5
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Konsep ASI Eksklusif
2.1.1. Pengertian
ASI eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI selama 6
bulan tanpa makanan tambahan cairan lain, seperti susu formula,
jeruk, madu, air teh, dan air putih serta tanpa tambahan makanan
padat, seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim
kecuali vitamin, mineral dan obat. ( Dwi Sunar, 2012 )
ASI merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik bagi
bayi yang bersifat ilmiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang
dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI
eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah
tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan dan
perkembangannya. ASI memberikan semua energi dan gizi ( nutrisi
) yang dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan pertama kelahirannya.
2.1.2. Manfaat ASI eksklusif
1. Manfaat untuk bayi :
a. ASI merupakan sumber makanan yang mengandung
nutrisi yang lengkap untuk bayi.
6
b. ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena
mengandung berbagai zat antibody sehingga akan jarang
sakit.
c. ASI meningkatkan kecerdasan.
d. Dengan menyusui maka akan terjalin rasa kasih sayang
antara ibu dan bayi.
e. Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua
kebutuhan pertumbuhan bayi sampai 6 bulan.
f. Melindungi anak dari serangan alergi.
g. Mangandung asam lemak yang diperlukan untuk
pertumbuhan otak sehingga bayi lebih pandai.
h. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian berbicara.
i. Menunjang perkembangan motorik sehingga akan lebih
cepat bisa berjalan.
j. Menunjang perkembangan kepribadian, dan kecerdasan
emosional.
2. Manfaat untuk ibu
a. Membantu ibu memulihkan diri dari proses persalinanya.
b. Membuat kontraksi rahim lebih cepat dan memperlambat
perdarahan.
c. Ibu yang menyusui kecil kemungkinan menjadi hamil
dalam 6 bulan pertama sesudah melahirkan ( kadar
prolaktin yang tinggi menekan hormone FSH dan ovulasi).
7
d. Ibu dapat mencurahkan kasih sayang sepenuhnya pada
bayi dan membuat bayi merasa nyaman.
3. Manfaat untuk keluarga
a. Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli
susu formula, botol susu, serta kayu bakar atau minyak
tanah untuk merebus air, susu, dan peralatannya.
b. Jika bayi sehat, berarti keluarga mengeluarkan lebih
sedikit biaya guna perawatan keluarga.
c. Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi MAL dari
ASI eksklusif.
d. Jika bayi sehat, berarti menghemat waktu keluarga.
e. Mengehemat tenaga keluarga karena ASI selalu siap
tersedia.
f. Keluarga tidak perlu repot membawa botol susu, susu
formula, air panas, dan lain sebagaianya ketika bepergian.
4. Manfaat untuk negara
a. Menghemat devisa negara karena tidak perlu mengimpor
susu formula dan peralatan lainnya.
b. Bayi sehat membuat negara lebih sehat.
c. Penghematan pada sektor kesehatan, karena jumlah bayi
yang sakit hanya sedikit.
d. Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan
menurunkan angka kematian.
8
e. Melindungi lingkungan karena tidak ada pohon yang
digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air susu dan
peralatannya.
f. ASI merupakan sumber daya yang terus-menerus
diproduksi.
2.1.3. Produksi ASI
ASI diproduksi dalam alveoli, bagian awal saluran kecil
air susu. Jaringan disekeliling saluran – saluran air susu dan
alveoli terdiri dari jaringan lemak dan jaringan pengikat yang
turut menentukan ukuran payudara. Selama masa kehamilan,
payudara membesar dua sampai tiga kali ukuran normal. Saat
itu, saluran – saluran air susu beserta alveoli dipersiapkan untuk
masa laktasi.
Setelah melahirkan, laktasi dikontrol oleh dua macam
refleks. Pertama, refleks produksi air susu ( milk prolaktion
reflex ). Bila bayi menghisap putting payudara, maka akan
diproduksi suatu hormon yang disebut prolaktin ( prolactin ),
yang mengatur sel – sel dalam alveoli agar memproduksi air
susu. Air susu tersebut dikumpulkan dalam saluran – saluran air
susu. Kedua, refleks mengeluarkan ( let down reflex ). Isapan
bayi juga merangsang produksi hormon lain yang dinamakan
oksitosin ( oxytocin ), yang membuat sel – sel otot disekitar
alveoli berkontraksi, sehingga air susu didorong menuju putting
9
payudara. Jadi, semakin bayi menghisap, maka semakin banyak
air susu yang dihasilkan.
