0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan72 halaman

Analisis Akuntansi Transaksi ATM BRI

Skripsi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
86 tayangan72 halaman

Analisis Akuntansi Transaksi ATM BRI

Skripsi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


DALAM PROSES TRANSAKSI ATM PADA
PT. BANK BRI (PERSERO) TBK.
UNIT NAIKOTEN KUPANG

Angel Adriani Adoe Lenggu

NIM. 1823755015

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

JENJANG PENDIDIKAN SARJANA TERAPAN

JURUSAN AKUNTANSI

POLITEKNIK NEGERI KUPANG

2022

1
HALAMAN PENGESAHAN
SKRIPSI

ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PROSES


TRANSAKSI ATM PADA PT. BANK BRI (PERSERO) TBK. UNIT
NAIKOTEN KUPANG

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan


Program Studi Akuntansi Sektor Publik
Jurusan Akuntansi

Disetujui oleh Tim Penguji Skripsi


Tanggal Oktober 2022

Mengetahui / Menyetujui,

Dosen Penguji Tanda Tangan

1. DR. Donny T. S Junias, SE., MM ....................


2. Jennie S. Sir, SE., MSA, Ak ....................
3. Melda M. Poeh, SE., [Link] ....................

Dosen Pembimbing Tanda Tangan

1. Selfesina Samadara, SE., [Link] ....................


2. Agusta Amanda Wulandari, SE., [Link] ....................

Ketua Program Studi Ketua Jurusan


Akuntansi Sektor Publik Akuntansi

Fransiscus N. Naiola, SE., [Link] Deetje W. Manuain, SE., [Link]


NIP. 19920206 201903 1 017 NIP. 19690108 200003 2 001

i
HALAMAN PERSETUJUAN
1. Judul Skripsi : Analisis Sistem Informasi Akuntansi
Dalam Proses Transaksi ATM Pada PT.
Bank BRI (Persero) TBK. Unit Naikoten
Kupang
2. Bidang Skripsi : Analisis
3. Bidang Keahlian : Akuntansi Sektor Publik
4. Pengusul
a. Nama Lengkap : Angel Adriani Adoe Lenggu
b. NIM : 1823755015
c. Program Studi : Akuntansi Sektor Publik
d. Jurusan : Akuntansi
e. Alamat Email : Angellenggu070614@[Link]
5. Dosen Pembimbing
Pembimbing I
a. Nama Lengkap : Selfesina Samadara, SE., [Link]
b. NIP : 19711029 200112 2 001
Pembimbing II
a. Nama Lengkap : Agusta Amanda Wulandari, SE., [Link]
b. NIP : 19850615 201903 2 010
6. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 (Lima Bulan)
Kupang, Oktober 2022
Pengusul

Angel Adriani Adoe Lenggu


NIM.1823755026

Mengetahui dan Menyetujui


Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Selfesina Samadara, SE., [Link] Agusta Amanda Wulandari, SE., [Link]


NIP.19711029 200112 2 001 NIP.19850615 201903 2 010

Ketua Program Studi

Fransiscus N. Naiola, SE., [Link]


NIP. 19920206 201903 1 017

ii
MOTTO

Segala perkara

dapat kutanggung di dalam Dia

yang memberi kekuatan kepadaku.

Filipi 4:13

iii
PERSEMBAHAN

Kupersembahakan dengan penuh hormat dan dengan segenap cinta serta doa,
karya yang sederhana ini untuk :
Tuhan Yesus,
Bapak dan Ibu tercinta,
Daniel David Adoe Lenggu dan Lodia Adoe Lenggu-Mandala
Terima kasih atas perjuangan dan kasih sayang,
Terima kasih untuk selalu mendoakan dan menyemangati saya.
Juga kepada saudara dan saudari terkasih,
Kakak Sendy Yoan Adoe Lenggu, SH, Revlyn Rolans Kana, SH
Adik Ferdynan Yanto Adoe Lenggu,
Keponakan tersayang Roxyl Israel Ndun Kana
yang selalu mendukung saya.
Teman-teman seperjuangan angkatan 2018, khususnya ASP C.
Almamater tercinta Politeknik Negeri Kupang.

iv
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
kasih dan penyertaan-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan Skripsi
dengan judul “Analisis Sistem Informasi Akuntansi Dalam Proses Transaksi ATM
Pada PT. Bank BRI (Persero) Tbk. Unit Naikoten Kupang” dengan baik dan
lancar. Skripsi ini disusun sebagai Tugas Akhir guna memenuhi syarat mencapai
gelar Sarjana Terapan Akuntansi pada Program Studi D-IV Akuntansi Sektor
Publik, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Kupang.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari bahwa terdapat banyak


kendala dan keterbatasan yang dialami, namun karena bantuan dan dukungan serta
doa dan motivasi yang diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan
Skripsi ini. Terima kasih dengan tulus penulis sampaikan kepada :

1. Bapak Frans Mangngi, S.T, [Link] selaku Direktur Politeknik Negeri


Kupang yang telah memberikan kesempatan dan keleluasaaan bagi
penulis untuk melakukan menyusun Skripsi.
2. Ibu Deetje W. Manuain, SE., [Link] selaku Ketua Jurusan Akuntansi
Politeknik Negeri Kupang yang telah memberikan kesempatan bagi
penulis untuk melakukan menyusun Skripsi.
3. Bapak Fransiscus N. Naiola, SE., [Link] selaku Ketua Program Studi
Akuntansi Sektor Publik yang telah memberikan kesempatan bagi
penulis untuk melakukan menyusun Skripsi.
4. Ibu Selfesina Samadara, SE., [Link] selaku Pembimbing I penyusunan
Skripsi yang telah membimbing penulis secara baik dan terarah.
5. Ibu Agusta Amanda Wulandari, SE., [Link] selaku Pembimbing II
penyusunan Skripsi yang telah membimbing penulis secara baik dan
terarah.
6. Bapak DR. Donny T. S Junias, SE., MM, Ibu Jennie S. Sir, SE., MSA,
Ak, Ibu Melda M. Poeh, SE., [Link] selaku Penguji yang telah menguji
dengan memberikan saran dan masukan yang baik bagi penulis..
7. Bapak/Ibu Dosen Politeknik Negeri Kupang khususnya Dosen Jurusan
Akuntansi yang telah membekali penulis dengan Ilmu dan Pengetahuan

v
semasa berkuliah, Pegawai Jurusan Akuntansi serta Pegawai Akademik
Politeknik Negeri Kupang yang telah melayani penulis secara baik dalam
hal administrasi demi kelancaran perkuliahan hingga penyusunan Skripsi.
8. Bapak/Ibu pegawai Bank BRI (Persero) TBK. Unit Naikoten Kupang
yang dengan tulus dan segenap hati menerima penulis selama menjalani
Praktek Kerja Lapangan hingga Penelitian guna penyusunan Skripsi.
9. Keluarga terkasih khususnya Bapak Daniel David Adoe Lenggu, Ibu
Lodia Adoe Lenggu-Mandala, kakak Sendy Yoan Adoe Lenggu, SH dan
Revlyn Rolans Kana, SH adik Ferdynan Yanto Adoe Lenggu, keponakan
Roxyl Israel Ndun Kana yang tiada henti-hentinya mendukung dan
mendoakan penulis selama menjalani masa perkuliahan hingga pada
tahap penyusunan Skripsi.
10. Teman-teman mahasiswa Jurusan Akuntansi Sektor Publik (ASP 2018)
khususnya Akuntansi Sektor Publik (ASP C) dan terkhusus lagi untuk
kesebelas teman The Girls yang selalu mendukung dan memotivasi
penulis selama menjalani masa perkuliahan hingga penyusunan Skripsi.
Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan.
Oleh sebab itu dengan kerendahan dan ketulusan hati, Penulis mengharapkan
saran dan masukan yang bersifat konstruktif guna penyempurnaan tulisan ini.
Kiranya karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca.

Kupang, Oktober 2022

Penulis

vi
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM
PROSES TRANSAKSI ATM PADA PT. BANK BRI (PERSERO)
TBK. UNIT NAIKOTEN KUPANG

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Sistem Informasi Akuntansi


dalam Proses Transaksi ATM pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit
Naikoten Kupang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif
dan sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara terhadap
pegawai costumer service, supervisor dan beberapa pegawai Bank BRI Unit
Naikoten serta observasi dan pengambilan gambar fisik perangkat keras atau
Hardware perbankan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan
mengumpulkan data, mereduksi atau mengelompokkan data, menyajian data serta
menarik kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah.
Hasil dari penelitian menunjukkan Sistem Informasi Akuntansi transaksi pada
mesin ATM didukung dengan sistem informasi yang menggunakan kecangihan
teknologi dalam upaya untuk mengurangi kesalahan dan pengawasan dalam
pemakaian sistem informasi akuntansi pada mesin ATM.

Kata Kunci : Bank BRI, Sistem Informasi Akuntansi, Transaksi ATM.

1
Peneliti
2
Pembimbing 1
3
Pembimbing 2

vii
ANALYSIS OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM IN
ATM TRANSACTION PROCESS AT PT. BANK BRI (PERSERO)
TBK. KUPANG NAIKOTEN UNITS

ABSTRACT

This research aims to analyze how the Accounting Information System in the
ATM Transaction Process at Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Naikoten
Kupang Unit.
This type of research is a qualitative descriptive field research and the source
of the data in this study was obtained through interviews with customer service
employees, supervisors and several employees of Bank BRI Naikoten Unit as well
as observation and taking physical pictures of banking hardware. The data
analysis technique in this study is to collect data, reduce or classify data, present
data and draw conclusions to answer formulation of problem.
The results of the research show that the Accounting Information System for
transactions at ATM machines is supported by an information system that uses
advanced technology in an effort to reduce errors and supervision in the use of
accounting information systems on ATM machines.

Keywords : Accounting Information System, ATM Transaction, BRI Bank.

1
Researcher
2
Advisor 1
3
Advisor 2

viii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ i


HALAMAN PERSETUJUAN ....................................................................... ii
MOTTO ........................................................................................................... iii
PERSEMBAHAN ........................................................................................... iv
KATA PENGANTAR .................................................................................... v
ABSTRAK ....................................................................................................... vii
ABSTRACT ..................................................................................................... viii
DAFTAR ISI ................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ........................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xii
BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 4
1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................... 4
1.4 Manfaat Penelitian .................................................................................. 5
1.5 Batasan Masalah ..................................................................................... 5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................... 6
2.1 Sistem Informasi Akuntansi .................................................................... 6
2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi ........................................ 6
2.1.2 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi .............................................. 9
2.1.3 Manfaat Sistem Informasi Akuntansi ............................................ 9
2.1.4 Komponen Sistem Informasi Akuntansi ........................................ 10
2.2 Electronic Data Processing (EDP) ........................................................ 12
2.2.1 Pengertian Electronic Data Processing (EDP) .............................. 12
2.2.2 Elemen-Elemen Electronic Data Processing (EDP) ..................... 13
2.3 Transaksi dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM)..................................... 15
2.3.1 Pengertian Transaksi ...................................................................... 15
2.3.2 Pengertian Menurut Para Ahli ....................................................... 15
2.3.3 Pengertian Anjungan Tunai Mandiri ............................................. 16

ix
2.3.4 Fungsi dan Manfaat Anjungan Tunai Mandiri .............................. 17
2.3.5 Proses Pengolahan Data Pada Anjungan Tunai Mandiri ............... 17
2.4 Penelitian Terdahulu .............................................................................. 18
2.5 Kerangka Berpikir .................................................................................. 20
BAB 3 METODE PENELITIAN .................................................................. 21
3.1 Lokasi dan Objek Penelitian ................................................................... 21
3.1.1 Lokasi Penelitian ........................................................................... 21
3.1.2 Objek Penelitian ............................................................................ 21
3.2 Jenis dan Sumber Data ........................................................................... 21
3.2.1 Jenis Penelitian .............................................................................. 21
3.2.2 Sumber Data Penelitian …………................................................. 21
3.3 Populasi dan Sampel ............................................................................... 22
3.3.1 Populasi Penelitian ........................................................................ 22
3.3.2 Sampel Penelitian ......................................................................... 22
3.4 Teknik Pengumpulan Data .................................................................... 23
3.5 Teknik Analisis Data ............................................................................ 24
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................ 25
4.1 Objek Penelitian ..................................................................................... 25
4.2 Visi dan Misi Bank BRI Unit Naikoten ................................................. 26
4.3 Struktur Bank BRI Unit Naikoten .......................................................... 26
4.4 Hasil Penelitian ...................................................................................... 32
4.5 Analisis Sistem Informasi Akuntansi Dalam Proses Transaksi ATM
Pada Bank BRI ....................................................................................... 41
4.6 Pembahasan ............................................................................................ 47
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................... 52
5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 52
5.2 Saran ....................................................................................................... 52
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 54
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................. 57

x
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ........................................................................ 18


Tabel 4.1 Jurnal Kaidah Debit dan Kredit ........................................................ 42

xi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pengolahan Data Menurut SIA ..................................................... 11


Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ........................................................................ 20
Gambar 4.1 Struktur Bank BRI Unit Naikoten ................................................ 26
Gambar 4.2 Flowchart Proses Taransaksi ATM .............................................. 35
Gambar 4.3 Flowchart penarikan uang di mesin ATM ……………………… 36
Gambar 4.4 Flowchart penyetoran uang di mesin ATM ……………………. 37

xii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat mengikuti
perkembangan jaman khususnya di Indonesia memberikan dampak
meningkatnya kebutuhan masyarakat Indonesia dalam melakukan
kegiatan maupun aktivitas ekonomi. Dengan meningkatnya kebutuhan
masyarakat Indonesia dalam melakukan kegiatan ekonomi dapat
disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktor dari meningkatnya
kebutuhan masyarakat Indonesia dalam melakukan kegiatan ekonomi
adalah keinginan masyarakat untuk mendapatkan berbagai kemudahan
dalam bertransaksi saat melakukan kegiatan dan aktivitas ekonomi.
Salah satu lembaga keuangan yang ada Indonesia untuk
menyokong pertumbuhan Ekonomi di Indonesia adalah lembaga
Perbankan, dimana Bank sebagai lembaga keuangan mempunyai
peranan yang cukup penting untuk dapat memenuhi setiap kebutuhan
masyarakat Indonesia yang terus meningkat mengikuti perkembangan
Jaman. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat
Indonesia, maka memberikan dorongan kepada para perusahaan di
dunia perbankan atau pada setiap bank yang ada di Indonesia untuk
dapat mengembangkan berbagai produk yang dilahirkan oleh bank
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Produk yang dikeluarkan oleh setiap perbankan selain sebagai
pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia, bertujuan juga untuk
mempermudah masyarakat Indonesia dalam sistem informasi,
khususnya dalam melakukan transaksi on-line dalam kegiatan maupun
aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia karena
perkembangan jaman yang semakin berkembang dengan pesat
nengharuskan masyarakat Indonesia untuk menggunakan teknologi
dalam melakukan setiap kegiatan maupun aktivitas ekonomi
masyarakat Indonesia sebagai nasabah perbankan.

