelumasan sesuai untuk setiap tingkat perubahan tingkat kecepatan mesin
• Pemakaian oli lebih ekonomis daripada pelumasan campur langsung.
• Perbandingan campuran oli dan mesin dapat diatur dengan menyetel
pengatur posisi gas
Kerugian
• Gangguan lebih banyak jika dibanding dengan pelumasan campuran pada
tangki.
• Penyetelan yang mengakibatkan kerusakan pada mesin.
• Jumlah oli dalam tangki oli harus selalu dikontrol sebab jika oli habis mesin
masih dapat hidup, tapi mesin menjadi rusak karena panas dan gesekan
akibat kekurangan oli.
a) Tidak menghasilkan karbon bila oli terbakar, karena oli dibakar, akan
menyisakan karbon setelah pembakaran melekat pada torak, cylinder head,
alur ring torak dan komponen lainnya, dan menimbulkan masalah pada mesin.
Prinsip kerja :
Oli yang berada di bak oli (carter) dihisap oli pompa melalui saringan oli (dua
kali penyaringan, kasar dan halus), yang selanjutnya oli akan ditekan dan
disalurkan ke bagian – bagian mesin yang membutuhkan pelumasan, antara lain :
• Poros engkol dan kelengkapannya
• Mekanisme katup dan kelengkapannya
• Dinding silinder pada blok silinder, torak dan pena torak.
1
9
b) Sistem pelumasan bertekanan.
Sistem ini memerlukan tekanan oli, jadi membutuhkan pompa oli untuk
mensuplai oli ke bagian yang mernerlukan pelumasan. Pada umumnya secara
mekanis terbagi dua jenis, mekanisme pelumasan Dry sump dan W et sump.
Jenis dry sump (bak oli terpisah / system kering)
Pada sistem ini. tangki oil terpisah (oli dialirkan ke bagian - bagian mesin
melaiui pipa dengan bantuan pompa oli. Pada sistem Dry Sump bisa
menggunakan satu atau dua pompa Oil (khusus untuk melalukan
penyuplaian atau pengambilan oli)
2
0
Gambar 2.1.13. Pelumasan jenis wet sump
Sumber : [Link]
Suatu komponen yang berfungsi untuk menarik oli yang berada di carter dan
memompa oli tersebut ke seluruh bagian mesin mobil. Pada umumnya ada dua
jenis pompa oli, Pompa oli jenis roda gigi dan trochoid.
2
2
Gambar 2.1.16. Saringan oli kasar (oil striner)
Sumber : [Link]
2
4
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan sistem
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun
sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan fungsi minyak pelumas
b. Jelaskan perbedaan minyak pelumas single grade dan multi grade.
2
5
c. Jelaskan alas an minyak pelumas harus diganti secara periodik.
d. Jelaskan perbedaan sistem pelumasan autolube dan CCI.
e. Jelaskan secara bagan sistem pelumasan dry & wet sump lubrication.
F. Rangkuman
1. Fungsi sistem pelumasan adalah :
a. Mengurangi gesekan
b. Membersihkan
c. Mendinginka
d. Merapatkan antara ring torak dan dinding silinder.
2. Spesifikasi oli dinyatakan dengan dua standar, yaitu :
a. SAE (Society Automotive Engineering) : Standar kekentalan oli.
b. API (America Petroleum Institute) : Standar kualitas oli.
c. Oli untuk mesin berbahan bakar bensin di beri kode S sedangkan untuk
mesin berbahan bakar solar (mesin diesel) diberi kode C.
3. Sistem pelumasan mesin 2 tak terdiri dari :
• Pelumasan campur langsung
• Pelumasan Tekan (menggunakan pompa oli) yang terbagi menjadi : Jenis
Autolube dan CCI .
4. Sistem pelumasan mesin 4 tak terdiri dari
• Sistem Pelumasan kering (Dry Sump Lubrication)
• Sistem Pelumasan Basah (Wet Sump Lubrication)
5. Jenis pompa oli mesin 4 tak adalah :
• Pompa Trochoid
• Pompa roda gigi luar
• Pompa roda gigi dalam
6. Komponen mesin yang mendapat pelumasan
• Transmisi
• Poros engkol
• Dinding silinder
• Mekanisme katup
2
6
G. Umpan Balik dan tindak lanjut
Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus
mampu menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel dibawah
ini :
No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan fungsi sistem pelumasan
2 Saya dapat menjelaskan komponen sistem pelumasan
3 Saya dapat menjelaskan fungsi komponen sistem pelumasan
4 Saya dapat menjelaskan jenis sistem pelumasan
5 Saya dapat menjelaskan jenis sistem pelumasan mesin 2 tak
6 Saya dapat menjelaskan jenis sistem pelumasan mesin 4 tak
7 Saya dapat menjelaskan cara kerja pelumasan autolube
8 Saya dapat menjelaskan cara kerja pelumasan CCI
9 Saya dapat menjelaskan cara kerja pelumasan Dry sump
10 Saya dapat menjelaskan cara kerja pelumasan Wet sump
Lubrication
lubrication
Jika semua pernyataan diatas dijawab dengan ya berarti peserta bisa
melanjutkan mempelajari materi berikutnya.
H. Kunci Jawaban
a. Fungsi minyak pelumas adalah
1. Mengurangi gesekan
2. Mendinginkan
3. Membersihkan
4. Merapatkan
b. Minyak pelumas multi grade mempunyai rentang kerja temperature
yang lebih panjang disbanding dengan minyak pelumas single grade, misalnya
minyak pleumas single grade SAE 20W mempunyai rentang kerja temperature -
2
7
c. Perlu diganti secara periodic karena
1. Adanya oksidasi, sehingga menimbulkan lumpur endapan
2. Perubahan kualitas akibat panas
3. Adanya kotoran/residu sehingga menimbulkan gumpalan karbon
d. Pelumasan jenis
1. Autolube : minyak pelumas di injeksikan ke dalam intake manifold
2. CCI : minyak pelumas di injeksikan ke dalam intake manifold dan crank
case
2
8
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2023
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,
Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh
2
9
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem Pendinginan
Alokasi Waktu : 16 x 45 Menit ( Dua kali pertemuan)
b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
Berkebhinnekaan global
Mandiri
Bergotong royong
Bernalar Kritis
Kreatif
d. Sarana dan Prasarana Digital
Video Pembelajaran dari Internet
Buku digital (e-book)
PDF
Non Digital
Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
Majalah
Buku ajar yang relevan
Perangkat Keras
Car trainer
Engine Stand Trainer
Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
Perangkat Lunak
Aplikasi Scan Tool
Zoom, Google class room, you tube
Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan
3
0
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :
1. Menelaah sistem pendinginan dengan benar, Setelah berdiskusi dan
menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem pendinginan
dengan penuh percaya diri, Setelah berdiskusi dan menggali
informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem pendinginan dengan
benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik, dengan tersedianya
peralatan perawatan berkala dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem pendinginan
berdasarkan tugas dengan percaya diri, dengan tersedianya engine
stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem pendinginan dengan
benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik, dengan tersedianya
engine stand Toyota 4K dan atau car trainer.