Bayipun mempunyai suatu refleks pengisapan ( sucking
refleks ). Dengan adanya refleks ini, air susu akan diperas dari
ampula menuju mulut bayi.
2.1.4. Komposisi Gizi dalam ASI.
Komposisi gizi ASI diantaranya :
1. Protein dalam ASI
a. ASI mengandung alfa-laktalbumin baik untuk pencernaan
bayi.
b. ASI mengandung asam amino esensial taurin yang tinggi
yang penting untuk pertumbuhan retina dan bilirubin.
c. Asam amino sistin penting untuk pertumbuhan otak.
d. Tirosin dan Fenilanin rendah baik untuk bayi prematur.
e. Laktoferin berfungsi untuk mengangkut zat besi.
2. Karbohidrat dalam ASI
Karbohidrat yang utama terdapat dalam ASI adalah laktosa
yang akan diubah menjadi asam laktat, yang berfungsi :
a. Penghambat pertumbuhan bakteri.
b. Memacu mikroorganisme untuk memproduksi asam
organik dan mensintesis vitamin.
c. Memudahkan absorpsi Ca, F, Mg.
d. Selain laktosa juga terdapat glukosa, galaktosa, dan
glukosamin. Galaktosa ini penting untuk pertumbuhan
10
otak dan medulla spinalis. Glukosamin memacu
pertumbuhan Laktobacillus bifidus yang sangat
menguntungkan bayi.
3. Lemak dalam ASI
Keadaan lemak dalam ASI merupakan sumber kalori
yang utama bagi bayi, dan sumber vitamin yang larut dalam
lemak ( A,D,E, dan K ) dan sumber asam lemak yang
esensiil. Selain jumlahnya yang mencukupi, jenis lemak yang
ada dalam ASI mengandung lemak kebutuhan sel jaringan
otak yang sangat mudah dicerna serta mempunyai jumlah
yang cukup tinggi. Dalam bentuk Omega 3, Omega 6, DHA,
AA. Kolesterol merupakan bagian dari lemak yang penting
yang meningkatkan pertumbuhan otak bayi.
4. Mineral dalam ASI
a. ASI mengandung mineral yang lengkap.
b. Garam organic yang terdapat dalam ASI terutama adalah
kalsium, kalium, dan natrium dan asam klorida, dan
fosfat.
c. Zat besi dan kalsium di dalam ASI merupakan mineral
yang sangat stabil.
5. Air dalam ASI
Kira – kira 88% dari ASI terdiri dari air. Air ini berguna
untuk melarutkan zat – zat yang terdapat didalamnya. ASI
merupakan sumber air yang secara metabolic adalah aman.
11
Air yang relative tinggi dalam ASI ini akan meredakan
rangsangan haus dari bayi.
6. Vitamin dalam ASI
Vitamin dalam ASI dapat dikatakan lengkap. Vitamin
cukup untuk 6 bulan sehingga tidak perlu di tambah kecuali
vitamin K karena bayi baru lahir ususnya belum mampu
membentuk vitamin K.
7. Taurin, DHA dan AA pada ASI.
a. Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak
dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmiter dan
berperan penting untuk proses maturasi sel otak.
b. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi
untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. AA
dalam tubuh dapat dibentuk/ disintesa dari substansi
pembentuknya ( precursor ) yaitu masing – masing dari
Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 ( asam linoleat ).
2.1.5. Manajemen Laktasi
Manajemen laktasi adalah suatu upaya yang dilakukan
oleh ibu, ayah, dan keluarga untuk menunjang keberhasilan
menyusui. Ruang lingkup pelaksanaan manajemen laktasi
sebagai berikut :
12
1. Masa Kehamilan
a. Ibu mencari informasi tentang keunggulan ASI, manfaat
menyusui bagi ibu dan bayi, serta dampak negatif
pemberian susu formula.
b. Ibu memeriksakan kesehatan tubuh, kehamilan, dan
kondisi puting susu.
c. Ibu melakukan perawatan payudara sejak kehamilan
berumur 6 bulan hingga siap menyusui.
d. Ibu senantiasa mencari informasi tentang gizi dan
makanan tambahan sejak kehamilan trimester kedua.
