VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2024
p-ISSN: 2775-1880
e-ISSN: 2775-1872
PENGARUH KERJASAMA TIM DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA
KARYAWAN DI PT. SAMICK INDONESIA
1*Indah
Agustina, 2 Ali Mutaufiq, 3Taryanto
1,3Universitas
Pertiwi, Bekasi, Indonesia
2Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Internasional Indonesia, Bekasi, Indonesia
indahagustina230896@[Link]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kerjasama tim dan komunikasi
terhadap kinerja karyawan di PT. Samick Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur alat
musik. Dengan melibatkan 67 responden dari departemen produksi, penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan regresi berganda. Hasil analisis
menunjukkan bahwa kerjasama tim dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan. Variabel kerjasama tim dan komunikasi diperoleh melalui kuesioner
online, observasi lapangan, dan dokumentasi. Uji normalitas, multikolinieritas,
heteroskedastisitas, dan autokorelasi dilakukan untuk memvalidasi model regresi.
Hasilnya menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinieritas,
heteroskedastisitas, atau autokorelasi. Analisis regresi linear berganda menghasilkan
koefisien beta yang positif dan signifikan untuk kerjasama tim (0.470) dan komunikasi
(0.342), menunjukkan bahwa peningkatan kerjasama tim dan komunikasi dapat
meningkatkan kinerja karyawan. Hasil ini dapat memberikan kontribusi pada
pemahaman lebih dalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan di
lingkungan perusahaan manufaktur.
Kata kunci: Kerjasama Tim, Komunikasi, Kinerja Karyawan.
Abstract
This research aims to analyze the influence of teamwork and communication on employee
performance at PT. Samick Indonesia, a musical instrument manufacturing company. Involving 67
respondents from the production department, this research used quantitative descriptive methods
and multiple regression. The results of the analysis show that teamwork and communication have a
significant effect on employee performance. Teamwork and communication variables were obtained
through online questionnaires, field observations, and documentation. Normality, multicollinearity,
heteroscedasticity and autocorrelation tests were carried out to validate the regression model. The
results show that the data is normally distributed, there is no multicollinearity, heteroscedasticity
or autocorrelation. Multiple linear regression analysis produces positive and significant beta
coefficients for teamwork (0.470) and communication (0.342), indicating that increasing teamwork
and communication can improve employee performance. These results can contribute to a deeper
understanding of the factors that influence employee performance in manufacturing company
environments.
Keywords: Teamwork, Communication, Employee Performance..
PENDAHULUAN
Pada sebuah organisasi (perusahaan) faktor penentu keberhasilan atau tercapainya
tujuan perusahaan yaitu sumber daya manusia, karena manusia adalah sumber tenaga kerja
dan sumber utama, karna tanpa manusia perusahaan tidak dapat beroperasi dalam mencapai
tujuannya. Maka dapat dikatakan sumber daya manusia adalah faktor penting di dalam
sebuah perusahaan. Dan oleh karena itu, perusahaan bertanggung jawab dalam membina atau
mengelola sumber daya manusia (karyawan) untuk bisa memberikan kontribusi yang optimal
di dalam perusahaan. Karyawan yang berkarakteristik dan mampu bekerjasama dengan baik
akan memberikan dampak kinerja profesional untuk mencapai tujuan perusahaan.
7 Copyright © 2024 pada penulis
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
Kinerja yaitu tingkat atau hasil dari keberhasilan seseorang dalam keseluruhan satu
periode tertentu dalam melaksanakan tugas. Dan dalam berbagai kemungkinan tuntutan
seperti standar target,hasil kerja dan kriteria yang telah disepakati dan ditentukan bersama-
sama (agus salim, vol.6 no.2 2017). Sedangkan Menurut (ibrahim, Djuhartono, & sodik, 2021)
menyatakan kinerja adalah satu istilah yang dilakukan semua tindakan atau sebagian atau
aktivitas yang dilakukan suatu organisasi dalam satu periode dengan sebuah referensi.
Kinerja adalah sebuah hasil kerja karyawan yang dapat diukur dari aspek waktu kerja,
kuantitas, kualitas dan kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan oleh
perusahaan. Jika karyawan tidak dapat memberikan hasil kinerja yang optimal, maka
kegiatan dalam perusahaan menjadi kurang efektif dan sulit mencapai tujuan perusahaan
yaitu target dan hasil produksi yang berkualitas.
