LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
PERTEMUAN 1
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Batudaa
Bidang Keahlian : Agribisnis dan agroteknology
Program Keahlian : Agribisnis Ternak
Konsentrasi Keahlian : Agribisnis Ternak
Ruminansia Mata Pelajaran : Agribisnis Ternak
Ruminansia
Elemen : Perancangan Produksi
Ternak Pedaging
Kelas/Semester/TP : XII/ Ganjil / 2024-2025
Perancangan Produksi Ternak
Pedaging
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan ( 2 x 45
menit)
Capaian Pembelajaran Elemen
Pada akhir fase F, peserta didik dapat menyiapkan kandang dan
peralatannya, mengoperasikan peralatan konvensional dan
atau modern pada ternak ruminansia.
Tujuan Pembelajaran : 1.1 Menyiapkan Kandang dan Peralatannya
Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran
1.1.1 Menerapkan Fungsi kandang Ternak Ruminansia
B. Alat dan Bahan:
1. Kertas gambar/A4.
2. Pensil.
3. Penggaris.
4. Penghapus.
5. Pensil warna atau spidol (opsional).
6. Buku referensi atau internet untuk inspirasi desain (jika diperlukan).
C. Langkah-langkah Menggambar Desain Kandang Sapi:
Langkah 1: Memahami Kebutuhan Sapi
Sebelum mulai menggambar, pahami dulu kebutuhan dasar sapi untuk
kandang. Jawab pertanyaan berikut:
1. Apa saja kebutuhan utama sapi yang harus dipenuhi oleh kandang?
(misal: ventilasi, akses air, kebersihan, kenyamanan)
o Jawaban: ..................................................................................
..................................
2. Apa tipe kandang yang akan kamu desain? (misal: kandang individu,
kandang koloni, atau paddock)
o Jawaban: ..................................................................................
..................................
Langkah 2: Memahami Jenis Kandang
1. Sebutkan satu jenis kandang sapi dan fungsinya masing-masing
(misalnya kandang ganda dan kandang tunggal).
o Jawaban:
Jenis
1: .....................................................................................
..............................
Fungsi: ...........................................................................
.........................................
Jenis
2: .....................................................................................
..............................
Fungsi: ...........................................................................
.........................................
Langkah 3: Mengidentifikasi Komponen Kandang
Sebelum menggambar, identifikasi komponen penting yang harus ada di
kandang sapi. Apa saja yang harus ada di kandang?
1. Tempat makan dan minum.
2. Area beristirahat atau tidur.
3. Sistem ventilasi dan pencahayaan.
4. Sistem pembuangan kotoran.
5. Ruang gerak yang cukup.
Gambarkan tata letak kandang berdasarkan kebutuhan di atas.
D. Proses Menggambar
1. Gambarkan Rancangan Kandang
Gunakan penggaris untuk menggambar skala yang tepat.
Pastikan kandang yang kamu gambar memiliki komponen yang
sudah kamu identifikasi sebelumnya.
Buat rancangan tata letak yang memperlihatkan area makan,
minum, tidur, dan lainnya.
Gambar desain di sini:
[Area untuk menggambar]
2. Detailkan Bagian Kandang
Setelah menggambar secara keseluruhan, tambahkan detail seperti
ukuran pintu, tempat makan/minum, sistem ventilasi, dan
pencahayaan.
Buat catatan kecil di dekat gambar untuk menjelaskan setiap bagian
penting dari kandang.
Langkah-langkah untuk menggambar desain gambar sapi berdasarkan
tipe kandang bisa dibagi menjadi beberapa tahapan. Ada berbagai tipe
kandang sapi, seperti kandang koloni, kandang individu, kandang sistem
bebas (free-stall), dan lainnya. Desain kandang yang baik perlu
memperhatikan kebutuhan ruang, ventilasi, sanitasi, dan kenyamanan
ternak. Berikut adalah langkah-langkah umum:
1. Riset Tipe Kandang dan Kebutuhan Sapi
Tentukan tipe kandang yang akan digambar (kandang koloni,
individu, dan Paddock).
Pahami kebutuhan ruang per sapi, ventilasi, tempat makan dan
minum, serta area istirahat sapi.
Buat daftar dimensi standar berdasarkan ras sapi (sapi perah, sapi
potong).