2. Masa Setelah Persalinan
a. Masa persalinan merupakan masa yang paling penting
dalam kehidupan bayi selanjutnya. Dalam hal ini, bayi
harus mendapatkan cu kup ASI, yang dilanjutkan dengan
cara menyusui yan g baik dan benar, baik posisi maupun
cara melekatkan bayi pada payudara ibu.
b. Membantu terjadinya kontak langsung antara bayi dan
ibu selama 24 jam agar menyusui dapat dilakukan tanpa
jadwal.
3. Masa menyusui
a. Setelah bayi mendapatkan ASI pada minggu pertama
kelahiran, ibu harus menyusui bayi secara eksklusif
selama 6 bulan pertama setelah bayi lahir. Saat itu, bayi
hanya diberi ASI tanpa makanan atau minuman lainnya.
13
b. Ibu mesti mencari informasi tentang gizi makanan ketika
masa menyusui agar bayi tumbuh sehat.
c. Ibu harus cukup istirahat untuk menjaga kesehatannya.
d. Ibu selalu mengikuti petunjuk petugas kesehatan
( posyandu atau puskesmas ) bila ada permasalahan yang
terkait dengan menyusui.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI
1. Perubahan Sosial budaya
a. Ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya
b. Meniru teman, tetangga atau orang terkemuka yang
memberikan susu botol
c. Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya
2. Faktor psikologis
a. Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita
b. Tekanan batin.
3. Faktor fisik ibu
a. Ibu sakit, misalnya mastitis, panas dan sebagainya
4. Faktor kekurangan petugas kesehatan, sehingga masyarakat
kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat
pemberian ASI.
14
2.1.6. Kriteria pemberian ASI eksklusif
Menurut rekomendasi dari WHO dan UNICEF, kriteria
pemberian ASI eksklusif meliputi :
1. Selama 6 bulan bayi hanya boleh di beri ASI
2. Menyusui dimulai sejak 30 menit pasca persalinan
3. Tidak memberikan makanan maupun minuman apapun
selain ASI
4. Susuilah bayi sesuai kebutuhan
5. Berikan colostrum yaitu ASI pertama kali keluar dari
putting susu ibu pasca kelahiran
6. Cairan lain yang dapat diberikan kepada bayi hanya vitamin
dan mineral berbentuk sirup.
2.1.7. Stadium Laktasi
ASI menurut stadium laktasi :
1. Kolostrum
Merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh
kelenjar payudara mulai dari hari pertama sampai hari
ketiga atau keempat. Kolostrum merupakan cairan kental
dengan warna kekuning – kuningan yang lebih banyak
mengandung protein, antibody ( sangat membantu untuk
kondisi bayi yang sangat lemah ), mineral dibanding dengan
ASI yang matur, namun kandungan hidrat arang dalam
kolostrum lebih rendah dari ASI matur hal ini karena
disebabkan aktivitas bayi pada tiga hari pertama masih
15
sedikit dan tidak terlalu banyak memerlukan kalori.
Kolostrum merupakan pencahar ( pembersih usus bayi )
yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi
baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI.
2. Air Susu Transisi / peralihan.
ASI masa peralihan diproduksi pada hari keempat
sampai kesepuluh. Komposisi protein semakin rendah,
sedangkan lemak dan hidrat arang semakin tinggi dan
jumlah volume ASI semakin meningkat. Hal ini merupakan
pemenuhan terhadap aktivitas bayi yang mulai aktif karena
bayi sudah beradaptasi terhadap lingkungan.
3. Air Susu Matur
Merupakan ASI yang disekresi pada hari kesepuluh sampai
seterusnya. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang terus
berubah sesuai dengan perkembangan bayi sampai 6 bulan.
2.1.8. Keunggulan dan Manfaat Menyusui
Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari
beberapa aspek yaitu : aspek gizi, aspek imunologik, aspek
psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek
penundaan kehamilan.
16
1. Aspek Gizi
Manfaat kolostrum
a. Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk
melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama
diare.
b. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung
dari hisapan bayi pada hari – hari pertama kelahiran.
Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi
kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu harus diberikan pada
bayi.
