0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan18 halaman

Morfologi dan Fungsi Bunga Tumbuhan

Diunggah oleh

Surnaesih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan18 halaman

Morfologi dan Fungsi Bunga Tumbuhan

Diunggah oleh

Surnaesih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang
demikian pesat, hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya
merupakan cabang-cabang ilmu. Tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu
yang berdiri sendiri-sendiri. Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang
telah berdiri sendiri adalah Morfologi Tumbuhan. Morfologi Tumbuhan yang
mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhanpun sudah demikian besar
perkembangannya hingga dipisahkan menjadi morfologi luar dan morfologi saja
(morphology in sensu stricto = dalam arti yang sempit) dan morfologi dalam atau
anatomi tumbuhan.
Bunga (flos) merupakan salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi
sebagai alat perkembangbiakan secara generatif yang memiliki bentuk dan
susunan yang berbeda-beda menurut jenisnya, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji,
alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai
bunga. Jika kita memperhatikan suatu bunga, mudahlah diketahui bahwa bunga
adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna dan
susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini
dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan
alat-alat perkembangbiakan. Mengingat pentingnya bunga pada tumbuhan, pada
bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan
tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya.
Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah bentuk bunga
seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya, warnanya, baunya, ada dan tidaknya
madu ataupun zat lain.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu bunga?
2. Apa saja fungsi bunga pada tumbuhan?
3. Apa saja bagian-bagian bunga pada tumbuhan?
4. Apa saja macam-macam bunga?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui pengertian bunga.
2. Untuk mengetahui fungsi bunga pada tumbuhan.
3. Untuk mengetahui bagian-bagian bunga dan fungsinya.
4. Untuk mengetahui macam-macam bunga.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bunga

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini


disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah
fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan
secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan
tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat
artikel Pembentukan bunga).
Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan
sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga
berdasar simetribentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial)
dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.
Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan
alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian
disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga
lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga
(dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
Kelopak bunga atau calyx;
Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni
untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros
oikia: rumah pria) berupa benang sari;
Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah
wanita") berupa putik.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya
terdapat bakal buah(ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum,
jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung
putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk
sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen
menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai
struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi
yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botani untuk membuat hubungan
antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari
tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya:
tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5)
sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.

2
2.2 Fungsi Bunga Pada Tumbuhan

 Sebagai alat perkembangbiakan generative


 Untuk menarik perhatian serangga agar melakukan penyerbukan ( bagi
bunga yang memiliki mahkota indah, cerah dan menarik atau
menghasilkan madu )

 Menghasilkan biji

 Sebagai wadah menyatunya gamet jantan ( mikrospora ) dan betina


( makrospora )

2.3 Bagian-Bagian Bunga dan Fungsinya

Bagian-bagian bunga terdiri dari bagian steril dan fertile.

 Bagian steril terdiri dari ibu tangkai bunga ( pedunculus ), tangkai bunga
( pedicellus ), dasar bunga ( receptacle ), daun pelindung ( barachtea ),
daun tangkai ( brachteola ) dan perhiasan bunga. Perhiasan bunga terdiri
dari daun kelopak ( sepal ) dan daun mahkota ( petal ).

 Bagian bunga fertile terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan
karosporofil sebagai putik ( pistillum ) dengan daun buah sebagai
penyusunnya. Untuk lebih jelasnya dari masing-masing bagian-bagian
bunga simak ulasan berikut ini.

Tangkai Induk Bunga

 Tangkai induk bunga atau ibu tangkai bunga ( rachis, penduluncus,


penduluncus, communis ) ialah aksis perbungaan dalam lanjutan dari
batang atau cabang.

3
Dasar Bunga

 Dasar bunga ( receptacle ) ialah bagian ujung bunga dalam melekatkan dan
bertumpunya mahkota bunga. Fungsi dasar bunga ialah tempat
bertumpunya atau letak mahkota bunga.

Daun Pelindung

 Daun pelindung ( brachtea ) ialah daun yang diketiaknya ditumbuhi bunga,


daun pelindung merupakan daun terkahir.

Daun Tangkai

 Daun tangkai ( brachteola ) ialah daun yang letaknya berada di pangkal


tangkai bunga yang berperan sebagai pelindung

Kelopak Bunga ( Calix )

 Bagian terluar dari bunga ialah kelopak. Fungsi kelopak bunga ialah untuk
melindungi bunga pada waktu bunga masih muda yang berbentuk kuncup
bunga.

Tajuk Bunga Atau Mahkota Bunga ( Corolla )

 mahkota bunga merupakan hiasan pada bunga yang terdapat di sebelah


dalam kelopak, Warna yang indah dan baunya yang harum yang
merupakan daya tarik bagi serangga atau binatang untuk mendatangi
bunga agar membantu penyerbukan, fungsi mahkota yang lain ialah
melindungi alat-alat kelamin pada bunga sebelum terjadi proses
penyerbukan.