1
Teknologi yang digunakan oleh masyarakat Indonesia salah
satunya dalam hal ini adalah teknologi komputer, dimana komputer
mempunyai kemampuan sebagai suatu alat elektronik modern yang
dapat menghasilkan serangkaian laporan yang masyarakat Indonesia
inginkan dengan mengolah data mentah, sesuai dengan sejumlah
program yang terdapat dalam komputer tersebut. Dengan cara kerja
komputer yang cepat, tepat dan akurat menjadikan komputer sebagai
alat utama dalam perusahaan perbankan, akan tetapi kesalahan dalam
program yang terdapat pada komputer akan memberikan akibat yang
fatal bagi output yang dihasilkan oleh komputer.
Bank sebagai lembaga keuangan di Indonesia yang menggunakan
komputer sebagai alat dalam sistem informasi untuk setiap aktivitas
ekonomi yang dilakukan oleh nasabah yakni masyarakat Indonesia
dan juga bank sebagai lembaga atau perusahaan, dimana dalam
aktivitas ekonomi yang menggunakan komputer terdapat electronic
data processing berkaitan erat dengan komputer yang berperan
sebagai alat bantu pengolahan data yang sangat diandalkan dalam
mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam
memenuhi kebutuhan konsumennya dalam hal ini para nasabah bank.
Pendukung operasional dalam bentuk fisik dan program pada
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) di Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
Bank BRI adalah perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak
(Software). Perangkat keras dan perangkat lunak menjadi sistem
pendukung yang menunjang kinerja perangkat dan satuan unit dalam
sistem informasi akuntansi dari ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI)
yaitu dijelaskan sebagai berikut :
1. Perangkat keras (Hardware)
Hardware adalah sebuah komponen pada sebuah computer
yang dapat dilihat atau berbentuk fisik. Dalam aplikasi sistem
informasi akuntansi penarikan uang di ATM Bank BRI
menggunakan perangkat keras seperti pengolahan data (CPU),
keyboard, printer, mouse, dan lain-lain.

2
2. Perangkat lunak (Sofware)
Software adalah program dari mesin ATM yang sistem operasinya
menggunakan sistem windows sehingga pemakai akan mudah dalam
menggunakan program ini.
Bank sebagai perusahaan yang menggunakan komputer sebagai
sarana sistem informasi yang dihasilkan bertujuan untuk memberikan
manfaat bagi pihak manajemen dalam mengambil keputusan juga
kepada pihak lain terutama nasabah. Salah satu manfaatnya bagi
nasabah bank adalah dengan mudahnya nasabah dapat memperoleh
informasi terkait saldo yang terdapat pada rekening seorang nasabah.
Sarana sistem informasi dari komputer dalam memberikan informasi
kepada para nasabah dapat terjadi karena bank pada mulanya masih
memakai sistem manual yaitu dengan mengandalkan sistem teller
dalam melakukan transaksi. Akan tetapi dengan perkembangan
teknologi yang pesat, maka saat ini perusahaan perbankan
menggunakan komputer sebagai alat pengolahan data transaksi yang
terjadi pada setiap kegiatan antara bank dan nasabahnya.
Salah satu produk bank dengan menggunakan sistem informasi
komputer yang diberikan bank kepada masyarakat Indonesia adalah
Automated Teller Machine (ATM). ATM adalah salah satu bentuk
produk perbankan hasil teknologi (komputer) dalam upaya
peningkatan pelayanan bank kepada nasabah. ATM mampu
menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran, penggunaan
ATM dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan.
Melalui ATM nasabah dapat melakukan penarikan tunai, penyetoran,
pemindahan buku antar-rekening, melihat informasi saldo, dan
menukarkan cek setiap saat selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam
seminggu dan pada waktu libur.
Bank yang telah mengeluarkan produk perbankan yakni ATM
masih didapati memiliki banyak kekurangan dalam melakukan
kegiatan ekonomi, dimana salah satu kekurangannya yang banyak
dirasakan oleh masyarakat Indonesia sebagai nasabah adalah

3
terdapatnya kesalahan sistem informasi saat dimana nasabah
menggunakan ATM dan menginput data untuk sejumlah uang yang
diambil oleh para nasabah, akan tetapi dalam prosesnya uang tunai
yang diperlukan oleh nasabah tidak didapatkan secara otomatis dari
ATM telah mengurangi atau mendebet sejumlah saldo dari rekening
nasabah tersebut.
Kesalahan dari sistem informasi pada ATM sebagai salah satu
produk perbankan yang digunakan oleh para nasabah dalam
mengambil sejumlah uang dapat memberikan kerugian yang cukup
besar bagi perusahaan bank maupun nasabahnya dengan kekurangan
sistem dalam penginputan data dalam transaksi menggunakan ATM,
dengan kesalahan dan kekurangan dari sistem informasi pada ATM
ini, maka penulis dalam penelitian ini tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai sistem informasi akuntasi dalam perbankan
dengan mengambil judul “Analisis Sistem Informasi Akuntansi
dalam Proses Transaksi ATM Pada PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk. Unit Naikoten.”

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka
penulis merumuskan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian
ini adalah Bagaimana Sistem Informasi Akuntansi dalam proses
transaksi ATM yang digunakan Bank Rakyat Indonesia?

1.3 Tujuan
Setiap penelitian mempunyai tujuan yang tepat dan jelas agar
sesuai dengan kehendak yang ingin dicapai. Berdasarkan latar
belakang dan rumusan masalah di atas, maka Tujuan dalam Penelitian
ini adalah mengetahui Sistem Informasi Akuntansi dalam proses
transaksi ATM yang ada di Bank Rakyat Indonesia.

4
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi Pihak-pihak sebagai berikut :
a. Bagi penulis
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan,
pengetahuan serta pemahaman baru bagi penulis terkait Sistem
Informasi Akuntansi dalam proses transaksi ATM.
b. Bagi Bank BRI Unit Naikoten Kupang
Penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi Bank BRI Unit Naikoten
untuk perbaikan dan peningkatan Sistem Informasi Akuntansi
dalam pelayanan transaksi ATM bagi Nasabah.
c. Bagi Pihak lain
Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi pembaca khususnya
terkait Sistem Informasi Akuntansi dalam transaksi ATM.

1.5 Batasan Masalah


Luasnya ruang lingkup kerja pada Bank BRI Unit Naikoten
Kupang, maka penelitian ini dalam pelaksanaannya hanya dibatasi
pada Sistem Informasi Akuntansi dalam transaksi ATM.

5
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Informasi Akuntansi


2.1.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi merupakan suatu komponen dalam
perusahaan yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah,
menganalisis serta mengkomunikasikan informasi keuangan dan
pengambilan sebuah keputusan yang relevan untuk pihak eksternal
dan pihak internal suatu Instansi atau Entitas atau Perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi adalah sistem informasi berbasis
komputerisasi yang mengolah data keuangan yang berhubungan
dengan data transaksi dalam siklus akuntansi dan menyajikannya
dalam bentuk laporan keuangan kepada manajemen perusahaan.
Mulyadi (2016:3) mengungkapkan bawah “Sistem Informasi
Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang
dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan
yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan
perusahaan.
Susanto (2013:22) berpendapat bahwa “Sistem adalah kumpulan
dari sub sistem atau bagian atau komponen apapun baik phisik
ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan
bekerja secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.” Dengan
kata lain, Sistem adalah komponen yang saling berhubungan, bekerja
secara harmonis, dan terstruktur untuk mencapai tujuan organisasi.
Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi bentuk
yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan
keputusan saat ini atau mendatang. Dasar dari informasi adalah data,
kesalahan dalam mengolah data akan menyebabkan kesalahan dalam
memberikan informasi yang berkualitas, akurat dan terpercaya.
Sugito (2015:16) mengungkapkan bahwa “Informasi dapat diartikan
sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti dan

6
fungsi bagi manusia, sedangkan data dapat diartikan sebagai
sekumpulan fakta mentah yang mewakili kejadian-kejadian yang
terjadi dalam suatu organisasi atau pada lingkungan, sebelum diolah
dan dibentuk ke dalam format yang bisa dimengerti dan digunakan.”
Pengertian data dan informasi yang diungkapkan Krismiaji (2010:15)
yaitu “Data adalah fakta yang diinput, disimpan, dan diproses oleh
sebuah sistem informasi. Informasi adalah sebuah data yang telah
diorganisasi, dan telah memiliki kegunaan dan manfaat.”

Dengan demikian dapat pula disimpulkan bahwa data adalah


input bagi sebuah sistem informasi, sedangkan informasi merupakan
output. Data diproses menjadi informasi yang bermanfaat bagi para
pembuat keputusan untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik.
Aturan umum yang berlaku adalah semakin tinggi kualitas informasi
yang tersedia bagi para pembuat keputusan, maka semakin baik
keputusan yang dihasilkan. Agar bermanfaat, sebuah informasi harus
memiliki kualitas atau karakteristik. Dimana kualitas informasi berarti
bahwa informasi yang dihasilkan atau dikelola mampu memenuhi
kebutuhan manajemen dalam aktivitas dan pengambilan keputusan.
Akuntansi dapat diartikan sebagai seni dalam melakukan
pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran, yang mana hasil
akhirnya tercipta sebuah informasi seluruh aktivitas keuangan
perusahaan. Tujuan akuntansi yang digambarkan dalam laporan
keuangan adalah untuk memberikan informasi yang bermanfaat dalam
pengambilan keputusan bagi para pemakai (Ismail 2010:2).
Lapoliwa (2011:2) berpendapat bahwa akuntansi adalah suatu
sistem informasi, berdasarkan nama pihak-pihak yang berkepentingan
dalam usaha mengambil keputusan. Informasi sebagai hasil dari
akuntansi dibutuhkan oleh banyak pihak, baik intern maupun ekstern.
Golongan yang paling banyak tertarik untuk mengetahui informasi
keuangan antara lain adalah manajemen, pemegang saham, pegawai,
debitur dan kreditur, bank, pemerintah, dan pihak-pihak lainnya.
Menurut Zaki Baridwan (2005) “Sistem Informasi Akuntansi

7
adalah suatu kesatuan sistem dalam suatu perusahaan yang memproses
data keuangan untuk menyediakan informasi atau laporan akuntansi
bagi para pemakai atau pihak yang membutuhkan laporan keuangan.”
Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti
orang dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan
dan data lainnya agar menjadi informasi. Informasi ini kemudian
dikomunikasikan kepada berbagai pihak pengambil keputusan.

Sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang


memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang
bermanfaat atau berguna untuk merencanakan, mengendalikan, dan
mengoperasikan bisnis. Informasi akuntansi umumnya berbasis
komputer dan metode untuk melacak kegiatan akuntansi dalam
hubungannya dengan sumber daya teknologi informasi. Dari beberapa
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi
akuntansi adalah serangkaian komponen yang berhubungan
melakukan pencatatan dan pemprosesan data akuntansi menjadi
sebuah informasi yang berguna untuk organisasi dalam pengambilan
keputusan. Untuk dapat menghasilkan informasi yang diperlukan oleh
para pembuat keputusan, maka sistem informasi akuntansi harus
melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut :

a. Mengumpulkan transaksi-transaksi dan data lainnya kemudian


memasukkannya ke dalam system.

b. Memproses data transaksi.

c. Menyimpan data untuk keperluan di masa mendatang.

d. Menghasilkan informasi yang diperlukan dengan memproduksi


laporan, atau memungkinkan para pemakai untuk melihat
sendiri data yangtersimpan di komputer.

e. Mengendalikan seluruh proses sedemikian rupa sehingga


informasi yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya.
Sistem informasi akuntansi lebih berorientasi data dari pada berorientasi
pada informasi dan datanya sebagian besar bersifat historis. Walaupun

8
berorientasi pada data, sistem informasi akuntansi juga menyediakan
database yang berfungsi sebagai dasar bagi subsistem. Pengolahan data
adalah suatu kegiatan memanipulasi atau mentransformasi simbol-simbol
seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya.
Pengolahan transaksi semakin banyak digunakan untuk menggambarkan
atau menjelaskan pengolahan data yang diterapkan pada data bisnis.