2. Aspek Imunologik
a. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas
kontaminasi.
b. Immunoglobullin A ( Ig.A ) dalam kolostrum atau ASI
kadarnya cukup tinggi. Sekretori IgA tidak diserap tetapi
dapat melumpuhkan bakteri patogen E. Coli dan berbagai
virus pada saluran pencernaan.
c. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan
komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran
pencernaan.
d. Lysosim, enzim yang emlindungi bayi terhadap bakteri
( E. Coli dan salmonella ) dan virus. Jumah lysosim dalam
ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
17
e. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih
dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu :
Brochus-Asociated Lympocyte Tissue ( BALT ) antibodi
pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue ( GALT )
antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated
Lympocyte Tissue ( MALT ) antibodi jaringan payudara
ibu.
f. Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung
nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri laktobacillus
bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan
berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang
merugikan.
3. Aspek psikologik
a. Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu
menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk
bayi. Menyusui di pengaruhi oleh emosi ibu dan kasih
sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon
terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan
produksi ASI.
b. Interaksi ibu dan bayi : pertumbuhan dan perkembangan
psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu – ibu
tersebut.
c. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang
ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti
18
sentuhan kulit ( skin to skin contact ). Bayi akan merasa
aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh
ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal
sejak bayi masih dalam rahim.
4. Aspek kecerdasan
Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat
dibutuhkan untuk perkembangan sistem saraf otak yang dapat
meningkatkan kecerdasan bayi.
5. Aspek Neurologis
Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf
menelan,menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru
lahir dapat lebih sempurna.
6. Aspek Ekonomis
Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu
mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi
berumur 6 bulan.
7. Aspek Penundaan Kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan
kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi
alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode
Amenorea Laktasi ( MAL ).
19
2.1.9. Masalah dalam menyusui
1. Putting susu lecet
Penyebabnya :
a. Kesalahan dalam tekhnik menyusui
b. Akibat dari pemakaian sabun, alkohol, krim, untuk
mencuci putting susu.
c. Mungkin saja terjadi pada bayi yang frenulum lingue
( tali lidah yang pendek ) sehingga menyebabkan bayi
sulit menghisap dan hisapannya hanya pada putting susu.
d. Rasa nyeri dapat timbul jika ibu menghentikan menyusui
kurang hati – hati.
2. Payudara bengkak
Pembengkakan ini terjadi karena ASI tidak disusui secara
adekuat, sehingga sisa ASI terkumpul pada sistem duktus
yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan.
Pembengkakan ini bisa terjadi pada hari ketiga dan
keempat sesudah melahirkan.
3. Saluran susu tersumbat
Suatu keadaan dimana terdapat sumbatan pada duktus
laktiferus, dengan penyebabnya adalah :
a. Tekanan jari ibu pada waktu menyusui
b. Pemakaian BH yang terlalu ketat
20
c. Komplikasi payudara bengkak, yaitu susu terkumpul
tidak segera dikeluarkan sehingga menimbulkan
sumbatan.
4. Mastitis
Hal ini merupakan radang pada payudara yang disebabkan
oleh :
a. Payudara bengkak yang tidak disusu secara adekuat.
b. Putting lecet yang memudahkan masuknya kuman dan
terjadi payudara bengkak.
c. BH yang terlalu ketat.
d. Ibu yang diit jelek, kurang istirahat, anemia akan mudah
terinfeksi.
5. Abses payudara
Abses payudara merupakan kelanjutan mastitis, hal ini
dikarenakan meluasnya peradangan payudara. Payudara
tampak merah mengkilap dan terdapat nanah sehingga perlu
insisi untuk mengeluarkannya.
6. Kelainan anatomis pada putting susu ( putting tenggelam /
datar ).
Pada putting yang mengalami kelainan dapat diatasi dengan
perawatan payudara dan prasat Hoffman secara teratur. Jika
hanya salah satu putting yang tenggelam maka masih dapat
menyusui di putting yang lainnya. Jika putting masih tidak
bisa diatasi maka untuk mengeluarkan ASI dapat dilakukan
21
dengan tangan/pompa kemudian dapat diberikan dengan
sendok/pipet. ( Yetti, 2010 )
2.2. Konsep Pertumbuhan Berat Badan Bayi
2.2.1. Pengertian
Pertumbuhan adalah suatu proses perubahan fisik (anatomis)
yan ditandai dengan bertambahnya ukuran berbagai organ tubuh
yang disebabkan adanya penambahan pembesaran sel – sel tubuh.
