0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Panduan Lengkap Conditional Sentence

Diunggah oleh

Taufik Dedi Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Panduan Lengkap Conditional Sentence

Diunggah oleh

Taufik Dedi Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa itu Conditional Sentence?

Dalam bahasa Indonesia, conditional sentence berarti kalimat pengandaian. Kalimat ini bisa
digunakan untuk mengungkapkan sebab akibat, kemungkinan terjadinya suatu hal, maupun
menyatakan pengandaian atas hal yang sebetulnya tidak mungkin terjadi.
Terdapat 4 jenis conditional sentence yang masing-masing jenisnya menggunakan
bentuk tenses yang berbeda. Akan tetapi, pada dasarnya semua conditional sentence terdiri
atas if clause dan main clause.

1. Conditional Sentence Tipe 0


Conditional sentence tipe 0 digunakan untuk menyatakan sebab akibat akan sebuah fakta
yang sudah umum diketahui kebenarannya. Jika hal A terjadi, maka akan menyebabkan hal
B.
Rumus:
1. If + simple present tense, simple present tense
2. Simple present tense + if + simple present tense
Contoh:
1. If you heat butter, it melts.
2. The ground gets wet if it rains.

2. Conditional Sentence Tipe 1


Conditional sentence tipe 1 digunakan untuk mengekspresikan suatu hal yang sangat besar
kemungkinannya terjadi di waktu yang akan datang jika kita melakukan sesuatu.
Rumus:
1. If + simple present tense, simple future tense
2. Simple future tense + if + simple present tense
Contoh:
1. If you go now, you will arrive there on time.
2. I will buy a new bike if I pass the exam.

3. Conditional Sentence Tipe 2


Conditional sentence tipe 2 digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak realistis
atau sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Karena itu, tipe ini cocok untuk menyatakan
angan-angan kita.
Rumus:
1. If + simple past, present conditional
2. Present conditional + if + simple past
Contoh:
1. If I lived in Seoul, tonight I would go to that concert. (Kenyataannya saya tidak tinggal
di Seoul, sehingga saya tidak bisa pergi ke konser itu)
2. I would play roller coaster every day if I owned a theme park. (Kenyataannya saya
tidak memiliki taman bermain sendiri, jadi saya tidak bisa bermain roller coaster setiap
hari)

4. Conditional Sentence Tipe 3


Conditional sentence tipe 3 digunakan untuk menyampaikan pengandaian atas kejadian yang
sudah terjadi di masa lalu. Karena sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi kenyataannya, kita
hanya bisa mengungkapkan pengandaian apa yang akan terjadi jika kejadian tersebut berjalan
berbeda dari kenyataan.
Rumus:
1. If + past perfect, perfect conditional
2. Perfect conditional + if + past perfect
Contoh:
1. If I had left my house earlier, I wouldn’t have missed the train. (Kenyataannya saya
telat berangkat dari rumah, sehingga saya ketinggalan kereta)
2. If she had called me yesterday, I would have been happy. (Kenyatannya kemarin dia
tidak menelpon, sehingga saya sekarang tidak merasa senang)

Anda mungkin juga menyukai