0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan8 halaman

Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

SNDANKDA

Diunggah oleh

martaulibutar37
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan8 halaman

Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

SNDANKDA

Diunggah oleh

martaulibutar37
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)

UPT SD NEGERI / SWASTA ………………………

A. PENGERTIAN
Pengertian Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan
mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui
berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/
atau berbicara. GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara
menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran
yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

B. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional
2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Perubahan PP
Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan
3. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum Pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah
4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015
tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
5. Surat Keputusan Kepala UPT SDN/SDS……………………….. No.
…………….………. Tanggal …………………..…… tentang Tim Gerakan
Literasi Sekolah di Lingkungan UPT SDN/SDS…………………..

C. TUJUAN
Tujuan Umum :
untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui
pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan
Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Tujuan khusus :
1. menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah;
2. meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat;
3. menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan
ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan;
4. menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam
buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.
D. HASIL YANG DIHARAPKAN
GLS di UPT SD Negeri / SD Swasta ……………………………… diharapkan akan
menciptakan ekosistem pendidikan di SD yang literat. Ekosistem pendidikan
yang literat adalah lingkungan yang menyenangkan dan ramah peserta
didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar; semua
warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama;
menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan; memampukan
warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan
sosialnya; dan mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan
lingkungan eksternal SD.

E. PELAKSANAAN
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah UPT SD Negeri / SD Swasta
……………………………… melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Membaca buku cerita/pengayaan selama 15 menit sebelum pelajaran


dimulai one day one riding. Kegiatan membaca yang dapat dilakukan
adalah membacakan buku dengan nyaring (read aloud) dan membaca
dalam hati (sustained silent reading/SSR).
2. Memperkaya koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan 15 menit
membaca.
3. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dengan
menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata
pelajaran.
4. Memfungsikan lingkungan fisik sekolah melalui pemanfaatan sarana
dan prasarana sekolah, antara lain perpustakaan, sudut buku kelas,
area baca, kebun sekolah, kantin, UKS, dll. Untuk menumbuhkan minat
baca warga sekolah, sarana prasarana ini dapat diperkaya dengan
bahan kaya teks (print-rich material).
5. Melibatkan komunitas di luar sekolah yaitu perpustakaan keliling
dalam kegiatan 15 menit membaca dan pengembangan sarana
literasi, serta pengadaan buku-buku koleksi perpustakaan dan sudut
buku kelas.
6. Memilih buku bacaan yang baik .
7. Menyediakan sarana perpustakaan yang representatif, pojok baca di
tiap kelas, cafe literasi, angkringan baca, dan gerobag baca.

GLS di UPT SD Negeri / SD Swasta ……………………………… dilaksanakan


secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah. Kesiapan ini
mencakup kesiapan kapasitas fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana,
prasarana literasi), kesiapan warga sekolah (peserta didik, tenaga guru,
orang tua, dan komponen masyarakat lain), dan kesiapan sistem pendukung
lainnya (partisipasi publik, dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan
yang relevan). Untuk memastikan keberlangsungannya dalam jangka
panjang, GLS UPT SD Negeri / SD Swasta ………………………………
dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembiasaan, pengembangan,
dan pembelajaran.

Pembiasaan Pengembangan Pembelajaran


Langkah-langkah
Langkah-langkah Langkah-langkah
kegiatan:
kegiatan: kegiatan
a. Membaca 15 menit
a. Membaca terpandu a. Menyediakan
sebelum
b. Membaca bersama pembelajaran terpandu
pelajarandimulai
c. Aneka karya berbasis literasi
b. Menata sarana dan
kreativitas seperti b. Menata kelas berbasis
lingkungan kaya
Workbook, Skill literasi
literasi
Sheets (Triarama,Easy c. Melaksanakan literasi
c. Menciptakan
slit book,One sheet book, terpadu sesuai dengan
lingkungan
Flip flop book) tema dan mata
kaya teks
d. Mari berdiskusi pelajaran
d. Memilih buku bacaan
tentang buku d. Membuat Jadwal
di SD
e. Story-map outline Asesmen danEvaluasi
e. Pelibatan publik
Tabel Peta Pengembangan Literasi Sekolah dalam Skema 3 Tahap,
Catatan : Tiga tahapan dalam bagan pelaksanaan literasi ini dilaksanakan
terus-menerus secara berkelanjutan.
Adapun prinsip-prinsip kegiatan membaca antara lain :

 Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku bacaan, bukan buku teks


pelajaran.
 Buku yang dibaca/dibacakan adalah buku yang diminati oleh peserta
didik. Peserta didik diperkenankan untuk membaca buku yang dibawa
dari rumah.
 Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini tidak
diikuti oleh tugas-tugas menghafalkan cerita, menulis sinopsis, dan
lain-lain.
 Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini dapat
diikuti dengan diskusi informal tentang buku yang dibaca/ dibacakan,
atau kegiatan yang menyenangkan terkait buku yang dibacakan
apabila waktu memungkinkan. Tanggapan dalam diskusi dan kegiatan
lanjutan ini tidak dinilai/dievaluasi.
 Kegiatan membaca/membacakan buku di tahap pembiasaan ini
berlangsung dalam suasana yang santai dan [Link]
menyapa peserta didik dan bercerita sebelum membacakan buku dan
meminta mereka untuk membaca buku.

Kegiatan membaca dan penataan lingkungan kaya literasi pada tahap


pembiasaan antara lain :

1. Membaca buku cerita/pengayaan selama 15 menit sebelum pelajaran


dimulai. Kegiatan membaca yang dapat dilakukan adalah
membacakan buku dengan nyaring (read aloud) dan membaca dalam
hati (sustained silent reading/SSR).
2. Memperkaya koleksi bacaan untuk mendukung kegiatan 15 menit
membaca.
3. Memfungsikan lingkungan fisik sekolah melalui pemanfaatan sarana
perpustakaan, pojok baca di tiap kelas, cafe literasi, angkringan baca,
gerobag baca, kebun sekolah, kantin, UKS, dll. Untuk menumbuhkan
minat baca warga sekolah, sarana prasarana ini sudah diperkaya
dengan bahan kaya teks (print-rich material).
4. Melibatkan komunitas di luar sekolah seperti perpustakaan keliling
dalam kegiatan 15 menit membaca dan pengembangan sarana
literasi, serta pengadaan buku-buku koleksi perpustakaan dan sudut
buku kelas.
5. Memilih buku bacaan yang baik .

Sarana literasi mencakup perpustakaan sekolah, sudut baca kelas, dan area
baca. Perpustakaan berfungsi sebagai pusat pembelajaran di UPT SD
Negeri / SD Swasta ………………………………. Pengembangan dan penataan
perpustakaan menjadi bagian penting dari pelaksanaan gerakan literasi UPT
SD Negeri / SD Swasta ……………………………… dan pengelolaan
pengetahuan yang berbasis pada bacaan. Perpustakaan yang dikelola
dengan baik mampu meningkatkan minat baca warga SD dan menjadikan
mereka pembelajar sepanjang hayat. Perpustakaan UPT SD Negeri / SD
Swasta ……………………………… sangat berperan dalam mengkoordinasi
pengelolaan sudut baca kelas, area baca, dan prasarana literasi lain di UPT
SD Negeri / SD Swasta ……………………………….
Fungsi perpustakaan UPT SD Negeri / SD Swasta ………………………………
adalah sebagai pusat pengelolaan pengetahuan dan sumber belajar yang
dikelola oleh kepala sekolah. Perpustakaan UPT SD Negeri / SD Swasta
……………………………… secara teknis pengelolaannya ddiberikan pada guru
ekstra Bahasa Inggris yang mendapat tugas tambahan karena tidak memiliki
tenaga pustakawan yang terlatih di dalam pengelolaan bahan literasi
perpustakaan.
Sudut Baca Kelas adalah sebuah sudut di kelas yang dilengkapi dengan
koleksi buku bacaan dan karya peserta didik yang ditata secara menarik
untuk menumbuhkan minat baca peserta didik. Sudut Baca Kelas berperan
sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan SD, yaitu mendekatkan buku
kepada peserta didik. Sudut Baca Kelas dikelola oleh guru, peserta didik, dan
orang tua
Cafe literasi adalah are baca semi out dor yang berada diantara ruang
perpustakaan dan aula sekolah, untuk memberikan solusi bagi siswa yang
jenuh baca di perpustakaan, area yang nyaman dan dilengkapi oleh koleksi
buku untuk memfasilitasi kegiatan membaca peserta didik dan warga
sekolah.
Angkringan Baca (anjungan karakter dan selingan bacaan cerita) adalah
area baca semi out dor yang berada diantara dekat kantin sekolah, untuk
memberikan solusi bagi siswa enggan ke perpustakaan, area yang nyaman
dan dilengkapi oleh koleksi buku untuk memfasilitasi kegiatan membaca
peserta didik dan juga warga sekolah.
Gerobag Baca (Gerakan optimalisasi bagi guru dan siswa untuk gemar
membaca) adalah area baca out dor yang berada sekitar halaman sekolah,
untuk memberikan solusi bagi siswa enggan ke perpustakaan, area yang
nyaman dan dilengkapi oleh koleksi buku untuk memfasilitasi kegiatan
membaca guru dan peserta didik.
Untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah, ruang kelas
perlu diperkaya dengan bahan-bahan kaya teks. bahan kaya teks
diantaranya adalah:

