0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Arah Garis Gaya Magnet dan Induksi

Diunggah oleh

Salwa Nabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Arah Garis Gaya Magnet dan Induksi

Diunggah oleh

Salwa Nabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMAGNETAN

Disajikan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisika Teknik

Disusun Oleh :
Salwa Nabila (2307126155)

Dosen Pengampu:
Drs. Krisman, [Link]

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
2023/2024
KEMAGNETAN

Kata magnet berasal dari Bahasa Yunani yaitu magnes atau manetis lithos yang berarti batu dari
magnesia. Penemuan magnet ini telah diketahui di Yunani, India, dan Cina sekitar 2500 tahun yang lalu
magnet berasal dari Lodestones yaitu berasal dari bijih besi, lodestones merupakan kompas magnet
pertama. Magnet secara alami diciptakan yang dapat menarik potongan besi lainnya.
Selain sifat khasnya dapat menarik benda-benda berunsur besi, magnet memiliki bagian yang
sangat unik yang disebut kutub magnet. Fenomena kutub magnet diselidiki pada tahun 1269 oleh de
Maricourt. Dalam studinya itu ia mengamati adanya sepasang kutub pada benda magnetik yang merupakan
kekuatan gaya terbesar pada magnet. Kutub-kutub ini kemudian dinamakan dengan “kutub utara” dan
“kutub selatan”. Jika kutub yang sama didekatkan maka akan saling menolak, dan jika kutub yang berlainan
didekatkan akan saling menarik.

Gaya saling menolak dan saling menarik pada magnet memiliki perbedaan dengan gaya Coulomb.
Pada magnet kutub utara dan selatan tidak bisa terpisahkan dan selalu berpasangan, sedangkan pada gaya
listrik masing-masing muatan (positif dan negatif) bisa terpisah. Pada magnet kutub positif selalu muncul
berpasangan dengan kutub negatif, bahkan jika sebuah bahan (batang) magnetik dipotong sedemikian rupa
menjadi magnet elementer, selalu saja muncul sepasang kutub. Sepasang kutub yang senantiasa ada pada
magnet elementer dikenal dengan istilah dipole magnet (di = dua, pole = kutub). Sebuah dipol magnet (yang
merupakan magnet elementer atau satuan terkecil magnet) memiliki medan magnet yang arahnya dari kutub
utara magnet menuju kutub selatan magnet seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Benda-benda logam
(magnetik) yang berada di sekitar medan magnet tersebut akan mengalami gaya magnetik. Menentukan
gaya tarikan atau tolakan antara dua magnet secara umum dengan menggunakan rumus:
Keterangan:
F = Gaya magnet (satuan SI: Newton)
m = merupakan kekuatan kutub (satuan SI: weber)
µ = permeabilitas (permeability) medium. Dalam udara µ = 4π x 10-7 Wb/A.m
r = merupakan jarak antara dua magnet (satuan SI: meter).
Garis gaya yang keluar dan menuju kutub magnet pada setiap titik disekitar magnet berbeda
kerapatannya setiap satuan luas yang ditembus garis gaya tersebut. Kerapatan garis gaya ini disebut
jugafluks magnetik. Dalam fisika, besaran untuk garis gaya magnet yang menembus luas permukaan (A)
yaitu fluks magnetik (ô) dinyatakan dalam satuan Weber. Fluks magnetik ini sangat erat kaitannya dengan
kuat medan induksi magnetik (B). Hubungan antara ketiga besaran tersebut ditunjukkan pada gambar dan
rumus sebagai berikut.
φ = B A Cos q
Keterangan:
f = fluks magnetik (weber)
B = induksi magnetik
A= luas bidang yang ditembus garis gaya magnetik.
q = sudut antara arah garis normal bidang A dan arah B

Gambar 1: Fluks magnet

1. Medan Magnet
Medan magnet adalah daerah di sekitar benda magnet yang masih berpengaruh oleh gaya magnet
benda tersebut. Benda-benda magnetis tertentu, seperti besi atau baja, akan terasa tertarik oleh magnet
karena adanya medan magnet ini. Medan magnet digambarkan dengan garis-garis gaya magnet. Garis-garis
ini keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet. Medan magnet lebih kuat di sekitar
kutub-kutub magnet dan lebih lemah di bagian tengahnya.

