0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Tanda dan Proses Persalinan Normal

Diunggah oleh

Viti Kilis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Tanda dan Proses Persalinan Normal

Diunggah oleh

Viti Kilis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

A. PERSALINAN NORMAL

1. Pengertian

Intranatal adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi atau

pengeluaran janin yang cukup bulan yang dapat hidup diluar

kandungan dan disusul dengan pengeluaran plasenta baik secara

spontan maupun bantuan(Sondakh, 2013)

2. Tujuan persalinan

Tujuan dari persalinan merupakan upaya kelangsungan hidup

untuk mencapai derajat kesehatan yang sangat tinggi untuk ibu dan

bayinya melalui berbagai upaya yang bisa terintegrasi dan lengkap

serta intervi minimal dengan persalinan yang adekuat sesuai dengan

tahapan ibu persalinan sehingga prinsip keamanan dan kualitas

pelayanannya dapat terjaga pada tingkat yang sangat

optimal(Kurniarum, 2016)

3. Jenis persalinan

1) Persalinan Spontan yaitu persalinan yang berlangsung dengan

kekuatan ibu sendiri, melalui jalan lahir ibu tersebut.

2) Persalinan Buatan yaitu Bila persalinan dibantu dengan tenaga

dari luar misalnya ekstraksi forceps, atau dilakukan operasi Sectio

Caesaria.
3) Persalinan Anjuran merupakan Persalinan yang tidak dimulai

dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan

ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.(Kurniarum, 2016)

4. Tanda persalinan

Pada kebanyakan wanita, proses melahirkan dimulai antara

minggu ke 39 dan 41 usia kehamilan. Namun karena lama kehamilan

setiap orang berbeda-beda, tidak sedikit bayi yang dilahirkan pada

salah satu minggu tersebut tanpa menunjukkan tanda-tanda premature.

Pada buolam-bulan akhir kehamilan, tubuh akan memproduksi

progesteron yang bertujuan melunakkan jaringan disekitar serviks

(leher Rahim menghubungkan uterus dan vagina) dan pelvis atau

panggul untuk persiapan melahirkan.

Berbeda dari persalinan dengan cara operasi Caesar, kita dapat

merencanakan waktu kelahiran, melahirkan secara normal

memerlukan kejelian dalam memahami tanda-tanda persalinan yang

dikirmkan oleh tubuh. Berikut tanda-tanda persalinan yang bisa

dijadikan rambu untuk mempersiapkan sebuah kelahiran :


1) Tanda-tanda awal persalinan

Menurut muchtar (2015), beberapa tanda pendahuluan

persalinan yaitu lightening atau setting atau dropping atau (kepala

turun memasuki pintu atau panggul); perut kelihatan lebih

melebar dan fundus uteri turun; sering buang air kecil atau sulit

berkemihn (polakisuria) karena kandung kemih tertekan oleh

bagian terbawah janin; perasaan nyeri diperut dan dipinggang

oleh adanya kontraksi-kontraksi lenah uterus; kandang-kandang

disebut “false labor pains” sera serviks menjadi lembek (mulai

mendatar, dan sekresinya bertambah, mungkin bercampur darah).

a) Turunnya kepala janin ke panggul

Ketika persalinan mendekat, kepala janin sudah mulai

turun ke area tulang panggul. Kejadian menurunnya kepala

janin yaitu akibat dari melunaknya uterus. Turunnya kepala

janin dari bagian panggul terjadi sejak dua hingga empat

minggu sebelum janin benar-benar lahir. Beberapa ciri lain

yang menunjukkan janin masuk panggul sehingga ibu bisa

siap untuk melahirkan , yaitu ibu akan lebih sering buang

air kecil, mengalami gangguan pencernaan, perubahan

bentuk ibu, sakit pinggang yang berat , serta sakit kepala

area rectum, dan vagina

b) Tekanan panggul (pelvic)


Setelah kepala janin turun kebawah panggul , ibu

mungkin akan merasa kurang nyaman dengan posisinya.

