Kurikulum
Merdeka
Modul Ajar
MATEMATIKA
Rasio
Disusun Oleh
Wiwi Susanti, M. Pd
MODUL AJAR
INFORMASI UMUM
IDENTITAS SEKOLAH
KATA KUNCI KOMPETENSI AWAL
Rasio, kesamaan rasio, rasio Memahami konsep dasar
pada durasi waktu, rasio tentang perbandingan
satuan, kotak rasio, antara dua atau lebih nilai
tabel rasio
TUJUAN PEMBELAJARAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman, bertaqwa kepada Tuhan
Memahami konsep rasio dan YME, dan berakhlak mulia
menggunakan bahasa rasio Berkebhinekaan global
untuk menjelaskan hubungan Gotong royong
perbandingan antara dua Mandiri
Bernalar kritis
besaran Kreatif
I. KEGIATAN INTI
A. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna
Siswa akan terlibat dalam kegiatan praktik langsung yang memungkinkan mereka
mengalami konsep rasio secara nyata. Misalnya, siswa akan diberikan tugas untuk
mengukur panjang dan lebar ruangan di sekolah menggunakan alat pengukur. Setelah itu,
mereka diminta menghitung rasio antara panjang dan lebar ruangan tersebut. Melalui
pengukuran dan perhitungan yang dilakukan sendiri, diharapkan siswa dapat memahami
konsep rasio dengan lebih mendalam dan dapat mengaitkannya dengan situasi dunia nyata.
Proses pembelajaran ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa
sehingga mereka tidak hanya memahami konsep secara teoritis tetapi juga dapat
mengaitkannya dengan aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
B. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan
website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
C. Apersepsi
Ingatkan peserta didik tentang materi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta materi
penulisan bentuk pecahan dari gambar yang diberikan.
Perkenalkan bab ini dengan menceritakan kepada peserta didik terkait Gerakan Menanam
Satu Juta Pohon. Selanjutnya disampaikan bahwa dalam menanam pohon perlu
diperhatikan susunan serta pengaturan jarak. Susunan dan pengaturan jarak tersebut
melibatkan pengetahuan dan pemahaman terkait rasio. Guru dapat menambahkan dengan
menjelaskan kegunaan lain dari rasio dalam kehidupan sehari-hari, contohnya pada
penulisan resep makanan atau minuman, perhitungan harga barang, dan lain-lain.
Gunakan bagian Mengingat Kembali mengenai faktor dan kelipatan suatu bilangan serta
bentuk pecahan yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan berikut
dapat digunakan untuk mengaktifkan prapengetahuan peserta didik:
• Apakah perbedaan dari faktor dan kelipatan suatu bilangan?
• Apakah 2 merupakan faktor atau kelipatan dari 10?
• Sebutkan tiga bilangan yang merupakan kelipatan dari bilangan 6.
• Buatlah gambar yang menunjukkan pecahan 1 3 dan 2 6
D. Pertanyaan Pemantik
Untuk mengawali pembelajaran, ajak peserta didik menceritakan pengalaman mereka saat
membeli bibit pohon atau barang lain. Selanjutnya minta peserta didik menjawab
pertanyaan pada bagian permasalahan.
Jika terdapat dua paket pohon dengan harga yang
berbeda, bagaimana kalian menentukan bibit pohon
yang akan dibeli? Tujuan akhir yang diharapkan
dari aktivitas pemanasan ini adalah peserta didik
dapat menjawab bahwa dalam membeli bibit pohon
atau barang lainnya melibatkan perbandingan,
seperti membandingkan harga, harga yang lebih
murah dan lebih mahal. Lalu, membandingkan
kuantitas yang diperoleh dengan harga tertentu.
Terkait membandingkan benda, guru dapat menyampaikan bahwa inilah salah satu materi
yang akan dipelajari pada subbab ini.
E. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
Pendahuluan
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
✓ Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam
pembelajaran. 10
✓ Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. menit
✓ Absensi peserta untuk memastikan kehadiran.
Kegiatan Inti
1. Membandingkan Benda
Eksplorasi 2.1 Membeli Bibit Pohon
Pada kegiatan Eksplorasi 2.1, peserta didik diminta untuk mengamati dan
membandingkan dua paket bibit pohon yang ada pada gambar di bawah ini
50
menit
a. Paket A
b. Paket B
c. Alternatif jawaban:
Paket bibit pohon yang sebaiknya dibeli Artus adalah paket A.
