0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Analisis Pemecahan Masalah Matematika Siswa

Diunggah oleh

Fazilah Nurhaymi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

Analisis Pemecahan Masalah Matematika Siswa

Diunggah oleh

Fazilah Nurhaymi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA

Volume 7, Nomor 1, Juni 2024


ISSN: 2622-2329 (Cetak), 2622-2442 (Online)

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa


ditinjau dari Keaktifan Siswa Bertanya
Maunah Setyawati1, Abd. Muthi2, Muhamad Diviorico Enkas3*, Hanaa Rohmatul Afifah4*,
Asda Ikrima Luklua5, Rita Normalasari6
1) 2) 3) 4) 5) 6)
Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Ampel Surabaya
1)
maunahsetyawati@[Link]
2)
abdmuthi1974@[Link]
3*)
06020420034@[Link]
4*)
06010420008@[Link]
5)
06020420053@[Link]
6)
06040420069@[Link]
Open access article under the CC-BY-SA license

ABSTRAK
Kemampuan pemecahan masalah matematis penting dimilik oleh siswa karena merupakan
kompetensi utama dalam proses berpikir matematika. Siswa seringkali merasa kesulitan dalam
menyelesaikan soal yang diberikan guru jika soal tersebut sedikit berbeda dengan contoh yang
diberikan sebelumnya. Hanya saja, banyak dari siswa yang malu dan tidak mau bertanya kepada
guru tentang bagaimana pemecahan masalah yang seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari keaktifan siswa
bertanya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini
adalah siswa kelas VIII MTsN 4 Jombang sebanyak 3 siswa dengan kategori sangat aktif bertanya,
aktif bertanya dan jarang bertanya. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tulis dalam bentuk
soal uraian dan dilanjutkan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga siswa
dengan kategori sangat aktif bertanya, aktif bertanya dan jarang bertanya memenuhi seluruh
indikator kemampuan pemecahan masalah Polya diantaranya memahami masalah, merencanakan
pemecahan masalah, memecahkan masalah sesuai rencana, dan memeriksa kembali pemecahan
masalah yang telah dilakukan.
Kata Kunci: Keaktifan Bertanya, Kemampuan Pemecahan Masalah.

ABSTRACT
Mathematical problem solving abilities are important for students to have because they are the
main competency in the mathematical thinking process. Students often find it difficult to solve
questions given by the teacher if the questions are slightly different from the examples given
previously. It's just that many students are embarrassed and don't want to ask the teacher about
how the problem should be solved. This research aims to describe mathematical problem solving
abilities in terms of students' activeness in asking questions. This type of research uses descriptive
qualitative research. The subjects of this research were 3 students in class VIII MTsN 4 Jombang in
the categories of very active in asking questions, actively asking questions and rarely asking
questions. Data collection was carried out with a written test in the form of essay questions and
continued with interviews. The results of the research showed that the three students in the
categories of very actively asking, actively asking and rarely asking met all of Polya's problem
solving ability indicators including understanding problems, planning problem solving, solving
problems according to plan, and checking back on problem solving that had been carried out.
Keywords: Active Questioning, Problem Solving.

Available online at https: //[Link]/[Link]/equals 16


Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa ditinjau dari Keaktifan Siswa Bertanya

A. PENDAHULUAN 2019) menyatakan bahwa masih banyak siswa


Kehadiran matematika selain menjadi ilmu yang mempunyai kemampuan pemecahan
hitung juga mampu mendorong seseorang untuk masalah yang tergolong rendah.
menganalisis dan mengevaluasi sebuah Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh
permasalahan. Sehingga kemampuan (Lusiana et al., 2022) (Muslihah & Suryaningrat,
pemecahan masalah matematika bisa 2021), (Lestari & Rosdiana, 2018) menyatakan
menggambarkan kemampuan memecahkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik
permasalahan (Zakiyah et al., 2019). Hal ini juga masih kurang, dari hasil penelitian tersebut
dikemukakan oleh (Ayunis & Belia, 2021) bahwa diketahui kemampuan pemecahan masalah
matematika merupakan disiplin ilmu yang selalu untuk kelompok atas dengan ketercapaian
digunakan dalam menyelesaikan masalah di 56,25% tergolong rendah, sedangkan untuk
kehidupan sehari-hari. kelompok menengah dan bawah tergolong
Kemampuan pemecahan masalah sangat rendah dengan ketercapaian 37,5% dan
diindikasikan dengan berbagai usaha yang 22,08%. Hal ini bertentangan dengan tujuan dari
digunakan untuk mencapai tujuan dikarenakan pembelajaran matematika yang menumbuh
tidak adanya solusi otomatis yang langsung dapat kembangkan sifat objektif, disiplin, jujur, dalam
memecahkan permasalahan (Suryani et al., 2020) memecahkan masalah matematika maupun
Dalam (Ulfa et al., 2022) mengemukakan dari dalam kehidupan sehari-hari (Mansyur &
National Council of Teaching Mathematics Khaerani, 2020).
(NCTM) mengusulkan untuk memasukkan Kemampuan pemecahan masalah yang
pemecahan masalah dalam matematika sekolah menjadi tujuan pembelajaran matematika
dikarenakan pemecahan masalah adalah hal diajarkan, yang menekankan kebebasan soal,
mendasar yang ada dalam matematika, prosedur, metode, lebih jelasnya menekankan
memotivasi untuk memecahkan permasalahan bagaimana cara menyelesaikan suatu
matematika, pemecahan masalah bisa menjadi permasalahan (Muslihah & Suryaningrat, 2021).
kegiatan yang menyenangkan dan Pemecahan masalah matematika bisa dikatakan
memungkinkan siswa dalam mengembangkan cara seseorang untuk mengatasi masalah
keunikan atau seni dalam pemecahan masalah. menggunakan berbagai strategi yang
Hal ini sependapat dengan (Elita et al., 2019) mengandalkan kemampuan kognitif (Harahap &
bahwa kemampuan pemecahan masalah Surya, 2017).
menjadi hal utama dalam proses pembelajaran Dalam survei yang dilakukan oleh TIMSS yang
matematika. Namun dalam (Asih & Ramdhani, berkoordinasi dengan IAE (the Internatioanal

