Morfologi dan Fungsi Bunga Tumbuhan
Morfologi dan Fungsi Bunga Tumbuhan
PENDAHULUAN
1
BAB II
PEMBAHASAN
2
2.2 Fungsi Bunga Pada Tumbuhan
Menghasilkan biji
Bagian steril terdiri dari ibu tangkai bunga ( pedunculus ), tangkai bunga
( pedicellus ), dasar bunga ( receptacle ), daun pelindung ( barachtea ),
daun tangkai ( brachteola ) dan perhiasan bunga. Perhiasan bunga terdiri
dari daun kelopak ( sepal ) dan daun mahkota ( petal ).
Bagian bunga fertile terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan
karosporofil sebagai putik ( pistillum ) dengan daun buah sebagai
penyusunnya. Untuk lebih jelasnya dari masing-masing bagian-bagian
bunga simak ulasan berikut ini.
3
Dasar Bunga
Dasar bunga ( receptacle ) ialah bagian ujung bunga dalam melekatkan dan
bertumpunya mahkota bunga. Fungsi dasar bunga ialah tempat
bertumpunya atau letak mahkota bunga.
Daun Pelindung
Daun Tangkai
Bagian terluar dari bunga ialah kelopak. Fungsi kelopak bunga ialah untuk
melindungi bunga pada waktu bunga masih muda yang berbentuk kuncup
bunga.
Benag sari bagi tumbuhan merupakan alat kelamin jantan, Jadi fungsi
benang sari ialah sebagai alat kelamin jantan pada bunga ( alat
perkembangbiakan ).
• kepala sari ( antera ) yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung
tangkai sari.
4
Putik Atau Pistilum (Alat Kelamin Betina)
Bakal Biji
o Bakal biji terdapat dia dalam buah yang mempunyai dua inti, yaitu sel
telur dan calon lembaga.
O Bunga lengkap
Bunga lengkap yaitu salah satu jenis bunga yang memiliki 9 bagian bunga.
seperti kembang sepatu, bunga bakung, tembakau, mawar, melati, dan terung
Bunga Dikatan bunga tidak lengkap ialah tidak utuhnya salah satu satu
dari 9 bagian bunga yang ada, bisa itu dari perhiasan dan juga alat kelamin bunga.
Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua yaitu
bunga sempurna dan bunga tidak sempurna tidak lengkap
5
Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua
yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.
O Bunga disebut bunga sempurna jika mempunyai dua macam alat kelamin,
yaitu benang sari dan putik, contohnya bunga mawar dan matahari
O Bunga disebut bunga tidak sempurna jika hanya mempunyai satu macam
alat kelamin yaitu benang sari saja atau hanya putik saja, misalnya bunga
pepaya dan bunga salak.
Tambahan
Letak benang sari dan putik sangat menentukan cara penyerbukan,
misalnya jika posisi benang sari lebih tinggi dari putik, maka bisa terjadi
penyerbukan secara alami tetapi jika putik lebih tinggi atau sejajar dengan
benang sari maka penyerbukannya harus dibantu oleh angin, serangga atau
manusia.
Pada anggrek, penyerbukan secara alami seperti tipe bunga Laelia sp.
sangat jarang berhasil, biasanya dibantu oleh manusia hibridiser.
Aplikasi
Letak benang sari dan putik sangat menentukan cara penyerbukan,
misalnya jika posisi benang sari lebih tinggi dari putik, maka bisa
terjadi penyerbukan secara alami tetapi jika putik lebih tinggi atau
sejajar dengan benang sari maka penyerbukannya harus dibantu oleh
angin, serangga atau manusia.
Pada anggrek, penyerbukan secara alami seperti tipe bunga Laelia sp.
sangat jarang berhasil, biasanya dibantu oleh manusia hibridiser.
Pengkulturan mikrosporangia menjadi plantlet dengan menggunakan
kultur jaringan tumbuhan misal pada anggrek.
Bunga hiasan/untuk dijual sebagai karangan bunga misal krisan
menyebabkan banyak penelitian terhadap bunga krisan contoh
6
poliploidi pada bunga krisan dengan penambahan kolkhisin ataupun
penambahan giberelin dengan ppm tertentu untuk mempercepat
pembungaan sehingga mempercepat panen.