Karena pada paket A, harga satu bibit pohon kurang lebih dua belas ribuan
rupiah, sedangkan pada paket B, harga satu bibit pohon sebesar kurang lebih tiga
belas ribuan rupiah.
Miskonsepsi
Dapat terjadi peserta didik memberikan jawaban bahwa Paket B yang memiliki
harga per bibit yang lebih murah. Hal ini disebabkan dalam membandingkan
banyak bibit dan harga bibit per paket, peserta didik hanya membandingkan
langsung bilangan yang merupakan banyak bibit dan harga bibit. Maka dari itu,
guru diharapkan dapat menekankan bahwa dalam menentukan harga satu bibit
yang lebih murah adalah dengan menentukan terlebih dahulu harga satu bibit
pada tiap paket.
2. Pengertian Rasio
Eksplorasi 2.2 Menanam Pohon di Kebun Sekolah
a. Jenis pohon apa yang lebih banyak ditanam? Pohon cemara
b. Berapa banyak pohon pucuk merah yang ada pada Gambar 2.5? 4
c. Berapa banyak pohon cemara yang telah ditanam? 6
d. Tuliskan perbandingan banyak pohon pucuk merah dan cemara. 4:6=2:3
e. Tuliskan perbandingan banyak pohon cemara dan pucuk merah. 6:4=3:2
Ayo Bekerja Sama
Alternatif jawaban:
Rasio pohon pucuk merah terhadap cemara adalah 2:3.
Jika pucuk merah ditanam sebanyak 14 pohon, maka cemara ditanam sebanyak
21 pohon.
Ayo Berpikir Kritis
Alternatif jawaban:
a. Jika pohon pucuk merah bertambah 2 pohon, maka pohon cemara bertambah
3 pohon. Atau jika pohon pucuk merah berkurang 2 pohon, maka pohon cemara
berkurang sebanyak 3 pohon.
b. Jika jumlah pohon pucuk merah diketahui, maka untuk menentukan jumlah
pohon cemara yaitu dengan membagi jumlah pohon pucuk merah dengan 2 dan
dikali 3. Jika jumlah pohon cemara diketahui, maka untuk menentukan jumlah
pohon pucuk merah dengan cara membagi jumlah pohon cemara dengan 3, lalu
dikali 2.
Miskonsepsi
Dapat terjadi peserta didik salah atau tidak dapat menentukan hubungan antara
jumlah pohon cemara dan pucuk merah. Untuk itu, guru dapat membimbing
peserta didik dalam mengamati kembali Gambar 2.5 yang ada pada buku siswa.
Guru dapat meminta peserta didik untuk melakukan penambahan atau
pengurangan pada jumlah pohon cemara pada gambar tersebut. Selanjutnya,
guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan jumlah
pohon pucuk merah
Jadi, jumlah pengunjung yang antre di wahana bianglala sebanyak 32 orang.
3. Rasio minuman terhadap jumlah tamu = 6 : 15 = 2 : 5
Jadi, minuman yang harus disiapkan untuk 10 orang adalah sebanyak 4 liter
Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:
1. Diferensiasi Konten:
• Kegiatan Untuk Peserta Didik Berprestasi Tinggi: Peserta didik dapat
melakukan analisis lebih lanjut terkait paket bibit pohon, seperti
membandingkan kualitas tanah yang disertakan, mengevaluasi jenis
pupuk yang direkomendasikan, atau mempertimbangkan faktor-faktor
ekologis yang dapat memengaruhi pertumbuhan pohon.
• Kegiatan Untuk Peserta Didik Berprestasi Rendah: Peserta didik
dapat diberikan bantuan lebih lanjut dalam memahami langkah-langkah
perbandingan harga, menggunakan model visual atau manipulatif untuk
membantu mereka memahami konsep harga per bibit.
2. Diferensiasi Proses:
• Kelompok Kooperatif: Peserta didik dapat dikelompokkan untuk saling
membantu dalam menyelesaikan perbandingan, dengan satu kelompok
fokus pada aspek harga, sementara kelompok lain fokus pada faktor lain
seperti kualitas atau keberlanjutan.
