0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan8 halaman

Dokumentasi Proses Kreatif dalam Jurnal

Modul seni rupa

Diunggah oleh

Gustri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan8 halaman

Dokumentasi Proses Kreatif dalam Jurnal

Modul seni rupa

Diunggah oleh

Gustri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

MEREKAM PENGALAMAN, PROSES KREATIF, DAN REFERENSI KARYANYA


DALAM JURNAL VISUAL KARYANYA VISUAL

INFORMASI UMUM

I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : ................................................................................
Satuan Pendidikan : SMA
Fase / Kelas : E - X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 2 X 1JP
Tahun Penyusunan : 2022
Elemen dan Sub-Elemen Capaian : Mengalami
 A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan
pengalaman dan informasi rupa.
Menciptakan
 R.1 Menghargai dan memahami pengalaman
estetik dan pembelajaran artistik.
Berpikir dan Bekerja Artistik
 BBA.2 Memiliki kepekaan untuk merespon dan
menyambut tantangan dan kesempatan di
lingkungannya.
Berdampak
 D.1 Memilih, menganalisa dan menghasilkan karya
yang berdampak pada pembentukan karakter dan
kepribadian diri sendiri maupun orang lain.

II. KOMPETENSI AWAL


Pada unit 6 ini, siswa akan mempelajari tentang konsep, tujuan, teknik dokumentasi proses
berkarya seni rupa dalam bentuk jurnal visual. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui
penilaian diri (self assessment)

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA


Menelaah semua materi harapannya siswa dapat mengasah kemampuan bernalar kritis, mampu
melihat segala sesuatu hal dari berbagai perspektif dan terbuka terhadap pembuktian baru.
Pelajar diharapkan juga bisa menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan gagasan atau ide yang
orisinil. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau
perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya
dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar
tersebut, menjadi seorang pelajar sepanjang hayat.

IV. SARANA DAN PRASARANA


1. Gawai 4. Buku Teks 7. Handout materi
2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 8. Infokus/Proyektor/Pointer
3. Akses Internet 6. Lembar kerja 9. Referensi lain yang mendukung

V. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi
ajar.

VI. MODEL PEMBELAJARAN


Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).

KOMPONEN INTI

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Menjelaskan konsep dokumentasi jurnal visual.
 Menguraikan tujuan dokumentasi berkarya dalam jurnal visual.
 Memilih teknik dokumentasi yang dibutuhkan dalam mendokumentasikan karya seni rupa
dengan tepat.
 Mendokumentasikan proses produksi berkarya menggunakan kosa kata seni rupa yang
sesuai.

II. PEMAHAMAN BERMAKNA


Merekam pengalaman, proses kreatif dan referensi karyanya dalam jurnal dan portofolio dan
mempresentasikannya

III. PERTANYAAN PEMANTIK


 Apa yang siswa ketahui tentang arti dokumentasi?
 Lalu, dalam proses membuat karya seni, apa arti kata dokumentasi?
 Apakah menurut siswa sama atau berbeda?

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
 Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6)
berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan
pendidikan.

Kegiatan Inti (90 Menit)


1. Proses belajar dapat diawali dengan melakukan kegiatan terkait pengalaman. Pembahasan
tentang konsep dokumentasi dikaitkan dengan kebutuhan dan pengalaman saat berkarya:
 Guru bersama siswa melakukan tanya jawab terkait dengan konsep dokumentasi jurnal
visual.
 Guru memaparkan tujuan mendokumentasi karya seni rupa.
 Guru dan siswa mengenal ragam informasi dan bentuk dokumentasi karya seni rupa.
2. Rekonstruksi melakukan fasilitasi pengalaman belajar. Kegiatan yang dilakukan melalui
latihan dokumentasi proses berkarya dengan tahapan:
 Siswa mengidentifikasi teknik dan mencoba untuk mendokumentasi karya seni rupa di
bawah bimbingan guru.
 Siswa secara terstruktur mencoba untuk melakukan praktik mendokumentasi karya seni
rupa di bawah bimbingan guru dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa.
3. Produksi melalui ekspresi-ekspresi [Link] metode dokumentasi yang sudah
dibahas dalam mendokumentasikan proses produksi karya. Pada bagian ini, siswa diminta
untuk mendokumentasikan proses produksi karyanya (sesuai dengan karya yang sedang
dikerjakan) dalam jurnal visual fisik atau digital (sesuai keinginan dan kebutuhan) persiapan
(lihat LKS).

Kegiatan Penutup (10 Menit)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui
ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.