17
Setyawati, Muthi, Enkas, Afifah, Luklua, Normalasari EQUALS Vol. 7, No. 1, Juni 2024

Association for the Evaluation of Educational masalah yang rendah dipengaruhi berbagai
Achievement ) tahun 2011 menyatakan bahwa faktor seperti konsentrasi dan motivasi belajar
kemampuan pemecahan masalah siswa di siswa (Riswari et al., 2023).
Indonesia masih rendah dengan nilai rata-rata Siswa dengan kemampuan pemecahan
397 dari standar yang ditetapkan yaitu 500 dan masalah yang baik cenderung memiliki hasil
menempati 38 dari 42 negara (Muliawati, 2017). prestasi yang baik (Novita & Pd, 2015). Selaras
Dalam (OECD, 2019) pada hasil PISA tahun 2018 dengan pendapat (Rahmayanti et al., 2022) yang
Indonesia menempati posisi bawah dari 79 mengungkapkan bahwa prestasi siswa yang baik
negara, Indonesia menempati posisi 74. Banyak sering kali dipengaruhi oleh keaktifan siswa
berbagai faktor yang mempengaruhi rendahnya dalam bertanya. Berdasarkan pendapat tersebut
hasil PISA dikarenakan siswa Indonesia kurang dapat dikatakan bahwa siswa dengan hasil
dibiasakan untuk berlatih menyelesaikan soal prestasi belajar yang baik cenderung mempunyai
terkait pemecahan masalah (Zulfitri, 2019). kemampuan pemecahan masalah yang baik dan
Padahal kemampuan pemecahan masalah harus aktif saat pembelajaran berlangsung.
dimiliki oleh setiap siswa, meskipun langkah- Karena dengan bertanya seseorang mampu
langkah dalam pemecahan masalah sangat mengekspresikan apa yang ingin diketahui,
sederhana, terkadang banyak siswa yang kurang karena melalui bertanya juga peserta didik dapat
mengerti tentang langkah tersebut (Usman et al., diarahkan oleh pendidik untuk menemukan
2022). Karena dengan kemampuan pemecahan setiap materi yang didapatkan (Kusumawati,
masalah matematika, seorang siswa dapat 2017). Sebuah pembelajaran yang baik dan aktif
terbantu untuk mencari alternatif sebuah ditandai dengan adanya siswa yang sering
permasalahan (Subaidah, 2020). bertanya, berpendapat, dan berpikir kritis
Dalam (Prabawati, 2018) kemampuan (Ningsih et al., 2018.).
pemecahan masalah menjadi indikator Pendapat di atas menyatakan bahwa
penguasaan mata pelajaran, dalam (OECD,2009) kemampuan pemecahan masalah penting untuk
membagi penguasaan mata pelajaran dari 1 dimiliki oleh siswa. Berdasarkan observasi yang
sampai 6, salah satu fokus di antara ke-6 level telah dilakukan di MTsN 4 Jombang kelas 8
tersebut adalah memecahkan masalah yang ditemukan bahwa ketika siswa dihadapkan
rumit. Pada perkembangan abad 21 dengan permasalahan soal cerita pada materi
pembelajaran matematika menekankan kepada Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)
kemampuan pemecahan masalah mendorong siswa merasa kebingungan dalam menyelesaikan
adanya kemampuan berpikir kreatif dan kritis permasalahan tersebut. Siswa kurang bertanya
(Jihanifa et al., 2023). Kemampuan pemecahan dan hanya sebagian yang bertanya tentang hal

