A. Apa yang memotivasi Anda mengikuti Program Guru Penggerak?
Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Yang menjadi motivasi saya untuk menjadi Guru Penggerak yaitu saya ingin meningkatkan potensi ataupun
kompetensi diri saya dalam menerapkan pembelajaran yang terpusat pada peserta didik , memiliki
keinginan untuk melakukan aktivitas atau hal baru dan selalu memperbaiki diri, dapat bertukar
pengalaman, pembelajaran serta dapat bertukar bagaimana cara penyelesaian masalah yang sering di
hadapi dalam proses pembelajaran maupun penanganan terhadap peserta didik dengan rekan guru lainnya
baik dalam instansi yang sama maupun instansi yang berbeda. Mengembangkan diri melalaui kualitas
kinerja di instansi sekolah tempat saya mengajar.
Yang akan saya lakukan dalam mewujudkan motivasi sebagai Guru Penggerak yaitu saya akan
mengembangkan diri, terus berinovasi serta berusaha untuk meningkatkan kemampuan yang saya miliki,
serta saya juga akan membuat konsep atau ide kreatif dalam menyampaikan materi ajar dengan baik yang
berpusat pada peserta didik sesuai dengan kurikulum merdeka yang saat ini berkembang dalam dunia
pendidikan di Indonesia serta saya juga akan bertukar pengalaman kepada guru yang lain dan juga guru
yang sudah selesai menjalankan program Guru Penggerak di sekolah saya dalam penyampaian metode
pembelajaran dan penyelesaian masalah yang dihadapi peserta didik yang bermasalah, kemudian saya juga
kan memanfaatkan teknologi yaitu menggunakan berbagai macam aplikasi yang dapat dipergunakan dalam
menyampaikan materi pada saat proses pembelajaran lebih menarik serta dapat membantu peserta didik
dalam menggunakan teknologi yang ada, dan saya juga akan memanfaatkan sosial media seperti facebook,
youtube, tik tok dan lain-lain untuk membagikan aktivitas dan metode pembelajaran yang saya gunakan,
agar dapat berbagi pengalaman (sharing) kepada rekan guru di era globalisasi saat ini.
Apa kelebihan Anda yang dapat mendukung Anda mengikuti program Guru Penggerak? Upaya apa saja
yang telah Anda lakukan untuk memajukan sekolah tempat Anda bekerja yang menurut Anda sejalan
dengan program Guru Penggerak? (Jawaban harus mencakup nama program, contoh implementasi yang
dilakukan)
Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai Guru Penggerak adalah Sebagai seorang guru saya
akan selalu berusaha untuk mengembangkan diri keprofesionalan secara terus menerus. Untuk
mendukung itu saya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi guru, seminar
baik daring maupun luring, lokakarya serta mengikuti bimbingan dan teknis yang berhubungan dengan
bidang pendidikan atau keilmuan saya. Kemudian saya akan terus berusaha memberikan inovasi
pembelajaran pada peserta didik dengan membuat metode belajar yang dapat membantu peserta
didik dalam menyampaikan keinginannya (mandiri) dan berkolaborasi bersama teman sekelas (diskusi
kelompok) yang bersifat menyenangkan agar peserta didik tidak merasa bosan ataupun jenuh dalam
mengikuti proses pembelajaran di kelas, menggunakan metode yang berpusat pada peserta didik
sesuai dengan kurikulum yang saat ini yaitu kurikulum merdeka. Sebagai seorang guru saya juga
menguasai karakteristik peserta didik, membangun relasi, dan mengasah bakat atapun potensi yang
dimilki oleh peserta didik . Dalam hal ini saya melakukan berbagai cara ataupun menelusuri berbagai
hal untuk mencari informasi dari peserta didik yang dapat dilihat dari aspek fisik, moral, spiritual,
kultural, sosial, intelektual, dan juga emosional. Dengan ini saya berupaya selalu menyesuiakan teknik
pembelajaran yang saya terapkan dengan karakteristik dari peserta didik itu sendiri. Alasan saya untuk
menjadi Guru Penggerak adalah karena saya merasa mampu untuk menerapkan metode
pembelajaran yang menyenangkan serta mampu untuk mempelajarinya sebelum menerapkannya,
saya juga bisa menggunakan IT dengan baik. Selain itu saya juga ingin mengetahui dan menjalankan
bagaimana filosofi pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan
di Indonesia yang berkaitan dengan teori belajar yang pada era saat ini menjadi acuan dalam
paradigma kehidupan belajar pada kurikulum merdeka di era sekarang ini dengan menerapkan
pendidikan yang terpusat kepada peserta didik dengan mengutamkan pedoman 3 semboyannya yaitu:
1. Ing ngarsa sing tuladha, yang artinya sebagai seorang guru apabila di depan memberikan contoh
atau teladan yang baik bagi peserta didik
2. Ing madya mangun karsa, yang artinya apabila berada di tengah guru bisa membangun motivasi
dan kekuatan sepenuh hati demi kesuksesan belajar peserta didik
3. Tut wuri handayani, yang artinya sebagai seorang guru apabila berada di belakang memberikan
dorongan yang baik kepada peserta didik sehingga peserta didik merasa nyaman berada disekolah.