Sakit yang dirasakan ibu merupakan akibat dari adanya

tekanan panggul dan ibu akan lebih sering berkemih serta

lebih sering buang air besar karena itu tanda persalinan

yang jelas. Adanya relaksi tulang sendi beserta ikatan-

ikatannya , dapat menyebabkan nyeri tiba-tiba karena bayi

menekan dasar panggul ibu. Selain itu juga yang dirasakan

seorang ibu hamil adalah kaki ibu membengkak sebagai

akibat meningkatkan tekanan terhadap pembuluh darah

yang melewati panggul. Berbaring kiri, dapat membantu ibu

hamil untuk meringankan tanda-tanda awal persalinan ini.

c) Vaginal Discharge dan keputihan

Keputihan merupakan tanda proses persalinan untuk

ibu hamil yang sudah dekat. Terjadinya keputihan

merupakan akibat dari melunaknya rahim. Cairan yang

keluar pada keputihan berwarna putih, dan kadang berwarna

merah muda. Keputihan yang berwarna kuning atau yang

berbusa, biasanya merupakan tanda terjadinya infeksi.

Beritahukan kepada dokter apabila keputihan kepada ibu

hamil terjadi perubahan warananya.

Keputihan atau cairan yang keluar dari vagina terdiri

dari sekresi leher Rahim, sel-sel dari dinding vagina , dan


flora pada bakteri normal. Keputihan umumnya biasanya

berwarna putih atau putih pudar, dan volumenya akan

meningkat menjelang tanggal taksiran persalinan

d) Nesing Intinct

Nesting instinct merupakan tanda awal persalinan, yang

biasanya ditandai dengan kegiatan membereskan lemari ,

membersihkan kamar mandi, serta kegiatan-kegiatan

membersihkan lainnya.

e) Menggigil

Tanda awal persalinan ini adalah menggigil tanpa sebab

yang jelas. Menggil dapat terjadi tanpa adanya perasaan

dingin atau kondisi ibu hamil yang sedang lemah

f) Diare

Pelepasan suatu unsur kimia dalam tubuh disebut

dengan prostaglandin yang terjadi pada proses awal suatu

persalinan. Pemicu ini dapat mengakibatkan meningkatnya

aktivitas usus.

g) Pecah Membran atau Pecah Ketuban

Pecah ketuban merupakan tanda awal pada persalinan

yang paling umum terjadi. Jika ketuban telah pecah , maka

dapat diduga bahwa persalinan akan terjadi selama 24 jam.

Ketika ketuban pecah , kontraksi biasnaya akan terjadi lebih

intensif, dan bayi yang akan semakin dekat kearah

pelebaran
Rahim. Cairan ketuban pada umumnya berwaran bening

dan tidak berbau, cairan ketuban akan terus keluar sampai

saat melahirkan.

h) Kontraksi Reguler

Tanda pada persalinan yang sering terjadi dan menjadi

salah satu cara untuk mengetahui bahwa persalinan akan

segera terjadi adalah konsistensi kontraksi. Leher Rahim

yang telah melunak akan semakin melebar dan akan terus

berlanjut hingga proses pada persalinan selesai.

2) Tanda-Tanda Gerakan Janin Menjelang Persalinan

a) Pada usia 36 minggu, janin yang ada di dalam kandungan

sudah memiliki kematangan dan ukuran yang siap di

lahirkan. Selain itu juga, organ tubuh janin dalam

kandungan juga sudah mulai terbentuk dengan

[Link] organ tubuh seperti hati,ginjal, dan paru-

paru. Kehamilan tersebut sudah memasukin minggu untuk

persiapan menjelang persalinan.

b) Keadaan bayi dalam kandungan akan terus mengalami

gerakan terlebih saat melatih paru-parunya untuk

mempersiapkan poernafasan setelah ia dilahirkan nanti.

c) Pada usia kehamilan 37 minggu bayi akan mengubah

posisinya untuk disesuaikan dengan persalinan yang akan

ibu [Link] usia ini, gerakan janin menjelang

persalinan
ditandai dengan keadaan bayi yang turun ke panggul.