18
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa ditinjau dari Keaktifan Siswa Bertanya

yang dibingungkan. (Rikawati & Sitinjak, 2020) mampu mendorong siswa membuka hal yang
mengungkapkan siswa cenderung tidak banyak baru untuk dipelajari.
berinteraksi dengan teman dan mengikuti Berdasarkan permasalahan tersebut, maka
instruksi dari guru, bahkan ketika ada materi peneliti ingin mengetahui bagaimana
yang tidak dipahami, siswa tidak menanyakan hal kemampuan pemecahan masalah matematika
tersebut. yang ditinjau dari keaktifan bertanya siswa.
Kegiatan bertanya sangat identik dan tidak
B. METODE
lepas dalam proses pembelajaran, baik dari siswa
Penelitian ini termasuk dalam penelitian
dengan siswa maupun siswa dengan guru,
kualitatif deskriptif yang mana bertujuan untuk
keterampilan bertanya sangatlah penting, karena
mengetahui kemampuan pemecahan masalah
bertanya merupakan cara penyampaian suatu
matematika yang ditinjau dari keaktifan bertanya
materi pembelajaran melalui interaksi dua arah
siswa. Subjek diambil dari kelas 8 MtsN 4
antar siswa maupun guru ke siswa dan sebaliknya
Jombang berjumlah 3 orang anak dengan
dengan tujuan memperoleh kevalidan jawaban
kategori sangat aktif bertanya, aktif bertanya,
secara lisan dari guru atau siswa.
dan jarang bertanya ketika pembelajaran dikelas
Keaktifan bertanya juga sangat penting
berlangsung.
karena membantu siswa memperoleh informasi
Teknik pengumpulan data yang digunakan
yang belum diketahuinya. Ilma Aulia Mufidah
adalah tes dan wawancara untuk mengetahui
mengungkapkan bahwa dengan bertanya siswa
tahapan pemecahan masalah yang dilakukan
dapat mendorong rasa ingin tahu dan lebih
oleh siswa. Kemampuan pemecahan masalah
memahami materi yang telah didapatkan.
matematika menurut Polya dalam (Ulfa et al.,
Didukung oleh (Febriana et al., 2018) yang
2022), (Fitriana & Mampouw, 2019), (Sanidah &
mengungkapkan bahwa siswa yang sering
Sumartini, 2022) yaitu memahami masalah,
bertanya akan mendapatkan informasi yang
merencanakan pemecahan masalah,
lebih terkait hal yang dibingungkannya.
memecahkan masalah sesuai rencana, dan
Keaktifan bertanya memiliki arti yaitu
memeriksa kembali pemecahan masalah yang
kegiatan seseorang untuk memperoleh
telah dilakukan.
keterangan dari orang lain untuk mendapatkan
Instrumen yang digunakan dalam penelitian
informasi yang jelas (Usa & Muhudiri, 2021).
ini adalah 3 butir soal berbentuk uraian atau
Dari pendapat-pendapat di atas terkait
essay materi SPLDV. Selanjutnya dilakukan tes
pentingnya keaktifan bertanya bagi siswa supaya
dalam bentuk soal cerita materi SPLDV.
lebih memahami dan mendapatkan kejelasan
dari hal yang dibingungkan. Bertanya juga

19
Setyawati, Muthi, Enkas, Afifah, Luklua, Normalasari EQUALS Vol. 7, No. 1, Juni 2024

Adapun indikator pemecahan masalah Adapun teks wawancara yang akan digunakan
matematika yang dikemukakan oleh (Utami & sebagai berikut :
Wutsqa, 2017) 1. Dari soal yang diberikan apa yang kamu

1. Memahami Masalah ketahui dan ditanyakan oleh soal ?

Mampu mengetahui hal yang ditanyakan dan 2. Bagaimana rencana kamu dalam

diketahui pada masalah, menganalisis, menyelesaikan soal tersebut ?

menerapkan informasi untuk memecahkan 3. Adakah kendala Ketika kamu melaksanakan

permasalahan. perencanaan pemecahan masalah ?

2. Merencanakan Pemecahan Masalah 4. Apakah kamu memeriksa kembali hasil yang

Dalam merencanakan pemecahan masalah telah kamu kerjakan ?

dapat diketahui dalam memilih konsep dan 5. Menurutmu apakah penyelesaian yang kamu

rumus yang akan digunakan untuk lakukan sudah sesuai dengan yang kamu

menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. rencanakan ?


