BAHAN PRESENTASI KELOMPOK
ANALISIS DASAR RISC (REDUCED INSTRUCTION SET COMPUTER)
Tugas kelompok ini disusun untuk memenuhi sebagian tugas pada
Mata Kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer
Dosen Pengampu: Anak Agung Adi Wiryya Putra, [Link]., [Link]., [Link].
Oleh Kelompok: 2
Anggota:
Ni Luh Risma Putri Wirdianthi (42430001)
Arecy Saban (42430002)
I Made Obi Pranata (42430003)
Ni Made Dina Ayu Purnami (42430004)
Yosua Theo Fraktus Michael Jagga Wali (42430006)
Indriani Asten (42430010)
Kadek Wahyu Santika (42430012)
Ni Komang Ria Asrini (42430014)
Nayge Audrey Jemahi (42430024)
Valentina Juni Yani Nahak (42430026)
Klara Natasya Mangelowa (42430031)
I Gusti Ngurah Surya Arya Dira (42430037)
Salsabilla Nur Shafa (42430040)
Mochammad Akmal Anfal (42430041)
Paul Yang (42430043)
Bryan Terence (42430044)
Meizaluna Aurelia Frakasa (42430045)
Dionisius Nani Kalumbang (42430048)
Gede Sathya Pratama Deva (42430056)
Olyvia Audy Djohari (42430058)
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN NASIONAL
2024
A. Pengertian RISC (Oleh: Ria_42430014)
RICS (Reduced Instruction Set Computer) adalah bagian dari arsitektur mikroprosesor
kecil yang digunakan untuk mengatur instruksi untuk komunikasi antar arsitektur lainnya.
RISC pertama kali ditemukan pada tahun 1974 oleh John Cocke, seorang peneliti IBM di
Yorktown, New York. Komputer pertama yang menggunakan konsep RISC adalah IBM
PC/XT pada tahun 1980an. Istilah RISC pertama kali dipopulerkan oleh David Patterson,
seorang dosen di University of California, Berkeley. RISC adalah arsitektur computer
modern dengan instruksi dan metode eksekusi paling sederhana. Arsitektur ini digunakan
pada komputer berkinerja tinggi seperti komputer vektor. Selain digunakan pada komputer
vektor, desain ini telah digunakan pada beberapa mikroprosesor Intel 960, Itanium (IA64)
dari Intel Corporation, Alpha AXP dari DEC, R4x00 dari MIPS Corporation, PowerPC,
arsitektur POWER dari International Business Machines. Selain itu, RISC juga banyak
digunakan di Advanced RISC Machine (ARM) dan StrongARM (termasuk Intel XScale),
SPARC dan UltraSPARC dari Sun Microsystems, dan PA-RISC dari Hewlett-Packard
B. Evolusi RISC (Oleh: Yosua_42430006 dan Arefcy_42430002)
Awal Mula
1970an: Konsep RISC pertama kali dikembangkan di IBM Watson Research Center
dengan menggunakan prosesor IBM 8012. Tujuannya adalah untuk membuat instruksi
lebih mudah dan cepat untuk dilaksanakan. Mesin RISC sudah sangat tua, konsepnya
hampir kuno, dan telah ada sejak tahun 1970-an. Upaya komersial pertama untuk
menghadirkan produk yang layak ke pasar dimulai dengan diperkenalkannya Power
Macintosh 6100 pada tahun 1994, dan berlanjut dengan sukses satu dekade kemudian
hingga penghentian PowerMac G5 pada tahun 2006 dan peralihan Apple ke prosesor Intel.
Pada bulan Januari 2006, prosesor Intel Core hadir di pasaran, meningkatkan kinerja x86
secara signifikan. Selama beberapa tahun berikutnya, x86 menaklukkan sebagian besar
pasar konsumen dan server. Pada titik ini, Apple harus tunduk pada kinerja x86. Jika tidak,
rasanya mustahil untuk bersaing dengan arsitektur pada masa kejayaannya. Akibatnya,
satu-satunya komputer pribadi dengan prosesor RISC yang tersedia secara luas menghilang
dari pasaran.