Benang Sari Atau Stamen ( Alat Kelamin Jantan )

 Benag sari bagi tumbuhan merupakan alat kelamin jantan, Jadi fungsi
benang sari ialah sebagai alat kelamin jantan pada bunga ( alat
perkembangbiakan ).

Benang sari dibedakan menjadi beberapa bagian:

• Tangkai sari ( filamentum ) yaitu bagian yang berbentuk benang dengan


penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat

• kepala sari ( antera ) yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung
tangkai sari.

• Penghubung ruang sari ( conektivum ) ialah bagian dari lanjutan tangkai


sari yang menjadi penghubung kedua bagian kepala sari ( ruang sari ),
penghubung ruang sari terdapat di kanan kiri penghubung ini.

4
Putik Atau Pistilum (Alat Kelamin Betina)

 Putik merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya. Putik


berfungsi sebagai alat kelamin betina pada bunga,Putik terdiri dari tiga
bagian yaitu bakal buah ( ovarium ), tangkai kepala putik ( stilus ) dan
kepala putik ( stigma )

o Bakal Buah ( Ovarium )


Merupakan bagian putik yang pada umumnya kelihatan membesar dab
terletak pada dasar bunga.

o Tangkai Kepala Putik ( Stilus )


Merupakan bagian putik yang sempit dan terdapat di atas bakal buah
biasanya berbentuk benang, fungsinya untuk tempat melekatnya kepala
putik.

o Kepala Putik ( Stigma )


Merupakan bagian dari putik yang paling atas terletak pada ujung tangkai
kepala putik tadi.

Bakal Biji

o Bakal biji terdapat dia dalam buah yang mempunyai dua inti, yaitu sel
telur dan calon lembaga.

2.3 Macam-Macam Bunga

O Bunga lengkap

Bunga lengkap yaitu salah satu jenis bunga yang memiliki 9 bagian bunga.
seperti kembang sepatu, bunga bakung, tembakau, mawar, melati, dan terung

O Bunga tidak lengkap

Bunga Dikatan bunga tidak lengkap ialah tidak utuhnya salah satu satu
dari 9 bagian bunga yang ada, bisa itu dari perhiasan dan juga alat kelamin bunga.
Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua yaitu
bunga sempurna dan bunga tidak sempurna tidak lengkap

5
Berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua
yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

O Bunga disebut bunga sempurna jika mempunyai dua macam alat kelamin,
yaitu benang sari dan putik, contohnya bunga mawar dan matahari

O Bunga disebut bunga tidak sempurna jika hanya mempunyai satu macam
alat kelamin yaitu benang sari saja atau hanya putik saja, misalnya bunga
pepaya dan bunga salak.

 Tambahan
 Letak benang sari dan putik sangat menentukan cara penyerbukan,
misalnya jika posisi benang sari lebih tinggi dari putik, maka bisa terjadi
penyerbukan secara alami tetapi jika putik lebih tinggi atau sejajar dengan
benang sari maka penyerbukannya harus dibantu oleh angin, serangga atau
manusia.
 Pada anggrek, penyerbukan secara alami seperti tipe bunga Laelia sp.
sangat jarang berhasil, biasanya dibantu oleh manusia hibridiser.

 Aplikasi
 Letak benang sari dan putik sangat menentukan cara penyerbukan,
misalnya jika posisi benang sari lebih tinggi dari putik, maka bisa
terjadi penyerbukan secara alami tetapi jika putik lebih tinggi atau
sejajar dengan benang sari maka penyerbukannya harus dibantu oleh
angin, serangga atau manusia.
 Pada anggrek, penyerbukan secara alami seperti tipe bunga Laelia sp.
sangat jarang berhasil, biasanya dibantu oleh manusia hibridiser.
 Pengkulturan mikrosporangia menjadi plantlet dengan menggunakan
kultur jaringan tumbuhan misal pada anggrek.
 Bunga hiasan/untuk dijual sebagai karangan bunga misal krisan
menyebabkan banyak penelitian terhadap bunga krisan contoh

6
poliploidi pada bunga krisan dengan penambahan kolkhisin ataupun
penambahan giberelin dengan ppm tertentu untuk mempercepat
pembungaan sehingga mempercepat panen.
 Adanya persilangan bunga anggrek antar spesies ataupun antar genus
sehingga menghasilkan spesies atau varian baru.
 Ekstrak bunga Jasminum sambac untuk tambahan aroma atau wangi
pada teh.

BAB III
PENUTUP

7
3.1 Kesimpulan
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan
oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah
fitohormon tertentu. Adapun fungsi bunga pada tumbuhan sebagai berikut:
 Sebagai alat perkembangbiakan generative
 Untuk menarik perhatian serangga agar melakukan penyerbukan ( bagi
bunga yang memiliki mahkota indah, cerah dan menarik atau
menghasilkan madu )

 Menghasilkan biji

 Sebagai wadah menyatunya gamet jantan ( mikrospora ) dan betina


( makrospora )

Bagian-bagian bunga terdiri dari bagian steril dan fertile.

