0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Proses Produksi Biodiesel dari Minyak Alpukat

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Proses Produksi Biodiesel dari Minyak Alpukat

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

step pertama baca soal tentang produksi biodiesel dan umpan minyak biji alpukat dan methanol

dengan komponen-komponen yang sudah diketahui dan ada di komponen list, triolein,asam oleat,
methanol, air, metil oleat, metil palmitat, metil linoleat, dan gliserol dengan komposisinya.

Tripalmitin danTrilinolein tidak ada di pure component jadi dimasukkan ke hypothetical dengan
diketahui Mr dan titik didih lalu estimate unkown jadi keluar parameter yg lain. Dimasukkan fluid
package yaitu NRTL, lalu dimasukkan reaksi 1 yaitu reaksi esterifikasi dengan reaktan koefisien
(-) dan produk koefisien (+), energi aktivasi, dan collision factor (A).

Lalu umpan minyak biji alpukat di pompa dengan laju 1000kmol/jam, dengan asumsi mendekati
suhu ruang yaitu 35•C , dengan beda tekan 1 bar selain itu tekanan diasumsikan denhan 350 kpa
dan otomatis beda tekan 1 bar atau 100 kpa maka outlenynya menjadi 450 kpa hal ini dilakukan
sesuai dengan V reaktor untuk menciptakan produk yang sesuai dgn yg diinginkan dan vapor
fraction 0 karena fasanya liquid.

Lalu bikin set karena ada asumsi rasio mol di methanol 1:6 dengan target methanol, variable molar
flow, dan source minyak biji alpukat dan fraksi mol methanol 0,9 serta minyak biji alpukat 0,1
maka molar flownya menjadi 6000 karena molar flow dari MBA 1000kmol/jam dan pada asumsi
suhu ruang yaitu 30•C dan vapor fraction 0 karena fasanya liquid serta beda tekan 1 bar.

Lalu MBA dipompa ke heat exhanger untuk dipanaskan dari suhu tsb ke suhu 50•C dengan
tekanan yg diasumsikan lebih besar 1100 kpa karena cara kerja pompa meningkatkan tekanan
hidrostatis dr fluida namun tetap dijaga beda tekannya agar tidak melebihi batas dan meledak, dan
tekanan pada pompa methanol juga disamalan agar ketika masuk reaktor cstr stabil selain itu
karena pipa dalam mengalami friksi agar tidak terjadi arus balik maka tekanan harus dinaikkan
lebih dari headloss karena untuk mengalirkan fluida dengan beda tekan 1 bar cukup panjang.

Lalu methanol dipompa ke heat exchanger untuk dipanaskan dari suhu tsb ke suhu 50•C dengan
tekanan yg diasumsikan lebih besar 1100 kpa. Reaktor CSTR dipilih karena bebas di soal dan
reaksi yg dipakai tidak membutuhkan panas dan melepas panas sehingga masukan dan keluaran
sama-sama 50%, dan hanya untuk mixing saja, serta dimension tubenya yg lebih mudah.

setelah itu dimasukkan ke reaktor untuk dicampurkan dari kedua heat exhanger diatas denga
asumsi volume reaktor sebesar 34 m^3 dengan asumsi suhu dan tekanan yang sama dari heat
exhanger.

setelah itu outlet dari reaktor cstr yaitu bottom produk metil oleat dan air hasil dari reaksi
esterifikasi di pompa dengan asumsi suhu yang sama sesuai yg diinginkan di soal yaitu 50•C lalu
dimasukkan ke heat exchanger untuk dipanaskan sampai 60•C masuk ke reaktor 2 terjadi reaksi
transesterifikasi yang mana volume reaktor diperbesar menjadi 13000m^3 karena agar reaktor
menjadi ideal dan reaksi dapat dilakukan karena secara logika reaktor 1 hanya terjadi 1 reaksi
sedangkan pada reaktor 2 terjadi keseluruhan yg mana volumenya harus besar dan reaktor hanya
digunakan 50% saja, dengan v reaktor 1.

dan suhu 60•C sesuai yg diinginkan dan vapor fraction 0 karena fasanya liquid delta P nya 0 karena
tidak diketahui dalam soal serta termasuk reaktor vertikal cylinder dan fraction calculator nya
menggunakan level dan nozzel serta dimasukkan suhu asumsi sesuai dengan yang diinginkan yaitu
60•C pada reaktor 2.