2.1.2 Tujuan Sistem Informasi Akuntansi


Berdasarkan pengertian sistem informasi akuntansi, sistem
informasi akuntansi memiliki tujuan untuk menghasilkan informasi
yang diperlukan oleh para pembuat keputusan, baik pihak internal
maupun pihak eksternal perusahaan. Terdapat tiga tujuan utama sistem
informasi akuntansi menurut Krismiaji (2010:37) yaitu :
a. Menjamin bahwa informasi yang dihasilkan dapat dipercaya.
b. Menjamin bahwa aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien
dan sesuai dengan tujuan manajemen serta sejalan dengan
peraturan yang telah ditetapkan.
c. Melindungi dan menjaga aktiva organisasi termasuk data lain
yang dimiliki oleh perusahaan.
Berdasarkan penjabaran di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan
sistem informasi akuntansi ialah untuk membantu manajemen dalam
menjalankan aktivitas dan dalam pengambilan keputusan secara cepat,
tepat, akurat dan terpercaya.

2.1.3 Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi (SIA) yang didesain dengan baik, dapat


menambah nilai untuk organisasi dengan :
a. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa.
Contohnya, SIA dapat memonitor mesin sehingga operator akan
diberitahukan sesegera mungkin ketika kinerja berada di luar
kualitas yang diterima.

9
b. Meningkatkan efisiensi. Contohnya, informasi yang tepat waktu
membuat pendekatan manufaktur just-in-time menjadi
memungkinkan, karena pendekatan ini membutuhkan informasi
yang konstan, akurat, dan terbaru mengenai persediaan bahan
baku dan lokasi mereka.
c. Berbagi pengetahuan. Berbagi pengetahuan dan keahlian dapat
meningkatkan operasi dan memberikan keunggulankompetitif.
d. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas rantai pasokannya.
e. Meningkatkan struktur pengendalian internal. SIA dengan
struktur pengendalian internal yang tepat dapat membantu
melindungi sistem dari kecurangan, kesalahan, kegagalan
sistem, dan bencana.
f. Meningkatkan pengambilan keputusan. Peningkatan dalam
pengambilan keputusan adalah hal yang sangat penting.

2.1.4 Komponen Sistem Informasi Akuntansi


Sistem informasi akuntansi adalah struktur yang digunakan bisnis
untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, memproses,
mengambil, dan melaporkan data keuangannya sehingga dapat
digunakan oleh akuntan, konsultan, analisis bisnis, manajer, chief
financial officer (CFO), auditor, regulator, dan agen pajak. Akuntan
yang terlatih secara khusus bekerja secara mendalam dengan sistem
informasi akuntansi untuk memastikan tingkat akurasi tertinggi dalam
transaksi keuangan dan pencatatan perusahaan, serta membuat data
keuangan mudah tersedia bagi yang secara sah membutuhkan akses.
Untuk mencapai tujuan sistem informasi akuntansi yaitu
memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan
maka diperlukan unsur- unsur sistem informasi akuntansi yang terdiri
dari beberapa unsur pokok atau penting yaitu :
a. Orang-orang yang mengoprasikan sistem dan melakukan
berbagai fungsi.

10
b. Procedures and instructions, baik prosedur manual maupun
terkomputerisasi, yang dilibatkan dalam mengumpulkan,
memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas organisasi.
c. Data-data tentang proses-proses bisnis organisasi.
d. Software yang dipakai untuk memproses data organisasi.
e. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan
pendukung, dan peralatan komunikasi jaringan.
f. Kontrol Internal, yakni tindakan keamanan atau safety untuk
melindungi data dan informasi sensitif.

Pengolahan data menurut SIA

Input Proses Output

Dokumen Jurnal
sumber
Laporan
Keuangan

Buku besar

Laporan
lainnya

File
Transaksi

Gambar 2.1 Pengolahan data menurut SIA

11
2.2 Electronic Data Processing (EDP)
2.2.1 Pengertian Electronic Data Processing (EDP)
Sistem pengolahan data elektronik ditandai dengan penggunaan
perangkat komputer. Pemakaian komputer mempunyai dampak yang
cukup besar terhadap perusahaan, terutama operasional perusahaan
yang saat ini wajib harus digunakan perusahaan. Hal ini ditandai
dengan komputer yang mampu bekerja sesuai program yang ada dalam
sistem komputer itu sendiri sehingga mampu melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan standar dan keinginanperusahaan.
Data merupakan sekumpulan catatan tentang fakta yang belum
terorganisir namun telah disiapkan prosedur pencatatannya untuk
kemungkinan pengorganisasiannya. Data-data kemudian diolah
sehingga menghasilkan suatu informasi sesuai yang diinginkan.
Menurut Romney B. Marshal (2005) “Informasi adalah data yang
telah diproses dan diatur ke dalam bentuk output yang memiliki arti
bagi orang yang menerimanya.” Jika dikaitkan dengan penerapan
pemrosesan data yang dilakukan oleh sistem EDP, maka menurut
Romy Marsel (2005) “Electronic Data Processing adalah pemrosesan
data dengan menggunakan sistem komputer, hanya dibutuhkan sedikit
atau bahkan tidak ada keterlibatan manusia ketika sedang diproses”.
Pengolahan Data Elektronik (PDE) atau Electronic Data Processing
(EDP) adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berarti
berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik,
yaitu komputer (Ahmad Syahroni, 2013).

Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu


kenyataan. Data dapat berupa angka-angka, huruf atau simbol khusus
atau gabungan darinya. Data mentah masih belum bisa bercerita
banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Pengolahan data berbasis
komputer merupakan aplikasi dari sistem informasi akuntansi dan
bagian dari tugas sistem informasi akuntan yang mengumpulkan data
yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut
menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakainya.

12
Dalam perbankan sistem pengolahan data berbasis komputer
digunakan untuk mencatat transaksi ke dalam jurnal, baik transaksi
perbankan tunai maupun non tunai anatara pihak bank dan nasabah,
memposting dalam buku besar serta menyiapkan laporan keuangan.

2.2.2 Elemen-elemen Electronic Data Processing (EDP)

Electronic Data Processing (EDP) atau pengolahan data elektronik


dapat merujuk kepada metode otomatis dalam pengolahan data
komersial. Biasanya, kegiatan yang cukup sederhana dan berulang
dipakai atau digunakan untuk mengolah informasi yang serupa dalam
jumlah besar. Contohnya antara lain pembaharuan persediaan barang
untuk inventaris, pembaharuan berkas, master akun dan pelanggan dari
transaksi perbankan, pembaharuan sistem pemesanan pesawat dari
transaksi pemesanan dan perhitungan tagihan.

(Margiono, 2012) mengemukakan bahwa Elemen sistem adalah


bagian terkecil sistem yang dapat didefinisikan. Jika suatu sistem
cukup besar yang terdiri dari sub sistem-sub sistem, maka elemen
sistem terdapat pada tingkatan yang paling rendah yang dapat
dikategorikan sebagai individu. Sistem informasi terdiri dari:

a. Orang atau personil yang dimaksudkan yaitu operator


komputer, analis sistem, programmer, data entry dan manager
sistem informasi atau Electronic Data Processing.

b. Prosedur adalah tata cara kerja atau cara menjalankan suatu


pekerjaan. Prosedur merupakan elemen fisik, karena prosedur
disediakan dalam betuk fisik seperti buku panduan dan instruksi.

c. Perangkat keras adalah komponen dari sebuah komputer yang


berbentuk fisik, yang berfungsi untuk mendukung prosas
komputerisasi. Perangkat Keras bagi suatu sistem informasi.
d. Perangkat lunak adalah sekumpula data elektronik, yg disimpan
dan diatur oleh komputer. Perangkat lunak dalam sistem
informasi dapat dibagi dalam 3 jenis utama :

13
- Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem
pengoperasian dan sistem manajemen data yang
memungkinkan pengoperasian sistem komputer.

- Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis


dan keputusan.

- Aplikasi pernagkat lunak yang terdiri atas program yang


secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.

e. Database adalah sekumpulan data yang dikelola berdasarkan


ketentuan tertentu yang saling berkaitan sehingga memudahkan
dalam pengelolaannya. Dalam pengertian lain dijelaskan
Database sebagai file yang berisi program dan data dibuktikan
dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti
diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File
dimaksud juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain di atas
kertas, mikro film, dan lain sebagainya.

f. Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer


dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan.
Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa
kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer
dapat saling bertukar dokumen dan data. Tujuan dari jaringan
komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian
dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan.

g. Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data


atau informasi dari dua atau lebih alat yang terhubung dalam
sebuah jaringan, baik lokal maupun yang luas seperti internet.
Pada dasarnya komunikasi data merupakan proses pengiriman
informasi di antara dua titik menggunakan kode biner.
Pengertian lain menjelaskan komunikasi data merupakan bagian
dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan
transmisi atau pemindahan data yang saling berkoneksi.

14
2.3 Transaksi dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
2.3.1 Pengertian Transaksi
Pengertian Transaksi transaksi adalah kesepakatan yang terjadi
antara penjual dengan pembeli untuk saling bertukar barang, jasa, atau
dalam bentuk aset keuangan. Dalam dunia akuntansi, kegiatan ini bisa
diartikan sebagai suatu aktivitas yang memberikan dampak langsung
terhadap status atau kondisi finansial dan laporan keuangan pada
akhirnya. Pada suatu instansi, perusahaan, dan bisnis, setiap proses
transaksi akan tertulis dalam administrasi. Administrasi yang
dimaksud adalah proses mencatat kegiatan-kegiatan yang dapat
berdampak langsung pada aspek finansial instansi tersebut dengan
cara tertentu, Contohnya pengelolaan laporan keuangan, lacak laba
dan rugi dengan lebih mudah, update status proyek dan lainnya
dengan menggunakan software ERP Finance terbaik.

2.3.2 Pengertian menurut para ahli


a. Menurut Indra Bastian, transaksi adalah pertemuan antara pembeli
dan penjual yang saling menguntungkan dan menyertakan bukti,
data, atau dokumen pendukung yang tercatat. permudah dalam
pengelolaan dokumen yang lebih hemat dengan sistem dokumen.
b. Menurut Slamet Wiyono, transaksi adalah kejadian yang
setidaknya melibatkan dua pihak dan saling bertukar, terlibat ke
dalam perserikatan usaha, pinjam meminjam, atau kegiatan
lainnya tanpa ada paksaan atau ketetapan hukum yang berlaku.
c. Mursyidi berpendapat transaksi adalah kejadian pada dunia bisnis
yang mencakup banyak hal dari proses jual beli, penerimaan dan
pembayaran, hingga kehilangan, kebakaran, arus juga peristiwa
yang dapat ternilai dengan uang.
d. Sedangkan menurut pendapat para ahli yang dikutip dari Accurate,
transaksi diartikan sebagai suatu kegiatan bisnis atau perusahaan yang
bisa menimbulkan perubahan pada finansial perusahaan. Yang mana
kegiatan ini tentunya bisa direkam secara substansial dan bisa dicatat
oleh administrasi transaksi.

15
2.3.3 Pengertian Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
Dalam dunia perbankan, pelayanan merupakan faktor yang
penting dalam menarik daya pikat nasabah. Nasabah pada umumnya
akan memilih salah satu bank yang memiliki tingkat pelayanan yang
baik dan memuaskan. Pelayanan yang diberikan oleh pihak bank
kepada nasabah tidak hanya dari sisi pelayanan teller dan customer
service saja tetapi harus dilihat dari segi penganekaragaman produk
bank dalam peningkatan pelayanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Sementara itu definisi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menurut


(Kasmir 2007) “Anjungan Tunai Mandiri (ATM) merupakan mesin
yang memberikan kemudahan kepada nasabah dalam melakukan
transaksi perbankan secara otomatis selama 24 jam dalam 7 hari
termasuk hari libur.” ATM yang dilengkapi dengan kartu plastik
diterbitkan oleh lembaga keuangan (bank) yang disebut dengan
Kartu ATM. Kartu ATM yang dikeluarkan oleh pihak bank
biasanya sudah menetapkan batas jumlah penarikan atau transaksi
tunai maksimum perhari. Batas penarikan ATM ditetapkan untuk
mengantisipasi kemungkinan adanya kerusakan pada perangkat ATM,
selain itu batas jumlah penarikan diterapkan untuk mengantisipasi
kelebihan penyediaan uang tunai dalam ATM.
Pada umumnya nasabah yang menggunakan fasilitas ATM
dikenakan biaya administrasi pengelolaan rekening dan biaya bulanan
kartu ATM. Biasanya besar biaya pengelolaan dan biaya bulanan
kartu ATM diterapkan oleh masing-masing bank.
Dilihat dari pengertian ATM di atas ada lima kepuasan yang dapat
dirasakan nasabah bila bertransaksi melalui ATM, yaitu :
a. Kemudahan penggunaan jasa perbankan
b. Keleluasaan waktu pelayanan
c. Kecepatan dan ketepatan pelayanan
d. Keamanan pelayanan
e. Keanekaragaman pelayanan

16
2.3.4 Fungsi dan Manfaat Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
Selain itu manfaat yang dapat dirasakan oleh nasabah dari
pelayanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tersebut adalah :
a. Melakukan pelayanan sendiri.
b. Dapat melakukan transaksi perbankan tunai maupun non tunai
tanpa harus mendatangani kantor cabang yang dituju.
c. Dapat melakukan transaksi perbankan tanpa dibatasi waktu dan
tempat, karena layanan ATM on-line selama 24 jam.
d. Tidak perlu menyimpan uang kas terlalu banyak.
Sedangkan manfaat bagi pihak bank sendiri adalah :
a. Kemampuan menarik nasabah baru yang lebih banyak untuk
menabung dan meningkatkan pendapatan.
b. Mendorong nasabah agar lebih aktif partisipatif menggunakan
jasa dan layanan perbankan.
c. Mengurangi antrian nasabah di kantor cabang.
d. Mampu membuka peluang munculnya produk dan jasa baru.
e. Sebagai media promosi.
f. Mengoptimalkan jaringan komunikasi yang ada.