Adanya persilangan bunga anggrek antar spesies ataupun antar genus
sehingga menghasilkan spesies atau varian baru.
Ekstrak bunga Jasminum sambac untuk tambahan aroma atau wangi
pada teh.
BAB III
PENUTUP
7
3.1 Kesimpulan
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan
oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah
fitohormon tertentu. Adapun fungsi bunga pada tumbuhan sebagai berikut:
Sebagai alat perkembangbiakan generative
Untuk menarik perhatian serangga agar melakukan penyerbukan ( bagi
bunga yang memiliki mahkota indah, cerah dan menarik atau
menghasilkan madu )
Menghasilkan biji
Bagian steril terdiri dari ibu tangkai bunga ( pedunculus ), tangkai bunga
( pedicellus ), dasar bunga ( receptacle ), daun pelindung ( barachtea ),
daun tangkai ( brachteola ) dan perhiasan bunga. Perhiasan bunga terdiri
dari daun kelopak ( sepal ) dan daun mahkota ( petal ).
Bagian bunga fertile terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan
karosporofil sebagai putik ( pistillum ) dengan daun buah sebagai
penyusunnya. Untuk lebih jelasnya dari masing-masing bagian-bagian
bunga simak ulasan berikut ini.
Bunga sendiri memiliki dua macam, yaitu: bunga lengkap dan bunga tidak
lengkap.
3.2 Saran
Morfologi Tumbuhan tepatnya BUNGA perlu di pelajari lebih
seksama untuk lebih memahimanya. Namun semoga dengan adanya makalah ini
dapat membantu para pembaca atau pendengar untuk mengetahui tentang materi
BUNGA.
DAFTAR PUSTAKA
8
[Link]
[Link]
[Link]
bunga_24.html
[Link]
q=morfologi+bunga&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=bgdsnrCe_bZOs
M%253A%252C1KlP7OU_NFRLLM
%252C_&usg=__fyiVfDKGPk9aCb5CU-oOVZy4PnY
%3D&sa=X&ved=0ahUKEwivyLCEy8fYAhWEVZQKHSsbA0kQ9QEI
OjAF#imgrc=bgdsnrCe_bZOsM:
[Link]
LAMPIRAN
9
Bul. Littro.
Vol. XIX No. 2, 2008, 109 - 116
109
KARAKTERISTIK MORFOLOGI BUNGA KENCUR
ABSTRAK
Bunga kencur tergolong bunga sempurna yaitu memiliki benang sari dan
putik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari biologi bunga tanaman kencur yang
dilaksanakan di Rumah Kaca Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Obat dan
Aromatik (Balittro) Bogor sejak Januari – Desember 2007. Parameter yang
diamati adalah jumlah kelopak, warna kelopak, panjang dan lebar kelopak, warna
mahkota, jumlah mahkota, panjang dan lebar mahkota, panjang kotak sari, lebar
kotak sari, panjang tangkai putik, lebar kepala putik, panjang bunga, panjang
tabung bunga, diameter tabung bunga, jumlah tepung sari (Pollen) fertil, jumlah
tepung sari steril, persentase fertilitas dan sterilitas tepung sari. Data dianalisis
dengan menggunakan Anova. Jika terdapat beda nyata pada setiap perlakuan
dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.
Hasil analisis menunjukkan morfologi kelopak bunga terpanjang pada V1
(2,30 cm) berbeda nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor
lainnya. Sedangkan panjang mahkota bunga terdapat pada V4 (1,61 cm) berbeda
nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor lainnya. Lebar kelopak,
lebar mahkota, jumlah kelopak dan jumlah mahkota tidak berbeda nyata dari
masing-masing nomor.
