Kinerja Pendidik dalam Pembelajaran Aktif
Kinerja Pendidik dalam Pembelajaran Aktif
Butir :1
Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Indikator
menciptakan interaksi yang setara dan saling menghargai antara pendidik dan peserta
didik.
memberi perhatian kepada peserta didik yang memerlukan dukungan lebih/khusus.
memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional.
memberikan umpan balik yang membangun kepercayaan diri peserta didik bahwa
kemampuan dirinya dapat terus berkembang ketika ia mau berusaha.
Instruksi
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa sekolah Anda belum melakukan hal tersebut.
Membangun Hubungan Positif: Guru kami selalu berusaha membangun hubungan yang hangat dan personal dengan setiap siswa. Ini dilakukan
melalui percakapan informal, kegiatan kelompok kecil, dan kunjungan rumah.
Menciptakan Kelas yang Inklusif: Kelas kami dirancang agar semua siswa merasa diterima dan dihargai. Kami mengakomodasi berbagai gaya belajar
dan kemampuan, serta menciptakan suasana yang saling menghormati.
Menerapkan Pembelajaran Berbasis Proyek: Melalui proyek-proyek kelompok, siswa belajar bekerja sama, berbagi ide, dan menyelesaikan masalah
bersama.
Mengajarkan Keterampilan Sosial Emosional: Kami secara eksplisit mengajarkan keterampilan seperti manajemen emosi, empati, dan resolusi
konflik melalui berbagai aktivitas dan diskusi.
Proses Pelaksanaan
Setiap hari, guru kami memulai pelajaran dengan kegiatan membangun hubungan, seperti berbagi cerita atau melakukan ice breaking. Selama
pembelajaran, kami menciptakan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dan berkolaborasi. Kami juga menyediakan waktu bagi siswa untuk
merefleksikan perasaan dan pengalaman mereka.
Peningkatan Keterampilan Sosial: Siswa menjadi lebih aktif dalam berpartisipasi dalam diskusi kelas dan lebih nyaman bekerja dalam kelompok.
Peningkatan Kepercayaan Diri: Siswa merasa lebih percaya diri dalam mengungkapkan pendapat dan ide-ide mereka.
Lingkungan Belajar yang Positif: Suasana kelas menjadi lebih kondusif untuk belajar, dengan siswa yang lebih fokus dan termotivasi.
Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman,
dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.
Indikator
Instruksi
Pelaksanaan:
melakukan assesmen awal pembelajaran, observasi, tindak lanjut juga refleksi
4. Hasil yang Dicapai:
Prestasi Akademik:
meningkatnya prestasi akademik maupun non akademik
tersedianya absensi harian, lembar survey, bukti karya siswa lewat mading maupun pojok
baca, nilai ujian
Komponen 1 : Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran yang Berpusat pada
Peserta Didik
Butir :3
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana kinerja pendidik Anda dalam merancang dan memfasilitasi proses pembelajaran sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan menempatkan peserta didik sebagai pelaku aktif dalam proses pembelajaran.
Jelaskan proses yang dilakukan oleh pendidik pada umumnya serta hasil yang dapat menjadi bukti bahwa satuan
pendidikan Anda sudah menerapkan pembelajaran dengan kualitas [Link] membuktikan kinerja, Anda dapat
merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi.
Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi proses
pembelajaran yang dapat menunjukkan kinerja [Link] juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib
saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan
disampaikan kepada asesor saat [Link] belum, silahkan jelaskan rasional mengapa sekolah Anda belum
melakukan hal tersebut.
[Link] potensi akademik dan bakat Siswa dalam pengembangan diri bidang olahraga dan seni budaya secara efektif;
Representasi dari:
Visi : Kreatif dan Mandiri
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Berkebhinekaan global, Mandiri, bernalar Kritis, Kreatif, Gotong royong.
[Link] lingkungan sekolah yang aman, nyaman, rapi, bersih dan menyenangkan
Representasi Dari :
Visi : Mandiri, Berbudaya
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Gotong royong, Berkebhinekaan global.
[Link] kemampuan peserta didik melalui pengenalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar berwawasan luas
Representasi dari :
Visi : Berwawasan Luas
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Gotong royong, Berkebhinekaan global.
Indikator
memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan
untuk membentuk akhlak yang mulia melalui beragam pengalaman belajar.
memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan kecintaan terhadap sejarah, kekayaan
budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya anak bangsa melalui pengalaman belajar
yang beragam.
memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan keingintahuan, serta kecintaan akan
ilmu pengetahuan melalui pengalaman belajar yang bermakna dan reflektif.
memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan
memecahkan masalah melalui strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik
berani bertanya, mau mencoba, dan berkarya.
memfasilitasi pembelajaran yang mendorong peserta didik melakukan refleksi
keterhubungan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata untuk dapat berperan
dan memberikan manfaat di lingkungannya.