• Diskusi Kelas: Guru dapat memfasilitasi diskusi kelompok besar untuk
menjelaskan cara mendeteksi miskonsepsi yang mungkin muncul, dan
peserta didik dapat berbagi cara mereka mendekati permasalahan ini.
3. Diferensiasi Produk:
• Presentasi Visual: Peserta didik dapat diminta untuk membuat
presentasi visual, seperti poster atau grafik, yang merinci perbandingan
antara paket A dan B dengan penekanan pada harga per bibit.
• Proyek Kreatif: Peserta didik dapat diundang untuk merancang paket
bibit pohon mereka sendiri, dengan mempertimbangkan berbagai faktor
seperti harga, kualitas, dan ketersediaan.
Kegiatan Penutup
Apresiasi
Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam
kegiatan eksplorasi dan pembelajaran mengenai konsep rasio. Kita telah
bersama-sama mengeksplorasi perbandingan antara berbagai objek dan
menerapkan konsep rasio dalam situasi kehidupan sehari-hari.
Evaluasi 10
Sebelum kita mengakhiri kegiatan ini, mari kita evaluasi pemahaman kita menit
tentang konsep rasio. Adakah pertanyaan atau konsep yang masih
membingungkan? Berikan umpan balik kepada teman sekelas atau kepada guru
untuk memastikan bahwa kita semua telah memahami dengan baik.
Konsolidasi
Penting untuk mengingat dan mengkonsolidasikan konsep yang telah dipelajari.
Bagaimana konsep rasio dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selain
dalam membandingkan harga bibit pohon atau jumlah pohon di kebun sekolah?
Mari kita pikirkan bersama untuk mencari contoh-contoh lain.
Penutup (Doa, Salam)
Sebelum kita mengakhiri kegiatan ini, marilah kita bersama-sama merenung
sejenak dan menyampaikan doa sebagai ungkapan terima kasih atas kesempatan
belajar hari ini. Semoga ilmu yang kita dapatkan dapat bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari. Mari kita saling menyapa dengan salam dan berharap
bertemu kembali di kesempatan pembelajaran berikutnya.
REFLEKSI
Tutup pembelajaran dengan meminta peserta didik melakukan refleksi secara mandiri terhadap apa
yang sudah mereka pelajari dengan menjawab pertanyaan pada kegiatan refleksi mandiri.
Setelah mempelajari keseluruhan materi pada bab Rasio, ayo berefleksi
dengan menjawab pertanyaan di bawah ini.
1. Apakah kalian telah memahami pengertian rasio?
2. Apakah kalian dapat menyatakan rasio dari dua besaran?
3. Apakah kalian dapat menuliskan rasio yang memiliki kesamaan dengan rasio tertentu?
4. Apakah kalian dapat menentukan rasio satuan?
REMEDIAL
Kegiatan Remedial
Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar berkesempatan untuk memperbaiki hasil
belajar melalui kegiatan remedial. Setelah menganalisis hasil penilaian sumatif untuk
mengidentifikasi permasalahan kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik, guru dapat dengan tepat
menyusun kegiatan pembelajaran dan remedial sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan
remedial dapat dilakukan dengan cara penugasan, tutorial sebaya, ataupun pengerjaan ulang soal-soal
Latihan dan Uji Kompetensi yang telah tersedia di buku siswa.
PENGAYAAN
Pengayaan
Untuk peserta didik dengan kecepatan belajar tinggi (advancedlearner) kegiatan pengayaan dapat
diberikan untuk memperdalam dan memperluas kompetensi yang telah dimiliki oleh peserta didik tersebut.
Kegiatan ini dilakukan ketika guru masih memiliki waktu untuk melaksanakan pembelajaran sehingga
para peserta didik yang masuk dalam kategori cepat dapat belajar secara optimal. Kegiatan
pengayaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya penugasan, tutorial sebaya, proyek, dan
pemecahan masalah. Fitur-fitur dalam buku siswa yang dapat digunakan untuk keperluan kegiatan
pengayaan antara lain Proyek, Ayo Bekerja Sama, Ayo Berdiskusi, Ayo Berpikir Kritis, dan Ayo Berpikir
Kreatif.
