0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan9 halaman

Proposal SSB Muda Perkasa Desa Suka Mulya

Diunggah oleh

Daniel Aresta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan9 halaman

Proposal SSB Muda Perkasa Desa Suka Mulya

Diunggah oleh

Daniel Aresta
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

PENGAJUAN BANTUAN DANA PELAKSANAAN KEGIATAN


SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) MUDA PERKASA DESA
SUKA MULYA

PEMUDA DUSUN SIDO MUKTI, DESA SUKA MULYA


KEC. BANGKINANG
KAB. KAMPAR
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Balakang

Pemuda adalah generasi penerus bangsa, di mana dalam dirinya terdapat

bakat yang harus dikembangkan serta dibina guna menciptakan manusia yang

berkualitas dalam rangka menghadapi kemajuan zaman dalam era globalisasi,

pada akhirnya mampu membangun dirinya sendiri serta meningkatkan

kesejahteraan dan martabat masyarakat pada umumnya.

Dinamika dan perkembangan yang berlangsung demikian pesat pada saat

ini, langsung maupun tidak langsung telah membentuk dan mempengaruhi

berbagai lini kehidupan umat manusia. Di bidang olahraga, sepak bola menjadi

salah satu komoditas yang laris manis di pasaran dunia. Olahraga terpopuler di

jagat ini dengan begitu pesatnya.

Sepakbola merupakan olahraga yang paling digemari di seluruh dunia.

Hampir semua negara di dunia menempatkan olahraga ini sebagai olahraga

nasional di negaranya masing-masing. Menurut Luxbacher (2004), lebih dari

200 juta orang di dunia memainkan olahraga sepakbola dan lebih dari 20 juta

permainan sepakbola dimainkan setiap tahunnya.

Di Indonesia sepakbola mulai berkembang pada tahun 1920 yang

dibawa oleh bangsa Belanda pada saat menjajah Indonesia, awalnya olahraga ini

hanya berkembang dikalangan orang-orang Belanda saja namun lambat laun

bangsa pribumi juga memainkan olahraga ini sehingga berdirilah Persatuan

Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI pada tanggal 19 April 1930 di


Yogyakarta (Sucipto, 2000: 5). Saat ini sepakbola menjadi olahraga

terpopuler di Indonesia, hal ini dapat dibuktikan dengan mudahnya permainan

ini kita jumpai baik di desa maupun di kota, banyak orang yang memainkan

olahraga ini.

Cita-cita mulia mewujudkan sepak bola Indonesia yang maju dan

berprestasi terhambat akibat kebijakan yang salah dari sebagian pengurus

PSSI, serta tindak kekerasan dari sebagian kelompok supporter garis keras

klub-klub sepak bola di Indonesia. Padahal sejatinya sepak bola dapat

memperrsatukan berbagai elemen bangsa yang beranekaragam.

Untuk itu dalam hal ini pemerintah dan tokoh masyarakat sebagai bagian

terpenting mempunyai tugas yang besar dalam mengembangkan dan

menumbuhkan sepak bola yang sportif, maju, dan ramah menuju prestasi yang

bagus. Memang untuk menjadi pemain sepakbola yang profesional, seseorang

harus menguasai keterampilan dan teknik bermain bola yang baik, fisik yang

prima, serta mental yang bagus. Untuk menguasai keterampilan dan teknik

bermain sepakbola yang baik, memiliki fisik prima, serta mental yang bagus,

seseorang tentulah harus mengikuti proses pembinaan yang berjenjang dan

berkesinambungan sehingga tujuan yang jelas akan dicapai pada tiap jenjang

mulai dari SSB, remaja, junior sampai pada prestasi yang tertinggi pada usia

senior. Proses pembinaan juga harus dilakukan secara serius, sesuai dengan

program pembinaan dan ilmu-ilmu kepelatihan sepakbola yang benar.

Pembinaan sepakbola dari usia dini memang menjadi kunci keberhasilan

dalam menghasilkan pemain-pemain sepakbola yang handal di masa yang akan

datang. Di Indonesia pembinaan sepakbola usia dini saat ini sebenarnya telah
banyak dilakukan. Menjamurnya sekolah sepakbola (SSB) menjadi bukti nyata

bahwa pembinaan pemain usia dini telah dilakukan di Indonesia. Sekolah

sepakbola (SSB) memang menjadi salah satu sarana yang tepat untuk

melakukan proses pembinaan sepakbola usia dini. Karena pada prinsipnya, di

sekolah sepakbola (SSB) anak-anak akan dilatih keterampilan dasar bermain

sepakbola serta akan dibina kualitas fisiknya berdasarkan dengan tingkatan

umur dan sesuai dengan prinsip-prinsip dalam latihan.

Dalam upaya menciptakan pemain sepakbola yang memiliki

keterampilan dasar bermain sepakbola yang baik, para pelatih yang memegang

kelompok usia dini biasanya akan memberikan pengulangan latihan mengenai

teknik dasar bermain sepakbola. Selain itu pelatih juga akan mengadakan

evaluasi terhadap latihan, apakah berhasil atau tidak dalam upaya

meningkatkan keterampilan bermain sepakbola.

