NAMA : NADIA STEPANI
NIM : 859538904
JAWABAN TUGAS TUTORIAL 3 KOMPUTER DAN MEDIA
PEMBELAJARAN
1. 1) microsoft word = mengolah data berupa angka
2) microsoft excel = mengolah angka dengan sentuhan tabel dan grafik
3) microsoft access = mengolah data yang sangat banyak dengan file yang
sangat beragam agar data yang dimiliki terorganisasi dengan baik
4) microsoft powerpoint = membuat presentasi digital agar presntasi lebih
menarik dan efektif
5) microsoft outlook = merupakan program untuk menerima dan mengirim e-
mail dan program microsoft frontpage yang dapat digunakan untuk merancang
website.
2. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat merangsang fikiran
dan keterampilan peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga dapat
mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu media pembelajarannya yaitu
lingkungan, karena lingkungan dapat dijadikan media pembelajaran yang
optimal untuk mencapai proses dan hasil pembelajaran, sebab peserta didik
dapat mengetahui secara langsung keadaan yang sebenarnya, dan
pembelajaran dapat menjadi lebih menarik, dengan begitu proses pembelajaran
tidak akan membosankan. Pembelajaran dapat dilakukan dalam lingkungan
sekolah maupun luar sekolah, serta dapat pula belajar dari peristiwa alam yang
dialami oleh masyarakat, dan lain sebagainya. Ada beberapa lingkungan yang
dapat dimanfaatkan sebagai media dan sumber pembelajaran yaitu lingkungan
masyarakat atau lingkungan sosial yang mempelajari tentang interaksi antar
kehidupan bermasyarakat seperti adat istiadat yang ada di masyarakat, sistem
nilai, perubahan sosial dan lain sebagainya. Adapula lingkungan alam yang
mempelajari tentang sumber daya alam, tumbuhan, hewan dan lain sebagainya.
Dan yang terakhir adalah lingkungan buatan meliputi bendungan, taman, irigasi
dan lain sebagainya. Salah satu contoh pelajaran yang dapat memanfaatan
media dan sumber pembelajaran berbasis lingkungan masyarakat atau sosial
adalah pelajaran sosiologi, karena dalam pembelajaran sosiologi terdapat
materi-materi tentang kemasyarakatan yang meliputi interaksi sosial, perubahan
sosial, gejala sosial, konflik sosial, norma sosial, kebudayaan, adat istiadat, yang
terdapat disuatu masyarakat. Proses kegiatan pembelajaran pemanfaatan
lingkungan sosial ini dilakukan dengan cara praktek lapangan atau turun
langsung kepada masyarakat, seperti mengamati, bertaya atau wawancara.
Dengan adanya praktek lapangan ini membuat para peserta didik dapat lebih
mudah memahami atau menguasai materi, karena peserta didik dapat
mengetahui keadaan yang sebenarnya di dalam masyararakat secara langsung,
serta peserta didik dapat menambah pengalaman, dengan pengalaman peserta
didik dapat lebih mudah untuk mengingat materi yang telah di dapat. Hasil yang
di dapat dari kegiatan pembelajaran pemanfaatan llingkungan sosial ini adalah
peserta didik mendapatkan pembelajaran yang berupa faktual, pembelajaran
lebih menarik dan tidak membosankan, peserta didik dapat menambah
pengalaman dan teman baru, serta dapat membantu memecahkan masalah
sosial yang terjadi didalam suatu masyarakat. Maka dari itu pembelajaran
dengan memanfaatkan lingkungan sosial sebagai media dan sumber pelajaran
sangatlah efektif untuk dilakukan dalam pelajaran sosiologi.
3. MANFAAT PAKEM
Ada banyak manfaat dari strategi pembelajaran dengan PAKEM, di antaranya:
1. Mendorong perkembangan inteektual siswa (intelectual growth)
Menurut Jean Piaget, pembelajaran aktif, teruama yang melibatkan siswa secara
langsung dengan alam, sangat penting bagi erkembangan intelektual siswa.
Sebagai contoh, siswa menyiram air pada seonggok tanah/pasir yang
menyerupai gunung akan membantunya memahami berbagai perinsip alam
seperti erosi, banjir, gravitasi, hubungan sebab akibat, dan sebagainya.