2.3.5 Proses Pengolahan Data Pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

Dalam pemrosesan data atau pengolahan data berbasis komputer,


bentuk sistem jaringan kerja dan peralatan yang mendukung yang
diterapkan perusahaan merupakan suatu faktor yang penting yang
saling mempengaruhi sehingga menghasilkan informasi cepat.
Misalnya apabila data tentang kegiatan bisnis dikumpulkan maka
akan menimbulkan teknik pemrosesan atau pembaharuan transaksi
yang mempengaruhi data-data pada kegiatan dan aktivitas pada bisnis.
Ada dua metode proses pengolahan data elektronik yang pada
umumnya dapat diterapkan dalam sistem informasi akuntansi, yaitu :

a. Batch processing

b. Immediate Processing Online Processing

17
2.4 Penelitian Terdahulu
Untuk melaksanakan penelitian ini, peneliti membutuhkan penelitian
terdahulu yaitu sebagai pedoman dalam mengembangkan penelitian.
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu

Masalah
No Judul Penelitian Penulis Hasil Penelitian
Penelitian
1 Analisis Sistem Sholahur Bagaimanakah Bentuk Aplikasi Sistem
Informasi Rabbani sistem informasi Informasi Akuntansi dan
Akuntansi Dalam Yazid akuntansi dalam Prosedur Penarikan.
Proses Transaksi (2019) proses transaksi Uang Tunai melalui ATM
ATM Pada PT ATM yang Bank BRI Berdasarkan
Bank Rakyat digunakan Bank wawancara dengan para
Indonesia (Persero) Rakyat Indonesia karyawan dari divisi teknologi
Tbk Cabang dan unit ATM pada tanggal 25
Sungguminasa Unit Juli 2017, maka peneliti akan
Salim memaparkan bagaimana
bentuk tampilan aplikasi dari
sistem informasi akuntansi
penarikan uang yang terdapat
di ATM Bank BRI adalah
pengumpulan, pengolahan dan
penyajian informasi akuntansi
dengan bentuk pada tampilan
layar gambar monitor yang
adalah perangkat hardware
mesin ATM Bank BRI.
2 Analisis Penerapan Hayadi Bagaimana Hayadi (2008) melakukan
Sistem Informasi (2017) Penerapan Sistem penelitian dengan judul
Akuntansi Dan Informasi “Analisis Penerapan Sistem
Prosedur Penarikan Akuntansi Dan Informasi Akuntansi Dan
Uang Tunai Melalui Prosedur Penarikan Prosedur Penarikan Uang
Automatic Uang Tunai Tunai Melalui Automatic
Tellermachine Pada Melalui Automatic Tellermachine Pada Pt Bank
PT. Bank BRI Tellermachine BRI (Persero) Tbk”. Hasil dari
(Persero) Tbk Pada Pt Bank BRI penelitian ini menunjukkan
(Persero) Tbk bahwa Penerapan Sistem
Informasi Akuntansi
penarikan uang tunai pada
mesin ATM sesuai prosedur
dan didukung dengan sistem
informasi yang menggunakan
kecangihan teknologi dalam
upaya mengurangi kesalahan
dan pengawasan dalam
pemakaian system informasi
akuntansi pada mesin ATM.

18
3 Analisis Penerapan Siti Nur [Link] PT. Bank Danamon Indonesia,
Sistem Informasi Aeni penerapan sistem Tbk didirikan pada tahun 1956
Akuntansi Dalam (2016) informasi akuntansi dengan nama PT. Bank Kopra
Mendukung pemberian kredit Indonesia. Pada tahun 1976
Pengendalian pada Bank namanya menjadi Bank
Internal Pemberian Danamon Indonesia Danamon Indonesia hingga
Kredit Pada Unit Puger Cabang kini. Bank Danamon menjadi
[Link] Danamon Jember? bank devisa swasta pertama di
Indonesia (Persero) Indonesia tahun 1976 dan
Tbk Unit Puger [Link] PerseroanTerbuka tahun 1989.
Cabang penerapan Pada tahun 2000, delapan
pengendalian Bank Taken Over (BTO)
internal pemberian lainnya dilebur ke dalam Bank
kredit pada Bank [Link] sebagai
Danamon Indonesia surviving entity. Bank
Unit Puger Cabang Danamon bangkit menjadi
Jember? salah satu pilar perbankan
nasional. Dalam kurun waktu
[Link] tiga tahun berikutnya, Bank
penerapan sistem Danamon melakukan
informasi akuntansi restrukturisasi luas mencakup
mendukung manajemen, manusia,
pengendalian organisasi, sistem, nilai
internal proses perilaku serta identitas
pemberian kredit perusahaan. Upaya ini
pada Bank meletakkan fondasi maupun
Danamon Indonesia prasarana baru bagi perseroan
Unit Puger Cabang guna meraih pertumbuhan
Jember? berdasarkan transparasi,
responsibilitas, integritas dan
profesionalisme. Pada tahun
2003, Bank Danamon diambil
alih oleh Konsorsium Asia
Finance Indonesia sebagai
pemegang saham pengendali.

Berdasarkan Tabel 2.1 di atas tentang tinjauan penelitian terdahulu, terdapat


Persamaan penelitian sekarang dan terdahulu yang terletak pada tujuan
dilakukannya atau dilaksanakannya penelitian, yaitu untuk menganalisi sistem
informasi akuntansi dalam proses transaksi Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Sedangkan perbedaan penelitian terdahulu dan penelitian sekarang adalah terletak
pada lokasi dan tahun penelitian, di mana penelitian sekarang dilakukan atau
dilaksanakan di PT. Bank BRI (Persero) Tbk. Unit Naikoten Kupang tahun 2022.

19
2.5 Kerangka Berpikir

PT. BRI Unit Naikoten


(ATM)

Sistem Informasi Akuntansi

Proses Transaksi ATM

Gambar 2.2 Kerangka Berpikir Penelitian

Berdasarkan Gambar 2.2 dapat disimpulkan bahwa sistem


informasi akuntansi merupakan komponen-komponen yang bekerja
secara terstruktur mengkoordinasikan berbagai sumber daya untuk
menghasilkan informasi akuntansi serta dapat digunakan untuk
meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam pencapaian fungsi ATM.
Selain itu, Sistem Informasi Auntansi digunakan untuk
mempermudah dan mempercepat kerja pengguna sistem informasi
akuntansi tersebut, sehingga kualitas sistem informasi akuntansi akan
mempengaruhi kepuasan pengguna. Semakin baik kualitas sistem
informasi akuntansi, kualitas informasi akuntansi dan kualitas layanan,
maka akan semakin meningkatkan kepuasan nasabah.

20
BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Objek Penelitian


3.1.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank BRI (Persero) Tbk. Unit
Naikoten yang beralamat di Jalan Jendral Soeharto Nomor 135,
Naikoten 1 Kupang - Nusa Tenggara Timur.
3.1.2 Objek Penelitian
Objek dari penelitian ini adalah Sistem Informasi Akuntansi dalam
proses Transaksi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada PT. Bank BRI
(Persero) Tbk. Unit Naikoten Kupang.

3.2 Jenis dan Sumber Data Penelitian


3.2.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat
deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono (2008:98) Metode Kualitatif
merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
seperti ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati untuk
memahami dan mengetahui fenomena atau peristiwa tentang apa yang
dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi dan opini.
3.2.2 Sumber Data Penelitian
Sumber data dalam penelitian yang akan dilaksanakan di PT. Bank
BRI (Persero) Tbk. Unit Naikoten ini adalah sebagai berikut :
1. Data Primer
Menurut Sugiyono (2008:137) data primer adalah sumber data
yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.
Artinya sumber data penelitian diperoleh secara langsung dari
sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat atau
opini maupun hasil observasi. Data primer dalam penelitian ini
adalah berupa hasil wawancara dengan pegawai bank dalam hal
ini pegawai bagian Customer Service.

21
2. Data Sekunder
Menurut Sugiyono (2008:137) data sekunder merupakan data
yang diperlukan untuk mendukung hasil penelitian yang berasal
dari media perantara dan sumber lainnya yang berhubungan
dengan penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini adalah
sejarah singkat perusahaan, struk penarikan, rekening koran,
struktur organisasi, tugas dan fungsi bagian dalam struktur
organisasi, dan data yang berhubungan dengan peranan
Electonic Data Processing (EDP) dalam transaksi ATM BRI.

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

3.3.1 Populasi Penelitian


Menurut Sugiyono (2008:16) Populasi adalah keseluruhan Objek
penelitian. Penelitian hanya dapat dilakukan bagi populasi tertinggi
dan subjeknya tidak terlalu banyak. Dalam pengertian lain dijelaskan
bahwa populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau
individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Dan satu
satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orang-
orang, institusi-institusi dan seterusnya. Populasi dalam penelitian ini
adalah pegawai-pegawai Bank BRI Unit Naikoten Kupang
3.3.2 Sampel Penelitian
Menurut Sugiyono (2008:18) Sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel adalah
suatu bagian dari keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh
sebuah populasi. Pengukuran sampela dilakukan melalui statistik atau
berdasar pada estimasi penelitian guna menentukan besarnya sampel
yang diambil dalam melaksanakan penelitian dari suatu objek.
Pengambilan besar sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga
diperoleh sampel yang dapat menggambarkan kesamaan populasi
yang sebenarnya atau sesungguhnya. Sampel yang ditentukan oleh
peneliti dalam penelitian ini terdiri dari dua pegawai bagian Customer
Service (CS), teller, operator, dan orang IT serta Supervisor.

22
3.4 Teknik Pengumpulan Data Penelitian
Teknik-teknik yang dilakukan atau diterapkan dalam penelitian
guna mengumpulkan atau memperoleh data adalah sebagai berikut :
1. Wawancara
Sugiyono (2015:72) Wawancara adalah suatu pertemuan yang
dilakukan oleh dua orang untuk bertukar informasi maupun
suatu ide dengan cara tanya jawab, sehingga dapat dikerucutkan
menjadi sebuah kesimpulan atau makna dalam topik tertentu.
Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah
wawancara terstruktur dimana peneliti akan mengajukan
pertanyaan yang sudah ditetapkan atau disusun sebelumnya
untuk dijawab secara langsung oleh narasumber. Narasumber
dari wawancara dalam penelitian ini adalah ditujukan kepada
pegawai bagian Customer Service, Bank BRI Unit Naikoten.
2. Dokumentasi
Sugiyono (2005:85) Dokumentasi yaitu metode pengumpulan
data yang berkaitan dengan organisasi seperti dokumen yang
berkaitan dengan dokumen tertulis, yang dapat berupa data-data,
gambar atau dokumentasi, tabel dan diagram. Dalam penelitian,
teknik dokumentasi dilakukan dengan cara pengumpulan Data-
data terkait fokus penelitian yakni data yang berhubungan
dengan peranan Electonic Data Processing (EDP) dalam
transaksi ATM BRI dan dokumentasi berupa gambar atau foto,
misalnya struk penarikan kesalahan Informasi Akuntansi.
3. Observasi
Sugiyono (2005:91) Observasi merupakan suatu proses
pengamat atau peninjauan langsung. Teknik pengumpulan data
dengan observasi digunakan apabila penelitian berkenaan
dengan kondisi faktual atau kenyataan sebenarnya dilapangan.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengamatan langsung
lapangan untuk menemukan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi.

23
3.5 Teknik Analisis Data Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis akan mengolah data kualitatif yaitu
dengan memberikan gambaran dan atau berupa uraian penjelasan.
Rohmadi (2016:88) menjelaskan bahwa Teknik Analisis Data
Interaktif adalah Teknik Analisis Data yang terdiri atas empat
komponen atau langkah yaitu Pengumpulan Data, Reduksi Data,
Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Berikut langkah-langkah
yang penulis lakukan dalam mengolah dan menganalisis data :
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data digunakan untuk mengumpulkan data-data
atau fakta-fakta yang digunakan sebagai bahan penelitian.
Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulan data-data dengan
menggunakan dan menerapkan sistem trigulasi yaitu gabungan
antara Wawancara, Dokumentasi dan Observasi.
2. Reduksi Data
Peneliti mereduksi data dengan cara mengelompokkan data
sesuai dengan rumusan masalah atau fokus pada inti masalah.
Penelitian ini menargetkan sistem informasi akuntansi dalam
proses transaksi Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
3. Penyajian Data
Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi
disusun sampai memberi kemungkinan penarikan kesimpulan
dan pengambilan tindakan keputusan. Tahap penyajian data
ini mengharuskan data-data untuk diseleksi atau dispesifikasi
berdasarkan fokus permasalahan. Data-data yang nantinya
akan disajikan disesuaikan dengan permasalahan penelitian.
4. Penarikan Kesimpulan
Ketika data sudah disajikan dengan fokus pada permasalahan,
maka tahap akhirnya adalah menarik kesimpulan mengenai
hasil analisis data. Kesimpulan dalam penelitian dapat
menjawab rumusan masalah dalam penelitian atau dengan
kata lain memberi hasil pada penelitian yang dilakukan.