Pengembangan dan Penerapan
1980an: RISC mulai berkembang pesat dengan beberapa universitas dan perusahaan
seperti Stanford University dan Berkeley yang mengembangkan arsitektur RISC berbasis
studi akademik.
1984: MIPS (Microprocessor without Interlocked Pipeline Stages) adalah salah satu
proyek RISC pertama yang berhasil dan banyak digunakan dalam berbagai aplikasi.
C. Fungsi RISC (Oleh: Clara_42430031)
Fungsi utama RISC (Reduced Instruction Set Computer) adalah untuk meningkatkan
kinerja dan efisiensi sistem komputasi. RISC dirancang untuk menjalankan sejumlah kecil
jenis instruksi komputer sehingga dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi.
RISC memiliki beberapa fungsi, di antaranya:
• Meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem komputasi.
• Meningkatkan kecepatan CPU dalam mengeksekusi instruksi.
• Meningkatkan paralelisme internal.
• Mengurangi jumlah transistor yang didedikasikan untuk logika inti.
• Menyederhanakan desain compiler.
• Menggunakan format instruksi seragam.
• Menggunakan mode pengalamatan sederhana.
D. Karakteristik RISC (Oleh: Dina_42430004 dan Nayge_42430024)
Arsitektur RISC memiliki beberapa karakteristik penting yang membuatnya efektif dalam
pengolahan instruksi. Pertama, arsitektur ini dirancang untuk menjalankan setiap instruksi
dalam satu siklus saja, yaitu One Cycle Execution Time, sehingga nilai Clock Per
Instruction (CPI) menjadi rendah dan optimalkan setiap instruksi pada CPU. Kedua, teknik
pipelining digunakan untuk melakukan eksekusi instruksi secara simultan, membuat proses
instruksional lebih efisien tanpa penambahan kompleksitas sistem. Ketiga, jumlah register
yang besar membantu mencegah interaksi berlebihan dengan memori, meningkatkan
kinerja umum sistem. Keempat, tujuan utama dari menggunakan banyak register adalah
untuk menghindari konflik antara operasi register-to-register dan load/store intensif dengan
memori, sehingga mendukung paralelisme internal yang lebih baik. Kelima, rangkaian
instruksi built-in pada processor terdiri dari perintah-perintah yang relatif sederhana
dibandingkan dengan CISC, menjadikannya efektif dalam menjalankan operasi dasar
seperti load, store, dan aritmatika tanpa kombinasi kompleks. Terakhir, karena desain
instruksi yang sederhana dan pipelining yang efektif, arsitektur RISC memiliki kecepatan
tinggi, sehingga banyak digunakan dalam aplikasi-aplikasi yang memerlukan kalkulasi
intensif seperti pemrosesan data tinggi dan simulasi numerik.
Selain karakteristik umum seperti diatas RISC juga memiliki karakteristik khas, beberapa
diantaranya yaitu:
1. Siklus mesin ditentukan oleh waktu yang digunakan untuk mengambil dua bua operand
dari register, melakukan operasi ALU, dan menyimpan hasil operasinya kedalam register,
dengan demikian instruksi mesin RISC tidak boleh lebih kompleks dan harus dapat
mengeksekusi secepat mikro instruksi pada mesin-mesin CISC. Dengan menggunakan
instruksi sederhana atau instruksi satu siklus hanya dibutuhkan satu mikrokode atau tidak
sama sekali, instruksi mesin dapat dihardwired. Instruksi seperti itu akan dieksekusi lebih
cepat dibanding yang sejenis pada yang lain karena tidak perlu mengakses penyimpanan
kontrol mikro program saat eksekusi instruksi berlangsung.