V. ASESMEN/PENILAIAN
Prosedur Tes : Penilaian Akhir
Jenis tes : Tes Diri (Self Assesssment)
Bentuk Tes : Objektif (Daftar Chek list)
Instrumen Tes :
Contoh Lembar Penilaian Diri
Nama : ...............................................
Kelas/Semester : ..................../..........................
Petunjuk:
1. Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda √ pada kolom yang sesuai dengan
keadaan dirimu yang sebenarnya.
2. Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru.
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Saya sudah bisa menjelaskan konsep dokumentasi jurnal visual.
2 Saya sudah bisa menguraikan tujuan dokumentasi berkarya
dalam jurnal visual.
3 Saya sudah memahami teknik dokumentasi yang dibutuhkan
dalam mendokumentasikan karya seni rupa dengan tepat.
4 Saya sudah memilih teknik dokumentasi yang dibutuhkan
dalam mendokumentasikan karya seni rupa dengan tepat.
5 Saya dapat menjelaskan proses produksi karya saya melalui
jurnal visual yang saya buat.
6 Saya sudah mendokumentasikan dengan sketsa, catatan dan
dokumentasi proses produksi lainnya dalam jurnal visual.

VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
Guru memfasilitasi siswa yang memiliki minat yang tinggi untuk mendokumentasikan karya
seni rupa. Bentuk fasilitasi dapat dilakukan melalui proses pembimbingan secara perorangan
atau kelompok.

Remedial
Siswa melakukan pembelajaran mandiri dengan memahami isi materi yang diberikan dan
membuat tugas presentasi seperti yang dituliskan di atas.

[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK


Refleksi Guru:
 Dari serangkaian pembelajaran, apa proses yang menurut guru paling berhasil dilakukan?
 Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
 Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
 Apakah siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Sertakan alasannya
 Untuk proses pembelajaran mendatang yang lebih baik, apa saja yang perlu perhatikan
sebagai guru?

Refleksi Peserta Didik:


Mempraktikkan metode dokumentasi yang sudah dibahas dalam mendokumentasikan proses
produksi karya. Pada bagian ini, siswa diminta untuk mendokumentasikan proses produksi
karyanya (sesuai dengan karya yang sedang dikerjakan) dalam jurnal visual fisik atau digital
(sesuai keinginan dan kebutuhan) persiapan (lihat LKS).

LAMPIRAN- LAMPIRAN

Lampiran 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 1


Nama Siswa : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Tema : ……………………………………
Tujuan Pembelajaran : Siswa memiliki keterampialan dalam mempraktekan Teknik Dokumentasi
Berkarya
Langkah-Langkah Kegiatan:
1. Tahap persiapan
 Siswa diajak untuk mencoba teknik dokumentasi dengan jurnal visual fisik menggunakan
teknik mencatat dan menggambar.
 Untuk melakukan kegiatan praktik ini, ada beberapa hal yang perlu disiapkan: Buku atau
kertas kosong yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan.
 Beragam alat tulis dan gambar yang dimiliki.
 Sebelum praktik, siswa diajak berdiskusi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
proses mendokumentasi, sebagai berikut:Pilih dan siapkan tempat untuk mendokumentasikan
seperti buku dan jurnal.
 Dokumentasikan apapun yang menarik perhatian.
 Gunakan warna tertentu untuk membedakan tulisan dan gambar. Untuk tulisan, disarankan
menggunakan warna gelap.
 Beri judul di setiap bagian dari cerita di jurnal
 Jangan takut membuat gambar dan tulisan dan bebaskan diri untuk menulis atau menggambar
apapun.
2. Tahap pelaksanaan
 Setelah melakukan tahap persiapan selanjutnya para siswa diberikan instruksi sebagai
berikut:Siswa diminta untuk menyampaikan pemikirannya tentang kondisi sekolah.
 Untuk itu, siswa diminta untuk melakukan pengamatan di satu lokasi di sekolah yang menarik
untuknya. (misalnya: kantin, halaman belakang sekolah, toilet, dll)
 Minta siswa untuk pilih satu lokasi di luar kelas mereka yang dianggap menarik. Kemudian,
mereka diminta untuk berada di tempat tersebut selama 30 menit dan mengamati hal-hal yang
dilihat, didengar, dan dirasakan.
 Hal-hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan didokumentasikan di buku/kertas yang sudah
disiapkan dengan metode mencatat dan menggambar.
 Setelah selesai, siswa diminta untuk menceritakan hasil pengamatannya berdasar dokumentasi
jurnal yang dibuat.

