0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan73 halaman

Standar Sarana Prasarana PAUD dan Pendidikan

Draf sarpras

Diunggah oleh

Sudirja dirja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan73 halaman

Standar Sarana Prasarana PAUD dan Pendidikan

Draf sarpras

Diunggah oleh

Sudirja dirja
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DRAF PETUNJUK TEKNIS

STANDAR SARANA DAN PRASARANA PADA


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG
PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN
MENENGAH

Oleh

Tim Penyusun

PUSAT STANDAR DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN


BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
2023

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Penyusunan Petunjuk Teknis
Standar Sarana Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini, jenjang Pendidikan
Dasar, dan jenjang Pendidikan Menengah.

Petunjuk teknis ini disusun sebagai turunan dari Peraturan Menteri


Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 22
Tahun 2023 Tentang Standar Sarana Prasana pada Pendidikan Anak Usia Dini,
jenjang Pendidikan Dasar, dan jenjang Pendidikan Menengah, pasal 27 yang
menyatakan bahwa “Rincian sarana, prasarana, sarana spesifik, dan prasarana
spesifik pada pendidikan anak usia dini, Jenjang Pendidikan dasar, dan Jenjang
Pendidikan menengah diatur dalam petunjuk teknis yang ditetapkan oleh pemimpin
unit utama terkait”. Petunjuk Teknis Standar Sarana dan Prasarana ini dapat menjadi
acuan bagi pemerintah, pemerintah daerah, penyelenggara Pendidikan oleh
masyarakat, dan satuan pendidikan dalam penyediaan sarana dan prasarana dalam
menunjang pembelajaran dan ketuntasan belajar peserta didik.

Kami mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah


membantu dan mendukung kelancaran dalam penyusunan Petunjuk Teknis Standar
Sarana Prasarana Pendidikan Anak Usia Dini, jenjang Pendidikan Dasar, dan jenjang
Pendidikan Menengah mulai dari awal proses penulisan sampai dengan peluncuran.

Demikian Petunjuk Teknis Standar Sarana Prasarana Pendidikan Anak Usia


Dini, jenjang Pendidikan Dasar, dan jenjang Pendidikan Menengah kami buat,
semoga Petunjuk Teknis ini dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan
dalam penyediaan dan pengelolan sarana dan prasana yang lebih baik.

Jakarta, ……, Agustus 2023

Kepala BSKAP

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
C. Sasaran/Pengguna 3
D. Ruang Lingkup 3

BAB II KETENTUAN UMUM SARANA DAN PRASARANA 4


A. Sarana 4
B. Prasarana 6
1. Lahan 6
2. Bangunan 8
3. Ruang 12
C. Sarana dan Prasarana Spesifik 16
1. Sarana Spesifik 16
2. Prasarana Spesifik 16
D. Perhitungan Luas Minimal Lahan dan Bangunan 17
1. Simulasi perhitungan Luas Lahan Minimal dan Luas
Bangunan Minimal 18
2. Contoh Stimulasi Perhitungan Luas Bangunan Tidak
Bertingkat 19

BAB III KETENTUAN TEKNIS SARANA DAN PRASARANA 21


MENURUT SATUAN PENDIDIKAN
A. PAUD/RA 21
1. Prasarana 21
a. Lahan 21
b. Bangunan 22
c. Ruang 22
2. Sarana 24
B. SD/MI/Sederajat 27
1. Prasarana 27
a. Lahan 27
b. Bangunan 28
c. Ruang 29
2. Sarana 30
C. SMP/MTs/Sederajat 34
1. Prasarana 34
a. Lahan 34
iii
b. Bangunan 35
c. Ruang 36
2. Sarana 37
D. SMA/MA/Sederajat 41
1. Prasarana 41
a. Lahan 41
b. Bangunan 42
c. Ruang 43
2. Sarana 44
E. SMK/MAK/Sederajat 49
1. Prasarana 49
a. Lahan 49
b. Bangunan 50
c. Ruang 51
2. Sarana 52
F. Pendidikan Kesetaraan (Paket A, B, dan C) 57
1. Prasarana 57
a. Lahan 57
b. Bangunan 57
c. Ruang 58
2. Sarana 59
G. Pendidikan Khusus (SLB) 61
1. Prasarana 61
a. Lahan 61
b. Bangunan 62
c. Ruang 62
2. Sarana 63

BAB IV PENUTUP 69

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 tahun


2021 dan perubahannya melalui PP Nomor 4 tahun 2022 tentang Standar
Pendidikan Nasional, terjadi perubahan mendasar dari pemahaman standar
secara umum. Perubahan itu diperlihatkan pada penyusunan standar yang
lebih generik tidak terlalu rinci. Sebelumnya, penyusunan standar lama hanya
sebatas pada pemenuhan administrasi (compliance) satuan pendidikan,
sedangkan saat ini standar sudah mengarah kepada performance atau
sejauhmana keberfungsian dan ketercapaian implementasi standar yang
dibuat. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana,
terarah, dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai
dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

PP Nomor 57 tahun 2021 mengamanatkan Kementerian harus


menurunkan standar dalam bentuk Peraturan Menteri. Standar sarana dan
prasarana pendidikan merupakan salah satu standar pendukung (support
standard) yang sangat membantu proses pembelajaran. Sebagai standar
pendukung, standar sarana dan prasarana harus mengacu kepada standar
kompetensi lulusan pada semua jenjang.

Tahun 2023 Standar Sarana dan Prasarana sudah disahkan dalam


bentuk Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah. Pasal 1, ayat (1) dijelaskan bahwa “Standar sarana dan
prasarana adalah kriteria minimal sarana dan prasarana yang harus tersedia
pada satuan pendidikan dalam penyelenggaraan pendididkan”. Pada pasal 2
dijelaskan bahwa “Standar Sarana dan Prasarana digunakan sebagai
pedoman bagi pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan
masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana satuan
pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jenjang Pendidikan
1
Dasar (Dikdas), dan Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen).” Agar
memberikan kemudahan kepada kepala satuan pendidikan dan pendidik,
serta penyelenggara pendidikan baik pemerintah, pemerintah daerah
maupun masyarakat, dalam memahami standar, maka perlu disusun turunan
dari standar berupa petunjuk teknis (juknis) sesuai pasal 27 yang
menjelaskan “Rincian sarana, prasarana, sarana spesifik, dan prasarana
spesifik pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan
Jenjang Pendidikan Menengah diatur dalam petunjuk teknis yang ditetapkan
oleh pemimpin unit utama terkait”.

Petunjuk teknis ini memberikan acuan yang mudah dipahami dalam


pemenuhan sarana dan prasarana serta keberfungsian dalam mendukung
pembelajaran peserta didik. Petunjuk teknis yang disusun secara sistematis,
diharapkan dapat mendukung pelaksanaan proses pembelajaran bagi
seluruh satuan pendidikan di berbagai jenjang. Dengan terpenuhinya sarana
dan prasarana pendidikan di satuan pendidikan dapat membantu peserta
didik lebih mudah untuk memahami pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan
pembelajaran yang diberikan pada peserta didik tidak hanya teori saja, tapi
pembelajaran praktik melalui berbagai sarana/media pembelajaran yang
memberikan pemahaman secara lebih komprehensif kepada peserta didik.

B. Tujuan

Tujuan dari penyusunan petunjuk teknis ini secara umum untuk


menjadi pedoman/acuan bagi pemerintah, pemerintah daerah,
penyelenggara pendidikan oleh masyarakat, dan satuan pendidikan dalam
mengimplementasikan standar yang diatur dalam Permendikbudristek
Nomor 22 tahun 2023. Secara khusus tujuan dari penyusunan juknis ini yaitu:

1. Menguraikan lebih rinci komponen sarana dan prasarana yang tertuang


dalam Permendikbudristek Nomor 22 tahun 2023.

2. Menjadi pedoman/acuan dalam perencanaan, pengelolaan, dan


pengembangan sarana dan prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD), jenjang Pendidikan Dasar, dan jenjang Pendidikan Menengah.

2
3. Menjadi pedoman/acuan penjaminan mutu sarana dan prasarana pada
Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD), jenjang Pendidikan Dasar, dan
jenjang Pendidikan Menengah.

C. Sasaran/Pengguna

Sasaran penyusunan petunjuk teknis standar sarana dan prasarana


yaitu:

1. Kementerian/Lembaga terkait yang menangani sarana dan prasarana


pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), jenjang Pendidikan Dasar, dan
jenjang Pendidikan Menengah, termasuk di dalamnya Pendidikan Khusus
dan Program Pendidikan Kesetaraan.
2. Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota) yang menangani sarana
dan prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), jenjang
Pendidikan Dasar, dan jenjang Pendidikan Menengah, termasuk di
dalamnya Pendidikan Khusus dan Program Pendidikan Kesetaraan.
3. Penyelenggara layanan pendidikan oleh masyarakat pada Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD), jenjang Pendidikan Dasar, dan jenjang Pendidikan
Menengah, termasuk di dalamnya Pendidikan Khusus dan Program
Pendidikan Kesetaraan.
4. Satuan pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD), jenjang
Pendidikan Dasar, dan jenjang Pendidikan Menengah, termasuk di
dalamnya Pendidikan Khusus dan Program Pendidikan Kesetaraan.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup petunjuk teknis ini mengatur rincian komponen sarana dan
prasarana minimal yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan pada Pendidikan
Anak Usia Dini ( PAUD), jenjang Pendidikan Dasar, dan jenjang Pendidikan
Menengah, termasuk di dalamnya Pendidikan Khusus dan Program Pendidikan
Kesetaraan.

3
BAB II

KETENTUAN UMUM SARANA DAN PRASARANA

Standar sarana dan prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD:
Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak
(TPA), Satuan PAUD Sejenis (SPS)), jenjang Pendidikan Dasar (Sekolah Dasar
(SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)/Paket A/bentuk lain yang sederajat, Sekolah
Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)/Paket B/bentuk lain
yang sederajat, dan jenjang Pendidikan Menengah (Sekolah Menengah Atas
(SMA)/Madrasah Aliyah (MA)/Paket C/bentuk lain yang sederajat, Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)/bentuk lain yang
sederajat), Pendidikan Khusus (Sekolah Luar Biasa (SLB)). Standar sarana dan
prasarana ini terdiri atas komponen:
1. Sarana.
2. Prasarana.
3. Sarana dan Prasarana spesifik.

A. Sarana

Sarana untuk semua jalur, jenjang, dan Jenis Pendidikan harus


memenuhi ketentuan:
1. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sesuai dengan kebutuhan;
2. Akomodasi karakteristik dan kebutuhan Peserta Didik dengan
memperhatikan gender, keberagaman budaya, bahasa, agama, dan
kepercayaan;
3. Penyesuaian kebutuhan akomodasi yang layak (AYL) bagi Peserta Didik
Penyandang Disabilitas (PDPD);
4. Penggunaan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar satuan
pendidikan;
5. Pemenuhan aspek:
a. Keamanan:
1) Bahan pembelajaran ramah lingkungan.

4
2) Alat pembelajaran tidak menimbulkan potensi bahaya, dari aspek
kualitas pengerjaan, desain, dan bahan.
3) Alat pembelajaran tertentu sesuai dengan standar yang berlaku
dan/atau direkomendasi oleh instansi yang berwenang.
4) Alat pembelajaran praktik tertentu dilengkapi dengan petunjuk
penggunaan.
5) Perlengkapan tidak menimbulkan potensi bahaya.
6) Perlengkapan tertentu sesuai dengan standar yang berlaku dan/
atau direkomendasikan oleh instansi yang berwenang.
7) Perlengkapan praktik dilengkapi dengan petunjuk penggunaan.
b. Kesehatan:
1) Bahan dan alat pembelajaran tidak mengandung potensi penyakit.
2) Bahan dan alat pembelajaran tidak mengandung B3 (bahan
berbahaya dan beracun).
c. Keselamatan:
1) Bahan pembelajaran yang berpotensi mencelakakan dilengkapi
dengan alat pengaman.
2) Alat pembelajaran yang berpotensi berbahaya dilengkapi dengan
alat pengaman.

6. Ramah terhadap kelestarian lingkungan.

Selain ketentuan di atas untuk sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
diberikan ketentuan tambahan berikut:
1. Sesuai dengan kebutuhan anak yang meliputi pendidikan, kesehatan, gizi,
perawatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan;
2. Keragaman dan kesempatan bermain, tahap perkembangan, dan
memfasilitasi kebebasan Peserta Didik menentukan pilihan sesuai
minatnya; dan
3. Sesuai dengan perkembangan anak, karakteristik Peserta Didik, dan
kebutuhan yang relevan bagi layanan program di satuan pendidikan anak
usia dini

5
Untuk pendidikan kejuruan selain ketentuan di atas ada ketentuan
tambahan berikut:
1. Jenis dan jumlah peralatan utama dan peralatan pendukung sesuai
dengan konsentrasi keahlian yang ditetapkan.
2. Kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup serta sesuai dengan
ketentuan lain yang relevan dengan konsentrasi keahlian.
3. Penyelenggaraan pembelajaran praktik berbasis proyek dan
penyelenggaraan uji kompetensi keahlian sesuai dengan karakteristik
konsentrasi keahlian yang dikembangkan.