Kepala bayi normalnya akan menghadap jalan lahir saat

menjelang persalinan.

d) Selanjutnya, gerakan di usia ini juga ditandai dengan

rontokan bulu halus serta vernic caseosa atau lapisan yang

berperan untuk melindungi [Link] kandungan akan

mulai menghilang. Kedua dalam bagian tersebut akan

ditelan oleh bayi yang nanti akan memengaruhi buang air

besar bayi pertama kalinya (berwarna kehitaman).

e) Pada usia kehamilan 39 minggu gerakan bayi sudah siap

menghadapi jalan lahir. Cairan amino yang semula jernih,

pada usia ini akan berubah menjadi pucat seperti susu.

f) Pada minggu terakhir kehamilan, kondisi Rahim ibu akan

semakin sempit. Pada usia kehamilan ini, bayi dalam

kandungan juga akan menghasilkan hormone. Hormone

yang dihasilkan bayi disebut dengan kortison kelenjar

adrenal (Nurhayati, Eka, S. ST., 2019)


5. Faktor persalinan

Menurut Prawirohardjo , 2007 (dikutip dalam sondakh Tahun

2013.h.2- 5) terdapat beberapa teori yang berkaitan dengan kekuatan his

sehingga menjadi awal mula terjai proses persalianna sebagai berikut :

a. Teori Penurunan Progesteron

Kadar gula progedteroun akan memulai menurun kira-kira 1-2

minggu sebelum pernikahan dimulai.

Terjadinya kontraksi otot polos uterus pada persalinan akan

menyebabkan rasa nyeri yang hebat yang diketahui secara pasti

penyebabnya, tetapi terdapat kemungkinan , yaitu :

1. Hipoksia pada myometrium yang sedang berkontraksi

2. Adanya penekan ganglia saraf di serviks dan uterus bagian bawah

otot-otot yang saling bertautan

3. Peregangan serviks pada saat dilatasi ada pendaftaran serviks yaitu

pemendakan saluran serviks dan panjang sekitar 2 cm menjadi

hanya berupa muara melingkar dengan tepi hampir setipis kertas

4. Peritoneum yang berada di atas fundus mengalami peregangan

b. Teori ketegangan

Ukuran uterus yang makin memebesar yang mengalami

penegangan pada otot-otot uterus mengalami iskemia sehingga

mungkin dapat menjadi faktor yang menggangu sirkulais utroplasenta

yang akhirnya membuat plasenta mengalamidegenarasi. Ketika uterus

berkontraksi dan bisa minimbulkan tekanan pada selaput ketuban.


Tekanan hidrostatik kantong amnion akan melebarkan saluran pada

serviks.

c. Teori Oksitosin Interna

Hiposis posterior bisa menghasilkan hormone oksitosin. Yaitu

dengan adanya perubahan keseimbangan antara estrogen dan

progesterone dapat mengubah dengan tingkat sensivitas otot pada

Rahim dan akan mengakibatkan terjadinya kontraksi uterus yang

disebut braxion hiks. Penurunan pada kadarprogesteron karena usia

kehamilan yang sudah lewat bulan akan mengakibatkan aktivitas

oksitosin meningkat.