Pada penelitian ini digunakan metode
3. Memecahkan Masalah Sesuai Rencana
triangulasi dengan menggunakan sumber yang
Pada tahap ini dapat dilihat Ketika
berbeda untuk mendapatkan informasi yang
menghubungkan apa yang diketahui dengan
sama. Teknik analisis data yaitu mereduksi data,
langkah penyelesaian yang harus dilakukan.
penyajian data dan menarik kesimpulan.
4. Memeriksa Kembali Pemecahan Masalah
Pada tahap ini dapat dilihat Ketika siswa C. HASIL DAN PEMBAHASAN
mampu menyubstitusikan hal diperoleh atau Dari hasil pengelompokan berdasarkan
menggunakan cara lain untuk memeriksa hasil keaktifan bertanya didapatkan 3 subjek dengan
yang diperoleh. kategori sangat aktif bertanya, aktif bertanya,
dan jarang bertanya.

Tabel 1. Ketercapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

Kategori Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis


Subjek Keaktifan Memahami Merencanakan Melaksanakan Memeriksa
Bertanya Masalah Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Kembali Hasil
Sangat
S1 √ √ √ √
Aktif
S2 Aktif √ √ √ √

S3 Jarang √ √ √ √

20
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa ditinjau dari Keaktifan Siswa Bertanya

1. Siswa Sangat Aktif Bertanya


Berikut adalah hasil tes kemampuan
Adapun hasil wawancara S1 atau siswa yang
pemecahan masalah S1 atau siswa yang sangat
sangat aktif bertanya adalah sebagai berikut:
aktif bertanya:
P : “Dari soal yang diberikan apa yang
kamu ketahui dan ditanyakan oleh
soal?”
S1 : “Gimana pak?”
P : “Hal yang kamu ketahui dan yang
ditanya dari soal adalah?”
S1 : “Dari soal ditanyakan harga pensil dan
bolpoin, dan ditanya harga 1 pensil
dan 2 bolpoin”
P : “Bagaimana rencana kamu dalam
menyelesaikan soal tersebut?”
S1 : “Itu diubah ke bentuk SPLDV misal
harga 6 pensil dan 15 bolpoin adalah
57.600, harga 9 pensil dan 12 bolpoin
adalah 54.900 dan selanjutnya
menggunakan metode eliminasi dan
metode substitusi lalu mencari harga
pensil terlebih dahulu”
P : “Adakah kendala ketika kamu
melaksanakan perencanaan Gambar 1. Jawaban Tes Subjek S1
pemecahan masalah?”
S1 : “Keliru dalam menambahkan angka Berdasarkan hasil wawancara subjek ke-1
dan mengeliminasi dan kurang teliti didapatkan pada awal diberikan pertanyaan
saat menyubstitusikan”
mengenai hal yang diketahui “Dari soal
P : “Apakah kamu memeriksa kembali
ditanyakan harga pensil dan bolpoin, dan ditanya
hasil yang telah kamu kerjakan?”
harga 1 pensil dan 2 bolpoin” di sini subjek
S1 : “Dibaca berulang-ulang dan teliti”
P : “Menurutmu apakah penyelesaian mampu menentukan hal yang ditanya dibuktikan
yang kamu lakukan sudah sesuai subjek bisa memisalkan ke bentuk SPLDV.
dengan yang kamu rencanakan?”
Pada tahap merencanakan penyelesaian
S1 : “Sudah sesuai tapi masih kurang teliti
masalah subjek 1 mampu menjelaskan rencana
di saat mengeliminasi dan
menyubstitusi” untuk menyelesaikan masalah dengan
mengubah soal cerita menjadi kalimat
matematika atau bentuk (SLPDV), lalu
menggunakan metode eliminasi dan

21
Setyawati, Muthi, Enkas, Afifah, Luklua, Normalasari EQUALS Vol. 7, No. 1, Juni 2024

melanjutkan menggunakan metode substitusi seperti yang diungkapkan subjek “Keliru dalam
didukung oleh jawaban subjek sebagai berikut: menambahkan angka dan mengeliminasi dan
“itu diubah ke bentuk SPLDV misal harga 6 pensil kurang teliti saat menyubstitusikan” subjek
15 bulpen adalah 57.400 dan harga 9 pensil 12 kesulitan dalam tahap mengeliminasi dan
bulpen adalah 54.900 dan selanjutnya substitusi hasil. Berikut merupakan lembar
menggunakan metode eliminasi dan metode jawaban subjek 1.
substitusi lalu mencari harga pensil terlebih Untuk tahapan merefleksi kembali subjek 1
dahulu” . hanya sebatas membaca – membaca kembali
Selanjutnya pada tahap pelaksanaan dan melihat kembali apakah sudah sesuai dengan
perencanaan subjek 1 melaksanakan rencana apa yang direncanakan di awal. Dibuktikan
pemecahan masalah sesuai dengan apa yang dengan kutipan jawaban wawancara sebagai
telah direncanakan, mampu menghubungkan hal berikut “Dibaca berulang ulang dan diteliti” dan
yang diketahui dengan langkah atau “Sudah sesuai tapi masih kurang teliti di saat
penyelesaian yang telah dipilih, namun dalam mengeliminasi dan menyubstitusikan” .
pelaksanaan subjek 1 mengalami kesulitan

Tabel 2. Triangulasi Subjek S1

Kesimpulan Analisis Kesimpulan Hasil


Simpulan
Hasil Tes Wawancara

Subjek S1 memenuhi
Subjek S1 mampu menuliskan Subjek S1 mampu menyebutkan
indikator memahami
apa yang diketahui dan ditanya. hal yang ditanya dan diketahui.
masalah.