2. Menggambar Sketsa Dasar Tata Letak (Layout)
Mulailah dengan menggambar tata letak kandang di atas kertas
atau menggunakan perangkat lunak desain.
Tentukan letak pintu masuk, area pakan, tempat minum, serta area
istirahat.
Jika menggunakan kandang koloni, pastikan ada area cukup luas
agar sapi bisa bergerak bebas.
3. Tambahkan Detil Konstruksi Kandang
Dinding dan Pagar: Tentukan tinggi dan bahan dinding/pagar
(bambu, kayu, beton, atau kawat).
Atap dan Ventilasi: Pastikan atap cukup tinggi dengan ventilasi
yang baik. Gunakan bahan seperti seng atau genteng yang tahan
cuaca dan panas.
Jarak Antar Sapi: Tentukan jarak antar sapi yang cukup untuk
makan dan istirahat tanpa saling terganggu.
4. Menggambar Sistem Pemberian Makan dan Minum
Gambar tempat pakan yang memadai untuk semua sapi, biasanya
berbentuk panjang sejajar agar mudah diakses.
Tambahkan tempat minum dengan pipa air atau ember besar yang
terletak di sudut kandang.
5. Perhatikan Sistem Drainase dan Kebersihan
Gambar saluran air untuk menjaga kebersihan kandang dan
pembuangan kotoran. Pastikan air mengalir keluar kandang dengan
baik.
Pastikan ada area khusus untuk pembuangan limbah.
6. Finalisasi Desain
Setelah semua elemen penting termasuk sistem ventilasi,
pencahayaan, dan sanitasi tergambar, rapikan desain dengan
menambahkan skala ukuran.
Berikan tanda-tanda khusus seperti arah aliran udara, letak
pintu, dan jalur keluar masuk sapi.
Fungsi kendang ganda (Koloni)
Kandang ganda atau kandang koloni memiliki beberapa fungsi penting,
terutama dalam peternakan sapi. Desain ini umumnya digunakan untuk
menampung lebih dari satu ekor ternak dalam satu ruang kandang yang sama,
memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan ternak. Berikut adalah beberapa
fungsi utama dari kandang ganda atau koloni:
1. Efisiensi Ruang dan Biaya
Efisiensi penggunaan lahan: Dengan menempatkan beberapa ekor sapi
dalam satu ruang besar, kandang koloni dapat menghemat penggunaan
lahan. Ini cocok untuk peternakan dengan lahan terbatas tetapi
membutuhkan kapasitas ternak yang tinggi.
Pengurangan biaya pembangunan: Dibandingkan dengan kandang
individu yang memerlukan ruang terpisah untuk setiap ternak, kandang
koloni lebih hemat biaya dalam hal bahan dan konstruksi.
2. Sosialisasi Hewan
Interaksi sosial: Sapi adalah hewan sosial yang secara alami hidup
dalam kelompok. Kandang koloni memungkinkan sapi berinteraksi satu
sama lain, yang bisa mengurangi stres dan membuat mereka lebih
nyaman.
Pengurangan perilaku agresif: Ketika sapi terbiasa berada dalam
kelompok, perilaku agresif dapat berkurang, karena mereka belajar untuk
hidup berdampingan dalam satu ruang.
3. Memudahkan Manajemen dan Pengawasan
Pengelolaan lebih mudah: Peternak dapat memantau beberapa ekor
sapi dalam satu waktu tanpa harus berpindah-pindah dari satu kandang ke
kandang lainnya. Ini mempercepat proses pemberian pakan, pemeriksaan
kesehatan, dan pembersihan.
Proses pemberian makan lebih efisien: Dalam kandang koloni, sapi
bisa diberi makan secara bersamaan dalam satu area, menghemat waktu
dan tenaga kerja.
4. Sistem Penggemukan
Cocok untuk sapi penggemukan: Kandang koloni sering digunakan
dalam program penggemukan sapi. Dalam kandang ini, sapi dapat
bergerak lebih bebas, yang merangsang nafsu makan mereka dan
mendorong pertumbuhan berat badan secara lebih cepat.
