0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan2 halaman

Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Depok

Diunggah oleh

budipratama65
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan2 halaman

Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Depok

Diunggah oleh

budipratama65
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pungutan Orang Tua Siswa

Penulis : Kisar Rajaguguk


DEPOK--MI: Memasuki penerimaan murid baru Tahun Ajaran (TA) 2008/2009 Komisi D DPRD Kota Depok
bidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat memperingatkan seluruh pengelola pendidikan tidak boleh memungut biaya
pendaftaran, sumbangan pendidikan, rehab gedung sekolah, modul mata pelajaran, dan alat tulis kantor (ATK) dari orang tua
murid.
Hal itu ditegaskan Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PDIP Raden Sugiharto disela-sela rapat kerja PDIP
Kota Depok dalam rangka pemenangan pemilu dan pilpres 2009, memperingati HUT PDIP ke-35, dan 100 Tahun
kebangkitan nasional, di Sawangan Golf, Kota Depok, Minggu (22/6).
"Saya peringatkan para pendidik di sekolah-sekolah, jangan memanfaatkan jabatan dan kedinasan dalam mendapatkan laba
dari orang tua siwa," tegas Sugiharto. Ia menambahkan tugas guru bukan mencari laba tapi adalah mendidik siswa seutuhnya
agar kelak menjadi orang yang beguna untuk bangsa dan negara.
Apa kata dunia, kalau orang tua siswa terus menerus dipunguti biaya macam-macam setiap tahun ajaran baru tiba. Padahal
pemerintah daerah (Pemda) Kota Depok maupun Departemen Pendidikan Nasional mensubsidi biaya pendidikan sekolah
lewat bantuan operasional sekolah (BOS).

Begitu juga dengan rehab gedung sekolah, bangku, meja, papan tulis yang mengalami rusak berat, sedang dan ringan,
modul mata pelajaran dan ATK sekolah dibiayai APBD. ” APBD pendidikan tujuannya untuk mengurangi beban orang tua
yang menyekolahkan anak-anaknya di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK, ” imbuh Sugiharto.
Sugiharto menjabarkan pada Selasa (6/5) lalu, Pemerintah Kota Depok telah mencairkan dana bantuan operasional
sekolah (BOS) dari APBD sebesar Rp26 miliar guna diserahkan kepada 232 ribu siswa Sekolah dasar Negeri dan Swasta
yang tersebar di 63 kelurahan, enam kecamatan.
Setiap siswa akan menerima dana BOS itu sebesar Rp10 ribu per bulan dengan harapan agar kegiatan belajar para siswa
tidak terhambat. Dipihak lain adalah untuk mengurangi beban para orangtua dalam kegiatan belajar anaknya.

Budi Hartono, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan, jika ada
sekolah yang rusak dan butuh perbaikan, sebaiknya diajukan ke Pemerintah Kota (Pemkot). “ Semua itu sudah
menjadi kewajiban Pemkot, jadi sekolah tidak perlu meminta uang pembangunan sekolah,” kata Imam.

Dia menambahkan, dewan banyak menerima keluhan masyarakat terkait biaya pendidikan di Depok. Termasuk dana
sumbangan pendidikan (DSP) untuk SD. Untuk mengatur dan melindungi permasalahan ini, dewan membutuhkan masukan
dari masyarakat berupa pengajuan Perda Pendidikan.

Latihan 8 :
1. bukalah ms. Word anda
2. Ketiklah teks dibawah sesuai dengan format contoh

Dewan Hakim PB PON XVII Layangkan Surat Peringatan Keras ke Pencak


Silat
Penulis : Irvan Sihombing
SAMARINDA--MI: Dewan Hakim PB PON XVII Kalimantan Timur melayangkan surat peringatan keras
kepada Panitia Pertandingan dan technical delegate cabang olah raga pencak silat. Surat ini keluarkan
setelah Dewan Hakim menyidangkan banding yang diajukan sejumlah kontingen peserta pencak silat, Senin
(14/7).
Dewan Hakim mendesak agar juri atau wasit pencak silat senantiasa bersungguh-sungguh dalam
melaksanakan tugasnya. "Panitia pertandingan dan technical delegate cabang olahraga pencak silat harus
mengingatkan para juri atau wasit pertandingan agar senantiasa bersungguh-sungguh dan obyektif dalam
melaksanakan tugasnya. Mereka juga harus selalu mengingatkan juri atau wasit agar memegang teguh janji
profesi seorang wasit," ujar Sekretaris Dewan Hakim PB PON Faisal Abdullah kepada Media Indonesia.

Faisal menambahkan, dalam memimpin pertandingan, wasit harus lebih mengedepankan kepentingan
pembinaan olahraga prestasi nasional dari pada kepentingan perolehan medali untuk provinsi tertentu.
Menurutnya, surat peringatan keras ini dilayangkan berkenaan dengan banyaknya pengaduan dari kontingen
peserta PON. Mereka adalah NTB, DKI Jakarta, Sumatra Utara dan Jawa Tengah. "Dalam dua hari ini,
Dewan Hakim menerima surat pengaduan dari sejumlah kontingen peserta pencak silat," ujarnya.

Saat ditanya apakah Dewan Hakim bisa menganulir keputusan wasit yang memenangi tuan rumah
Kalimantan Timur, Faisal mengatakan itu sulit dilakukan. "Dewan Hakim kesulitan dalam mengintervensi
keputusan tersebut. Sebab, hampir semua kasus yang terjadi berkaitan dengan masalah teknis pertandingan.
Jika ini yang terjadi, putusan akhir terletak di tangan technical delegate.
Begitulah bunyi peraturannya. Makanya, kami melayangkan surat peringatan keras karena ada beberapa
pertandingan dalam cabang olahraga ini yang nyata-nyata tidak dinilai dengan baik," urainya.

Sebelumnya, Ketua Technical Delegate Pencak Silat PON XVII Tafsil Rimzal membantah wasit telah

bersikap tidak adil dalam memimpinnya. Menurut Tafsil, banyaknya protes terhadap keputusan wasit terjadi

karena pihak-pihak yang keberatan tidak mengetahui dengan pasti prosedur penjurian. "Soal ketidakpuasan

dalam pertandingan itu sebenarnya hal biasa. Tetapi, saya melihat wasit dan juri dalam mengambil

keputusan sudah sesuai prosedur. Kita tidak bisa melihatnya setengah-setengah dan harus melihat rentetan

dan detail peristiwa," ujarnya kepada wartawan, Minggu (13/7).

Tafsil mengatakan itu saat ditanya perihal peristiwa kericuhan yang terjadi saat pesilat Kalimantan Timur

M. Sodiq. Wasit menyatakan tendangan Sodiq ke pesilat DKI Jakarta Johannes Edi adalah sah. Namun,

kubu DKI Jakarta menilai tendangan itu tidak sah karena Sodiq terlebih dahulu memukul rahang Johannes.

Protes akhirnya dilayangkan kepada wasit. Sebab, pukulan tersebut dilarang dalam Pencak Silat. Namun,

pihak pengadil tetap menyatakan sah dan memberi Sodiq kemenangan mutlak.

Anda mungkin juga menyukai