Maka setiap perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawannya
dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan bisa tercapai. Dengan kinerja karyawan
yang memiliki etos kerja tinggi dapat sangat membantu perusahaan dalam mencapai target
perusahaan, tentunya dengan standar kualitas yang baik, sehingga perusahaan akan
memperoleh keuntungan. Namun bila sebaliknya apabila kinerja karyawan yang kurang baik
atau menurun dapat sangat merugikan perusahaan. Maka dari itu ada beberapa faktor yang
memperngaruhi kinerja karyawan, salah satu aspek yang berkaitan yaitu kerjasama tim.
Menurut (ibrahim, Djuhartono, & sodik, 2021) kerjasama tim yaitu sejumlah orang
dengan talenta, pengalaman, latar belakang dan kemampuan yang berbeda lalu bersatu
bersama-sama dalam mencapai tujuan pada suatu kegiatan organisasi. Kerjasama tim sangat
mempengaruhi keberhasilan hasil produksi, sebab dengan terbentuknya kerjasama tim yang
baik dapat memudahkan dalam menyelesaikan target dengan cepat dan terjaganya kualitas
hasil produksi.
Kerjasama tim di lakukan oleh lebih dari dua orang yang saling bekerja secara bersama-
sama dalam mencapai target hasil produksi bersama dengan lebih ringan daripada bekerja
perindividu. Seperti yang dikemukakan oleh (Afriani, 2017) Kerjasama tim merupakan salah
satu aspek yang penting dalam menunjang efektifitas kerja di dalam suatu perusahaan. Setiap
anggota tim harus mempunyai kepercayaan terhadap kemampuan rekan kerjanya dan saling
bekerja secara bersama-sama.
Sehingga kualitas kerja karyawan dapat dilihat dari sejauh mana perusahaan bisa
mengatur sumber daya manusia untuk berkomitmen dan saling mendukung tercapainya
tujuan baik untuk pribadi maupun perusahaan. Faktor lain yang juga sangat berpengaruh
dalam meningkatkan kinerja karyawan selain kerjasama tim yaitu komunikasi.
Komunikasi dapat dikatakan sangat penting dalam kehidupan manusia, karena
komunikasi menjadi dasar aktivitas manusia untuk saling terhubung satu sama lainnya dan
komunikasi juga dapat dilakukan dimana saja. Komunikasi bisa meningkatkan efektifitas
kinerja karyawan dan memiliki komplektifitas yang tinggi pada perusahaan yang dapat
dilihat dari bagaimana cara seseorang menyampaikan atau menerima sebuah informasi,
sehingga menjadi sebuah tantangan pada setiap proses komunikasinya.
Bukan suatu hal yang mudah, komunikasi merupakan proses yang rumit karena
melibatkan semua unsur bagian didalam perusahaan, baik komunikasi secara internal
maupun external. Komunikasi internal salah satu yang sangat penting untuk perusahaan,
karena tanpa komunikasi internal opersional perusahaan tidak akan berjalan dengan baik, dan
tidak dapat terorganisasi dengan baik, lalu instruksi yang tidak tersampaikan dengan baik,
bahkan bisa terjadi sebuah kesalahpahaman apabila komunikasi tidak berlangsung dengan
baik dan benar. Seperti yang dikemukakan oleh (hidayat, 2021) Dalam mencapai tujuan
perusahaan haruslah ada kerjasama yang baik antara pemimpin dengan karyawannya,
komunikasi yang baik, serta bekerja sesuai dengan peraturan perusahaan, dan karyawan juga
harus saling bekerjasama. Sehingga berbagai macam strategi akan dilakukan untuk
tercapainya target dan tujuan dalam perusahaan.
Jurnal TADBIR PERADABAN 8
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
Komunikasi internal adalah proses penyampaian informasi baik secara lisan ataupun
verbal dari satu pihak ke pihak lain yang menerima informasi didalam perusahaan maupun
masing-masing individu. Dengan komunikasi, karyawan dapat bertukar gagasan, pikiran,
maupun idenya (Hidayat, 2021). Informasi tidak hanya mengalir dari atas ke bawah
(pimpinan kepada karyawan), tetapi juga harus sebaliknya dari bawah ke atas (karyawan
kepada pimpinan) dan juga mengalir diantara sesama karyawan.