B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system pendinginan secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer
C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pendinginan?
D. Skenario
Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3
1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pendinginan”,
(pengkondisian siswa).
3
1
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : setiap pembakaran, gesekan pada mobil dapat terjadi
kelebihan panas (over heat), guna menghindari kelebihan panas butuh pendinginan,
agar mesin lebih dapat bekerja lebih optimal.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi
3
2
C. Menyatakan Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.
3. Penutup 25 menit
5) Penilaian Pengetahuan
Tes tertulis
3
4
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem pendinginan
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem pendinginan
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem pendinginan
Kriteria penskoran :
No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
6) Penilaian Keterampilan
1
Kriteria penilaian produk dan jasa
Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
Keterangan :
𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃
Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per mapel
- TS = Taraf serap
2
MATERI PEMBELAJARAN
SISTEM PENDINGINAN
A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu melakukan
telaah system pendingin mesin dan mampu melakukan perawatan system pendingin
sesuai dengan spesifikasi.
C. Uraian Materi
3.1 Fungsi
Untuk membatasi temperatur kerja dengan jalan mencegah terjadinya
panas yang berlebihan akibat dari terjadinya pembakaran dan pergesekan antara
komponen mesin.
3.2. Konstruksi
Proses pembakaran yang berlangsung terus menerus dalam mesin
mengakibatkan mesin dalam kondisi temperatur yang sangat tinggi. Temperatur
sangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak ekonomis, sebagian
besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak terlalu jauh dengan manusia
sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur yang sangat rendah juga
tidak terlalu menguntungkan dalam proses kerja mesin. Sistem pendinginan
3
digunakan agar temperatur mesin terjaga pada batas temperatur kerja yang ideal.
Fungsi sirip-sirip:
4
Gambar 3.2.2 Aliran panas pada sirip silinder
Sumber : vedc-malang-modul
5
Gambar 3.2.3 Aliran udara pada mesin
Sumber : [Link]
6
menghisap selanjutnya menekan udara menuju sudu-sudu
penghantar menuju sirip-sirip kepala silinder dan blok silinder.
7
Gambar 3.2.5. Sistem pendingin dengan cairan pendingin
Sumber : [Link]
Pada sistem ini, panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar
dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air
pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Oleh karena
itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel
air (water jacket). Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket
selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin
tersebut. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air,
maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Hal tersebut dapat
dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih
dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari
mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. Sirkulasi air tersebut ada
dua macam yaitu sirkulasi alam (thermo siphon) dan sirkulasi dengan
tekanan.
8
Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil.
Mantel cairan dan cairan dapat meredam getaran.
Kemungkinan overheating kecil, walaupun dalam kerja yang berat.
Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.
9
3.2.3. Fungsi Coolant dan Komponen Pendingin
a) Cairan pendingin (Coolant)
Campuran dari cairan radiator dan air suling. Berfungsi :
• Mendinginkan mesin
• Menaikkan titik mendidih
• Menurunkan titik beku
• Mencegah karat pada bagian dalam mesin.
d) Radiator
Melepaskan panas coolant pada saat melewati pipa radiator
(radiator tube) sistem menuju udara luar.
Perhatian :
Jangan melepaskan radiator cap pada saat mesin dalam keadaan
panas adalah sangat berbahaya oleh karena coolant yang panas
dapat menyembur keluar.
1
2
Pada tutup radiator terdiri dari dua katup, yaitu katup pelepas dan
katup tekan, Katup tekan pada radiator berfungsi untuk menaikkan
tekanan cairan dalam sistem pendingin agar titik didihnya naik.
Temperatur cairan pendingin sangat tergantung pada tekanan cairan,
semakin tinggi tekanan cairan, semakin tinggi pula titik didihnya. Hal
ini dipakai pada sistem pendingin agar cairan pendingin tidak
meletus pada tekanan udara normal, demi keselamatan.
Sedangkan katup pelepas berfungsi untuk mengurangi titik didih
cairan dalam sistem pendingin mesin, dengan cara membuka dan
mengalirkan uap cairan yang panas dari radiator menuju reservoir.
Katup isap radiator berfungsi untuk memesukkan udara dan cairan
pendingin dari reservoir menuju radiator, agar jumlah cairan dan
tekanan udaranya tetap stabil, sehingga radiator tidak kekurangan
cairan pendingin.
1
3
Gambar 3.2.12. Cooling fan
Sumber : [Link]
1
4
h) Thermostat
Thermostat valve memindahkan lintasan sirkulasi coolant tergantung
pada suhu coolant agar supaya suhu coolant dapat dipertahankan pada
tingkat yang sesuai.
Sewaktu suhu coolant rendah, seperti segera setelah mesin dihidupkan,
coolant bersirkulasi antara cylinder head dan cylinder block. Sewaktu
suhu coolant naik, thermostat valve beroperasi sehingga coolant
bersirkulasi melalui radiator
- Panaskan mesin.
IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
1
7
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan fungsi sistem pendingin secara umum
b. Jelaskan dua jenis sistem pendinginan udara.
c. Jelaskan dua jenis sistem pendinginan air.
d. Jelaskan fungsi pompa air pada sistem pendingin air
e. Jelaskan fungsi karet peredam pada sirip pendingin udara
F. Rangkuman
1. Fungsi sistem pelumasan adalah : mengurangi panas mesin akibat
pembakaran karena panas yang berlebihan akan mempengaruhi
(menurunkan) daya mesin.
2. Berdasarkan media yang digunakan, sistem pendinginan terdiri dari:
a. Menggunakan media pendingin udara
b. Menggunakan media pendingin cair
3. Sistem pendinginan udara terdiri dari dua jenis, yaitu:
• sistem udara alamiah (udara mengalir berdasarkan aliran alamiah
melalui celah-celah mesin)
• sistem udara paksa (udara mengalir berdasarkan pemompaan kipas
yang dialirkan menuju celah-celah mesin).
4. Sistem pendinginan air terdiri dari dua jenis, yaitu :
• pendinginan air sirkulasi alamiah (air mengalir bersirkulasi
berdasarkan perbedaan temperature)
• pendinginan air sirkulasi pompa (air mengalir bersirkulasi
berdasarkan tekanan pompa air)
5. Komponen utama system pendingin air adalah:
• Kantong cairan pendingin (water jacket)
• Slang-slang cairan pendingin
• Radiator / tutup radiator
• Reservoir • Water pump
• Ventilator • Thermostat
1
8
G. Umpan Balik dan tindak lanjut
Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus
mampu menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :
No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan fungsi sistem pendingin
2 Saya dapat menjelaskan komponen sistem pendingin
3 Saya dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin udara
4 Saya dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin air
5 Saya dapat menjelaskan cara kerja komponen sistem pendingin air
6 Saya dapat menjelaskan spesifikasi tutup radiator
7 Saya dapat memeriksa kinerja tutup radiator
8 Saya dapat memeriksa kinerja thermostat
9 Saya dapat memeriksa kinerja pompa air
10 Saya dapat merawat sistem pendinginan air
H. Kunci Jawaban
1. Fungsi sistem pendingin pada mesin adalah untuk mengurangi panas mesin
dan mencapai serta mengatur temperature kerja mesin
2. Dua jenis sistem pendingin udara adalah, sistem pendingin udara alamiah
dan sistem pendingin udara paksa
3. Dua jenis sistem pendingin air adalah, sistem pendingin air alamiah dan
sistem pendingin air sirkulasi pompa
4. Fungsi pompa adalah untuk menghisap dan menekan air pendingin pada
sistem agar peredarannya lebih cepat
5. Karet pada sirip pendingin adalah untuk meredam getaran pada sirip-sirip
agar getarannya tidak besar.