Beberapa tanda-tanda dimulainya proses persalinan adalah sebagai

berikut :

1.) Terjadinya His Persalinan

a.) Pinggang terasa sakit dan menjalar ke depan

b.) Sifatnya teratur , interval makin pendek, dan kekuatan makin

besar

c.) Makin beraktivitas (jalan). Kekuatan yang ada makin bertambah

2.) Pengeluaran Lendir dengan Darah

Terjadinya his persalinan mengakibatkan terjadinya perubahan

pada serviks yang dapat menimbulkan

a.) Pendataran dan pembukaan

b.) Pembukaan menyebabkan lender yang terdapat pada kenalis

servikalis besar
c.) Terjadinya perdarahan karena kapile pembuluh darah pecah

3.) Pengeluaran cairan

Pada beberapa kasus persalinan yang akan terjadi saat pecah

ketuban. Sebagian besar , keadaan ini terjadi menjelang pembukaan

lengkap. Setelah pecah ketuban , diharapkan untuk proses

persalinan akan berlangsung kurang 24 jam. (Sondakh, 2013)

6. Pemeriksaan intranatal

a. Pemeriksaan Rectal

Pemeriksaan rectal dalam persalinan mempunyai beberapa

kerugian :

1) Kurang akurat disbanding dengan pemeriksaan vagina

dan jangan digunakan untuk kasus-kasus yang sulit

2) Keadaan cervis dan pembukaan seringkali sukar

ditentukan, terutama kalau ketuban menonjol

3) Caput succadeneum dapat keliru dengan tengkorak

kepala janin mengakibatkan kesalahan dalam

menentukan stasiun

4) Tidak dapat dipercaya presensi bokong

5) Pada pemeriksaan dinding posterior vagina didorong

kedepan sampai menyinggung cervix, menyebabkan

kontaminasi cervix oleh bakteri-bakteri vagina


6) Periksaan rectal menyakitkan dan memperberat

hemorrhoids

b. Pemeriksaan Vaginal

1) Pemeriksaan vagina lebih akurat disbanding

pemeriksaan rectal dalam menentukan keadaan cervix

dan pembkaannya, stasiun dan kedudukan bagian

terendah janin, serta hubungan antara janin dengan

panggul.

2) Pemeriksaan vaginal menghabiskan waktu yang lebih

singkat, memerlukan manipulasu yang lebih sedikit dan

memberikan lebih banyak informasi dari pada

pemeriksaan rectal.

3) Kultur yang diambil pada masa puerperium dari

wanita- wanita yang vaginanya steril pada waktu

masuk rumah sakit ternyata tidak menunjukkan

insidensi hasil positip yang lebih tinggi pada wanita-

wanita yang diperiksa vagina dalam persalinan

disbanding dengan wanita- wanita yang hanya

mendapatkan pemeriksaan rectal. Hasil yang sama

diperoleh pada ketuban yang telah pecah

4) Penelitian klinis telah membuktikan bahwa

morbiditas ibu tidak lebih tinggi dengan


pemeriksaan vaginal disbanding dengan

pemeriksaan rectal

5) Pemeriksaan vagina tidak begitu menyakitkan

6) Vaginophobia menyebabkan sikap berbahaya

untuk selalu menunggu sedikit lebih lama lagi

sebelum melakukan pemeriksaan vagina yang

perlu pada persalinan

7) Tali pusat menumbung dapat di diagnosis

awal, demikian pula presentasi majemuk

8) Penting perlu diingat bahwa sarung –tangan

yang bersih dan steril berbeda dengan jari-jari

yang terkontaminasi seperti pada jamannya

7. Partograf

Di Propinsi Sumatera Selatan sejak tahun 1997 sudah

menganjurkan para bidan untuk menggunakan partograf dalam

menolong persalinan, dengan jumlah Bidan 3919 orang (Dinkes,

2010). Pertolongan persalinan yang tidak menggunakan partograf

dapat menyebabkan tidak terpantaunya kemajuan persalinan sehingga

dapat menimbulkan keterlambatan dalam mengambil keputusan dalam

penatalaksanaan persalinan apabila terdapat komplikasi (Hasbiah ,

Syarifah, 2012)
8. Konsep asuhan keperawatan

1) Perubahan Fisiologis Pada Kala I Persalinan

Beberapa perubahan –perubahan fisiologis yang terjadi pada kala I

persalinan, antara lain :

a. Keadaan Segmen Atas dan Segmen Bawah Rahim Pada

Persalinan

Selama persalinan , uterus akan mengalami

perubahan bentuk menjadi perubahan yang berbeda ,

yaitu segmen atas dan segmen bawah. Segmen atas

memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan

dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan.