INTERAKSI GURU DAN ORANG TUA
Interaksi Guru dengan Orang Tua
Keberhasilan pencapaian peserta didik dalam pembelajaran tidak hanya bergantung pada guru,
namun juga melibatkan peran orang tua atau wali siswa. Guru sebaiknya dapat menjalin kerja sama yang
baik dengan orang tua atau wali siswa sebagai rekan (partner) dengan cara mengomunikasikan
pentingnya matematika dan bahwa semua peserta didik memiliki kemampuan untuk belajar matematika
kepada orang tua sehingga sikap dan persepsi positif terhadap matematika berkesinambungan baik
di sekolah maupun di rumah. Guru perlu membuka diri bagi masukan dari orang tua atau wali, khususnya
terhadap minat dan kesulitan yang dihadapi peserta didik sehingga dapat melakukan diferensiasi
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru dapat memberikan ide-ide kepada orang
tua atau wali dalam mendukung pembelajaran putra/putrinya, misalnya bagaimana orang tua dapat
menyiapkan lingkungan belajar yang kondusif, memberikan dorongan
LAMPIRAN
Bahan bacaan guru dan peserta didik
Lembar Kerja Peserta Didik
Rubrik Penilaian
Daftar Pustaka
Buku Panduan Guru Dan Buku Siswa MATEMATIKA Kelas VI Kurikulum Merdeka, KEMENTERIAN
PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI 2022
Mengetahui Jakarta, 19 September 2024
Kepala Sekolah Guru Kelas
Sonem, S. Pd Wiwi Susanti, M. Pd
NIP. 196704071988042002 NIP. 198303282008012012
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Sekolah : SDN Menteng Atas 02
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase : VI / C
Materi : Rasio
Tujuan Pembelajaran Nama Anggota Kelompok :
1. …………………………………
2. …………………………………
Memahami konsep rasio dan
3. …………………………………
menggunakan bahasa rasio untuk
4. …………………………………
menjelaskan hubungan
perbandingan antara dua besaran 5. …………………………………
1. Pada tabel di bawah ini dituliskan jumlah siswa yang bergabung dalam berbagai klub
di
sekolah.
Berdasarkan tabel tersebut, jawablah pertanyaan berikut.
a. Tuliskan perbandingan paling sederhana dari anggota klub sains dan seni !
b. Jika perbandingan jumlah anggota klub olahraga dan seni adalah 3 : 2, tentukan
jumlah anggota klub olahraga !
c. Jika perbandingan jumlah anggota klub olahraga dan robotik adalah 4 : 3, berapakah
jumlah anggota klub robotik?
2. Dony membuat susu cokelat dengan 30 ml sirup cokelat untuk setiap 2 sendok teh
susu. Hana menambahkan 65 ml sirup cokelat untuk setiap 5 sendok teh susu. Susu
cokelat milik siapa yang lebih terasa cokelatnya? Jelaskan jawaban kalian !
3. Ibu mengajak kalian ke supermarket untuk belanja bulanan. Ibu menyuruh kalian
mengambil susu kotak kemasan kecil yang biasa kalian minum di rumah. Ketika
sampai di rak yang menjual berbagai susu, kalian melihat ada dua pilihan.
Kotak susu kemasan mana yang kalian ambil? Jelaskan alasan kalian.
4. Toko Buku Pustaka hanya menjual dua jenis buku, yaitu novel dan komik. Rasio banyak
novel dan komik adalah 11 : 4. Tentukan banyak kedua jenis buku tersebut, jika semua
buku yang ada di Toko Buku Pustaka sebanyak 120 buku.
5. Seorang penulis berita dapat mengetik sebanyak 1.200 kata dalam waktu 1 jam.
a. Berapa kata yang dapat diketik dalam waktu 180 menit?
b. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menuliskan 3.000 kata?
Kunci
Jawaban
MATERI
ACAAN GURU DAN SISWABAHA
GLOSARIUM
1. Rasio Keuangan:
• Definisi: Pengukuran kinerja keuangan suatu entitas yang dinyatakan dalam bentuk
angka atau perbandingan antara elemen keuangan tertentu.
• Contoh: Rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas.
2. Rasio Likuiditas:
• Definisi: Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar.
• Contoh: Rasio lancar, rasio cepat.
3. Rasio Profitabilitas:
• Definisi: Rasio yang menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan
laba dibandingkan dengan elemen keuangan tertentu.
• Contoh: Rasio laba bersih terhadap penjualan, rasio laba bersih terhadap aset.
4. Rasio Solvabilitas:
• Definisi: Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka panjangnya menggunakan aset jangka panjang.