1
9
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2023
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,
Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh
2
0
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem BB bensin konvensional/karburator
Alokasi Waktu : 32 x 45 Menit ( Empat kali pertemuan)
b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
Berkebhinnekaan global
Mandiri
Bergotong royong
Bernalar Kritis
Kreatif
d. Sarana dan Prasarana Digital
Video Pembelajaran dari Internet
Buku digital (e-book)
PDF
Non Digital
Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
Majalah
Buku ajar yang relevan
Perangkat Keras
Car trainer
Engine Stand Trainer
Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
Perangkat Lunak
Aplikasi Scan Tool
Zoom, Google class room, you tube
Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan
2
1
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :
1. Menelaah sistem BB Bensin Konvensional/Karburator dengan benar,
Setelah berdiskusi dan menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator dengan penuh percaya diri, Setelah
berdiskusi dan menggali informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator dengan benar sesuai dengan SOP dan
ketentuan pabrik, dengan tersedianya peralatan perawatan berkala
dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator berdasarkan tugas dengan percaya diri,
dengan tersedianya engine stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator dengan benar sesuai dengan SOP dan
ketentuan pabrik, dengan tersedianya engine stand Toyota 4K dan
atau car trainer.
B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system BB Bensin Konvensional/Karburator
secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer
C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang spray?
D. Skenario Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3
.Langkah-Langkah Waktu
Pembelajaran
1. Pendahuluan 45 menit
1. enyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pembakaran”,
(pengkondisian siswa).
2
2
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : penggunaan spray pada semprotan obat anti nyamuk
didalam rumah tangga, pengecatan kalengan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi
A. Menerima order 42. dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan
yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak
itu[43], sedang kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah : 42)
[43] Di antara yang mereka sembunyikan itu Ialah: Tuhan akan mengutus
seorang Nabi dari keturunan Ismail yang akan membangun umat yang besar
di belakang hari, Yaitu Nabi Muhammad s.a.w.
2
3
C. Menyatakan Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.
3. Penutup 25 menit
7) Penilaian Pengetahuan
Tes tertulis
2
5
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem karburator
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem karburator
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem karburator
Kriteria penskoran :
No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
8) Penilaian Keterampilan
1
Aspek yang dinilai Skor
Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
Keterangan :
𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃
Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per maple
- TS = Taraf serap
2
MATERI PEMBELAJARAN
SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL/KARBURATOR
Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu melakukan
telaah system bahan bakar dan karburator serta melakukan praktik perbaikan
berkala, penyetelan karburator sesuai dengan spesifikasi.
C. Uraian Materi
4.1. Fungsi
Sistem bahan bakar pada mesin berfungsi untuk menyediakan bahan
bakar, melakukan proses pencampuran bahan b a k a r d a n u d a r a
dengan perb andin ga n yang tepat, dalam jumlah volume yang tepat
sesuai kebutuh an putaran mesin. Cara untuk melakukan penyaluran
bahan bakarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sistem
penyaluran bahan bakar dengan sendirinya (karena berat gravitasi)
dan sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan.
4
b. Tipe normal : digunakan mesin dengan kapasitas silinder kecil
c. Tipe check valve (dengan check ball) : digunakan pada mesin
kapasitas silinder besar.
4.2.4. Karburator
Karburator adalah salah satu komponen sistem bahan bakar
konvensional pada kendaran bermesin yang berfungsi:
1. Mengatur perbandingan campuran antara udara & bahan bakar.
2. Mengubah campuran tersebut menjadi kabut.
3. Menambah atau mengurangi jumlah campuran tersebut sesuai
dengan kecepatan dan beban mesin yang berubah-ubah.
Unt uk dap at ber lan gsung pembak aran bahan bak ar , maka
dibutuhkan oksigen yang diambil dari udara. Udara
mengandung 21 sampai 23% oksigen dan kira-kira 78% nitrogen,
lainnya sebanyak 1% Arg on dan bebera pa unsur yang dap at
diab aik an. U nt uk k eperlua n pembakaran, oksigen tidak dipisahkan
dari unsur lainnya tapi disertakan bersama-sama. Yang ikut bereaksi
pada pembakaran hanya lah oksigen, sedangkan unsur lainnya tidak
beraksi dan tidak memberikan pengaruh apapun. Nitrog en akan k
eluar bersama gas sisa pembak aran dalam jumlah dan bentuk yang
sama seperti semula.
Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa perbandingan
campuran bensin dan udara yang ideal (campuran bensin udara untuk
pembakaran dengan tingkat polusi yang paling rendah) adalah 1 :
14,7 atau dalam ukuran liter dapat disebutkan 1 liter bensin secara
ideal harus bercampur dengan 11500 liter udara.
8
[Link]. Macam-macam prinsip pembentukan campuran
Dengan aliran udara yang cepat menyebabkan terjadinya perbedaan
tekanan antara ujung nosel penyemprot dengan tekanan cairan di dalam
tangki, sehingga terjadi aliran cairan dari dalam tangki yang bertekanan
lebih tinggi menuju ujung nosel yang tekanannya lebih rendah akibat aliran
udara yang cepat. .Prinsip ini digunakan pada karburator.
Pada saat tabung ditekan atau dipompa, tekanan cairan dalam tabung
meningkat lebih tinggi dibanding tekanan diujung nosel penyemprot,
akibatnya cairan akan mengalir dari dalam tabung menuju udara luar
lewat nosel. Prinsip ini digunakan pada sistem Injeksi
1
1
Gambar 4.2.7. Karburator posisi menengah dan tinggi
Sumber : [Link]
1
5
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan sistem
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun
sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan fungsi sistem pengaliran bahan bakar
b. Jelaskan bagan aliran sistem pengaliran bahan bakar.
1
6
c. Jelaskan 2 macam konstruksi sistem pengaliran bahan bakar
d. Jelaskan tiga komponen utama sistem pengaliran bahan bakar.
e. Jelaskan tuntutan utama yang harus dimiliki oleh karburator
F. Rangkuman
1) Sistem aliran bahan bakar bensin berfungsi untuk mengalirkan bensin dari
tangki menuju ruang bakar agar mesin dapat hidup, disamping itu juga
berperan dalam mengatur jumlah campuran bahan bakar.
2) Bagan sistem pengaliran bahan bakar karburator adalah tangki---kran bahan
bakar---saringan bahan bakar---karburator---ruang bakar mesin.