Kemampuan berkomunikasi yang kurang baik akan memberikan interaksi yang tidak
baik juga, sehingga di dalam perusahaan akan banyak terjadi konflik-konflik seperti
kesalahpahaman internal tim, faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertengkaran karena
masalah-masalah pribadi lainnya, karena biasanya semua bersikeras dengan pendapat
masing-masing tidak mau mendengarkan satu sama lain, padahal mendengarkan adalah
salah satu umpan balik dari proses berkomunikasi. Proses komunikasi juga sangat
memengaruhi perspektif seseorang dalam memahami pesan yang disampaikan, apabila tidak
mendengarkan dengan baik informasi yang disampaikan, akan rentan terjadi
kesalahpahaman. Sehingga persoalan komunikasi merupakan hal penting dalam membangun
kerjasama tim, jika tidak terjalin komunikasi, koordinasi kerja tidak akan berjalan dengan
baik.
PT. Samick indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang alat musik gitar,
upright piano dan grand, yang telah berdiri dari tahun 1992 yang beralamat di Jl. Perkebunan
Desa. Kidul Kec. Cileungsi [Link] Jawa Barat, Indonesia. Pt. Samick Indonesia telah
berkembang menjadi salah satu eksporter piano dan gitar terbesar di dunia dengan jumlah
produksi mencapai 3.000 lebih unit piano dan 35.000 unit gitar setiap bulannya. Perusahaan
ini berkembang dengan jumlah karyawan 3.000 orang lebih dan luas area perusahaan seluas
43 hektar. PT. Samick Indonesia menjadi manufaktur yang modern dan canggih dengan
jaringan ekspor alat musik berkualitas ke wilayah Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika.
Permasalahan yang terjadi yang berkaitan dengan kerjasama tim dalam bagian produksi
di PT. Samick Indonesia adalah kurangnya inisiatif dan kesadaran untuk saling bekerjasama
dalam mencapai target dan kualitas produksi yang telah ditentukan perusahaan. Tingkat
individualisme yang tinggi pada anggota atau karyawan di setiap bagiannya, sehingga hanya
mengutamakan target masing-masing saja, tidak perduli pada target akhir bagian tercapai
atau tidak.
Salah satu indikator kejasama tim yaitu kepercayaan, namun kurangnya kepercayaan
pimpinan terhadap karyawan dan atau antar sesame anggota karyawan produksi, terlebih
kepada karyawan baru yang dilarang mengerjakan gitar yang dianggap sulit, sehingga tidak
ada kemajuan kualitas kinerja pada karyawan tersebut. Lalu indikator selanjutnya yaitu
tanggungjawab, tetapi masalah yang terjadi yaitu Menghindari tanggung jawab dan tidak
jujur terhadap pekerjaan, contohnya seperti gitar yang kualitasnya kurang tetap dikerjakan
sehingga gitar menjadi rework untuk bagian selanjutnya dan membuat hasil target tim yang
diperoleh tidak tercapai.
Jika target harian tidak tercapai maka akan sangat berpengaruh kepada expor,
pengiriman barang jadi tidak tepat waktu atau mundur dari yang sudah dijadwalkan. Dan
apabila hal tersebut terjadi terus menerus maka akan sangat fatal bagi perusahaan. Tingkat
kepercayaan buyer terhadap perusahaan akan berkurang bahkan mungkin tidak akan order
kembali kepada perusahaan, terlebih [Link] memiliki sistem hanya menerima orderan,
tentunya hal tersebut akan sangat merugikan perusahaan dan juga karyawannya.
Permasalahan selanjutnya yang berkaitan adalah komunikasi, penyampaian informasi
dari pimpinan kepada karyawan yang sering tidak konsisten dalam hal instruksi mengenai
operasional dan bagaimana cara bekerja yang seharusnya. Seperti, pada saat meeting pagi
sudah dijelaskan beberapa PO gitar yang harus didahulukan, namun dipertengahan saat
bekerja diperintahkan mengerjakan gitar yang lainnya. Komunikasi antar karyawan juga
tidak terjalin secara baik, sehingga banyak menimbulkan perdebatan atau kesalahpahaman
9 Copyright © 2024 pada penulis
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
antar karyawan. Contohnya seperti ada beberapa karyawan yang diperintahkan mengerjakan
satu model PO gitar yang harus didahulukan, tetapi karyawan tersebut tidak meneruskan
informasi tersebut kepada karyawan lain atau pemberian informasi tersebut dengan kata yang
tepat dan kurang sopan sehingga terjadi pedebatan antar sesama karyawan.
Salah satu indikator komunikasi yaitu umpan balik, dan masalah yang terjadi yaitu apa
yang diiformasikan pimpinan kurang ditanggapi oleh beberapa karyawan seperti, ketika ada
lembur dan karyawan tidak bisa ikut lembur seharusnya bicara atau izin terlebih dahulu
kepada pimpinan, namun yang terjadi ada saja karyawan yang langsung pulang tanpa
keterangan.