B. Prasarana

Prasarana terdiri dari:

1. Lahan

Lahan harus memenuhi ketentuan berikut:


a. Luas lahan dapat menampung sarana dan prasarana pendidikan
dengan mempertimbangkan:
1) jumlah Peserta Didik per rombongan belajar dan jumlah
rombongan belajar;
2) ketuntasan belajar pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan; dan
3) jenis dan jumlah ruang.
b. Status lahan tidak dalam sengketa.
c. Tanah dan/atau bangunan dimiliki oleh pemerintah, pemerintah
daerah atau penyelenggara satuan pendidikan dibuktikan dengan
dokumen hak atas tanah yang sah (sertifikat hak
milik/pakai/hibah/wakaf).
d. Jika bukan milik sendiri, telah mendapat ijin secara formal dari
pemegang atas tanah untuk dimanfaatkan oleh satuan Pendidikan
yang dituangkan dalam dokumen perjanjian (sewa/ijin penggunaan)
dengan jangka waktu perjanjian sekurang-kurangnya 3 tahun.
e. Untuk perpanjangan perjanjian telah dilakukan sekurang-kurangnya
6 (enam) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu sewa/ijin
penggunaan.
6
f. Lahan memiliki ruang terbuka hijau, yakni sebagian dari halaman
yang tidak tertutup oleh perkerasan dalam bentuk apapun.
g. Ruang terbuka hijau tidak dijadikan lahan parkir.
h. Ditumbuhi tanaman yang dapat mendukung proses pembelajaran
satuan pendidikan sesuai dengan jenjang dan jenis Pendidikan.
i. Berada di lingkungan yang nyaman, meliputi:
1) Tidak mengandung polusi udara (indeks ambang batas
pencemaran maksimal 100 untuk semua jenjang satuan
pendidikan.
2) Tidak berada di daerah dengan tingkat kebisingan di atas 55 dB.
3) Tidak berada di daerah dengan gangguan getaran tanah (contoh
satuan pendidikan berada di samping bandara, rel kereta api).
4) Terhindar dari bahaya tanah longsor, banjir, kecelakaan lalu lintas,
ancaman bangunan, dan pohon besar yang bisa rubuh.
5) Memiliki jalur keselamatan dalam keadaan darurat menuju titik
kumpul dengan tanda/marka titik kumpul yang jelas dan mudah
terlihat bagi seluruh warga satuan pendidikan.
6) Memiliki saluran pembuangan air/drainase menuju saluran
pembuangan air lingkungan.
j. Lokasi lahan sesuai peruntukan, meliputi:
1) Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten/Kota.
2) Mendapat ijin pemanfaatan lahan dari hasil uji kelayakan dari
pemerintah Kabupaten/Kota.
k. Akses jalan yang layak, meliputi:
1) Lahan memiliki akses dari jalan umum ke lahan satuan
pendidikan dengan lebar, kemiringan serta persyaratan teknis
jalan yang memenuhi syarat untuk digunakan bagi penyandang
disabilitas.

2) Ram di luar bangunan gedung paling besar memiliki kelandaian 50


atau perbandingan antara tinggi dan kemiringan 1:12, lebar
minimal 120 cm.
l. Dalam hal lahan berupa permukaan terbuka (anjungan) di atas air
harus memenuhi kriteria:
7
1) Sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) atau rencana
detail tata ruang (RDTR) atau rencana tata ruang kabupaten/kota
(RTRK) dan/atau Rencana tata bangunan dan Lingkungan (RTBL).
2) Tidak mengganggu fungsi sarana dan prasarana yang berada di
sekitarnya.
3) Tidak mengganggu keseimbangan lingkungan dan fungsi kawasan.
4) Mempertimbangkan faktor keselamatan, kenyamanan, kesehatan,
dan kemudahan bagi warga satuan pendidikan.
5) Tidak menimbulkan perubahan arus air yang merusak lingkungan.
6) Tidak menimbulkan pencemaran.
7) Anjungan memiliki konstruksi yang kuat dan stabil untuk
menahan bangunan satuan Pendidikan di atasnya, dapat menahan
arus air dan pasang surut.
8) Mendapat persetujuan dari pihak terkait:
a) Pemilik bangunan atau area terdampak,
b) Pemerintah kabupaten/kota.
9) Anjungan memiliki akses ke jalan umum terdekat berupa
jembatan atau dermaga.

2. Bangunan

Bangunan harus memenuhi ketentuan:

a. Luas Bangunan
1) Mempertimbangkan proyeksi jumlah peserta didik per rombongan
belajar dan jumlah rombongan belajar.
2) Mencakup luas ruang sirkulasi beratap (termasuk loby, selasar/
koridor dan tangga) minimum 30% dari total luas bangunan.
3) Penghitungan luas bangunan ditentukan dari luas minimal setiap
jenis ruang pembelajaran dan ruang penunjang pembelajaran.

b. Tata Bangunan
1) Bangunan dibangun dengan tidak melanggar peruntukan tata
guna tanah yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota.
2) Pembangunan gedung atau ruang harus dirancang, dilaksanakan,
dan diawasi oleh tenaga profesional.
8
3) Bangunan dilengkapi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
4) Bangunan gedung memiliki sertifikat laik fungsi bangunan
gedung yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
5) Bangunan gedung yang merupakan cagar budaya harus dijaga tata
bangunan, pelestarian, keandalan bangunan gedung berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
6) Pemeliharaan dan perawatan bangunan satuan pendidikan
merujuk pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
7) Bangunan memenuhi aturan tentang Koefisien Dasar Bangunan
(KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Koefisien Dasar Hijau
(KDH) sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh
pemerintah daerah.
8) Kepadatan bangunan dan KDB dapat menunjang fungsi
konservasi/peresapan air dan pengendalian aliran air permukaan
(air hujan).
9) Menyediakan jalur evakuasi dan area titik kumpul jika terjadi
bencana.
10) Ketinggian bangunan tidak boleh melebihi ketentuan.
11) Jarak bebas bangunan meliputi garis sempadan bangunan (GSB)
dengan as jalan, tepi sungai, tepi pantai, jalur kereta api,
dan/atau jaringan tegangan tinggi, jarak antar bangunan dengan
batas-batas lahan dan jarak antar as jalan dengan pagar halaman

sesuai dan tidak melanggar yang ditetapkan dalam peraturan


daerah.

c. Keselamatan
1) Bangunan memiliki konstruksi yang memenuhi persyaratan
keselamatan bangunan yang ditetapkan dalam persyaratan
konstruksi.
2) Bangunan dilengkapi dengan fasilitas mitigasi bencana sesuai
peraturan perundang-undangan.
3) Jarak minimal titik kumpul dari bangunan gedung adalah 20 meter
9
dari keruntuhan.
4) Pintu ruang-ruang utama yang ada dalam bangunan harus
mengarah ke luar dengan minimal lebar lubang pintu 92 cm dan
minimal tinggi 196 cm.
5) Halaman bermain di lantai atas bangunan harus dilengkapi pagar
yang menjamin keselamatan dan keamanan peserta didik.
6) Bangunan 2 (dua) lantai atau lebih harus memiliki jalur evakuasi
berupa tangga yang memadai.

d. Kesehatan
1) Setiap bangunan harus memiliki penghawaan alami atau buatan
sesuai fungsi ruangnya.
2) Setiap bangunan harus memiliki bukaan untuk pencahayaan
alami.
3) Pencahayaan alami disesuaikan dengan fungsi bangunan dan
fungsi masing-masing ruang.
4) Setiap bangunan dilengkapi dengan pencahayaan buatan sesuai
kebutuhan.
5) Tersedia sumber air bersih yang memenuhi persyaratan
kesehatan dan kecukupan kebutuhan warga satuan pendidikan.
6) Tersedia saluran air hujan dan sanitasi di dalam dan di luar
bangunan meliputi saluran air bersih, tempat cuci tangan,
saluran air kotor dan/atau air limbah yang berfungsi dengan baik.
7) Tersedia tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang
berfungsi dengan baik. Tersedia biovori untuk sampah organik
dan barang bekas (zero sampah, sampah bisa dikelola).
8) Bahan bangunan (cat, penutup atap, plafon, penutup lantai, dll)
yang digunakan harus aman bagi kesehatan dan tidak
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

e. Kemudahan dan Kenyamanan


1) Untuk bangunan bertingkat harus menyediakan jalur akses
vertikal bagi seluruh warga satuan pendidikan termasuk
penyandang disabilitas.

10
2) Bangunan bertingkat harus menyediakan minimal 2 (dua) tangga.
Jarak maksimal antar 2 (dua) tangga yaitu 40 m. Sudut
kemiringan tangga tidak melebihi 350. Lebar bersih tangga antara
railing minimal 120 cm.
3) Lebar selasar minimal 204 cm untuk 2 (dua) jalur kursi roda dan
lebar 112 cm untuk yang 1 jalur kursi roda.
4) Ram untuk pengguna bangunan Gedung di dalam bangunan paling
besar harus memiliki kelandaian maksimal 60, atau
perbandingan antara tinggi dan panjang (kemiringan) 1:10.
5) Kenyamanan kondisi udara dalam bangunan mempertimbangkan
temperatur dan kelembapan.
6) Konstruksi bangunan mampu meredam getaran dan kebisingan
yang mengganggu proses pendidikan.
7) Pandangan dari dalam bangunan ke luar mempertimbangkan
bentuk massa bangunan, rancangan bukaan, tata ruang dalam dan
luar bangunan.
8) Bangunan di atas 4 (empat) lantai wajib menyediakan elevator dan
tangga kebakaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

f. Kelistrikan
1) Bangunan dilengkapi instalasi listrik yang memenuhi Peraturan
Umum Instalasi Listrik (PUIL 2011), dengan daya listrik sesuai
kebutuhan, minimalnya 900 VA (volt amper).

2) Kelistrikan harus memenuhi sistem proteksi yang memadai


(proteksi arus kejut, suhu berlebih, arus berlebih, petir, dan
sebagainya).
3) Instalasi listrik terpasang harus disertifikasi oleh Komite Nasional
Keselamatan Untuk Instalasi Listrik (KONSUIL) atau Perintis
Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN).
4) Perlengkapan listrik yang digunakan pada instalasi listrik harus
memenuhi SNI.

11
3. Ruang
Ruang terdiri dari:
a. Ruang kelas
1) Berfungsi sebagai tempat kegiatan pembelajaran: teori, praktik
yang tidak memerlukan peralatan khusus, dan/atau praktik
dengan alat khusus yang mudah dihadirkan.
2) Jumlah minimal ruang kelas sama dengan jumlah rombongan
belajar, kecuali untuk jenjang SMK/MAK.
3) Pada jenjang SMK jumlah ruang kelas akan berkurang
(menyesuaikan) dengan bertambahnya jumlah ruang praktik
siswa.
4) Luas minimal ruang kelas tergantung jenjang dan jenis pendidikan,
serta proyeksi jumlah peserta didik per rombongan belajar.
5) Rasio minimal luas ruang kelas PAUD dan SLB adalah 3 m 2 per
peserta didik (tidak hanya ruang tertutup tetapi ruang terbuka
untuk ruang gerak peserta didik). Untuk SLB di tambah 50% untuk
sirkulasi di dalam ruang kelas SLB.
6) Rasio minimal luas ruang kelas untuk SD, SMP, SMA, SMK,
Pendidikan kesetaraan (Paket A, B, C), dan bentuk lain sederajat
yaitu 2 m2 per peserta didik.
7) Luas minimal ruang kelas PAUD dengan jumlah peserta didik 1
sampai dengan 10 (sepuluh) orang yaitu 30 m2.

8) Luas minimal ruang kelas SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA,


SMK/MAK, program Pendidikan Kesetaraan, dan bentuk lain
sederajat dengan jumlah peserta didik 1 sampai dengan 15
(lima belas) orang yaitu 30 m2.
9) Luas minimal ruang kelas SLB (TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB)
dengan 1 sampai dengan 5 (lima) peserta didik per rombongan
belajar yaitu 22,5 m2.
10) Bentuk ruang kelas disesuaikan dengan metode pembelajaran.

b. Ruang Perpustakaan
1) Berfungsi sebagai tempat kegiatan untuk memperoleh berbagai
informasi dari bahan pustaka pada jenjang Pendidikan Dasar dan
12
Pendidikan Menengah.
2) Luas minimal ruang perpustakaan sama dengan luas 1 (satu)
ruang kelas.
3) Dilengkapi dengan sarana perpustakaan yang disesuaikan dengan
koleksi dan pelayanan, untuk menjamin keberlangsungan fungsi
perpustakaan dan kenyamanan.
4) Ruangan dalam perpustakaan minimal meliputi:
a) area koleksi,
b) area baca,
c) area kerja (pelayanan),
d) khusus area koleksi harus mempertimbangkan keamanan
penyimpanan koleksi literasi dengan memperhatikan
kecukupan cahaya dan kelembaban udara.

c. Ruang Laboratorium
1) Berfungsi sebagai ruang untuk pembelajaran praktik yang
memerlukan peralatan khusus untuk jenjang Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah.
2) Luas minimal ruang laboratorium sama dengan 1,5 (satu
setengah) dari luas ruang kelas.
3) Dilengkapi dengan sarana laboratorium yang disesuaikan dengan
model, metode, strategi, dan tujuan pembelajaran.

d. Ruang Administrasi
1) Berfungsi sebagai ruang kepala satuan pendidikan, ruang
pendidik, dan/atau ruang tata usaha untuk melaksanakan
kegiatan pengelolaan dan layanan administrasi satuan pendidikan.
2) Berupa ruangan terpisah atau berada dalam 1 (satu) ruangan yang
sama.
3) Dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan pendukung
kegiatan pengelolaan dan layanan administrasi sesuai dengan
kebutuhan satuan pendidikan.

e. Ruang Kesehatan
1) Berfungsi sebagai tempat penanganan dini warga satuan
13
pendidikan yang mengalami gangguan kesehatan untuk semua
jalur, jenis, dan jenjang pendidikan.
2) Berupa ruang tersendiri atau bagian dari ruang lain.
3) Dapat menangani 1 (satu) warga satuan pendidikan.
4) Dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan pendukung
kegiatan layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan satuan
pendidikan.

f. Tempat Beribadah
1) Berfungsi sebagai tempat untuk beribadah bagi warga satuan
pendidikan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing untuk
semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan.
2) Berupa ruang terpisah, bagian dari ruang lain, dan/atau ruang
yang digunakan dengan prinsip berbagi pakai untuk semua warga
satuan pendidikan dari berbagai agama dan kepercayaan dengan
memperhatikan norma dan ketentuan yang berlaku, sesuai
dengan kondisi satuan pendidikan; dan/atau
3) Dapat menggunakan tempat ibadah yang ada di lingkungan sekitar
satuan pendidikan.

g. Tempat Bermain atau Berolahraga


1) Berfungsi sebagai tempat yang digunakan oleh warga satuan
pendidikan untuk kegiatan bermain dan/atau berolahraga dalam
rangka meningkatkan kebugaran dan kesehatan yang
pelaksanaannya dapat dilakukan di dalam atau di luar ruangan
pada semua jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan.
2) Bentuk dan luas disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik
masing-masing satuan Pendidikan.
3) Apabila luas tidak mencukupi dapat menggunakan fasilitas
tempat bermain atau olahraga yang ada di sekitar satuan
pendidikan.
4) Dilengkapi dengan peralatan sesuai dengan kurikulum satuan
pendidikan.