(Ai Yeyeh dan Lia Yulianti, 2010 ).
Pertumbuhan berat badan bayi adalah suatu proses
bertambahnya berat badan bayi yang dapat diukur melalui
antropometri untuk menilai status gizi kecuali terdapat kelainan
klinis seperti dehidrasi, asites, edema, dan adanya tumor
(Suparyanto,2010 ).
Pertumbuhan (growt)berkaitan dengan masalah perubahan
dalam besar,jumlah,ukuran atau dimensi.
2.2.2. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
1. Faktor herediter
Merupakan faktor pertumbuhan yang dapat diturunkan
yaitu suku, ras, dan jenis kelamin ( Marlow, 1988 dalam Ai
Yeyeh, 2010 ). Jenis kelamin ditentukan sejak dalam
kandungan. Anak laki – laki setelah lahir cenderung lebih besar
dan tinggi daripada anak perempuan, hal ini akan nampak saat
anak sudah mengalami pra-pubertas. Ras dan suku bangsa juga
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya suku
22
bangsa Asia memiliki tubuh yang lebih pendek daripada orang
Eropa atau suku Asmat dari Irian berkulit hitam.
2. Umur, kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa
prenatal. Tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
3. ASI, adalah salah satu komponen yang paling penting dalam
menunjang keberlangsungan proses pertumbuhan dan
perkembangan. Dalam ASI terdapat kebutuhan zat gizi yang
diperlukan seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin
dan air. Apabila kebutuhan tersebut tidak atau kurang terpenuhi
maka dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Asupan nutrisi yang berlebihan juga berdampak buruk bagi
kesehatan bayi, yaitu terjadi penumpukan kadar lemak yan
berlebihan dalam sel/jaringan bahkan pada pembuluh darah.
Penyebab status nutrisi kurang pada bayi/ anak yaitu asupan
nutrisi yang tidak adekuat baik secara kuantitatif maupun
kualitatif.
4. Faktor hormonal. Faktor hormonal yang berperan dalam
pertumbuhan dan perkembangan anak adalah somatotropon
yang berperan dalam mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan,
hormon tiroid dengan menstimulasi metabolisme tubuh.
5. Budaya, budaya keluarga atau masyarakat akan mempengaruhi
bagaimana mereka dalam mempersepsikan dan memahami
kesehatan dan perilaku hidup sehat
23
6. Status sosial dan ekonomi keluarga. Anak yang dibesarkan
dikeluarga yang berekonomi tinggi untuk pemenuhan kebutuhan
gizi akan tercukupi dengan baik dibandingkan dengan anak yang
dibesarkan dikeluarga yang berekonomi sedang atau kurang.
Demikian juga dengan status pendidikan orang tua, keluarga
dengan pendidikan tinggi akan lebih mudah menerima arahan
terutama tentang peningkatan pertumbuhan dan perkembangan
anak, penggunaan fasilitas kesehatan dibandingkan dengan
keluarga dengan latar belakang pendidikan rendah.
7. Posisi anak dalam keluarga. Posisi anak sebagai anak tunggal,
anak sulung, anak tengah atau anak bungsu akan mempengaruhi
pola perkembangan anak tersebut diasuh dan dididik dalam
keluarga.
2.2.3. Ciri-ciri pertumbuhan
Pertumbuhan anak dimulai sejak konsepsi dengan dewasa
mempunyai ciri tersendiri yaitu :
1. Tubuh adalah proses yang kontinyu sejak dari konsepsi sampai
dengan dewasa atau maturitas yang dipengaruhi oleh faktor
bawaan dan lingkungan.
2. Dalam periode tertentu terdapat adanya percepatan atau
perlambatan serta laju pertumbuhan cepat.
3. Pola pertumbuhan anak sama pada semua anak tetapi
kecepatannya berbeda antara anak yang satu dengan yang
lainnya.
24
4. Terjadi pertumbuhan dalam aspek fisik yang meliputi perubahan
tinggi dan berat badan serta organ lainnya.
