0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan16 halaman

Metode Manajemen Proyek: Kelebihan dan Kekurangan

Diunggah oleh

agnes martini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan16 halaman

Metode Manajemen Proyek: Kelebihan dan Kekurangan

Diunggah oleh

agnes martini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Project

Management
Methodology
Agnes Kadek Martini | 2381711008
Kelebihan Metode WATERFALL

Alur Jelas, membuat Terdokumentasi


Project semakin detail, dgn baik, setiap
kesalahan dpt
1 4 progress tercatat
diminimalisir dgn baik

Pada tahap awal, Keterlibatan Klien


dibutuhkan Analisa minim, dpt
data yg jelas & lengkap 2 5 meminimalisir
Tujuan Akhir jelas penundaan

Developer yg
Karena sudah memiliki bergabung ditengah
target yg jelas, biaya
dpt dianggarkan dgn
3 6 project dpt memahami
alur Project karna
akurat tercatat dgn jelas
Kekurangan Metode WATERFALL

Jika klien memiliki perubahan Pengerjaan yang linear dan


visi di tengah jalan, tentu akan struktural tersebut, memaksa
sulit bagi pengembang untuk
merubahnya. Pengerjaan yang 1 3 proses yang dilakukan menjadi
lama. Pengerjaan yang tidak bisa
linear memaksa hasil akhir harus
setia dengan konsep di awal dilakukan secara paralel, tentu
bisa lebih memakan banyak
waktu.

Karena produk software baru bisa


Ketika salah satu fase dilihat setelah hasil akhirnya jadi,
mengalami ketertundaan,
keseluruhan fase juga
2 4 maka jika ada rasa tidak puas dan
revisi dari klien, dibutuhkan
akan ikut tertunda. pengerjaan ulang. Karena
pengulangan tersebut tentu biaya dan
tenaga yang dikeluarkan akan lebih
besar.
Kelebihan PMBOK
Project Management Body of Knowledge
Standard Internasional
Dpt diterapkan &
Dipahami di seluruh
Dunia

Struktur Jelas,

PMBOK Terorganisir
Prinsip & Pedoman
yg Konsisten

Membantu projet
tetap terarah &
memastikan semua
tahapan dujalankan
dgn sistematis
KEKURANGAN PMBOK

PMBOK

Terlalu Kaku dalam Tidak Fleksibel untuk project


penerapannya & terlalu yg bersifat kreatif & Inovatif ; Bagi beberapa org yg belum
formal untuk proyek kecil, dibutuhkan pendekatan yg berpengalaman, PMBOK
terutama dalam hal Fleksibel (tidak selalu sesuai dinilai terlalu kompleks &
dokumentasi dgn semua jenis Project) Sulit dipahami
Kelebihan Agile

Up to Date, Fleksibel, Pendekatan iteratif ; Keterlibatan anggota tim


efisien, sesuai memungkinkan pengiriman dalam berkolaborasi &
kebutuhan, Responsif hasil secara bertahap, sehingga fokus pada pelanggan
terhadap kebutuhan pemangku kepentingan dapat
klien & kondisi melihat dan memberikan
masukan lebih awal
Kekurangan AGILE

Kesulitan dalam
mengelola project besar ;
memerlukan
perencanaan yg rinci

Memerlukan biaya yg cenderung


AGILE besar; karna terlalu fleksibel, jadi
susah untuk memperkirakan biaya.

Tidak cocok untuk semua


jenis project ; terutama
untuk project yg memiliki
persyaratan / struktur yg
statis
Kelebihan XPM – Extreme Project Management

Fleksibilitas & Tes Otomatis &


Keterlibatan Tim Kontinu
01 Pengembangan
02 Penyelesaian
Berbasis Fitur Iteratif & Cepat

Respon Cepat

03 terhadap
perubahan
Kekurangan XPM

Kurangnya fokus, tenggat XPM menghadapi risiko perluasan


waktu yang jelas, dan hasil cakupan, karena tidak ada
yang diketahui. penghentian nyata terhadap
munculnya ide-ide baru

Kemungkinan Risiko
Pengembangan yang Terlalu
Cepat:

Klien dan pemangku


Karyawan yang mengerjakan
kepentingan terkadang merasa
proyek ekstrem terkadang
kewalahan ketika proyek
tersendat karena kurangnya
mereka diselesaikan dengan
arahan
metode ekstrem
Kelebihan BASE PROJECT MANAGEMENT
Menerapkan proses yang terdefinisi
dengan baik dapat memastikan konsistensi
Konsistensi dalam pendekatan pengelolaan proyek di
Ketertiban & Struktur seluruh organisasi.

Kerangka kerja yg terstruktur,


menciptakan ketertiban project

organisasi dapat
mengidentifikasi area yang
Kemungkinan Perbaikan perlu ditingkatkan secara
Berkelanjutan berkelanjutan untuk
meningkatkan efisiensi dan
efektivitas

memfasilitasi transfer
pengetahuan di antara tim proyek
Transfer Pengetahuan dan organisasi
& pengukuran kinerja yang lebih
Keterukuran Pengukuran baik dan memberikan dasar untuk
memantau dan mengevaluasi
kemajuan proyek.
Kekurangan BASED PROJECT MANAGEMENT
Terlalu fokus pada proses Proses yang sangat
tertentu dapat menghambat terstruktur dapat menyulitkan
kreativitas dan fleksibilitas tim, dalam menanggapi perubahan
terutama dalam proyek-proyek cepat dan mendadak dalam
yang membutuhkan pendekatan lingkungan proyek yang
inovatif. dinamis

