Pengaruh Instagram Terhadap FOMO Remaja
Pengaruh Instagram Terhadap FOMO Remaja
: 3463-3471
-
Abstrak
kepada dunia luar, sehingga dapat dan berdampak bagi para penggunanya.
membuat hilangnya identitas dan lebih Taraf penggunaan media diukur dari
buruknya lagi mereka menjadi lebih frekuensi seta lama waktu dari
fokus kepada orang lain dari pada pemakaian media sosial tersebut.
kehidupan mereka sendiri. Lometti [Link]. (Rahmani, 2016:
Berdasarkan penjelasan diatas 22) juga mengungkapkan bahwa
peneliti tertarik untuk melihat dan penggunaan media oleh seseorng bisa
mengetahui pengaruh penggunaan diamati melalui tiga aspek yaitu: Jumlah
media atau jejaring sosial Instagram wakktu, yang berhubungan dengan
pada remaja yang di lihat dari intensitas frekuensi, durasi, serta intensitas ketika
pemanfaatan internet menurut horrigan menggunakan media.
yang diukur dari frekuensi, durasi dan isi Isi pesan yaitu suatu konten
pesan terhadap perilaku fear of missing yang doperoleh dari penggunaan media
out. berupa sebuah informasi. Hubungan
anatara media dengan individu, dalam
LANDASAN TEORI penelitian ini membahas mengeni
Teori dependency media massa hubungan antara penggunaan media dan
pertama kali dikembangkan DeFleur & perilaku individu.
Ball-Rokeach pada tahun 1975, mereka
mengungkapkan gagasan bahwa METODE PENELITIAN
dependency theory mengulas mengenai Untuk mengkaji masalah
kekuatan media massa ketika penelitian, peneliti menggunakan
mempengruhi suatu khalayak atau pendekatan positivis. Menurut Sugiyono
masyarakat akibat adanya sifat (Sugiyono, 2018:15), penelitian
ketergantungan terhadap isi suatu kuantitatif dikenal sebagai penelitian
media. positivisme, yang didasarkan pada
Asumsi dasar menurut teori filosofi positivisme. Filsafat positivisme
dependency mengungkapkan bahwa yang memandang suatu fakta, gejala,
dampak media dipengaruhi oleh adanya atau fenomena sebagai sesuatu yang
interaksi antara sistem sosial yang lebih dapat diklasifikasikan, spesifik, dapat
luas. Menurut DeFleur & Ball-Rokeach diamati, dapat diukur, relatif tetap, dan
(dalam Morissan, 2010:51-56) terkait secara kausal. Penelitian ini
ketergantungan khalayak pada media menggunakan metode penelitian analisis
sangat penting dan melibatkan tiga statistik dengan penedekatan survey.
aspek: media, khalayak, dan sistem Variabel X pada penelitian ini
sosial. yaitu penggunaan jejaring sosial
Teori ini menunjukan bahwa sedangkan variabel Y yaitu perilaku
sistem media serta institusi sosial FOMO pada remaja. Karena banyaknya
berhubungan dengan khalayak untuk pengguna media di kalangan remaja
menciptakan kebutuhan, motif, serta maka sangat penting untuk mengetahui
minat yang kemudian hal tersebut dapat hubungan penggunaan media terhadap
mempengaruhi khalayak ketika perilaku FOMO.
menetukan bermacam sumber Peneliti mengambil populasi
media/non media yang dapat sebanyak 188 siswa di SMAN 2 Cikarang
menyebabkan bermacam-macam Pusat, kelas dua belas (XII) dengan
ketergantungan. Untuk mrngukur taraf jurusan MIPA dan IIS Penarikan sampel
ketergantungan seseorang dapat ditinjau di tentukan menggunakan penentuan
dari intensitas penggunaan medianya. sampel dari Isaac menggunakan taraf
Menurut Ardianto (2004:125) kesalahan lima persen maka diperoleh
penggunaan media dapat mempengaruhi
3465
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9 (9) (2022): 3463-3471
3466
Komariah, Yanti Tayo, Wahyu Utamidewi
Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Fear Of Missing Out (Fomo)…..….….(Hal 3463-3471)
3467
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9 (9) (2022): 3463-3471
3468
Komariah, Yanti Tayo, Wahyu Utamidewi
Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Fear Of Missing Out (Fomo)…..….….(Hal 3463-3471)
Model B
Coefficients
Std. Error
s
Beta t Sig. Berdasarkan output data tabel 9,
1 (Constant) 21.693
Intensitas .726
5.525
.140 .505
3.926
5.170
.000
.000 diperoleh nilai korelasi (R) sebesar 0,513
Isi Pesan .804 .295
a. Dependent Variable: Perilaku FOMO
.294 2.721 .008
serta koefisien determinasi (r²) sebesar
Sumber: data diolah oleh peneliti
0,263. Hasil tersebut menyatakan bahwa
variabel X berpengaruh terhadap
Hipotesis: variabel Y sebesar 26,3% dan sisanya di
1. Apabila t hit. < t tab. serta nilai pengaruhi oleh variabel lain yang tidak
sig > 0,05, maka Ho diterima masuk dalam penelitian ini.
dan Ha ditolak.