1. karya-karya peserta didik berupa tulisan, gambar, atau grafik;


2. poster-poster yang terkait pelajaran, poster buku, poster kampanye
membaca, dan poster kampanye lain yang bertujuan menumbuhkan
cinta pengetahuan.
3. dinding kata; papan buletin
4. label nama-nama peserta didik /setiap benda di ruang kelas; mainan
alfabet
5. jadwal harian, pembagian kelompok tugas kelas;
6. surat, resep, kupon, kliping, foto kegiatan peserta didik;
7. komputer dan/atau perangkat elektronik lain yang mendukung
kegiatan literasi; kaset cerita, DVD, dan bahan digital/eletronik
8. buku dan sumber informasi lain (koran, majalah, buletin);
9. perangkat berkarya dan menulis seperti alat tulis, alat warna, alat
gambar, kertas gambar, kertas bekas, busa, kertas prakarya, surat,
kertas surat, amplop, koran bekas, kertas sampul, dll;
10. ucapan selamat datang dengan bermacam bahasa sesuai brand
kelas masing-masing, kata-kata yang memotivasi di sepanjang teras
sekolah, dan tempat-tempat lain yang mudah dilihat; dan
11. boneka dan kostum, untuk digunakan dalam permainan peran
(menjadi dokter atau juru masak yang menulis resep, atau pelayan
restoran yang menulis daftar pesanan);
12. semua bahan dan alat harus disimpan di tempat yang mudah
diraih oleh peserta didik dan perlu dikelompokkan menurut fungsinya
(alat gambar disimpan terpisah dari mainan, alat untuk bermain peran,
dan lain-lain); peserta didik perlu mengetahui di mana mereka dapat
menemukan bahan-bahan yang mereka perlukan.

