0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan9 halaman

Pengaruh Instagram Terhadap FOMO Remaja

Diunggah oleh

Amanda Devina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan9 halaman

Pengaruh Instagram Terhadap FOMO Remaja

Diunggah oleh

Amanda Devina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

wwwww e-ISSN: 2550-0813 | p-ISSN: 2541-657X | Vol 9 No 9 Tahun 2022 Hal.

: 3463-3471
-

NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial


available online [Link]

PENGARUH PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL TERHADAP


PERILAKU FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA REMAJA1

Komariah, Yanti Tayo, Wahyu Utamidewi

Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Abstrak

Meningkatnya penggunaan media sosial Instagram di kalangan remaja tentunya akan


mempengaruhi perilaku seperti ingin tetap up to date dan tidak ingin ketinggalan yang
diakibatkan dari kecanduan mereka menggunakan media sosial. Penelitian memiliki tujuan untuk
mengetahui adanya pengaruh penggunaan jejaring sosial Instagram terhadap perilaku fear of
missing out (FOMO) dikalangan remaja. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan metode penelitian survei dan teori dependensi oleh Melvin DeFleur dan Sandra
Ball-Rokeach sebagai landasan teori dalam penelitian ini. Subyek penelitian ini adalah remaja
SMA 2 Cikarang Pusat, dan jumlah responden sebnyak 80 siawa. Penelitian ini menggunakan
analisis linier sederhana. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05
maka dapat disimpulkan bahwa variabel penggunaan jejaring sosial Instagram (X) berpengaruh
terhadap variabel perilaku fear of missing out (Y).

Kata Kunci: Jejaring Sosial, Remaja, FOMO.

PENDAHULUAN media, komunikan, efektivitas dan


Komunikasi merupakan proses umpan balik. Dalam proses komunikasi
yang melibatkan berbagai faktor yang ini tidak selalu mudah. Ada banyak faktor
saling terkait. Komunikasi yang efektif yang dapat mendukung atau mencegah
dapat terjalin bila didukung oleh banyak pengiriman pesan yang disampaikan.
hal, mualai dari komunikator, pesan, (Tayo, Y et al. 2021:158)

*Correspondence Address : engkom.komariah18038@[Link]


DOI : 10.31604/jips.v9i9.2022.3463-3471
© 2022UM-Tapsel Press
3463
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9 (9) (2022): 3463-3471