Morfologi bunga jantan dan bunga betina dari masing-masing parameter
yang dianalisis tidak berbeda nyata. Warna bunga kencur putih pada nomor V2
dan ungu terdapat pada nomor V1, V3, V4 dan V5. Bunga kencur merupakan
jenis bunga yang termasuk kedalam bunga majemuk yang sempurna (lengkap)
karena terdapat bunga jantan dan bunga betina dalam satu anak bunga. Bunga
jantan dan bunga betina matang bersamaan pada saat kuntum mekar penuh dengan
masa reseftifitas 5 jam. Reseftifitas bunga jantan ditandai adanya warna kuning
pada kotak sari sedangkan reseftifitas bunga betina ditandai ligula pada kepala
putik sudah rontok dan terdapat lubang menganga di kepala putik. Fertilitas
tepung sari sangat tinggi berkisar antara 97,20-99,14 %. Kata kunci : Kencur
(Kaempferia galanga. L), biologi bunga
ABSTRACT
10
Morphological Characteristic of Indian Galanga Flower
(Kaemferia galanga L.) The flower of Indian galanga is a complete flower
having stamen and pistil reproduction. The research about the biology of Indian
galanga flower was conducted in the Green House of Plant Breeding Division,
Indonesian Medicinal and Aromatic Crops Research Institute (IMACRI) Bogor
from January to December 2007. The parameters observed were number, color,
length, and width of petals, color and number of crowns, length and width of
crowns, length and width of anthers, length of filament, length of flower, length of
receptacle, the diameter of recaptacle, number of fertile and sterile pollens,
percentage of pollen fertility and sterility the number of samples absurd. The data
were analyzed using ANOVA. If there was a significant difference, Duncan
double distance test would be provided. The result showed that the longest pethal
morphology at V1 (2.30 cm) was significantly different from V5 but not
significantly different from other numbers. Mead while, the length of crown in V4
(1.61 cm) is different from V5 but not different with each number. The width and
number of petal and crown were not significantly different from every plant’s
number. The morphology of male and female flowers of each analyzed parameter
showed no significantly different. The V2 number produces white color of flower
while V1, V3, V4 and V5 produce violet color. The Indian Galanga has complete
flower because the stamen and pistil were
Wawan Haryudin dan Otih Rostiana : Karakteristik Morfologi Bunga Kencur
(Kaempferia galanga L .) 110 found in one flower. Male and female flowers
bloom in the same time and require 5 hours for receptivity period. Male flower
receptivity is shown by yellow color on the anther. On the other hand, reseptifity
female flower is shown by ligula on the anther which then falls down and leaves
is a hole on the anther. Pollen fertility is very high ranging between 97.2099.14%.
Keywords : Indian galanga (Kaempferia galanga L.), biology of flower
PENDAHULUAN
11
tanaman berbunga dapat menghasilkan biji atau buah tergantung dari sifat
tanaman dan keberhasilan penyerbukan antara bunga jantan dan bunga betina.
Namun bunga kencur dapat menghasilkan biji walaupun jumlah biji yang
dihasilkan tidak banyak. Sampai saat ini dikenal 2 tipe kencur yaitu kencur
berdaun lebar dan berdaun sempit (Rostiana et al., 1995).
Kencur merupakan jenis tanaman obat potensial yang dapat dimanfaatkan
sebagai bahan baku minuman untuk kesehatan, obat-obatan dan penyedap
masakan, serta dapat juga dimanfaatkan sebagai kosmetik. Tingkat keragaman
tanaman kencur sangat sempit, disebabkan oleh perbanyakan tanaman secara
vegetatif, sehingga untuk memperoleh varietas unggul melalui pemuliaan sangat
terbatas (Rostiana et al., 2003). Untuk mengatasinya perlu dilakukan persilangan
antar varietas kencur yang karakternya bervariasi, baik karakter morfologi,
produksi dan senyawa kimia yang terkandung dalam rimpang kencur.
Untuk melakukan hal tersebut perlu terlebih dahulu mengetahui dan
mempelajari sifat-sifat dan susunan bunga kencur. Lima nomor harapan kencur
mempunyai karakter produksi dan kandungan minyak atsiri yang berbeda
diantaranya karakter produksi per rumpun yaitu : V1 = 40,37 g, V2 = 47,97 g, V3
= 51,98 g, V4 = 53,57 g, dan V5 = 46,85 g. Sedangkan kandungan minyak atsiri
per 2 tahun musim tanam V1 = 1,98-4,98%, V2 = 2,08-3,92%, V3 = 2,42-5,64%,
V4 = 2,06-6,64% dan V5 = 2,20-5,08% (Rostiana et al., 2006). Menurut Darwati
et al. (1993) minyak atsiri yang terkandung di dalam kencur berkisar antara 2,4-
3,9% mengandung borneol, kamper, sineol dan etil alkohol. Menurut Ghuangzon
dalam Afriastini (2002) senyawa kimia yang terdapat pada tanaman kencur yaitu :
carenc, Sneol, bromeol, terpinol, manisaldehid, a-metio, etil sinemat,
pentadehane, kandinene, ethil cis p-me
Bul. Littro. Vol. XIX No. 2, 2008, 109 - 116 111 toksinamat dan ethil
trans p-metoksit sinamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi bunga
pada tanaman kencur.