2. Operasi berbentuk dari register-ke register yang hanya terdiri dari operasi load dan store
yang mengakses memori. Fitur rancangan ini menyederhanakan set instruksi sehingga
menyederhanakan pula unit control. Keuntungan lainnya memungkinkan optimasi
pemakaian register sehingga operand yang sering diakses akan tetap ada di penyimpan
berkecepatan tinggi. Penekanan pada operasi register ke register merupakan hal yang unik
bagi perancangan RISC.
3. Penggunaan mode pengalamatan sederhana, hampir sama dengan instruksi
menggunakan pengalamatan register. Beberapa mode tambahan seperti pergeseran dan pe-
relatif dapat dimasukkan selain itu banyak mod kompleks dapat disintesis pada perangkat
lunak dibanding yang sederhana, selain dapat menyederhanakan set instruksi dan unit
kontrol.
4. Penggunaan format-format instruksi sederhana, panjang instruksinya tetap dan
disesuaikan dengan panjang word. Fitur ini memiliki beberapa kelebihan karena dengan
menggunakan field yang tetap pendekodean opcode dan pengaksesan operand register
dapat dilakukan secara bersama-sama.
E. Ciri-ciri RISC (Oleh: Luna_42430045 dan Indri_42430010)
1. Instruksi pada prosesor RISC memiliki format tetap, sehingga rangkaian pengontrol
instruksi menjadi lebih sederhana. Dengan kata lain dapat menghemat penggunaan luasan
keping semikonduktor.
2. Instruksi yang berhubungan dengan memori hanya instruksi isi (load) dan instruksi
simpan (store), dan instruksi lain dilakukan dalam register internal prosesor.
3. Prosesor RISC memerlukan waktu kompilasi yang lebih lama dari pada prosesor CISC.
4. Instruksi berukuran tunggal.
5. Ukuran yang umum adalah 4 byte.
6. Tidak terdapat lebih dari satu operand beralamat memori per instruksi.
7. Tidak mendukung perataan sembarang bagi data untuk operasi load/store.
8. Jumlah pengamatan data sedikit biasanya kurang dari 5 buah.
F. Prinsip Inti RISC (Oleh: Risma_42430001 dan Obi_42430003)
1. Eksekusi siklus tunggal: desain RISC bertujuan untuk mengeksekusi sebagian besar
intruksi dalam satu siklus sehingga meningkatkan kecepatan prosessor secara keseluruhan.
2. Arsitektur muat-simpan: arsitektur RISC menggunakan arsitektur muat-simpan yang
berarti hanya intruksi muat dan simpan yang dapat mengakses memory.
3. Instruksi sederhana: arsitektur RISC menggunakan intruksi sederhana yang dapat di
eksekusi dengan cepat sehingga dapat mengurangi kompleksitas prosessor dan
memungkinkan prosessor beroperasi pada kecepatan clock yang lebih tinggi.
4. Set register besar: arsitektur RISC memiliki banyak register yang dapat mengurangi
jumlah akses memory yang di perlukan yang kemudian dapat memungkinkan penggunaan
sumber daya prossesor yang lebih efisien.
5. Pipelining: arsitektur RISC menggunakan pipelining untuk meningkatkan kecepatan
eksekusi instruksi yang memungkinkan beberapa instruksi di eksekusi secara bersamaan
sehingga meningkatkan throughput prosessor secara keseluruhan.
G. Pendekatan Artistektur RISC (Oleh: Bryan_42430044 dan Paul_42430043)
Pendekatan arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer) menekankan penggunaan
instruksi sederhana yang dieksekusi dalam satu siklus clock, yang membawa sejumlah
keuntungan signifikan. Prosesor RISC memecah instruksi kompleks, seperti "MUL,"
menjadi tiga instruksi dasar: "LOAD," "PROD," dan "STORE." Dengan cara ini, eksekusi
program menjadi lebih efisien, karena seluruh program dapat dieksekusi dalam waktu yang
sama seperti instruksi multi-siklus pada arsitektur CISC (Complex Instruction Set
Computer). Keuntungan utama dari RISC adalah efisiensi penggunaan siklus clock, yang
memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat. Selain itu, RISC membutuhkan lebih sedikit
transistor dibandingkan CISC, memberikan lebih banyak ruang untuk register. Pemisahan
instruksi "LOAD" dan "STORE" juga mengurangi beban kerja prosesor, karena operan
dapat tetap berada di register hingga diperlukan nilai baru. Secara keseluruhan, pendekatan
RISC memberikan arsitektur prosesor yang lebih sederhana dan lebih efisien,
meningkatkan performa dengan memanfaatkan eksekusi instruksi yang lebih cepat dan
mengurangi kebutuhan akan interaksi yang kompleks dengan memori.