• Contoh: Rasio hutang terhadap ekuitas, rasio hutang terhadap aset total.
5. Rasio Efisiensi:
• Definisi: Rasio yang mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan
sumber daya untuk menghasilkan penjualan atau laba.
• Contoh: Rasio putaran aset, rasio putaran piutang.
6. Rasio Leverage:
• Definisi: Rasio yang menggambarkan tingkat utang suatu perusahaan dan dampaknya
terhadap risiko dan keuntungan.
• Contoh: Rasio hutang terhadap ekuitas, rasio bunga yang ter-cover.
7. Rasio Pasar:
• Definisi: Rasio yang mengukur kinerja dan valuasi saham perusahaan di pasar
keuangan.
• Contoh: Price-to-earnings ratio (P/E ratio), earnings per share (EPS).
8. Rasio Keuangan Klasik:
• Definisi: Rasio yang telah menjadi standar dalam menganalisis keuangan perusahaan
dan memberikan gambaran holistik tentang kesehatan keuangan.
• Contoh: Rasio lancar, rasio laba bersih terhadap penjualan.
9. Rasio Resiko:
• Definisi: Rasio yang mengukur tingkat risiko yang dihadapi oleh perusahaan, baik
dalam operasional maupun keuangan.
• Contoh: Rasio keuntungan terhadap risiko, rasio volatilitas.
10. Rasio Kinerja Saham:
• Definisi: Rasio yang memberikan gambaran tentang performa saham suatu
perusahaan di pasar saham.
• Contoh: Return on equity (ROE), total shareholder return (TSR).
DAFTAR PUSTAKA
Baratto, Stefan, Barry Bergman, dan Donald Hutchison. 2010. Hutchison’s Basic Mathematical Skills
with Geometry. USA: The McGraw−Hill Companies, Inc. Bay-Williams, Jennifer M., John J.
SanGiovanni, Sherri Martinie, dan Jennifer Suh. 2022. Figuring out Fluency- Multiplication and
Division with Fractions and Decimals: A Classroom Companion. Vol. 3. California: Corwin. Fosnot,
Catherine Twomey, dan Maarten Dolk. 2002. Young Mathematicians at Work: Constructing
Fractions, Decimals, and Percents. Portsmouth, NH: Heinemann. Gregg, Jeff, dan Diana Underwood
Gregg. “Measurement and Fair-Sharing Models for Dividing Fractions.” Mathematics Teaching in the
Middle School 12, no. 9 (2007): 490–96. [Link] Keijzer, R, F van
Galen, K Gravemeijer, M Abels, T Dekker, J.A Shew, B.R. Cole, J Brendeful, dan M.A Pligge. 2006.
Fraction Times. Wisconsin. Chicago: Encyclopædia Britannica, Inc. Copyright, 2006. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Senang Belajar Matematika SD/MI Kelas V. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Lamon, Susan J. 2006. Teaching Fractions and Ratios for
Understanding: Essential Content Knowledge and Instructional Strategies for Teachers. Edisi ke-4.
New York: Routledge Taylor & Francis Group. [Link] Lappan,
Glenda, James T Fey, William M Fitzgerald, Susan N Friel, dan Elizabeth Difanis Phillips. 2005.
Connected Mathematics 2: Bits and Pieces II. Using Fraction Operations. Boston, Massachusetts:
Pearson Prentice Hall. Neagoy, Monica. 2017. Unpacking Fractions: Classroom-Tested Strategies to
Build Students’ Mathematical Understanding. Alexandria, VA: ACSD. Petit, Marjorie M., Roberts E.
Laird, Edwin L. Marsden, dan Caroline B. Ebby. 2016. A Focus on Fractions. Bringing Research to the
Classroom. Second Edi. London: Routledge Taylor & Francis Group. Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2018. Belajar Bersama Temanmu MATEMATIKA untuk Sekolah Dasar Kelas 5 Volume 2. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kurikulum
dan Perbukuan. Small, Marian. 2015. Building Proportional Reasoning across Grades and Math
Strands. Ney York: Teachers College Press, Columbia University. Walle, John A. Van de, Karen S. Karp,
dan Jennifer M. Bay-Williams. 2016. Elementary and Middle School Mathematics: Teaching
Developmentally: California Edition. 9th Edition. Pearson Education.