Setelah itu dari reaktor 2 yg terdiri dari M-linoleate, M-Palmitate, gliserol, M-oleate, air, dan asam
oleat dipisahkan oleh splitter dengan asumsi suhu yang sama yaitu 60•C dengan suhu reaktor 2.
Produk dari overhead spiltter yaitu M-linoleate, M-Palmitate, gliserol, M-oleate, dan air akan di
distilasi oleh distilasi 1 dengan metanol dan air menjadi distilat, dan sisanya sebagai residu (bottom
product).

Maka dari itu dibuat shortcut untuk mengetahui jumlah minimum tray dan juga jumlah tray yg
seharusnya dengan suhu asumsi sama sesuai reaktor 2, selain itu methanol dimasukkan dalam light
key dan air dalam heavy key karena massa jenis air lebih besar daripada methanol jadi air dari atas
dan methanol dari bawah sehingga tercampur dan reflux ratio nya 0.880 karena dari rumus RE =
1,1 -1,5 Rm dengan Rm = 0,586 maka RE= 1,5 x 0,586 dan asumsi fraksi mol nya dibuat sekecil
mungkin agar titik didih maximal di distilat dibuat sekecil mungkin.

Setelah itu masuk ke kolom ditilasi 1 dengan jumlah tray 15 sesuai shortcut lalu tekanan di
condensor sebesar 115 kpa dan di reboiler 125 kpa dengan beda tekan 1 bar atau 100 kpa karena
tidak perlu tekanan tinggi karena dapat menyebabkan titik didih komponen menurun dan minimum
refluks menjadi tinggi maka dari itu refluks ratio yg digunakan menjadi besar dan membuat
perusaahn rugi apabila hal tersebut terjadi.

Hal selanjutnya terjadi pada distilasi 2 karena untuk mendapatkan biodiesel dengan tingkat
kemurnian minimal 96% maka sama seperti distilasi 1 dibuat shortcut terlebih dahulu dengan
tekanan 115 kpa pada condensor dan 125 kpa pada reobiler lalu LK air memiliki fraksi mol 0.0390
dibuat sangat kecil dan HK M-palmitate 0 agar titik ketika tercapai titik didih tidak menguap
produknya, serta jumlah yang seharusnya adalah 3 buah dan minimum tray nya adalah 2
buah, kami membuat hal ini karena refluks ratio yg harusnua 0.015 sesuai rumus kami ubah
menjadi 0.880 sama dgn distilasi 1 agar jumlah tray yg digunakan sedikit.

Maka dari itu didapat distilat dari distilasi 2 yaitu biodiesel dan didapat :
konversi reaksi 1 sebesar = 84,68%
konversi reaksi 2 sebesar = 99,98 %
konversi reaksi 3 sebesar = 99,96%
konversi reaksi 4 sebesar = 100%

jumlah tray pada distilasi 1 sebesar 15 buah pada shortcut


refluks ratio 0.880
didapat dari 1,5 x 0,586 Rm

jumlah tray pada distilasi 2 sebesar 3 buah pada shortcut


refluks ratio 0.880 yang seharusnya didapat dari 1,5 x 0,001 Rm namun karena jumlah tray yg
digunakan lebih banyak maka menggunakan refluks ratio 0.880 agar tray yg tadinya 8 menjadi
hanya 3 buah. Selain itu diperoleh neraca energi, nerasa massa, dan flow chart secara keseluruhan
di file hysys dan file pdf.
Gg
Gh
Dika
Elin

Anda mungkin juga menyukai