Gambar 2: Garis gaya pada medan magnet


o Medan magnet di sekitar benda magnetic
Medan magnet merupakan besaran vektor. Adapun kuat/lemahnya medan tersebut ditunjukkan
oleh intensitas magnet (H). Efek medan magnet disebut induksi magnetik (B), juga merupakan besaran
vektor. Hubungan antara H dan B dinyatakan dalam rumus:
B = µo H

Keterangan:
B = induksi magnetik, satuan = Weber/m2 atau maxwell/m2 atau Tesla (T)
H = intensitas magnet (A/m)
µo = permeabilitas = 4π x 10-7 Wb.A-1.m-1 (dalam udara)

o Medan magnet karena arus listrik pada penghantar lurus

Medan magnet di sekitar penghantar berarus digambarkan dengan garis-garis gaya magnet yang
melingkari penghantar dengan pusat lingkaran pada setiap titik di sepanjang penghantar 17 tersebut
sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 12. Makin besar jari-jari lingkaran maka kuat medan magnet di
semua titik keliling lingkaran tersebut makin berkurang (lemah). Pada kawat yang dialiri listrik terdapat
garis-garis gaya magnet yang melingkarinya. Dengan kaidah Tangan Kanan Fleming, diketahui bahwa garis
gaya magnet yang terbentuk tersebut memiliki arah tertentu. Bila kawat berarus listrik tersebut digenggam
dengan tangan kanan, dan ibu jari mengarah ke arah aliran arus, maka keempat jari lainnya menunjukkan
arah garis gaya magnet. Dengan kaidah ini kita dapat menentukan kutub-kutub magnet yang terbentuk pada
inti besi yang dililit kumparan.

Gambar 3: Garis gaya magnet di sekitar penghantar berarus

o Medan magnet oleh solenoida dan toroida


Solenoida adalah kumparan kawat berbentuk tabung panjang dengan lilitan yang sangat rapat. Induksi
magnetik di tengah solenoida dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

Bo = µ I n = µ I N/L

Toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya berbentuk lingkaran.


2. Pengaruh Medan Magnet

o Induksi Magnet

Induksi magnet, sering disebut juga induksi elektromagnetik, adalah konsep yang menjelaskan
tentang timbulnya arus listrik akibat perubahan medan magnet. Jadi, bayangkan ada magnet atau kumparan
kawat yang menghasilkan medan magnet, nah induksi magnet menjelaskan bagaimana perubahan medan
magnet tersebut bisa mempengaruhi aliran listrik pada konduktor (penghantar listrik) lain.

o Pengaruh Medan Magnet Terhadap Muatan Bergerak

Pengaruh ini terjadi karena muatan yang bergerak memiliki medan magnetnya sendiri, dan interaksi
antara kedua medan magnet inilah yang menghasilkan gaya.

Gaya Lorentz

Gaya Lorentz adalah gaya yang terjadi (dialami) oleh benda bermuatan yang bergerak di dalam
suatu medan magnet. Adapun rumus yang terdapat pada gaya Lorentz yaitu:

F = q v B sin θ
F = gaya Lorentz
q = besar muatan
B = kuat induksi magnetic
θ = sudut yang dibentuk oleh arah gerak muatan dengan arah induksi magnetic.

Arah dari gaya magnetik F dapat diketahui melalui aturan tangan kanan, di mana arah ibu jari
menunjukkan arah gaya Lorenzt dan arah keempat jari yang lain menunjukkan arah medan magnet B,
sedangkan arah telunjuk menunjukkan arah kecepatan muatan v. Gaya ini terjadi pada setiap posisi muatan
dalam medan magnet. Besar gaya Lorentz tergantung pada: besar muatan benda, kecepatan gerak muatan,
harga medan magnet, serta arah gerak muatan listrik terhadap arah medan magnet.

Gambar 4: Kaidah Tangan Kanan

Anda mungkin juga menyukai