Kesuksesan implementasi Memperkenalkan dan


manajemen proyek berbasis memelihara sistem
proses sangat tergantung manajemen proyek berbasis
pada kepemimpinan yang proses dapat melibatkan
kuat untuk memastikan biaya yang tinggi, terutama
keterlibatan tim dan dalam hal pelatihan dan
kepatuhan terhadap proses sumber daya teknologi
Kelebihan Metode PRINCE2

Metodologi PRINCE2 membagi


setiap proyek ke dalam tahapan Metodologi ini menempatkan
berbeda, dari awal hingga penekanan khusus pada kontrol dan
penutupan proyek
01 dimulai dengan bisnis case yang
pemantauan proyek, yang membantu
mengidentifikasi dan mengatasi
03
kuat, dan seluruh keputusan masalah secara dini.
diarahkan pada pencapaian
manfaat bisnis

PRINCE2 menyediakan kerangka PRINCE2 dapat diadaptasi untuk

02 kerja dengan struktur yang jelas


dan terorganisir, dengan
memenuhi kebutuhan dan
lingkungan proyek yang berbeda, 04
membagi proyek menjadi fase- menjadikannya fleksibel untuk
fase yang dapat dikelola berbagai jenis proyek
Kekurangan PRINCE2

Kelengkapan
Kesulitan dalam Dukungan untuk
Penyesuaian Proyek Kecil:
Keterampilan
Kesulitan dalam
Manajemen yang Proyek Inovatif atau
Kuat Kreatif
Beberapa organisasi PRINCE2 mungkin terasa
mungkin mengalami terlalu formal dan terstruktur
kesulitan dalam untuk proyek-proyek kecil,
Implementasi PRINCE2 Metodologi ini mungkin menyesuaikan PRINCE2 sehingga memerlukan
memerlukan kurang sesuai untuk penyesuaian untuk ukuran
dengan praktik dan
keterampilan manajemen proyek-proyek yang proyek tertentu
budaya mereka, yang
yang kuat untuk memerlukan pendekatan
memastikan inovatif atau kreatif, di memerlukan komitmen Pendekatan PRINCE2 dapat
penggunaannya yang mana fleksibilitas lebih dan pelatihan yang menekankan pada
efektif dan sesuai dengan dibutuhkan cukup. dokumentasi yang ekstensif,
kebutuhan proyek, jika yang dapat dirasakan sebagai
tidak, project tidak dapat beban administratif oleh
dieksekusi dengan baik. beberapa tim proyek
Perbedaan SCRUM VS EXTREME PROGRAMMING
Scrum Extreme Program
Kerja tim dilakukan dengan durasi 2 minggu – 1 bulan Kerja tim dilakukan dengan durasi 1 – 2 minggu
Tim menentukan urutan pengembangan produk. Tim harus mengikuti urutan prioritas yang ketat
atau urutan prioritas yang telah ditentukan
sebelumnya.
Tidak menekankan praktik rekayasa perangkat lunak Menekankan teknik pemrograman yang harus
yang harus digunakan oleh pengembang. digunakan pengembang untuk memastikan hasil
yang lebih baik.
Dalam preferensi fitur, permintaan dan prioritas tidak Dalam preferensi fitur, permintaan sesuai
harus sejalan satu sama lain. dengan prioritas.
Tugas-tugas tersebut diprioritaskan oleh pemilik Tugas diprioritaskan oleh pelanggan dan
produk tetapi dengan fleksibilitas sehingga prioritas tugas tidak dapat diubah oleh tim
prioritasnya dapat diubah nanti oleh tim pengembangan.
pengembangan jika diperlukan.
Keterlibatan pelanggan dalam proyek lebih sedikit. Keterlibatan pelanggan lebih banyak dalam
proyek.
Model scrum tidak mengizinkan perubahan pada Pemrograman Ekstrim memungkinkan
garis waktu atau pedomannya. perubahan dalam jadwal yang ditetapkan.
Perbedaan antara APF dan AGILE
APF memiliki siklus hidup proyek yang terstruktur Agile mengadopsi siklus hidup proyek yang iteratif
dengan fase-fase seperti konsepsi, perencanaan, dan inkremental, dengan fokus pada pengiriman
penyelarasan, pengembangan, dan penyelesaian. produk secara berkala.

APF menekankan perencanaan awal yang mendalam Agile menganggap perubahan sebagai fitur yang
untuk memahami kebutuhan dan risiko secara normal dan diintegrasikan dalam siklus hidup
menyeluruh sebelum memulai fase pengembangan proyek secara teratur.

APF menggunakan iterasi yang terbatas, tetapi Agile mendorong keterlibatan pelanggan secara
biasanya dengan fokus pada analisis dan perencanaan terus-menerus dan mendalam selama seluruh siklus
di awal setiap iterasi pengembangan.

APF menempatkan penekanan yang kuat pada Prioritas pekerjaan dalam Agile dapat berubah
manajemen risiko dan pengelolaan perubahan untuk sepanjang waktu berdasarkan umpan balik
memastikan proyek tetap sesuai dengan tujuannya. pelanggan dan kebutuhan pasar yang berubah

Proyek APF sering kali menetapkan milestone atau titik Agile lebih fleksibel dalam perencanaan, dengan
evaluasi kritis di berbagai tahap untuk memastikan kemampuan untuk menyesuaikan rencana proyek
proyek berada di jalur yang benar lebih cepat dan lebih responsif terhadap perubahan.
THANKYOU

Anda mungkin juga menyukai