Subjek S1 mampu menuliskan Subjek S1 dapat menyusun Subjek S1 memenuhi


apa yang direncanakan rencana penyelesaian. indikator menyusun rencana.
Subjek S1 mampu Subjek S1 menyelesaikan
Subjek S1 memenuhi
menyelesaikan permasalahan masalah sesuai rencana
indikator menyelesaikan
sesuai dengan rumus yang meskipun terdapat kendala di
masalah sesuai perencanaan
ditulis saat proses penyelesaian.
Subjek S1 belum bisa Subjek S1 memeriksa kembali
Subjek S1 memenuhi
menuliskan kesimpulan dengan namun belum menuliskan
indikator memeriksa kembali
baik dan tepat kesimpulan dengan baik.

Dari tabel 2 triangulasi, dapat disimpulkan 2. Siswa Aktif Bertanya


bahwa subjek S1 memenuhi semua indikator Adapun hasil wawancara S2 atau siswa yang
yaitu memahami, merencanakan penyelesaian, aktif bertanya adalah sebagai berikut:
melaksanakan, dan mengevaluasi pemecahan
masalah.

22
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa ditinjau dari Keaktifan Siswa Bertanya

P : “Dari soal yang diberikan apa yang


kamu ketahui dan ditanyakan oleh
soal?”
S2 : “Ya, yang diketahui pada soal ini adalah
pensil dan 15 bolpoin yang berharga
57.600 dan harga 9 pensil dan 12
bolpoin yang berharga 54,900, dan
yang ditanya adalah 1 pensil dan
bolpoin berharga berapa?”
P : “Bagaimana rencana kamu dalam
menyelesaikan soal tersebut?”
S2 : “Saya menggunakan metode
campuran untuk menyelesaikan
persoalan tersebut, dimana saya
menggunakan metode eliminasi dan
metode substitusi, setelah itu saya
masukkan himpunan penyelesaian
tersebut ke dalam persamaan 1 pensil
dan 2 bolpoin untuk menemukan harga
tersebut”
P : “Adakah kendala ketika kamu Gambar 2. Jawaban Tes S2
melaksanakan perencanaan
Subjek ke-2 saat diberikan pertanyaan
pemecahan masalah?”
mengenai masalah apa yang diketahui disoal
S2 : “Sejauh ini saya tidak menemukan
kendala untuk menyelesaikan subjek mampu menunjukkan hal yang diketahui
persoalan tersebut” bahkan hal yang ditanya dibuktikan dengan
P : “Apakah kamu memeriksa kembali
jawaban subjek ke-2 sebagai berikut, “Ya, yang
hasil yang telah kamu kerjakan?”
diketahui pada soal ini adalah 6 pensil dan 15
S2 : “Iya, saya memeriksa kembali
pekerjaan yang saya kerjakan ini” bulpoin yang berharga Rp. 57. 600 dan harga 9
P : “Menurutmu apakah penyelesaian pensil dan 12 bulpoin yang berharga Rp. 54. 900,
yang kamu lakukan sudah sesuai dan yang ditanya adalah 1 pensil dan 2 bulpoin
dengan yang kamu rencanakan?”
berharga berapa?”
S2 : “Iya, penyelesaian ini sudah sesuai”
Subjek 2 juga sudah mampu menggunakan
Berikut adalah hasil tes kemampuan pengetahuan yang sudah didapatkan
pemecahan masalah S2 atau siswa yang aktif sebelumnya dengan menjelaskan menggunakan
bertanya: metode campuran lalu menyubstitusikan
himpunan penyelesaian di persamaan yang
ditanyakan, ditunjukkan hasil wawancara berikut

23
Setyawati, Muthi, Enkas, Afifah, Luklua, Normalasari EQUALS Vol. 7, No. 1, Juni 2024

: “Saya menggunakan metode campuran untuk pemecahan masalah yang direncanakan di awal
menyelesaikan persoalan tersebut, dimana saya dengan menggunakan metode eliminasi dan
menggunakan metode eliminasi dan metode metode substitusi, bisa dilihat Digambar berikut.
substitusi, setelah itu saya masukkan himpunan Selanjutnya dalam merefleksikan hasil, subjek
penyelesaian tersebut ke dalam persamaan 1 sudah mampu memeriksa kembali pekerjaan
pensil dan 2 bulpoin untuk menemukan harga yang telah dilakukan dalam proses penyelesaian
tersebut”. masalah, dibuktikan jawaban subjek sebagai
Pada tahap merealisasikan rencana subjek 2 berikut “ Iya, saya memeriksa kembali pekerjaan
mampu menuliskan tahapan dan menjalankan yang saya kerjakan ini”.