Salah satu dari sekian banyak Dilasir dari databoks (diakses


bentuk komunikasi di zaman modern ini pada 28 April 2022) kelompok pengguna
adalah komunikasi massa. Menurut media sosial adalah 36,4% pada
Wiranto (dalam Abidin, 2015:166) kelompok usia 18-24 dengan total 91,77
komunikasi massa ialah salah satu juta pengguna Instagram per Juli 2021.
komunikasi yang memanfaatkan alat- Dimasa remaja berbagai perubahan
alat yang merupakan mekanisme yang dapat terjadi dalam diri anak. Anak usia
dapat menggandakan pesan komunikasi, remaja biasanya memunyai rasa
oleh sebab itu komunikasi massa ialah penasaran yang sangat tinggi. Hal ini
komunikasi yang memakai media media dapat mendorong para remaja untuk
sebagai sarana penyebaran pesan menggunakan atau mengakses media
kepada khalayak yang luas pada saat sosial yaitu karena timbulnya rasa takut
yang sama. dalam diri ketika tertinggal suatu hal
Seiring dengan berjalannya baru seperti tren, berita, dan lain
waktu, komunikasi telah menjadi sebagainya.
kebutuhan mutlak untuk setiap individu Berdasarkan Survei Stress dan
tanpa melihat status sosial, pekerjaan, Kesejahteraan Nasional yang di Australia
jenis kelamin, usia, dan lain sebagainya. yang dilansir dari [Link] (diakses
Kebutuhan akan informasi terus pada 26 April 2021) menemukan 50%
bertumbuh seiring dengan kemajuan dari para remaja akan merasakan
teknologi, hal ini lah yang menjadi latar kekhawatiran ketika mengetahui teman-
belakang munculnya berbagai jenis temannya bersenang-senang tanpa
media untuk menyebarkan berbagai adanya dirinya, dan sekitar 51% dari
informasi. Mulai dari media cekat, media mereka juga mengatakan bahwa mereka
elektronik hingga media hibrid atau merasakan cemasan ketika tidak tahu
internet. apa yang temen-temannya lakukan
Menurut Van Dijk (dalam Setiadi, diluar sana.
2014:2), media sosial didefinisikan Perilaku remaja masa kini
sebagai platform komunikasi yang cenderung mendekati perilaku negatif
berorientasi pada keberadaan yang tanpa memungkiri bahwa pengaruh
dapat memfasilitasi kegiatan globalisasi dapat mempengaruhi gaya
komunikasi dan interaksi. Kementerian hidup dan perilaku mereka. Perilaku
Informasi dan Komunikasi FOMO sering dikaitkan dengan
(Kemenkominfo) yang dikutip di situs kecanduan media sosial. Kecanduan
[Link] (diakses 26 Maret 2021) media sosial muncul dari kemajuan
mengungkapkan, pada tahun 2021, di teknologi, informasi, dan kehadiran
indonesia jumlah penggunaan internet media sosial. Perilaku ini ditandai
meningkat menjadi enam puluh tiga juta dengan berkembangnya kecemasan dan
orang dan sembilan puluh lima persen di kekhawatiran yang tidak semestinya
antaranya tercatat mengakses internet, tentang berita dan tren terbaru.
jejaring sosia. Secara teoritis, menurut
Social Network adalah layanan Przyblylski et al. 2013 (dalam Wulandari,
berbasis web yang memungkinkan 2020:19) mendefinisikan FOMO sebagai
individunya untuk membentuk rasa takut kehilangan moment berharga
hubungan sosial melalui media sosial. dari seseorang atau sekelompok orang
Situs jejaring sosial pada dasarnya mirip ketika orang tersebut tidak dapat ikut
dengan jenis media sosial lain yang serta di dalamnya, perilaku ditandai
mendukung komunikasi komputer, dengan kemauan untuk menjaga
perbedaannya terletak pada kombinasi hubungan dengan orang lain. FOMO
fitur. (Ara et al., 2015:24) dapat membut seseorang hanya berfokus
3464
Komariah, Yanti Tayo, Wahyu Utamidewi
Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Fear Of Missing Out (Fomo)…..….….(Hal 3463-3471)