H. Kelebihan RISC (Oleh: Salsa_42430040 dan Vallen_42430026)
➢ Berkaitan dengan penyederhanaan kompiler, dimana tugas pembuat kompiler
untuk menghasilkan rangkaian instruksi mesin bagi semua pernyataan HLL.
➢ Instruksi mesin yang kompleks seringkali sulit digunakan karena kompiler harus
menemukan kasus-kasus yang sesuai dengan konsepnya.
➢ Pekerjaan mengoptimalkan kode yang dihasilkan untuk meminimalkan ukuran
kode, mengurangi hitungan eksekusi instruksi, dan meningkatkan pipelining jauh
lebih mudah apabila menggunakan RISC dibanding menggunakan CISC.
➢ Arsitektur RISC yang mendasari PowerPC memiliki kecenderungan lebih
menekankan pada referensi register dibanding referensi memori, dan referensi
register memerlukan bit yang lebih sedikit sehingga memiliki akses eksekusi
instruksi lebih cepat.
➢ Kecenderungan operasi register ke register akan lebih menyederhanakan set
instruksi dan menyederhanakan unit kontrol serta pengoptimasian register akan
menyebabkan operand-operand yang sering diakses akan tetap berada dipenyimpan
berkecepatan tinggi.
➢ Penggunaan mode pengalamatan dan format instruksi yang lebih sederhana.
I. Kelemahan RISC (Oleh: Surya_42430037 dan Wahyu_42430012)
➢ Program yang dihasilkan dalam bahasa simbolik akan lebih panjang (instruksinya
lebih banyak).
➢ Program berukuran lebih besar sehingga membutuhkan memori yang lebih banyak,
ini tentunya kurang menghemat sumber daya.
➢ Program yang berukuran lebih besar akan menyebabkan menurunnya kinerja.
J. Perbedaan RISC dan CISC (Oleh: Akmal_42430041 dan Doni_42430048)
RISC CISC
Menekankan pada perangkat lunak, dengan Lebih menekankan pada perangkat keras,
sedikit transistor. sesuai dengan takdirnya untuk programmer.
Intruksi sederhana bahkan single. Memiliki instruksi kompleks.
Load/store atau memori ke memori bekerja Memori ke memori: load dan store saling
terpisah. bekerja sama.
Memiliki ukuran kode yang kecil dan
Ukuran kode besar dan kecepatan lebih tinggi.
kecepatan yang rendah.
Transistor didalamnya digunakan untuk
Transistor di dalamnya lebih untuk meregister
menyimpan instruksi-instruksi bersifat
memori.
kompleks.
K. Penulis
• Risma_42430001
• Olyvia_42430058
• Tude_42430056
Daftar Referensi
Sasatrawan, K. W., Kharisma, D. G. W., Putra, I. B. P. Y. P., Azmir, M., & Riyana, I.
P. A. (2020). Arsitektur Reduction Instruction Set Computer (RISC).
Umbara, A. P., Permana, A. T., Nurhasanah, E., Algifari, G. G., Arief, R. F., &
Mubarok, Z. (2021). RISC DAN CISC.
Arsitektur dan Organisasi Komputer RISC (Reduced Instruction Set Computer).
(2014). In UNIVERSITAS BRAWIJAYA (pp. 3–24). UNIVERSITAS
BRAWIJAYA.