 Bagian steril terdiri dari ibu tangkai bunga ( pedunculus ), tangkai bunga
( pedicellus ), dasar bunga ( receptacle ), daun pelindung ( barachtea ),
daun tangkai ( brachteola ) dan perhiasan bunga. Perhiasan bunga terdiri
dari daun kelopak ( sepal ) dan daun mahkota ( petal ).

 Bagian bunga fertile terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan
karosporofil sebagai putik ( pistillum ) dengan daun buah sebagai
penyusunnya. Untuk lebih jelasnya dari masing-masing bagian-bagian
bunga simak ulasan berikut ini.

Bunga sendiri memiliki dua macam, yaitu: bunga lengkap dan bunga tidak
lengkap.

3.2 Saran
Morfologi Tumbuhan tepatnya BUNGA perlu di pelajari lebih
seksama untuk lebih memahimanya. Namun semoga dengan adanya makalah ini
dapat membantu para pembaca atau pendengar untuk mengetahui tentang materi
BUNGA.

DAFTAR PUSTAKA

8
 [Link]
[Link]
 [Link]
bunga_24.html
 [Link]
q=morfologi+bunga&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=bgdsnrCe_bZOs
M%253A%252C1KlP7OU_NFRLLM
%252C_&usg=__fyiVfDKGPk9aCb5CU-oOVZy4PnY
%3D&sa=X&ved=0ahUKEwivyLCEy8fYAhWEVZQKHSsbA0kQ9QEI
OjAF#imgrc=bgdsnrCe_bZOsM:
 [Link]

LAMPIRAN

9
Bul. Littro.
Vol. XIX No. 2, 2008, 109 - 116
109
KARAKTERISTIK MORFOLOGI BUNGA KENCUR

(Kaempferia galanga L.)


Wawan Haryudin dan Otih Rostiana Balai Penelitian Tanaman Obat dan
Aromatik

ABSTRAK
Bunga kencur tergolong bunga sempurna yaitu memiliki benang sari dan
putik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari biologi bunga tanaman kencur yang
dilaksanakan di Rumah Kaca Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Obat dan
Aromatik (Balittro) Bogor sejak Januari – Desember 2007. Parameter yang
diamati adalah jumlah kelopak, warna kelopak, panjang dan lebar kelopak, warna
mahkota, jumlah mahkota, panjang dan lebar mahkota, panjang kotak sari, lebar
kotak sari, panjang tangkai putik, lebar kepala putik, panjang bunga, panjang
tabung bunga, diameter tabung bunga, jumlah tepung sari (Pollen) fertil, jumlah
tepung sari steril, persentase fertilitas dan sterilitas tepung sari. Data dianalisis
dengan menggunakan Anova. Jika terdapat beda nyata pada setiap perlakuan
dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.
Hasil analisis menunjukkan morfologi kelopak bunga terpanjang pada V1
(2,30 cm) berbeda nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor
lainnya. Sedangkan panjang mahkota bunga terdapat pada V4 (1,61 cm) berbeda
nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor lainnya. Lebar kelopak,
lebar mahkota, jumlah kelopak dan jumlah mahkota tidak berbeda nyata dari
masing-masing nomor.
Morfologi bunga jantan dan bunga betina dari masing-masing parameter
yang dianalisis tidak berbeda nyata. Warna bunga kencur putih pada nomor V2
dan ungu terdapat pada nomor V1, V3, V4 dan V5. Bunga kencur merupakan
jenis bunga yang termasuk kedalam bunga majemuk yang sempurna (lengkap)
karena terdapat bunga jantan dan bunga betina dalam satu anak bunga. Bunga
jantan dan bunga betina matang bersamaan pada saat kuntum mekar penuh dengan
masa reseftifitas 5 jam. Reseftifitas bunga jantan ditandai adanya warna kuning
pada kotak sari sedangkan reseftifitas bunga betina ditandai ligula pada kepala
putik sudah rontok dan terdapat lubang menganga di kepala putik. Fertilitas
tepung sari sangat tinggi berkisar antara 97,20-99,14 %. Kata kunci : Kencur
(Kaempferia galanga. L), biologi bunga