3) Konstruksi sistem pengaliran bahan bakar bensin ada tiga macam, yaitu
sistem pengaliran kran Mekanis (menggunakan kran manual) sistem
pengaliran kran Otomatis (menggunakan kran vakum)
4) Komponen sistem pengaliran bahan bakar adalah :
a. Tangki
Terbuat dari baja (steel), aluminium, dan plastic
Memiliki tutup yang mempunyai saluran pernafasannyang berbeda,
tergantung jenis tangki dan kebutuhan, unyuk ajang balapan, normal dan
sport yang di kenal dengan istilah, breather pipe, normal, check valve.
b. Filler tube
Adalah salah bagian dari konstruksi tangki yang berfungsi menjaga
melimpahnya bensin pada saat ada goncangan (jika kondisi panas,
bensin akan memuai).
c. Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar ada yang menggunakan penggerak mekanis dan
[Link] di perlukan jika tangki bahan bakar terletak lebih rendah dari
karburator seperti umumnya yang di pakai oleh mobil, namun untuk
sepeda motor komponen ini tidak di butuhkan,
5) Karburator adalah salah satu komponen sistem bahan bakar konvensional
pada kendaran bermesin yang berfungsi :
• Mengubah campuran tersebut menjadi kabut
1
7
• Mengatur perbandingan campuran antara udara dan bahan bakar
• Mengatur jumlah campuran bahan bakar dan udara.
6) Prinsip kerja karburator adalah adanya perbedaan tekanan
7) Persyaratan sistem pembentukan campuran :
• Perbandingan campuran bensin/udara harus sesuai dengan
keperluan mesin
• Campuran bensin/udara harus homogen
• Jumlah campuran yang dihisap mesin harus dapat diatur
8) Karburator berdasar arah alirannya dibedakan menjadi dua:
• Side draft: Arah aliran bahan bakar berasal dri samping ruang bakar
• Down draft: Arah aliran bahan bakar berasal dari atas ruang bakar
9) Pada Karburator terdiri dari beberapa sistem yang mempunyai fungsi sendiri-
sendiri tapi merupakan suatu kesatuan yaitu:
a. Start system
Sistem yang bekerja ketika mesin dalam pertama kali dihidupkan
(mesin dalam kondisi dingin).
b. Pilot system
Sistem yang berkerja ketika mesin berputar stasioner (tanpa beban)
c. Main system
Sistem yang berkerja ketika mesin pada putaran menengah sampai
tinggi (beban menengah sampai tinggi)
d. Float system
Sistem yang berfungsi menstabilkan ketinggian permukaan bahan
bakar pada ruang pelampung.
10) Perbandingan ideal yang harus dihasilkan karburator adalah 1 : 15
1
8
N Pernyataan Y T
o a i
1 Saya dapat menjelaskan fungsi sistem pengaliran d
bahan bakar a
2 Saya dapat menjelaskan bagan sistem pengaliran
bahan bakar k
3 Saya dapat menjelaskan konstruksi sistem pengaliran
bahan bakar
4 Saya dapat menjelaskan cara kerja sistem pengaliran
bahan bakar
5 Saya dapat menjelaskan komponen sistem pengaliran
bahan bakar
6 Saya dapat menjelaskan cara kerja komponen
sistem pengaliran
7 Saya dapat menjelaskan cara kerja sistem karburator
bahan bakar
8 Saya dapat menjelaskan komponen sistem karburator
9 Saya dapat menjelaskan sistem yang bekerja pada
karburator
1 Saya dapat merawat berkala sistem pengaliran BB
0 karburator
Jika semua pernyataan diatas dijawab dengan ya berarti peserta bisa
melanjutkan mempelajari materi berikutnya.
H. Kunci Jawaban
1. Blok silinder, kepala silinder, gasket, poros engkol, roda penerus, panci oli,
dan torak.
2. Fungsi dari mekanisme katup adalah mengatur pemasukan gas baru
ke dalam silinder dan mengatur pengeluaran gas bekas pembakaran keluar
silinder
3. Valve stem seal disebut juga sil katup yang berfungsi sebagai penahan cairan
minyak pelumas agar tidak masuk kedalam ruang bakar
4. Mekanisme katup tipe OHV adalah katup berada di atas ruang bakar
poros cam berada di bawah, sedangkan OHC adalah letak katup dan poros
cam berada di atas.
5. Untuk mengembalikan performa mesin terkait efisiensi volumetric pada
ruang bakar
1
9
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2023
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,
Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh
2
0
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem Bahan Bakar Bensin Injeksi (EFI)
Alokasi Waktu : 32 x 45 Menit ( Empat kali pertemuan)
1b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
Berkebhinnekaan global
Mandiri
Bergotong royong
Bernalar Kritis
Kreatif
d. Sarana dan Prasarana Digital
Video Pembelajaran dari Internet
Buku digital (e-book)
PDF
Non Digital
Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
Majalah
Buku ajar yang relevan
Perangkat Keras
Car trainer
Engine Stand Trainer
Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
Perangkat Lunak
Aplikasi Scan Tool
Zoom, Google class room, you tube
Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan
2
1
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :
1. Menelaah sistem bahan bakar bensin injeksi (EFI) dengan benar,
Setelah berdiskusi dan menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem bahan bakar
bensin injeksi (EFI) dengan penuh percaya diri, Setelah berdiskusi
dan menggali informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem bahan bakar bensin
injeksi (EFI) dengan benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik,
dengan tersedianya peralatan perawatan berkala dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem bahan bakar
bensin injeksi (EFI) berdasarkan tugas dengan percaya diri, dengan
tersedianya engine stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem BB Bensin
Konvensional/Karburator dengan benar sesuai dengan SOP dan
ketentuan pabrik, dengan tersedianya engine stand Toyota 4K dan
atau car trainer.
B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system bahan bakar bensin injeksi (EFI)
s ecara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer
C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang spray?
D. Skenario Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3
.Langkah-Langkah Waktu
Pembelajaran
1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang injeksi”,
(pengkondisian siswa).
2
2
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : penggunaan alat injeksi pada tenaga medis, .pengecatan
kalengan dalam kehidupan sehari-hari..
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi
A. Menerima order 10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan
anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa)
Allah dari mereka. dan mereka itu adalah bahan Bakar api
neraka, (QS. Ali Imran : 10)
2
3
C. Menyatakan Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.
3. Penutup 25 menit
9) Penilaian Pengetahuan
Tes tertulis
2
5
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen sistem injeksi
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen sistem injeksi
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen sistem injeksi
Kriteria penskoran :
No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
1
Aspek yang dinilai Skor
Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
Keterangan :
𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃
Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per maple
- TS = Taraf serap
MATERI PEMBELAJARAN
2
SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN INJEKSI (EFI)
A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu melakukan
telaah system bahan bakar injeksi serta melakukan praktik perbaikan berkala,
mampu menggunakan scan tool sesuai dengan spesifikasi.
