0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan6 halaman

Fungsi dan Jenis Multimeter Listrik

Fjhfhfh

Diunggah oleh

ahmadstumble96
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan6 halaman

Fungsi dan Jenis Multimeter Listrik

Fjhfhfh

Diunggah oleh

ahmadstumble96
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEGIATAN BELAJAR 1

MULTIMETER

[Link] Multimeter

Multimeter adalah suatu alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur tiga jenis besaran listrik yaitu arus
listrik, tegangan listrik, dan hambatan listrik. Sebutan lain untuk multimeter adalah AVO-meter yang merupakan
singkatan dari satuan Ampere, Volt, dan Ohm. Pada tahun 1920, seorang teknisi British Post Office, Donald
Macadie, dianggap sebagai penemu multimeter pertama.

Multimeter atau Avometer atau biasa juga disebut multitester, adalah alat ukur serba guna, dapat mengukur
banyak (multi) besaran listrik, seperti arus DC mA, tegangan AC , tegangan DC , hambatan/resistor dan dB
(decibel).

Mulitmeter dapat bekerja berdasarkan prinsip kumparan putar magnet permanen. Pada alat ukur kumparan
putar, besaran listrik diubah menjadi gaya gerak pada jarum penunjuk. Prinsip kerja multimeter dengan kumparan
putar hanya dapat digunakan pada pengukuran besaran listrik arus searah

Multimeter ini biasa dipakai pada penelitian atau pekerjaan mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi.
Namun kekurangannya adalah susah memonitor tegangan yang tidak stabil. Cara menggunakan multimeter digital:
Putar saklar pemilih pada posisi skala yang kita butuhkan setelah alat ukur siap dipakai

Multimeter memiliki jenis-jenis alat yang umum digunakan, diantaranya:


• Multimeter analog: Multimeter jenis ini menggunakan jarum analog untuk menunjukkan pengukuran nilai.
...
• Multimeter digital: Multimeter jenis ini menggunakan tampilan digital untuk menunjukkan nilai pengukuran
dengan angka-angka.

2. Multimeter analog

Multimeter analog adalah multimeter yang menggunakan jarum petunjuk dan skala pengukuran. Prinsip kerja
multimeter analog beradasarkan pada kumparan yang terhubung dan tersambung dengan jarum penunjuk. Letak
kumparan berada di antara kutub magnet.

Pengukuran besaran listrik dengan menggunakan multimeter analog memberikan pembacaan yang tidak stabil
karena mengikuti perubahan tegangan listrik yang terjadi setiap saat. Syarat penggunaan multimeter analog ialah
jarum penunjuk angka dalam keadaan nol (0) pada layar panel. Posisi jarum ini dipersyaratkan pada saat, kedua
probe pada multimeter dihubungkan dan sakelar selektor telah diatur.[8] Jenis pengukuran yang dapat dilakukan
oleh multimeter analog sangat beragam.

Multimeter analog dapat digunakan untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, hambatan listrik dan
kapasitansi. Komponen multimeter analog juga menggunakan komponen aktif elektronika yang berfungsi sebagai
penguat. Jenis multimeter analog yang menggunakan komponen aktif elektronika disebut multimeter elektronik
analog.

Bagian-bagian

1
Pada multimeter analog dalam mengukur arus, tegangan AC/DC memiliki skala maksimum yang merupakan
batas nilai tertinggi. Untuk mengukur arus, tegangan AC/DC skala maksimum nilainya dibaca dari kiri ke kanan.
Sedangkan untuk mengukur hambatan (resistensi) cara membaca nilainya dari kanan ke kiri.[8] Bagian yang
merupakan acuan dalam melakukan pengkukuran yang ditunjukkan jarum petunjuk yaitu cermin atau miror.

