INVERSION RECOVERY yang bersangkutan.
M pada IR melewati sumbu XY
dalam perjalanannya kembali sejajar Z, sementara
Sekuens pulsa Inversion Recovery (IR) atau SE tidak, karena pada SE sumbu XY yang menjadi
disebut juga sekuens pulsa dengan preparasi awal relaksasi T1.
magnetisasi adalah sekuens pulsa Spin Echo (SE)
yang dimulai dengan pulsa Radio-Frequency (RF)
pembalik 180º (1). Jika arah medan magnet
eksternal (B0) dituliskan sejajar sumbu Z, maka
pulsa RF 180º menyebabkan net-magnetisasi (M)
dari inti atom H berubah menjadi berlawanan
terhadap arah B0, atau berada pada Z negatif (-Z)
Gb.3 relaksasi T1 pada IR
(setelah RF pembalik 180º)
Gb.1. arah net-magnetisasi setelah diberi pulsa
pembalik
Lama waktu setelah pemberian pulsa RF 180º
dengan pulsa RF eksitasi 90º disebut Time
Inversion (TI).
Gb.4 relaksasi T1 pada SE
Gb.2. diagram sekuens pulsa inversion recovery (setelah RF eksitasi 90º)
Relaksasi longitudinal atau relaksasi T1 akan Apabila TI diatur tepat ketika M suatu jaringan
terjadi setelah Pulsa RF 180º dihentikan(1), tertentu berada pada sumbu XY, maka sinyal
menyebabkan M secara gradual kembali sejajar B0. jaringan tersebut tidak akan tampak pada hasil
Relaksasi T1 yang terjadi pada IR dan SE dapat pencitraan MRI. Dikarenakan pulsa eksitasi 90º
dilihat pada gambar 3 dan 4 secara berurutan. yang diberikan pada saat TI akan menyebabkan M
jaringan tersebut berubah arah menjadi 90º
Dibandingkan SE, M pada IR akan membutuhkan
terhadap XY (kembali ke -Z).
waktu yang lebih lama untuk kembali sejajar Z,
karena dimulai dari sumbu –Z, laju relaksasi
keduanya adalah sama yaitu sesuai T1 jaringan
1 |[Link]/MRI/2014
Receiver coil (kumparan penerima) yang diletakkan sama, meskipun fasanya berbeda, sehingga nilai
pada obyek tubuh akan menerima sinyal, dan skala keabuannya sama.
sinyal terbesar adalah ketika M sejajar sumbu XY.
Gambar 6 dengan TI diatur saat M jaringan a tepat
Hal ini terjadi karena pada hampir seluruh jenis berada pada sumbu XY, setelah pulsa eksitasi 90º
sekuens pulsa MRI, informasi besar sinyal saja hanya M dari jaringan b dan c saja yang
yang digunakan sedangkan informasi fasa menghasilkan sinyal untuk ditangkap kumparan
diabaikan atau disebut Magnitude penerima, atau bisa disebut jaringan a ter-suppresi.
(4)
Reconstruction . sebaliknya jika informasi fasa
saja yang digunakan dalam rekonstruksi citra maka
disebut Phase Reconstruction atau Phase Image.
Informasi Besar sinyal dan Fasa digunakan
bersamaan disebut Phase Sensitive
Reconstruction. Sering dimanfaatkan pada
rekonstruksi Phase Sensitive Inversion Recovery
(PSIR) atau True Inversion Recovery (TIR).
Sebelum artikel ini menjadi membingungkan
marilah kita perhatikan gambar 5. Pada gambar,
garis solid hijau menunjukkan proses relaksasi T1
terjadi setelah RF pembalik 180º dihentikan yang
sama dengan gambar 3. Namun karena informasi
Gb. 6. Supresi sinyal a dengan TI tertentu
fasa diabaikan (magnitude reconstruction) maka
perubahan sinyal “di bawah” sumbu XY dan “di TI menentukan sinyal jaringan apa yang akan di-
atas” sumbu XY adalah sama. suppresi, intensitas sinyal suatu jaringan sesuai
nilai relaksasi T1 nya pada inversion recovery
dapat dituliskan sesuai persamaan berikut(1) :
𝑀Z(𝑡) = 𝑀0(1 − 2𝑒−𝑡/𝑇1).............(1.1)
MZ adalah Magnetisasi (M) pada sumbu Z, M0
adalah Magnetisasi awal, t adalah waktu (ms), dan
T1 adalah nilai relaksasi T1 dari jaringan tertentu.