Instruksi
Ceritakan bagaimana kinerja pendidik Anda dalam merancang dan memfasilitasi proses
pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan menempatkan peserta
didik sebagai pelaku aktif di dalam proses pembelajaran. Jelaskan proses yang dilakukan oleh
pendidik pada umumnya serta hasil yang dapat menjadi bukti bahwa satuan pendidikan Anda
sudah menerapkan pembelajaran dengan kualitas tersebut.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda
unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada
kurikulum di tingkat satuan pendidikan, kalender akademik, rencana pembelajaran atau
dokumentasi proses pembelajaran yang dapat menunjukkan kinerja tersebut.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja
sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan
disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa sekolah Anda belum melakukan hal tersebut.
Indikator
memberi waktu dan kesempatan bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk
melakukan refleksi kinerja secara rutin.
melakukan kegiatan evaluasi kinerja secara berkala kepada pendidik dan tenaga
kependidikan.
memastikan pendidik memiliki dokumen rencana pengembangan profesional diri
berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan refleksi.
mengembangkan program pengembangan profesional pendidik yang berdampak
terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Refleksi Kinerja
Fokus pada Pembelajaran Murid: Setiap akhir semester, kami mewajibkan seluruh pendidik untuk melakukan refleksi diri terhadap proses
pembelajaran yang telah berlangsung. Fokus utama adalah pada efektivitas pembelajaran dalam membantu murid mencapai tujuan pembelajaran.
Pengumpulan Bukti: Pendidik diminta untuk mengumpulkan berbagai bukti, seperti hasil tes, portofolio murid, catatan anekdot, dan umpan balik
dari murid serta rekan sejawat. Bukti-bukti ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam praktik pembelajaran.
Diskusi Kolaboratif: Kami memfasilitasi diskusi kelompok untuk berbagi hasil refleksi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan budaya belajar bersama
dan saling mendukung di antara pendidik.
Evaluasi Kinerja
Instrumen Evaluasi yang Komprehensif: Kami menggunakan berbagai instrumen evaluasi, seperti observasi kelas, penilaian diri, dan penilaian
sejawat, untuk menilai kinerja pendidik secara menyeluruh.
Fokus pada Kompetensi Inti: Evaluasi kinerja difokuskan pada kompetensi inti yang diperlukan oleh pendidik, seperti kemampuan pedagogik,
profesionalisme, dan kemampuan berkomunikasi.
Umpan Balik yang Konstruktif: Hasil evaluasi disampaikan kepada pendidik dalam bentuk umpan balik yang konstruktif, dengan tujuan untuk
membantu mereka memperbaiki kinerja.
Penyusunan Rencana Pengembangan Kompetensi
Identifikasi Kebutuhan: Berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi, kami bersama pendidik mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi
yang spesifik.
Penyusunan Rencana: Setiap pendidik menyusun rencana pengembangan kompetensi individu yang mencakup tujuan pembelajaran, strategi
pembelajaran, dan sumber daya yang dibutuhkan.
Dukungan dari Sekolah: Sekolah menyediakan berbagai bentuk dukungan, seperti pelatihan, bimbingan, dan akses ke sumber daya pembelajaran,
untuk membantu pendidik mencapai tujuan pengembangan mereka.
RKT (Rencana Kerja Tahunan): Pada bagian refleksi dan evaluasi dalam RKT, pendidik
mendokumentasikan hasil refleksi dan evaluasi kinerja mereka.
Rasionalisasi
Komponen 2 : Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan Satuan
Pendidikan
Butir :6
Indikator
memiliki visi dan misi yang jelas dan mengomunikasikan kepada pemangku
kepentingan.
membangun komunikasi dan interaksi antarwarga secara berkala.
melakukan kolaborasi atau kemitraan dengan orang tua/wali dalam rangka mendukung
penyelenggaraan layanan pendidikan.
melakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam rangka mendukung
penyelenggaraan layanan pendidikan.
melaksanakan evaluasi/ refleksi berbasis data dengan melibatkan peserta didik,
pendidik, tenaga pendidikan, dan orang tua.
menyusun rencana kegiatan tahunan berdasar evaluasi/refleksi berbasis data.