Dalam melakukan pembacaan sering kali terjadi kekeliruan salah satunya adalah posisi mata yang tidak tegak
lurus pada multimeter. Dalam hal ini dalam mengamati posisi jarum pada layar monitor ketika melakukan
pengukuran diharapkan tidak ada bayangan pada cermin. Salah satu bagian yang menentukan valid tidaknya suatu
pengukuran pada multimeter yaitu pengenolan jarum penunjuk (zero correction). Pengukuran arus, dan tegangan
jarum penunjuk harus menunjuk nol dari posisi kiri.

Jika pada tegangan dan arus memiliki bagian pengenolan jarum penunjuk (zero correction) maka pada bagian
pengukuran hambatan juga memiliki bagian yang disebut ohm adjustment. Pengenolan jarum dalam mengukur
hambatan dimulai dari kanan sebelum melakukan pengukuran.

Untuk menentukan jarak batas ukur dari arus, tegangan dan hambatan bagian pada multimeter ini dinamakan
range selector. Blok DC volt terletak disamping kanan atas, samping kiri adalah blok selektor AC Volt, bawah kanan
tertulis satuan untuk mengukur hambatan, di samping kiri bawah tertulis CD mA (mili Ampere). Bagian multimeter
yang berfungsi sebagai penghubung terminal positif dan negatif dalam melakukan pengukuran disebut [Link]
berwarna merah sedangkan probe negatif berwarna hitam

Untuk mempergunakan multimeter, terlebih dahulu harus ditentukan batas ukur yang hendak dipergunakan.

Bagian-bagian multitester dapat dilihat pada gambar berikut :

2
Gambar 1.1 Bagian –bagian dari Multimeter

Gambar 1.2 . LayOut dari Multimeter

3
1) Fungsi masing-masing bagian AVO meter :
a) Gagang pengatur jangkauan ukur ; alat untuk menentukan jenis pengukuran, seperti hambatan tegangan
dc ataupun tegangan ac.
b) Penyesuaian ohm; alat untuk mengatur jarum meter supaya tepat pada angka 0 (nol), pada saat hendak
pengukuran tahanan (ohm).
c) Ujung positif; tempat masuknya kabel input positif (merah).
d) Ujung negatif; tempat masuknya kabel input negatif (hitam).
e) Pembetul kedudukan jarum penunjuk pada angka nol; alat untuk mengatur posisi jarum meter supaya
tepat pada angka 0 (nol).
f) Plat nama; lokasi merek pabrik.
g) Jarum meter; penunjuk angka pada besar skala.
h) Busur skala; garis lengkung berisi angka-angka sebagai harga pengukuran.

2) Pemakaian dan perawatan multitester


a) Saat pengukuran jangan ada goncangan atau getaran yang kuat.
b) Pastikan bahwa gagang pengatur jangkauan ukur sudah tepat pada posisinya, menunjukkan posisi
pengukuran yang dikehendaki. Apabila besaran tegangan yang akan diukur , maka posisi gagang
pengatur jangkauan ukur , harus menunjukkan posisi tegangan pula..
c) Hindarkan pemakaian multitester disinar matahari langsung atau dimana terdapat temperatur atau
kelembaban yang tinggi, karena hal ini akan mempengaruhi pada hasil pengukuran.
d) Hindarkan multitester ini dari lapangan magnet yang kuat, sensitifitas dari gerakan meter akan dikacaukan
dan menghilangkan arti pemakaian multi tester.
e) Ganti baterai yang telah habis dipakai dengan baterai baru, karena elektrolit dari baterai dapat merusak
komponen di dalam multimeter.

3. Multimeter digital

4
Multimeter digital adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran seperti tegangan, arus, dan
hambatan dalam rangkaian listrik. Selain itu, juga sebagai alat uji elektronik yang mengukur tegangan AC/DC
dengan memberikan pembacaan dalam mode numerik digital. Multimeter memiliki ukuran kecil, ringan, dan juga
menggunakan baterai.