Gb.5. magnitude reconstruction dan TI
Tabel 1. nilai T1 dari beberapa jaringan musculoskeletal
Jaringan a dan jaringan b pada gambar 5, pada 1.5 T dan 3T (2)
keduanya tetap menghasilkan sinyal. Pada TI yang
diberikan, baik jaringan a dan b tidak tepat berada
pada sumbu XY sehingga keduanya tidak ada yang
kehilangan sinyal, meskipun jaringan b berada “di
bawah” sumbu XY. Pada ilustrasi gambar 5,
jaringan a dan b akan memiliki sinyal yang sama,
karena sudut yang terbentuk terhadap sumbu XY Tabel 2. nilai T1 beberapa jaringan otak
pada 0.2T, 1T, dan 1.5T(4)
2 |[Link]/MRI/2014
Sesuai tabel 1 nilai T1 lemak pada 1.5T adalah 288 Nilai relaksasi T1 jaringan akan berubah sesuai
ms, maka untuk men-suppresi lemak TI diatur saat dengan medan magnet eksternal seperti dilihat
M lemak tepat pada sumbu XY (Z0). Sesuai pada table 1 dan 2, maka nilai TI untuk men-
dengan persamaan (1.1) di atas maka t untuk suppress lemak dan CSF pada 1.5T dan 3T akan
MZ=0 sinyal lemak adalah pada 199.22 ms. berbeda.
Sesuai tabel 2 nilai T1 CSF pada 1.5T adalah 3,000 Sistem MRI modern tidak hanya menggunakan
ms, sesuai persamaan (1.1) t untuk Mz=0 sinyal Inversion Recovery berbasis Spin Echo (SE)
CSF adalah 2,079.44 ms. seperti penjelasan di awal artikel ini, namun
Inversion Recovery berbasis Turbo Spin Echo
Sesuai perhitungan yang telah kita lakukan maka
(TSE), untuk membedakan keduanya vendor
pada 1.5T, TI untuk suppresi sinyal lemak adalah
seperti Siemens menggunakan istilah TIRM (Turbo
199.22 ms (pendek/short) dan CSF/Cairan adalah
Inversion Recovery With Magnitude) untuk
2,0079.44 ms (panjang/long). Suppresi lemak
menyebut STIR(3), dan TIRM Dark-fluid untuk
dengan teknik inversion recovery sering disebut
menggantikan istilah FLAIR. Sebaiknya kita tidak
sebagai STIR (Short Time Inversion Recovery)
perlu bingung dengan istilah yang berbeda tersebut
karena TI yang digunakan pendek, sedangkan
karena pada prinsipnya adalah sama.
suppresi cairan dengan TI panjang sering disebut
sebagai FLAIR (Fluid Attenuated Inversion
Recovery).
Referensi :
1. Berglund, Johan, SEPARATION OF WATER
AND FAT SIGNAL IN MRI, 2011, Upsalla
Universitet, Sweden.
2. Han, E., dkk., IN-VIVO T1 AND T2
MEASUREMENT OF MUSKULOSKELETAL
TISSUE AT 3T AND 1.5T, Mag. Reson. Med.,
2003.
3. Horger W., Kiefer B., FAT SUPPRESSION
TECHNIQUES – A SHORT OVERVIEW, 2011,
Magnetom Flash, Siemens.
4. Siemens Medical, MAGNET SPIN AND
RESONANCE, 2003, Siemens AG.
Gb.7. Diagram STIR dengan TI pendek(3)
5. Siemens Medical, MAGNET FLOW AND
ARTIFACTS, 2003, Siemens AG.
Gb. 8. Diagram FLAIR dengan TI panjang(5)
3 |[Link]/MRI/2014