LAPORAN PENDAHULUAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN
DENGAN GANGGUAN RISIKO BUNUH DIRI
DI RSJD SOEDJARWADI
Disusun Oleh :
Anang Sonia Jaya
P202405007
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN TEKHNOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN
Tahun 2024/2025
2
1. Pengertian
Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh pasien untuk
mengakhiri kehidupannya. Bunuh diri adalah perilaku merusak diri yang langsung
dan disengaja untuk mengakhiri kehidupan. Individu secara sadar berkeinginan
untuk mati sehingga melakukan tindakan-tindakan untuk mewujudkan keinginan
tersebut.
Perilaku bunuh diri disebabkan karena individu mempunyai koping tidak adaptif
akibat dari gangguan konsep diri: harga diri rendah.
Resiko yang mungkin terjadi pada klien yang mengalami krisis bunuh diri adalah
mencederai diri dengan tujuan mengakhiri hidup.
Perilaku yang muncul meliputi isyarat, percobaan atau ancaman verbal untuk
melakukan tindakan yang mengakibatkan kematian perlukaan atau nyeri pada diri
sendiri.
2. Karakteristik
Berdasarkan besarnya kemungkinan pasien melakukan bunuh diri, kita mengenal
tiga macam perilaku bunuh diri, yaitu:
a. Isyarat Bunuh Diri
Isyarat bunuh diri ditunjukkan dengan berperilaku secara tidak langsung ingin
bunuh diri, misalnya dengan mengatakan: “Tolong jaga anak-anak karena saya
akan pergi jauh!” atau “Segala sesuatu akan lebih baik tanpa saya.”
Pada kondisi ini pasien mungkin sudah memiliki ide untuk mengakhiri hidupnya,
namun tidak disertai dengan ancaman dan percobaan bunuh diri. Pasien umumnya
mengungkapkan perasaan seperti rasa bersalah / sedih / marah / putus asa / tidak
berdaya. Pasien juga mengungkapkan hal-hal negatif tentang diri sendiri yang
menggambarkan harga diri rendah
b. Ancaman Bunuh Diri
Ancaman bunuh diri umumnya diucapkan oleh pasien, berisi keinginan untuk mati
disertai dengan rencana untuk mengakhiri kehidupan dan persiapan alat untuk
melaksanakan rencana tersebut. Secara aktif pasien telah memikirkan rencana
bunuh diri, namun tidak disertai dengan percobaan bunuh diri.
3
Walaupun dalam kondisi ini pasien belum pernah mencoba bunuh diri,
pengawasan ketat harus dilakukan. Kesempatan sedikit saja dapat dimanfaatkan
pasien untuk melaksanakan rencana bunuh dirinya.
c. Percobaan Bunuh Diri
Percobaan bunuh diri adalah tindakan pasien mencederai atau melukai diri untuk
mengakhiri kehidupannya. Pada kondisi ini, pasien aktif mencoba bunuh diri
dengan cara gantung diri, minum racun, memotong urat nadi, atau menjatuhkan
diri dari tempat yang tinggi.
3. Intervensi Generalis
Tindakan keperawatan untuk pasien percobaan bunuh diri
a. Tujuan umum : Klien tetap aman dan selamat / Klien tidak menciderai diri
sendiri.
b. Tujuan khusus
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dan latihan cara
mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri dengan membuat daftar aspek
positif diri sendiri.
Tindakan:
1.1. Perkenalkan diri dengan klien
1.2. Tanggapi pembicaraan klien dengan sabar dan tidak menyangkal.
1.3. Bicara dengan tegas, jelas, jujur, bersifat hangat dan bersahabat.
1.4. Identifikasi beratnya masalah resiko bunuh diri : isarat, ancaman,
percobaan (jika percobaan segera rujuk)
1.5. Identifikasi benda-benda berbahaya dan mengamankannya (lingkungan
aman untuk pasien).
1.6. Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri: buat daftar
aspek positif diri sendiri, latihan afirmasi/berpikir aspek positif yang
dimiliki
1.7. Masukkan pada jadual latihan berpikir positif 5 x / hari
2. Latihan cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri dengan
membuat daftar aspek positif keluarga dan lingkungan.
4
2.1. Evaluasi kegiatan berpikir positif tentang diri sendiri, beri pujian. Kaji
ulang resiko bunuh diri.
2.2. Latih cara cara mengendalikan diri dari dorongan bunuh diri dengan
membuat daftar aspek positif keluarga dan lingkungan, latih
afirmasi/berfikir aspek positif keluarga dan lingkungan.
2.3. Masukkan pada jadual latihan berpikir positif tentang diri, keluarga dan
lingkungan.
3. Diskusikan dan latih cara mencapai harapan dan masa depan
Tindakan:
3.1. Evaluasi kegiatan berpikir positif tentang diri sendiri, keluarga dan
lingkungan beri pujian. Kaji resiko bunuh diri.