24
BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Objek Penelitian


Bank secara sederhana dapat diartikan sebagai Lembaga Keuangan
yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkan kembali dana tersebut kemasyarakat serta memberikan jasa
bank lainnya. Sedangkan pengertian Lembaga Keuangan adalah setiap
perusahaan yang bergerak di bidang keuangan dimana kegiatannya baik
hanya menghimpun dana, atau hanya menyalurkan dana atau kedua-
duanya menghimpun dana dan menyalurkan dana.
Kegiatan menghimpun dana menyalurkan dana merupakan kegiatan
pokok perbankan, sedangkan kegiatan memberikan jasa-jasa bank lainnya
hanyalah merupakan pendukung dari kedua kegiatan diatas. Pengertian
menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari dana
(uang) dengan cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan
giro, tabungan, dan deposito. Pembelian dana dari masyarakat ini
dilakukan oleh bank dengan cara memasang berbagai strategi agar
masyarakat mau menanamkan dananya.
PT Bank Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. adalah salah satu
bank terbesar dan tertua milik BUMN di Indonesia, bank BRI adalah
Lembaga Keuangan yang merupakan bank milik Pemerintah Indonesia.
Kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat,
menyalurkan kembali dana yang ada tersedia ke masyarakat dan serta
memberikan pelayanan produk dan jasa lainnya.
Bank Rakyat Indonesia merupakan bank yang mempunyai cakupan
jaringan yang sangat luas di Indonesia serta memiliki cabang-cabang di
berbagai daerah atau penjuru Indonesia yang menjalankan visi dan misi
guna mencapai tujuan yang ditetapkan Bank BRI. Salah satu cabang
Ba nk B RI adalah PT. Bank Rakyat Indonesia di BRI Unit Naikoten
yang terletak di Wilayah Kota Kupang, khususnya Nusa Tenggara Timur.

25
4.2 Visi dan Misi Bank BRI
Adapun Visi dan Misi Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah sebagai berikut :
1. Visi BRI
BRI 2025 Most Valuable Banking Group In Southeast Asia dan
Champion of Financial Inclusion.
2. Misi BRI
a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan
mengutamakan pelayanan pada usaha mikro, kecil dan
menengah untuk menunjang perekonomian masyarakat.
b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui
jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber
daya manusia yang profesional dan teknologi informasi yang
handal dengan melaksanakan manajemen resiko yang baik.
c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada
pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).

4.3 Struktur Organisasi Bank BRI Unit Naikoten


Struktur organisasi pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Unit Naikoten Kupang adalah sebagai berikut :
Struktur Organisasi
PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Unit Naikoten

Ka Unit

UB
Leader

Mantri

UB Non UB Non UB UB UB
Financial Financial Financial Financial Financial

Penjaga
OB Security
Malam

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bank BRI Unit Naikoten

26
Masing-masing individu atau kelompok dalam suatu organisasi
memiliki fungsi dan tugas yang harus diemban dan dijalankan dengan
penuh tanggung jawab. Uraian tugas dari setiap jabatan pada PT. Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk antara lain :

1. Kepala Unit
Tugas dan tanggung jawab :
a. Bertanggungjawab atas semua operasional di BRI Unit.
b. Sebagai pengawas penuh terhadap operasional BRI Unit.
c. Pemegang pasword di BRI Unit.
d. Bertanggungjawab atas proses data di BRI Unit. Kepala Unit
Mantri Teller Costumtoer Service commit to user 10.
e. Bertanggung jawab atas pekerja BRI Unit itu sendiri.
f. Mengembangkan, memonitor dan mengevaluasi bisnis BRI
Unit diwilayah kerjanya untuk mencapai target.
g. Melaksanakan pembinaan nasabah BRI Unit baik pinjaman
maupun simpanan.
Wewenang :
a. Memutus permintaan KUR, Kupedes, dan BRInet sesuai dengan
kewenangan yang diberikan.
b. Memutus memfiat biaya promosi.
c. Memfiat pencairan penarikan simpanan.
d. Melakukan fiat bayar pinjaman yang telah diputus.

2. Supervisor
Tugas dan tanggungjawab :
a. Menjamin keamanan uang kas yang dibawa TKK untuk
mencegah kerugian Bank terutama terkait dengan BRI Unit.
b. Melayani kebutuhan kas yaitu kekurangan/kelebihan kas BRI
Unit wilayah kerjanya untuk mendukung operasional BRI Unit.
c. Menjamin ketertiban register CIT (Cash In Transit), TKK dan
berkoordinasi dengan AMO kanca untuk pelimpahan CIT.

27
d. Menjamin ketertiban penatakerjaan gaji pegawai, biaya
pengobatan dan hak-hak pegawai BRI Unit di wilayah kerjanya
untuk menjamin pegawai memperoleh haknya sesuai ketentuan.
e. Menertibkan pengalokasian biaya supervisi ke seluruh BRI Unit
wilayah kerjanya untuk kepentingan kinerja unit kerja.
f. Menjamin keakrutan, kebenaran dan ketepatan pengiriman
laporan yang dikerjakan oleh PAU (petugas administrasi unit)
agar tepat waktu dan guna.
g. Menjamin ketertiban dan pemeliharakerjaan register SKKP dan
cross check isi berkas pinjaman (khusus kredit yang diputus
MBM/Pinca dan AMBM) agar proses kredit berjalan sesuai
ketentuan.
h. Menjamin ketertiban administrasi nomor undian simpedes dan
simaskot dan pengaturan pelaksanaan pengundiannya agar dapat
berjalan lancar.
i. Menertibkan kesediaan logistik di BRI Unit diwilayah kerjanya
dalam rangka menjamin tertib administrasi logistik.
j. Mengalokasikan persediaan logistik di BRI Unit diwilayah
kerjanya dalam rangka penggunaan secara efisien dan efektif.
k. Menugaskan pegawai cadangan jika ada pegawai BRI Unit,
PAU (petugas administrasi unit) berhalangan berdasarkan
perintah AMBM/BMB/PINCA.
l. Menjamin ketertiban pendistribusian surat-surat atau nota-
nota/laporan-laporan masuk dan keluar dari BRI unit agar dapat
ditindak lanjuti.
m. Membuat konsep atau surat keluar atas perintah MBM/AMBM
(asisten manager mikro) tentang bidang mikro Banking di
wilayah kerjanya.
n. Menjamin kelancaran pembuatan SPJ yang diperlukan pegawai
jajaran BRI Unit untuk kelancaran operasional.

28
o. Menjamin kebenaran rekonsiliasi rekening hubungan kanca
retail- BRI unit STU dan rekening BRI Unit-kanca agar tidak
terjadi selisih pembukuan.
p. Menjamin penyelesaian rekonsiliasi pada butir a. sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
q. Menjaga dan meneliti kelengkapan berkas pinjaman yang akan
diputus oleh MBM/Pinca atau AMBM (asisten manager mikro)
agar proses kredit dapat segera dilakukan sesuai dengan
ketentuan dan keamanan Bank.
r. Menertibkan administrasi berkas kepegawaian pegawai BRI
Unit diwilayah kerjanya untuk memudahkan pemberian reward
dan punishment pegawai.
Wewenang :
a. Mengoperasikan PC Administrasi Unit.
b. Menyetujui tambah dan setoran kas dari BRI Unit, sesuai
pengaturan oleh MBM/Pinca atau AMBM (asisten manager
mikro).
c. Pemegang User ID yang berkaitan dengan transaksi mikro.
d. Membuku transaksi supervisi yang berkaitan dengan jajaran
mikro di Kanca.

3. Mantri
Account Officer Tugas dan tanggungjawab :
a. Melaksanakan pemasaran produk BRI pinjaman, simpanan dan
jasa bank lainnya.
b. Memberikan pembinaan, penagihan, dan pengawasan pinjaman
mulai dari pinjaman dicairkan sampai lunas.
c. Bertanggungjawab terhadap tunggakan-tunggakan yang gterjadi
akibat keterlambatan nasabah membayar pinjaman.
d. Bertanggung jawab terhadap semua keaslian pinjaman dan
pengecekan jaminan.
Wewenang :

29
a. Memprakarsai permintaan pinjaman.
b. Memproses dan mengusulkan permintaan pinjaman.

4. Teller
Tugas dan tanggung jawab :
a. Melakukan tambahan kas agar kelancaran pelayanan kepada
nasabah dapat berjalan dengan baik dan memuaskan.
b. Menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokan dengan
tanda setoran guna memastikan kebenaran transaksi dan
keaslian uang yang diterima.
c. Memastikan membayar uang kepada nasabah yang berhak
untuk menghindari kesalahan yang merugikan.
d. Meneliti keabsahan bukti kas yang diterima guna memastikan
kebenaran keamanan transaksi.
e. Mengelola dan menyetorkan fisik kas kepada supervisor AMO
baik selama jam pelayanan kas maupun akhir hari agar
keamanan kas dapat terjaga.
f. Melakukan pergeseran kas antar kas Teller yang memerlukan
demi kelancaran pelayanan.
g. Membayar biaya-biaya utang, realisasi kredit dan transaksi
lainnya, yang kuitansinya telah disahkan oleh pejabat yang
berwenang guna kelancaran operasional.
h. Melayani transaksi jual beli Bank Note uang kertas asing agar
pelayanan kepada nasabah berjalan dengan baik.
i. Menerima dan meneliti keabsahan tanda setoran dan waktu
keliring penyerahan dari nasabah guna memastikan kebenaran
dan keamanan transaksi.
j. Melakukan tugas-tugas kedinasan lain sesuai dengan instruksi
dari atasan dalam rangka menunjang kepentingan bisnis dan
operasional.

30
k. Membukukan transaksi Open Branch, kliring sesuai dengan
ketentuan yang berlaku guna memastikan kebenaran dan
keamanan transaksi.
Wewenang :
a. Melaksanakan fungsi Checker atas transaksi kewenangannya.
b. Mengesahkan dalam system dan menandatangani bukti kas atas
transaksi pembayaran tunai yang ada dalam batas wewenang.
c. Melakukan entry pembukuan Open Branch kedalam sisitem.
d. Memelihara sarana prasara yang berkaitan dengan bidangnya.

5. Customer Service
Tugas dan tanggungjawab :
a. Memberikan informasi kepada nasabah calon nasabah mengenai
produk BRI guna menunjang pemasaran produk BRI.
b. Memberikan informasi saldo pinjaman, transfer maupun
pinjaman bagi nasabah yang memerlukan guna memberikan
pelayanan yang memuaskan kepada nasabah.
c. Melayani permintaan salinan Rekening Koran bagi nasabah
yang memerlukan diluar pengiriman secara rutin setiap awal
bulan guna memberikan pelayanan yang memuaskan nasabah.
d. Memberikan pelayanan khusus kepada nasabah inti yang
memerlukan seperti mengantarkan atau menjemput ke tempat
tinggal usaha nasabah guna memberikan pelayanan memuaskan.
e. Membantu nasabah yang memerlukan pengisian aplikasi dana
maupun jasa BRI guna memberikan pelayanan memuaskan.
f. Menerima dan menginventarisasi keluhan-keluhan nasabah
untuk diteruskan kepada pejabat yang berwenang guna
memberikan pelayanan yang memuaskan nasabah.
g. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang memberikan
atasan dalam rangka menunjang kepentingan bisnis dan
oprasional BRI Unit.

31
Wewenang :
Memberikan informasi atau pemberitahuan saldo simpanan
maupun pinjaman bagi nasabah-nasabah yang membutuhkan.