14
h. Kantin
1) Berfungsi sebagai tempat jual beli atau distribusi makanan dan
minuman yang sehat dan aman bagi warga satuan Pendidikan.
2) Berupa ruang tersendiri atau bagian dari ruang lain.
3) Berlokasi di tempat yang aman dari potensi pencemaran.
4) Dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan kantin sehat
sesuai kondisi satuan pendidikan.

i. Ruang Sirkulasi
1) Berfungsi sebagai penghubung antar ruang dan antar permukaan
lantai.
2) Bentuk ruang sirkulasi dapat berupa selasar, tangga, dan ram
(tangga landai) yang dilengkapi dengan atap.
3) Selasar, tangga, dan ram harus mudah, aman, dan nyaman,
termasuk untuk penyandang disabilitas. Lebar, kemiringan, jenis
permukaan, dan detail lainnya sesuai dengan ketentuan teknis yang
berlaku.

j. Toilet
1) Berfungsi sebagai fasilitas sanitasi untuk tempat buang air besar
dan kecil serta tempat cuci tangan dan muka.
2) Desain memperhatikan usia dan jenis kelamin.
3) Jumlah toilet sama dengan jumlah rombongan belajar yang ada di
satuan pendidikan yang salah satunya adalah 1 (satu) toilet untuk
Penyandang Disabilitas.
4) Ukuran dan desain toilet disabilitas disesuaikan dengan peraturan
perundang-undangan.
5) Toilet dilengkapi dengan septictank, saluran pembuangan air
kotor, dan tersedia air bersih.
6) Terletak dalam area yang mudah dijangkau dari ruang kelas,
menjaga privasi pengguna, dan aman terhadap potensi tindak
asusila.

15
C. Sarana dan Prasarana Spesifik

1. Sarana Spesifik
Sarana spesifik berlaku untuk pendidikan khusus bagi peserta didik
penyandang disabilitas yang terdiri atas:

a. Peralatan pengembangan kekhususan.


sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Peserta Didik
Penyandang Disabilitas.
b. Peralatan pengembangan keterampilan.
sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Peserta Didik
Penyandang Disabilitas, dan memenuhi persyaratan kesehatan,
keselamatan kerja, dan lingkungan hidup serta ketentuan lain yang
sesuai.

2. Prasarana Spesifik

Prasarana spesifik berlaku untuk Pendidikan Anak Usia Dini,


Pendidikan Kejuruan, dan Pendidikan Khusus bagi penyandang
disabilitas.

a. Pendidikan anak usia dini terdiri atas:


1) Ruang Kegiatan Literasi Anak.
a) Sesuai dengan jumlah dan karakteristik Peserta Didik, dan
kebutuhan yang relevan bagi layanan program di satuan
pendidikan anak usia dini; dan
b) Berupa ruang tersendiri atau bagian dari ruang lain.

2) Ruang Laktasi.
a) Ruang laktasi diperuntukan bagi Lembaga TPA yang
menyelenggarakan Pendidikan anak usia 0 – 2 tahun.
b) Dapat berupa ruang tersendiri atau bagian dari ruang lain.
c) Dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan sesuai
kebutuhan.

b. Prasarana spesifik pada Pendidikan Kejuruan berupa ruang praktik


siswa. Ketentuan untuk setiap 1 (satu) ruang praktik siswa yaitu:
1) Melayani sampai dengan 6 (enam) rombongan belajar.
16
2) Luas minimal ruang praktik siswa yaitu 150 m2.
3) Berlaku untuk 1 (satu) konsentrasi keahlian (KK).
4) Terdiri dari sub ruang dan/atau area kerja sesuai dengan
karakteristik konsentrasi keahlian (KK).
5) Harus memenuhi persyaratan kesehatan, keselamatan kerja,
dan lingkungan hidup, sesuai dengan karakteristik konsentrasi
keahlian (KK) dan peraturan perundangan-undangan.
6) Dilengkapi sarana praktik sesuai dengan konsentrasi keahlian
(KK).

c. Pendidikan Khusus bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas


terdiri dari:
1) Ruang pengembangan kekhususan.
a) Berfungsi sebagai tempat untuk pengembangan
kemampuan spesifik sesuai dengan ragam disabilitas pada
tingkat TKLB dan SDLB.
b) Berupa ruang tersendiri atau bagian dari ruang lain.
c) Dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan sesuai
dengan ragam disabilitas.
2) Ruang pengembangan keterampilan.
a) Berfungsi sebagai tempat untuk pelatihan keterampilan
untuk mendukung kemandirian Peserta Didik Penyandang
Disabilitas untuk SMPLB dan SMALB sesuai dengan ragam
disabilitas.
b) Berupa ruang tersendiri atau bagian dari ruang lain.
c) Dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan sesuai
dengan jenis keterampilan yang diajarkan.

D. Perhitungan Luas Minimal Lahan dan Luas Minimal Bangunan

Dalam perhitungan lahan dan bangunan dapat digunakan rumus


berikut ini.

Luas lahan minimal didasarkan atas luas lantai dasar bangunan dan KDB di
setiap lokasi yang bisa berbeda-beda antara 1 daerah dengan daerah lain.

17
Dalam simulasi yang ditampilkan dalam juknis ini menggunakan KDB 30%
dan 60%. Untuk perhitungan luas lahan minimal menggunakan rumus:

Luas lantai pertama dibagi dengan KDB yang berlaku di lokasi.

Luas lantai bangunan minimal dihitung berdasarkan jumlah rombongan


belajar, jumlah peserta didik per rombongan belajar, dan jumlah lantai
bangunan.

Luas lantai dasar bangunan minimal mencakup ruang sirkulasi sebesar 30%
untuk bangunan 1 lantai tidak termasuk tangga, 40% untuk bangunan 2 lantai
sudah mencakup tangga, dan 45% untuk bangunan 3 lantai sudah mencakup
tangga.

Luas total lantai bangunan minimal = jumlah luas ruangan + ruang


sirkulasi.

Luas lantai pertama dari bangunan bertingkat adalah luas total bangunan
minimal dibagi dengan jumlah lantai.

Jika ruangan Lembaga PAUD merupakan bagian dari bangunan lain, maka
perhitungan luas lahan harus ditambahkan dengan luas ruangan lainnya
tersebut.

1. Simulasi Perhitungan Luas Lahan Minimal dan Luas Bangunan Minimal

Luas lahan minimal dapat dihitung setelah diketahui:


a. luas bangunan, jika bangunan tidak bertingkat dan luas bangunan lantai dasar
(pertama) bila bangunan bertingkat , dan
b. Koefisien daerah bangun disingkat KDB, yaitu perbandingan antara luas lantai dasar
bangunan dan luas lahan yang iijinkan oleh pemerintah kota atau kabupaten untuk
setiap lokasi melalui suatu peraturan. KDB biasa dinyatakan dalam persentase.
Angka ini bisa berbeda-beda untuk lokasi yang berbeda. Di kawasan tengah kota
biasanya KDB yang diijinkan tinggi. Sedangkan di kawasan yang dilindungi KDBnya
bisa sangat rendah.

Luas lahan minimal yang memenuhi ketentuan tentang KDB setempat sama dengan luas
lantai dasar bangunan dibagi dengan KDB maksimal yang diijinkan. Sebagai contoh, jika
luas lantai dasar bangunan adalah 1.000 m2 dan KDB maksimal yang diijinkan adalah
18
60%, maka luas lahan minimal yang dibutuhkan adalah 1000 m2 : 0,6 = 1.666 m2. Jika KDB
yang berlaku adalah 30% maka luas lahan minimal yang diperlukan adalah 1.000 m2 : 0,3
= 3.333 m2.
Apabila luas lantai bangunan 1.000 m2 tetapi bertingkat 2 (dua) dan KDB yang diijinkan
maksimal 60% maka luas lahan minimal yang dibutuhkan adalah 1.000 m2 : 2 lantai : 0,6
= 833,33 m2. Jika KDB yang diijinkan 30% maka lahan yang dibutuhkan minimal adalah
1.000 m2 : 2 lantai : 0,3 = 1.666,66 m2.

2. Contoh Simulasi Perhitungan Luas Bangunan Tidak Bertingkat.


Luas bangunan minimal merupakan penjumlahan dari ruang-ruang yang diatur dalam
Peraturan Menteri nomor 22 tahun 2024 mengenai Standar Sarana Prasarana Satuan
Pendidikan pasal 25, kemudian ditambah dengan ruang sirkulasi sebesar 30%.
Luas setiap ruang kelas = jumlah peserta didik x 2 m2 per peserta didik untuk satuan
pendidikan dasar dan menengah, dengan luas minimal adalah 30 m2. Untuk satuan PAUD
luas ruang kelas = jumlah peserta didik X 3 m2, dengan luas minimal adalah 30 m2. Untuk
satuan pendidikan luar biasa luas setiap ruang kelas adalah 5 peserta didik x 3 m2
ditambah ruang dirkulasi di dalam ruang sebesar 50%, sama dengan 22,5 m2.
Luas ruang administrasi, merangkap pimpinan dan ruang guru untuk SD 30 m2, untuk
satuan pendidikan menengah = luas ruang kelas = jumlah peserta didik x 2 m2. Untuk
Pendidikan luar biasa luasnya sama dengan luas ruang kelas.
Luas ruang perpustakaan untuk satuan pendidikann dasar dan menengah serta
pendidikan luar biasa = luas ruang kelas
Luas laboratorium = 1,5 X luas ruang kelas = jumlah peserta didik per kelas X 2 m2.
Ruang Pembelajaran Siswa untuk praktek pada SMK minimal 150 m2.
Luas ruang kesehatan diasumsikan 12 meter persegi
Luas ruang ibadah diasumsikan 24 meter persegi
Luas kantin diasumsikan 8 peter persegi.
Luas toilet sama dengan luas toilet disabilitas, diasumsikan 3,5 m2, ditambah luas toilet
lainnya sejumlah rombel dikurangi 1 dikalikan dengan luas minimal yang diasumsikan
2,5 meter persegi.
Luas bangunan satuan pendidikan tidak bertingkat adalah jumlah dari ruang-ruang
tersebut di atas ditambah dengan ruang sirkulasi 30%.
Luas lantai dasar satuan pendidikan bertingkat adalah jumlah dari ruang-ruang tersebut
di atas ditambah dengan ruang sirkulasi sebesar:
19
a. 40% untuk bangunan 2 lantai,
b. 45% untuk bangunan 3 lantai dan
c. 50% untuk bangunan 4 lantai.
Luas lantai dasar minimal satuan pendidikan bertingkat 2 (dua) adalah luas total
termasuk sirkulasi yang 40% dibagi 2. Luas lantai dasar satuan pendidikan bertingkat 3
adalah total luas lantai termasuk sirkulasi 45% dibagi 3. Untuk yg berlantai 4 termasuk
sirkulasi 50% dibagi 4.

20
BAB III

KETENTUAN TEKNIS SARANA DAN PRASARANA MENURUT


SATUAN PENDIDIKAN

Ketentuan teknis sarana dan prasarana ini membahas prasarana


terlebih dahulu yang terdiri dari lahan, bangunan, dan ruang. Selanjutnya
membahas sarana yang terdiri dari bahan pembelajaran, alat pembelajaran,
dan perlengkapan pada masing-masing ruang disetiap satuan pendidikan.
Pada ketentuan teknis prasarana dan sarana yang ditampilkan adalah
prasarana dan sarana minimal yang harus dimiliki oleh satuan pendidikan
dalam pemberian layanan pendidikan kepada peserta didik.

A. PAUD/RA
1. Prasarana
a. Lahan
Luas lahan minimal untuk penyelenggaraan PAUD.

Jumlah Jumlah Luas lahan minimal (m2)


No.
Peserta Didik Rombel KDB 30% KDB 60%
1 1 - 10 1 220 110
2 11 - 15 1 280 140
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk ruang sirkulasi
30%)

Luas Lahan minimal untuk penyelenggaraan Tempat Penitipan


Anak.

Jumlah Jumlah Luas lahan minimal (m2)


No.
Peserta Didik Rombel KDB 30% KDB 60%
1 1 - 10 1 230 120
2 11 - 15 1 300 150
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk ruang sirkulasi
30%)

21
b. Bangunan

Luas Total Lantai Bangunan minimal Lembaga PAUD

No. Jumlah Jumlah Luas lantai Bangunan


Rombel Peserta Didik (m2) utk 1 Rombel
1. 1 1 – 10 70
2. 1 11 - 15 90
Catatan: Asumsi 1 Lantai, dibulatkan dalam puluhan (sudah
termasuk ruang sirkulasi 30%)

Luas Total Lantai Bangunan minimal Tempat Penitipan


Anak
No. Jumlah Jumlah Luas Lantai Bangunan
Rombel Peserta Didik (m2) utk 1 Rombel
1. 1 1 – 10 70
2. 1 11 - 15 90
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk ruang sirkulasi
30%)

Bangunan PAUD terdiri dari ruang kelas, ruang kegiatan literasi


anak, ruang laktasi, ruang administrasi, ruang kesehatan, tempat
beribadah, tempat bermain atau berolahraga, dan toilet.

c. Ruang
1) Ruang Kelas
Luas minimal ruang Kelas PAUD hingga 10 peserta didik
adalah 30 m2. Luas minimal ruang kelas dengan jumlah peserta
didik 15 orang yaitu 45 m2. Ruang kelas ini dapatberbagi pakai
dengan ruang kegiatan literasi.
2) Ruang Kegiatan Literasi
Ruang kegiatan literasi dapat berbagi pakai dengan ruang
kelas.
3) Ruang Laktasi
Ruang laktasi hanya ada pada Lembaga PAUD yang
menyelenggarakan Pendidikan usia 0 – 2 tahun, seperti TPA.
Ruang laktasi dapat berbagi ruang dengan ruang administrasi.