12
panjang daun, lebar kotak sari, panjang tangkai putik, lebar kepala putik, panjang
bunga, panjang tabung bunga, diameter tabung bunga, jumlah tepung sari fertil,
jumlah tepung sari steril, persentase fertilitas dan sterilitas tepung sari.
Pengamatan terhadap tepung sari dilakukan dengan menggunakan mikroskop,
pada pembesaran 20 x 10 tanpa pewarnaan. Tepung sari diambil pada bunga yang
belum mekar, setengah mekar dan mekar penuh, kemudian diletakkan pada gelas
objek dan ditutup dengan gelas penutup (tanpa pewarnaan). Persentase tepung sari
fertil dihitung dengan pembagian antara jumlah tepung sari yang fertil dibagi
seluruh jumlah tepung sari fertil dan steril di kali 100%. Begitu sebaliknya pada
tepung sari steril. Data dianalisis dengan menggunakan Anova. Jika terdapat beda
nyata pada setiap perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.
13
secara tidak teratur. Namun secara keseluruhan pembungaan antara Nopember
dan Maret, dan antara Juni dan Agustus (Prana, 1983). Susunan bunga kencur
Kelopak bunga (Calyx) Kelopak bunga pada tanaman kencur barwarna putih
dengan panjang kelopak berkisar antara 1,90-2,30 mm, jumlah kelopak bunga
pada masingmasing nomor 3 helai. Kelopak bunga terpanjang terdapat pada V1
(2,30 cm) berbeda nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor-
nomor lainnya. Lebar kelopak berkisar antara 0,20-0,33 mm, tidak berbeda nyata
dengan nomor-nomor lainnya (Tabel 1). Kelopak pada bunga kencur di bagian
luar berfungsi untuk melindungi bagian-bagain bunga sebelum mekar seperti
mahkota, stamen dan putik. Bunga mekar didahului oleh mekarnya kelopak
bunga.
Mahkota bunga (Corolla) Mahkota bunga merupakan bagian bunga yang
paling indah, biasanya tipis dan berwarna warni dan berfungsi untuk memikat
serangga yang membantu dalam proses penyerbukan. Mahkota bunga kencur
memiliki dua warna yaitu ungu dan putih sedikit ungu dibagian tengah. Mahkota
yang berwarna ungu terdapat pada jenis kencur V1, V3, V4 dan V5 sedangkan
yang berwarna putih dan sedikit ungu dibagian tengah mahkota terdapat pada
nomor V2. Jumlah mahkota per anak bunga 3 helai. Panjang mahkota bunga
berkisar antara 1,25-1,61 cm. Mahkota terpanjang terdapat pada nomor V1 (1,61
cm).
Panjang mahkota bunga di antara nomor harapan kencur berbeda nyata
dengan nomor V1 dan tidak berbeda nyata dengan nomor-nomor lainnya. Lebar
mahkota berkisar antara 2,02-2,24 cm tidak berbeda nyata diantara nomor-nomor
harapan kencur (Tabel 1). Benang sari/alat jantan (Androecium) Benang sari dan
kepala sari merupakan bagian dari bunga jantan yang berfungsi sebagai
penyerbuk. Pada bunga kencur tidak terdapat benang sari, hanya terdapat kapala
sari saja yang letaknya di bagian lingkaran bunga yang menempel pada pangkal
mahkota bunga. Letak kotak sari pada
Bul. Littro. Vol. XIX No. 2, 2008, 109 - 116113 1 bunga kencur lebih
tinggi dari bunga betina, sehingga diperkirakan bunga kencur menyerbuk sendiri.