kepada dunia luar, sehingga dapat dan berdampak bagi para penggunanya.
membuat hilangnya identitas dan lebih Taraf penggunaan media diukur dari
buruknya lagi mereka menjadi lebih frekuensi seta lama waktu dari
fokus kepada orang lain dari pada pemakaian media sosial tersebut.
kehidupan mereka sendiri. Lometti [Link]. (Rahmani, 2016:
Berdasarkan penjelasan diatas 22) juga mengungkapkan bahwa
peneliti tertarik untuk melihat dan penggunaan media oleh seseorng bisa
mengetahui pengaruh penggunaan diamati melalui tiga aspek yaitu: Jumlah
media atau jejaring sosial Instagram wakktu, yang berhubungan dengan
pada remaja yang di lihat dari intensitas frekuensi, durasi, serta intensitas ketika
pemanfaatan internet menurut horrigan menggunakan media.
yang diukur dari frekuensi, durasi dan isi Isi pesan yaitu suatu konten
pesan terhadap perilaku fear of missing yang doperoleh dari penggunaan media
out. berupa sebuah informasi. Hubungan
anatara media dengan individu, dalam
LANDASAN TEORI penelitian ini membahas mengeni
Teori dependency media massa hubungan antara penggunaan media dan
pertama kali dikembangkan DeFleur & perilaku individu.
Ball-Rokeach pada tahun 1975, mereka
mengungkapkan gagasan bahwa METODE PENELITIAN
dependency theory mengulas mengenai Untuk mengkaji masalah
kekuatan media massa ketika penelitian, peneliti menggunakan
mempengruhi suatu khalayak atau pendekatan positivis. Menurut Sugiyono
masyarakat akibat adanya sifat (Sugiyono, 2018:15), penelitian
ketergantungan terhadap isi suatu kuantitatif dikenal sebagai penelitian
media. positivisme, yang didasarkan pada
Asumsi dasar menurut teori filosofi positivisme. Filsafat positivisme
dependency mengungkapkan bahwa yang memandang suatu fakta, gejala,
dampak media dipengaruhi oleh adanya atau fenomena sebagai sesuatu yang
interaksi antara sistem sosial yang lebih dapat diklasifikasikan, spesifik, dapat
luas. Menurut DeFleur & Ball-Rokeach diamati, dapat diukur, relatif tetap, dan
(dalam Morissan, 2010:51-56) terkait secara kausal. Penelitian ini
ketergantungan khalayak pada media menggunakan metode penelitian analisis
sangat penting dan melibatkan tiga statistik dengan penedekatan survey.
aspek: media, khalayak, dan sistem Variabel X pada penelitian ini
sosial. yaitu penggunaan jejaring sosial
Teori ini menunjukan bahwa sedangkan variabel Y yaitu perilaku
sistem media serta institusi sosial FOMO pada remaja. Karena banyaknya
berhubungan dengan khalayak untuk pengguna media di kalangan remaja
menciptakan kebutuhan, motif, serta maka sangat penting untuk mengetahui
minat yang kemudian hal tersebut dapat hubungan penggunaan media terhadap
mempengaruhi khalayak ketika perilaku FOMO.
menetukan bermacam sumber Peneliti mengambil populasi
media/non media yang dapat sebanyak 188 siswa di SMAN 2 Cikarang
menyebabkan bermacam-macam Pusat, kelas dua belas (XII) dengan
ketergantungan. Untuk mrngukur taraf jurusan MIPA dan IIS Penarikan sampel
ketergantungan seseorang dapat ditinjau di tentukan menggunakan penentuan
dari intensitas penggunaan medianya. sampel dari Isaac menggunakan taraf
Menurut Ardianto (2004:125) kesalahan lima persen maka diperoleh
penggunaan media dapat mempengaruhi
3465
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9 (9) (2022): 3463-3471

sampel sebanyak 80 siswa seperti kali dalam


terlihat dalam tabel 1. sehari.
4. Saya sering
Penyebaran kuesioner menggunakan
menggunakan teknik cluster sampling. perangkat
cluster sampling ialah suatu cara untuk media sosial
0,217 0,417 Valid
menetukan sampel dari kelopok kecil saya sampai
yang mengacu pada gugus/cluster. terkadang
saya lupa
waktu
Tabel 1 Distribusian cluster sampling
5. Saya merasa
Sampel/Kelas Populasi Populasi/Total Jumlah
terganggu
Populasi X
ketika tidak
Total Sampel
dapat
XI MIPA 1 34 34/188x80 14
menggunakan
XI MIPA 2 34 34/188x80 14 0,217 0,524 Valid
perangkat
XI MIPA 3 34 34/188x80 15 media sosial
XI IIS 1 28 28/188x80 12 saya dalam
XI IIS 2 28 28/188x80 12 waktu yang
XI IIS 3 29 29/188x80 13 lama
Total Sampel = 80 6. Jika saya
tidak dapat
Uji Validasi mengecek
Pengukuran validasi dalam atau
menggunakan
analisis pertanyaan didasarkan pada akun jejaring
skor yang ada atau telah dikumpulkan, sosial 0,217 0,505 Valid
kemudian dikorelasikan dengan rumus instagram,
korelasi product moment (r) oleh maka akan
Pearson. timbul
keinginan
untuk
mengeceknya.
7. Saya selalu
melihat
Dibawah ini merupakan output postingan di
tabel hasil analisis uji validitas dengan instagram
0,217 0,521 Valid
SPSS Versi 24.0 saya dari
awal sampai
Tabel 2 Hasil Uji Validasi “Penggunaan akhir tanpa
Jejaring Sosial Instagram” terlewatkan.
No Pertanyaan r r 8. Semua story
Keterangan instagram
Tabel Hitung
1. Saya dari teman-
menggunakan teman saya di 0,217 0,694 Valid
media sosial > 0,217 0,258 Valid dunia maya
2 jam dalam selalu saya
sehari. tonton.
2. Saya 9. Instagram
menggunakan memberikan
media sosial informasi 0,217 0,660 Valid
0,217 0,342 Valid terbaru/up to
sudah dari
lama (> 2 date.
tahun). 10. Aplikasi
3. Saya selalu instagram
melakukan memudahkan
0,217 0,350 Valid 0,217 0,574 Valid
interaksi saya
minimal 1 mengetahui
informasi