22
4) Ruang Administrasi
Untuk simulasi perhitungan luas minimal ruang administrasi
pada Lembaga PAUD dapat dipakai 15 m2. Sedangkan untuk
Lembaga TPA simulasi perhitungan dapat dipakai 17 m2.

5) Ruang Kesehatan
Ruang kesehatan pada Lembaga PAUD dapat menggunakan
sebagian dari ruang administrasi.

6) Tempat Ibadah
Tempat ibadah pada Lembaga PAUD dapat menggunakan
sebagian dari ruang administrasi.

7) Tempat Bermain atau Berolahraga


Tempat bermain dan berolahraga PAUD dilaksanakan di dalam
dan di luar ruangan yang masih berada dalam lingkungan
Lembaga PAUD. Tempat bermain dan berolahraga disesuaikan
dengan usia peserta didik dan karakteristik masing-masing
satuan Pendidikan. Apabila luas tidak menyukupi dapat
menggunakan fasilitas tempat bermain atau olahraga yang ada
di sekitar satuan Pendidikan dengan didampingi oleh
pendidik.

8) Toilet
Toilet yang ada di Lembaga PAUD hanya memiliki 1 toilet
penyandang disabilitas ditambah tempat cuci tangan di luar
dan dalam toilet yang dapat digunakan oleh seluruh warga
PAUD. Untuk simulasi perhitungan luas toilet penyandang
disabilitas Lembaga PAUD dapat dipakai ukuran 4,5 m2.
Sedangkan pada lembaga TPA untuk simulasi perhitungan
luas toilet disabilitas dapat dipakai ukuran 5,5 m2.

23
2. Sarana

No. Jenis Jumlah/Rasio Deskripsi

1. Bahan Pembelajaran
a. Buku pengantar tema 1 buku per tema Materi yang
menginspirasi kegiatan
pembelajaran/main
anak
b. Poster/gambar sesuai Media publikasi yang
kebutuhan berisi tulisan, gambar
dengan atau tanpa
tulisan yang
memberikan informasi
terkait tema,
pengetahuan,
keterampilan dan sikap
untuk menstimulasi
perkembangan anak.
c. Audio dan/atau video Sesuai Pesan berbentuk audio
kebutuhan /suara untuk
mendukung kegiatan
motorik, seni dan
kegiatan pembelajaran
lain.
d. Bahan sensori motor: Sesuai Satu bahan bermain
misalnya air , pasir, ublek kebutuhan dapat digunakan untuk
beberapa kegiatan main
e. Bahan bermain Sesuai
dan beberapa stimulasi
pembangunan: misalnya cat kebutuhan
perkembangan anak.
air, playdough/tanah liat.
Misalnya, bahan
f. Bahan bermain peran: Sesuai bersumber dari
misalnya bahan masak- kebutuhan lingkungan bisa
masakkan, bahan digunakan pada
main profesi kegiatan main peran,
pembangunan,
g. Bahan bermain Sesuai sensorimotor dan
keaksaraan: misalnya kartu kebutuhan keaksaraan
huruf
h. Bahan bermain Sesuai
bersumber lingkungan: kebutuhan
misalnya pasir, batu, daun,
ranting, kayu, hewan, dan
tanaman.

24
No. Jenis Jumlah/Rasio Deskripsi
2. Alat Pembelajaran
a. Di Ruang Kelas
1) Alat Stimulasi • Alat pembelajaran yang
Perkembangan Anak disediakan harus
a) Pengembangan nilai Sesuai memfasilatasi proses
moral agama, kebutuhan stimulasi 6 aspek
misalnya: perkembangan anak
(1) Miniatur tempat usia dini yang
ibadah mencakup: a. nilai
(2) Poster/gambar agama dan moral; b.
kegiatan nilai Pancasila; c. Fisik
beribadah, motorik; d. kognitif; e.
berperilaku baik Bahasa; dan f. sosial
dan doa-doa emosional.
harian • Stimulasi bersifat
holistik dan integratif
b) Pengembangan Nilai Sesuai sehingga satu paket alat
Pancasila, misalnya: kebutuhan pembelajaran tidak
puzzle Pancasila, hanya dipakai stimulasi
puzzle rumah satu aspek
Ibadan, poster perkembangan tapi
perilaku menolong dapat untuk beberapa
sesama. atau seluruh aspek
perkembangan
c) Pengembangan fisik Sesuai
motorik, misalnya: kebutuhan • Terdapat 4 kegiatan
(1) Motorik kasar, berbeda satu hari di
misalnya: bola dalam kelas. Anak
berbagai ukuran, bergantian bermain
permainan pada 4 kegiatan
outdoor tersebut sehingga
(2) Motorik halus, penyediaan jumlah
misalnya: alat alat pembelajaran
bermain meronce, tidak harus sesuai
gunting jumlah peserta
didik.
d) Pengembangan Sesuai • Alat pembelajaran
kognitif, misalnya: kebutuhan dapat digunakan
angka, kerikil, secara bergantian
sesuai dengan minat
e) Pengembangan Sesuai anak
Sosial emosional, kebutuhan
misalnya: poster
wajah dengan
berbagai contoh
emosi, poster
perilaku emosi
positif.

f) Alat main sensori Sesuai


motor, misalnya: kebutuhan
ublek, pasir, berbagai
aroma, berbagai
tekstur, berbagai rasa.

25
No. Jenis Jumlah/Rasio Deskripsi

g) Tempat menulis, Sesuai


misalnya: papan tulis, kebutuhan
kertas

3. Perlengkapan
a. Di Ruang Kelas
1) Perabot:
a) Meja dan tempat Sesuai kebutuhan • Untuk meja dan
duduk peserta didik tempat duduk
b) Meja dan tempat peserta didik
duduk pendidik jumlahnya
c) Lemari/rak disesuaikan dengan
d) Papan Tulis jumlah peserta didik
per kelas
2) Alat:
a) Kebersihan Sesuai kebutuhan • Jumlah alat
kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
• Memiliki 2 jenis
tempat sampah
(organik dan non
organik)
b) Penanda waktu Sesuai kebutuhan
c) Bendera merah Sesuai kebutuhan
putih, lambang
garuda pancasila,
teks Pancasila, dan
foto presiden dan
foto wakil presiden
yang terpilih.
d) Alat tulis Sesuai kebutuhan
e) Penghapus Sesuai kebutuhan

b. Di Ruang Kesehatan:
1) Pengukur tinggi badan Sesuai kebutuhan
2) Timbangan berat
badan
3) Pengukur lingkar
kepala
4) Pengukur suhu tubuh
5) Buku dokumen Sesuai dengan jumlah
kesehatan peserta peserta didik.
didik
6) Tempat tidur untuk
satu peserta didik.
7) Kotak P3K Kotak yang berisi obat-
obatan untuk
pertolongan pertama.

26
c. Di Ruang Bermain Luar (outdoor), misalnya:
Bak pasir, Ayunan, Sesuai Perlengkapan ruang
Perosotan, Jungkitan, kebutuhan bermain outdoor
papan titian sekaligus sebagai alat
stimulasi
pengembangan Fisik
Motorik kasar.
Bisa menggunakan
bahan–bahan
bersumber dari alam
yang ada di lingkungan
sekitar satuan
pendidikan
d. Di Toilet
1) Gayung Sesuai Alat mengambil air
2) Tempat air kebutuhan
e. Di Ruang Literasi
1) Buku cerita Sesuai
2) Poster Gambar dengan kebutuhan
tulisan
3) Huruf dan kata
4) Angka
f. Di Ruang Laktasi
- Kursi 1 Unit

B. SD/MI/Sederajat
1. Lahan
Luas lahan minimal yang diperlukan SD/MI/bentuk lain yang
sederajat dengan jumlah peserta didik 1 – 15 orang.

Luas lahan minimal (m2)


Jumlah
No. KDB 30% KDB 60%
Rombel
Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 3 lantai 1 lantai 2 lantai 3 lantai
1 1-3 870 440
2 4-6 1.300 700 650 350
3 7-9 1.840 990 690 920 500 340
4 10 - 12 2.340 1.260 870 1.170 630 440
5 13 - 15 2.760 1.490 1.030 1.380 750 520
6 15 - 18 3.560 1.920 1.330 1.780 960 670
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk ruang sirkulasi 30%)

27
Luas lahan minimal yang diperlukan SD/MI/bentuk lain yang
sederajat dengan jumlah peserta didik 28 orang.

Luas lahan minimal (m2)


Jumlah KDB 30% KDB 60%
No.
Rombel
Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 3 lantai 1 lantai 2 lantai 3 lantai
1 1-3 1.450 720
2 4-6 2.210 1.190 1.110 60
3 7-9 3.860 2.080 1.440 1.930 1.040 720
4 10 - 12 5.490 2.960 2.040 2.750 1.480 1.020
5 13 - 15 7.910 4.260 2.940 3.960 2.130 1.470
6 15 - 18 7.550 4.070 2.810 3.780 2.040 1.410
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk ruang sirkulasi 30%)

2. Bangunan

Luas Lantai Bangunan Minimal SD dengan jumlah peserta didik 1 –


15 orang.

Luas Lantai dasar Bangunan minimal (m2)


Jumlah
No. Bangunan 1 Bangunan 2 Bangunan 3
Rombel
Lantai Lantai Lantai
(30%) (40%) (45%)
1 1-3 260
2 4-6 390 210
3 7-9 550 300 210
4 10 - 12 710 380 270
5 13 - 15 830 450 310
6 15 - 18 1.070 580 400
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk ruang sirkulasi 30%)

28
Luas Lantai Bangunan Minimal SD dengan jumlah peserta didik 28
orang.

Luas Lantai dasar Bangunan (m2)


Jumlah
No.
Rombel
Bangunan 1 Bangunan 2 Bangunan 3
lantai (30%) lantai (40%) lantai (45%)
1 1-3 440
2 4-6 660 360
3 7-9 940 510 350
4 10 - 12 1.210 650 450
5 13 - 15 1.720 930 640
6 15 - 18 1.830 990 680
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk ruang sirkulasi 30%)

Pada SD/MI/bentuk lain yang sederajat tersedia ruang kelas, ruang


perpustakaan, ruang administrasi, ruang kesehatan, tempat
beribadah, tempat bermain atau berolahraga, kantin, dan toilet.

3. Ruang
a. Ruang Kelas
Luas minimal ruang kelas SD/MI/bentuk lain yang sederajat
dengan jumlah peserta didik 1 – 15 orang maka luas minimalnya
yaitu 30 m2. Jika jumlah peserta didiknya 28 orang, maka luas
minimalnya yaitu 56 m2.
b. Ruang Perpustakaan
Luas minimal ruang perpustakaan sama dengan luas ruang kelas.
c. Ruang Administrasi
Luas minimal ruang administrasi sama dengan luas ruang kelas.
d. Ruang Kesehatan
Untuk simulasi perhitungan luas minimal ruang kesehatan dapat
dipakai 12 m2.
e. Tempat Beribadah
Untuk simulasi perhitungan luas minimal tempat beribadah dapat
dipakai 24 m2.

29
f. Tempat Bermain dan Berolahraga
Tempat bermain dan berolah raga SD/MI dilaksanakan di dalam
dan di luar ruangan yang masih berada dalam lingkungan SD/MI.
Jika tidak mencukupi dapat menggunakan lapangan umum yang
ada di sekitar SD/MI.
g. Kantin
Luas minimal kantin untuk simulasi perhitungan dapat dipakai
minimal 8 m2.
h. Toilet
Jumlah toilet disesuaikan dengan banyaknya rombongan belajar,
salah satunya untuk penyandang disabilitas. Untuk simulasi
perhitungan luas minimal toilet dapat pakai ukuran 2,5 m 2 dan
toilet penyandang disabilitas dengan ukuran 3,5 m2.

4. Sarana

No. Jenis Jumlah/ Rasio Deskripsi

1. Bahan Pembelajaran
a. Buku Teks Utama bagi Sesuai Buku pelajaran yang wajib
siswa dan guru, bisa kebutuhan digunakan dalam
berupa buku digital. pembelajaran berdasarkan
kurikulum yang berlaku.
b. Audio dan/atau Video Sesuai kebutuhan Materi dalam suatu
pembelajaran yang
mengandung pesan
berbentuk audio/suara atau
berbentuk gambar bergerak
2. Alat Pembelajaran
Untuk IPAS, misalnya: Sesuai kebutuhan Disesuaikan dengan capaian
- Gambar/simbol/karya dari pembelajaran dalam struktur
peristiwa di lingkungan sekitar; kurikulum pada fase A, B dan C.
- Gambar/bagan/alat/media
tentang sistem organ tubuh
manusia;
- Peta konvensional/digital letak
kab/kota, dan provinsi tempat
tinggalnya, dan negara Indonesia.

30
No. Jenis Jumlah/ Rasio Deskripsi

3. Perlengkapan
a. Di Ruang Kelas
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Untuk meja dan kursi
peserta didik peserta didik jumlahnya
b) Meja dan kursi disesuaikan dengan jumlah
pendidik peserta didik per kelas
c) Lemari
d) Papan tulis

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organik dan non
organik)
b) Penanda waktu
Presiden dan wakil presiden
c) Bendera merah putih,
yang sedang menjabat
lambang garuda
pancasila, teks
Pacasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden
yang terpilih
d) Alat tulis

e) Penghapus papan
tulis
b. Di Ruang Perpustakaan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi
baca disesuaikan dengan luas
b) Meja dan kursi ruang
petugas
perpustakaan
c) Lemari/rak buku

Sesuai kebutuhan
2) Alat:
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organik dan non
organik)
b) Penanda waktu

31
No. Jenis Jumlah/ Rasio Deskripsi

c. Di Ruang Administrasi
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi guru Sebanyak jumlah guru yang
b) Meja dan kursi ada di satuan pendidikan
kepala sekolah
c) Lemari
d) Brankas
e) Meja dan kursi tamu
f) Bendera merah Presiden dan wakil presiden
putih, lambang yang sedang menjabat
garuda pancasila,
teks Pancasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden yang
terpilih.