ABSTRACT

10
Morphological Characteristic of Indian Galanga Flower
(Kaemferia galanga L.) The flower of Indian galanga is a complete flower
having stamen and pistil reproduction. The research about the biology of Indian
galanga flower was conducted in the Green House of Plant Breeding Division,
Indonesian Medicinal and Aromatic Crops Research Institute (IMACRI) Bogor
from January to December 2007. The parameters observed were number, color,
length, and width of petals, color and number of crowns, length and width of
crowns, length and width of anthers, length of filament, length of flower, length of
receptacle, the diameter of recaptacle, number of fertile and sterile pollens,
percentage of pollen fertility and sterility the number of samples absurd. The data
were analyzed using ANOVA. If there was a significant difference, Duncan
double distance test would be provided. The result showed that the longest pethal
morphology at V1 (2.30 cm) was significantly different from V5 but not
significantly different from other numbers. Mead while, the length of crown in V4
(1.61 cm) is different from V5 but not different with each number. The width and
number of petal and crown were not significantly different from every plant’s
number. The morphology of male and female flowers of each analyzed parameter
showed no significantly different. The V2 number produces white color of flower
while V1, V3, V4 and V5 produce violet color. The Indian Galanga has complete
flower because the stamen and pistil were
Wawan Haryudin dan Otih Rostiana : Karakteristik Morfologi Bunga Kencur
(Kaempferia galanga L .) 110 found in one flower. Male and female flowers
bloom in the same time and require 5 hours for receptivity period. Male flower
receptivity is shown by yellow color on the anther. On the other hand, reseptifity
female flower is shown by ligula on the anther which then falls down and leaves
is a hole on the anther. Pollen fertility is very high ranging between 97.2099.14%.
Keywords : Indian galanga (Kaempferia galanga L.), biology of flower

PENDAHULUAN

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini


disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh komposisi
fitohormon tertentu. Bunga dapat digolongkan kedalam bunga sempurna dan tidak
sempurna. Bunga sempurna yaitu memiliki alat kelamin jantan (benang sari) dan
alat kelamin betina (putik) sedangkan bunga tidak sempurna tidak memiliki salah
satu diantara benang sari dan putik. Tanaman kencur termasuk kedalam bunga
sempurna atau bunga lengkap karena memiliki semua bagian utama bunga (dari
luar kedalam) seperti kelopak (calyx), mahkota bunga (corolla), Alat jantan
(androecium) dan alat betina (gynoecium) ([Link]/wiki/bunga/
2008/02/11). Pembentukan bunga pada tanaman merupakan salah satu fase
pertumbuhan generatif untuk terjadinya pembentukan biji atau buah. Tidak semua

11
tanaman berbunga dapat menghasilkan biji atau buah tergantung dari sifat
tanaman dan keberhasilan penyerbukan antara bunga jantan dan bunga betina.
Namun bunga kencur dapat menghasilkan biji walaupun jumlah biji yang
dihasilkan tidak banyak. Sampai saat ini dikenal 2 tipe kencur yaitu kencur
berdaun lebar dan berdaun sempit (Rostiana et al., 1995).
Kencur merupakan jenis tanaman obat potensial yang dapat dimanfaatkan
sebagai bahan baku minuman untuk kesehatan, obat-obatan dan penyedap
masakan, serta dapat juga dimanfaatkan sebagai kosmetik. Tingkat keragaman
tanaman kencur sangat sempit, disebabkan oleh perbanyakan tanaman secara
vegetatif, sehingga untuk memperoleh varietas unggul melalui pemuliaan sangat
terbatas (Rostiana et al., 2003). Untuk mengatasinya perlu dilakukan persilangan
antar varietas kencur yang karakternya bervariasi, baik karakter morfologi,
produksi dan senyawa kimia yang terkandung dalam rimpang kencur.
Untuk melakukan hal tersebut perlu terlebih dahulu mengetahui dan
mempelajari sifat-sifat dan susunan bunga kencur. Lima nomor harapan kencur
mempunyai karakter produksi dan kandungan minyak atsiri yang berbeda
diantaranya karakter produksi per rumpun yaitu : V1 = 40,37 g, V2 = 47,97 g, V3
= 51,98 g, V4 = 53,57 g, dan V5 = 46,85 g. Sedangkan kandungan minyak atsiri
per 2 tahun musim tanam V1 = 1,98-4,98%, V2 = 2,08-3,92%, V3 = 2,42-5,64%,
V4 = 2,06-6,64% dan V5 = 2,20-5,08% (Rostiana et al., 2006). Menurut Darwati
et al. (1993) minyak atsiri yang terkandung di dalam kencur berkisar antara 2,4-
3,9% mengandung borneol, kamper, sineol dan etil alkohol. Menurut Ghuangzon
dalam Afriastini (2002) senyawa kimia yang terdapat pada tanaman kencur yaitu :
carenc, Sneol, bromeol, terpinol, manisaldehid, a-metio, etil sinemat,
pentadehane, kandinene, ethil cis p-me
Bul. Littro. Vol. XIX No. 2, 2008, 109 - 116 111 toksinamat dan ethil
trans p-metoksit sinamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi bunga
pada tanaman kencur.