Lampiran 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

a. Konsep Dokumentasi dan Jurnal Visual


Dokumentasi dalam seni rupa adalah sebuah proses kegiatan merekam dan menyimpan dokumen
(berupa sketsa, tulisan, foto, rekaman, dll) karya seni rupa dalam bentuk kegiatan mencatat,
menggambar, memotret, membuat video, dan lain-lain mulai dari: proses pencarian ide, konsep
berkarya, perencanaan berkarya, hasil berkarya, dan evaluasi berkarya. Untuk mendapatkan
jurnal visual yang baik maka harus ditunjang dengan referensi yang relevan.
Jurnal visual:
adalah kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan berurutan sesuai waktu
berprosesnya.

b. Tujuan Mendokumentasi Karya Seni Rupa


Tujuan mendokumentasikan karya seni rupa antara lain:
1. Mengeksplorasi kemampuan menyampaikan ide, pemikiran dalam bentuk visual.
2. Melatih kepekaan dan kemampuan reflektif terhadap perkembangan diri dan kondisi sekitar.
3. Menyimpan data lengkap proses pengerjaan dan hasil karya (catatan ide, hasil eksperimen dan
konsep, sketsa, foto proses berkarya, foto hasil karya, dll).
4. Mengingat proses berkarya untuk dievaluasi setelah selesai.
5. Menjadi acuan saat ingin membuat karya kembali di kemudian hari.
c. Teknik Dokumentasi Karya Seni Rupa
Sejalan dengan definisi dan tujuan dokumentasi karya seni rupa di atas maka teknik
mendokumentasi karya seni rupa terdiri dari kegiatan berikut:
 Mencatat: kegiatan mencatat merupakan salah satu kegiatan merekam data secara manual
dengan menuliskan apa yang dilihat, didengar dan dialami.

Gambar 6.1. Contoh halaman jurnal visual berupa pencatatan tulisan


Erudio Indonesia/Sekarayu Maryam Putri (2020)
 Menggambar: menggambar hal-hal yang dilihat, didengar, dan dijalani.

Gambar 6.2. Contoh halaman jurnal visual berupa gambar


Erudio Indonesia/Ariel Marsha Luana (2020)
 Gunting & tempel / kolase: menggunakan potongan-potongan kertas atau bahan lain yang
dapat digunting dan ditempel ke buku jurnal. Potongan-potongan tersebut adalah kertas atau
bahan -bahan yang bisa menjelaskan hal-hal yang ingin diceritakan tentang proses pengerjaan
karya. (misal: potongan gambar dari majalah yang dirasa menarik).

Gambar 6.3. Contoh halaman jurnal visual berupa kolase


Erudio Indonesia/Reza Amalia (2020)
 Memotret: memotret obyek atau kejadian-kejadian menarik yang diperlukan selama proses
berkarya (misal: memotret saat melakukan percobaan berkarya, dll).
 Merekam suara atau video: merekam suara atau gambar pemikiran atau kejadian yang
dianggap penting dalam proses pembuatan karya.

d. Ragam dan Bentuk Informasi untuk Dokumentasi


Ragam informasi yang perlu didokumentasikan oleh siswa sebagai berikut:
 Proses pencarian ide
 Referensi/acuan ide (teori pendukung, contoh konsep dan bentuk karya, dll)
 Perencanaan (alur pengerjaan, linimasa, kebutuhan berkarya termasuk anggaran)
 Proses dan hasil eksperimen berkarya
 Konsep karya
 Proses produksi
 Hasil karya
 Evaluasi karya
Berdasarkan aspek ragam informasi seperti telah diuraikan di atas maka penyajiannya
dapat berbentuk Jurnal visual secara manual (misalnya dalam dalam bentuk cetak) maupun
digital.
 Jurnal visual fisik/manual
Jurnal visual yang menggunakan buku khusus yang disiapkan untuk membuat dokumentasi.

Gambar 6.4. Contoh jurnal visual fisik/manual


Erudio Indonesia/Rayzel Hanifah (2020)
 Jurnal visual digital
Jurnal visual yang menggunakan ruang digital untuk membuat dan menyimpan dokumentasi,
seperti blog, website, google drive, dll.
contoh jurnal visual siswa tahap SMA:
Gambar 6.5. Contoh jurnal visual digital
Erudio Indonesia/Kalysta Shabira (2020)

Lampiran 3
GLOSARIUM
Elemen Estetis: karya seni seringkali dianggap sebagai elemen estetis, hanya dianggap sebagai
pajangan atau hiasan ruang semata, tanpa menyadari polensi lain dan penerapan elemen estetis ini
pada penataan ruang luar maupun ruang dalam.
Jurnal visual, kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan berurutan sesuai waktu
berprosesnya.
Dokumentasi dalam seni rupa, sebuah proses kegiatan merekam dan menyimpan dokumen (berupa
sketsa, tulisan, foto, rekaman, dll) karya seni rupa dalam bentuk kegiatan mencatat, menggambar,
memotret, membuat video, dan lain-lain mulai dari: proses pencarian ide, konsep berkarya,
perencanaan berkarya, hasil berkarya, dan evaluasi berkarya.

Lampiran 4
DAFTAR PUSTAKA
Referensi:
 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. (2017). Panduan Penilaian oleh Pendidik dan
Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Atas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
 [Link]
 [Link]
summer-2020-teen-1-2-2/
 [Link]
playground/
 [Link]
 [Link]
langkahnya/
 [Link]
 [Link]
 [Link]
 [Link]
 [Link]

Anda mungkin juga menyukai