Bentuk kotak sari bulat sampai lonjong. Kotak sari berjumlah satu pasang yang
menghimpit kepala putik. Di dalam kepala sari terdapat serbuk sari yang agak
lengket. Kotak sari akan pecah dan mengeluarkan serbuk sari pada saat bunga
mekar penuh (antara pukul 9:0010:00). Menurut Prana (1983), kepala sari pada
tanaman temu-temuan pecah paling lambat satu jam sebelum bunga mekar
sempurna. Pada saat bunga mekar sempurna kepala putik sudah masak dan siap
menerima serbuk sari.
Pada bunga kencur pecahnya kotak sari bersamaan dengan matangnya
kepala putik (antara pukul 9:0010:00) yang ditandai dengan tepung sari yang
menempel di kepala putik (Gambar 1a) sehingga diperkirakan tanaman ini dapat
menyerbuk sendiri. Panjang kotak sari berkisar antara 0,390,43 mm, tidak berbeda
nyata dengan nomor-nomor lainnya, sedangkan lebar kotak sari berkisar antara
14
0,24-0,27 mm juga tidak berbeda nyata dengan nomor-nomor lainnya (Tabel 2).
Fungsi kotak sari biasanya untuk membungkus tepung sari. Disaat tepung sari
sudah masak maka kotak sari akan pecah. Masa reseptif kepala putik ± 5 jam dari
mulai mekarnya bunga sampai bunga menjadi layu yang ditandai warna kuning
pada kotak sari. Tangkai putik/alat betina (Gynoecium) Bunga betina terdiri dari
tangkai putik dan kepala putik. Letak tangkai putik di bagian tengah bunga atau
tabung bunga yang berhubungan langsung dengan bakal buah/bakal biji
(ovarium). Bentuk tangkai putik pada bunga kencur seperti benang yang halus
berwarna putih, terdapat lubang yang sangat kecil yang berfungsi sebagai
lewatnya tepung sari menuju bakal buah/biji (ovarium). Panjang tangkai putik
berkisar antara 2,14-2,55 cm tidak berbeda nyata diantara nomor-nomor harapan
kencur (Tabel 2). Pada ujung tangkai putik terdapat kepala putik. Bentuk kepala
putik seperti gelas piala, berfungsi menerima masuknya tepung sari. Kepala
15
Biasanya fase seperti ini pada saat bunga belum mekar dan setengah mekar
(Gambar 2a).
Menurut Setiyono (2002) masa terserbuki tanaman lada berkisar antara 5-
10 hari yang ditandai dengan warna kapala putik telah berubah menjadi warna
coklat sampai kehitaman maka kepala putik sudah lewat masa reseptif, terjadi
pembuahan. Namun pada tanaman kencur kepala putik yang sudah reseptif atau
terserbuki oleh tepung sari ditandai pembengkakan pada mulut kepala putik.
Pembentukan biji Bunga kencur dapat membentuk biji sekitar 30–40 hari
setelah penyerbukan, biji yang sudah tua dibungkus oleh seludang yang
didalamnya terdapat serbuk putih yang halus seperti tepung berwarna putih.
Seludang akan mekar selama 12 jam dan didalamnya terdapat biji tua yang siap
ditanam. Jumlah biji per tangkai atau per rumpun antara 7-10 biji. Biji yang sudah
tua berwarna coklat dan lepas dari pembungkus seperti tepung. Bila biji-biji ini
dibiarkan akan tumbuh di sekitar pertanaman kencur. Fertilitas dan sterilitas
tepung sari Fertilitas dan sterilitas merupakan bagian yang paling penting untuk
menentukan tanaman dapat menghasilkan biji atau buah. Pada bunga yang
mempunyai tingkat vertilitas tinggi dapat menghasilkan biji/buah. Sebaliknya bila
sterilitasnya tinggi, bunga tersebut tidak dapat menghasilkan biji/buah. Untuk
mengetahui ciri-ciri tepung sari yang fertil ditandai dengan warna kuning telur
yang terletak pada tepung sari. Sedangkan tepung sari steril ditandai warna
putih Tabel 2.