Tabel 3. Triangulasi Subjek S2

Kesimpulan Analisis Hasil Tes Kesimpulan Analisis Hasil Wawancara Simpulan


Subjek S2 mampu menyebutkan hal Subjek S2 memenuhi
Subjek S2 tidak menuliskan hal
yang diketahui dan ditanyakan dengan indikator memahami
yang diketahui dan ditanyakan
lengkap masalah
Subjek S2 memenuhi
Subjek S2 mampu menyusun Subjek S2 mampu menyusun dan
indikator menyusun
rencana penyelesaian menjelaskan rencana penyelesaian
rencana
Subjek S2 mampu
Subjek S2 mampu menjelaskan Subjek S2 memenuhi
menyelesaikan masalah sesuai
penyelesaian yang telah dilakukan dan indikator melaksanakan
dengan langkah yang telah
sesuai dengan rencana rencana penyelesaian
direncanakan
Subjek S2 mampu memeriksa kembali
Subjek S2 mampu menuliskan Subjek S2 memenuhi
penyelesaian yang telah dilakukan dan
hasil akhir dan kesimpulan indikator memeriksa
memberikan jawaban serta
dengan benar kembali
kesimpulan yang benar

Dari Tabel Dari tabel 3 triangulasi, dapat S3 : “Yang ditanyakan adalah berapa yang
disimpulkan bahwa subjek S2 memenuhi semua harus dibayarkan jika membeli1 pensil
dan 2 bolpoin Sedangkan yang
indikator yaitu memahami, merencanakan diketahui yaitu harga 6 pensil dan 15
penyelesaian, melaksanakan, dan mengevaluasi bolpoin adalah 57.600 serta harga 9
pensil dan 12 bolpoin adalah 54.900”
pemecahan masalah.
P : “Bagaimana rencana kamu dalam
3. Siswa Jarang Bertanya menyelesaikan soal tersebut?”
Hasil wawancara subjek-3 atau siswa yang S3 : “Saya menyelesaikan masalah
tersebut menggunakan metode
jarang bertanya adalah sebagai berikut :
campuran”
P : “Dari soal yang diberikan apa yang
P : “Adakah kendala ketika kamu
kamu ketahui dan ditanyakan oleh
melaksanakan perencanaan
soal?”
pemecahan masalah?”

24
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa ditinjau dari Keaktifan Siswa Bertanya

S3 : “Tidak, karena cara mengerjakan soal Dari hasil wawancara diperoleh bahwa subjek
tersebut sudah pernah diajarkan oleh ke-3 dalam tahap memahami masalah mampu
guru”
menjelaskan permasalahan yang diketahui oleh
P : “Apakah kamu memeriksa kembali
hasil yang telah kamu kerjakan?” soal. Hal ini dibuktikan dengan jawaban subjek
S3 : “Iya, hanya memeriksa apakah ada berikut, “Yang ditanyakan adalah berapa yang
kesalahan hitung atau tidak” harus dibayarkan jika membeli 1 pensil dan 2
P : “Menurutmu apakah penyelesaian
bolpoin, sedangkan yang diketahui yaitu harga 6
yang kamu lakukan sudah sesuai
dengan yang kamu rencanakan?” pensil dan 15 bolpoin adalah 57.600 serta harga
S3 : “Sudah, di awal saya merencanakan 9 pensil dan 12 bolpoin adalah 54.900”
untuk mengerjakan soal tersebut Selanjutnya dalam merencanakan
menggunakan metode campuran, dan
saya mengerjakan soal tersebut penyelesaian masalah subjek 3 mampu memilih
menggunakan metode campuran” rumus atau metode yang sesuai dengan apa yang
ditanyakan, subjek juga menjelaskan “Saya
Berikut adalah hasil tes kemampuan
menyelesaikan masalah tersebut menggunakan
pemecahan masalah S3 atau siswa yang jarang
metode campuran”. Hal ini dibuktikan dengan
bertanya:
subjek menuliskan langkah-langkah penyelesaian
di lembar jawaban. Dalam tahap melaksanakan
rencana penyelesaian, subjek mampu
merealisasikan rencana dengan baik.
Selanjutnya subjek memeriksa kembali
hitungan dibuktikan dengan jawaban
wawancara subjek sebagai berikut “Iya, hanya
memeriksa apakah ada kesalahan hitung atau
tidak” subjek belum memeriksa hasil ulang atau
mencari cara untuk memastikan hasil yang
didapatkan sudah tepat atau tidak.