3466
Komariah, Yanti Tayo, Wahyu Utamidewi
Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Fear Of Missing Out (Fomo)…..….….(Hal 3463-3471)

terhadap 5. Saya merasa


orang-orang media sosial
0,21
terdekat saya. memberikan 0,478 Valid
7
11. Instagram banyak
dapat manfaat.
memenuhi 6. Saya sering
kebutuhanan mengecek dan
saya dalam mengikuti 0,21
0,562 Valid
mengikuti postingan 7
dan teman-teman
0,217 0,703 Valid
mendapatkan di media sosial.
informasi 7. Saya selalu
mengenai ingin berbagi
kegiatan semua aktifitas 0,21
0,633 Valid
keluarga yang saya 7
serta teman- lakukan
teman saya. kemedia sosial
12. Terkadang 8. Adanya rasa
dalam takut jika saya
mencerna isi ketinggalan
0,21
dari informasi momen 0,579 Valid
7
tersebut 0,217 0,547 Valid berharga/
dapat kurang up to
memberikan date
pengetahuan 9. Saya sering
baru. merasakan
rasa tidak
0,21
Tabel 3 Hasil Uji Validasi “Perilaku Fear Of nyaman 0,419 Valid
7
Missing Out Pada Remaja” setelah
N Pertanyaan r r menolak
Keterang ajakan teman
o Tabe Hitun
an 10 Saya selalu
l g
1. Informasi yang . ingin ikut serta
diperoleh dalam semua 0,21
0,547 Valid
terkadang kegiatan yang 7
0,21 temen-teman
secara tidak 0,435 Valid
7 saya lakukan
langsung dapat
mempengaruhi 11 Saya sering
mood saya. . mengikuti tren 0,21
0,680 Valid
2. Saya merasa terbaru di 7
lebih nyaman media sosial
bertemen, 12 Saya memiliki
berkomunikasi, 0,21 . lebih dari satu 0,21
0,603 Valid 0,766 Valid
dan 7 akun 7
mengekspresik instagram
an diri dalam
media sosial. Uji Reabilitas
3. Saya sering Penelitian ini mengguankanan
membagikan
gambar dan 0,21 Cronbach.s Alpha untuk menguji tingkat
0,669 Valid reabilitas.
video 7
mengenai diri 𝐾 𝛴𝑇𝑘 = 1𝑠 2 𝑡
saya. 𝛼=( )1 − ( )
𝑘−1 𝑠2𝑝
4. Saya memiliki
keinginan Tingkat reliabilitas dalam
untuk terus 0,21 Cronbachs Alpha diukur dengan
0,519 Valid
terhubung 7 menggunakan skala alpha 0 sampai 1
dengan orang yang diinterpretasikan sebagai berikut:
lain.

3467
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9 (9) (2022): 3463-3471

Tabel 4 Tingkat Reabilitas Dengan Metode Uji Regresi Linear Sederhna


Cronbachs Alpha Pada tahap ini adalah hasil dari
Alpha Tingkat Reliabilitas
uji linear sederhana yang mengukur
0,00 − 0,20 Kurang Reliabel
> 0,20 − 0,40 Agak Reliabel Penggunaan Jejaring Sosial Instagram (X)
>0,40 − 0,60 Cukup Reliabel terhadap Perilaku Fear Of Missing Out
>0,60 − 0,80 Reliabel Pada Remaja (Y).
>0,80 − 1,00 Sangat Reliabel
Tabel 7 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana
Coefficientsa
Tabel 5 Hasil Uji Reabilitas Penggunaan Standardize
Jejaring Sosial Instagram (X) Unstandardized d
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
Reliability Statistics 1 (Constant) 20.775 5.457 3.807 .000
Penggunaan Jejaring .549 .107 .502 5.131 .000
Sosial
a. Dependent Variable: Perilaku FOMO
Cronbach's Alpha N of Items
.642 12 Sumber: Data Di Olah Oleh Peneliti