Multimeter digital ini memiliki akurasi yang tinggi dengan kegunaan yang lebih banyak. Multimeter ini biasa
dipakai pada penelitian atau pekerjaan mengukur kecermatan tinggi. Namun kekurangannya adalah sulit
memonitor tegangan yang tidak stabil.

Multimeter digital akan menghasilkan pembacaan berupa angka. Multimeter digital digunakan untuk
mengukur besaran listrik seperti tegangan, kuat arus, dan hambatan listrik. Akurasi pengukuran dengan
multimeter digital sangat tinggi. Angka yang ditampilkan sebagai hasil pengukuran dapat memiliki beberapa
angka desimal. Kekurangan dari multimeter digital yaitu nilai pengukuran tegangan yang tidak stabil. Cara
pemakaian dari multimeter digital sama dengan multimeter analog, hanya saja penggunaan multimeter digital
lebih praktis.[11]

Fungsi Multimeter Digital

1. Mengukur Arus Listrik

Fungsi utama dari multimeter adalah untuk mengukur arus listrik. Multimeter bisa mengukur dua jenis arus
listrik, yaitu arus listrik DC (arus searah) dan arus listrik AC (arus bolak-balik). Tujuannya adalah untuk
mencegah atau mengurangi risiko kerusakan pada komponen elektronik.

2. Mengukur Tegangan Listrik

Multimeter juga bisa digunakan sebagai alat ukur tegangan atau voltase pada komponen listrik. Batas
maksimum pengukuran digunakan sebagai batasan agar saat mengukur suatu komponen, nilai tegangannya
tidak melebihi kemampuan batas ukur.

3. Mengukur Hambatan Listrik

Multimeter ini juga mampu mengukur suatu resistansi atau hambatan dari resistor.

4. Mengukur Nilai Kapasitansi

Multimeter bisa digunakan untuk mengukur kapasitansi suatu kapasitor. Namun, ada batasan maksimum
dalam mengukur kapasitansi. Pastikan kapasitor yang akan diukur tidak melebihi batas maksimum pada
multimeter.

5. Mengukur Frekuensi Sinyal

Multimeter bisa digunakan untuk mengukur frekuensi sinyal pada komponen elektronik agar bisa mengetahui
nilai frekuensinya dengan akurat.

5
Cara Penggunaan Multimeter Digital

a. Melakukan Pengukuran Tegangan Pada Baterai 9 Volt

• Untuk melakukan pengukuran tegangan pada baterai yang perlu Anda lakukan adalah:
• Pilih selektor pada pengukuran tegangan, dikarenakan baterai merupakan tegangan DC,
maka pilih tegangan DC.
• Sesuaikan kutub yang ada pada multimeter dengan kutub yang ada pada baterai. Untuk yang
berwarna merah adalah kutub positif sedangkan untuk yang berwarna hitam adalah kutub
negatif.
• Setelah itu lihat angka yang muncul pada multimeter, jika angka yang muncul mendekati
angka 09.00v, itu berarti cara pengukuran yang Anda lakukan benar.
b. Melakukan Pengukuran Pada Resistor Rendah

Untuk melakukan pengukuran pada resistor rendah, pastikan resistor yang Anda gunakan memiliki tegangan
rendah, contohnya 22ohm. Caranya adalah:

Pilih selektor pada multimeter ke arah resistansi.

• Pengukuran resistansi tidak ada sisi negatif maupun positif jadi jika Anda melakukan
pengukuran terbalik pun itu tidak masalah.
• Letakkan kedua kabel yang ada pada multimeter ke sisi kiri dan kanan resistor.
• Lihat angka yang muncul pada multimeter, jika angka yang muncul 02.20v, itu berarti cara
pengukuran yang Anda lakukan benar.

Tugas :

1. Multimeter sebagai alat ukur listrik. Pengukuran apa saja yang bias dilakukan dengan multimeter ?
2. Sebutkan fungsi masing-masing bagian dari multimeter !

Anda mungkin juga menyukai