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilaksanakan sejak Januari-Desember 2007 di Rumah Kaca


Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bogor. Bahan tanaman
yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 nomor tanaman kencur yaitu V1,
V2, V3, V4 dan V5. Setiap nomor diamati 10 tanaman. Rancangan percobaan
yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5
ulangan. Pengamatan dilakukan pada tanaman umur 4 bulan setelah tanam pada
saat muncul bunga (fase generatif). Jumlah bunga yang diamati 5
tangkai/tanaman/periode. Pengamatan terhadap waktu bunga mekar dibagi
menjadi 3 periode dalam 24 jam (bunga sebelum mekar, bunga setengah mekar
dan bunga mekar penuh). Parameter yang diamati adalah jumlah bunga, jumlah,
warna, panjang dan lebar kelopak, warna, jumlah, panjang dan lebar mahkota,

12
panjang daun, lebar kotak sari, panjang tangkai putik, lebar kepala putik, panjang
bunga, panjang tabung bunga, diameter tabung bunga, jumlah tepung sari fertil,
jumlah tepung sari steril, persentase fertilitas dan sterilitas tepung sari.
Pengamatan terhadap tepung sari dilakukan dengan menggunakan mikroskop,
pada pembesaran 20 x 10 tanpa pewarnaan. Tepung sari diambil pada bunga yang
belum mekar, setengah mekar dan mekar penuh, kemudian diletakkan pada gelas
objek dan ditutup dengan gelas penutup (tanpa pewarnaan). Persentase tepung sari
fertil dihitung dengan pembagian antara jumlah tepung sari yang fertil dibagi
seluruh jumlah tepung sari fertil dan steril di kali 100%. Begitu sebaliknya pada
tepung sari steril. Data dianalisis dengan menggunakan Anova. Jika terdapat beda
nyata pada setiap perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bunga kencur termasuk ke dalam bunga majemuk sempurna (lengkap),


karena mempunyai bunga jantan, bunga betina, mahkota dan kelopak bunga yang
terletak dalam satu anak bunga. Jumlah bunga per tandan antara 5 sampai 10
bunga. Tangkai bunga dan bakal biji pada tanaman kencur tidak terlihat karena
tangkai dan bakal biji tenggelam ditutupi oleh pelepah daun atau tangkai daun.
Bunga muncul pada sore hari, kemudian mekar sempurna pada pagi hari. Pada
pagi hari kondisi bunga segar sedang siang serta sore hari layu. Jumlah bunga
yang muncul per tangkai (rumpun) 1 sampai 2 anak bunga. Lamanya bunga mekar
sekitar 5 jam antara pukul 6:00 sampai pukul 11:00. Setelah jam 11 bunga layu
dan gugur. Menurut Prana (1983), saat bunga mekar sempurna berbeda, tidak saja
dari jenis ke jenis, melainkan juga antar individu pada satu perbungaan
(inflorescence). Curcuma purpurascens dan C. colorata termasuk yang mekar
cepat (pukul 23:00-24:00). C. petiolata dan C. aeruginosa termasuk jenis bunga
yang mekar paling lambat (pukul 04:00-05.00). Warna bunga pada tanaman
kencur ada dua macam yaitu ungu dan putih sedikit ungu di bagian tengah, namun
struktur dan susunan bunganya sama (Gambar 1).
Wawan Haryudin dan Otih Rostiana : Karakteristik Morfologi Bunga Kencur
(Kaempferia galanga L .) 112
Menurut Affriastini (2002), bunga kencur berwarna putih dengan bibir
bunga berwarna ungu dan berbau harum. Bunga tersebut tumbuh diantara helaian
daun yang letaknya di atas kelopak dan mahkota bunga yang jumlahnya 3 helai,
bakal buah tenggelam, biji beraril. Sistem penyerbukan pada bunga kencur
diperkirakan tanpa perantara karena susunan bunga jantan lebih tinggi dari pada
bunga betina. Pembentukan biji, mulai dari penyerbukan sampai menjadi biji
memerlukan waktu sekitar 30 hari. Tanaman mulai berbunga pada saat berumur 4
bulan setelah tanam antara Maret sampai April dengan masa pembungaan satu
kali dalam satu musim tanam. Jenis C. purpurascens, C. brog, C. xanthorhiza dan
C. aeruginosa hampir terus menerus berbunga, sedangkan jenis lain berbunga