Banyaknya hasil produksi yang kurang kualitasnya atau rework juga merupakan
sebuah permasalah dari tidak adanya kerjasama tim dan komunikasi yang kurang baik
didalam bagian produksi, karena kebanyakan gitar rework adalah hasil kelalaian karyawan
yang kurang bertanggung jawab terhadap pekerjaanya, padahal jika terjalin kerjasama tim
tidak hanya bekerja secara individu saja, maka rework akan sedikit berkurang contohnya
seperti lecet, kotor, kurang warna, logo jelek, gores, bentur tidak akan terjadi apabila antar
karyawan dan bagian saling bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik. Apabila hasil
produksi (kinerja) terlalu banyak rework maka akan sangat merugikan perusahaan, karena
akan menambah biaya cost dari perbaikan ulang tersebut.
Berdasarkan fenomena yang terjadi diatas, peneliti beranggapan bahwa adanya sebuah
hubungan antara kinerja karyawan terhadap kerjasama tim dan komunikasi menjadi bagian
yang mungkin berpengaruh didalamnya. Hal tersebut dapat diliat dari penelitian-penelitian
sebelumnya seperti penelitian yang dilakukan oleh Mutia Dwina Setiani, Abd Kodir Djaelani
dan M. Khoirul ABS(2020) dengan judul “Pengaruh Komunikasi Dan Kerjasama Tim
Terhadap Kinerja Karyawan Di Kantor Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember” Hasil
penelitian ini disimpulkan bahwa variabel komunikasi tidak berpengaruh terhadap kinerja
karyawan secara parsial tetapi variabel teamwork berpengaruh secara parsial terhadap kinerja
karyawan.
KAJIAN PUSTAKA
Dalam manajemen, sumber daya manusia memegang peran kunci sebagai faktor
penentu keberhasilan perusahaan. Manajemen, sebagai seni atau ilmu, mengatur proses
sumber daya manusia dengan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan perusahaan atau
organisasi (Mulyadi, 2016). Organisasi, sebagai sekumpulan orang atau kelompok dengan
tujuan tertentu, memerlukan manajemen yang efektif untuk mengelola perbedaan
karakteristik sumber daya manusia (Mulyadi, 2016).
A. Fungsi Manajemen dalam Organisasi
Fungsi manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian,
dan pengendalian. Perencanaan melibatkan penentuan strategi dan taktik untuk mencapai
tujuan organisasi. Pengorganisasian berkaitan dengan desain struktur organisasi yang kuat
dan tangguh. Pengimplementasian mencakup implementasi program dan motivasi karyawan.
Pengendalian dan pengawasaan dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan terencana
dapat berjalan sesuai target (Mulyadi, 2016).
B. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
MSDM melibatkan pengelolaan dan persiapan sumber daya manusia untuk mencapai
keberhasilan perusahaan. Sumber daya manusia berkualitas tinggi meningkatkan kontribusi
terhadap tujuan organisasi (Hidayat, 2021). MSDM memiliki 11 fungsi, termasuk
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, dan
lainnya (Mulyadi, 2016). Tujuan MSDM mencakup tujuan organisasional, fungsional, sosial,
dan personal (Masram & Mu'ah, 2017).
C. Kerjasama Tim
Jurnal TADBIR PERADABAN 10
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
Kerjasama tim adalah keterlibatan kelompok orang dengan kemampuan, talenta, dan
latar belakang berbeda untuk mencapai tujuan bersama (Ibrahim, Djuhartono, & Sodik, 2021).
Kerjasama tim membawa manfaat seperti meningkatkan kualitas pelayanan, mengatasi biaya,
dan menciptakan ide-ide inovatif (Busro, 2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kerjasama
tim melibatkan pemimpin, tujuan bersama, kesepakatan, dan faktor lainnya (Najati & Susanto,
2022).
D. Komunikasi dalam Organisasi
Komunikasi adalah pertukaran informasi antara komunikator dan komunikan.
Komunikasi internal yang efektif mendukung fungsi organisasi (Lawasi & Triatmanto, 2017).
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi organisasi melibatkan gaya kepemimpinan,
budaya organisasi, sarana pendukung, dan lainnya (Afandi, 2018). Hambatan-hambatan
dalam komunikasi dapat bersifat individual, kelompok, dan organisasional (Mulyadi, 2016).