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organik dan non
organik)
b) Komputer
c) Printer
d) Penanda waktu

d. Di Ruang Kesehatan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat tidur
peserta didik
b) Meja dan kursi
c) Lemari
d) Tempat cuci
tangan

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
b) Kotak P3K disesuaikan dengan
c) Catatan kesehatan kapasitas pengguna.
peserta didik. Memiliki 2 jenis tempat
d) Penanda waktu sampah (organik dan non
e) Timbangan berat organik).
badan Kotak yang berisi obat-
f) Pengukur tinggi obatan untuk
badan pertolongan pertama.
g) Tensimeter
h) Pengukur suhu tubuh Catatan kesehatan perserta
didik sesuai dengan jumlah
peserta didik

32
No. Jenis Jumlah/ Rasio Deskripsi

e. Di Tempat Beribadah
1) Lemari penyimpan Sesuai kebutuhan
2) Penanda waktu
3) Perlengkapan ibadah Perlengkapan ibadah
4) Alat kebersihan disesuaikan dengan
kebutuhan

f. Di Tempat Bermain atau Berolahraga


1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat Perabotan yang dapat
penyimpanan dipindah-pindahkan
peralatan bermain
atau olahraga

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Tiang bendera dan
bendara
g. Di Kantin
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Perabotan dan peralatan
b) Tempat penyajian harus memperhatikan
makanan higienitas
c) Tempat cuci
tangan

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organic dan non
organic).

h. Di Toilet
1) Perabot: Sesuai kebutuhan Perabotan dan alat di toilet
a) Cermin mengakomodir kebutuhan
b) Kotak penyimpanan penyandang disabilitas.
pembalut

2) Alat:
Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
b) Gayung disesuaikan dengan
c) Tempat air kapasitas pengguna.
d) Tempat sampah Memiliki 2 jenis tempat
e) Gantungan sampah (organic dan non
pakaian/capstok organic)

33
C. SMP/MTs/Sederajat
1. Lahan
Luas lahan minimal yang diperlukan untuk penyelenggaraan
Pendidikan SMP/MTs/bentuk lain yang sederajat dengan jumlah
peserta didik 1 – 15 orang.

Luas lahan minimal


Jumlah (m2)
No. Rombel KDB 30% KDB
60%
Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 3 lantai 1 lantai 2 lantai 3 lantai
1 1-3 1.080 540
2 4-6 1.620 870 810 440
3 7-9 2.100 1.140 790 1.050 570 390
4 10 - 12 2.620 1.410 980 1.310 710 490
5 13 - 15 3.110 1.680 1.160 1.560 840 580
6 15 - 18 3.530 1.900 1.320 1.770 950 660
7 19 - 21 4.310 2.320 1.610 2.160 1.160 800
8 22 - 24 4.800 2.590 1.790 2.400 1.290 900
9 25 - 27 5.220 2.810 1.940 2.610 1.410 970
10 28 - 30 5.640 3.040 2.100 2.820 1.520 1.050
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk sirkulasi 30%)
Luas lahan minimal yang diperlukan untuk penyelenggaraan
Pendidikan SMP/MTs/bentuk lain yang sederajat dengan jumlah
peserta didik 32 orang.

Luas lahan minimal (m2)


Jumlah KDB 30% KDB 60%
No.
Rombel
Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 3 lantai 1 lantai 2 lantai 3 lantai
1 1-3 2.030 1.020
2 4-6 3.090 1.670 1.550 840
3 7-9 4.090 2.210 1.520 2.050 1.110 760
4 10 - 12 5.050 2.720 1.880 2.530 1.360 940
5 13 - 15 6.060 3.260 2.250 3.030 1.630 1.130
6 15 - 18 6.920 3.730 2.580 3.460 1.870 1.290
7 19 - 21 8.440 4.540 3.140 4.220 2.270 1.570
8 22 - 24 9.440 5.080 3.510 4.720 2.540 1.760
9 25 - 27 10.300 5.550 3.830 5.150 2.780 1.920
10 28 - 30 11.170 6.020 4.150 5.590 3.010 2.080
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk sirkulasi 30%)

34
2. Bangunan
Luas lantai bangunan minimal dengan jumlah peserta didik 1 – 15
orang.

Luas Lantai Bangunan minimal (m2)


No. Jumlah Bangunan 1 Bangunan 2 Bangunan 3
Rombel lantai (3%) lantai (40%) lantai (45%)
1 1-3 330
2 4-6 490 260
3 7-9 630 340 240
4 10 - 12 790 430 300
5 13 - 15 940 510 350
6 15 - 18 1.060 570 400
7 19 - 21 1.300 700 480
8 22 - 24 1.440 780 540
9 25 - 27 1.570 850 590
10 28 - 30 1.700 920 630
Dibulatkan dalam puluhan

Luas lantai bangunan minimal dengan jumlah peserta didik 32 orang


sebagai berikut.

Luas Lantai Bangunan minimal (m2)


No. Jumlah
Rombel Bangunan 1 Bangunan 2 Bangunan 3
lantai (3%) lantai (40%) lantai (45%)
1 1-3 610
2 4-6 930 500
3 7-9 1.230 660 460
4 10 - 12 1.520 820 570
5 13 - 15 1.820 980 680
6 15 - 18 2.080 1.120 780
7 19 - 21 2.530 1.370 940
8 22 - 24 2.830 1.530 1.060
9 25 - 27 3.090 1.670 1.150
10 28 - 30 3.350 1.810 1.250
Dibulatkan dalam puluhan

Bangunan SMP/MTs/bentuk lain yang sederajat terdiri atas ruang


kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang administrasi,

35
ruang kesehatan, tempat beribadah, tempat bermain atau berolahraga,
kantin, dan toilet.

3. Ruang
a. Ruang Kelas
Luas ruang kelas minimal untuk SMP/MTs/bentuk lain yang
sederajat dengan jumlah peserta didik 1 – 15 orang maka luas
minimalnya yaitu 30 m2. Jika jumlah peserta didik 32 orang maka
luas minimalnya yaitu 64 m2.
b. Ruang Perpustakaan
Luas minimal ruang perpustakaan sama dengan luas 1 (satu) ruang
kelas.
c. Ruang Administrasi
Luas minimal ruang administrasi sama dengan luas 1 (satu) ruang
kelas.
d. Ruang Kesehatan
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 12 m2.
e. Ruang Laboratorium
Luas ruang laboratorium 1,5 kali luas ruang kelas. Luas ruang
Laboratorium dengan jumlah peserta didik 1 – 15 orang yaitu 45 m2.
Sedangkan luas ruang laboratorium dengan jumlah peserta didik 32
orang yaitu 96 m2.
f. Tempat Beribadah
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 24 m2.
g. Tempat Bermain dan Berolahraga
Tempat bermain dan berolah raga dilaksanakan di dalam dan di luar
ruangan yang masih berada dalam lingkungan SMP. Apabila tempat
bermain atau berolahraga tidak mencukupi atau tidak tersedia
maka dapat menggunakan fasilitas bermain atu berolahraga yang
ada di sekitar SMP dengan cara berbagi pakai.
h. Kantin
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 8 m2.

36
i. Toilet
Jumlah toilet disesuaikan dengan banyaknya rombongan belajar,
salah satunya untuk penyandang disabilitas. Untuk simulasi
perhitungan luas toilet bisa pakai ukuran 2,5 m2 dan toilet
penyandang disabilitas dengan ukuran 3,5 m2.

4. Sarana

No. Jenis Jumlah/Rasio Deskripsi


1. Bahan Pembelajaran
a. Buku Teks Utama Sesuai dengan Buku pelajaran yang wajib
siswa dan guru dapat kebutuhan digunakan dalam
berupa buku digital pembelajaran berdasarkan
kurikulum yang berlaku.
b. Audio dan/atau video Sesuai kebutuhan Materi dalam suatu
pembelajaran yang
Mengandung pesan berbentuk
audio/suara atau berbentuk
gambar bergerak
c. Bahan Praktikum Sesuai kebutuhan Bahan yang digunakan
pembelajaran praktik

2. Alat Pembelajaran
Untuk IPA, misalnya: Sesuai kebutuhan Disesuaikan dengan capaian
- Alat peraga sistem organ pembelajaran dalam struktur
dengan fungsinya; kurikulum pada fase D dan sesuai
- Pengukur terhadap aspek dengan konteks daerah serta
ketersediaan guru.
fisis, dan suhu;
- Benda bersifat isolator dan
konduktor;
- Alat peraga gerak, gaya dan
tekanan;
- Alat- alat optik sederhana
- Rangkaian listrik sederhana,
magnet, dan kelistrikan;
- Sistem tata surya
- Pengukur pH

37
3. Perlengkapan
a. Di Ruang Kelas
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Untuk meja dan kursi peserta
peserta didik didik jumlahnya disesuaikan
b) Meja dan kursi dengan jumlahpeserta didik per
pendidik kelas
c) Lemari
d) Papan tulis

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
b) Penanda waktu disesuaikan dengan
c) Bendera merah kapasitas pengguna.
putih, lambang Memiliki 2 jenis tempat sampah
garuda pancasila, (organik dan non organik)
teks Pancasila, foto
presiden dan foto Presiden dan wakil presiden
wakil presiden yang yang sedang menjabat
terpilih.
d) alat tulis
e) penghapus papan
tulis

b. Di Ruang Perpustakaan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi
baca disesuaikan dengan luas
ruang
b) Meja dan kursi
petugas
perpustakaan
c) Lemari/rak buku

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
b) Penanda waktu
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik)
c. Di Ruang Laboratorium
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan Jumlah meja dan kursi praktik
kursipraktik sesuai dengan kelompok kerja
b) Meja dan
kursipendidik
c) Meja
persiapandan
demonstrasi
d) Lemari alat
e) Lemari bahan
f) Papan tulis

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
b) Alat disesuaikan dengan
38
pemadam kapasitas pengguna.
kebakaran Memiliki 2 jenis tempat sampah
c) Penanda waktu (organik dan non organik)
d) Kotak P3K Kotak yang berisi obat- obatan
untuk pertolongan pertama.
d. Di ruang administrasi
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi guru Sebanyak jumlah guru yangada
b) Meja dan kursi di satuan pendidikan
kepala sekolah
c) Meja dan kursi tata
usaha
d) Lemari
e) Brankas
f) Meja dan kursi tamu
g) Bendera Presiden dan wakil presiden
merah putih, yang sedang menjabat
lambang garuda
pancasila, teks
Pancasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden yang
terpilih.
2) Alat: Sesuai kebutuhan Jumlah alat kebersihan
a) Kebersihan disesuaikan dengan
b) Komputer kapasitas pengguna.
c) Printer Memiliki 2 jenis tempat sampah
d) Penanda waktu (organik dan non organik)

e. Di ruang kesehatan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat tidur
peserta didik
b) Meja dan kursi
c) Lemari
d) Tempat cuci tangan

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
b) Kotak P3K disesuaikan dengan
c) Catatan kesehatan kapasitas pengguna.
peserta didik Memiliki 2 jenis tempat sampah
d) Penanda waktu (organik dan non organik)
e) Timbangan berat Kotak yang berisi obat- obatan
badan untuk pertolongan pertama.
f) Pengukur tinggi
badan
g) Tensimeter
h) Pengukur
suhu tubuh

f. Di Tempat beribadah

39
1) Lemari penyimpan Sesuai kebutuhan Perlengkapan ibadah
2) Penanda waktu disesuaikan dengan
3) Perlengkapan ibadah kebutuhan.
4) Alat Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organik dan non
organik)

g. Di Tempat Bermain atau Berolah raga


1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat Perabotan yang dapat
penyimpanan dipindah-pindahkan
peralatan bermain
atau olah raga

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Tiang bendera dan
Bendera merah
putih
h. Di Kantin
1) Perabot: Sesuai kebutuhan Perabotan dan peralatan harus
a) Meja dan kursi memperhatikan higienitas
b) Tempat penyajian
makanan Jumlah alat kebersihan
c) Tempat cuci tangan disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
2) Alat: Sesuai kebutuhan Memiliki 2 jenis tempat
(1) Kebersihan sampah (organik dan non
organik)
i. Di Toilet
1) Perabot: Sesuai kebutuhan Perabotan dan alat di toilet
a) Cermin mengakomodir kebutuhan
b) Kotak penyandang disabilitas
penyimpanan
pembalut

2) Alat: Jumlah alat kebersihan


Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan disesuaikan dengan
b) Gayung kapasitas pengguna.
c) Tempat air Memiliki 2 jenis tempat sampah
d) Gantungan (organik dan non organik)
pakaian/capstok

40
D. SMA/MA/Bentuk lain yang sederajat
1. Lahan
Luas lahan untuk SMA/MA/Bentuk lain yang sederajat dengan
jumlah peserta didik 1 - 15 orang.

Luas lahan minimal (m2)


Jumlah
No. KDB 30% KDB 60%
Rombel
Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 3 lantai 1 lantai 2 lantai 3 lantai

1 1-3 1.270 640


2 4-6 1.730 930 870 470
3 7-9 2.240 1.210 840 1.120 610 420
4 10 - 12 2.830 1.520 1.050 1.420 760 530
5 13 - 15 3.830 2.060 1.430 1.920 1.030 720
6 15 - 18 4.290 2.310 1.600 2.150 1.160 800
7 19 - 21 5.060 2.720 1.880 2.530 1.360 940
8 22 - 24 5.480 2.950 2.040 2.740 1.480 1.020
9 25 - 27 6.480 3.490 2.410 3.240 1.750 1.210
10 28 - 30 7.030 3.790 2.620 3.520 1.900 1.310
11 31 - 33 7.540 4.060 2.810 3.770 2.030 1.410
12 34 - 36 7.960 6.430 2.960 3.980 2.150 1.480
Dibulatkan dalam puluhan, termasuk ruang sirkulasi 30%

Luas lahan untuk SMA/MA/Bentuk lain yang sederajat dengan


jumlah peserta didik 36 orang.