Sebaliknya segmen bawah Rahim memegang peranan

pasif dan makin tipis dengan mejunya pesalinan karena

diregangkan. Segmen bawah Rahim dianalogikan dengan

isthmus uterus yang melebar dan menipis pada

perempuan yang tidak hmil.

Pembentukan segmen atas Rahim (SAR) dan segmen

bawah Rahim, terbentuk pada uterus bagian atas dengan

sifat otot yang lebih tebal dan kontraktif, pada bagian ini,

terdapat banyak otot serong dan memanjang . SAR

terbentuk dari fundus sampai isthmus uteri. Sedangkan

segmen bawahrahim (SBR) terbentang di uterus bagian


bawah antara isthmus dengan serviks , dengan sifat otot

yang tipis dan elastis (Sumarah,dkk,2009)

b. Perubahan Bentuk Uterus

Saat ada his, uterus teraba sangat keras kerena

seluruh ototnya kontraksi . proses ini akan efektif hanya

jika his bersifat fundal dominan, yaitu kontraksi

didominasi oleh otot fundus yang menarik otot bawah

Rahim ke atas sehingga akan menyebabkan pembukaan

serviks dan dorongan janin kebawah secara alamiah (Ari

Sulistiawati, 2010)

c. perubahan pada serviks

pada akhir kehamilan otot yang mengelilingi Ostium

Uteri Intrumen (OUI) ditarik oleh SAR yang

menyebabkan serviks menjadi pendek dan menjadi

bagian dari SBR. Bentuk serviks menghilang karena

cenalis servikalis memebesar dan atas membentuk

Ostium Uteri Eksterna (OUE) sebagai ujung an menjadi

sempit (Sumarah, dkk, 2009)

d. Perubahan Vagina dan Dasar Panggul

Dalam kala I , ketuban ikut meregangkan bagian atas

vagian ayang sejak kehamilan mengalami perubahan-

perubahan sedemikian rupa, sehigga dapat dilalui oleh

janin. Setelah ketuban pecah, segala perubahan, terutama


dasra panggul ditimbulkan oleh tekanan dari bagian

bawah janin. Perubahan paling nyata terdiri atas

peregangan serabut-serabut mm levator ani dan penipisan

bagian tengah perineum, yang berubah bentuk dari masa

jaringan berbentuk baji setabal 5 cm menjadi perineum

teregang maksimal anus menjadi jelas membuka dan

terlihat sebagai lubang berdiameter 2-3 cm dan disini

dinding anterior menonjol. Regangan yang kuat ini

fimungkinkan karena bertambah pembuluh vagina dan

dasar panggul (Saiffudin, 2009)

e. Perubahan Hematologi

Sebagian besar adaptasi pada kehamilan terjadi

sebagai respon terhadap rangsangan fisiologis yang

ditimbulkan oleh janin . salah satu dari perubahan yang

terjadi selama kehamilan adalah perubahan hamatologis.

2) Perubahan Psikologis Pada Kala I Persalinan

Perubahan psikologis sering dialami oleh ibu bersalin dan

merupakan hal yang wajar. Apabila ibu bersalin tidak mampu

beradaptasi dengan perubahan psikologis , maka dapat

memeberikan efek jangka panjang dan berlanjut pada gangguan

psikologi yang lebih berat. Perubahan psikologis kala I , secara

umum dipengaruhi oleh persiapan menghadapi persalinan


(fisik,mental,materi,dsb), penerimaan kehamilan,penerimaann

sebelumnya, kesiapan emosional ibu, dukungan(suami,keluarga,

sistem kesehatan ), lingkungan mekanisme koping, dan budaya

beberapa masalah psikologis yang mungkin terjadi pada trimester

kala I (Manuaba, 2012)