Instruksi
Ceritakan bagaimana satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda
meningkatkan kualitas layanan melalui pelibatan berbagai pihak serta perencanaan yang
berbasis berbasis data. Silahkan unggah dokumen yang menunjukkan bahwa proses tersebut
sudah terjadi di satuan pendidikan Anda. Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa
satuan pendidikan Anda belum secara rutin melibatkan berbagai pihak sebagai mitra dalam
penyelenggaraan layanan.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda
unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada
Rencana Kegiatan Tahunan, kalender akademik atau dokumen lain yang dapat menunjukkan
kinerja tersebut.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja
sekolah Anda, seperti misalnya hasil rapat kerja saat melakukan perencanaan, atau bentuk
dokumentasi lainnya. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain,
dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum melakukan hal
tersebut.
Dokumentasi rapat komite sekolah: Notulen rapat, daftar hadir, dan hasil keputusan.
Indikator
Instruksi
Kolom Deskripsi Kinerja Asesi
SMAN 2 SAPE salah satu sekolah Negeri di kecamatan Sape dengn jumlah siswa 482 orang.
visi: religius, kreatif, mandiri, berbudaya dan berwawasan luas serta berpihak pada warga sekolah
Misi: Upaya merepresentasikan Visi sekolah dilakukan berbagai langkah strategis secara umum yang tertuang dalam Misi sekolah dan elemen Profil Pelajar Pancasila
sebagai berikut :
[Link] kegiatan yang bernuansa religius untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt / Tuhan yang Maha Esa
Representasi dari :
Visi : Religius
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Gotong royong, Berkebhinekaan global.
[Link] potensi akademik dan bakat Siswa dalam pengembangan diri bidang olahraga dan seni budaya secara efektif;
Representasi dari:
Visi : Kreatif dan Mandiri
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Berkebhinekaan global, Mandiri, bernalar Kritis, Kreatif, Gotong royong.
[Link] lingkungan sekolah yang aman, nyaman, rapi, bersih dan menyenangkan
Representasi Dari :
Visi : Mandiri, Berbudaya
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Gotong royong, Berkebhinekaan global.
[Link] kemampuan peserta didik melalui pengenalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar berwawasan luas
Representasi dari :
Visi : Berwawasan Luas
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Gotong royong, Berkebhinekaan global.
dalam penysunan anggaran di sekolah kami melibatkan banyak pihak, baik dari komite maupun juga pendidik dan
tenaga kependidikan dengan pelaporan pengunaan anggaran yang terbuka.
Satuan pendidikan kami telah menerapkan penganggaran yang transparan dan akuntabel dengan melibatkan komite
sekolah dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. RKT kami memuat rincian kegiatan dan alokasi
anggaran yang jelas. Laporan keuangan disusun secara berkala dan dipublikasikan di papan pengumuman sekolah.
Kami juga menyelenggarakan rapat terbuka untuk membahas penggunaan anggaran dan menerima masukan dari
orang tua siswa."
Sebutkan dokumen wajib yang telah disusun dan disimpan (misalnya: RKT, laporan keuangan, berita acara rapat).
Jelaskan di bagian mana dalam dokumen tersebut terdapat bukti pelaksanaan penganggaran yang transparan dan
akuntabel.
Komponen 2 : Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan Satuan
Pendidikan
Butir :8
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda
menyediakan, memelihara dan memanfaatkan sarana prasarana sesuai kebutuhan
pembelajaran peserta didik.
Analisis Kebutuhan:
Melakukan pemetaan kurikulum secara berkala untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana yang spesifik
untuk setiap mata pelajaran dan tingkat kelas.
Melakukan survei terhadap peserta didik dan guru untuk mengetahui kekurangan dan harapan mereka terkait sarana
prasarana pembelajaran.
Perencanaan yang Terintegrasi:
Mengintegrasikan kebutuhan sarana dan prasarana dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS).
Memastikan adanya alokasi anggaran yang cukup untuk pengadaan, pemeliharaan, dan pengembangan sarana
prasarana.
Menyusun jadwal pemeliharaan secara berkala untuk menjaga kondisi sarana prasarana agar selalu optimal.
Melakukan pengadaan sarana prasarana yang sesuai dengan standar mutu dan kebutuhan pembelajaran.
Mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan efisiensi dalam pengadaan sarana prasarana.
Pemanfaatan Sarana Prasarana:
Memfasilitasi penggunaan sarana prasarana secara optimal oleh peserta didik dan guru.
Menyediakan pelatihan bagi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran yang tersedia.
Melakukan pemeliharaan secara berkala untuk menjaga kondisi sarana prasarana agar selalu siap digunakan.
Memberikan tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga kebersihan dan kelengkapan sarana prasarana.