Sumber: hasil olahan peneliti

Berdasarkan tabel diatas


Berdasarkan tabel 6 di atas
menghasilkan jumlah persamaan antara
diperoleh nilai r = 0,642. Yang artinya
lain:
ukuran kestabilan alpha reliabel karena
Y = a + bX Y
nilai yang didapat yaitu 0,642 > 0,60. Hal
= 29.403 + 0.412
ini menunjukan bahwa pernyataan-
pertanyaan yang digunakan menjadi
Data tersebut dapat
taraf/alat ukur merupakan reliabel.
diinterprestasikan sebagai berikut:
Tabel 6 Hasil Uji Reabilitas Perilaku Fear Of
1. Konstan berjumlah 20.775
Missing Out (FOMO) Pada Remaja (Y) nilai konsisten dari variabel
perilaku fear of missing out
adalah 20.775
Reliability Statistics 2. Koefisien regresi X adalah
0,395 yang berarti untuk
Cronbach's setiap 1% peningkatan nilai
Alpha N of Items penggunaan jejaring sosial
.641 12 Instagram, maka nilai
Sumber: Hasil olahan peneliti perilaku FOMO meningkat
sebesar 0,549.
Berdasarkan tabel 7 di atas
diperoleh nilai r = 0,641. Yang artinya Koefisien regresi tersebut
ukuran kestabilan alpha reliabel karena memiliki nilai yang positif maka dapat
nilai yang didapat yaitu 0,641 > 0,60. Hal dikatakan pengaruh variabel X terhadap
ini menunjukan bahwa pernyataan- variabel Y memiliki pengaruh yang
pertanyaan yang digunakan menjadi positif. Dpun pengambilan keputusan
taraf/alat ukur merupakan reliabel. dalam uji regresi sederhana antara lain:
1. Berdasarkan nilai
HASIL DAN PEMBAHASAN signifikansi: dilihat pada tabel
Bagian ini merupakan coefficients diperoleh nilai
pemafaran dengan melakukan uji signifikansi sebesar 0,000 <
statistik guna mengetahui hubungan 0,05 sehingga dapat
antar sub-variabel. disimpulkan bahwa variabel
penggunaan jejaring sosial

3468
Komariah, Yanti Tayo, Wahyu Utamidewi
Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Fear Of Missing Out (Fomo)…..….….(Hal 3463-3471)

instagram (X) berpengaruh Berdasarkan output data dari


terhadap variabel perilaku tabel 11 variabel X intensitas diperoleh t
fear of missing out (Y). hitung = 5.170 dan signifikan = 0,000 <
2. Berdasarkan nilai t : diketahui 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima
bahwa t hitung sebesar 5.131 yang berarti variabel intensits memiliki
> t tabel 1.992 sehingga dapat pengaruh yang signifikan terhadap
disimpulkan bahwa variabel perilaku fear of missing out (FOMO) pada
penggunaan jejaring sosial remja. Pada X isi pesan diperoleh t hitung
instagram (X) berpengaruh = 2.721dan sig = 0,008 < 0,05. Maka Ho
terhadap variabel fear of diterima dan Ha ditolak yang berarti
missing out (Y). variabel isi pesan memiliki penaruh yang
signifikan terhadap perilaku fear of
Catatan: cara mencari t tabel missing out (FOMO) pada remja.
T tabel : ( 𝛼/2 ; n-2)
: (0,05/2 ; 80-2) Uji Koefisien Determinasi (R²)
: (0,025 : 78) Tabel 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi
: 1.992 [dilihat pada Model Summary
distribusi nilai t tabel] Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
Uji Persial (T) 1 .513a .263 .244 3.86132
a. Predictors: (Constant), Isi Pesan, Intensitas
Tabel 8 Hasil Uji Persial (T)
Sumber: Data Di Olah Oleh Peneliti
Coefficientsa
Standardiz
ed
Unstandardized Coefficient