a. Rasa Cenas Bercampur Bahagia

Perubahan psikologis yang paling menonjol pada usia

kehamilan trimester pertama adalah timbulnya rasa cemas

dan ragu sekaligus disertai rasa bahagia. Munculnya rasa

ragu dan khawatir sangat berkaitan pada kualitas

kemampuan untuk merawat dan mangasuh bayi dan

kandungannya, sedangkan rasa bahagia dikarenakan dia

merasa sudah sempurna sebagai wanita yang dapat hamil.

b. Perubahan Emosional

Perubahan-perubahan emosi pada trimester pertama

menyebabkan adanya penurunan kemauan berhubungn

seksual, rasa letih dan mual, perubahan suasana hati, semas,

depresi, kekhawatiranpada bentuk penampilan diri yng

kurang menarik dan sebgainya.


c. Ketidakyakinan atau Ketidakpastian

Awal minggu kehamilan , ibu sering tidak merasa tidak

yakin pada kemailannya. Dan hal ini diperparah lagi jika

ibu memiliki masalah emosi dan kepribadian. Meskipun

demikian pada kebananyakan ibu hamil terus berusaha

untuk mencari kepastia bahwa dirinya sedang hami dan

harus membutuhkan perhatian dan perawatan khusu buat

bayinya, a.) Focus pada Diri Sendiri

Pada bulan-bulan pertama kehamilan , sering kali

pikiran ibu lebih focus kepadaa kondisi dirinya sendiri,

bukan keapada janin. Meskipun demikian bukan berarti

ibu kurang memperhatikan kondisi bayinya. Ibu lebih

merasa bahwa janin yang dikandungnya menjadi bagian

yang tidak terpisahkan.

1. Perubahan Fisiologis Pada Kala II Persalinan

Menurut Damayanti (2014), perubahan

fisiologis pada kala II adalah sebagai berikut :

a.) Serviks

Serviks akan mengalami pembukaan yang

biasanya didahului oleh pendataran serviks, yaitu

pemendekan dari knalis servikalis, yang semula

berupa sebuah saluran yang panjangnya 1-2 cm,

menjadi satu lubang saja dengan pinggiran tipis,

lalu
akan terjadi pembesaran dari ostium eksternum

yang tedinya berupa suatu lubang dengan diameter

beberapa milimeter menjadi lubang yang dilalui

anak, kira-kira 10 cm. pada pembukaan lengkap ,

tidak teapa lagi bibir portio, segmen bawah

Rahim , serviks dan vagina karena dudah menjadi

satu saluran

b.) Uterus

Pada persalinan kala II , Rahim akan terasa

sangat keras saat diraba karena aluran ototnya

berkontraksi. Terjadi kontraksi oleh otot fundus

yang menarik otot bawah Rahim ke atas sehingga

menyebabkan pembukaan serviks dan dorongan

janin kebawah secara alami.

c.) Vagina

Selama kehamilan , vagina akan mengalami

perubahan yang sedemikian rupa sehingga dapat

dilalui bayi. Setelah ketuban pecah , segala

perubahan , terutama pada dasar panggul diregang

menjadi saluran dengan dinding yang tipis ole

bagian depan anak. Waktu kepala sampai di vulva,

lubang vulva menhgadapi ke depan atas

d.) Organ Panggul


Tekanan pada otot dasar panggul oleh kepala

janin akan menyebabkan pasien ingin meneran,

serta diikuti dengan perineum yang menonjol dan

menjadi lebar dengan anus terbuka . Labia mulai

membuka dan tak lama kemudian kepala janin ,

janin akan tampak pada vulva

e.) Ekspulsi Janin

Dengan kemampuan yang maksimal , kepala

bayi dengan suboskiput dibawah simfesis ,

dahi,muka , serta dagu akan melewati perineum .