10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun
tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. dan mereka itu adalah bahan bakar api
neraka, (Q.S. Ali-Imran : 10)
C. Uraian Materi
5.1. Fungsi
Sistem bahan bakar pada mesin berfungsi untuk menyediakan
bahan bakar, melakukan proses pencampuran bahan bakar dan
udara, dengan perbandin ga n yang tepat, dalam jumlah volume yang
tepat sesuai kebutuhan putaran mesin. Cara untuk melakukan
penyaluran bahan bakarnya melalui sistem penyaluran bahan bakar
dengan tekanan, dan dengan pengontrolan secara elektronik yang
dikenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI)
3
injeksi tersebut pada motor bensin. Pada mulanya pompa injeksi motor
bensin dicoba, bensin langsung disemprotkan ke ruang bakar (seperti
motor Diesel). Kesulitan akan terjadi waktu motor masih dingin, karena
bensin akan sukar menguap karena temperatur rendah, akibatnya bensin
akan mengalir ke ruang poros engkol dan bercampur dengan oli , bila
motor sudah panas masalah ini tidak ada lagi.
Untuk mengatasi kesulitan ini, maka penyemprotan langsung pada ruang
bakar, diganti dengan penyemprotan pada saluran masuk. Elemen pompa
juga harus diberi pelumasan sendiri, karena bensin tidak dapat melumasi
elemen pompa seperti solar, itu berarti pembuatan konstruksi elemen lebih
sulit dan mahal.
Para ahli konstruksi terus berusaha merancang suatu sistem injeksi bensin
yang berbeda dari sistem – sistem terdahulu ( tanpa memakai pompa
injeksi seperti motor Diesel ), terutama untuk pesawat terbang kecil cukup
tertarik memakai sistem injeksi bensin, karena pesawat terbang yang
memakai karburator akan mengalami kesulitan antara lain :
• Saluran masuk tertutup es
• Posisi dan gerakan pesawat mempengaruhi kerja karburator
Untuk efisiensi pemakaian bahan bakar, motor 2 tak & motor rotari
(Wankel) juga suka memakai sistem injeksi. Prinsip dasar sistem injeksi
yang dipakai pada mobil-mobil saat ini mulai selesai sekitar tahun 1960,
dan tahun 1967 industri Mobil VW mulai memakai sistem injeksi D (D-
Jetronik), sistem ini pertama kali memakai Unit Pengontrol Elektronika
.Dari tahun 1973 sampai saat ini sistem injeksi K (K-Jetronik) & L-Jetronik
serta Mono-Jetronik sudah dipakai pada mobil. Sistem-sistem injeksi ini
merupakan pilihan lain dari sistem karburator, terutama pada negara-
negara yang mempunyai aturan yang ketat terhadap kondisi gas buang.
4
Keterangan :
K = Berasal dari kata “Kontinuierlich” artinya Continyu / terus menerus
L = berasal dari kata “Luft” artinya “Udara”
Volume udara yang dihisap motor diukur dan diinformasikan ke unit
EFI = Elektronic fuel injection
5
1. Pompa Bensin 7. Injektor
2. Penyimpan Tekanan 8. Injektor start dingin
3. Filter Bahan Bakar 9. Piring Penimbang Udara
4. Regulator tekanan bensin 10. Katup penambah udara
5. Penimbang udara 11. Regulator panas mesin
6. Distributor bahan bakar
6
1. Regulator Tekanan Bahan Bakar 4. Sensor Katup Gas
2. Sensor Temperatur Mesin 5. Electrohydraulic Pressure Actuator
3. Sensor Udara Masuk 6. ECU
7
1. Relai EFI 4. Saluran sensor tekanan udara (MAP)
2. Relai Pompa bensin 5. Sensor temperatur mesin
[Link] 6. Sensor katup gas
9
Gambar 5.3.6. Tiga karburator berada di tengah
Sumber : vedc-malang-modul
1
0
Penempatan tangki pada posisi berdiri,
pompa bensin listrik pada posisi berdiri
dengan demikian tinggi permukaan bensin
akan cukup mengisi penuh ruang pompa.
1
1
Karena bensin berfungsi sebagai pelumas dan pendingin pompa oleh sebab
itu bensin dengan sistem injeksi tidak baik kalau tangki kosong.
1
5
Gambar 5.4.8. Pengukur jumlah udara pada injeksi K
Sumber : vedc-malang-modul
umlah udara yang mengalir kecil saja piring/ plat sensor dan plunyer
terangkat sedikit, bensin yang diinjeksikan juga sedikit.
Udara yang mengalir lebih besar piring/ plat sensor dan plunyer
pengontrol terangkat lebih tinggi bensin yang diinjeksikan lebih
banyak
1
7
EFI Tipe L EFI Tipe D
1
8
Gambar 5.4.13 . Katup gas bagian dalam (injeksi L)
Sumber : vedc-malang-modul
Masing – masing terminal pada bagian elektris katup gas dirangkaikan ke
unit pengontrol elektronika dengan terminal yang sama
[Link]. Injector
Injektor bekerja berdasarkan elektromagnetis yang diatur oleh unit
pengontrol elektronika
1
9
Gambar 5.4.14 . Injektor
Sumber : [Link]
Dengan unit pengontrol elektronika diatur waktu dan volume bahan bakar
yang diinjeksikan, berdasarkan informasi dari = pengukur jumlah udara,
katup gas, putaran motor dan relai kombinasi
1. Pompa bensin
2. Saringan bensin
3. Pipa pembagi
4. Injektor
5. Katup pengatur tekanan
6. Saluran pengembali
Kontrol kondisi slang vakum pada katup pengatur tekanan bahan bakar.
Katup pengatup tekanan terletak pada pipa pembagi bahan bakar.
Apabila slang vakum tersebut, tekanan bahan bakar menjadi terlalu
tinggi, maka jumlah penyemprotan naik pemakaian bensin menjadi
boros
2
2
[Link]. Penyetelan campuran idle
• Pasang pengetes CO dan ukurlah persentase CO pada gas buang,
biasanya 1,5-2,5%
• Sekrup penyetel campuran idle terletak pada pengukur jumlah udara
(yang terpasang diantara saringan udara dan katup gas). Sekrup
penyetel ditutup dengan pasak plastic
Petunjuk
2
3
1. Injeksi L dilengkapi dengan saringan bensin halus, yang perlu diganti
setiap 40’000 km. Untuk penggantiannya, perhatikan tahap-tahap
berikut :
• Hal itu disebabkan oleh nosel injeksi yang tidak rapat. Jenis injeksi L
yang lama juga mempunyai satu injektor khusus untuk start dingin, yang
dipasang pada saluran utama manifold. Cara mengontrol: Injektor-
injektor dilepas, tapi masih berhubungan dengan saluran bensin. Kunci
kontak “ON”, supaya sistem pengaliran bertekanan. Jika ada kebocoran
2
4
bensin yang melebihi satu tetesan tiap menit (lihat ujung nosel), injektro
harus diganti.
b. Jika terlalu kaya : Lepas rumah saringan udara dan kontrol apakah
katup udara didalam pengukur jumlah udara tidak macet/ gerak
berat.