5. Diperolehnya tanda-tanda baru yaitu tanda-tanda fisik yang
meliputi pergantian gigi dan karakteristik sel pada usia remaja.
2.2.4. Jenis - jenis pertumbuhan
1. Pertumbuhan linear
Bentuk dari ukuran linear adalah ukuran yang berhubungan
dengan panjang. Contoh ukuran linear adalah panjang badan,
lingkar dada dan lingkar kepala. Ukuran linear yang rendah
biasanya menunjukkan keadaan gizi yang kurang akibat
kekurangan energi dan protein yang diderita waktu lampau.
2. Pertumbuhan massa jaringan
Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa [Link]
ukuran massa jaringan adalah berat badan, lingkar lengan atas dan
tebal lemak bawah kulit. Apabila ukuran ini rendah atau kecil
menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan
protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran
massa jaringan yang paling sering digunakan adalah berat badan (
Supariasa, 2002 )
2.2.5. Parameter penilaian pertumbuhan fisik
Untuk menilai perubahan fisik anak, sering digunakan ukuran
antropometrik yang meliputi :
25
1. Tergantung umur antara lain berat badan terhadap umur, tinggi
badan terhadap umur, lingkar kepala terhadap umur dan lingkar
lengan atas terhadap umur.
2. Tidak tergantung umur antara lain : berat badan tinggi badan,
lingkar lengan atas terhadap tinggi badan dan lain – lain.
3. Berat badan, merupakan ukuran antropometri yang penting dan
paling sering digunakan pada waktu memeriksa kesehatan anak
pada semua kelompok umur yang merupakan peningkatan atau
penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh antara lain tulang,
otot, lemak, cairan tubuh dan lain – lain.
4. Tinggi badan, merupakan parameter yang penting bagi keadaan
yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui
dengan tepat. Disamping itu tinggi badan merupakan ukuran yang
kedua yang penting karena dengan menghubungkan berat badan
terhadap tinggi badan, faktor umur dapat dikesampingkan.
2.2.6. Berat Badan Bayi
Bayi baru lahir adalah kira – kira 3000 gram, biasanya anak
laki – laki lebih berat dari anak perempuan. Lebih kurang 95% bayi
cukup bulan mempunyai berat badan antara 2500 – 4500 gram. Pada
bayi yang lahir cukup bulan, berat badan waktu lahir akan kembali
pada hari ke 10. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir
pada bayi umur 5 bulan, menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur
1 tahun dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun.
Kenaikan berat badan anak pada tahun pertama kehidupan, kalau
26
anak mendapat gizi yang baik adalah berkisar antara : 700 – 1000
gram/bulan pada triwulan I, 500 – 600 gram/ bulan pada triwulan II,
340 – 450 gram/bulan pada triwulan III, 250 -350 gram/bulan pada
triwulan IV. ( Ai yeyeh dan Lia, 2010 )
Tabel 2.1. Berat Badan Dan Tinggi Badan (0-12 bulan)
Umur Berat ( Gram ) Tinggi Badan ( Cm )
Standar 80% standar Standar 80% standar
Lahir 3.400 2.700 50.5 40.5
0 - 1 Bulan 4.300 3.400 55.0 43.5
2 Bulan 5.000 4.000 58.0 46.0
3 Bulan 5.700 4.500 60.0 48.0
4 Bulan 6.300 5.000 62.5 49.5
5 Bulan 6.900 5.500 64.5 51.0
6 Bulan 7.400 5.900 66.0 52.5
7 Bulan 8.000 6.300 67.5 54.0
8 Bulan 8.400 6.000 69.0 55.5
9 Bulan 8.900 7.100 70.5 56.5
10 Bulan 9.300 7.400 72.0 57.5
11 Bulan 9.600 7.700 73.5 58.5
12 Bulan 9.900 7.900 74.5 60.0
Sumber : Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI, 2002
27
Tabel 2.2. Klasifikasi Berat badan bayi
INDEKS STATUS GIZI AMBANG BATAS
Berat badan menurut Gizi lebih > + 2 SD
umur ( BB/U ) Gizi baik ≥ -2 SD sampai +2 SD
Gizi kurang < -2 SD sampai ≥ -3 SD
Gizi buruk < – 3 SD
Tinggi Badan menurut Normal ≥ 2 SD
umur ( TB / U ) Pendek < -2 SD
Berat badan menurut Gemuk > + 2 SD
tinggi badan ( BB / TB ) Normal ≥ -2 SD sampai + 2 SD
Kurus < -2 SD sampai ≥ -3 SD
Kurus Sekali < – 3 SD
Sumber : Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI, 2002.
