Zella Noverma
G1D121214
1. Pengertian izin mendirikan bangunan
Izin mendirikan bangunan adalah izin yang diberikan kepada perorangan atau badan
hukum untuk dapat melaksanakan kegiatan membangun. Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung menjelaskan
bahwa: Izin Mendirikan Bangunan gedung yang selanjutnya disingkat IMB adalah
perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada Pemilik bangunan gedung
untuk membangun baru, mengubah, memperluas, dan/ataumengurangi bangunan
Gedung sesuai dengan persyaratan administratif dan teknis yang berlaku. Izin
mendirikan bangunan gedung adalah perizinan yang diberikan oleh Pemerintah
Kabupaten/Kota kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru,
mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawatbangunan gedung sesuai
dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku
2. Dimensi IMB
Untuk lebih jelasnya mengenai pelaksanaan pelayanan pembuatan Izin Mendirikan
Bangunan (IMB) dapat diuraiakan pembahasan tiap-tiap dimensinya adalah sebagai
berikut:
1. Transparansi
Berdasarkan hasil penelitian pada dimensi transparansi untuk pelaksanaan indikator
prosedur pelayanan yang mudah dipahami masyarakat bahwa prosedur yang gunakan
oleh petugas mudah untuk dimengerti oleh masyarakat khusunya para pemohon IMB.
Selanjutnya pada pelaksanaan indikator akses pelayanan secara terbuka kepada
masyarakat bahwa masih kurang dilakukan secara terbuka, hal ini terlihat dari
pelayanan yang diberikan harus secara langsung datang ke kantor, selama ini akses
informasi layanan masih belum menggunakan akses internet.
2. Akuntabilitas
akuntabilitas dapat diartikan sebagai kewajiban untuk menyajikan dan melaporkan
segala tindak lanjut dan kegiatan seseorang atau Lembaga.
[Link]
Kondisional merupakan pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan
pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efesien dan
efektifitas. kondisional dalam pemberian pelayanan yang sesuai dengan kondisi
kemampuan pemberi dan penerima pelayanan.
[Link]
partisipatif merupakan peran serta masyarakat mendorong dalam menyelenggarakan
pelayanan public dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat.
[Link]
Selanjutnya pelaksanaan indikator pegawai tidak membeda- bedakan masyarakat yang
dilayani bahwa masih terdapat pegawai yang membeda-bedakan masyarakat yang
dilayani, adanya kecenderungan petugas untuk membeda-bedakan
pemohon yang satu dengan pemohon yang lain untuk mendapatkan pelayanannya.
Adanya sikap tersebut karena petugas memiliki hubungan kekerabatan, pertemanan
dan keluarga.
[Link] Hak dan Kewajiban
Berdasarkan hasil penelitian pada dimensi keseimbangan hak dan kewajiban pada
pelaksanaan indicator pegawai mampu berlaku bijaksana sesuai dengan kewenangan
yang dimiliki bahwa pegawai kurang mampu berlaku bijaksana sesuai dengan
kewenangan yang dimiliki.
3. Manfaat IMB
Dengan memiliki IMB maka akan memudahkan untuk Anda dalam mendapatkan
kepastiandan juga adanya perlindungan hukum. izin tersebut dilakukan agar bangunan
tersebut mendapatkan kepastikan tidak mengganggu dan juga merugikan kepentingan
orang lain. Sehingga apabila terjadi sesuatu negara akan memberikan perlindungan
untuk menjadikan rumah yang dibangun menjadi lebih aman.
4. Jenis Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
IMB rumah baru Jenis
IMB pertama yang bisa Anda urus adalah IMB rumah baru yang dilakukan
ketika Anda membangun sendiri rumah pada sebidang tanah. IMB jenis ini
dihitung sekitar 0.3-1% dari total perkiraan taksiran penjualan rumah baru.
Biaya yang dikeluarkan umumnya berkisar antara Rp 3.500.000,00 atau lebih
tergantung kebijaksanaan dari Badan Pertanahan setempat. Untuk pengurusan,
Anda harus menyertakan denah kasar rumah, fotokopi identitas, bukti
pembayaran PBB, surat kepemilikan tanah, dan blueprint denah. Untuk
pengurusan IMB rumah baru umumnya diperlukan waktu sekitar 2 minggu
dengan kepengurusan awal dilakukan di kecamatan.
IMB rumah renovasi
Jenis IMB yang kedua adalah IMB untuk rumah renovasi, dimana untuk
persyaratan pengajuan tidak jauh berbeda dengan kepengurusan IMB rumah
baru. Untuk IMB rumah renovasi perbedaan syarat yang harus disertakan
hanya terletak pada denah blueprint sebelum dan sesudah rumah direnovasi.
Pemilik bangunan juga harus ingat bahwa luas tanah yang tersisa untuk
bangunan baru minimal 40% dari luas total tanah yang tersedia. Selain itu,
pemilik rumah juga perlu memastikan bahwa rumah hasil renovasi yang akan
dibuat IMBnya memiliki sisa area yang seimbang di bagian samping kanan,
kiri, maupun belakang. Biaya yang akan dihabiskan untuk kepengurusan IMB
rumah renovasi umumnya lebih mahal sekitar 1-2 juta dari biaya IMB rumah
baru. Hal tersebut terjadi karena ada perubahan status tanah dan perubahan
kapling ketika rumah direnovasi dalam bentuk bertingkat. Oleh karena itu,
sebelum Anda merenovasi rumah, akan lebih baik jika Anda
mempertimbangkan biaya pembuatan IMB baru dengan berkonsultasi pada
orang yang lebih ahli di bidang pertanahan.
IMB rumah lama
IMB rumah lama memiliki persyaratan yang sama dengan pengajuan pada
rumah renovasi. Hanya saja untuk masalah biaya, pengajuan IMB untuk
rumah lama akan memakan biaya yang lebih besar atau lebih mahal 2-4 juta
dari IMB rumah renovasi tergantung dari NJOP bangunan. Biaya tersebut
umumnya diberikan setelah ada perhitungan dispensasi dari Pemda setempat.
Waktu yang diperlukan untuk mengurus IMB jenis ini umumnya juga relatif
lebih lama jika dibandingkan dengan IMB rumah baru maupun renovasi yang
bisa memakan waktu hingga 30 hari. Namun demikian, untuk pengurusan
IMB rumah lama yang Anda beli dari orang lain, akan lebih baik jika Anda
paham rumah lama yang dibeli tersebut sudah pernah melalui proses renovasi
atau belum.
IMB bangunan kantor s/d 8 lantai
IMB lain yang juga harus diurus ke Badan Pertanahan Nasional adalah IMB
untuk bangunan kantor, dimana persyaratan yang diperlukan akan sedikit
berbeda dengan pengajuan bangunan rumah tinggal. Untuk pengurusan IMB
jenis ini, Anda perlu Surat Ijin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT) jika
luas tanah lebih dari 5Ha, Keterangan Rencana Kota (KRK)
yang didapat dari pemerintah kota, akta pendirian bangunan yang berasal dari
pemohon perorangan maupun lembaga, fotokopi KTP, NPWP, bukti bayar
PBB, rancangan denah lengkap, dan lainnya. Untuk biaya pembuatannya,
umumnya Anda akan dikenai dengan sistem prosentase tergantung dari total
nilai NJOP bangunan