EXT.
ALAM - SIANG
[Musik Ave Maria(Instrumental) - Schubert - Piano & Violin]
Film di mulai dengan sebuah MURAL bergambarkan sesosok
MATAHARI yang TERSENYUM LEBAR. Mural terbuka - menyambut para
penonton masuk ke dalam film.
Hutan. Sungai. Matahari. Tanaman. Scene berputar di sekitar
empat hal ini.
HARD CUT TO:
EXT. RUMAH DIRGA - MENJELANG MALAM
Seorang perempuan berjalan dengan sebuah tas di pundaknya -
mencoba untuk menelfon seseorang.
PEREMPUAN
Hey, Dir. Ini Nika. Sorry udah
ngerepotin. Cuman pengen kasih tau kalo
ayah ibu berantem lagi. Boleh gak numpang
rumah kamu sekali lagi? Maaf banget udah
narik-narik kamu ke masalah sampah
keluarga aku. Kalo kamu udah denger note
ini, telfon aku atau enggak chat.
ARUNIKA (15), seorang gadis cantik nan anggun menggunakan
sebuah hoodie besar dan membawa sebuah tas. Arunika mematikan
telfon tersebut dan menyelipkan pada kantong celananya.
Untuk beberapa saat Arunika melihat keadaan lingkungan di
sekitarnya - menahan rasa untuk menangis. Tiba-tiba
handphonenya BERGETAR. Arunika mengambil handphonenya dan
melihat sebuah teks dari DIRGA (15).
DIRGA (CHAT)
Sorry Nik, tadi dari kamar mandi. Boleh
kok! Ada kuncinya kan?
Arunika mulai mengetik. Layar handphone Nika memenuhi layar.
ARUNIKA
Iya ada. Makasih Dir. Maaf udah repotin.
Dirga membalas dengan emoji ibu jari keatas. Mengeluarkan
sedikit tawa pada Arunika.
Dia membuka tasnya dan mulai untuk mencari kunci rumah Dirga.
Saat Arunika menemukan kunci itu dengan lekas Arunika
berjalan menuju ke arah rumah Dirga.
Suara NOTIFIKASI telfon terdengar.
INT. RUMAH TEMAN - MALAM
Dirga, seorang Remaja Tampan dan berbadan ideal, duduk di
sebuah sofa. Di hadapannya duduk tiga orang teman, DION (15,
Lucu, Berambut pendek), MAHARDIKA (15, Kurus, Berambut
pendek), dan AKSA (16), seorang laki-laki menawan yang sedang
berfokus pada sketsa yang ia buat.
DION
GILA! Lu udah tau kalo tu cewe udah suka
sama lu semenjak satu setengah tahun yang
lalu. Tapi masih lu biarin?? Gak lu
tolak?!
DIRGA
(Acuh)
Gak. Gua bilang bakal gua pikirin.
DION DIRGA
Gila! Lu gak liat?! Dia Dialogue
gunain lu, anjing. Coba
pikir, kenapa dia selalu Dialogue
lari ke keluarga lu?! Buat
nyari perhatian lu, nyet. Dialogue
Kayak gak punya saudara
lain, njing. Lu mau gua gimana? Adeknya
punya penyakit skizofrenia,
Ayahnya sibuk kerja. Ortunya
kalo ketemu aja udah kayak
kucing anjing. Gak kasian lu
sama tu cewe? lagian ortu
gua juga temen ayah dia,
jadi ortu gua jadi satu-
satunya tempat pelarian dia.
DION
Persetan sama pertemanan ortu lu!
Dengerin, daripada ngurusin masalah tai
keluarga orang, mending lu nyari cewe
yang gak ngasih LU masalah baru tiap
hari.
Dirga menatap Dion dengan tatapan tersinggung. Mahardika
menutup buku yang Ia baca dan mulai untuk berbicara.
MAHARDIKA
Lu tau kan Dir, kalo SEMUA drama sampah
ini malah ngalihin lu dari apa yang
harusnya lu kerjain?
DIRGA
(siap untuk tersinggung)
Ngerjain apaan?
MAHARDIKA
(hampir ke diri sendiri)
Au dah. Nilai lu kali. Anger issue lu.
Dirga membuka mulutnya, namun terhalang oleh sebuah telfon
yang BERBUNYI.
Scene berfokus pada Aksa yang BERHENTI menggambar dan
PERHATIANNYA TERALIH pada handphone DIRGA.
MAHARDIKA
Siapa lagi tu?
Dirga mengambil handphonenya. 'Arunika' tertulis pada
handphonenya.
DION (V.O.)
Anjir. Dia lagi? Lu bercanda?
AKSA
Jawab aja Dir. Takut penting.
Dirga berdiri dan membawa dirinya keluar dari rumah itu -
menjawab telfon dari Arunika.
Sebuah TERIAKAN yang menyakitkan terdengar dari sisi lain. Di
lanjut dengan sebuah TANGISAN yang histeris.
DIRGA
Nik? NIK?!
Scene CUT TO BLACK:
Scene berlanjut dengan hujan yang sangat deras. CREDIT
PEMBUKA MULAI. Di iringi oleh seorang reporter(pr) yang
menyiarkan sebuah KASUS BUNUH DIRI.
REPORTER<PR> (V.O.)
Write some dialog for your character to
say.