2
5
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun
sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan perkembangan injeksi tidak langsung.
b. Jelaskan nama system yang masih bersifat mekanis.
c. Jelaskan apa yang harus dilakukan untuk mengecek udara palsu
2
6
d. langkah pengaman apa yang dilakukan saat fuel filter dilepas
e. Bolehkah menyetel katup gas?
F. Rangkuman
1. Perkembangan injeksi tidak langsung adalah sebagai berikut :
a. Injeksi bensin mekanis yang dikenal dengan K – Jetronik
Injektor menyemprot terus menerus pada tekanan tertentu
b. Injeksi bensin mekanis–elektris yang dikenal dengan KE – Jetronik
Injeksi K yang dikontrol dengan ECU
c. Injeksi bensin elektris yang dikenal dengan EFI
Injector di buka secara elektromagnetik dengan control ECU.
d. Injeksi bensin elektris yang dikenal dengan L – Jetronik
Penginjeksian berdasarkan aliran udara pada intake manifold
e. Injeksi bensin elektris yang dikenal dengan D – Jetronik
Penginjeksian berdasarkan tekanan pada intake manifold
f. Engine management system yang dikenal dengan Motronik
Penggabungan beberapa control engine (Injeksi, Pengapian, isc, egr dll).
2. Injeksi L dilengkapi dengan saringan bensin halus, yang perlu diganti setiap
40’000 km. Untuk penggantiannya, perhatikan tahap-tahap berikut
• Untuk mencegah pemompaan bensin selama saringan terlepas,
terminal negatif pada baterai harus dilepas.
• Sistem pengaliran bensin selalu bertekanan. Sediakan bak untuk
menyimpan bensin yang keluar waktu saringan dikendorkan. Jagalah
mata anda dari semprotan bensin!
• Perhatikan arah pemasangan saringan (anak panah), dan jagalah
pemasukan kotoran pada saluran yang menuju ke motor! Setelah
pekerjaan selesai, kontrol kebocoran pada sambungan-sambungan
yang telah dilepas, sewaktu motor hidup.
5. Bagaimana, jika idle kurang stabil?
2
7
• Putaran idle yang “menggergaji” disebabkan oleh udara palsu. Cek
kembali kerapatan saluran masuk
• Hal itu disebabkan oleh nosel injeksi yang tidak rapat. Jenis injeksi L
yang lama juga mempunyai satu injektor khusus untuk start dingin,
yang dipasang pada saluran utama manifold. Cara mengontrol:
Injektor-injektor dilepas, tapi masih berhubungan dengan saluran
bensin. Kunci kontak “ON”, supaya sistem pengaliran bertekanan.
Jika ada kebocoran bensin yang melebihi satu tetesan tiap menit (lihat
ujung nosel), injektro harus diganti.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi komponen utama injeksi
2 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi mechanism injeksi
3 Saya dapat menjelaskan cara kerja injector
2
8
4 Saya dapat menjelaskan fungsi komponen sensor
5 Saya dapat menjelaskan jenis mekanisme injeksi
6 Saya dapat menjelaskan cirri-ciri jenis injeksi
7 Saya dapat menjelaskan cara kerja throttle body
8 Saya dapat menjelaskan langkah pemeriksaan throttle body
9 Saya dapat menjelaskan pemeriksaan pompa bahan bakar
10 Saya dapat menyetel putaran idle
H. Kunci Jawaban
a. K – jetronik, KE – jetronik, EFI, L – jetronik, D – jetronik, EMS
b. K – jetronik
c. Periksa semua saluran masuk mulai dari air filter hingga ke intake manifold.
2
9
Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh
3
0
a. Identitas
Sekolah : SMK Negeri 4 Banda Aceh
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / III (Ganjil)
Materi Pokok : Engine Management System (EMS)
Alokasi Waktu : 32 x 45 Menit ( Empat kali pertemuan)
b. Kompetensi Awal Peserta didik sudah mempelajari materi Dasar
Kejuruan Otomotif
c. Profil Pelajar Pancasila Beriman, bertaqwa kepada Allah. SWT,
berakhlaqul qarimah.
Berkebhinnekaan global
Mandiri
Bergotong royong
Bernalar Kritis
Kreatif
d. Sarana dan Prasarana Digital
Video Pembelajaran dari Internet
Buku digital (e-book)
PDF
Non Digital
Buku Ajar Pemeliharaan Mesin KR
Majalah
Buku ajar yang relevan
Perangkat Keras
Car trainer
Engine Stand Trainer
Laptop, Ponsel, Tablet, Headset
Perangkat Lunak
Aplikasi Scan Tool
Zoom, Google class room, you tube
Sumber Pusdatin Kemendikbud
e. Target Peserta Didik Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan
3
1
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik Insya Allah dapat :
1. Menelaah sistem pendinginan dengan benar, Setelah berdiskusi dan
menggali informasi.
2. Mengkomunikasikan cara perawatan berkala sistem Engine
Management System (EMS) dengan penuh percaya diri, Setelah
berdiskusi dan menggali informasi.
3. Melakukan perawatan berkala pada sistem Engine Management System
(EMS) dengan benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik, dengan
tersedianya peralatan perawatan berkala dan buku manual.
4. Mendemonstrasikan perawatan berkala pada sistem Engine
Management System (EMS) berdasarkan tugas dengan percaya diri,
dengan tersedianya engine stand Toyota 4K.
5. Mengontrol hasil perawatan berkala pada sistem Engine Management
System (EMS) dengan benar sesuai dengan SOP dan ketentuan pabrik,
dengan tersedianya engine stand Toyota 4K dan atau car trainer.
B. Pemahaman Bermakna
1. Proses Bisnis Perawatan system Engine Management System (EMS)
secara menyeluruh
2. Perancangan engine stand dan atau car trainer
C. Pertanyaan Pemantik
Apa yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang pendinginan?
D. Skenario
Pembelajaran
Pertemuan : 1, 2 dan 3
1. Pendahuluan 45 menit
1. Menyiapkan fisik & psikis siswa dengan menyapa & memberi salam islam
serta membaca doa belajar dan membaca Asmaul Husna untuk memulai
pembelajaran.
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai sikap disiplin.
3. Mengingatkan kembali tentang materi minggu yang lalu (review).
4. Mengajukan pertanyaan menantang untuk memotivasi siswa : “ Apa yang
sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang manajemen”,
(pengkondisian siswa).
3
2
5. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran: Memberi contoh syarat
terjadinya pembakaran : Manajemen berlaku pada setiap kondisi dan organisasi,
termasuk mulai dari manajemen keluarga hingga ke negara, demikian halnya pada
unit mesin, manajemen juga sangat di perlukan agar jauh lebih baik dan teratur.
6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
7. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
8. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
9. Melakukan Pre test.
10. Literasi
3
3
C. Menyatakan Guru mempersilahkan siswa secara individual
Mencermati lembar kerja hasil analisa
kesiapan
Guru mempersilahkan siswa secara individual
mengerjakan memeriksa ketersedian alat/bahan pendukung
pekerjaan.
order.
Guru mempersilahkan siswa secara individual
menentukan kesiapan dalam melakukan
pekerjaan.