5. Sistem Ventilasi dan Pencahayaan yang Optimal
Ventilasi yang lebih baik: Dengan desain terbuka atau semi terbuka,
kandang koloni biasanya memiliki ventilasi yang lebih baik karena area
yang luas memungkinkan udara segar masuk dengan mudah.
Pencahayaan alami: Kandang koloni sering kali memiliki pencahayaan
alami yang cukup, yang mendukung kesehatan ternak.
6. Fleksibilitas dalam Perawatan
Memudahkan perawatan massal: Saat diperlukan vaksinasi,
pemeriksaan kesehatan, atau perawatan medis, peternak bisa menangani
beberapa sapi secara bersamaan dalam satu area. Hal ini menghemat
waktu dibandingkan menangani sapi satu per satu di kandang individu.
7. Kebersihan yang Lebih Mudah Diatur
Sistem pembersihan lebih terpusat: Kandang koloni bisa dilengkapi
dengan sistem drainase yang terintegrasi, sehingga memudahkan proses
pembuangan kotoran. Pembersihan kandang juga lebih mudah karena
dilakukan di satu area besar.
8. Penggunaan dalam Fase Pertumbuhan atau Pembiakan
Kandang pembiakan: Kandang koloni sering digunakan dalam program
pembiakan karena memudahkan pengawasan sapi betina dan jantan saat
fase perkawinan.
Kandang untuk pedet (anak sapi): Anak sapi yang baru lahir bisa
ditempatkan bersama-sama dengan induk mereka dalam kandang koloni.
Ini memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pedet sambil tetap
dalam pengawasan.
9. Mengurangi Stres
Kesejahteraan ternak: Dengan lebih banyak ruang untuk bergerak dan
interaksi sosial, sapi di dalam kandang koloni cenderung lebih sedikit
mengalami stres dibandingkan sapi yang ditempatkan di kandang
individu.
10. Adaptasi terhadap Cuaca
Lebih mudah dalam penyesuaian terhadap lingkungan: Kandang
koloni bisa lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan cuaca. Saat suhu
terlalu panas, sapi bisa berkumpul di tempat yang lebih sejuk dalam
kandang, sementara saat dingin, mereka bisa saling mendekat untuk
menjaga suhu tubuh.
Kekurangan Kandang Koloni
Meskipun memiliki banyak fungsi, ada juga beberapa tantangan dalam
penggunaan kandang koloni:
Pengawasan individu lebih sulit: Pengawasan kesehatan dan perilaku
sapi individual bisa menjadi lebih sulit jika ternak dalam kandang besar.
Resiko penularan penyakit: Jika satu sapi sakit, penyakit dapat
menyebar lebih cepat dalam kandang koloni yang berisi banyak ternak.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kandang ganda atau koloni merupakan pilihan yang efisien
untuk peternakan dengan jumlah ternak besar, terutama untuk sapi potong atau
penggemukan.
Namun, sistem manajemen dan sanitasi yang baik harus diterapkan untuk
memaksimalkan manfaatnya.
Fungsi Kandang Paddock
Kandang paddock adalah area terbuka yang digunakan untuk menampung
ternak, terutama sapi atau kuda, di mana hewan-hewan tersebut memiliki ruang
yang lebih luas untuk bergerak bebas. Kandang ini sering kali tidak tertutup
sepenuhnya, dan biasanya memiliki pagar yang membatasi area ternak. Fungsi
utama dari kandang paddock adalah memberikan kebebasan bergerak pada
ternak dengan tetap menjaga kontrol dan keamanan. Berikut adalah fungsi-
fungsi kandang paddock secara lebih detail:
1. Memberikan Ruang Gerak untuk Ternak
Kebebasan bergerak: Paddock memungkinkan ternak, seperti sapi atau
kuda, bergerak lebih bebas dibandingkan dengan kandang tertutup. Ini
penting untuk menjaga kesehatan fisik ternak, terutama dalam hal
menjaga otot-otot tetap aktif.
Pengurangan stres: Dengan ruang yang lebih luas dan kebebasan
bergerak, ternak cenderung mengalami lebih sedikit stres, yang
berpengaruh positif pada kesehatan dan produksi, terutama dalam kasus
sapi perah atau sapi penggemukan.