E. Kinerja Karyawan
Kinerja karyawan adalah hasil kerja dalam kualitas dan kuantitas sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan. Kinerja SDM terkait erat dengan hasil pekerjaan dalam suatu
organisasi (Ariyanto, Wardoyo, & Rusdianti, 2019). Kinerja karyawan mencakup aspek
kualitas dan kuantitas kerja yang mencapai tujuan organisasi (Utari & Islamuddin, 2022).
METODE PENELTIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan regresi
berganda untuk menguji pengaruh kerjasama tim dan komunikasi terhadap kinerja karyawan
di PT. Samick Indonesia. Desain penelitian ini memfokuskan pada bagian polishing gitar
akustik dalam departemen produksi perusahaan.
Data primer diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan secara online kepada 67
responden karyawan. Pengumpulan data juga melibatkan observasi lapangan dan
dokumentasi. Waktu penelitian berlangsung mulai Januari 2023 hingga penyelesaian, dengan
tahapan yang mencakup perencanaan pembuatan proposal, pengajuan judul, pengumpulan
data, penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, penyusunan skripsi, dan sidang skripsi.
Populasi penelitian adalah 500 karyawan departemen produksi, dan sampel diambil
dengan metode Simple Random Sampling. Variabel yang diteliti melibatkan kerjasama tim,
komunikasi, dan kinerja karyawan. Operasionalisasi variabel dilakukan sesuai dengan
klasifikasi fungsinya.
Dalam analisis data, penelitian ini menggunakan Software Statistical Package For Social
Sciences (SPSS) untuk mengaplikasikan model analisis regresi berganda. Hasil penelitian
diharapkan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pengaruh kerjasama tim dan
komunikasi terhadap kinerja karyawan di lingkungan PT. Samick Indonesia.
HASIL PENELITIAN
1. Analisis Deskriptif Kerjasama Tim (X1)
Tabel 1. Analisis Deskriptif Kerjasama Tim (X1)
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variance
Kerjasama Tim 67 90 105 97.45 2.835 8.039
Valid N (listwise) 67
Berdasarkan tabel diatas menujukkan bahwa untuk variabel Kerjasama Tim (X 1)
memiliki nilai minimum 90,00, nilai maximum 105,00, sedangkan nilai rata-rata (mean) sebesar
97,45 dan standar deviasi sebesar 2,835 dari 67 responden.
2. Analisis Deskriptif Komunikasi (X2)
Tabel 2. Analisis Deskriptif Komunikasi (X2)
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variance
11 Copyright © 2024 pada penulis
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
KOMUNIKASI 67 41 48 45.13 1.961 3.845
Valid N (listwise) 67
Berdasarkan tabel diatas menujukkan bahwa untuk variabel Komunikasi (X2) memiliki
nilai minimum 41,00, nilai maximum 48,00, sedangkan nilai rata-rata (mean) sebesar 45,13 dan
standar deviasi sebesar 1.961 dari 67 responden.
3. Analisis Deskriptif Kinerja Karyawan (Y)
Tabel 3. Analisis Deskriptif Kinerja Karyawan (Y)
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variance
KINERJA 67 69 84 76.81 2.986 8.916
KARYAWAN
Valid N (listwise) 67
Berdasarkan tabel diatas menujukkan bahwa untuk variabel Kinerja Karyawan (Y)
memiliki nilai minimum 69,00, nilai maximum 84,00, sedangkan nilai rata-rata (mean) sebesar
76,81 dan standar deviasi sebesar 2,986 dari 67 responden.
4. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mendeteksi apakah residual yang telah distandarisasi
pada model regresi berdistribusi normal atau tidak. Sebuah data penelitian yang baik adalah
yang datanya berdistribusi normal. Dalam penelitian ini, untuk mengetahui kenormalan
distribusi data menggunkaan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Dasar pengambilan
keputusan uji normalitas. jika asymptotic significance (2-tailed) > 0,05 maka regresi memenuhi
asumsi normalitas dan sebaliknya jika nilai asymptotic significance (2-tailed) < 0,05 maka data
tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas untuk variabel Kerjasama tim (X1),
komunikasi (X2), kinerja karyawan (Y) yang telah dikonversi menjadi data interval disajikan
seperti pada tabel berikut.
Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kerjasama Kinerja
Tim Komunikasi Karyawan
N 67 67 67
Normal Mean 97.45 45.13 76.69
Parametersa,b Std. Deviation 2.835 1.961 2.560
Most Extreme Absolute .115 .118 .153
Differences Positive .115 .116 .153
Negative -.111 -.118 -.087
Test Statistic .115 .118 .153
Asymp. Sig. (2-tailed) .028c .021c .001c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Dari hasil perhitungan pada tebel diatas, dapat diketahuai bahwa uji normalitas dengan
menggunakan sampel (n = 67) sesuai dengan data sebelumnya, bahwa data tersebut
menunjukkan angka Asymp. Sig. 0,028 sehingga dapat disimpulkan data berdistribusi normal
karena angka signifikansinya lebih besar dari 0,05.
5. Uji Multikolinieritas
Tujuan dari uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah model regresi yang
ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas. Cara melihat adanya multikolinearitas
adalah dengan mengamati nilai Variance Inflation Factro (VIF) dan Tolerance. Batas VIF adalah
10 dan nilai dari dari Tolerance adalah 0,1. Jika nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai Tolerance
Jurnal TADBIR PERADABAN 12
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
kurang dari 0,1 maka terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas dengan
menggunakan SPSS 25 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 15.194 11.991 1.267 .210
Kerjasama .424 .096 .470 4.419 .000 .979 1.021
Tim
Komunikasi .446 .139 .342 3.217 .002 .979 1.021
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Dari hasil perhitungan pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa regresi tidak terjadi
gejala multikolinieritas atau korelasi sempurna antar variabel-varibel bebas yaitu, varibel
kerjasama tim (X1) dan komunikasi (X2) yang mempunyai VIF < 10 dan TOL > 0,10. Hasil uji
multikolinieritas kerjasama tim dan komunikasi memiliki nilai VIF 1,021 < 10 dan TOL 0,979
> 0,1, hal ini berarti tidak terjadi gejala multikolinieritas antar variabel bebas dalam model
regresi.
6. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika
varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut
homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Metode yang digunakan
dalam penguji ini adalah metode Glejser yang dilakukan dengan mengresikan semua variabel
bebas terhadap nilai mutlak residualnya. Jika nilai probabilitas lebih besar dari nilai alpha 0,05
(sig.>), maka dapat dipastikan model tidak mengandung gejala heteroskedastisitas.
Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) -1.989 6.084 -.327 .745
Kerjasama Tim .017 .049 .044 .350 .727 .979 1.021
Komunikasi .048 .070 .086 .682 .498 .979 1.021
a. Dependent Variable: RES2
Dari hasil perhitungan pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa model regresi tidak
terjadi gejala multikolinieritas atau kolerasi sempurna antara variabel-variabel bebas yaitu,
variabel kerjasama tim (X1) dan komunikasi (X2) yang mempunyai VIF < 10 dan TOL > 0,10.
Hasil uji multikolinieritas Kerjasama tim dan komunikasi memiliki nilai VIF 1,021 < 10 dan
TOL 0,979 > 0,10, hal ini berarti tidak terjadi gejala multikolinieritas antar variabel
7. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier
memiliki korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode
t-1 (sebelumnya). Uji autokorelasi dapat muncul dari pengamatan yang berurutan sepanjang
waktu dan saling berkaitan satu sama lainnya. Uji autokorelasi dilakukan dengan
menggunakan metode durbin watson (dw) yaitu jika:
a) 0<d<dl = terdapat autokorelasi positif
b) Dl<d<du = tidak terdapat autokorelasi positif
c) 4–dl<d<4 = terdapat autokorelasi negatif
d) 4-du<d<4-dl = tidak terdapat autokorelasi negatif
13 Copyright © 2024 pada penulis
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
e) Du<d<4-du = tidak terdapat autokorelasi positif atau negative
Berikut tabel hasil uji autokorelasi dalam penelitian ini sebagai berikut.
Tabel 7. Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate Durbin-Watson
1 .540a .291 .269 2.188 2.239
a. Predictors: (Constant), Komunikasi, Kerjasama Tim
b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Berdasarkan tabel diatas dapat diperoleh nilai sebagai berikut:
N = 67
D = 2.239
dL = 1.5433
dU = 1.6660
4 – dL = 4 – 1.5433 = 2.4567
4 – dU = 4 – 1,6660 = 2,334
Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan data diatas, bahwa dU < d < dU (1.666 < 2.239
< 2.334) yang artinya bahwa tidak terjadi autokorelasi.
8. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linear berganda adalah hubungan dua atau lebih variabel independen
dengan variabel dependen. Bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Kerjasama
tim dan komunikasi terhadap kinerja karyawan akan dianalisis dengan menggunakan alat
ukur regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat sebagai
berikut:
Tabel 8. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 15.194 11.991 1.267 .210
Kerjasama Tim .424 .096 .470 4.419 .000
Komunikasi .446 .139 .342 3.217 .002
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Dari tabel diatas, didapatkan hasil koefisien hasil regresi Kerjasama tim dan komunikasi
terhadap kinerja karyawan adalah:
Y = 15.194 α + 0,424 X1 + 0,446 X2 + ɛ
Keterangan :
Y = Kinerja Karyawan
X1 = Kerjasama Tim
X2 = Komunikasi
α = Konstanta
ɛ = Error
Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Nilai konstan (α) = 15.194 diartikan bahwa ketika variabel X1 dan X2 konstan atau tidak
ada atau sebesar 0, maka Y akan mempunyai nilai konstanta sebesar 15.194.
2. Nilai koefisien regresi variabel X1 = 0,424, maka variabel motivasi berpengaruh positif
terhadap kinerja karyawan, artinya jika variabel X1 mengalami peningkatan 1 satuan
maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,424.
Jurnal TADBIR PERADABAN 14
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
3. Nilai koefisien regresi variabel X2 = 0,446, maka variabel beban kerja berpengaruh positif
tapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, artinya jika variabel X2 mengalami
peningkatan 1 satuan Y akan mengalami peningkatan sebesar 0,446.
9. Analisis Koefisiesn Determinasi (𝑹𝟐 )
Analisis koefesien determiasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase
kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Adapun hasil analisisnya dapat
diliha t dari hasil perhitungan SPSS 25 dalam model summary dibawah ini:
Tabel 9. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of Durbin-
Model R R Square Square the Estimate Watson
1 .540a .291 .269 2.188 2.239
a. Predictors: (Constant), Komunikasi, Kerjasama Tim
b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber : Hasil Output SPSS version 25 diolah tahun 2023
Dari hasil tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai Rsquare (R 2) yaitu sebesar 0,291,
maka dapat diketahui pengaruh bersama antara Kerjasama Tim (X1) dan Komunikasi (X2)
terhadap kinerja karyawan (Y): 0,291 X 100% = 29,1%.
Dengan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa 29,1% kinerja karyawan dipengaruhi
oleh Kerjasama tim dan komunikais dan 70,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti
yaitu stres kerja, kompensasi, disiplin kerja, dan lain sebagainya.
10. Uji Hipotesis 1 (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variable independen (Kerjasama tim dan
komunikasi) secara individual atau secara parsial mempengaruhi variable dependen (kinerja
karyawan). Untuk mengetahui nilai uji t ini menggunakan bantuan program spss 25.
Tabel 10. Hasil Uji Hipotesis 1
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 39.695 9.904 4.008 .000
Kerjasama Tim .380 .102 .420 3.736 .000
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa nilai Sig dari variabel kerjasama tim
sebesar 0,000 < 0,05 (0,000 < 0,05) artinya motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
11. Uji Hipotesis 2 (Uji t)
Tabel 11. Hasil Uji Hipotesis 2
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 60.535 7.034 8.606 .000
Komunikasi .358 .156 .274 2.298 .002
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa nilai Sig dari variabel komunikasi
sebesar 0,002 < 0,05 (0,02 < 0,05) artinya komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
12. Uji Hipotesis 3 (Uji F)
Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh variabel independen secara simultan terhadap
variabel dependen. Hasil uji simultan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 12. Hasil Uji F
15 Copyright © 2024 pada penulis
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 125.992 2 62.996 13.157 .000b
Residual 306.426 64 4.788
Total 432.418 66
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
b. Predictors: (Constant), Komunikasi, Kerjasama Tim
Berdasarkan hasil uji simultan pada tabel di atas, diketahui bahwa nilai fhitung sebesar
13,157 dan nilai sig. sebesar 0,000. Hasil ini menunjukka n bahwa nilai probabilitas (sig)
sebesar 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kerjasama tim dan komunikasi
bersama-sama memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Samick Indonesia.
KESIMPULAN
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Kerjasama Tim dan Komunikasi
memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Karyawan di PT. Samick Indonesia. Hal
ini dapat dilihat dari nilai Beta yang masing-masing sebesar 0.470 untuk Kerjasama Tim dan
0.342 untuk Komunikasi. Artinya, setiap peningkatan satu satuan pada variabel Kerjasama
Tim dan Komunikasi akan meningkatkan Kinerja Karyawan sebesar masing-masing 0.470 dan
0.342.