13
secara tidak teratur. Namun secara keseluruhan pembungaan antara Nopember
dan Maret, dan antara Juni dan Agustus (Prana, 1983). Susunan bunga kencur
Kelopak bunga (Calyx) Kelopak bunga pada tanaman kencur barwarna putih
dengan panjang kelopak berkisar antara 1,90-2,30 mm, jumlah kelopak bunga
pada masingmasing nomor 3 helai. Kelopak bunga terpanjang terdapat pada V1
(2,30 cm) berbeda nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor-
nomor lainnya. Lebar kelopak berkisar antara 0,20-0,33 mm, tidak berbeda nyata
dengan nomor-nomor lainnya (Tabel 1). Kelopak pada bunga kencur di bagian
luar berfungsi untuk melindungi bagian-bagain bunga sebelum mekar seperti
mahkota, stamen dan putik. Bunga mekar didahului oleh mekarnya kelopak
bunga.
Mahkota bunga (Corolla) Mahkota bunga merupakan bagian bunga yang
paling indah, biasanya tipis dan berwarna warni dan berfungsi untuk memikat
serangga yang membantu dalam proses penyerbukan. Mahkota bunga kencur
memiliki dua warna yaitu ungu dan putih sedikit ungu dibagian tengah. Mahkota
yang berwarna ungu terdapat pada jenis kencur V1, V3, V4 dan V5 sedangkan
yang berwarna putih dan sedikit ungu dibagian tengah mahkota terdapat pada
nomor V2. Jumlah mahkota per anak bunga 3 helai. Panjang mahkota bunga
berkisar antara 1,25-1,61 cm. Mahkota terpanjang terdapat pada nomor V1 (1,61
cm).
Panjang mahkota bunga di antara nomor harapan kencur berbeda nyata
dengan nomor V1 dan tidak berbeda nyata dengan nomor-nomor lainnya. Lebar
mahkota berkisar antara 2,02-2,24 cm tidak berbeda nyata diantara nomor-nomor
harapan kencur (Tabel 1). Benang sari/alat jantan (Androecium) Benang sari dan
kepala sari merupakan bagian dari bunga jantan yang berfungsi sebagai
penyerbuk. Pada bunga kencur tidak terdapat benang sari, hanya terdapat kapala
sari saja yang letaknya di bagian lingkaran bunga yang menempel pada pangkal
mahkota bunga. Letak kotak sari pada
Bul. Littro. Vol. XIX No. 2, 2008, 109 - 116113 1 bunga kencur lebih
tinggi dari bunga betina, sehingga diperkirakan bunga kencur menyerbuk sendiri.
Bentuk kotak sari bulat sampai lonjong. Kotak sari berjumlah satu pasang yang
menghimpit kepala putik. Di dalam kepala sari terdapat serbuk sari yang agak
lengket. Kotak sari akan pecah dan mengeluarkan serbuk sari pada saat bunga
mekar penuh (antara pukul 9:0010:00). Menurut Prana (1983), kepala sari pada
tanaman temu-temuan pecah paling lambat satu jam sebelum bunga mekar
sempurna. Pada saat bunga mekar sempurna kepala putik sudah masak dan siap
menerima serbuk sari.
Pada bunga kencur pecahnya kotak sari bersamaan dengan matangnya
kepala putik (antara pukul 9:0010:00) yang ditandai dengan tepung sari yang
menempel di kepala putik (Gambar 1a) sehingga diperkirakan tanaman ini dapat
menyerbuk sendiri. Panjang kotak sari berkisar antara 0,390,43 mm, tidak berbeda
nyata dengan nomor-nomor lainnya, sedangkan lebar kotak sari berkisar antara

14
0,24-0,27 mm juga tidak berbeda nyata dengan nomor-nomor lainnya (Tabel 2).
Fungsi kotak sari biasanya untuk membungkus tepung sari. Disaat tepung sari
sudah masak maka kotak sari akan pecah. Masa reseptif kepala putik ± 5 jam dari
mulai mekarnya bunga sampai bunga menjadi layu yang ditandai warna kuning
pada kotak sari. Tangkai putik/alat betina (Gynoecium) Bunga betina terdiri dari
tangkai putik dan kepala putik. Letak tangkai putik di bagian tengah bunga atau
tabung bunga yang berhubungan langsung dengan bakal buah/bakal biji
(ovarium). Bentuk tangkai putik pada bunga kencur seperti benang yang halus
berwarna putih, terdapat lubang yang sangat kecil yang berfungsi sebagai
lewatnya tepung sari menuju bakal buah/biji (ovarium). Panjang tangkai putik
berkisar antara 2,14-2,55 cm tidak berbeda nyata diantara nomor-nomor harapan
kencur (Tabel 2). Pada ujung tangkai putik terdapat kepala putik. Bentuk kepala
putik seperti gelas piala, berfungsi menerima masuknya tepung sari. Kepala