2.7.7. KMS
Berdasarkan informasi dari KMS, Ibu dapat mengetahui indeks berat
badan menurut umur (BB/U). Berat badan menggambarkan masa tubuh (otot
dan lemak) yang sensitif terhadap perubahan yang mendadak seperti keadaan
sakit infeksi, penurunan nafsu makan atau penurunan jumlah makanan yang
dikonsumsi. Untuk mengetahui pertumbuhan anak diperlukan minimal 3 kali
pengukuran. Bisa saja berpatokan pada 2 kali pengukuran namun ini tidak
ideal. Berbeda dengan status gizi yang bisa ditentukan secara on the spot atau
1 kali pengukuran. Jadi intinya yang disebut tumbuh tidak bisa hanya melihat
asal berat badan naik saja. Pertumbuhan tersebut mungkin akan tergambar
sebagai salah satu tiga garis lengkung berikut, yaitu:
1. Garis berat badan yang menanjak dengan keterangan teruskan dibulan
berikutnya, menyatakan bahwa anak tumbuh baik dan sehat.
28
2. Garis berat badan yang cenderung rata selama dua bulan, atau menanjak
tetapi tidak mengikuti pola pertumbuhan pada KMS, menyatakan bahwa
anak kurang mendapat makanan yang memadai, seperti lebih banyak
makanan selama bulan berikutnya.
3. Garis berat badan yang menurun menyatakan bahwa ibu harus mencari
nasihat khusus dan memastikan bahwa anak balita tidak sakit, harus
diberikan makanan dan gizi tambahan.
Gambar 1. Pertumbuhan Normal
29
Jika kurva pertumbuhan anak mengikuti pola seperti gambar diatas
(warna biru) dikatakan pertumbuhan normal walaupun kenaikan berat badan
selalu berada pada area kuning. Pertumbuhan dikatakan normal atau baik jika
berat badan, panjang (tinggi) badan, dan lingkar kepala naik pada
pengukuran berikutnya. Khusus untuk berat badan lebih tepatnya jika:
1. Berada pada pita warna yang sama dengan bulan lalu
2. Atau naik sedikit pada pita warna diatasnya.
3. Prinsip dasarnya adalah usahakan pertumbuhan berada pada pita yang
sama.
30
Gambar 2. Pertumbuhan Terganggu
Kurva merah pada gambar 2 menunjukkan pertumbuhan yang
terganggu walaupun tampak ada kenaikan berat badan. Dapat pula
dikatakan anak tidak tumbuh. Pada pola seperti ini jika pada pengukuran
bulan berikutnya berat badan masih menurun dan bahkan masuk area
kuning anak dikatakan gagal tumbuh (failure to thrive), Ibu harus segera
konsultasi pada dokter spesialis anak.
Gambar 3. Berat Badan Tidak Naik
31
Sedangkan berat badan tidak naik sendiri dapat dikategorikan menjadi tiga
sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 3 yaitu
1. Garis pertumbuhan menurun, atau lebih rendah dari bulan lalu
2. Garis pertumbuhan mendatar, atau sama dengan bulan lalu
3. Garis pertumbuhan naik, tetapi pindah ke pita warna di bawahnya
32
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Konsep ASI Eksklusif
2.1.1. Pengertian
ASI eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI sela
bulan tanpa makanan tambahan cairan lain, seperti susu for
jeruk, madu, air teh, dan air putih serta tanpa tambahan mak
padat, seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan na
kecuali vitamin, mineral dan obat. ( Dwi Sunar, 2012 )
ASI merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik
bayi yang bersifat ilmiah. ASI mengandung berbagai zat gizi
dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bay
Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian
eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti i
tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuha
perkembangannya. ASI memberikan semua energi dan gizi ( n
) yang dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan pertama kelahiran
2.1.2. Manfaat ASI eksklusif
1. Manfaat untuk bayi :