Dari 3 semboyan tersebut sebagai seorang guru mampu memberikan contoh atau teladan yang baik
kepada peserta didik, mulai dari bagaimana cara berpakaian sesuai dengan peraturan yang ada,
bertutur kata yang baik dan sopan, dan cara kita bersosialisasi atau berkomunikasi kepada peserta
didik, karena seorang guru merupakan sosok yang selalu dilihat dan dijadikan contoh atau teladan
oleh peserta didik, dengan begitu guru harus memberikan contoh yang baik kepada peserta didik,
maka harapannya yaitu peserta didik akan meniru segala bentuk kebaikan yang guru contohkan.
Kemudian seorang guru juga membagikan pengetahuan kepada peserta didik semaksimal mungkin
sehingga peserta didik bisa sukses dalam pelajaran serta mendapatkan ilmu yang telah dibagikan dari
guru.
Ceritakan pengalaman Anda dalam menggunakan atau mengelola IT dalam proses pembelajaran?
Pengalaman saya dalam menggunakan atau mengelola IT dalam pembelajaran adalah
1. saya menentukan tujuan pembelajaran, sebelum memulai menggunakan metode ini, saya perlu
menetapkan tujuan yang jelas untuk memudahkan penyampaian materi (dengan menggunakan
Powerpoint berupa gambar untuk memotivasi peserta didik supaya lebih aktif) .
2. Pemilihan platform yang akan saya gunakan dalam pembelajaran seperti yang sering saya
gunakan pmm, youtube, canva dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
[Link] pelajaran di buat sesuai dengan kurikulum yang ada. Dalam pengunakan multimedia
seperti video, gambar, dan animasi supaya materi pelajaran lebih menarik dan interaktif sehingga
peserta didik lebih aktif. Dalam penyampaian materi pembelajaran kepada peserta didik saya
memberikan penjelasan yang jelas dan lengkap, serta dengan contoh dan ilustrasi yang relevan
sehingga ada umpan balik dengan siswa, biasanya saya juga selipkan games baik berupa video
ataupun langsung bersama peserta didik sehingga pembelajaran berpusat pada peserta didik.
4. Dalam evaluasi pembelajaran saya gunakan alat evaluasi yang disediakan oleh platform
pembelajaran untuk mengukur kemajuan dan pemahaman siswa terhadap materi, seperti
membagikan gambar,stiker dan lain-lain.
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan
dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal
tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang
Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Inovasi yang pernah saya lakukan berupa metode pembelajaran yang bervariasi/ berbeda. Hal ini
bertujuan supaya peserta didik lebih kreatif dan aktif selama pembelajaran di kelas. Dengan
menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi diharapkan siswa lebih semangat dan aktif
dikelas. Hampir setiap materi yang diberikan berbeda metode pembelajaran, misalnya diskusi,
gambar/ foto, games, ceramah, pengamatan dan lain-lain. Alhasil, peserta didik antusias mengikuti
pelajaran, terkadang peserta didik sering bertanya materi berikutnya ceramah atau diskusi atau
individu, sering juga peserta didik yang memiliki ide games. Saya melakukan berbagai macam
metode pembelajaran ini dengan tujuan supaya siswa nyaman dan lebih aktif serta semangat
mengikuti pembelajran. Dalam hal ini mengajarkan peserta didik untuk lebih semangat belajar
sehingga tidak ada siswa yang pasif karena pembelajaran yang monoton dan membosankan.
Kebetulan saya juga wali kelas, pernah suatu hari ada salah satu peserta didik yang tidak mau
mengikuti pelajaran salah satu guru mata pelajaran karena pelajaran tersebut mengharuskan peserta
didik menulis yang cukup panjang dan harus di hafalkan sehingga peserta didik merasa tidak
mampu mengikuti proses pembelajara, sehingga peserta didik tersebut dipanggil wali kelas untuk
konfirmasi mengapa peserta didik tersebut tidak mau masuk kelas jam pelajaran guru mapel yang
bersangkutan. Dengan adanya hal seperti ini menjadi tantangan yang harus dihadapi seorang guru
mengenai metode pembelajaran yang di sampaikan dikelas supaya peserta didik lebih aktif dikelas.
Tentu kedepan sebagai seorang Guru Penggerak, saya menyadari akan penting kurikulum yang
selalu relevan dan mengikuti perkembangan zaman. Agar selalu tercipta inovasi kurikulum yang
melibatkan para guru dalam proses pengembangan materi pembelajaran. Dengan melibatkan
pendapat dan ide dari setiap guru dan peserta didik maka kurikulum menjadi lebih dinamis dan
memungkinkan pengajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Dampaknya adalah
peningkatan motivasi belajar siswa dan kualitas pendidikan di sekolah.