Namun saat ini, proses evaluasi yang dilakukan oleh para pelatih di

sekolah sepakbola (SSB) belum menggunakan proses penilaian yang baku.

Penilaian hanya dilakukan dengan sebatas pengamatan para pelatih dilapangan,

tentu penilaian dengan cara seperti itu bukan cara penilaian yang tepat terhadap

tingkat keterampilan bermain sepakbola seorang pemain, sehingga unsur

subjektifitas dalam penilaian masih sangat dominan.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka kami selaku penggerak Sekolah

Sepak Bola (SSB) di Desa Suka Mulya ingin mengevaluasi perkembangan dan

kekurangan anak-anak didik sepak bola dalam latihan sehari-hari dalam segi

teknik, skill, fisik maupun mental dengan cara uji tanding yang bertajuk trofi.
1.2. Maksud dan Tujuan

Adapun tujuan didirikannya Sekolah Sepak Bola (SSB) ini:

1. Sebagai wadah pengembangan sepak bola usia dini.

2. Menjalin persaudaraan serta meningkatkan persatuan dan kesatuan SSB

yang ada di Desa-desa tetangga sekabupaten Kampar.

3. Memupuk jiwa sportifitas dalam berlomba diantara anak-anak dan

remaja.

4. Sebagai sarana pengembangan bibit-bibit muda sepak bola.

1.3. Peserta Kegiatan

Peserta terdiri dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Muda Perkasa dengan 100

anak didik yang berada di sekitar Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang

Kabupaten Kampar.

1.4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Untuk pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan setiap hari pukul 15.00-

17.30 WIB yang berlokasi di Lapangan Sepak Bola Desa Suka Mulya.

1.5. Rancangan Kegiatan dan Anggaran Biaya

Adapun rancangan kegiatan dan anggaran biaya untuk terlaksananya

kegiatan SSB ini dapat dilihat pada table 1.

Tabel 1. Rancangan Kegiatan dan Anggaran Biaya Selama Kegiatan


No. Rencana Kegiatan Unit Satuan Harga Jumlah
1 Bola 6 Buah 300.000 1.800.000
2 Jaring Gawang 1 Pasang 1.000.000 1.000.000
3 Kostum dan Sablon 2 Set 1.500.000 3.000.000
4 Cone Kerucut 50 Buah 10.000 500.000
5 Baju Palatih 5 Buah 100.000 500.000
7 Dana Tidak Terduga 3.000.000 3.200.000
TOTAL 10.000.000
1.6. Susunan Kepanitiaan

Adapun susunan penggerak Sekolah Sepak Bola (SSB) Muda Perkasa Desa

Suka Mulya sebagai berikut:

Pelindung/Penasehat : SUGIANTO

SEKRETASIS DESA

KEPALA DUSUN I

KEPALA DUSUN II

KEPALA DUSUN III

KEPALA DUSUN IV

Penggerak/Manager : ALWIS AGUSTA

Pelatih Kepala : CAK HASIM

Asisten Pelatih : PANDI

NARSO

WANDI

Pelatih Kiper : GUMED

Perlengkapan : CAK HASIM

Sekretaris : DANIL ARESTA

Bendahara : OCU IRUL


PENUTUP

Demikian proposal kegiatan ini kami buat semoga dapat menjadi

gambaran atas rencana kami. Rencana hitam di atas putih ini tidak akan terwujud

tanpa bimbingan dan dukungan dari Bapak/Ibu sekalian. Pembina SSB memohon

dukungan baik moral maupun materi demi terwujudnya pembinaan Sekolah

Sepak Bola (SSB) usia dini dan usaha ini menjadi amal sholih yang diiringi

keikhlasan sehingga berbuah pahala dari Allah SWT. Terima Kasih.

PENGGERAK SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) MUDA PERKASA

DESA SUKA MULYA KECAMATAN BANGKINANG

MANAGER SSB PELATIH (COACH)

ALWIS AGUSTA HASIM


Mengetahui,
KEPALA DESA SUKA MULYA

SUGIANTO
Lampiran 1. Rancangan Kegiatan dan Anggaran Biaya

No. Rencana Kegiatan Unit Satuan Harga Jumlah


1 Bola 6 Buah 300.000 1.800.000
2 Jaring Gawang 1 Pasang 1.000.000 1.000.000
3 Kostum dan Sablon 2 Set 1.500.000 3.000.000
4 Cone Kerucut 50 Buah 10.000 500.000
5 Baju Palatih 5 Buah 100.000 500.000
7 Dana Tidak Terduga 3.000.000 3.200.000
TOTAL 10.000.000

Total Anggaran : Rp 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah)


Lampiran 2. Jumlah Peserta Didik Sekolah Sepak Bola (SSB) Muda Perkasa

No Usia Peserta Didik Jumlah


.
1 10 Tahun 9
2 11 Tahun 11
3 12 Tahun 7
4 13 Tahun 5
5 14 Tahun 8
6 15 Tahun 13
7 16 Tahun 10
8 17 Tahun 17
9 18 Tahun 10
10 19 Tahun 10
TOTAL PESERTA DIDIK 100

Jumlah peserta didik Sekolah Sepak Bola (SSB) Muda Perkasa Desa Suka

Mulya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar berjumlah 100 orang.

Anda mungkin juga menyukai