4.4 Hasil Penelitian

4.4.1 Bentuk Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi dan Prosedur


Penarikan pada Bank BRI Unit Naikoten
Uang Tunai melalui ATM Bank BRI Berdasarkan wawancara
dengan pegawai dari divisi IT (Informasi dan Teknologi) dan unit ATM
pada tanggal 29 September 2022, maka peneliti akan memaparkan
bagaimana bentuk tampilan aplikasi dari sistem informasi akuntansi
penarikan uang yang terdapat di ATM Bank BRI adalah pengumpulan,
pengolahan dan penyajian informasi akuntansi dengan bentuk pada
tampilan layar gambar monitor yang merupakan perangkat hardware dari
mesin ATM Bank BRI Unit Naikoten.
Fasilitas Menu Utama Sistem Informasi Akuntansi pada ATM Bank
BRI Unit Naikoten terdapat Fitur Fitur atau program pada layar monitor
mesin ATM yang menggambarkan tentang menu informasi transaksi
yang dilakukan oleh nasabah. Bentuk tampilan aplikasi sistem informasi
akuntansi penarikan uang di ATM Bank BRI adalah sebagai berikut :
a. Memasukkan Kartu
Perintah ditampilan aplikasi sistem informasi akuntansi pada menu
utama adalah memasukkan kartu ATM pada Card Reader yaitu
bagian masuknya kartu ATM pada mesin ATM yang berfungsi
untuk membaca data dan identifikasi dari data nasabah melalui
megnetic stripe pada kartu nasabah. Card Reader itu sendiri adalah
bagian dari perangkat keras (hardware) yang umumnya berbentuk
lubang yang tidak terlalu lebar berada pada bagian depan kanan
dimesin ATM merk DIEBOLD dan NCR.
b. Pilihan Bahasa
Tampilan menu selanjutnya adalah bahasa yang dipergunakan pada
aplikasi ATM setelah nasabah memasukkan kartu pada card reader

32
mesin ATM muncul perintah dua pilihan bahasa yang digunakan
pada layar monitor yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Nasabah hanya tinggal menekan satu kali tombol sebelah kanan
layar monitor untuk bahasa yang akan dipilih oleh nasabah.
c. Memasukkan Nomor PIN (Personal Identification Number)
Tampilan menu ini adalah tombol-tombol yang digunakan untuk
memasukkan nomor PIN nasabah yang hanya nasabah atau
pengguna ATM tersebut yang mengetahuinya Jika diketahui oleh
pinak lain, maka ada kemungkinan pembobolan rekening nasabah
yang bersangkutan.
d. Pilihan Jenis Transaksi dan Termasuk Penarikan Uang
Menu Aplikasi dilanjutkan pada pilihan transaksi yang diinginkan
setelah memasukkan nomor PIN dan diakses sistem konputer ATM.
Pilihan jenis transaksi yang didalamnya sudah ada tentang untuk
penarikan uang yang terlihat dilayar monitor seperti pada gambar
dibawah ini. Pada menu pilihan diatas nasabah akan diarahkan
tentang informasi - informasi transaksi selain untuk penarikan uang
tunai perintah - perintah tersebut yang muncul pada layar monitor
pada mesin ATM Bank BRI antara lain :
- Penarikan Uang (Jumlah Tertentu)
Pada menu pilihan transaksi penarikan uang nasabah dapat
menarik uang tunai pada mesin ATM dengan dua pilihan yaitu
penarikan uang tunai dengan jumlah tertentu yang ada pada
tampilan layar monitor sehingga nasabah tinggal menekan
tombol jumlah yang akan diambil / ditarik atau juga dengan
penarikan jumlah bebas dan nasabah harus mengisi jumlah uang
yang akan diambil pada tombol penarikan jumlah lain yang
berada disamping kanan monitor disetiap jenis ATM. Penarikan
dapat dilakukan juga oleh pemegang kartu ATM atau Nasabah
Bank dari Bank-Bank lain yang bekerja sama dengan Bank BRI
/ ATM Bersama.
- Jumlah Bebas (Penarikan Jumlah Lainnya)

33
Untuk tampilan jumlah bebas yaitu nasabah memilih menu
penarikan jumlah lain dan hanya mengisi jumlah nominal uang
yang diambil dengan memasukkan nominal uang yang akan
diambil oleh nasabah sesuai jumlah kelipatan tampilan monitor.
- Pembayaran / Pembelian
Pada Tampilan transaksi ini nasabah melakukan pembayaran
tagihanseperti Listrik, Telepon, Handphone, Pembelian Voucher,
Kartu Kredit, Tiket, Multi Payment, dan pembayaran lainnya
Contohnya : Pendidikan / Universitas, Asuransi, Internet, Tv
Kabel dan Leasing.
- Pendaftaran E – Banking
Tampilan transaksi ini yaitu nasabah mendaftarkan agar bisa on-
line melalui internet supaya tidak menghabiskan waktu sia – sia.
- Transaksi Lainnya. Tampilan Transaksi ini berguna untuk
nasabah dapat melakukan transaksi - transaksi lain seperti :
Informasi Saldo, Informasi Pinjaman, Visa Money, Transfer,
Transfer antar Bank, Ubah Nomor PIN, dan Mutasi Cek. Dalam
menu pilihan khususnya untuk mengganti nomor PIN dapat
melakukan ganti nomor PIN setelah mengaktifkan PIN yang
lama kemudian mengubah nomor yang lama dari Bank dengan
PIN yang baru sesuai keinginan dari nasabah sebanyak 6 digit.
e. Dilanjutkan atau Tidak Transaksi
Dilanjutkan atau tidak transaksi penarikan uang tunai dilanjutkan
denganmenekan pada tombol pilihan ”Ya” atau ”Tidak”. Pada
pilihan penarikan dalam jumlah tertentu maupun jumlah bebas
biasanya nasabahdibatasi dengan kapasitas mesin ATM hanya satu
kali penarikan saja untuk setiap transakti ATM.

34
Adapun flowchart atau alur proses transaksi ATM BRI dapat

diuraikan pada baganberikut ini :

Nasabah PIN

Penarikan Tunai
Penyetoran Tunai

Data jumlah Penarikan


/ Penyetoran Tunai

Data Proses Rekening Nasabah


di Kantor Cabang

Validasi Data Proses BDS-IDS

Rekening Nasabag
Uang
Diterima Berkurang

Gambar 4.2 Flowchart Proses Transaksi

Transaksi penarikan tunai merupakan transaksi yang sangat sering


digunakannasabah di ATM. Kemudahan penggunaan ATM
menyebabkan semakin meningkatnya jumlah nasabah dalam melakukan
transaksi di ATM. Seorang nasabah melakukan transaksi penarikan
tunai di ATM maka transaksi tersebut langsung dihubungkan dengan
nomor rekening pemilik ATM yang berarti bahwa rekening nasabah
langsung berkurang secara otomatis. Kebenaran akan jumlah
transaksi yang dilakukan maka nasabah akan dapat melakukan
langsung pengecekan informasi saldonya.

35
Flowchar proses penarikan uang di mesin ATM yaitu sebagai berikut:

Start

Cek ATM

Masukan ATM
ke mesin

Pilih Bahasa

Masukan PIN

Pilih transaksi
yang dilakukan

Pilih bagian
penarikan uang

Masukan nominal uang


yang akan diambil

Selesai

Gambar flowchart 4.3 penarikan uang di mesin ATM

36
Flowchart penyetoran uang di mesin ATM yaitu sebagai berikut:

Masukan kartu ATM Masukan nomor pin

Menu transfer Pilih tujuan transfer

Masukan nominal Cek informasi transfer

Yah atau Yes Ambil dan simpan sturk


ATM

Gambar 4.4 penyetoran uang di mesin ATM

Dalam penarikan tunai melalui ATM, jumlah transaksi yang akan


dikeluarkan akan sama hasilnya dengan jumlah yang ada pada rekening
nasabah di cabang. Dalam hal ini sistem aplikasi yang di kantor cabang
bersifat on-line sehingga secara langsung dapat berhubungan dengan
transaksi yang dilakukan di ATM.
Proses ini memerlukan server tandem dan jaringan komunikasi dalam
menghubungkan jumlah transaksi ATM yang diinginkan dengan
rekening yang ada pada kantor cabang tersebut. Proses yang on-line
membantu sistem aplikasi BDS-IBS dalam melakukan pencatatan
terhadap transaksi yang dilakukan oleh ATM. Oleh karena itu dari
pihak teller pencatatan langsung mengurangi jumlah rekening nasabah,
jurnalnya adalah:
D : Rekening nasabah pemilik kartu ATM
K : Kas ATM
Pendukung operasional pada bentuk aplikasi sistem informasi akuntansi
penarikan di ATM Bank BRI adalah perangkat keras, perangkat lunak,

37
sumber daya manusia, prosedur serta jaringan komunikasi.
Perangkat keras dan perangkat pendukung yang menunjang dalam
sistem informasi akuntansi dari ATM Bank BRI yaitu:

4.4.2 Perangkat Keras (Hardware)


Dalam aplikasi sistem informasi akuntansi penarikan uang di ATM
Bank BRI menggunakan perangkat keras meliputi unit utama dan
pengolahan data (CPU) merk DIEBOLD, NCR, dan WINCOR untuk
penyimpanan data dengan menggunakan hard disk berkapsitas 40
GB, minimum menggunakan Dual core dan Core i3 untuk peralatan
keluaran adalah jurnal, receipt dan uang.
Bagian utama dari perangkat keras mesin ATM Bank BRI terbagi
atasdua bagian yaitu :
Bagian Atas (Upper Compartment) terdiri atas beberapa bagian :
- Tempat Masuk Kartu (Card Reader)
Berfungsi untuk membaca data dan identifikasi dari magnetic
stripe padakartu ATM nasabah untuk akses data dengan
komputer pada mesin ATM.
- Monitor
Berfungsi untuk menampilkan bentuk menu yang ada dari
sistem informasi akuntansi dilayar monitor ATM dan petunjuk
yang dilakukan oleh nasabah untuk melakukan transaksi.
- Jurnal
Berfungsi untuk mencetak semua kejadian aktifitas transaksi
dari mesinATM dan menghasilkan audit lengkap dari setiap
transaksi yang dilakukan oleh pengguna baik intern maupun
ekstern dan mencatat setiap pesan yangdilakukan oleh terminal
pada mesin ATM oleh sistem secara terus menerus apabila
tanpa gangguan diluar sistem.
- Keypad Numerik (Ada 16 Nomor)

Berfungsi untuk memasukkan nomor PIN oleh nasbah dan


juga untuk memasukkan nomor pilihan saat melakukan

38
transaksi pada menu yang tampil pada layar monitor ATM
setiap 4 Tombol Kiri dan Kanan. Berfungsi untuk memilih
menu yang tampil di layar monitor pada saat transaksi
berlangsung dan untuk memilih menu yang lainnya.
Bagian Bawah (Lower Compartment) terdiri dari beberapa bagian:
- Dispenser adalah salah satu bagian mesin ATM yang terletak
bagian bawahter diri dari beberapa gabungan perangkat yaitu :
- Feed Module yaitu tempat untuk menyimpan cassette
(kotak untukmenyimpan uang)
- Difert Door / Dumb Box yaitu tempat untuk menampung
uang yangrusak atau untuk menampung uang yang selisih.
- Stacker adalah alat untuk menampung uang sementara
apabila uang tersebut dalam kondisi bagus maka dikirim ke
shutter (tempat keluar uang) melalui presenter sedangkan
apabila dalam kondisi uang rusak akan dikirim ke divert
door / dumb box.
- Presenter yaitu alat yang berfungsi sebagai sarana untuk
mengantarkan uang ke shutter agar bisa diambil nasabah.
- Central Proccesing Unit (CPU)
Berfungsi sebagai tempat untuk memproses data atau untuk
menjalankansistem operasi yang ada pada mesin ATM. Dalam
CPU terdapat beberapaperangkat pendukung yaitu:
- Power Supply yaitu untuk memberikan arus listrik pada
mesin ATM agar dapat beroperasi dengan baik.
- Mother Board yaitu berfungsi sebagai data transaksi yang
terjadipada mesin ATM.
- Hard Disk yaitu berfungsi sebagai penyimpan data
transaksi yangterjadiselama ATM berfungsi.
- Disk Drive yaitu berfungsi untuk membaca dan
mencatat data dariATM ke disket / CD.

39
4.4.3 Perangkat Lunak (Software)
Software adalah program dari mesin ATM yang sistem
operasinya menggunakan sistem windows sehingga pemakai akan
mudah dalam menggunakan program ini. Sistem komputerisasi yang
berlaku di ATM Bank BRI adalah sebagai sistem On-Line Service yang
dapat beroperasi secara 24 jam penuh dalam pelayanan.
4.4.4 Manusia (Brainware)
Sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam sistem
informasi akuntansi di ATM Bank BRI sebagai pemantau, pengumpul,
pengoperasi, pengolah data transaksi ATM dan pengguna informasi.
Adapun sebagai pemantau dan pengumpul adalah mengetahui jumlah
saldo sisa uang pada setiap pengisian uang dan perbaikan ATM, dan
pegolah data transaksi yaitu melakukan pengecekan kebenaran transaksi
yang terjadi terutama penarikan uang tunai dan pada rekening koran
baik cabang maupun transaksi antar cabang yang dicetak oleh petugas
akuntansi bank.

Sedangkan untuk pengguna informasi adalah melakukan perbaikan


dan perhitungan dalam transaksi penarikan yang gagal setelah adanya
perhitungan jumlah [Link] yang berperan sebagai
pengguna informasi untuk pengguna informasi untuk intern dalam
bagian settlement dan ekstern akuntansi informasi dari ATM adalah
penarikan tunai oleh pihak nasabah.
4.4.5 Basis Data (Data Base)
Untuk Pengontrolan dan kondisi keadaan kerja dari mesin ATM
meliputi : jumlah uang, jurnall roll, receipt, kondisi uang dan jumlah
kartu ATM yang tertinggal dimesin ATM (apabila ada). Sedangkan
untuk mengetahui bagaimana keadaan operasional mesin ATM
dilapangan perusahaan menggunakan system data base 24 (Twenty four)
yaitu basis data kinerja dari mesin ATM secara keseluruhan dengan
waktu 24 jam dalam pemantauan mesin [Link] Komunikasi

40
4.4.6 Jaringan Komunikasi
PT. Bank BRI dalam pelaksanaan sistem informasi akuntansi pada
mesin ATM menggunakan tiga jenis sarana yaitu :
a. VSAT yaitu menggunakan Satelit Palapa untuk
menghubungkan jaringan komunikasi tandem pada kantor
pusat dan semua data dimesin ATMserta komunikasi data.
b. Base 24 yaitu basis data yang menghubungkan jaringan data
transaksi antara ATM dengan kantor cabang yang lainnya.
c. EMAS yaitu untuk komunikasi data pada jaringan komunikasi
ATMtentang data nasabah seluruhnya.