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata
berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda
harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif
tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Mengikuti program Guru Penggerak merupakan kesempatan yang sangat berharga. Dalam
program ini seorang guru mendapatkan berbagai macam manfaat dan keuntungan untuk masa
depan yang lebih baik. Untuk menjadi guru penggerak yang profesional maka seorang guru
harus mampu memberikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya
yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif sendiri. Selain itu, faktor yang mendorong
guru melakukan hal tersebut harus mampu diidentifikasi dengan baik.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut, penulis dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab
sebagai guru di satuan pendidikan telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan
kemampuan guru terutama dalam hal membuat laporan hasil penilaian peserta didik berbasis
aplikasi e-raport. Penulis terus berupaya memperkenalkan dan memanfaatkan aplikasi kepada
para guru lainnya.
Upaya ini dilakukan penulis murni untuk berbagi dengan para guru lainnya dalam rangka
mengefisiensikan pekerjaan. Aplikasi ini bukan hak cipta penulis namun pengembangan pada
beberapa instrumen penilaian dilakukan untuk melengkapi form penilaian yang ada. Bimbingan
intens dilakukan untuk memberikan pemahaman dan penguasaan terhadap sistem kerja
aplikasi tersebut. Dengan adanya aplikasi pengolahan nilai ini dapat mempermudah sistem
pelaporan hasil penilaian oleh guru.
Di satuan pendidikan tempat penulis mengajar yakni SMP Negeri 9 Buru, aplikasi ini
merupakan hal baru bagi para guru dan tenaga kependidikan. Sehingga antusiasme sebagian
para guru sangat bagus dalam mempelajari dan mendalami sistem kerja dari aplikasi tersebut.
Hal ini menjadi inovasi baru di SMP Negeri 9 Buru. Selain memperkenalkan aplikasi pengolahan
nilai, penulis juga aktif memberikan pendampingan dalam penyusunan program kerja
pembelajaran kepada beberapa guru. Dengan pengenalan aplikasi dan pendampingan
yang penulis lakukan sangat berdampak positif terhadap kemajuan pada diri guru maupun pada
aspek managemen sekolah.
Meski status penulis hanya sebagai guru honorer tanpa menjabat posisi penting di
sekolah, namun aktifitas pengembangan diri maupun kelompok intens dilakukan dengan
sukarela. Pendampingan yang dilakukan penulis fokus pada bidang yang ditekuni dan
sesuai dengan kompetensi yang dimiliki berdasarkan penghargaan dan pelatihan-pelatihan
yang pernah diikuti. Selain itu, berbekal pengalaman mengikuti kegiatan Pembelajaran Berbasis
TIK (PembaTIK) hingga level terakhir (level 4), penulis meyakini bahwa hal tersebut dapat
menjadi modal awal untuk melakukan berbagai inovasi maupun gerakan-gerakan
pemberdayaan terkait pembelajaran berbasis teknologi.
Inovasi lainnya yang pernah penulis lakukan yakni berhasil mendirikan Organisasi PMR dengan
teman sejawat, karena Organisasi tersebut belum pernah dijalankan di SMP 9 Buru.
Berangkat dari uraian di atas, penulis merasa pelu dan harus terlibat secara intensif
dalam berbagai program-program pemerintah terkait pendidikan, salah satunya program Guru
Penggerak. Program Guru Penggerak merupakan salah satu program unggulan Pemerintah
Pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan program ini
semua guru di seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan
kompetensi diri dan sekaligus sebagai penggerak bagi para guru lainnya untuk meningkatkan
profesionalisme di bidangnya.
Untuk menjadi bagian dari Guru Penggerak, seorang guru harus memiliki motivasi yang kuat dan
kelebihan-kelebihan yang dapat mendukung perannya sebagai Guru Penggerak. Dengan
motivasi dan keinginan untuk berkembang yang kuat akan menjadi dasar yang paling
fundamental dalam keberhasilan sebagai Guru Penggerak dengan maksimal. Dalam hal ini,
sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya bahwa penulis memiliki motivasi yang tinggi
dalam mengikuti kegiatan Program Guru Penggerak.
Selain motivasi yang kuat, kelebihan-kelebihan lainnya yang penulis miliki menjadi modal awal
yang baik untuk mendukung peran sebagai Guru Penggerak nantinya, seperti penghargaan dan
berbagai pelatihan-pelatihan teknis dan non teknis bidang pendidikan. Dengan berbagai
penghargaan mengikuti kompetisi dan pengalaman-pengalaman mengikuti pelatihan baik di
tingkat kabupaten hingga internasional diharapkan dapat menjadi pertimbangan panitia seleksi
Calon Guru Penggerak tahun 2022 untuk menerima penulis sebagai Guru Penggerak. Hal
tersebut juga diharapkan dapat menjadi pendukung dalam menjalankan peran sebagai
Guru Penggerak nantinya.
Tidak dipungkiri bahwa pentingnya pengalaman sebagai pendukung dalam menjalankan peran
sebagai Guru Penggerak tidak terlepas dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK) serta arus Informasi di era Revolusi 4.0 atau sering disebut era digital saat ini sangat
pesat. Perkembangan ini mempengaruhi semua aspek kehidupan termasuk lembaga-lembaga
sosial. Kemampuan dalam melakukan penyesuaian (adjustment) terhadap tuntutan era
digital menjadi tantangan besar. Pendidikan sebagai salah satu lembaga vital suatu bangsa harus
melakukan perubahan progresif sesuai perkembangan zaman.