Model B
Coefficients
Std. Error
s
Beta t Sig. Berdasarkan output data tabel 9,
1 (Constant) 21.693
Intensitas .726
5.525
.140 .505
3.926
5.170
.000
.000 diperoleh nilai korelasi (R) sebesar 0,513
Isi Pesan .804 .295
a. Dependent Variable: Perilaku FOMO
.294 2.721 .008
serta koefisien determinasi (r²) sebesar
Sumber: data diolah oleh peneliti
0,263. Hasil tersebut menyatakan bahwa
variabel X berpengaruh terhadap
Hipotesis: variabel Y sebesar 26,3% dan sisanya di
1. Apabila t hit. < t tab. serta nilai pengaruhi oleh variabel lain yang tidak
sig > 0,05, maka Ho diterima masuk dalam penelitian ini.
dan Ha ditolak.
2. Apabila t hit. > t tab. serta nilai Tabel 10 Hasil Uji Determinasi (r2)
Sig < 0,05, maka Ho ditolak Standardized
dan Ha diterima. Coefficients
Zero-
Correlations

Model Beta order Partial Part


Kriteria pengambilan keputusan 1 (Constant)
Intensitas .464 .505 .439 .420
Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau Isi Pesan .294 .294 .101 .087
(α) = 0,05. Sebelumnya t tabel perlu Sumber: Data Di Olah Oleh Peneliti
dihitung terlebih dahulu menggunakan
rumus:
t tabel = (α/2 : n-k-1)
Berdasarkan output tabel 10,
= (0,05/2: 80-2-1)
untuk mengetahui pengaruh parsial dari
= (0,025: 77) = 1.991
tiap-tiap variabel maka dapat dilakukan
*dilihat dari tabel nilai
perhitungan sebagai berikut:
t
Intensitas (X1) 0,468 x
0,505 = 0,236 atau 23,6%
3469
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9 (9) (2022): 3463-3471

Isi Pesan (X2) 0,294 x melibatkan tiga aspek: media, khalayak,


0,294 = 0,086 atau 8,6% dan sistem sosial
Berdasarkan perhitungan diatas, Dengan kata lain semakin
dapat disimpulkan bahwa pengaruh seseorang mengantungkan kebutuhanya
terbesar berasal dari variabel Intensitas agar terpenuhi oleh media, maka akan
(X1) dengan pengaruh sebanyak 26,3%, semakin penting pula peran media,
sedangkan Isi Pesan (X2 ) memberi akibatnya media akan semakin
pengaruh sebanyak 8,6%. berpengaruh kepada orang tersebut.
Untuk mengetahui taraf ketergantungan
Uji Normalitas seseorang dapat ditinjau dari intensitas
pengunaan medianya. Menurut Ardianto
Tabel 14 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
(2004:125) penggunaan media dapat
Unstandardiz
ed Residual mempengaruhi dan berdampak bagi
para penggunanya.
N 80
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. 3.83893257