Luas lahan minimal (m2)


No. Jumlah KDB 30% KDB 60%
Rombel Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 3 lantai 1 lantai 2 lantai 3 lantai
1 1-3 2.260 1.130
2 4-6 3.230 1.740 1.620 870
3 7-9 4.200 2.260 1.560 2.100 1.130 780
4 10 - 12 5.600 3.020 2.080 2.800 1.510 1.040
5 13 - 15 7.090 3.820 2.640 3.550 1.910 1.320
6 15 - 18 8.060 4.340 3.000 4.030 2.170 1.500
7 19 - 21 9.670 5.210 3.600 4.840 2.610 1.800
8 22 - 24 10.630 5.730 4.000 5.320 2.870 1.980
9 25 - 27 12.230 6.590 4.550 6.120 3.300 2.280
10 28 - 30 13.510 7.280 5.020 6.760 3.640 2.510
Dibulatkan dalam puluhan
41
2. Bangunan
Luas lantai bangunan minimal SMA/MA/bentuk lain yang sederajat
dengan jumlah peserta didik 1 – 15 orang.

Luas Total Lantai Bangunan Minimal (m2)


No. Jumlah Rombel Bangunan 1 Bangunan 2 Bangunan 3
lantai (30%) lantai (40%) lantai (45%)

1 1-3 380
2 4-6 520 280
3 7-9 670 370 250
4 10 - 12 850 460 320
5 13 - 15 1.150 620 430
6 15 - 18 1.290 700 480
7 19 - 21 1.520 820 570
8 22 - 24 1.650 890 610
9 25 - 27 1.950 1.050 730
10 28 - 30 2.110 1.140 790
11 31 - 33 2.270 1.220 850
12 34 - 36 2.390 1.290 890
Dibulatkan dalam puluhan

Luas lantai bangunan minimal SMA/MA/bentuk lain sederajat


dengan jumlah peserta didik 36 orang.

Luas lahan minimal (m2)


No. Jumlah Rombel
Bangunan 1 Bangunan 2 Bangunan 3
lantai (30%) lantai (40%) lantai (45%)
1 1-3 820
2 4-6 1.120 610
3 7-9 1.440 780 540
4 10 - 12 1.830 990 680
5 13 - 15 2.460 1.330 920
6 15 - 18 2.760 1.490 1.030
7 19 - 21 3.270 1.760 1.220
8 22 - 24 3.560 1.920 1.330
9 25 - 27 4.190 2.260 1.560
10 28 - 30 4.570 2.460 1.700
11 31 - 33 4.890 2.630 1.820
12 34 - 36 5.180 2.790 1.930
Dibulatkan dalam puluhan

42
Bangunan yang ada di SMA/MA/bentuk lain yang sederajat terdiri
dari ruang kelas, ruang administrasi, ruang perpustakaan, ruang
laboratorium, ruang kesehatan, tempat ibadah, tempat bermain atau
berolahraga, kantin, dan toilet.

3. Ruang
a. Ruang Kelas
Luas ruang kelas dengan jumlah peserta didik 1 – 15 orang dalam
1 rombongan belajar yaitu 30 m2. Luas ruang kelas dengan jumlah
peserta didik 36 orang dalam 1 rombongan belajar yaitu 72 m2.
b. Ruang Perpustakaan
Luas minimal ruang perpustakaan sama dengan luas 1 (satu)
ruang kelas.
c. Ruang Administrasi
Luas minimal ruang administrasi sama dengan luas 1 (satu) ruang
kelas
d. Ruang Laboratorium
Luas ruang laboratorium yaitu 1,5 kali luas ruang kelas yaitu 108
m2.
e. Ruang Kesehatan
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 12 m2.
f. Tempat Beribadah
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 24 m2.
g. Tempat Bermain dan Berolahraga
Tempat bermain dan berolah raga dilaksanakan di dalam
dan/atau di luar ruangan yang masih berada dalam lingkungan
SMA. Apabila tempat bermain atau berolahraga tidak mencukupi
atau tidak tersedia maka dapat menggunakan fasilitas bermain
atau berolahraga yang ada di sekitar SMA dengan cara berbagi
pakai.
h. Kantin
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 8 m2.

43
i. Toilet
Jumlah toilet disesuaikan dengan banyaknya rombongan belajar.
Ketersediaan toilet tersebut, salah satunya untuk penyandang
disabilitas. Untuk simulasi perhitungan luas toilet biasa pakai
ukuran 2,5 m2 dan toilet penyandang disabilitas dengan ukuran 3,5
m2.

4. Sarana

Jumlah/
No. Jenis Deskripsi
Rasio
1. Bahan Pembelajaran
a. Buku Teks Utama Sesuai Buku pelajaran yang wajib
untuk guru dan kebutuhan digunakan dalam pembelajaran
peserta didik, berdasarkan kurikulum yang
termasuk buku berlaku.
digital
b. Audio dan/ atau Sesuai Materi dalam suatu pembelajaran
video kebutuhan yang mengandung pesan
berbentuk audio/suara
c. Bahan Praktikum Sesuai Bahan yang digunakan
kebutuhan pembelajaran praktik termasuk
dapat berupa perangkat lunak
(software) yang mendukung
pembelajaran virtual dan aplikasi
untuk pembelajaran praktikum
Fisika, Kimia, Biologi, Akuntansi,
Geografi, Desain Grafis,
Kecakapan Hidup dan Aplikasi
lainnya.

2. Alat Pembelajaran
Peralatan untuk menunjang Sesuai kebutuhan Disesuaikan dengan capaian
praktikum pada mata pelajaran pembelajaran dalam struktur kurikulum
Fisika, Kimia, dan Biologi. pada fase E dan F, sesuai dengan konteks
Untuk mata pelajaran Fisika daerah dan keberadaan guru mapelnya.
pada Fase E, misalnya:
- Aplikasi teknologi untuk
membuat projek sederhana
atau simulasi visual seperti
tentang energi alternatif,
pemanasan global,
pencemaran lingkungan,
pemanfaatan limbah dan
bahan alam.
Untuk mata pelajaran Fisika
pada Fase F, misalnya
Peralatan untuk:
- menerapkan konsep dan
prinsip vektor, kinematika
dan dinamika gerak partikel,
usaha & energi, fluida,
getaran, gelombang bunyi
dan gelombang cahaya;
44
- menerapkan konsep dan
prinsip kelistrikan dan
kemagnetan;
- menerapkan konsep dan
prinsip gejala gelombang
elektromagnetik;
- penerapan konsep fisika inti
dan radioaktivitas dalam
kehidupan sehari-hari
3. Perlengkapan
a. Ruang Kelas
1) Perabot: Sesuai kebutuhan Untuk meja dan kursi peserta
a) meja dan kursi didik jumlahnya disesuaikan
peserta didik dengan jumlah peserta didik per
b) meja dan kursi kelas
pendidik
c) lemari
d) papan tulis

2) Alat:
Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan
b) Penanda waktu
c) Bendera merah Presiden dan wakil presiden yang
putih, lambang sedang menjabat
garuda
pancasila, teks
PAcasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden
yang terpilih.
d) Alat tulis
e) Penghapus
papan tulis

b. Ruang Perpustakaan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan Jumlah meja dan kursi dalam 1
a) Meja dan kursi set untuk membaca dapat
baca disesuaikan dengan luas ruang
b) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi dalam 1
petugas set untuk petugas perpustakaan
perpustakaan dapat disesuaikan dengan
c) Lemari/rak buku jumlah petugas
Jumlah lemari/rak buku dapat
Sesuai kebutuhan
2) Alat: disesuikan dengan banyak buku.
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
b) Komputer disesuaikan dengan kapasitas
c) Penanda waktu pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik)

45
c. Ruang Laboratorium IPA
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi praktik
praktik disesuaikan dengan kelompok
b) Meja dan kursi kerja.
pendidik
c) Meja persiapan
dan
demonstrasi
d) Lemari alat
e) Lemari bahan
f) Papan tulis
2) Alat: Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
b) Alat pemadam disesuaikan dengan kapasitas
kebakaran pengguna.
c) Penanda waktu Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik).
d) Kotak P3K Kotak yang berisi obat-obatan
untuk pertolongan pertama.

d. Ruang Laboratorium IPS/Keterampilan/ Multimedia


1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Formasi meja dan kursi dalam
praktik ruang laboratorium, dapat
disesuaikan dengan jenis
kegiatan praktik yang
dilaksanakan.
b) Meja dan kursi
pendidik
c) Meja persiapan
dan demonstrasi
d) Lemari alat
e) Lemari bahan
f) Papan tulis
2) Alat: Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan. Jumlah alat kebersihan
b) Alat pemadam disesuaikan dengan kapasitas
kebakaran pengguna.
c) Penanda waktu Memiliki 2 jenis tempat sampah
d) Kotak P3K (organik dan non organik).

Kotak yang berisi obat-obatan


untuk pertolongan pertama.

46
e. Ruang administrasi
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi dalam 1
guru set, disesuiakan dengan jumlah
b) Meja dan kursi guru yang ada di satuan
kepala sekolah Pendidikan.
dan wakil kepala
sekolah
c) Meja dan kursi
tata usaha
d) Lemari
e) Brankas
f) Meja dan kursi
tamu
g) Bendera merah Presiden dan wakil presiden yang
putih, lambang sedang menjabat
garuda
pancasila, teks
Pancasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden
yang terpilih.

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
b) Komputer Memiliki 2 jenis tempat sampah
c) Printer (organik dan non organik).
d) Penanda waktu
f. Ruang Kesehatan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat tidur
peserta didik
b) Meja dan kursi
c) Lemari
d) Tempat cuci
tangan

2) Alat:
a) Kebersihan
Sesuai kebutuhan
Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik).
Kotak yang berisi obat-obatan
untuk pertolongan pertama.
b) Kotak P3K Sesuai dengan jumlah peserta
didik.
c) Catatan Kotak yang berisi obat-obatan
kesehatan untuk pertolongan pertama.
peserta didik Sesuai jumlah peserta didik
d) Penanda waktu
e) Timbangan berat
badan
f) Pengukur tinggi
badan
g) Tensimeter
47
h) Pengukur suhu
tubuh
g. Tempat beribadah
1) Lemari penyimpan Sesuai Kebutuhan
2) Penanda waktu
3) Perlengkapan Perlengkapan ibadah disesuaikan
ibadah dengan kebutuhan
4) Alat kebersihan
h. Tempat bermain atau berolah raga
1) Perabot: Sesuai Kebutuhan
a) Tempat Perabotan yang dapat dipindah-
penyimpanan pindahkan
peralatan bermain
atauolah raga
2) Alat: Sesuai Kebutuhan
a) Tiang bendera
dan Bendera

i. Kantin
1) Perabot: Sesuai Kebutuhan Perabotan dan peralatan harus
a) Meja dan kursi memperhatikan higienitas
b) Tempat Jumlah meja dan kursi dalam 1
penyajian set, menyesuaikan kebutuhan
makanan dan ketersediaan area kantin
c) Tempat cuci Tempat penyajian bentuknya
tangan menyesuaikan ketersediaan area
kantin
2) Alat: Dilengkapi keran + air bersih
a) Kebersihan Sesuai Kebutuhan yang mengalir.
Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organic dan non organic).

j. Toilet
1) Perabot: Sesuai Kebutuhan
a) Cermin Perabotan dan alat di toilet
b) Kotak mengakomodir kebutuhan
penyimpanan penyandang disabilitas.
pembalut
2) Alat: Sesuai Kebutuhan
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
b) Gayung disesuaikan dengan kapasitas
c) Tempat air pengguna.
d) Gantungan Memiliki 2 jenis tempat sampah
pakaian/capstok (organic dan non organic).

48
E. SMK/MAK/Sederajat
1. Lahan
Luas lahan minimal SMK/MAK/Bentuk lain yang sederajat dengan
jumlah peserta didik 1 – 15 orang.

Luas lahan minimal (m2)


Jumlah
KDB 30% KDB 60%
No. Rombel
Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 3 lantai 1 lantai 2 lantai 3 lantai

1 1-3 1.730 870


2 4-6 2.020 1.090 1.010 550
3 7-9 3.090 1.670 1.150 1.550 840 580
4 10 - 12 3.790 2.040 1.410 1.900 1.020 710
5 13 - 15 4.930 2.660 1.890 2.470 1.330 920
6 15 - 18 5.350 2.880 1.990 2.680 1.440 1.000
7 19 - 21 6.780 3.650 2.520 3.390 1.830 1.260
8 22 - 24 7.400 3.990 2.750 3.700 1.990 1.380
9 25 - 27 7.820 4.210 2.910 3.910 2.110 1.460
10 28 - 30 8.240 4.440 3.070 4.120 2.220 1.540
Dibulatkan dalam puluhan

Luas lahan minimal SMK/MAK/Bentuk lain yang sederajat dengan


jumlah peserta didik 36 orang.

Luas lahan minimal (m2)


Jumlah
No. KDB 30% KDB 60%
Rombel
Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 3 lantai 1 lantai 2 lantai 3 lantai

1 1-3 2.910 1.460


2 4-6 3.570 1.920 1.790 960
3 7-9 5.190 2.790 1.930 2.590 1.400 970
4 10 - 12 6.610 3.560 2.460 3.310 1.780 1.230
5 13 - 15 8.390 4.520 3.120 4.200 2.260 1.560
6 15 - 18 9.360 5.040 3.480 4.680 2.520 1.740
7 19 - 21 11.690 6.300 4.350 5.850 3.150 2.180
8 22 - 24 13.130 7.070 4.880 6.570 3.540 2.440
9 25 - 27 14.100 7.590 5.240 7.050 3.800 2.620
10 28 - 30 15.070 5.510 5.600 7.540 2.760 2.800
Dibulatkan dalam puluhan

49
2. Bangunan
Luas Lantai Bangunan Minimal untuk SMK/MAK/Bentuk lain yang
sederajat dengan jumlah peserta didik 1 - 15 orang.