2. Mendukung Kesehatan Fisik dan Mental Ternak
Latihan fisik alami: Ternak yang berada di paddock dapat berjalan,
berlari, dan bergerak dengan lebih leluasa, yang sangat baik untuk
kesehatan otot dan persendian mereka. Ini mengurangi risiko obesitas dan
masalah muskuloskeletal.
Interaksi sosial: Jika digunakan untuk ternak yang hidup dalam
kelompok, paddock mendukung interaksi sosial yang sehat antara hewan,
memperkuat ikatan sosial dan mengurangi perilaku agresif.
3. Sebagai Area Penggembalaan Terkendali
Penggembalaan terkendali: Paddock sering kali digunakan sebagai
area penggembalaan yang terbatas dan terkendali. Ternak bisa
mendapatkan pakan alami dari rumput yang ada di paddock tanpa harus
dibiarkan lepas sepenuhnya di lahan luas yang mungkin tidak terawasi.
Rotasi padang rumput: Paddock bisa dirotasi dengan memindahkan
ternak dari satu paddock ke paddock lain, yang memungkinkan area yang
digembalakan pulih dan tumbuh kembali.
4. Membatasi Ternak dengan Aman
Keamanan ternak: Pagar yang mengelilingi paddock memastikan ternak
tetap berada dalam batas area tertentu, sehingga meminimalkan risiko
hewan lepas atau hilang. Hal ini penting terutama di lahan yang terbuka
atau dekat dengan area berbahaya, seperti jalan raya.
Kontrol lebih baik terhadap ternak: Dalam paddock, ternak tetap
berada di bawah kontrol, sehingga memudahkan peternak untuk
mengawasi dan memastikan kesehatan serta perilaku ternak.
5. Mengurangi Erosi Tanah dan Kerusakan Lingkungan
Pengelolaan lahan yang baik: Penggunaan paddock dalam sistem
rotasi memungkinkan tanah dan rumput mendapatkan waktu istirahat
untuk pulih. Ini mengurangi erosi tanah dan kerusakan pada padang
rumput akibat penggembalaan berlebihan.
Perlindungan vegetasi: Dengan membatasi area yang bisa dijangkau
ternak, paddock membantu melindungi vegetasi lain di sekitar lahan
ternak dari kerusakan yang berlebihan.
6. Tempat Penampungan Sementara
Area sementara: Paddock sering digunakan sebagai tempat
penampungan sementara untuk ternak yang baru saja dikumpulkan atau
yang akan dipindahkan. Misalnya, sebelum ternak dipindahkan ke
kandang atau tempat pemerahan, mereka bisa ditempatkan di paddock
terlebih dahulu.
Karantina atau isolasi: Paddock juga dapat digunakan untuk
mengisolasi ternak yang baru datang atau yang sakit, sehingga mereka
tetap terpisah dari ternak lainnya untuk menghindari penularan penyakit.
7. Mendukung Sistem Penggemukan
Mempercepat penggemukan: Dalam beberapa sistem, paddock
digunakan untuk menggemukkan sapi karena mereka mendapatkan
pakan alami dari rumput yang tersedia, ditambah dengan pakan
tambahan yang diberikan di area tersebut. Ruang yang cukup untuk
bergerak juga membantu meningkatkan nafsu makan ternak.
8. Fleksibilitas dalam Pengelolaan Ternak
Pengelolaan ternak yang lebih mudah: Paddock memudahkan
peternak dalam mengatur dan memindahkan ternak dari satu area ke
area lainnya tanpa terlalu banyak hambatan. Ini sangat membantu dalam
sistem pengelolaan rotasi ternak atau saat ada kebutuhan khusus seperti
vaksinasi atau pengobatan massal.
9. Penyediaan Tempat untuk Aktivitas Alamiah
Perilaku alamiah: Dalam paddock, ternak dapat menunjukkan perilaku
alamiah seperti menggali, mencari makan, atau beristirahat dengan lebih
bebas. Ini sangat membantu menjaga kesejahteraan mental ternak.
10. Tempat Penjemuran dan Pemulihan
Penjemuran: Paddock juga bisa digunakan sebagai tempat penjemuran
ternak, terutama sapi perah. Sapi yang sehat dan terkena sinar matahari
dalam jumlah cukup akan menghasilkan susu yang lebih baik dan memiliki
daya tahan tubuh yang lebih tinggi.