setelah istirahat , calon ibu akan mulai bersaha

mengeluarkan tubuh dan anggota tubuh bayi. Pada

prigmigravida, kala II berlangsung kira-kira satu

setengah jam

1. Perubahan Psikologis Kala II Persalinan

Selama fase trimester kedua, kehidupan psikologis ibu hamil

tampak lebih tenang , namun prhatian ibu mulai beralih pada

perubahan bentuk tubuh,kehidupan seks, keluarga dan hubungan

batinlah dengan bayi yang dikandungnya. Beberapa bentuk

perubahan psikologis trimester kedua, yaitu :


a. Rasa Khawatir dan Cemas

kekhawatiran yang mendasar pada ibu adalah jika bayinya

lahir sewaktu-waktu. Keadaan ini menyebabkan peningkatan

kewaspadaan terhadap datannya tanda-tanda persalinan. Hal

ini diperparah lagi dengan kekhawatiran jika bayi yang

dilahirkan tidak normal. Paradigm dan kegelisahan ini

membuat kebanyakan ibu berusaha mereduksi dengan cara

melindungi bayi nya dengan meminum vitamin , rajin control,

dan konsultasi, serta menghindari orang atau benda-benda

yang dianggap membahayakan bayinya.

b. Perubahan Emosional

perubahan emosional trimester II yang paling menonjol

yaitu periode bulan kelima kehamilan, karena bayi mulai

bergerak sehingga ibu mulai memerhatikan bayi dan

memikirkan apaakah bayinya akan dilahirkan sehat atau cacat.

Rasa kecemasan ini meningkat seiring bertambahnya usia

kehamilan.

1. Perubahan Fisiologis Kala III Persalinan

Kala III adalah bagian paling singkat dan paling tidak

menyakitkan dari semuanya. Dimulai dengan kelahiran bayi

dan berkahir saat plasenta dilahirkan, tahapan kala III

berlangsing selama 10-30 menit. Sesudah bayi lahir ,aka nada

masa tenang
yang singkat, kemudian Rahim akan kembali berkontraksi

yang menyebabkan plasenta terlepas dari dinding Rahim.

Banyak perubahan fisiologis yang normal terjadi

selama kala satu dan dua persalinan , yang berakhir ketika

plasenta dikeluarkan . menurut Sondakh (2013), beberapa

perubahan yang terjadi pada saat proses persalinan kala III

yaitu :

c. Perubahan Bentuk dan Tinggi Fundus Uteri

Setelah bayi lahir dan sebelum myometrium mulai

berkontraksi , uterus berbentuk bulat penuh, dan tinggi fundus

biasanya terletak dibawah pusat. Setelah uterus berkontraksi

dan plasenta didorong kebawah, yterus membentuk segitiga

atau bentuk seperti buah pir atau avokad. Letak fundus berada

di atas pusat (sering kali mengarah ke sisi kanan).

d. Tali Pusat Memanjang

Pada persalinan kala III , tali pusat akan terlihat menjalur

keluar melalui vulva (tanda ahfeld)

f.) Semburan Darah Secara Singkat dan Mendadak

Ketika darah dalam ruang di antara dinding uterus

dan pembukaanndalam plasenta melebihi kapasitas

tampungnya, maka darah akan terambur keluar dari tepi

plasenta yang terlepas.