2. Membantu perkembangan fisik siswa (physical development)
Aktivitas belajar yang mengikut sertakan kegiatan seperti memotong, menempel,
mewarnai gambar, mengisi teka-teki atau puzzle akan membantu perkembangan
motorik ketrampilan halus (fine motor skill) siswa. Sementara kegiatan seperti
berlari, memukul, mengangkat, menarik akan membantu menguatkan otot besar
dan otot halusnya (gross motor skill).
3. Membantu ketrampilan sosial siswa (building social skill)
Menurut Piaget, ketrampilan sosial sama pentingnya dengan perkembangan
intelektual. Melalui pembelajaran aktif, siswa amtara lain mengalami interaksi
yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan orang lain. Dari
pengalaman itu, ia belajar bahwa setiap orang memiliki pandangan yang
berbeda-beda tentang suatu hal. Karena itu, dia harus menjaga perilakunya,
memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara, mendengarkan
pendapat orang lain dan sebagainya. Intinya, ia mulai belajar prinsip-prinsip
yang ada dalam kehidupan sosial. Ia juga mulai menyadari ketidakkonsistenan
antara apa yang dikatakan dengan apa yang diperbuat ketika salah seorang
teman menunjukkan padanya.
4. Mengembangkan kemampuan membaca dan berbahasa siswa (language and
alitracy development) Pembelajaran aktif seperti melalui diskusi atau bekerja
kelompok dapat membantu perkembangan kemampuan komunikasi siswa.
Melalui belajar bersama, proses literasi para siswa juga akan semakin mudah.
5. Membantu perkembangan emosi siswa (emotional development)
Pembelajaran aktif juga membantu perkembangan emosi siswa. Misalnya
seorang siswa yang berhasil menyusun gambar lembaga-lembaga negara sesuai
namanya akan menumbuhkan rasa bangga pada dirinya. Sementara siswa yang
tidak berhasil akan belajar mengendalikan amarah, rasa frustasi, dan iri dalam
dirinya.
6. Mengembangkan kreativitas siswa (creativity)
Dengan kegiatan belajar aktif, siswa diberi kesempatan uang luas untuk
mengekspresikan dan mengembangkan potensi dirinya. Misalnya, siswa diminta
menggambar cara-cara orang memelihara lingkungan alam. Dari kegiatan itu,
kita akan menemukan berbagai ragam kreativitas siswa sesuai pengalaman dan
imajinasinya. Ada yang mungkin menggambar seorang anak sedang menyiram
bunga di taman sambil bernyanyi.
7. Mendorong anak untuk mencintai belajar sepanjang hidupnya. Pembelajaran
akitif dan menyenangkan akan menumbuhkan kebutuhan untuk mencintai
belajar sepanjang hidupnya. Ia merasa belajar sebagai sebuah kesenangan yang
perlu dinikmati sepanjang hidupnya, bukannya sebuah beban yang harus
dilepaskan.
4. Bentuk-bentuk interaksi pembelajaran melalui komputer :
1) Program tutorial adalah salah satu pola interaksi pembelajaran yang
mengaplikasikan pemberian informasi, pembelajaran kemudian
mengakomodasi siswa untuk terus mengikuti dan menjawab pertanyaan. Pola
pembelajaran dalam bentuk tutorial ini biasanya dibuat secara bercabang.
Informasi yang disampaikan dapat berupa konsep yang disajikan pada layar
komputer dalam bentuk teks, gambar, atau grafik.
2) Praktik dan latihan adalah salah satu bentuk interaksi pembelajaran yang
digunakan untuk meningkatkan keterampilan atau memperkuat penguasaan
konsep. Interaksi yang berbentuk praktik dan latihan biasanya menampilkan
sejumlah pertanyaan atau soal yang bervariasi yang harus dijawab oleh siswa.
3) Simulasi dengan bantuan komputer mencoba untuk menyamai proses
dinamis yang terjadi di dunia nyata, seperti kegiatan pembelajaran dikelas yang
sudah kita lakukan sehari-hari. Dalam interaksi yang berbentuk simulasi siswa
dihadapkan pada suatu situasi buatan yang menyerupai kondisi atau situasi
yang sesungguhnya.
4) Permainan instruksional sama halnya dengan proses interaktif lain,
permainan harus mengandung tingkat kesulitan tertentu dan memberikan
umpan balik terhadap respons yang diberikan oleh siswa. Program pembelajaran
berbentuk permainan, umpan balik diberikan dalam bentuk skor atau nilaj
standar yang dapat dicapai setelah melakukan serangkaian permainan.