Pemulihan ternak sakit atau setelah melahirkan: Paddock dapat
digunakan sebagai tempat pemulihan untuk ternak yang sedang sakit
atau yang baru saja melahirkan, sehingga mereka tetap dalam kondisi
terbuka namun terlindungi dari kontak langsung dengan ternak lain.
11. Menyediakan Tempat untuk Pemberian Pakan Tambahan
Pemberian pakan tambahan: Di dalam paddock, peternak juga bisa
menyediakan pakan tambahan seperti jerami, konsentrat, atau silase.
Dengan demikian, ternak bisa mendapatkan nutrisi tambahan selain dari
rumput yang tersedia.
Kelebihan Paddock:
Ternak lebih bebas bergerak dan menunjukkan perilaku alamiah.
Pengelolaan lahan lebih efektif dengan rotasi padang rumput.
Meningkatkan kesejahteraan ternak dengan mengurangi stres dan
menjaga kesehatan fisik.
Sistem keamanan lebih baik dengan pagar yang membatasi area ternak.
Kekurangan Paddock:
Memerlukan pemeliharaan lahan yang baik untuk mencegah overgrazing
(penggembalaan berlebihan).
Biaya pemasangan pagar bisa menjadi tantangan awal.
Harus diawasi dengan baik untuk menghindari kerusakan pada vegetasi
dan erosi tanah.
Kesimpulan
Kandang paddock memberikan solusi ideal bagi peternakan yang menginginkan
keseimbangan antara penggembalaan alami dan kontrol yang baik atas ternak.
Kandang tunggal atau kandang individu adalah jenis kandang yang dirancang
untuk menampung satu ekor ternak per unit. Kandang ini biasanya digunakan
untuk hewan ternak seperti sapi, kambing, atau kuda yang memerlukan
perhatian khusus, baik untuk kesehatan, penggemukan, ataupun pengawasan
reproduksi. Berikut adalah fungsi dari kandang tunggal:
1. Pengawasan Individu yang Lebih Mudah
Pengontrolan kondisi kesehatan: Dengan kandang tunggal, setiap
ternak dapat dipantau secara individual, baik terkait nafsu makan,
kesehatan, maupun kebersihan. Hal ini penting untuk mendeteksi dini
masalah kesehatan seperti penyakit atau stres.
Mengurangi risiko penyebaran penyakit: Jika satu hewan jatuh sakit,
kandang individu meminimalkan risiko penularan ke hewan lain, sehingga
lebih aman dibandingkan dengan kandang koloni.
2. Memberikan Perhatian Khusus pada Ternak
Pemberian pakan yang lebih terkontrol: Setiap ternak mendapatkan
jumlah pakan yang tepat sesuai kebutuhan. Ini penting untuk
penggemukan atau produksi susu yang maksimal, di mana pemberian
nutrisi harus terukur.
Mengatur program reproduksi: Pada ternak yang sedang dalam
program pembiakan, kandang tunggal memberikan kontrol yang lebih
baik atas siklus reproduksi dan membantu dalam menjaga kebersihan
serta kesehatan reproduksi ternak.
3. Mencegah Perkelahian dan Stres
Mengurangi agresivitas: Beberapa ternak, terutama sapi jantan atau
ternak yang lebih dominan, bisa menjadi agresif dalam kandang koloni.
Kandang tunggal membantu mengurangi konflik antar hewan yang sering
terjadi dalam kandang kelompok.
Stres yang lebih rendah untuk individu tertentu: Beberapa hewan,
terutama yang lebih lemah atau muda, mungkin merasa tertekan atau
tidak nyaman berada dalam kandang kelompok. Kandang tunggal
menawarkan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi mereka.
4. Memudahkan dalam Pengobatan dan Perawatan
Pengobatan individual: Ketika ternak membutuhkan perawatan atau
pengobatan khusus, kandang tunggal membuatnya lebih mudah diakses
dan diisolasi dari yang lain. Ini memudahkan dokter hewan atau peternak
dalam menangani perawatan medis.
Vaksinasi dan pemeriksaan: Kandang tunggal mempermudah proses
vaksinasi, pemeriksaan kesehatan rutin, serta perlakuan khusus tanpa
harus menangani beberapa ekor sekaligus.