3. Penutup 25 menit
Tes tertulis
3
5
Kisi-kisi soal
No. Soal
1. Jelaskan nama komponen Engine Management System (EMS)
2. Jelaskan langkah pemeliharaan komponen Engine Management System
3. Jelaskan langkah perbaikan komponen Engine Management System (EMS)
Kriteria penskoran :
No.
No. Soal Skor Ket
urut
1. 1 25
2. 2 35
3. 3 40
Jumlah Skor 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
36
Kriteria penilaian produk dan jasa
Nama
Pelaksanaan Ketepatan
Prosedur Ketepatan Perolehan
No. Kelompok (etos kerja) sasaran waktu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
Keterangan :
𝐊𝐃𝐓 𝐓𝐊 𝐱 𝐑𝐍𝐑 𝐃𝐒 𝐱 𝟏𝟎
𝐃𝐒 = 𝐓𝐒 =
𝐓𝐊 = 𝐱 𝟏𝟎𝟎 % 𝟏𝟎𝟎 𝟏𝟎𝟎
𝐒𝐊𝐃
Note :
- TK = Target Kurikulum
- KDT = KD yg terlaksana
- SKD = KD dalam satu semester
- DS = Daya serap
- RNR = Rata-rata nilai rapor per maple
- TS = Taraf serap
37
MATERI PEMBELAJARAN
ENGINE MANAGEMENT SYSTEM (EMS)
A. Tujuan
Melalui belajar mandiri dan diskusi kelompok peserta didik mampu melakukan
telaah engine management system dan komponen engine management system serta
melakukan deteksi gangguan/kerusakan komponen sesuai dengan spesifikasi.
C. Uraian Materi
6.1. Fungsi
Sistem bahan bakar pada mesin berfungsi untuk menyediakan bahan
bakar, melakukan proses pencampuran bahan bakar dan udara, dengan
perbandin ga n yang tepat, dalam jumlah volume yang tepat sesuai kebutuhan
putaran mesin. Cara untuk melakukan penyaluran bahan bakarnya melalui
sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan, dan dengan pengontrolan secara
elektronik yang dikenal dengan Electronic Fuel Injection.(EFI)
Sistem ini berkembang pesat hingga saat ini sudah di kenal dengan system
CAN BUS, dalam buku ini akan dibahas tentang Engine Management Sistem atau lazim
disebut dengan Motronik generasi system generasi ketiga setelah system Electronic Fuel
Injection.(EFI).
38
6.2. Engine Control Mudule (ECM)
6.2.1. Diagram
39
[Link] Skema unit pengontrol elektronikECU
C R O I/
P A M O
U M
INPUT DARI :
1. Sensor putaran mesin
2. sensor temperature mesin (EOT)
3. Sensor sudut kemiringan
OUTPUT MENUJU :
4. Sensor tekanan Absolut Intake
1. Sistem pengapian
(MAP)
2. Sistem pemompaan
5. Sensor posisi katup gas (THP)
bahan bakar
6. Sensor temperature udara masuk
3. Injektor
(IAT)
4. Mallfunction
Indicator Lamp
(MIL)
40
[Link] RAM (Random Acces Memory)
Adalah suatu rangkaian di dalam ECU yang berfungsi untuk menulis data
masukan dan mengeluarkan kembali dalam bentuk bilangan biner digit. ( ya
dan tidak / 0 dan 1 ) secara kontinyu
41
ti=
Q. pl.60.000
14,7.Z .n.K
(detik)
IAT
= 20o Rumus
C
EOT =
CPU
80o C mL(teori):
14,7 kg
n= 800
rpm ti = Pl : 0.75 g/cm3
Q = 180 l/min 180.0,00129.60.000
14,[Link] Z=4
RAM U(idle)=
12V K = 125 ROM
grm/min
U U VL Q nK EOT IAT
(idle
) Injector =
ti = 2,4 ms
pada putaran
idle.
Gambar 6.2.3. Blok bagan ECM
Sumber : vedc-malang-modul
6.3. Actuator
Adalah system yang melaksanan perintah ECU, antara lain :
A 16
15 1
15
b
a
15
4
4
c d
0
42
[Link]. Skema blok diagram system pengapian komputer
Keterangan gambar
43
Gambar 6.3.3. sensor putaran (CKP)
Sumber : vedc-malang-modul
1. Magnet permanen
2. Rumah
3. Dudukan pengirim sinyal
4. Inti besi
5. Kumparan pembangkit
6. Roda gaya (magnet)
44
[Link]. Pengirim sinyal temperatur motor
Pada start dingin saat pengapian dibuat lebih lambat dibanding start panas. Hal
ini berhubungan dengan temperatur akhir kompresi. Agar saat start motor
langsung hidup, maka perlu penyesuaian antara saatb pengapian dan
temperature mesin.
Untuk penyesuaian ini kontrol unit (ECM) menerima informasi dari sensor
temperatur (EOT) yang dipasang pada bagian blok mesin.
Tahanan NTC
1. Rumah sender
2. Terminal
Simbol NTC
45
Fungsi : Menyesuaikan saat pengapian untuk start dingin dan panas
Kontrol unit elektronik berfungsi untuk mengolah data (tegangan) dari pengirim
sinyal sesuai dengan memori dalam kontrol unit agar diperoleh saat pengapian
yang betul-betul tepat.
Memori
Pengubah
Pengirin Analog Analog Digital
Prinsip kerja ;
• Mikroprosesor bekerja berdasarkan sinyal dari pengirim sinyal. Sinyal yang
masih analog diubah dulu menjadi digital pada pengubah analog-digital.
• Informasi masuk pada saat tanda posisi motor sebelum TMA.
• Didalam mikroprosesor data yang masuk dapat disesuaikan dengan data
yang sudah terprogram dalam memori.
46
Hasil perhitungan yang dikeluarkan berupa saat pengapian yang sesuai
dengan kondisi mesin.
Contoh
Misal hasil perhitungan saat pengapian yang paling tepat 100 sebelum
TMA, berarti kontrol unit harus menunggu 20 lagi untuk memberi informasi
ke darlington untuk memutus arus primer.
47
Saat pengapian yang dapat dibaca pada grafik diatas adalah saat pengapian
yang terprogram dalam memori (kurang lebih 256 saat pengapian).
Diantara itu masih bisa dihitung dalam mikroprosesor diantara 1000 s/d 4000
saat pengapian
1. Langkah torak
2. Gelombang engkol
(sinyal putaran)
3. Tekanan saluran masuk
4. Saat pengapian
Keterangan
: Langkah buang
: Langkah Hisap
: Langkah kompresi
: Langkah Usaha
48
6.3.2. Injektor
Agar penyemprotan yang dihasilkan berupa kabut halus dan rata, pada
injektor dibuat empat lubang yang masing-masing lubang bediameter 0,04
mm2.