Pada kala III , otot uterus (myometrium) berkontraksi

mengikuti penyusutan volume rongga uterus setelah


lahirnya bayi. Penyusutan pengukuran ini menyebabkan

berkurangnya ukuran tempat pelekatan plasenta. Karena

tempat pelekatan menjadi semakin kecil, sedangkan

ukuran plasenta tidak berubah maka plasenta akan

terlipat, menebal dan kemudian lepas dari dinding Rahim

ke dalam vagina. Adapun tanda-tanda plasenta, yaitu :

a.) Perubahan bentuk dan tinggi fundus : setelah bayi

lahir dan sebelum myometrium mulai berkontraksi,

uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi fundus

biasanya dibawah pusat. Setelah uterus berkontraksi

dan plasenta terdorong kebawah, uterus berbentuk

segitiga atau seperti buah pear dan fundus berada di

atas pusat.

b.) Tali pusat memanjang. Tali puasat terlihat menjulur

keluar melalui vulva

c.) Semburan darah mendadak dan singkat. Darah yang

terkumpul dibelakang plasenta akan membantu

mendorong plasenta keluar dibantu oleh gaya

gravitasi. Apabila kumpulan darah (retroplasental

pooling) dalam ruang di antara dinding uterus dan

pembukaan dalam plasenta yang terlepas. Tanda ini

kadang terlihat dalam waktu satu menit setelah bayi

lahir dan biaanya berlangsung selam 5 menit.


1. Perubahan Psikologis Kala III Persalinan

Pada bulan-bulan terakhir menjelang persalinan, perubahan emosi

ibu semakin berubah – ubah dan terkadang menjadi tak terkontrol.

Perubahan emosi ini bermuara dari adanya perasaan khawatir, cemas,

takut, bimbang, dan ragu jangan-jangan kondisi kehamilannya saat ini

lebih buruk lagi saat menjelang persalinan atau kekhawatiran dan

kecemasan akibat ketidakmampuannya dalam menjelankan tugas sebagai

ibu pasca kelahiran bayinya. Setelah proses kelahiran, perubahan

psikologis yang didapat yaitu

1) Ibu ingin melihat , menyentuh dan memeluk bayinya

2) Merasa gembira , lega dan bangga akan dirinya, ibu juga

akan merasa sangat lelah.

3) Memusatkan diri dan kerap bertanya apakah vagina perlu

dijahit

Meneruh perhatian terhadap plasenta

2. Perubahan Fisiologis Kala IV Persalinan

Perubahan – perubahan fisisologis kala IV , yaitu :

a. Tnda Vital

dalam dua ajam pertama setelah persalinan,tekanan

darah,nadi, dan pernapasan akan berangsur kembali normal. Suhu

pasien biasanya akan mengalami sedikit peningkatan tapi masih di

bawah 38C, hal ini disebabkan oelh kurangnya cairan dan


kelelahan. Jika
intake cairan baik, maka suhu akan berangsur normal kembali

setelah dua jam.

b. Gemetar

kadang dijumpai pasien pascapersalinan mengalami gemetar,

hal ini normal sepanjang suhu kurang dari 38C dan tidak dijumpai

tanda-tanda infeksi lain. Gemetar terjadi karena hilangnya

ketegangan dan sejumlah energy selama melahirkan dan

merupakan respon fisiologis terhadap penurunan volume

intraabdominal,serta pergeseran hematologic.

c. Selama dua jam pasca persalinan kadang dijumpai pasien merasa

mual samapi muntah, atasi hal ini dengan posisi tubuh yang

memungkinkan dapat mencegah terjadinya aspirasi corpus

aleanum ke seluruh pernapasan dengan setengah duduk atau

duduk ditempat tidur

3) Perubahan Psikologis Pada Kala IV Persalinan

Beberapa perubahan psikologis ibu yag terjadi pada kala

IV, antara lain :

a. Perasaan lelah , karena segenap energy psikis dan

kemampuan jasmaninya dikonsentrasikan pada aktivitas

melahirkan

b. Dirasakan emosi-emosi kebahagiaan dan kenikmatan

karena terlepas dari ketakutan , kecemasan, dan kesakitan.

Meskipum sebenarnya rasa sakit masih ada.


c. Rasa ingin tau yang kuat akan bayinya.(Icesmi sukarni K -

Margareth ZH, 2013)

26

Anda mungkin juga menyukai