Gambar 3. Jawaban Tes S3

25
Setyawati, Muthi, Enkas, Afifah, Luklua, Normalasari EQUALS Vol. 7, No. 1, Juni 2024

Tabel 4. Triangulasi Subjek S3


Kesimpulan Analisis Hasil Kesimpulan Analisis Hasil
Simpulan
Tes Wawancara
Subjek S3 tidak menuliskan Subjek S3 mampu menyebutkan hal Subjek S3 memenuhi
hal yang diketahui dan yang diketahui dan ditanyakan indikator memahami
ditanyakan dengan lengkap masalah
Subjek S3 mampu menyusun Subjek S3 mampu menyusun Subjek S3 memenuhi
rencana penyelesaian rencana penyelesaian indikator menyusun rencana
Subjek S3 mampu
Subjek S3 memenuhi
menyelesaikan masalah Subjek S3 mampu menyelesaikan
indikator melaksanakan
sesuai dengan langkah yang rencana dengan benar
rencana penyelesaian
telah direncanakan
Subjek S3 mampu memeriksa
Subjek S3 mampu kembali penyelesaian yang telah
Subjek S3 memenuhi
menuliskan hasil akhir dan dilakukan dan memberikan
indikator memeriksa kembali
kesimpulan dengan benar jawaban serta kesimpulan yang
benar

Dari Tabel Dari tabel 3 triangulasi, dapat memperhatikan kemampuan pemecahan


disimpulkan bahwa subjek S3 memenuhi semua masalah siswa dalam proses pembelajaran. Dan
indikator yaitu memahami, merencanakan melakukan penelitian lebih lanjut terhadap

penyelesaian, melaksanakan, dan mengevaluasi kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari

pemecahan masalah. hal yang lainnya.

D. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

1. Kesimpulan Asih, N., & Ramdhani, S. (2019). Peningkatan


Kemampuan Pemecahan Masalah
Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa
Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa
ketiga siswa dengan kategori sangat aktif Menggunakan Model Pembelajaran Means
bertanya, aktif bertanya dan jarang bertanya End Analysis. Mosharafa: Jurnal Pendidikan
Matematika, 8(3), 435–446.
memenuhi seluruh indikator kemampuan
[Link]
pemecahan masalah Polya diantaranya 534
memahami masalah, merencanakan pemecahan Ayunis, A., & Belia, S. (2021). Pengaruh
masalah, memecahkan masalah sesuai rencana, Pendekatan Realistic Mathematics
dan memeriksa kembali pemecahan masalah Education (RME) terhadap Perkembangan
Literasi Matematika Siswa di Sekolah
yang telah dilakukan.
Dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5363–5369.
2. Saran [Link]
508
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
Elita, G. S., Habibi, M., Putra, A., & Ulandari, N.
dipaparkan di atas diharapkan guru
(2019). Pengaruh Pembelajaran Problem

26
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa ditinjau dari Keaktifan Siswa Bertanya

Based Learning dengan Pendekatan Cycle 7E dan Problem Based Learning.


Metakognisi terhadap Kemampuan Mosharafa: Jurnal Pendidikan
Pemecahan Masalah Matematis. Matematika, 7(3), 425–432.
Mosharafa: Jurnal Pendidikan [Link]
Matematika, 8(3), 447–458. 156
[Link]
Mansyur, M., & Khaerani, K. (2020). Pengaruh
517
Model Pembelajaran Missouri Mathematic
Febriana, M., Al Asy ’Ari, H., Subali, B., & Project (MMP) Terhadap Kemampuan
Rusilowati, A. (2018). Penerapan model Pemecahan Masalah Matematis Siswa
pembelajaran Inquiry Pictorial Riddle untuk SMP. Equals, 3(1), 10–20.
meningkatkan keaktifan siswa. Jurnal [Link]
Pendidikan Fisika Dan Keilmuan (JPFK),
Muliawati, N. E. (2017). Proses Berpikir Lateral
4(1), 10.
Siswa Dalam Memecahkan Masalah
[Link]
Berdasarkan Gaya Kognitif Dan Gender.
Fitriana, I. N., & Mampouw, H. L. (2019). Skema JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Kognitif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika), 2(1), 55.
Peluang Ditinjau dari Pendekatan Polya. [Link]
Mosharafa: Jurnal Pendidikan
Muslihah, N. N., & Suryaningrat, E. F. (2021).
Matematika, 8(3), 353–364.
Model Pembelajaran Contextual Teaching
[Link]
and Learning terhadap Kemampuan
510
Pemecahan Masalah Matematis.
Harahap, E. R., & Surya, E. (2017). Kemampuan Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika,
Pemecahan Masalah Matematis Siswa 1(3), 553–564.
Kelas VII Dalam Menyelesaikan Persamaan [Link]
Linear Satu Variabel. 07. 1445
Jihanifa, F. A., Sumaji, S., & Riswari, L. A. (2023). Ningsih, P. R., Hidayat, A., & Kusairi, S. (n.d.).
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Penerapan Problem Based Learning untuk
Masalah Matematis Siswa Melalui Model Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Problem Based Learning Berbasis STEAM dan Hasil Belajar Siswa Kelas III.
Berbantuan Media MONKABICO. EQUALS:
Novita, R., & Pd, M. (2015). Korelasi Kemampuan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 6(2),
Pemecahan Masalah Matematis Terhadap
116–128.
Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 4 Banda
[Link]
Aceh. Jurnal Pendidikan Matematika, 2.
6
OECD. (2019). PISA 2018 Assessment and
Kusumawati, N. (2017). Penerapan Metode
Analytical Framework. OECD.
Active Learning Tipe Team Quiz Untuk
[Link]
Meningkatkan Keaktifan Bertanya Dan
Kreatifitas Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Prabawati, M. N. (2018). Analisis Kemampuan
Kelas V SDN Ronowijayan Ponorogo. 1(2). Literasi Matematik Mahasiswa Calon Guru
Matematika. Mosharafa: Jurnal Pendidikan
Lestari, P., & Rosdiana, R. (2018). Kemampuan
Matematika, 7(1), 113–120.
Pemecahan Masalah Matematis Siswa
[Link]
melalui Model Pembelajaran Learning
347