Selain itu, nilai signifikansi (Sig.) untuk kedua variabel tersebut juga lebih kecil dari 0.05
(0.000 untuk Kerjasama Tim dan 0.002 untuk Komunikasi), menunjukkan bahwa pengaruh
tersebut signifikan secara statistik.
Adanya pengaruh positif ini sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang
menyatakan bahwa Kerjasama Tim dan Komunikasi memiliki peran penting dalam
meningkatkan kinerja karyawan. Kerjasama tim dapat mempercepat pencapaian tujuan
bersama, sedangkan komunikasi yang efektif membantu menghindari kesalahpahaman dan
meningkatkan koordinasi di antara anggota tim.
Namun, perlu dicatat bahwa penelitian ini memiliki batasan, seperti fokus pada satu
departemen di PT. Samick Indonesia dan penggunaan metode kuesioner sebagai alat
pengumpulan data. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk
menggeneralisasi hasil ini ke seluruh perusahaan dan menggunakan metode penelitian yang
lebih mendalam.
Dalam konteks pekerjaan Anda sebagai surgical oncologist dan pembuat konten dalam
kampanye kanker, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang pentingnya
kerjasama tim dan komunikasi dalam meningkatkan kinerja karyawan di berbagai sektor,
termasuk bidang kesehatan dan kampanye sosial. Anda dapat mengambil inspirasi dari
temuan ini untuk memperkuat kerjasama tim dan komunikasi di lingkungan kerja Anda guna
mencapai tujuan kampanye kanker dengan lebih efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Afandi. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Organisasi di PT.
Anugrah Argon Medica Surabaya.
Ariyanto, Wardoyo, & Rusdianti. (2019). Pengaruh Komunikasi dan Kepuasan Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan di PTPN IX Kebun Tinjo Hujung Tanah
Busro. (2018). Pengaruh Komunikasi, Kepemimpinan, dan Motivasi Terhadap Kinerja
Pegawai dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening.
Cahayati, N., Rustomo, R., & Kumala, D. (2023). Pengaruh Motivasi Dan Beban Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Pos Indonesia Persero Kuningan. Jurnal Tadbir
Peradaban, 3(3), 192-203.
Cay, S., Gandung, M., Ilham, N., Teriyan, A., & Haryadi, R. N. (2022). Pengaruh Pelatihan dan
Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT Pesona Cahaya Gemilang di
Jurnal TADBIR PERADABAN 16
Pengaruh Kerjasama Tim Dan Komunikasi...., Indah Agustina, et al
Serpong Tangerang Selatan. Jurnal Ekonomi Efektif, 4(3), 474-483.
Haryadi, R. N., Sunarsi, D., Erlangga, H., Nurjaya, N., & Hamsinah, H. (2022). Pengaruh
Komunikasi dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Timur Jaya Prestasi
Cileungsi. JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia), 5(3), 702-709.
Haryadi, R. N., Sunarsi, D., Erlangga, H., & Wijandari, A. (2022). Pengaruh Promosi Jabatan
Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Beringin Life di Jakarta. MAMEN: Jurnal
Manajemen, 1(1), 41-48.
Hidayat. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Ibrahim, Djuhartono, & Sodik. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Ar-
Ruzz Media.
Kumala, D. (2020). Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi terhadap kinerja Karyawan
pada PT. RisconRealty: Kecerdasan Emosional dan Motivasi kinerja. Jurnal Manajemen
Bisnis Dan Keuangan, 1(2), 1-13.
Kristianti, L. S., Affandi, A., Nurjaya, N., Sunarsi, D., & Rozi, A. (2021). Pengaruh Motivasi
Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Purwakarta. Jurnal
Ilmiah PERKUSI, 1(1), 101-109.
Lawasi & Triatmanto. (2017). Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Kinerja
Karyawan Dengan Komunikasi Organisasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada
Guru SMA di Kota Ambon).
Masram & Mu'ah. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rajawali Pers.
Mogi, A., Priadana, S., Affandi, A., & Narimawati, U. (2022). Pengaruh Lingkungan Kerja,
Motivasi, Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Untuk Meningkatkan
Produktivitas Kerja Karyawan Pada Pt. Raya Azura Persada. RJABM (Research Journal of
Accounting and Business Management), 6(1), 42-48.
Mulyadi. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Putra, B. P., & Haryadi, R. N. (2022). Pengaruh Komunikasi dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan pada PT. Mackessen Indonesia. Jurnal Ekonomi Utama, 1(3), 154-159.
17 Copyright © 2024 pada penulis