PERILAKU KONSUMEN PELAYANAN KESEHATAN
NAMA : DANDI
NIM : WN10524010
KELAS : 1A
PROGRAM STUDI S1 ADMINISTRASI KESEHATAN
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS WIDYA NUSANTARA
TAHUN 2024
1. PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen adalah suatu proses yang digunakan konsumen untuk membuat keputusan
pembelian, serta menggunakan barang atau jasa yang dibeli dan juga termasuk faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan. pembelian tersebut. Perilaku konsumen sebagai perilaku yang
menampilkan pelanggan dalam mencari, purchaseing, menggunakan, mengevaluasi dan
membuang produk dan layanan yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. Dari
pengertian perilaku konsumen diatas maka dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen
merupakan bagian integral strategi perencanaan pemasaran. Ruang lingkup kajian perilaku
konsumen meliputi:
1.P roses pengenalan kebutuhan, pencarian infornasi dan evaluasi
2. Keputusan membeli dan pasca pembelian
3. Faktor-faktor determinan yang mempengaruhi proses keputusan membeli dan perilaku
pascapembelian
Dari pengertian perilaku konsumen, setiap pemasar harus memahami proses maupun faktor yang
memengaruhi keputusan membeli produk jasa. Setiap konsumen memiliki keinginan dan harapan
berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Bila kebutuhan dan harapan terpenuhi, konsumen
menjadi puas, bahkan sangat puas, Sehingga nantinya menjadi konsumen loyal dan akhirnya
melipatgandakan keuntungan usaha.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Faktor pribadi
Faktor pribadi merupakan minat dan pendapat seseorang sebagai konsumen. Secara khusus,
faktor ini juga dipengaruhi oleh demografi seperti:
Usia ,jenis kelamin, budaya, profesi ,latar belakang.
Faktor psikologis merupakan respons dan sikap individu terhadap: campaign pemasaranmu
kebutuhan pribadi sebagai seorang konsumen.
Perilaku konsumen untuk melakukan pembelian dipengaruhi olch lingkungan yang meliputi:
faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis.
1. Faktor budaya
Budaya adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya
adalah sekumpulan nilai, norma, dan symbol yang memiliki arti, yang membentuk perilaku
manusia dan hasil karya serta diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Misalnya:
bayi panas dipersepsikan mau tumbuh gigi, diare dipersepsikan mau bisa jalan, atau meninggal
di puskesmas didenda satu kerbau. Semuanya adalah contoh negatif. Jadi pada intinya budaya
terbangun dari perilaku umum dan sikap mental baik individu maupun kelompok.
2. Faktor sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial seperti kelompok referensi dan anggota
keluarga
a) Kelompok referensi
Kelompok referensi adalah kelompok masyarakat yang memengaruhi perilaku seseorang untuk
membeli. Tokoh masyarakat adalah contoh referensi tidak langsung dan aspirasi, Oleh karena
itu, promosi pada kelompok ini sangat menentukan keberhasilan pemasaran. Kelompok referensi
bertindak sebagai sumber informasi dan memengaruhi persepsi pembeli atau pengguna secara
langsung. Kelompok referensi langsung dapat dikategorikan sebagai initiator, influencer, dan
decider, Mereka memengaruhi pembeli secara tidak langsung melalui tingkat aspirasi individu.
b) Anggota keluarga
Dalam sebuah keluarga, seseorang dapat berperan sebagai initiator, influencer, pengambil
keputusan, serta pembeli dan atau pengguna. Orang tua sanagt menentukan siapa yang menolong
persalinan anaknya.
Perilaku Konsumen dan Proses Pembelian Pelayanan Kesehatan.
Menurut Gilson, dkk (1994) dalam tesis Atit Hadiati (2002), yang menjadi elemen penting dalam
menentukan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan:
1. Kemanjuran obat, keterjangkauan biaya, tidak membutuhkan. waktu yang lama dalam proses
perawatan.
2. Memperoleh obat merupakan faktor yang terpenting yang mendasari pola pemanfaatan
pelayanan kesehatan.
3. Pandangan yang menyeluruh mengenai penampilan, seperti sikap petugas yang baik,
kecakapan petugas, dan hubungan petugas. dengan pasien.
4. Persepsi masyarakat terhadap kualitas sarana dan prasarana yang meliputi jarak yang dapat
dicapai, keadaan gedung, ruang tunggu, privasi, dan kelengkapan peralatan medis.
5. Persepsi masyarakat terhadap kualitas proses yang meliputi keterampilan petugas, kecukupan
staf, biaya perawatan, dan penjelasan pengobatan.
Komponen perilaku konsumen pelayanan kesehatan:
1. Komponen kognitif
Komponen kognitif dari sikap tertentu berisikan informasi yang dimiliki seseorang tentang orang
lain atau benda (obyek dari sikapnya). Informasi ini bersifat deskriptif dan tidak termasuk derajat
kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap obyek tersebut. Informasi ini bisa benar atau tidak
benar, yang penting pada komponen kognitif dari sikap tertentu ini adalah kepercayaan bahwa
informasi tersebut benar.
2. Komponen affektif
Komponen affektif dari sikap tententu berisikan perasaan- perasaan seseorang terhadap
obyeknya. Komponen ini melibatkan evaluasi dan emosi dan sering diekspresikan
sebagai perasaan suka atau tidak suka terhadap obyek dari sikapnya. Komponen affektif dari
sikap tertentu merupakan reaksi terhadap komponen kognitif.
3. Komponen kecenderungan
Perilaku dari sikap tertentu berisikan cara yang direncanakan seseorang untuk sebelumnya,
kognitif dan affektif, akan mempengaruhi cara dalam merencanakan tindakan tertentu
terhadap obyek tersebut.
Manfaat perilaku konsumen
[Link] perbedaan berbagai kelompok konsumen
[Link] program marketing yang sesuai
[Link] tren pasar
[Link] daya saing dengan kompetitor
[Link] customer service
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
kesehatan