A.
GAMBAR BANGUNAN BALLROM
"Bangunan Bentang Lebar Ballroom" mengacu pada jenis bangunan dengan ruang besar
atau luas yang biasanya digunakan untuk acara-acara resmi seperti pesta, pertemuan, atau
acara formal lainnya. Dalam konteks ini:
Bangunan bentang lebar: Mengacu pada struktur yang memiliki rentang atap atau dinding
yang sangat luas tanpa kolom penyangga di tengah, sehingga memberikan ruang terbuka
yang besar. Ini memerlukan teknik konstruksi yang memungkinkan atap atau dinding
memanjang dalam ukuran besar tanpa terhalang.
Ballroom: Adalah ruang besar yang dirancang untuk menampung banyak orang, biasanya
digunakan untuk tarian, resepsi, atau acara-acara besar lainnya. Ruangan ini biasanya
memiliki lantai yang luas dan terbuka dengan langit-langit yang tinggi.
B. JADWAL PENGERJAAN GAMBAR
N
JADWAL
O JUDUL GAMBAR GAMBAR
1 SITE PLANE
MUNGGU 1
2 DENAH
3 POTONGAN AA dan BB MINGGU 2
4 TAMPAK 4 ARAH
5 RENCANA PERLETAKAN LANTAI KERAMIK MINGGU 3
6 RENCANA PERLETAKAN KUSEN P&J dan DETAIL
7 RENCANA PONDASI dan DETAIL
MINGGU 4
8 RENCANA PONDASI POERPLAT dan DETAIL
9 RENCANA SLOOF dan DETAIL
10 RENCANA KOLOM dan DETAIL MINGGU 5
11 RENCANA BALOK LATEI dan DETAIL
12 RENCANA BALOK LANTAI dan DETAIL
13 RENCANA PLAT LANTAI dan DETAIL MINGGU 6
14 RENCANA RING BALK dan DETAIL
15 RENCANA PORTAL STRUKTUR dan DETAIL MINGGU 7
16 RENCANA DENAH TANGGA dan POTONGAN MINGGU 8
17 REENCANA KUDA KUDA & DETAIL
MINGGU 9
18 RENCANA KAP ATAP dan DETAIL
19 DENAH RENCANA INSTALASI KELISTRIK
20 DENAH RENCANA INSTALASI AIR BERSIH dan KOTOR MINGGU 10
21 DENAH BAK KONTROL dan DETAIL
22 DENAH SEPTICK TANK dan DETAIL
MINGGU 11
23 DENAH SUMUR RESAPAN dan DETAIL
24 GAMBAR PERSPEKTIF MINGGU 12
C. BERIKUT PENGERTIAN BANGUNAN BENTANG LEBAR MENURUT BEBERAPA AHLI
1. Mario Salvadori (1975) dalam bukunya "Structure in Architecture", mendefinisikan bangunan
bentang lebar sebagai struktur yang memiliki rentang bentang lebih dari 30 meter. Dia menekankan
pentingnya penggunaan material yang kuat seperti baja dan beton prategang untuk menjaga
kestabilan struktur tersebut.
2. J.E. Gordon (1978) dalam bukunya "Structures: Or Why Things Don’t Fall Down", menyatakan
bahwa bangunan bentang lebar adalah struktur yang dirancang untuk mencakup ruang yang luas
tanpa banyak kolom di dalamnya. Menurut Gordon, inovasi dalam desain struktural dan bahan
bangunan memainkan peran penting dalam mencapai bentang lebar ini.
3. Eduardo Torroja (1958), seorang insinyur struktural terkenal, dalam bukunya "Philosophy of
Structures", menjelaskan bahwa bangunan bentang lebar biasanya memerlukan pendekatan desain
khusus yang menggabungkan prinsip-prinsip aerodinamika, struktur kabel, dan atap melengkung
untuk menahan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut.
4. Christian Schlaich (2005), ahli dalam bidang struktur bentang lebar, berpendapat bahwa bangunan
bentang lebar adalah struktur yang memiliki bentang lebih dari 60 meter dan memerlukan teknologi
struktural tinggi seperti penggunaan struktur membran atau ruang kerangka (space frame) untuk
mendistribusikan beban secara merata.