Tabel 1. Morfologi kelopak dan mahkota bunga kencur


Table 1. Morphology of petals and flower crown of Indian galangal

Nomor Jumlah Panjang Lebar Lebar Panjang Jumlah


Number kelopak kelopak kelopak mahkota mahkota mahkota
bunga bunga bunga bunga bunga bunga
Number (cm) (cm) (cm) (cm) Number
of petal Length of Width of Width of Length of of
petal petal crown crown crown
(cm) (cm) (cm) (cm)
V1 3,0 2,30a 0,29a 2,24a 1,45a 3,0
V2 3,0 2,16ab 0,27a 2,12a 1,44ab 3,0
V3 3,0 2,08ab 0,33a 2,08a 1,25ab 3,0
V4 3,0 2,05ab 0,27a 2,7a 1,61a 3,0
V5 3,0 1,90b 0,20a 2,02a 1,33a 3,0
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada tiap kolom tidak berbeda
nyata menurut DMRT 5% Note : Numbers followed by the same letters on the
same column are not significantly different based on DMRT 5%
Wawan Haryudin dan Otih Rostiana : Karakteristik Morfologi Bunga Kencur
(Kaempferia galanga L .) 114
Putik yang sudah matang (reseptif) pada tanaman kencur ditandai dengan
rontoknya ligula pada kepala putik dan kepala putik membesar serta terdapat
lubang menganga di bagian kepala putik sehingga memudahkan masuknya tepung
sari ke lubang kepala putik, kemudian kuntum menjadi layu. Biasanya fase ini
pada saat bunga mekar penuh. Lamanya reseftifitas kapala putik ± 5 jam yang
ditandai dengan warna kepala putik telah berubah menjadi kuning kehitaman
(Gambar 2b). Bunga betina yang belum matang ditandai dengan ligula pada
kepala putik yang belum rontok dan lubang di kepala putik masih menutup.

15
Biasanya fase seperti ini pada saat bunga belum mekar dan setengah mekar
(Gambar 2a).
Menurut Setiyono (2002) masa terserbuki tanaman lada berkisar antara 5-
10 hari yang ditandai dengan warna kapala putik telah berubah menjadi warna
coklat sampai kehitaman maka kepala putik sudah lewat masa reseptif, terjadi
pembuahan. Namun pada tanaman kencur kepala putik yang sudah reseptif atau
terserbuki oleh tepung sari ditandai pembengkakan pada mulut kepala putik.
Pembentukan biji Bunga kencur dapat membentuk biji sekitar 30–40 hari
setelah penyerbukan, biji yang sudah tua dibungkus oleh seludang yang
didalamnya terdapat serbuk putih yang halus seperti tepung berwarna putih.
Seludang akan mekar selama 12 jam dan didalamnya terdapat biji tua yang siap
ditanam. Jumlah biji per tangkai atau per rumpun antara 7-10 biji. Biji yang sudah
tua berwarna coklat dan lepas dari pembungkus seperti tepung. Bila biji-biji ini
dibiarkan akan tumbuh di sekitar pertanaman kencur. Fertilitas dan sterilitas
tepung sari Fertilitas dan sterilitas merupakan bagian yang paling penting untuk
menentukan tanaman dapat menghasilkan biji atau buah. Pada bunga yang
mempunyai tingkat vertilitas tinggi dapat menghasilkan biji/buah. Sebaliknya bila
sterilitasnya tinggi, bunga tersebut tidak dapat menghasilkan biji/buah. Untuk
mengetahui ciri-ciri tepung sari yang fertil ditandai dengan warna kuning telur
yang terletak pada tepung sari. Sedangkan tepung sari steril ditandai warna
putih Tabel 2.
Morfologi bunga jantan dan betina pada bunga kencur Table 2.
Morphology of male and female flowers of Indian galanga

Nomor Panjang Lebar Panjang Panjang Diamete


Number anther anther tangkai Lebar tabung r tabung
(mm) (mm) putik kepala bunga bunga
Length of Width of (cm) putik (cm) (cm)
anther anther Length of (mm) Length of Diamete
(mm) (mm) stigma Width of calyx r of
(cm) stigma tube (cm) calyx
(mm) tube
(cm)
V1 0,43a 0,27a 2,17a 0,10a 2,07a 0,22a
V2 0,43a 0,27a 2,35a 0,10a 2,05a 0,24a
V3 0,40a 0,26a 2,14a 0,12a 1,75a 0,22a
V4 0,39a 0,25a 2,55a 0,11a 1,96a 0,23a
V5 0,39a 0,24a 2,47a 0,11a 2,07a 0,23a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada tiap kolom tidak berbeda
nyata menurut DMRT 5% Note : Numbers followed by the same letter on the
same column are not significantly different based on DMRT 5%
Bul. Littro. Vol. XIX No. 2, 2008, 109 - 116
115
trasparan dibagian tengah tepung sari (Gambar 3).

16
Gambar 1. Penampilan bunga kencur warna putih dan ungu pada kelopak Figure
1. Indian galanga flower with white and violet colors
a. Penampilan bunga betina belum reseftif (belum matang), b. Penampilan bunga
betina pada saat reseptif (matang) Figure 2. a. Immature female flower, b. Mature
female flower

Gambar 3. Penampilan tepung sari pada bunga kencur Figure 3. Pollen of Indian
galanga
Tingkat fertilitas bunga pada tanaman kencur sampai saat ini belum
diketahui secara pasti. Berdasarkan hasil pengamatan, bahwa bunga kencur
termasuk kedalam bunga yang mempunyai tingkat serbuk sari fertilitas yang
sangat tinggi berkisar antara 97,20-99,14% sedangkan sterilitasnya sangat rendah
berkisar antara 0,862,80%, sehingga dapat menghasilkan biji (Tabel 3). Menurut
Prana (1983) rendahnya fertilitas serbuk sari yang dihasilkan pada kebanyakan
jenis temu-temuan mengakibatkan persilangan alamiah yang terjadi tidak
menghasilkan buah.