5. Kebersihan yang Lebih Mudah Dikendalikan
Pembersihan yang lebih teratur: Kotoran dan limbah bisa lebih mudah
dikelola dalam kandang tunggal karena jumlah kotoran hanya berasal dari
satu ternak. Ini membuat sanitasi lebih mudah dipantau dan dipelihara.
Menghindari penyebaran parasit: Pengelolaan kebersihan yang lebih
baik di kandang tunggal juga membantu mengurangi penyebaran parasit
seperti cacing atau kutu yang dapat menyebar dengan mudah di kandang
koloni.
6. Mendukung Penggemukan dan Pertumbuhan yang Efektif
Pertumbuhan yang optimal: Dalam program penggemukan, kandang
tunggal memastikan bahwa setiap sapi menerima pakan yang cukup
tanpa harus bersaing dengan hewan lain. Ini mendorong pertumbuhan
yang lebih cepat dan teratur.
Penanganan stres minimal: Dengan tidak adanya persaingan untuk
pakan atau tempat beristirahat, ternak cenderung mengalami stres yang
lebih rendah, yang secara langsung berdampak pada peningkatan
produktivitas.
7. Mengurangi Risiko Cedera
Mencegah cedera fisik: Beberapa hewan bisa saling bertarung atau
berebut tempat dalam kandang koloni, yang dapat menyebabkan cedera.
Dalam kandang tunggal, risiko cedera akibat perkelahian atau kompetisi
fisik sangat berkurang.
Lingkungan yang lebih aman: Setiap kandang bisa disesuaikan dengan
ukuran dan kondisi fisik hewan, sehingga lebih aman dan nyaman bagi
mereka.
8. Memudahkan Pencatatan dan Manajemen Data Ternak
Pengelolaan ternak yang lebih mudah: Kandang tunggal
memungkinkan peternak untuk mencatat perkembangan, kesehatan,
serta pemberian pakan setiap individu dengan lebih mudah. Data terkait
berat badan, kondisi reproduksi, dan produktivitas susu bisa diatur dengan
baik.
Pemantauan nutrisi: Setiap ternak bisa diberi nutrisi atau suplemen
tertentu sesuai dengan kebutuhannya, dan efek dari program pakan ini
bisa dipantau dengan lebih baik.
9. Cocok untuk Program Pembiakan
Pengendalian reproduksi: Kandang tunggal digunakan dalam program
pembiakan atau inseminasi buatan. Ternak betina atau jantan yang
sedang dalam program ini bisa ditempatkan di kandang tunggal untuk
memudahkan proses inseminasi, observasi, dan pengendalian.
10. Memfasilitasi Perawatan Pasca Melahirkan
Perawatan ibu dan anak: Kandang tunggal sering digunakan untuk sapi
atau ternak lain yang baru melahirkan, sehingga induk dan anak bisa lebih
terpantau. Ini membantu dalam proses menyusui dan memastikan
keduanya tetap sehat.
Karantina anak sapi: Setelah melahirkan, pedet (anak sapi) dapat
ditempatkan di kandang individu untuk melindunginya dari potensi
bahaya atau infeksi dari hewan dewasa lainnya.
Kelebihan Kandang Tunggal:
Kontrol penuh terhadap kesehatan dan kebersihan individu.
Pengelolaan pakan yang lebih efektif dan efisien.
Meminimalkan konflik antar hewan dan mengurangi stres.
Sistem pengawasan yang mudah untuk ternak yang
membutuhkan perhatian khusus.
Kekurangan Kandang Tunggal:
Memerlukan lebih banyak ruang dan biaya: Karena setiap ternak
memiliki kandang sendiri, dibutuhkan lebih banyak lahan dan investasi
untuk pembangunan kandang.
Kurangnya interaksi sosial antar ternak: Hewan ternak, seperti sapi
dan kambing, secara alami adalah hewan sosial, sehingga pengasingan
jangka panjang dapat menyebabkan kebosanan atau stres pada beberapa
individu.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kandang tunggal sangat berguna untuk tujuan-tujuan
khusus seperti penggemukan, pengawasan kesehatan, atau reproduksi,
terutama pada ternak yang membutuhkan perhatian lebih.