LuasLantai Bangunan Minimal (m2)


No. Jumlah Rombel Bangunan 1 Bangunan2 Bangunan 3
lantai lantai lantai
(30%) (40%) (45%)
1 1-3 520
2 4-6 610 330
3 7-9 930 500 350
4 10 - 12 1.140 620 430
5 13 - 15 1.480 800 550
6 15 - 18 1.610 870 600
7 19 - 21 2.040 1.100 760
8 22 - 24 2.220 1.200 830
9 25 - 27 2.350 1.270 880
10 28 - 30 2.480 1.340 920
Dibulatkan dalam puluhan

Luas Lantai Bangunan Minimal untuk SMK/MAK/Bentuk lain yang


sederajat dengan jumlah peserta didik 36 orang.

Luas Lantai Bangunan Minimal


(m2)
No. Jumlah
Bangunan1 Bangunan2 Bangunan3
Rombel
lantai (30%) lantai (40%) lantai (45%)
1 1-3 880
2 4-6 1.070 580
3 7-9 1.560 840 580
4 10 - 12 1.990 1.070 740
5 13 - 15 2.520 1.360 940
6 15 - 18 2.810 1.520 1.050
7 19 - 21 3.510 1.890 1.310
8 22 - 24 3.940 2.120 1.470
9 25 - 27 4.230 2.280 1.580
10 28 - 30 4.520 1.660 1.680
Dibulatkan dalam puluhan

Pada SMK/MAK/Bentuk lain yang sederajat tersedia ruang kelas,


ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang praktik, ruang

50
administrasi, ruang kesehatan, tempat beribadah, tempat bermain
atau berolahraga, kantin, dan toilet;

3. Ruang
a. Ruang Kelas
Luas ruang kelas dengan jumlah peserta didik 1 – 15 orang dalam
1 rombongan belajar yaitu 30 m2. Luas ruang kelas dengan jumlah
peserta didik 36 orang dalam 1 rombongan belajar yaitu 72 m2.
b. Ruang Administrasi
Luas minimal ruang administrasi sama dengan luas 1 (satu) ruang
kelas.
c. Ruang Perpustakaan
Luas minimal ruang administrasi sama dengan luas 1 (satu) ruang
kelas.
d. Ruang Laboratorium
Luas ruang laboratorium yaitu 1,5 kali luas ruang kelas yaitu 108
m2.
e. Ruang Praktik
Luas ruang praktik yaitu 1,5 kali luas ruang kelas yaitu 108 m 2 dan
terintegrasi dengan ruang laboratorium sehingga luas totalnya 216
m2.
f. Ruang Kesehatan
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 12 m2.
g. Tempat Ibadah
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 24 m2.
h. Tempat Bermain atau Berolahraga
Tempat bermain dan berolah raga dilaksanakan di dalam
dan/atau di luar ruangan yang masih berada dalam lingkungan
SMK. Apabila tempat bermain atau berolahraga tidak mencukupi
atau tidak tersedia maka dapat menggunakan fasilitas bermain
atau berolahraga yang ada di sekitar SMK dengan cara berbagi
pakai.

51
i. Kantin
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 8 m2.
j. Toilet
Jumlah toilet disesuaikan dengan banyaknya rombongan belajar,
salah satunya untuk penyandang disabilitas. Untuk simulasi
perhitungan luas toilet biasa pakai ukuran 2,5 m2 dan toilet
penyandang disabilitas dengan ukuran 3,5 m2.

4. Sarana

Jumlah/
No. Jenis Deskripsi
Rasio
1. Bahan Pembelajaran
a. Buku Teks Utama Sesuai Buku pelajaran yang wajib
untuk guru dan kebutuhan digunakan dalam pembelajaran
peserta didik. berdasarkan kurikulum yang
berlaku.
b. Poster Sesuai Kebutuhan Media publikasi yang berisi tulisan
yang memberikan informasi kepada
peserta didik

c. Gambar digital Sesuai Kebutuhan Materi dalam suatu pembelajaran


yang mengandung pesan
berbentuk gambar
d. Audio dan/atau video Sesuai Kebutuhan Materi dalam suatu pembelajaran
yang mengandung pesan
berbentuk audio/suara
e. Bahan Praktikum Sesuai Kebutuhan Bahan yang digunakan
pembelajaran praktik termasuk
dapat berupa perangkat lunak
(software) yang mendukung
pembelajaran virtual dan aplikasi
untuk pembelajaran praktikum
Fisika, Kimia, Biologi, Akuntansi,
Geografi, Desain Grafis, Kecakapan
Hidup dan Aplikasi lainnya.
2.
22 Alat Pembelajaran
a. Peralatan Fisika Sesuai kebutuhan Sesuai dengan struktur kurikulum
b. Peralatan Kimia untuk mencapai CP Fase E dan F
c. Peralatan Biologi

52
Jumlah/
No. Jenis Deskripsi
Rasio
d. Peralatan Praktik Siswa
1) Peralatan utama Sesuai kebutuhan • Sesuai dengan konsentrasi
2) Peralatan keahlian.
pendukung • Jenis dan jumlah konsentrasi
3) Alat ukur keahlian sesuai dengan
4) Media pendidikan ketentuan regulasi yang
ditetapkan.
• Komposisi peralatan setiap 1 set
nya memperhatikan
karakteristik per konsentrasi
keahlian.
• Komposisi peralatan setiap 1 set
nya per konsentrasi keahlian
diatur dalam petunjuk terpisah.
3. Perlengkapan
a. Ruang Kelas
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Untuk meja dan kursi peserta
peserta didik didik jumlahnya disesuaikan
b) Meja dan kursi dengan jumlah peserta didik per
pendidik kelas
c) Lemari
d) Papan tulis

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan
b) Penanda waktu
c) Bendera merah Presiden dan wakil presiden yang
putih, lambang sedang menjabat
garuda
pancasila, teks
PAcasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden
yang terpilih.
d) Alat tulis
e) Penghapus
papan tulis

b. Ruang Perpustakaan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi dalam 1
baca set untuk membaca dapat
b) Meja dan kursi disesuaikan dengan luas ruang
petugas Jumlah meja dan kursi dalam 1
perpustakaan set untuk petugas perpustakaan
c) Lemari/rak buku dapat disesuaikan dengan jumlah
petugas
Jumlah lemari/rak buku dapat
2) Alat: Sesuai kebutuhan disesuikan dengan banyak buku.
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik)

53
Jumlah/
No. Jenis Deskripsi
Rasio
b) Komputer
c) Penanda waktu
c. Ruang Laboratorium IPA
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi praktik
praktik disesuaikan dengan kelompok
kerja.
b) Meja dan kursi
pendidik
c) Meja persiapan
dan demonstrasi
d) Lemari alat
e) Lemari bahan
f) Papan tulis

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik).
b) Alat pemadam
kebakaran
c) Penanda waktu
d) Kotak P3K Kotak yang berisi obat-obatan
untuk pertolongan pertama.

d. Ruang Praktik Siswa


1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Formasi meja dan kursi dalam
praktik ruang praktik siswa, disesuaikan
b) Meja dan kursi dengan kelengkapan sub ruang
pendidik dan sub area pada ruang praktik
siswa per konsentrasi keahlian
c) Perlengkapan Perlengkapan dan perabot
dan perabot pendukung lainnya pada ruang
lainnya praktik siswa, disesuaikan dengan
kelengkapan sub ruang dan sub
area pada ruang praktik siswa per
konsentrasi keahlian
Komposisi perabot dan
perlengkapan setiap 1 set nya per
konsentrasi keahlian diatur dalam
petunjuk terpisah.
2) Alat: Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik).
b) Alat pemadam
kebakaran
c) Penanda waktu
d) Kotak P3K Kotak yang berisi obat-obatan
untuk pertolongan pertama.

54
Jumlah/
No. Jenis Deskripsi
Rasio
e. Ruang administrasi
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi dalam 1 set,
guru disesuiakan dengan jumlah guru
b) Meja dan kursi yang ada di satuan Pendidikan.
kepala sekolah
dan wakil kepala
sekolah
c) Meja dan kursi
tata usaha
d) Lemari
e) Brankas
f) Meja dan kursi
tamu
g) Bendera merah Presiden dan wakil presiden yang
putih, lambang sedang menjabat
garuda
pancasila, teks
Pancasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden
yang terpilih.

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik).
b) Komputer
c) Printer
d) Penanda waktu

f. Ruang Kesehatan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat tidur
peserta didik
b) Meja dan kursi
c) Lemari
d) Tempat cuci
tangan

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organik dan non organik).
b) Kotak P3K Kotak yang berisi obat-obatan
untuk pertolongan pertama.
c) Catatan Sesuai dengan jumlah peserta
kesehatan didik.
peserta didik
d) Penanda waktu
e) Timbangan berat
badan

55
Jumlah/
No. Jenis Deskripsi
Rasio
f) Pengukur tinggi
badan
g) Tensimeter
h) Pengukur
suhu tubuh
g. Tempat beribadah
1) Lemari penyimpan Sesuai kebutuhan
2) Penanda waktu
3) Perlengkapan Perlengkapan ibadah disesuaikan
ibadah dengan kebutuhan
4) Alat kebersihan
h. Tempat bermain atau berolah raga
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat Perabotan yang dapat dipindah-
penyimpanan pindahkan
peralatan
bermain atau
olah raga

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Tiang bendera
dan Bendera
i. Kantin
1) Perabot: Sesuai kebutuhan Perabotan dan peralatan harus
a) Meja dan kursi memperhatikan higienitas
b) Tempat Jumlah meja dan kursi dalam 1 set,
penyajian menyesuaikan kebutuhan dan
makanan ketersediaan area kantin
c) Tempat cuci Tempat penyajian bentuknya
tangan menyesuaikan ketersediaan area
kantin
Dilengkapi keran + air bersih yang
Sesuai kebutuhan
2) Alat: mengalir.
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organic dan non organic).
j. Toilet
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Cermin Perabotan dan alat di toilet
b) Kotak mengakomodir kebutuhan
penyimpanan penyandang disabilitas.
pembalut
2) Alat: Sesuai
a) Kebersihan kebutuhan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organic dan non organic).
b) Gayung
c) Tempat air
d) Gantungan
pakaian/capstok

56
F. Pendidikan Kesetaraan (Paket A, B, dan C)
1. Lahan
Luas lahan minimal untuk Paket A, B, dan C dengan jumlah peserta
didik 15 orang.

Luas lahan minimal (m2)


KDB 30% KDB 60%
No. Jumlah
Rombel Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 1 lantai 2 lantai
1 3 800 400
2 6 1.220 660 610 330
3 9 1.770 960 890 480
4 12 2.190 1.180 1.100 590
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk sirkulasi 30%)
Luas lahan minimal untuk Paket A, B, dan C dengan jumlah peserta
didik 36 orang.

No. Jumlah Luas lahan minimal (m2)


Rombel KDB 30% KDB 60%
Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan
1 lantai 2 lantai 1 lantai 2 lantai
1 3 1.710 850
2 6 2.670 1.440 1.340 720
3 9 3.950 2.130 1.980 1.070
4 12 4.920 2.650 2.460 1.330
Dibulatkan dalam puluhan (sudah termasuk sirkulasi 30%)

2. Bangunan
Luas lantai bangunan minimal Paket A, Paket B, dan Paket C dengan
jumlah peserta didik 15 orang.

Luas Total Lantai Bangunan Minimal


No. Jumlah (m2)
Rombel Bangunan 1 lantai Bangunan 2 lantai
(30%) (40%)
1 3 240
2 6 370 200
3 9 530 290
4 12 660 360
Dibulatkan dalam puluhan
57
Luas lantai bangunan minimal Paket A, Paket B, dan Paket C dengan
jumlah peserta didik 36 orang.

Luas Total Lantai Bangunan Minimal


No. Jumlah (m2)
Rombel
Bangunan 1 lantai Bangunan 2 lantai
(30%) (40%)
1 3 510
2 6 810 440
3 9 1.190 640
4 12 1.480 800
Dibulatkan dalam puluhan

Bangunan pada Paket A, Paket B, dan Paket C tersedia ruang kelas,


ruang perpustakaan, ruang administrasi, tempat beribadah, dan
toilet;

3. Ruang
a. Ruang Kelas
Luas ruang kelas dengan jumlah peserta didik 15 orang dalam 1
rombongan belajar yaitu 30 m2. Luas ruang kelas dengan jumlah
peserta didik 36 orang dalam 1 rombongan belajar yaitu 72 m2.
b. Ruang Administrasi

Luas minimal ruang administrasi sama dengan luas 1 (satu) ruang


kelas.

c. Ruang Perpustakaan

Luas minimal ruang administrasi sama dengan luas 1 (satu) ruang


kelas.

d. Tempat Ibadah

Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 24 m2.

e. Toilet
Jumlah toilet disesuaikan dengan banyaknya rombongan belajar,
salah satunya untuk penyandang disabilitas. Untuk simulasi

58
perhitungan luas toilet biasa pakai ukuran 2,5 m2 dan toilet
penyandang disabilitas dengan ukuran 3,5 m2.