Laporan Hasil Survei Kebutuhan: Menunjukkan bahwa keputusan pengadaan sarana prasarana
didasarkan pada kebutuhan nyata peserta didik dan guru.
Daftar Inventaris: Menunjukkan jenis, jumlah, dan kondisi sarana prasarana yang dimiliki.
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda
merancang kurikulum yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai, pengetahuan dan
keterampilan pada peserta didik yang selaras dengan tujuan pendidikan di dalam kurikulum
nasional, serta mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik. Dalam membuktikan
kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai
rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya tujuan pembelajaran di dalam
kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional; atau bagian
pada rencana pembelajaran di dalam dokumen kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang
dimodifikasi sesuai dengan hasil evaluasi.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja
satuan pendidikan/dan atau program pendidikan kesetaraan Anda. Misalnya, hasil evaluasi
pelaksanaan tahun ajaran lalu yang digunakan untuk memodifikasi kurikulum atau
dokumen/dokumentasi lainnya. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi
Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika belum, silahkan jelaskan rasional mengapa satuan pendidikan Anda belum melakukan hal
tersebut.
dan di sekolah kami ada Program pendidikan kesetaraan (SMA Terbuka) kami bertujuan untuk
memberikan kesempatan belajar bagi warga belajar yang putus sekolah. Kurikulum yang kami
kembangkan dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang
beragam, dengan tetap memperhatikan standar kompetensi yang ditetapkan dalam Kurikulum
Nasional."
Sebutkan dokumentasi wajib yang telah Anda unggah sebagai bukti (misalnya, KTSP, silabus,
RPP, hasil evaluasi).
Sebutkan bukti-bukti lain yang dapat mendukung klaim Anda (misalnya, portofolio siswa, hasil
proyek, laporan kegiatan ekstrakurikuler).
Komponen 3 : Iklim Lingkungan Belajar
Butir : 10
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda
membangun iklim kebinekaan di lingkungan belajar, sehingga setiap warga sekolah memiliki
sikap positif terhadap keberagaman. Iklim tersebut dapat dihadirkan melalui kebijakan, proses
pembelajaran ataupun mekanisme lainnya yang dirancang oleh satuan pendidikan Anda.
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda memastikan terbangunnya iklim belajar yang inklusif di
lingkungan belajar sehingga kebutuhan belajar peserta didik terpenuhi.
Inklusif, dalam konteks ini, dimaknai sebagai kemampuan satuan pendidikan menerima, merekognisi dan memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik yang
dipengaruhi oleh kebutuhan khususnya (penyandang disabilitas dan anak cerdas istimewa bakat istimewa/ CIBI), ataupun kondisi psikis, sosial dan ekonomi-
nya yang memerlukan perhatian khusus.
Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam
berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya
berdasarkan kesamaan hak.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi.
Misalnya di bagian mana pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi suasana belajar Anda yang dapat
menunjukkan bahwa layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom
Identifikasi Bukti Lain, dan disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan terbangunnya iklim lingkungan belajar yang inklusif pada warga
satuan pendidikan dan atau program pendidikan kesetaraan, silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.
Pembentukan tim yang terdiri dari guru, konselor, dan tenaga pendukung untuk mendampingi dan merumuskan
strategi belajar yang efektif bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus.
Komponen 3 : Iklim Lingkungan Belajar
Butir : 12
Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta
didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda
dalam memberikan rasa aman secara psikis pada peserta didik dari perundungan, hukuman
fisik, dan kekerasan seksual. Tanpa rasa aman ini, sangat sulit bagi murid untuk dapat belajar
secara efektif, sehingga berpotensi kehilangan kesempatannya untuk unggul.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda
unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada
kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana pembelajaran atau dokumentasi suasana
belajar Anda yang dapat menunjukkan bahwa layanan ini sudah terasa oleh warga satuan
pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja
sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan
disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan
terbangunnya iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis pada warga satuan pendidikan
dan atau program pendidikan kesetaraan, silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut
belum dilakukan.
Peran satuan pendidikan adalah mendampingi peserta didik, dan salah satu cara dalam
mendampingi peserta didik yang langsung dirasakan oleh mereka adalah melalui
pengkondisian iklim lingkungan belajar. Dengan mengukur iklim lingkungan belajar, maka kami
pihak sekolah memastikan setiap peserta didik berada di dalam lingkungan yang
memungkinkan mereka mendapatkan hasil optimal dari proses belajar Aman secara psikis.
Seluruh warga satuan pendidikan merasa aman untuk berkegiatan di lingkungan belajar. Aman
dari perundungan hukuman fisik, dan kekerasan seksual.