One Day One Writing. Siswa untuk dapat bercerita ia butuh banyak
pengalam baik dengan cara membaca, mendengar, melihat, maupun
mengalami. Tetapi untuk dapat menulis musti dilengkapi dengan inovasi,
imajinasi dan kreatifitas.
Saat dicoba pada orang-orang sekeliling kita tentang kalimat apa yang biasa
ditulis di awal cerita, maka data yang paling banyak kita peroleh diantaranya
adalah kalimat pada suatu hari, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan
diantara wali murid pun menyampaikan hal yang sama, ini menjadi
perhatian tersendiri akan arti pentingnyakreatifitas, inovasi dan
imaginasiyang musti diajrkan, diingatkan dan dikembangkan dalam sebuah
kegiatan pembiasaan agar menulis menjadi baik bagi siswa kita.
One Day One Writing merupakan kegiatan siswa, yang diprogramkan
sekolah yang didampingi guru dan dilaksanakan siswa setiap hari di sekolah,
siswa yang tida kreatif/inovatif/imajinatif cenderung menggunakan kalimat
yang sama, contoh dalam hal judul di hari Senin siswa menulis cerita yang
berjudul Pergi ke Rumah Nenek, esoknya hari selasa judulnya Pergi ke
Rumah Kakek, hari Rabu judulnya Pergi Ke Desa.
Penggunaan kalimat di awal cerita hari senin sampai Jumat diawali oleh
kalimat Pada suatu hari bahkan terjadi di mayoritas siswa dalam kelas,
tentunya ini tidak akan pernah terulang karena selalu diingatkan dan
dibimbing oleh Bapak/Ibu Guru. Kelas kecil menulis pantun, puisi, sajak,
maupun puisi dan kelas besar menulis cerita
Tiap anak dalam 1 hari menciptakan 1 cerita, dalam 1 minggu
menghasilkan 5 cerita, dalam 1 bulan mamput menengumpulkan 20 cerita,
dan tiap 1 siswa dalam 10 bulan akan mencetak satu buku dengan 200 judul
certa, judul dan isi berbeda-beda, bila dalam 1 kelas terdapat 40 siswa dan
bila satu sekolah terdapat 2 rombongan belajar di tiap kelasnya, maka tiap
tahun sekolah dapat mencetak buku sebanyak 480 judul.
Kegiatan One Day One Writing muaranya adalah tumbuhnya Sikap
religius, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu,
semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi,
bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan,
peduli sosial, dan tanggungjawab akan terbentuk.
PPK-Ku Hari Sabtu. Suatu hal baik yang tidak dibiasakan akan kalah
dengan sesuatu hal buruk yang senantiasa dibiasakan (Umar bin Khattab),
terlalu sering kita lihat karakter seseorang tampak dari kebiasaan, oleh
karenanya pembiasaan berkarakter musti terus dibiasakan meski di hari
Sabtu atau hari libur bagi yang pelaksana 5 hari sekolah.
PPK-ku di hari Sabtu adalah upaya membiasakan perilaku berkarakter
siswa yang tidak hanya di sekolah namun saat di luar sekolah, di rumah, dan
di masyarakat pun tetap membiasakan hal yang baik dalam setiap
perilakunya.
Pola kegiatan PPK-ku di hari Sabtu UPT SD Negeri / SD Swasta
……………………………… adalah berupa tugas mingguan bagi seluruh siswa
untuk Menulis/nemarasikan kegigatan di hari Sabtu sejak bangun tidur
hingga tidur lagi dalam selembar kertas folio bergaris untuk seluruh siswa,
yang dikumpulkan di hari Senin Pagi pada guru kelas.
Bagi siswa yang aktivitas/kegiatannya positif, akan terbaca dari tulisan
yang ada, begitupun sebaliknya, hal baik yang terus musti diingatkan pada
siswa adalah tidak diperbolehkan mencatat hal yang tak dilakukan, karena
yang demikian akan terus menambah dosa atas perilaku yang bertentangan
dengan nilai-nilai karakter.
Manfaat yang dirasakan dari kegiatan PPK-ku di hari Sabtu adalah:

1. tertibnya kegiatan siswa yang senantiasa diisi dengan kegiatan-


kegiatan positif meski hari libur dan tanpa ada yang mengawasi
2. etika dan estetika bersikap maupun bertindak oleh siswa dalam
lingkungan keluarga maupun masyarakat yang senantiasa terbiasa
tanpa harus diingatkan
3. berkembangnya kerangka berfikir dan berinovasi siswa yang tampak
dalam menulis/menarasikan kegiatan PPK-ku di hari Sabtu
4. menghasilkan karya/tulisan yang kontinu
5. Terbentuknya nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreatif,
mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta
tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai,
gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab

F. KESIMPULAN

Literasi Sekolah (LGS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara


menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi
pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan
publik. Hal yang paling mendasar dalam praktik literasiadalah kegiatan
membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk
mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuha
n intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap
pengetahuan dan mengeksplorasi dunia
yang bermanfaat bagi kehidupannya. Membaca memberikan pengaruh buda
ya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi
peserta didik. Keberhasilan Program ini sangat tergantung darikomitmen
seluruh warga besar sekolah dan pihak terkait secara kolaboratif.

G. DOKUMENTASI KEGIATAN

- Lampirkan SK Anti Perundungan


- Lampirkan foto-foto kegiatan literasi siswa
- Lampirkan foto-foto sarana prasarana pendukung GLS

Anda mungkin juga menyukai