4. Sarana

No. Jenis Jumlah/ Rasio Deskripsi

1. Bahan Pembelajaran
a. E-modul untuk guru Sesuai E-modul merupakan bahan ajar
dan siswa kebutuhan yang diperuntukan bagi
pendidikan kesetaraan pada
program Paket A, Paket B, dan
Paket C yang disajikan dalam
bentuk digital.
b. Buku Sesuai Buku pegangan guru dalam
c. ajar/penunjang kebutuhan memberikan pembelajaran sesuai
guru dengan mata pelajaran.
d. Poster Sesuai Media publikasi yang berisitulisan
kebutuhan yang memberikan
informasi kepada peserta didik

Perangkat lengkap Sesuai kebutuhan Materi pembelajaran digital


video
e. Materi Sesuai kebutuhan Bisa secara online atau offline
pembelajaran digital
2. Alat Pembelajaran
a. Layar monitor Sesuai kebutuhan Bisa digunakan untuk Paket A,
b. Proyektor/sejenisnya Sesuai kebutuhan Paket B,dan Paket C.
c. Komputer Sesuai kebutuhan
d. Alat keterampilan Sesuai kebutuhan Disesuaikan dengan potensi local
dan kebutuhan peserta didik
3. Perlengkapan
a. Ruang Kelas
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Untuk meja dan kursi peserta
peserta didik didik jumlahnya disesuaikan
b) Meja dan kursi dengan jumlah peserta didik per
pendidik kelas
c) Lemari
d) Papan tulis
Sesuai kebutuhan
2) Alat:
a) Bendera merah Presiden dan wakil presiden yang
putih, lambang sedang menjabat
garuda
pancasila, teks
Pancasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden
yang terpilih.

59
No. Jenis Jumlah/ Rasio Deskripsi

b) Kebersihan Jumlah alat kebersihan


disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organic dan non organic).
c) Penanda waktu
d) Alat tulis

e) Penghapus
papan tulis
b. Ruang Perpustakaan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi dalam 1
baca set untuk membaca dapat
b) Meja dan kursi disesuaikan dengan luas ruang
petugas Jumlah meja dan kursi dalam 1
perpustakaan set untuk petugas perpustakaan
c) Lemari/rak dapat disesuaikan dengan
buku jumlah petugas
Jumlah lemari/rak buku dapat
disesuikan dengan banyak buku.

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organic dan non organic).

b) Penanda waktu
c. Ruang administrasi
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Jumlah meja dan kursi dalam 1
guru set, disesuiakan dengan jumlah
guru yang ada di satuan
pendidikan
b) Meja dan kursi
kepala sekolah
c) Meja dan kursi
tata usaha
d) Lemari
e) Brankas
f) Meja dan kursi
tamu
g) Bendera merah Presiden dan wakil presiden yang
putih, lambang sedang menjabat
garuda
pancasila, teks
Pancasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden
yang terpilih

60
No. Jenis Jumlah/ Rasio Deskripsi

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan • Jumlah alat kebersihan
b) Komputer disesuaikan dengan kapasitas
c) Printer pengguna.
d) Penanda waktu • Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organic dan non organic).

d. Tempat beribadah
1) Lemari penyimpan Sesuai kebutuhan
2) Penanda waktu
3) Perlengkapan
ibadah • Perlengkapan ibadah
4) Alat disesuaikan dengan kebutuhan
kebersihan
e. Toilet
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Cermin • Perabotan dan alat di toilet
b) Kotak mengakomodir kebutuhan
penyimpanan
penyandang disabilitas.
pembalut
Sesuai kebutuhan
2) Alat:
a) Kebersihan • Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan kapasitas
pengguna.
• Memiliki 2 jenis tempat sampah
(organic dan non organic).
b) Gayung
c) Tempat air
d) Gantungan
pakaian/capstok

G. Pendidikan Khusus (SLB)


1. Lahan
Luas lahan minimal untuk SLB dengan jumlah peserta didik
maksimal 5 orang.

Luas lahan minimal (m2)


KDB 30% KDB 60%
No. Jumlah
Rombel Banguna Banguna Banguna Banguna
n n n n
1 lantai 2 lantai 1 lantai 2 lantai
1 5 1.800 900
2 8 2.310 1.080 1.160 540
3 10 3.020 1.420 1.510 710
4 12 3.710 1.740 1.860 870
Dibulatkan dalam puluhan
61
2. Bangunan
Lus lantai bangunan minimal untuk SLB dengan jumlah peserta didik
maksimal 5 orang.

Luas Lantai Bangunan Minimal (m2)


No. Jumlah
Rombel Bangunan 1 Bangunan 2 lantai
lantai
1 5 540
2 8 700 330
3 10 910 430
4 12 1.120 520
Dibulatkan dalam puluhan

Bangunan pada SLB tersedia ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang


pengembangan kekhususan, ruang pengembangan keterampilan,
ruang administrasi, ruang kesehatan, tempat beribadah, tempat
bermain atau berolahraga, kantin, dan toilet.

3. Ruang
a. Ruang Kelas
Untuk simulasi perhitungan luas ruang kelas dapat dipakai 15 m2
+ luas ruang sirkulasi dalam (50%). Jadi luas ruang kelas yaitu 22,5
m2.
b. Ruang Administrasi
Untuk simulasi perhitungan luas administrasi dapat dipakai 45 m2
(2x luas ruang kelas).
c. Ruang Perpustakaan
Luas minimal ruang perpustakaan sama dengan luas 1 (satu)
ruang kelas.
d. Ruang Pengembangan Kekhususan
Untuk simulasi perhitungan luas ruang pengembangan
kekhususan dapat dipakai 33,8 m2 (1,5 x luas ruang kelas). Bisa
juga digunakan sebagai ruang relaksasi.
e. Ruang Pengembangan Keterampilan
Luas ruang pengembangan keterampilan sama dengan luas ruang
pengembangan kekhususan.
62
f. Ruang Kesehatan
Untuk simulasi perhitungan luas ruang kesehatan dapat dipakai
18 m2.
g. Tempat Ibadah
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 24 m2.

h. Tempat Bermain atau Berolahraga


Tempat bermain dan berolah raga dilaksanakan di dalam
dan/atau di luar ruangan yang masih berada dalam lingkungan
SLB. Apabila tempat bermain atau berolahraga tidak mencukupi
atau tidak tersedia maka dapat menggunakan fasilitas bermain
atau berolahraga yang ada di sekitar SLB dengan cara berbagi
pakai.
i. Kantin
Untuk simulasi perhitungan dapat dipakai 8 m2.

j. Toilet
Jumlah toilet disesuaikan dengan banyaknya rombongan belajar,
salah satunya untuk penyandang disabilitas. Untuk simulasi
perhitungan luas toilet biasa pakai ukuran 2,5 m2 dan toilet
penyandang disabilitas dengan ukuran 3,5 m2.

4. Sarana

No. Jenis Jumlah/ Rasio Deskripsi


1. Bahan Pembelajaran
a. Buku Teks Utama bagi Sesuai Buku pelajaran yang
siswa dan guru kebutuhan wajib digunakan dalam
pembelajaran
berdasarkan kurikulum
yang berlaku.
b. Buku ajar/penunjang Sesuai Buku ajar merupakan
guru kebutuhan buku yang berisi materi
pembelajaran sebagai
penunjang guru.
c. Poster Sesuai Media publikasi yang
kebutuhan ) berisi tulisan yang
memberikan informasi
kepada peserta didik.

63
d. Format Braille Sesuai Alat untuk membaca dan
kebutuhan menulis bagi Tuna netra
peserta didi dan guru
tuna netra.
e. Audio dan/atau Video Sesuai Memperhatikan dan
kebutuhan menyesuaikan dengan
ragam disabilitas
peserta
didik.
2. Alat Pembelajaran
a. Alat keterampilan Tata Sesuai kebutuhan Disesuaikan dengan
Boga. jenjang pendidikan dan
b. Alat keterampilan Tata ragam disabilitas.
Busana. Setiap satuan Pendidikan
c. Alat Keterampilan minimal memilih 2 jenis
Kecantikan. keterampilan
d. Alat keterampilan Tata diprioritaskan yang sudah
Graha. memiliki standar
e. Alat keterampilam TIK. kompetensi kerja khusus
f. Alat keterampilan bagi penyandang
perbengkelan motor. disabilitas.
g. Alat keterampilan sablon
h. Alat keterampilan
membuat souvenir.
i. Alat keterampilan Seni
Membatik.
j. Alat keterampilan
Budidaya Tanaman
Holtikultura
k. Alat keterampilan
Massage.
l. Alat keterampilan Teknik
Penyiar Radio.
m. Alat keterampilan seni
music,
n. Alat keterampilan Seni
Tari
o. Alat keterampilan Seni
Lukis.
p. Alat keterampilan Desain
Grafis.
q. Alat keterampilan fotografi
r. Alat keterampilan
elektronika alat rumah
tangga.
s. Alat keterampilan
budidaya perikanan.
t. Alat keterampilan
keterapilan budidaya
peternakan.

64
u. Alat bantu pembelajaran Disesuaikan dengan
di kelas jenjang pendidikan dan
ragam disabilitas.
Contohnya Rieglet untuk
Tuna netra. Hearing aids
(alat bantu dengar) untuk
tuna rungu.

3. Perlengkapan
a. Di Ruang Kelas
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi Untuk meja dan kursi
peserta didik peserta didik jumlahnya
b) Meja dan kursi disesuaikan dengan
pendidik jumlah peserta didik per
c) Lemari kelas.
d) Papan tulis Memperhatikan
ergonomic perabot
disesuaikan dengan
jenjang Pendidikan dan
ragam disabilitas.

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organic dan non
organic).
b) Penanda waktu
c) Bendera merah
putih, lambang
garuda pancasila,
teks Pancasila, dan
foto presiden dan
foto wakil presiden
yang terpilih.
d) Alat tulis

e) Penghapus papan
tulis.
f) Kursi Roda • Untuk peserta didik yang
bersekolah tetapi tidak
memiliki kursi roda.

65
b. Di Ruang Perpustakaan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi baca Jumlah meja dan kursi
disesuaikan dengan luas
ruang.
b) Meja dan kursi Memperhatikan ergonomic
petugas perabot disesuaikan
perpustakaan dengan peserta didik
c) Lemari/rak buku penyandang disabilitas.

2) Alat: Jumlah alat kebersihan


Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organic dan non
organic).

b) Penanda waktu
c. Di Ruang Administrasi
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi guru Sebanyak jumlah guru
b) Meja dan kursi yang ada di satuan
kepala sekolah pendidikan.
c) Lemari
d) Brankas 1 unit • Memperhatikan
e) Meja dan kursi tamu 1 set ergonomic perabot
f) Bendera merah 1 set disesuaikan dengan
putih, lambang peserta didik penyandang
garuda pancasila, disabilitas.
teks Pancasila, foto
presiden dan foto
wakil presiden yang
terpilih.

2) Alat:
Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organic dan non
organic).
b) Komputer
c) Printer
d) Penanda waktu

66
d. Di Ruang Kesehatan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat tidur Tempat tidur memuat 1
peserta didik peserta didik dan dapat
digunakan untuk semua
warga sekolah kalau ada
yang sakit.
b) Meja dan kursi
c) Lemari
d) Tempat cuci tangan

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Kebersihan Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organic dan non
organic).
b) Kotak P3K Kotak yang berisi obat-
obatan untuk pertolongan
pertama.
c) Catatan kesehatan Disesuaikan dengan
peserta didik jumlah peserta didik
d) Penanda waktu
e) Timbangan berat
badan
f) Pengukur tinggi
badan
g) Tensimeter
h) Pengukur suhu tubuh
e. Di Tempat Beribadah
1) Lemari penyimpan Sesuai kebutuhan
2) Penanda waktu
3) Perlengkapan ibadah Perlengkapan ibadah
4) Alat kebersihan disesuaikan dengan
kebutuhan
f. Di Tempat Bermain atau Berolah raga Disesuaikan dengan ragam
disabilitas untuk aktivitas
bermain dan berolahraga
diprioritaskan di luar
ruangan
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Tempat • Perabotan yang dapat
penyimpanan dipindah-pindahkan
peralatan bermain
atau olah raga

2) Alat: Sesuai kebutuhan


a) Tiang bendera dan
Bendera Merah
Putih

67
g. Di kantin
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Meja dan kursi • Perabotan dan peralatan
b) Tempat penyajian harus memperhatikan
makanan higienitas
c) Tempat cuci tangan

2) Alat: Sesuai kebutuhan


b) Kebersihan • Jumlah alat kebersihan
disesuaikan dengan
kapasitas pengguna.
• Memiliki 2 jenis tempat
sampah (organik dan non
organik).

h. Di Toilet
1) Perabot: Sesuai kebutuhan
a) Cermin • Perabotan dan alat di
b) Kotak penyimpanan toilet mengakomodir
pembalut kebutuhan penyandang
disabilitas.
2) Alat: Sesuai kebutuhan
a) Kebersihan • Jumlah alat kebersihan
b) Gayung disesuaikan dengan
c) Tempat air kapasitas pengguna.
d) Gantungan Memiliki 2 jenis tempat
pakaian/capstok sampah (organik dan non
organik).

68
BAB IV
PENUTUP

Petunjuk teknis ini disusun sebagai panduan bagi pemerintah,


pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam menyusun perencanaan,
pengelolaan serta pengembangan sarana prasarana pada semua jalur, jenis
dan jenjang pendidikan. Petunjuk teknis ini penting bagi pemerintah dan
pemerintah daerah dalam memberikan bantuan fisik kepada satuan
Pendidikan. Sementara bagi satuan Pendidikan baru penting sebagai acuan
dalam merencanakan penyediaan sarana prasarana minimal yang harus ada
dalam menunjang pembelajaran dan ketuntasan belajar peserta didiknya.
Petunjuk Teknis ini meliputi ketentuan-ketentuan umum dalam
penyediaan sarana prasarana dan ketentuan teknis sarana prasarana pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Dengan adanya petunjuk teknis ini mempermudah apa saja sarana
prasarana minimal yang harus ada di satuan pendidikan.
Pemerintah, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan diharapkan
dapat menggunakan Petunjuk Teknis Sarana Prasarana pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah dengan baik.
Dengan demikian pemerataan sarana prasarana Pendidikan di seluruh
Indonesia dapat terwujud sehingga peningkatan mutu Pendidikan yang
sesuai dengan tujuan nasional.

69

Anda mungkin juga menyukai