SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Latihan Slow Deep Breathing (SDB)
Sub Pokok Bahasan : 1. Pengertian Slow Deep Breathing,
2. Pengaruh Slow Deep Breathing bagi tubuh
3. Indikasi dilakukan nya Slow Deep Breathing
4. Langkah-langkah melakukan Slow Deep Breathing
Sasaran :
Tempat :
Hari/ Tanggal :
Waktu :
Penyuluh :
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan mengenai latihan Slow Deep
Breathing, diharapkan pasien dapat mengerti tentang latihan Slow Deep
Breathing (SDB)
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang latihan Slow Deep
Breathing (SDB) diharapkan pasien mampu:
a. Mejelaskan pengertian latihan Slow Deep Breathing
b. Mejelaskan tujuan dan manfaat Slow Deep Breathing
c. Mejelaskan mekanisme Slow Deep Breathing
d. Mejelaskan prosedur Slow Deep Breathing
3. Materi (Terlampir)
a. Pengertian latihan Slow Deep Breathing
b. Tujuan dan manfaat Slow Deep Breathing
c. Mekanisme Slow Deep Breathing
d. Prosedur Slow Deep Breathing
4. Kegiatan Belajar Mengajar
No Kegiatan Metode Media Waktu
1 Pendahuluan: Lisan - 2 menit
a. Mengucapkan salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan tujuan
d. Kontrak waktu penyuluhan
1
2 Inti: Ceramah Leaflet 10 menit
a. Pengertian latihan Slow Deep Tanya
Breathing jawab
b. Tujuan dan manfaat Slow
Deep Breathing
c. Mekanisme Slow Deep
Breathing
d. Prosedur Slow Deep
Breathing
3 Penutup: Cerama Leaflet 3 menit
a. Melakukan evaluasi Diskusi
b. Menyimpulkan materi Tanya
c. Mengucapkan salam. Jawab
5. Evaluasi
a. Prosedur : Lisan
b. Bentuk : Essay
c. Waktu : 5 Menit
d. Soal : 5 soal terlampir
2
SLOW DEEP BREATHING
A. Definisi
Slow Deep Breathing ialah salah satu bagian dari latihan relaksasi dengan
teknik latihan pernapasan yang dilakukan secara sadar. Slow Deep Breathing
merupakan relaksasi yang dilakukan secara sadar untuk mengatur pernapasan
secara dalam dan lambat. Terapi relaksasi banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari untuk dapat mengatasi berbagai masalah, misalnya
stress, ketegangan otot, nyeri, hipertensi, gangguan pernapasan, dan lain-lain.
Relaksasi secara umum merupakan keadaan menurunnya kognitif, fisiologi,
dan perilaku (Andarmoyo, 2013).
B. Tujuan dan manfaat
Menurut (Smeltzer, 2013) menyatakan bahwa tujuan dari teknik relaksasi
nafas dalam adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara
pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, Meningkatkan efisiensi batuk
mengurangi stress baik stress fisik maupun emosional yaitu menurunkan
intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan. Teknik ini juga dilakukan
dengan tujuan menstabilkan gula darah dalah tubuh. Sedangkan manfaat yang
dapat dirasakan oleh klien setelah melakukan teknik relaksasi nafas dalam
adalah dapat lebih tenang, ketenteraman hati, dan berkurangnya rasa cemas.
C. Mekanisme Slow Deep Breathing
Slow Deep Breathing member pengaruh terhadap kerja saraf otonom dengan
mengeluarkan neurotransmitter endorphin. Neurotransmitter endorphin
menyebabkan penurunan aktivitas saraf simpatis, peningkatan saraf
parasimpatis, peningkatan relaksasi tubuh, dan menurunkan aktivitas
metabolisme. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan tubuh terhadap insulin
akan menurun. Salah satu Teknik relaksasi yang dapat dilakukan adalah
dengan melakukan Slow Deep Breathing. Slow Deep Bretahing (SDB)
merupakan tindakan yang disadari untuk mengatur pernapsan secara dalam
dan lambat. Pengendalian pengaturan pernapasan secara sadar dilakukan
korteks serebri sedangkan pernapasan yang spontan atau automatik dilakukan
oleh medulla oblongata. Napas dalam lambat dalam dapat menstimulasi
respon saraf autonom yaitu dengan menurunkan respon saraf simpatis
meningkatkan aktivitas tubuh, sedangkan respon parasimpatis lebih banyak
menurunkan aktivitas metabolik (Sukesih, Ismonah & Syamsul, 2017).
3
Mekanisme penurunan metabolism tubuh pada pernapasan lambat dan dalam
masih belum jelas, namun menurut hipotesanya napas dalam dan lambat
yang disadarkan akan mempengaruhi system saraf autonpom melalui
penghambatan sinyal peregangan dan arus hiperpolarisasi baik melalui
jaringan saraf dan non saraf dengan mensinkronisasikan elemen saraf di
jantung, paru-paru, system limbik dan korteks serebri. Selama inspirasi
peregangan jaringan paru menghasilkan sinyal inhibitor atau penghambat
yang mengakibatkan adaptasi reseptor peregangan lambat atau slowly
adaptating stretch receptors (SARs) dan hiperpolarisasi pada fibroblaz.
Kedua penghambat hantaran implus dan hiperpolarisasi ini untuk
menyingkronkan unsur saraf yang menuju ke medulasi system saraf
parasimpatis. Penurunan aktivitas metabolic diharapkan dapat menurunkan
kebutuhan insulin sehingga kadar gula darah dapat menurun (Tarwoto,
2015).
D. Prosedur Slow Deep Breathing
Slow Deep Breathing adalah salah satu teknik pengontrolan napas dan
relaksasi. Langkah-langkah melakukan latihan Slow Deep Breathing yaitu
sebagai berikut:
h. Atur pasien dengan posisi duduk atau berbaring
i. Kedua tangan pasien diletakkan di atas perut
j. Anjurkan melakukan napas secara perlahan dan dalam melalui hidung dan
tarik napas selama tiga detik, rasakan perut mengembang saat menarik
napas.
k. Tahan napas selama tiga detik
l. Kerutkan bibir, keluarkan melalui mulut dan hembuskan napas secara
perlahan selama enam detik. Rasakan perut bergerak ke bawah.
m. Ulangi langkah a sampai e selama 15 menit
n. Latihan Slow Deep Breathing dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan
sore hari (Tarwoto, 2015).