Morfologi bunga jantan dan betina pada bunga kencur Table 2.
Morphology of male and female flowers of Indian galanga
16
Gambar 1. Penampilan bunga kencur warna putih dan ungu pada kelopak Figure
1. Indian galanga flower with white and violet colors
a. Penampilan bunga betina belum reseftif (belum matang), b. Penampilan bunga
betina pada saat reseptif (matang) Figure 2. a. Immature female flower, b. Mature
female flower
Gambar 3. Penampilan tepung sari pada bunga kencur Figure 3. Pollen of Indian
galanga
Tingkat fertilitas bunga pada tanaman kencur sampai saat ini belum
diketahui secara pasti. Berdasarkan hasil pengamatan, bahwa bunga kencur
termasuk kedalam bunga yang mempunyai tingkat serbuk sari fertilitas yang
sangat tinggi berkisar antara 97,20-99,14% sedangkan sterilitasnya sangat rendah
berkisar antara 0,862,80%, sehingga dapat menghasilkan biji (Tabel 3). Menurut
Prana (1983) rendahnya fertilitas serbuk sari yang dihasilkan pada kebanyakan
jenis temu-temuan mengakibatkan persilangan alamiah yang terjadi tidak
menghasilkan buah.
Tabel 3. Pollen fertil dan steril pada bunga kencur Table 3. Fertile and sterile
Pollen of Indian galanga flower
KESIMPULAN
17
nyata dari masingmasing nomor. Parameter morfologi bunga jantan dan bunga
betina dari masing-masing parameter tidak berbeda nyata pada masing-masing
nomor. Bunga kencur berwarna putih terdapat pada nomor V2 dan warna ungu
terdapat pada nomor V1, V3, V4 dan V5. Bunga kencur termasuk ke dalam bunga
majemuk sempurna (lengkap) karena bunga jantan dan bunga betina terdapat pada
satu anak bunga. Bunga jantan dan bunga betina matang (reseptif) bersamaan
pada saat bunga mekar penuh dengan masa reseftip sekitar ± 5 jam. Reseptifitas
anther (alat jantan) ditandai pada pollen berwarna kuning, sedangkan reseptifitas
kepala putik (alat betina) ditandai ligula di kepala putik rontok dan kepala putik
membesar serta terdapat lubang menganga untuk masuknya pollen dalam proses
penyerbukan. Fertilitas pollen sangat tinggi berkisar antara 97,20-99,14%
sehingga bunga kencur dapat menghasilkan biji.
DAFTAR PUSTAKA
Afriastini, J.J., 2002. Bertanam Kencur. Edisi Revisi. Penerbit Penebar Swadaya.
hal. 1-33.
Darwati, I., Rosita SMD dan Ika Mariska, 1993. Temu-Temuan. Perkembangan
Penelitian Zat Pengatur Tumbuh untuk Tanaman Rempah dan Obat. Edsus Litro
Vol IX No 1. hal. 38–49. [Link]/wiki/bunga/2008/02/1. Tanggal 11
Februari 2008. Prana, M.S., 1983. Pembungaan beberapa jenis temu (Curcuma
Spp.) Pemb Littri. Vol VII. No 46. hal. 33– 36. Rostiana, O., Rosita SMD, W.
Haryudin, Supriadi dan S. Aisyah, 2003. Status pemuliaan tanaman kencur. Status
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Perkembangan Teknologi Tanaman
Rempah dan Obat. Vol XV. No 2. hal. 25-37. Rostiana, O., B. Martono, W.
Haryudin dan S. Aisyah, 1995. Kencur. Perkembangan penelitian Plasma Nutfah
tanaman Rempah dan Obat. Edsus Litro Vol XI. No1. hal. 1-7. Rostiana, O., W.
Haryudin dan Rosita, SMD, 2006. Stabilitas hasil lima nomor harapan kencur.
Jurnal Penelitian Tanaman Indutri. Vol 12. No 4. Des 2006. hal. 140 – 145.
Setiyono, R.T., 2002. Karakteristik bunga lada beberapa kultivar lada (Piper
nigrum L.). Prosiding Simposium Nasional II Tumbuhan Obat dan Aromatik,
Bogor. hal. 421–424.
18