0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Ujian, Teman, dan Contekan di Sekolah

Diunggah oleh

Winanti 23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Ujian, Teman, dan Contekan di Sekolah

Diunggah oleh

Winanti 23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Adegan 1

Dimulai dari persiapan ke sekolah memasang jilbab, Bersiap-siap


Adegan 2
Nana : Sampai di sekolah dan kembali membaca materi pelajaran
Lidya : Panik karna tidak belajar, kemudian bertanya ke nana tentang materi,dan berniat untuk mencontek
nana
: “Na, lu udah ada persiapan buat ujian belum?”
Nana : “Udah, Kenapa ya?”
Lidya : “Aduh gua belum lagi, materi apa jir? ah elah gua nyontek lu aja deh”
Nana : “hemm, okelah” mendongak ke lidya, dan kembali membaca buku
Jesika datang terlambat, dan banyak barang yang tertinggal karena begadang
Jesika : “Anjirlah telat gua, ini kenapa kelas di lantai 3 si” berdecak dan berjalan terburu-buru
Bu guru datang kemudian berdoa dan memulai ujian,mengumpulkan barang ke depan, membagikan kertas
ujian
Dinda : “Baiklah Anak-anak sebelum memulai ujian pada pagi hari ini silahkan baca doa terlebih dahulu”
Dinda : “Ibu absen terlebih dahalu ya”
: “Sebelum kita memulai ujian, barang-barang yang tidak bersangkutan dengan ujian harap
dikumpulan. Yang tersisa di meja hanya pena dan selembar kertas”
Siswa : “baik ibu….”
Guru membagikan kertas ujian, dan Suasana di dalam ruangan kelas pun tegang dan sunyi. Siswa
mengerjakan ujian ada yang lancar dan sibuk mencari contekan karna tak belajar.
Lidya mulai pusing dan menunggu contekan dari nana, nana meng-iyakan perkataan lidya karna takut nanti
tidak ada yg mau berteman dengannya. maka dia berusaha memberikan contekan.
Jesika menganggu teman depannya untuk meminta jawaban tetapi yang diberikan secarik kertas bertulis "i
love u"
Dinda melirik jesika yang sibuk mencari contekan dan geleng-geleng waktu ujian habis dan mengumpulkan
jawaban guru menutup pembelajaran. Setelah keluar kelas kemudian lidya dan jesika terlihat gelisah karena
tidak menjawab soal sampai selesai dan malah menyalahkan nana.

Nana pun tak berani melawan karena takut tidak ada teman di kelas.
Ica dan Tasya melihat kejadian itu pun kasihan dg nana tetapi tidak berani menolong karena takut dengan
Lidya dan jesika. Namun dibalik itu Ica dan Tasya melapor ke Bu Dinda atas kejadian itu secara diam-diam
dan menunjukkan hasil video yang direkamnya.
Ke esokan harinya pembagian kertas ujian. Nana, Lidya, dan jesika mendapa panggilan ke ruang guru.
FLASBACK
Guru melihat mereka sibuk mencari contekan dan bertanya
Dinda: "ada apa dengan kalian"
Guru mengambil kertas ujian mereka bertiga.
Guru: "kenapa jawaban ujian kalian sangat kacau?" Lidya dan jesika tidak menjawab tetapi malah saling
menyalahkan.
Guru pun bertanya kepasa nana
Dinda: "nana kenapa mau memberikan contekan kepada mereka?, kenapa tidak mengingatkan mereka saja
jika ada ujian?"
Mulailah nana menceritakan kalo dia sudah mengingatkan untk menghapal dan membaca materi melalui
grup wa mereka, tetapi Lidya dan jesika tidak mau belajar dan menang dari awal berniat untuk mencontek.
Mereka lebih memilih untk barmain game online.
Nana:" saya sudah mengingatkan mereka untuk belajar melalui grup WhatsApp bu, akan tetapi tidak di
idahkan dengan mereka"
Guru pun meberitahu hal yang didengar nya dari nana dan menanyakan kebenaran hal itu kepada mereka.
Dinda: "apakah benar yang nana katakan?"
Akhirnya mereka mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Lidya dan jesika: "iya bu, benar yang dikatakan nana"
Guru pun memberikan kesempatan untuk ujian ulang kepada Lidya dan jesika tetapi secara lisan,dan
memberitahu kpd Lidya dan jesika untuk tidak merundung dan menekan teman yg lain untuk mndapatkan
keinginan mereka dengan ancaman di keluarkan dari sekolah.
Endingnya Lidya dan jesika meminta maaf dan berniat untk mengajak nana untk membantu mereka belajar
ujian lisan.
Guru melihat dari jauh perubahan mereka dan memberikan pesan moral

Anda mungkin juga menyukai