Indikator
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda dalam memastikan keselamatan seluruh warga satuan pendidikan saat sedang berada di
lingkungan belajar.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada
kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana kerja tahunan atau dokumentasi lingkungan belajar yang dapat menunjukkan bahwa layanan ini sudah terasa oleh warga satuan pendidikan
dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan
disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum memastikan keselamatan warga, silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.
Keamanan di lingkungan sekolah sangatla penting bagi Setiap satuan pendidikan, baik itu
sekolah dasar, menengah, atau tinggi, bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang
aman bagi semua anggota komunitas sekolah.
Kami SMAN 2 Sape
Memiliki:
Bangunan sekolah yang kokoh dan terawat.
Peralatan dan fasilitas yang aman digunakan.
Area bermain yang aman dan terjaga kebersihannya.
Jalan masuk dan keluar yang jelas dan mudah diakses.
Penerangan yang cukup di seluruh area sekolah.
Keamanan Pribadi:
Adanya sosialisasi Pencegahan kekerasan, bullying, dan diskriminasi.
Adanya prosedur penanganan darurat (kebakaran, gempa bumi, dll).
Pengawasan yang ketat terhadap lalu lintas di sekitar sekolah.
Program kesehatan dan keselamatan kerja yang rutin dan bekerja sama dengan Pelayanan
Kesehatan Setempat dalam hal ini PUSKESMAS Sape
Pendidikan tentang keamanan bagi siswa, guru, dan staf.
Keamanan Psikologis:
Lingkungan belajar yang kondusif dan bebas stres.
Hubungan yang positif antara siswa, guru, dan staf.
Adanya konselor sekolah untuk memberikan dukungan psikologis.
Keamanan Kesehatan:
Penyediaan air bersih dan sanitasi yang baik.
Upaya Pencegahan penyebaran penyakit menular
Indikator
melaksanakan program untuk menjaga kebugaran peserta didik, pendidik, dan tenaga
kependidikan.
menyediakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau terhubung dengan fasilitas
kesehatan terdekat.
mendorong tersedianya pilihan makanan di lingkungan dan sekitar satuan pendidikan
yang tidak mengandung pemanis buatan, gula, dan sodium berlebihan, zat pewarna
dan pengawet makanan yang tidak aman.
melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental pada
peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
memberi kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan bergerak aktif bagi peserta didik,
pendidik, dan tenaga kependidikan.
melaksanakan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan adiksi.
Instruksi
Ceritakan bagaimana upaya satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda
dalam membangun lingkungan belajar yang menghargai dan menjaga kesehatan fisik dan
mental dari warganya, melalui kebijakan, pembelajaran, fasilitas, sarana prasarana dan
lainnya.
Kesehatan fisik merujuk pada kesadaran dan budaya warga satuan pendidikan untuk menjaga
kesehatan dan kebugaran. Kesehatan psikis merujuk pada kesadaran dan dukungan dalam
menjaga kesehatan mental seluruh warga satuan pendidikan.
Dalam membuktikan kinerja, Anda dapat merujuk pada dokumentasi wajib yang sudah Anda
unggah sebagai rujukan/bukti bahwa hal tersebut sudah terjadi. Misalnya di bagian mana pada
kurikulum di tingkat satuan pendidikan, rencana kerja tahunan atau dokumentasi lingkungan
belajar yang dapat menunjukkan bahwa layanan ini sudah terasa oleh warga satuan
pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda.
Anda juga dapat merujuk pada bukti selain dokumentasi wajib saat mendeskripsikan kinerja
sekolah Anda. Bukti tersebut dapat Anda identifikasi di kolom Identifikasi Bukti Lain, dan
disampaikan kepada asesor saat visitasi.
Jika satuan pendidikan dan/atau program pendidikan kesetaraan Anda belum melakukan ,
silahkan jelaskan rasional mengapa kinerja tersebut belum dilakukan.
Kolom Deskripsi Kinerja Asesi
SMAN 2 Sape memiliki tanggung jawab untuk menyediakan lingkungan yang bersih, aman, dan
nyaman bagi seluruh warga sekolah. Ini mencakup kualitas udara, kebersihan fasilitas,
ketersediaan air bersih, hingga pengelolaan sampah yang baik.
Selain lingkungan fisik, satuan pendidikan juga harus memiliki program yang secara aktif
membangun dan menjaga kesehatan fisik dan mental peserta didik, pendidik, dan tenaga
kependidikan. Program ini bisa berupa kegiatan olahraga, penyuluhan kesehatan, konseling,
hingga dukungan psikologis.