49
- Pompa bahan bakar
- Tegangan baterai
Tek. BB (PE) - Regulator tekanan
bahan bakar
Volume Diameter
semprot (VE) injektor
lama semprotan
- Temperatur oli
mesin (ρm)
- Temperatur udara
(ρm)
- Putaran Motor (n)
- Tegangan baterai
(Vbat)
- Jumlah/Volume
Udara (QL)
- Posisi katup gas
50
MIL
ECM
Kunci kontak
teganganPositif
6.4. Sensor
6.4.1. Manifold absolute pressure (MAP)
Sensor tekanan udara masuk ini berfungsi untuk mendeteksi tekanan udara
masuk pada intake, lalu data disampaikan ke ECU untuk mengetahui bahwa
mesin berada pada langkah hisap (intake).
51
Jika sensor ini rusak biasanya mesin masih dapat hidup tapi, lampu check
engine pada spedometer menyala dan pada waktu idle mesin tidak bisa
langsam (idle), atau rpm mesin naik turun.
52
Gambar 6.4.3. TP sensor
Sumber : [Link] [Link]
53
6.4.4. Intake air temperature (IAT)
Sensor temperature udara masuk ini bertugas untuk mendeteksi suhu udara
yang masuk dan mengirim data tersebut ke ECU untuk dikalkulasikan
sehingga campuran bahan bakar tatap ideal. Jika temperature udara dingin,
maka ECU akan memperkecil debit bahan bakar yang disemprotkan demikian
sebaliknya, temperatus panas, maka ECU akan memperbesar debit bahan
bakar akan disemprotkan pada injector.
Sensor ini letaknya difilter udara, jika sensor ini rusak mesin masih bisa hidup
tapi lampu indikator check engine pada spedometer menyala.
54
dan hal ini cukup bahaya jika suhu temperatur diatas suhu normal maka tidak
ada sensor yang memberi informasi kepada kita, tau-tau air radiator habis dan
silinder cop akan memuai karena mesin overheat.
Sensor ini bertugas menjaga gas buang sisa pembakaran agar selalu pas dan
memberi informasi ke ECU untuk memberikan campuran bahan bakar yang
ideal sehingga gas buang yang dihasilkan lebih ramah lingkungan.
55
6.4.7. Intake air cut valve (IACV) / Fast idle selonoid (FID)
56
D. Aktivitas Peserta Didik
I. Strategi Pembelajaran
Belajar dalam suatu sistem berdasarkan Kompetensi, berbeda dengan sistem
yang menggunakan cara klasikal saja. Pada sistem ini peserta didik akan
bertanggung jawab terhadap belajarnya sendiri, artinya bahwa peserta didik
perlu merencanakan belajarnya kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai
dengan rencana yang telah dibuat.
IV. Implementasi
a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
b. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik
c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
57
E. Latihan / Tugas
a. Jelaskan nama komponen utama pengontrol semua sensor/actuator.
b. Jelaskan nama komponen yang mendeteksi tekanan udara masuk.
c. Jelaskan nama sensor putaran.
d. Komponen utama pada ecm adalah.
e. Jika injector tidak bekerja apakah mesin dapat menyala.
F. Rangkuman
1. Mesin yang menggunakan pengontrolan elektronik canggih mencapai ini
melalui elektronik kontrol modul (ECM) atau elektronik kontrol unit (ECU) -
yang merupakan "komputer" dalam mesin. ECM/ECU menerima kecepatan
signal mesin melalui sensor dan menggunakan algoritma dan mencari tabel
kalibrasi yang disimpan dalam ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan
bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau hidrolik untuk mengatur
kecepatan mesin.
EMS system (engine management system) mengatur secara luas agar
operasional mesin bisa tetap bekerja secara optimal setiap saat melalui
pengaturan elemen mesin seperti sensor, actuator, controller.
EMS system (engine management system) mengatur secara luas agar
operasional mesin bisa tetap bekerja secara optimal setiap saat melalui
pengaturan elemen mesin seperti sensor,actuator dan controller. Sistem
pengaturan mesin melibatkan pengaturan bahan bakar, air intake dan juga
waktu pengapian, agar diperoleh momen dan tenaga sesuai spesifikasi.
Pengemudi dapat mengatur bukaan throttle valve secara manual dengan
sistem koneksi mekanis, yang kemudian mengatur rasio udara/bahan bakar
ke dalam mesin, selanjutnya campuran udara/bahan bakar yang masuk itu
akan menentukan tenaga dan momen yang dihasilkah oleh [Link]
momen mesin biasanya menggunakan sistem kontrol secara mekanis dan
tekanan hampa, misalnya evaporator yang menghasilkan campuran bahan
bakar/udara untuk pembakaran, pemakaian peralatan yang sudah sesuai
58
dengan aturan international untuk memperoleh energi pengapian yang tepat,
distributor, centrifugal dan sistem oscilation [Link] konfigurasi
kontrol secara mekanis dapat dikatakan sangat rumit, susah dalam
pembuatan, dan sulit untuk mendapatkan hasil yang optimal dan efisiens,
sehingga mengakibatkan emisi buangnya tidak bisa mengikuti aturan yang
telah [Link] pengontrolan secara elektroni untuk sistem injeksi
bahan bakar (Bosch’s DJetronic danL-Jetronic) sudah diperkenalkan untuk
menggantikan sistem konvesional karburator atau injeksi mekanis, dan
selanjutnya teknologi pengaturan secara elektronic untuk aplikasi mesin dan
keseluruhan sistem pada kendaraan berkembang dengan pesat. Penggunaan
teknologi pengaturan secara elektronik akan memungkinkan sistem
pengontrolan berjalan secara akurat dan tahan lama, serta dapat mengurangi
polusi lingkungan karena emisinya lebih baik, hemat bahan bakar, stabilitas
dan kontrol sistem juga lebih baik. Perkembangan teknologi elektronika yang
sangat pesat, termasuk di dalamnya semi conductor dan komputer sejak tahun
1970 juga berperan dalam meningkatkan tingkat kestabilan kendaraan dan
harganya juga sudah semakin terjangkau.
2. Dalam buku ini tidak menjelaskan rincian perbaikan, di karenakan buku
perawatan ringan sudah di keluarkan oleh pabrikan.
59
G. Umpan Balik dan tindak lanjut
Pada bagian umpan balik dan tindak lanjut peserta didik secara jujur harus mampu
menilai kemampuan diri sendiri seperti yang tertera pada tabel dibawah ini :
No Pernyataan Ya Tidak
1 Saya dapat menjelaskan nama & fungsi komponen utama ECM
2 Saya dapat menjelaskan nama sensor
3 Saya dapat menjelaskan fungsi sensor
4 Saya dapat menjelaskan nama aktuator
5 Saya dapat menjelaskan fungsi actuator
6 Saya dapat menjelaskan sejarah perkembangan injeksi
7 Saya dapat menjelaskan system CAN BUS
8 Saya dapat menggunakan scan tool
9 Saya dapat membaca kode kedipan MIL
10 Saya dapat mengganti sensor yang rusak
H. Kunci Jawaban
1. ECU
2. MAP
3. CKP dan CMP
4. Sensor, prosesor dan actuator
5. Tidak
60
Mengetahui, Banda Aceh, Juli 2024
Wakil Bidang Kurikulum Guru Bidang Study,
Menyetujui,
Kepala SMK Negeri 4 Banda Aceh
61