3.2. Diskusikan harapan dan masa depan klien.
3.3 Diskusikan cara mencapai harapan dan masa depan klien.
3.4. Latih cara-cara mencapai harapan dan masa depan klien secara bertahap.
3.5. Masukkan pada jadual latihan berpikir positif tentang diri, keluarga,
lingkungan dan tahapan kegiatan yang dipilih.
4. Latih mencapai harapan dan masa depan (berikutnya)
Tindakan:
4.1. Evaluasi kegiatan berpikir positif tentang diri sendiri, keluarga dan
lingkungan beri pujian. Kaji resiko bunuh diri.
4.2. Latih tahap kedua cara mencapai harapan dan masa depan klien.
4.3. Masukkan pada jadual latihan berpikir positif tentang diri, keluarga,
lingkungan dan tahapan kegiatan yang dipilih untuk persiapan masa
depan
4.4. Evaluasi tahapan kegiatan mencapai harapan dan masa depan
4.5. Nilai kemampuan yang telah mandiri dan nilai apakah resiko bunuh diri
telah teratasi
Tindakan keperawatan untuk keluarga dengan pasien percobaan bunuh diri
a. Tujuan umum: Keluarga berperan serta merawat dan melindungi anggota keluarga
yang mengancam atau mencoba bunuh diri
5
b. Tujuan khusus
1. Latih keluarga mengenal tanda gejala dan proses terjadinya resiko bunuh diri
Tindakan:
1.1. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien.
1.2. Jelaskan pengertian, tanda & gejala, serta proses terjadinya resiko bunuh diri.
1.3. Jelaskan cara merawat pasien dengan resiko bunuh diri.
1.4. Latih cara memberikan pujian hal positif pasien, dan cara memberi dukungan
pencapaian masa depan.
1.5. Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberikan pujian.
2. Latih cara memberikan pujian dan penghargaan pada pasien.
2.1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam memberikan pujian dan penghargaan atas
keberhasilan dan aspek positif pasien.
2.2. Latih cara memberi penghargaan pada pasien dan menciptakan suasana positif
dalam keluarga: tidak membicarakan keburukan anggota keluarga.
2.3. Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberi pujian atas pencapaian
aspek positif pasien.
3. Diskusikan dan latih cara mencapai harapan dan masa depan pasien
Tindakan:
3.1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam memberikan pujian dan penghargaan pada
pasien serta menciptakan suasana positif dalam keluarga.
3.2. Bersama keluarga berdiskusi dengan pasien tentang harapan masa depan serta
langkah-langkah untuk mencapainya.
3.3 Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberi pujian.
4. diskusikan langkah dan kegiatan untuk mencapai harapan masa depan
Tindakan:
4.1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam memberikan pujian, penghargaan,
menciptakan suasana keluarga yang positif dan kegiatan awal dalam
mencapai harapan masa depan.
4.2. Bersama keluarga berdiskusi tentang langkah dan kegiatan untuk
mencapai harapan masa depan.
6
4.3. Jelaskan follow up ke PKM / RS, tanda kambuh, rujukan
4.4. Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberikan pujian
4.5. Nilai kemampuan keluarga merawat pasien dan kemampuan keluarga
melakukan kontrol ke PKM / RS.
4. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)
Terapi kelompok yang dapat dilakukan untuk pasien dengan resiko bunuh diri adalah:
1. TAK stimulasi persepsi untuk harga diri rendah
a. Sesi 1: Identifikasi kemampuan / hal positif pada diri
b. Sesi 2: Melatih kemampuan / hal positif pada diri
2. TAK sosialisasi
TAK sosialisasi terdiri dari tujuh sesi yaitu:
a. Sesi 1: Kemampuan memperkenalkan diri
b. Sesi 2: Kemampuan berkenalan
c. Sesi 3: Kemampuan bercakap-cakap
d. Sesi 4: Kemampuan bercakap-cakap topik tertentu
e. Sesi 5: Kemampuan bercakap-cakap masalah pribadi
f. Sesi 6: Kemampuan bekerjasama
g. Sesi 7: Evaluasi kemampuan sosialisasi
5. Intervensi Spesialis
a. Terapi Individu: terapi Cognitive Behavior Therapy
b. Terapi Kelompok: Logoterapi, terapi supportif
c. Terapi Keluarga: Family Psychoeducation (FPE), Triangle Therapy
d. Terapi Komunitas: Assertive community therapy
7
DAFTAR PUSTAKA
Draft Standar Asuhan Keperawatan Jiwa Program Spesialis Jiwa, Program Magister
Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, tahun 2008
Gail [Link] & Michele [Link] ; Princilple And Practise Of Psychiatric Nursing,
Eighth Edition , Elsever Mosby Inc, 2005
Modul Model Praktik Keperawatan Jiwa Profesional, Badan Pelayanan Kesehatan Jiwa
Banda Aceh & World Health Organization