4.5 Analisis Sistem Informasi Akuntansi dalam Proses Transaksi ATM


Pada Bank BRI Unit Naikoten
4.5.1 Proses Penarikan ATM
Hasil Penelitian di lapangan, penerapan sistem informasi akuntansi
penarikan uang pada ATM Bank BRI diatur sistem dan prosedur
dengan cara sederhana untuk menyelesaikan kegagalan transaksi
penarikan uang yang menyebabkan kerugian pada nasabah. Bank BRI
melakukan pengolahan transaksi berdasarkan pengecekan pada data
dari jurnal, copy disket dan pencetakan transaksi rekening setiap ATM
mencakup transaksi penarikan uang antar cabang sendiri.
Prosedur akuntansi merupakan pengolahan dokumen sumber yang
resmiatau dianggap valid sebagai suatu transaksi. Data transaksi
penarikan uang yang dilakukan nasabah di mesin ATM secara otomatis
sistem melakukan pencatatan pada jurnal dan timbul pendebetan pada
saldo tabungan nasabah sendiri, dengan adanya bukti keluarnya kertas
receipt pada mesin ATM. Pada Waktu pengisian uang jurnal dari mesin
ATM disobek sampai dengan nomor record terakhir transaksi terjadi
serta mengambil sisa jumlah uang pada cassette 1 sampai dengan 4 serta
ditambah jumlah sisa uang pada dump box untuk disetorkan pada
petugas kas besar disertai dengan berita acara tentang sisa jumlah uang
yang akan disetorkan untuk pembukuannya yang diketahui oleh petugas

41
yang berwenang sedangkan untuk jurnal roll akan diserahkan pada
petugas settlement untuk melakukan pengecekan.

4.5.2 Proses Transaksi Penarikan Tunai di ATM

Transaksi penarikan uang tunai dimesin ATM menggunakan


sistem on-line service yang bekerja selama 24 jam dimana mesin ATM
secara otomati melakukan pencatatan yang digunakan untuk
bertransaksi. Dalam transaksi penarikan uang pada mesin ATM akan
dipengaruhi oleh beberapa kondisi antara lain :
a. Kondisi jaringan on-line atau off line dari VSAT
b. Kondisi Uang dari Mesin ATM
c. Kondisi Kertas receipt dan jurnal roll
d. Kondisi cassette Uang
e. Kondisi Arus listrik dimesin ATM
Dari data - data transaksi penarikan uang nasabah dimesin ATM
dikiri melalui server ATM ke tandem kantor besar dengan dilanjutkan
pada server cabang pemilik kartu yang bersangkutan dan juga
sebaliknya data akan dikembalikan dari server cabang ke tandem kantor
besar untuk dilanjutkan pada server ATM melalui VSAT, sehingga
nasabah dapat melakukan transaksi penarikan dengan syarat jumlah
uang tersedia dan cukup untuk diambil pada mesin ATM. Begitu pula
saat penarikan uang antar cabang unit (interbranch) yang terjadi
menimbulkan adanya rekening antar kantor (RAK) dari cabang unit.

4.5.3 Kegagalan Transaksi di ATM


Transaksi Penarikan Uang Tidak Keluar Pada Mesin ATM,
berkenaan dengan kegagalan transaksi penarikan uang pada mesin
ATM yang diakibatkan oleh faktor internal dari bank sendiri dan
eksternal dari nasabah dapat menghambat dalam pelayanan dan
kepercayaan nasabah pada bank tersebut, maka perlu upaya penyelesaian
transaksi.
Pada masalah ini upaya yang umum sering dilakukan dengan
adanya saat melakukan restoking atau pengecekan pada jurnal roll pada

42
mesin ATM. Berikut penjelasannya :
a. Sistem Informasi Akuntansi Koreksi pada ATM
Sistem Informasi Akuntansi pada koreksi tersebut terbagi atas
beberapa cara dalam pengumpulan data, pengolahan, dan
penyajian informasi yang akan timbul hal hal yang dilakukan
sebagai berikut :
- Pada Proses Pengumpulan Data yaitu :
• Melakukan Restoking (pengisian uang) setelah saldo
kas dimesin ATM dianggap kurang,
• Mengambil jurnal pada mesin ATM,
• Mengganti kertas receipt pada mesin ATM,
• Membersihkan bagian-bagian hardware atau software
dari mesin ATM dan bila dianggap rusak untuk
menggantikan perangkat tersebut dengan yang baru.
- Pada Fisik Uang dan Pengelolaan Data Jurnal Roll
• Memeriksa saldo fisik uang dengan jurnal transaksi roll
yang terjadi dimesin ATM untuk mengetahui adanya
selisih lebih atau selisih kurang pada jumlah fisik uang.
• Melakukan pencocokan antara jumlah fisik dengan
jumlah darihasil administrasi kartu.
• Melakukan pengecekan berdasarkan tanggal, jam, dan
hari terjadinya kegagalan transaksi penarikan uang.
• Melakukan upaya pengecekan data transaksi penarikan
uang di hardisk ATM dan disketnya.
Setelah data – data transaksi didapatkan maka petugas settlement
melakukan pengolahan data dengan melakukan tindakan yang
diketahui oleh petugas penyediaannya yaitu pendebetan pada saldo
nasabah apabila ternyata transaksi dari nasabah tersebut berjalan baik,
namun saldo nasabah tidak berkurang dan kredit pada saldo nasabah
bila ternyata transaksi penarikan tersebut tidak terlaksana dengan baik.
Dalam akuntansi, jurnal adalah alat yang dipakai untuk mencatat
transaksi bisnis yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukan

43
akun/perkiraaan yang di-debet dan kredit beserta jumlahnya.
Jurnal akan mencatat transaksi tersebut dan menentukan lawan
transaksi tersebut agar terjadi keseimbangan, misalnya jika terjadi
penjualan secara tunai, maka Kas akan di-debet dan Penjualan akan
dikredit. Intinya, jumlah debit harus sama dengan jumlah kredit. Seperti
yang sudah dibahas dibab sebelumnya, pencatatan transaksi dalam
jurnal mengikuti kaidah debit dan kredit seperti tabel berikut.

Tabel 4.1
Jurnal Kaidah Debit dan Kredit

Akun Kenaikan Penurunan (-)

(+)

Aktiva Debit Kredit

Kewajiban Kredit Debit

Ekuitas (modal) pemilik Kredit Debit

Pendapatan Kredit Debit

Biaya Debit Kredit

Sumber: Krismiaji 2010 dalam buku system informasi akuntansi


4.5.4 SIA Mengatasi Selisih Lebih atau Selisih Kurang Akibat Kegagalan
Transaksi Penarikan Uang Pada Mesin ATM Bank BRI
Keluhan dan pengaduan dari nasabah terhadap pelayanan yang
diberikan oleh suatu bank lama – lama menyebabkan suatu masalah
besar terutam dalam kepercayaan dari nasabahnya. Mungkin hal ini bisa
menyebabkan bank tersebut ditinggalkan oleh nasabahnya apabila
pelayanan kepada nasabah kurang tanggap terhadap pengaduan dan
keluhan dari nasabah.
Begitu juga dengan layanan dalam penggunaan jasa transaksi lewat
ATM yang ditawarkan oleh Bank BRI seharusnya dapat dinikmati lebih
leluasa oleh nasabahnya sehingga tidak dapat menimbulkan
kekecewaan dari nasabah akibat kegagalan transaksi. Bank juga harus
cepat untuk mengatasi pengaduan dari nasabah sehingga nasabah

44
merasa sangat diperhatikan.
Gagalnya suatu transaksi penarikan uang pada mesin ATM
merupakan serangkaian masalah kelemahan yang harus bisa diperbaiki
karena hal ini dapat merugikan pihak bank dengan timbulnya selisih
kurang atau lebih pada saat restoking, dimana data transaksi penarikan
dan jumlah sisa uang yang ada tidak sesuai. Proses pengumpulan,
pengelolaan, dan penyajian data transaksi untuk mengetahui selisih
tersebut agar segera dapat dilakukan tindakan untuk penyelesaian.
Namun kita harus mengetahui beberapa hal yang menyebabkan
timbulnya selisih lebih atau kurang pada mesin ATM sebagai data
pada saat proses penyelesaiannya yaitu :
a. Transaksi penarikan saldo nasabah tidak terdebet tetapi uang
keluar dari mesin ATM hal ini disebabkan oleh :
- Base 24 (jenis data) tidak menerima competion dari ATM.
- Base 24 (jenis data) menerima completion yang tidak
sesuai denganyang diperintahkan.
- Cara mengatasi masalah ini dengan melaporkan pada
petugas bank bagian customer care dengan mengambil
tindakan antara lain :
• Melakukan pengisian uang pada mesin ATM
• Melakukan perhitungan jumlah fisik uang dan jumlah
hasil admin pada ATM
• Mencetak rekening kas ATM dicabang
• Pengecekan pada jurnal roll mengenai data transaksi
• Selisih kurang antara jumlah admin dengan jumlah
fisik d a n pencocokan jurnal reversal transaksi ATM
• Bila selisih belum diketahui maka lakukan
pembukuan koreksi.
b. Terjadinya uang ditarik kembali oleh mesin sehingga rekening
nasabahterdebet Penyelesaian masalah tersebut antara lain :
- Memastikan nasabah mana yang terdebet
- Melakukan pengkoreksian pada rekening nasabah yang

45
dikontrol petugas ATM Center sehingga jumlah uangnya
kembali ke semula.
c. Uang tidak keluar tetapi rekening nasabah oleh sistem terdebet
Langkah yang dilakukan adalah melaporkan pada petugas
customer caredan mengambil langkah sebagai berikut :
- Periksa jurnal roll pada mesin
- Lakukan pembukuan antara jumlah fisik uang dengan
jumlah admin
- Mencetak kas ATM dicabang
- Lakukan pembukuan koreksi

4.5.5 Sistem Pengamanan Komputerisasi pada ATM PT Bank Rakyat


Indonesia (Persero) Tbk. Unit Naikoten
a. Pengamanan pada Aplikasi Branch Delivery System-
IntegratedBanking System (BDS-IBS)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Menggunakan
sebuah aplikasi yakni BDS-IBS yang bersifat online untuk
mempermudah kegiatan operasional perbankan. Pentingnya
program BDS-IBS bagi perusahaan maka diperlukan beberapa
usaha dalam rangka pengendalian intern yang bertujuan untuk
keamanan atas aplikasi BDS-IBS yang digunakan dan keamanan
dalam bekerja antar user. Sistem pengamanan pada suatu aplikasi
BDS-IBS antara lain:
- Pengamanan yang langsung dilakukan pihak IT yang
berkedudukan di pusat.
- Adanya pemisahan tugas yang jelas dan tegas oleh pegawai
dan penyelia yang berdasarkan atas pemisahan tugas dan
jabatan yang digariskan oleh perusahaan. Hal ini dapat
dibuktikan dengan pembagian unit-unit kerja yang ada pada
struktur organisasi perusahaan sehingga masing-masing
bidang memiliki kerja yang berbeda satu dengan yang lain.
- Back up data yang wajib dilakukan untuk menghindari
kerusakan data yang berisi seluruh informasi keuangan dan

46
non keuangan yang ada pada perusahaan.
b. Pengamanan pada ATM
Sistem pengamanan pada ATM terbagi atas :

- Master Key
Pengamanan ATM menggunakan master key berfungsi untuk
mengacak (encrypt) jumlah PIN yang dimiliki nasabah
sehingga master key mampu mencegah pihak luar membuka
ATM dan menggunakan kartu ATM yang bukan miliknya.
Hasil data yang diacak oleh master key dikirim langsung
kepusat penyimpanan dan pengolahan data. Pada tahap
tersebut tidak seorang pun yang dapat mengetahui data yang
diencrypt dari nomor PIN yang dimasukkan. Setelah data
berada pada pusat pengolahan data yang akan menjawab
kecocokan PIN, apabila benar maka proses transaksi ATM
dilanjutkan namun bila tidak, transaksi tidak dapat dilakukan.
- PIN (Personal Identification Number)
PIN merupakan sistem pengamanan bagi nasabah terhadap
penggunaan ATM. Masing-masing nasabah memiliki PIN
yang diberikan oleh pihak bank yang kemudian harus diganti
oleh pemilik kartu secara berkala agar kerahasiaannya tetap
terjaga. Tanpa ada PIN, baik pemilik kartu maupun bukan
pemilik kartu tidak dapat melakukan transaksi ATM.
- Mesin Angkur
Mesin angkur merupakan salah satu pengamanan terhadap
ATM. Mesin angkur sendiri letaknya ditanam tepat di bawah
ATM, yang berguna sebagai penahan mesian agar ATM tidak
bisa dibongkar.