27
Setyawati, Muthi, Enkas, Afifah, Luklua, Normalasari EQUALS Vol. 7, No. 1, Juni 2024

Rahmayanti, D., Supriyanto, D. H., & Khusniyah, 605


T. W. (2022). Pengaruh Keaktifan Bertanya
Ulfa, Y. L., Roza, Y., & Maimunah, M. (2022).
Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah
Kemampuan Pemecahan Masalah
Dasar. Jurnal Holistika, 6(1), 34.
Matematis Siswa SMA pada Materi Jarak
[Link]
pada Bangun Ruang. Mosharafa: Jurnal
40
Pendidikan Matematika, 11(3), 415–424.
Rikawati, K., & Sitinjak, D. (2020). Peningkatan [Link]
Keaktifan Belajar Siswa dengan .1426
Penggunaan Metode Ceramah Interaktif.
Usa, S. L., & Muhudiri, F. (2021). Pengaruh
Journal of Educational Chemistry (JEC),
Keaktifan Belajar dan Motivasi Belajar
2(2), 40.
Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII
[Link]
SMP Negeri 2 Sampolawa. Jurnal Akademik
9
Pendidikan Matematika, 87–92.
Riswari, L. A., Septiana, E., & Saidah, R. A. (2023). [Link]
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah
Usman, P. M., Tintis, I., & Nihayah, E. F. K. (2022).
Matematis Siswa Kelas I SD Materi
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah
Penjumlahan Dan Pengurangan.
Matematika Siswa dalam Menyelesaikan
Indonesian Journal of Elementary
Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel.
Education (IJOEE), 5(1), 11.
Jurnal Basicedu, 6(1), 664–674.
[Link]
[Link]
Sanidah, S., & Sumartini, T. S. (2022). Kesulitan 990
siswa kelas viii dalam menyelesaikan soal
Utami, R. W., & Wutsqa, D. U. (2017). Analisis
cerita spldv dengan menggunakan langkah
Kemampuan Pemecahan Masalah
polya di desa cihikeu. Jurnal Inovasi
Matematika Dan Self-Efficacy Siswa SMP
Pembelajaran Matematika:
Negeri di Kabupaten Ciamis. Jurnal Riset
PowerMathEdu, 1(1), 15–26.
Pendidikan Matematika, 4(2), 166.
[Link]
[Link]
v1i1.1912
Zakiyah, S., Hidayat, W., & Setiawan, W. (2019).
Subaidah. (2020). Kemampuan Memecahkan
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah
Masalah Matematika Kelas X IPS SMA
dan Respon Peralihan Matematik dari SMP
Wijaya Putra Surabaya Pada Materi Sistem
ke SMA pada Materi SPLTV. Mosharafa:
Persamaan Linear Tiga Variabel Dengan
Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 227–
Teori Polya. Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu
238.
Pendidikan, 5(1), 674–680.
[Link]
[Link]
437
humanistics.v5i1.710
Zulfitri, H. (2019). Analisis Kemampuan
Suryani, M., Jufri, L. H., & Putri, T. A. (2020).
Pemecahan Masalah Matematika Setelah
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah
Pembelajaran dengan Pendekatan MEAs
Siswa Berdasarkan Kemampuan Awal
pada Materi Sistem Persamaan Linier Tiga
Matematika. Mosharafa: Jurnal Pendidikan
Variabel. Jurnal Gantang, 4(1), 7–13.
Matematika, 9(1), 119–130.
[Link]
[Link]

28

Anda mungkin juga menyukai