Tabel 3. Pollen fertil dan steril pada bunga kencur Table 3. Fertile and sterile
Pollen of Indian galanga flower

Nomor Jumlah Jumlah Jumlah Persentase Persentase


Number serbuk serbuk bunga/tanda pertilitas sterilitas
sari sari n Number of serbuk serbuk
fertil steril/ flower sari/Persentage sari/Persent
/Number Number of pollen age of
of fertile of steril fertility pollen
pollen pollen sterility
V1 120,48 a 3,18 a 8,18 a 97,20 a 2, 80 a
V2 149,06 a 2,97 a 8,20 a 97,72a 2,28a
V3 140,64 a 2,74 a 7,44 a 98,28a 1,73a
V4 167,74 a 2,70 a 7,62 a 99,14a 0,86a
V5 164,06 a 2,80 a 7,40 a 98,90a 1,73a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada tiap kolom tidak berbeda
nyata menurut DMRT 5% Note : Numbers followed by the same letters on the
same column are not significantly different based on DMRT 5%
Wawan Haryudin dan Otih Rostiana : Karakteristik Morfologi Bunga Kencur
(Kaempferia galanga L .)

KESIMPULAN

Morfologi kelopak bunga terpanjang pada V1 (2,30 cm) berbeda nyata


dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata dengan nomor lainnya. Panjang mahkota
bunga pada V4 (1,61 cm) berbeda nyata dengan V5 tetapi tidak berbeda nyata
dengan nomor lainnya. Lebar dan jumlah kelopak serta mahkota tidak berbeda

17
nyata dari masingmasing nomor. Parameter morfologi bunga jantan dan bunga
betina dari masing-masing parameter tidak berbeda nyata pada masing-masing
nomor. Bunga kencur berwarna putih terdapat pada nomor V2 dan warna ungu
terdapat pada nomor V1, V3, V4 dan V5. Bunga kencur termasuk ke dalam bunga
majemuk sempurna (lengkap) karena bunga jantan dan bunga betina terdapat pada
satu anak bunga. Bunga jantan dan bunga betina matang (reseptif) bersamaan
pada saat bunga mekar penuh dengan masa reseftip sekitar ± 5 jam. Reseptifitas
anther (alat jantan) ditandai pada pollen berwarna kuning, sedangkan reseptifitas
kepala putik (alat betina) ditandai ligula di kepala putik rontok dan kepala putik
membesar serta terdapat lubang menganga untuk masuknya pollen dalam proses
penyerbukan. Fertilitas pollen sangat tinggi berkisar antara 97,20-99,14%
sehingga bunga kencur dapat menghasilkan biji.

DAFTAR PUSTAKA

Afriastini, J.J., 2002. Bertanam Kencur. Edisi Revisi. Penerbit Penebar Swadaya.
hal. 1-33.
Darwati, I., Rosita SMD dan Ika Mariska, 1993. Temu-Temuan. Perkembangan
Penelitian Zat Pengatur Tumbuh untuk Tanaman Rempah dan Obat. Edsus Litro
Vol IX No 1. hal. 38–49. [Link]/wiki/bunga/2008/02/1. Tanggal 11
Februari 2008. Prana, M.S., 1983. Pembungaan beberapa jenis temu (Curcuma
Spp.) Pemb Littri. Vol VII. No 46. hal. 33– 36. Rostiana, O., Rosita SMD, W.
Haryudin, Supriadi dan S. Aisyah, 2003. Status pemuliaan tanaman kencur. Status
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Perkembangan Teknologi Tanaman
Rempah dan Obat. Vol XV. No 2. hal. 25-37. Rostiana, O., B. Martono, W.
Haryudin dan S. Aisyah, 1995. Kencur. Perkembangan penelitian Plasma Nutfah
tanaman Rempah dan Obat. Edsus Litro Vol XI. No1. hal. 1-7. Rostiana, O., W.
Haryudin dan Rosita, SMD, 2006. Stabilitas hasil lima nomor harapan kencur.
Jurnal Penelitian Tanaman Indutri. Vol 12. No 4. Des 2006. hal. 140 – 145.
Setiyono, R.T., 2002. Karakteristik bunga lada beberapa kultivar lada (Piper
nigrum L.). Prosiding Simposium Nasional II Tumbuhan Obat dan Aromatik,
Bogor. hal. 421–424.

18

Anda mungkin juga menyukai