4.6 Pembahasan
Sebagaimana penulis kemukakan dalam pembatasan masalah
bahwasanya bentuk aplikasi sistem informasi akuntansi ATM dari Bank
BRI cukup baik dalam memberikan kemudahan bagi para nasabahnya.

47
Untuk melakukan kegiatan jenis transaksi umumnya dan pilihan bahasa
menjadikan transaksi lebih baik untuk penerapan sistem informasi
penarikan tunai dilihat dari berbagai kegiatan baik pada saat pengisian
uang di ATM peneliti menilai penerapan system informasi akuntansi
sudah memenuhi sistem informasi akuntansi yang ada pada dunia
perbankan khususnya.
Walaupun adanya sedikit kendala yang mungkin perlu perbaikan
pada saat dilapangan yaitu lamanya data – data transaksi diterima pada
saat adanya gangguan sistem sistem komunikasi. Upaya koreksi
kegagalan transaksi penarikan tunai pada proses pengolahan data
transaksi penyelesaian masih menggunakan sistem akuntansi secara
sederhana dimana peran dari bagian settlement masih penting. Namun
waktu yang cukup lama dalam penyelesaian kegagalan transaksi
penarikan uang tunai apalagi transaksi penarikan ATM antar cabang akan
menyebabkan nilai pelayanan menjadi lambat sehingga dalam
pengolahan data transaksi yang akan diproses oleh pihak intern
terhambat karena menunggu cabang lawan untuk menyelesaikannya.
Namun secara keseluruhan penerapan sistem informasi akuntansi
penarikan uang tunai pada mesin ATM Bank BRI telah sesuai dan
memuaskan baik bagi pengguna intern maupun bagi pihak ekstern
khususnya nasabah.

Walaupun dukungan teknologi yang masih perlu ditingatkan dalam


usaha untuk menambah nilai kekayaan perusahaan. Kinerja dari sumber
daya manusia sebagai pengolah, pengguna, dan pemakai sistem informasi
terus ditingkatkan dengan penambahan dan perubahan sistem teknologi
pada proses akuntansi untuk penambahan jumlah karyawan dan pelatihan
sebagai upaya peningkatan profesionalisme untuk memperoleh nilai
kerugian yang akan timbul di Bank BRI.
Untuk menambah pelayanan kepada nasabah maka Bank BRI
meningkatkan pelayanan kepada nasabah dengan menambah fitur yang
ada di ATM Bank BRI sehingga memudahkan nasabah untuk
melakukan berbagai transaksi di ATM Bank [Link] Rangka untuk

48
meningkatkan pelayanan kepada nasabah Bank BRI mengadakan
program customer care yaitu program pengaduan melalui SMS untuk
ATM Bank BRI yang bermasalah. Untuk tiap pengaduan akan
ditampung untuk dicari jalan penyelesaiannya. Untuk meningkatkan
pelayanan Bank BRI membuka layanan telepon 24 jam Bank BRI Call.
Contoh Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi :
a. Internal Control Pengambilan Uang di mesin ATM
- Pengamanan untuk Kartu :
• Kunci Pintu masuk ruangan ATM (kalau ada) saat
melakukan transaksi
• Jika Kartu hilang Telepon Call center atau datang langsung
untuk memberitahukan kartu hilang ke cabang pembuka
sehingga aksesnyadapat dibatalkan.
- Pengamanan Nomor PIN :
• Nomor PIN dibuat rahasia, Dibuat hanya satu kali
• Jika masukan nomor PIN salah sampai tiga kali maka
kartu ATM aka n diblokir
- Pemblokiran Kartu ATM :
• Kartu akan diblokir oleh cabang penerbit kartu
• Ada Pusat pengendali ATM
- Mengaktifkan Kartu :
• Kartu hanya dapat diakatifkan dicabang penerbit kartu
• Kartu Diaktifkan oleh pemilik kartu dengan datang
langsung kekantorcabang pembuka tanpa diwakilkan.
- Pemeriksaan Harian :
• Pemeriksaan persediaan uang tunai bisa dilakukan secara
manual d a n menggunakan kartu admin.
• Memeriksa kertas jurnal, karbon dan perbaikan/pergantian.
b. Pengawasan Operasional ATM :
- Pusat Pengendali ATM (Unit ATM Operation Dept)
- Kertas jurnal pada mesin ATM

49
c. Komponen Mesin ATM :
- Brankas
- Deposit
d. Jenis Gangguan ATM :
- Dispenser Failure
- Receipt Printer Failure
- Jurnal Printer Failure
- Uang Tunai Habis / Menipis
- Uang Terjepit di Dispenser
- Uang Terkurung
- Off – Line / Gangguan pada Modem
- Monitoring Transaksi ATM
- Perlu dilakukan untuk mengetahui apakah sistem telah
mencatat dengan benar
- Penarikan Tunai, Inguiry, Pemindahan Buku dilihat dari jurnal
roll dankemudian dibikin laporan ATM.

Sistem informasi akuntansi ATM pada bank BRI didukung oleh


system keamanan, system akuntansi cabang local, system counter
cabang, system pemeliharaan, usage database dan account database
dapat digambarkan dalam struktur diagram DFD(Data Flow Diagram).
Pada setiap ATM BRI terhubung ke satu database account database,
sistem akutansi cabang local, sistem keamanan dan sistem
pemeliharaan. Sistem ini terhubung ke usage databse yang memantau
bagaimana jaringan ATM BRI digunakan dan ke sistem counter cabang
local. Sistem counter ini memberikan layanan seperti backup dan
pencetakan.
Dari data – data transaksi penarikan uang nasabah dimesin ATM
dikiri melalui server ATM ke tandem kantor besar dengan dilanjutkan
pada server cabang pemilik kartu dan juga sebaliknya data akan
dikembalikan dari server cabang ke tandem kantor besar untuk
dilanjutkan pada server ATM melalui VSAT, sehingga nasabah dapat
melakukan transaksi penarikan dengan syarat jumlah uang yang ada

50
dan cukup untuk diambil pada mesin ATM. Begitu pula saat penarikan
uang antar cabag (interbranch) yang terjadi menimbulkan adanya
rekening antar kantor dari cabang pemilik mesin ATM.
Semakin majunya teknologi di dunia transaksi perbankan mulai
mengunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah
transaksi dengan nasabah. yang tadinya melayani nasabah dengan harus
bertemu nasabah datang ke cabang bank yang disediakan oleh bank
yang dia gunakan untuk menabung menjadi lebih mudah karena bank
mulai menggunakan teknologi berbasis komputer dan sekarang sudah
bisa mengakses lewat internet bahkan dengan mobile “HP” dengan
menggunakan aplikasi BRImo sudah banyak diterapkan oleh bank-bank
BRI yang ada di seluruh penjuru Indonesia.

51
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian - uraian yang telah penulis kemukakan diatas baik
secara teoritis maupun dari hasil penelitian yang dilakukan, dalam
pembahasan penulis pada akhirnya penulis membuat kesimpulan bahwa
system informasi akuntansi yang terdiri dari perangkat keras (hardware),
perangkat lunak (software), dan manusia (brainware) adalah merupakan
proses dari setiap transaksi pada mesin ATM Bank BRI Unit Naikoten
yang telah didukung dengan sistem informasi yang penggunaannya
menggunakan kecanggihan teknologi dalam upaya untuk mengurangi
kesalahan-kesalahan dalam penggunaan sistem maka adanya IT dalam
mendukung semua fasilitas dalam pelaksanaan semua transaksi pengguna
dan juga harus dilakukan pengawasan dalam pemakaian sistem informasi
akuntansi karena segala tranaksi yang dilakukan oleh pengguna dapat
dikatakan sangat rahasia .
5.2 Saran
Setelah penulis melakukan penelitian dan pengamatan secara
langsung maka saran – saran yang dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan untuk dapatmeningkatkan kualitas aktifitas pelayanan
adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan dan Mengawasi penggunaan sistem teknologi
serta sistem informasi akuntansi yang berjalan selama ini
sesuai prosedur dan adanya sistem akuntansi peralatan yang
lebih canggih, sehingga tidak bertumpang.
b. Pada saat pemakaiannya serta senantiasa mengevaluasi dan
mengantisipasi setiap gangguan, hambatan yang sering terjadi
di saat terjadinya transaksi penarikan uang tunai yang tinggi
dengan menekan kecilnya kegagalan transaksi yang terjadi
terutama transaksi penarikan uang tunai mesin ATM.

52
c. Kecermatan dalam mengantisipasi dan mengevaluasi
terhadap hal - hal yang terjadi pada mesin ATM serta
melakukan tindakan perbaikan atas kejadian yang timbul
terutama pada saat transaksi atas penarikan – penarikan yang
mencurigakan agar cepat ditindak lanjuti.
d. Pentingnya kualifikasi sumber daya manusia dalam hal ini
dibidang IT juga menjadi hal yang perlu di perhatikan, karna
sumber daya manusia yang berkualitas dan kompoten sangat
dibutuhkan agar mampu bekerja lebih baik.

53
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad David, Henri Indriyani, Muhammad Titan Terzagni. (2010).


Analisis EDP dalam pengolahan data penerimaan dan
pengeluaran kas pada PT. Pegadaian (Persero) kantor
cabang Lembang Palembang”. LPPM Universitas Dian
Nuswantoro, Semarang

Baridwan, Zaki. (2005). Sistem Informasi Akuntansi (Intermediate


Accounting Edisi 8). BPFE Edisi 8 Yogyakarta

Berry Prima Prama (2014). Evaluasi Pengendalian Intern atas sistem


dan ProsedurPengelolaan Kartu ATM. Vol 3. No .4

Buku Profil Bank BRI Unit Naikoten Kupang, Bank BRI 2021

Buku Panduan Bank BRI Unit Kupang, Bank BRI 2021

Dewi, Lestari (2011). Evaluasi Pengendalian Intern Atas Sistem


Pengisian Kas Anjungan Tunai Mandiri Studi Kasus Pada
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Cabang Malang.
Akuntansi pengantar I, Edisi 5

Hayadi, Syahrul. (2008). Analisis Penerapan SIA dan Prosedur


Penarikan Uang Tunai Melalui ATM pada PT. Bank
Mandiri (Persero) Tbk. Skripsi. Universitas Mercu Buana.
Jakarta

Hasugian, Budianto. (2008). Penerapan Electronic Data processing


(EDP) dalam proses transaksi ATM pada Bank BRI
(Persero) Tbk. Branch Brayan. Medan. Skripsi. Universitas
Muhamadiyah Malang

Ismail, Heriyanto. (2010). Prinsip Dasar Akuntansi Perbankan.


Jakarta : Kencana Pustaka Utama

Kasmir, (2007). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi


Keenam, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Kumaladewi, Nia, [Link] Informasi Akuntansi Terhadap


Transaksi ATM : Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah. Jakarta.

Krismiaji, (2010). Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta.


Akademi Manajemen Perusahaan YPKN.

54
Lopoliwa, Nugrogo. (2011). Akuntansi Transaksi Perbankan dalam
Valuta Asing. LPPI 2006

Margiono, (2012). Akuntansi Biaya. Edisi 5. Jakarta. Erlangga.

Mulyadi, (2016). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta. Salemba


empat

Nanang, Margiono. (2012). Sistem Informasi akuntansi dalam


peyajian informasi keuangan. Salemba Empat, Jakarta

Nur Aeni, Siti. (2016) Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi


Dalam Mendukung Pengendalian Internal Pemberian Kredit
Pada [Link] Danamon Indonesia (Persero) Tbk Unit
Purwokerto. Skripsi. Universitas Muhamadiyah. Jember.

Rohmadi Ahmad (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Edisi


Keempat. Salemba Empat, Jakarta.

Romney, Marshal B dan Paul J Stembart, [Link]


Information System, diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari,
S.S dan Deny Arnos Kwary, [Link] Buku 1, Edisi
Sembilan, Salemba Empat, Jakarta.

Romney, Marshal B dan Paul J Stembart, [Link]


Information System, diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari,
S.S dan Deny Arnos Kwary, [Link] Buku 2, Edisi
Sembilan, Salemba Empat, Jakarta.

Saputra, Oktawan Yusuf. (2008). Sistem Informasi Akuntansi


Penerimaan dan Pengeluaran Kas Melalui Pengoperasian
ATM PT BNI (Persero). Skripsi. Universitas Mercu Buana.
Jakarta.

Simbolon, Puronika. (2014). Analisis Sistem Pemprosesan Transaksi


Anjungan Tunai Mandari (ATM) Pada PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Usu Medan:
Skripsi. Politeknik Negeri Medan. Medan

Sugito, Bambang (2015). Ekonomi Bisnis Akuntansi Manajemen.


Gramedia. Jakarta

Sugiyono (2011). Memahami Penelitian Kualitatif dan kuantitatif.


Salemba, Jakarta

Suryabrata (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Salemba, Jakarta.

55
Susanto (2013). Sistem informasi manajemen. Edisi Salemba
Empat, Jakarta

Syahroni, Ahmad (2013). Pengelolaan Data Elektronik atau


Electronic Data Processing. Andi Publisher

Yazid, Sholahur. (2019). Analisis Sistem Informasi Akuntansi Dalam


Proses Transaksi ATM Pada PT Bank Rakyat Indonesia
Cabang Sungguminasa Unit Salim. Skripsi. Universitas
Muhamadiyah. Makasar

56
LAMPIRAN - LAMPIRAN

57
Dokumentasi Gambar

58
59

Anda mungkin juga menyukai