2. Apabila t hit. > t tab. serta nilai Tabel 10 Hasil Uji Determinasi (r2)
Sig < 0,05, maka Ho ditolak Standardized
dan Ha diterima. Coefficients
Zero-
Correlations
Most Extreme
Deviation
Absolute .066 Peneltian ini dilakukan
menggunakan instumen penggunaan
Differences Positive .066
Negative -.037
Test Statistic .066
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
.200c,d
jejaring sosial sebagai variabel bebas (X)
yang kemudian diurunkan menjadi
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Data Di Olah Oleh Peneliti
intensitas dan isi pesan. Kedua sub
variabel bebas (X) ini memiliki
Berikut ini adalah hasil output hubungan yang signifikan dengan
pengujian normalitas. Berdasarkan variabel terikat (Y) yaitu perilaku fear of
output data diatas diperoleh hasil uji missing out. Artinya dapat dikatakan jika
normalitas yang dilihat dari Asymp. Sig. remja di SMA 2 Cikarang Pusat terkait
(2-tailed) sebesar 0,200 > 0,05. Maka penggunaan media sosial memiliki sikap
hasil tersebut menyatakan bahwa data positif terhadap FOMO. Pengalaman
yang digunakan dalam penelitian ini FOMO dapat mendorong untuk terus
distribusi normal. menggunakan jejaring sosial utuk
Setelah melalui beberapa tahap memenuhi kecemasan mengenai orang-
yang dilakukan. Peneliti mendapatkan orang disekitarnya.
hasil analisis dari berbagai sumber serta
data yang telah dikumpulkan. Sehingga KESIMPULAN
dapat diketahui adanya pengaruh dari Berdasarkan penjelasan dan
penggunaan jejaring sosial instagram hasil penelitian dpt diketahahui
terhadap perilaku FOMO, hal ini dapat kesimpulan dari penelitian ini antara lain
diketahui dari hasil analisis uji regresi sebagai berikut:
linear sederhana yang dilihat dari nilai 1. Penggunaan jejaring sosial
signifikan pada tabel coefficients instagram berpengaruh
diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 terhadap perilaku kreatif
< 0,05 maka dari itu dapat disimpulkan dengan taraf signifikan
bahwa penggunaan jejaring sosial 0,05<0,000. Variabel X
instagram (X) berpengaruh terhadap memiliki pengruh terhadap
perilaku fear of missing out (Y). variabel Y sebanyak 10,2%
Dampak media dipengaruhi oleh dengan nilai korelasi ( R )
adanya interaksi antara sistem sosial yaitu 0,513 sedangkan
yang lebih luas. Menurut Melvin koefisien determinasi (r²)
DeFleur&Sandra Ball-Rokeach (dalam yaitu 0,263.
Morissan, 2010:51-56) ketergantungan 2. Terdapat pengaruh intensitas
khalayak pada media sangat penting dan penggunaan jejaring sosial
terhadap perilaku FOMO yang
3470
Komariah, Yanti Tayo, Wahyu Utamidewi
Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial Terhadap Perilaku Fear Of Missing Out (Fomo)…..….….(Hal 3463-3471)
dilihat dari besar nilai t (diakses pada 25 Maret 2021). Tersedia dalam
hitung = 5.170 dengan nilai [Link]
sig = 0,000 < 0,05. Artinya Rahmani, T. (2016). Penggunaan Media
variabel intensits memiliki Sosial Sebagai Penguasaan Dasar-dasar Fotografi
pengruh yang signifikan Ponsel. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
terhadap perilaku fear of Yogyakarta.
missing out (FOMO) pada
Setiadi, A. (2014). Pemanfaatan media
remja. Dengan kontribusi sosial untuk efektifitas komunikasi. Jurnal Ilmiah
pengaruh sebesar 26,3%. Matrik, 16(1).
3. Terdapat pengaruh isi pesan
penggunaan jejaring sosial Sugiyono. (2018). Metode Penelitian
terhadap perilaku FOMO yang Kuantitatf. Bandung: Alfabeta.
dilihat dari besar nilai t hitung Wulandari, A. (2020). Hubungan
= 2.721dengan sig = 0,008 < Kontrol Diri Dengan Fear Of Missing Out Pada
0,05. Artinya variabel Mahasiswa Pengguna Media Sosial. 1–71.
intensits memiliki pengruh
yang signifikan terhadap Tayo, Y., Nursanti, S., Utamidewi, W.
hambatan pembelajaran jarak jauh bagi guru
perilaku fear of missing out digital immigrant. JURNAL Kebijakan
(FOMO) pada remja. Dengan Pembangunan Vol 16. No. 2
kontribusi pengaruh sebesar
8,6%
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Y. Z. (2015). Manajemen
Komunikasi Filosofi, Konsep dan Aplikasi.
Bandung: Pustaka Setia.