Most Extreme
Deviation
Absolute .066 Peneltian ini dilakukan
menggunakan instumen penggunaan
Differences Positive .066
Negative -.037
Test Statistic .066
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
.200c,d
jejaring sosial sebagai variabel bebas (X)
yang kemudian diurunkan menjadi
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Data Di Olah Oleh Peneliti
intensitas dan isi pesan. Kedua sub
variabel bebas (X) ini memiliki
Berikut ini adalah hasil output hubungan yang signifikan dengan
pengujian normalitas. Berdasarkan variabel terikat (Y) yaitu perilaku fear of
output data diatas diperoleh hasil uji missing out. Artinya dapat dikatakan jika
normalitas yang dilihat dari Asymp. Sig. remja di SMA 2 Cikarang Pusat terkait
(2-tailed) sebesar 0,200 > 0,05. Maka penggunaan media sosial memiliki sikap
hasil tersebut menyatakan bahwa data positif terhadap FOMO. Pengalaman
yang digunakan dalam penelitian ini FOMO dapat mendorong untuk terus
distribusi normal. menggunakan jejaring sosial utuk
Setelah melalui beberapa tahap memenuhi kecemasan mengenai orang-
yang dilakukan. Peneliti mendapatkan orang disekitarnya.
hasil analisis dari berbagai sumber serta
data yang telah dikumpulkan. Sehingga KESIMPULAN
dapat diketahui adanya pengaruh dari Berdasarkan penjelasan dan
penggunaan jejaring sosial instagram hasil penelitian dpt diketahahui
terhadap perilaku FOMO, hal ini dapat kesimpulan dari penelitian ini antara lain
diketahui dari hasil analisis uji regresi sebagai berikut:
linear sederhana yang dilihat dari nilai 1. Penggunaan jejaring sosial
signifikan pada tabel coefficients instagram berpengaruh
diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 terhadap perilaku kreatif
< 0,05 maka dari itu dapat disimpulkan dengan taraf signifikan
bahwa penggunaan jejaring sosial 0,05<0,000. Variabel X
instagram (X) berpengaruh terhadap memiliki pengruh terhadap
perilaku fear of missing out (Y). variabel Y sebanyak 10,2%
Dampak media dipengaruhi oleh dengan nilai korelasi ( R )
adanya interaksi antara sistem sosial yaitu 0,513 sedangkan
yang lebih luas. Menurut Melvin koefisien determinasi (r²)
DeFleur&Sandra Ball-Rokeach (dalam yaitu 0,263.
Morissan, 2010:51-56) ketergantungan 2. Terdapat pengaruh intensitas
khalayak pada media sangat penting dan penggunaan jejaring sosial
terhadap perilaku FOMO yang
3470
Komariah, Yanti Tayo, Wahyu Utamidewi
Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Fear Of Missing Out (Fomo)…..….….(Hal 3463-3471)

dilihat dari besar nilai t (diakses pada 25 Maret 2021). Tersedia dalam
hitung = 5.170 dengan nilai [Link]
sig = 0,000 < 0,05. Artinya Rahmani, T. (2016). Penggunaan Media
variabel intensits memiliki Sosial Sebagai Penguasaan Dasar-dasar Fotografi
pengruh yang signifikan Ponsel. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
terhadap perilaku fear of Yogyakarta.
missing out (FOMO) pada
Setiadi, A. (2014). Pemanfaatan media
remja. Dengan kontribusi sosial untuk efektifitas komunikasi. Jurnal Ilmiah
pengaruh sebesar 26,3%. Matrik, 16(1).
3. Terdapat pengaruh isi pesan
penggunaan jejaring sosial Sugiyono. (2018). Metode Penelitian
terhadap perilaku FOMO yang Kuantitatf. Bandung: Alfabeta.
dilihat dari besar nilai t hitung Wulandari, A. (2020). Hubungan
= 2.721dengan sig = 0,008 < Kontrol Diri Dengan Fear Of Missing Out Pada
0,05. Artinya variabel Mahasiswa Pengguna Media Sosial. 1–71.
intensits memiliki pengruh
yang signifikan terhadap Tayo, Y., Nursanti, S., Utamidewi, W.
hambatan pembelajaran jarak jauh bagi guru
perilaku fear of missing out digital immigrant. JURNAL Kebijakan
(FOMO) pada remja. Dengan Pembangunan Vol 16. No. 2
kontribusi pengaruh sebesar
8,6%

DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Y. Z. (2015). Manajemen
Komunikasi Filosofi, Konsep dan Aplikasi.
Bandung: Pustaka Setia.

Ara, S., Dimyati, I., & Yusanto, Y. (2015).


Pengaruh penggunaan jejaring sosial (twitter)
terhadap sikap asosial pada pelajar SMA Negeri
10 Kota Tangerang. [Link]

Ardianto et al. (2004). Komunikasi


Massa (Suatu Pengantar). Bandung: Simbiosa
Rekatama Media.

Efendi, R. P. (2018). Hubungan Antara


Ketergantungan Media Sosial Dengan Emapati
pada Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran
Islam UIN Jakarta. 1–111.

FOMO menghantui remaja dan anak


muda, dampaknya kesehatan mental. (diakses
pada 26 April 2021). Tersedia dalam
[Link]

Morissan. (2010). Psikolog


Komunikasi. Bogor: Penerbit Galia Indonesia.

Negara pengguna instagram terbanyak.


(diakses pada 28 April 2021). Tersedia dalam
[Link]

Pengguna internet di indonesia.


3471

Anda mungkin juga menyukai