Strategi Atasi Kesulitan Matematika SMP
Strategi Atasi Kesulitan Matematika SMP
Kelompok 1
Nama Anggota :
1. Arum Kusuma (2225230060)
2. Noviyanty Sitanggang (2225230111)
3. Anisa (2225230088)
4. Dita Meileni (2225230097)
5. Dewi Gita (2225230092)
6. Adelia Putri (2225230083)
7. I'tollah (2225230030)
Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berpikir Pemecahan Masalah secara Matematis
No Masalah yang Penyebab Akar Kategorisasi Eksplorasi Solusi yang Deskripsi Kelebihan Kekurangan Mitigasi
. Dipilih untuk Masalah Penyebab Akar Penyebab Aternatif Solusi Dipilih
Diatasi Masalah Masalah
1. Kesulitan Siswa 1. Metode Kurangnya Metode 1. Meningkatkan Menggunakan Metode pembelajaran 1. Meningkatka Membutuhkan Menyediakan
SMP dalam pembelajaran latihan pembelajaran dan latihan manual metode interaktif diterapkan n keterlibatan waktu dan usaha pelatihan bagi
Menghitung yang tidak manual dan penggunaan dengan soal-soal pembelajaran dengan penekanan siswa dalam lebih dari guru guru untuk
interaktif pemahaman teknologi berbasis interaktif dan pada pemahaman proses belajar untuk mengembangk
2. konsep dasar pemahaman membatasi konsep dasar mempersiapkan an metode
2. Menguatkan
Ketergantunga konsep penggunaan matematika dan metode pembelajaran
pemahaman
n pada kalkulator pengurangan pembelajaran interaktif yang
2. Mengurangi konsep dasar
kalkulator dan penggunaan interaktif efektif dan
ketergantungan matematika
teknologi kalkulator efisien
pada kalkulator
digital
dengan
menetapkan
batasan
penggunaannya
3. Menggunakan
metode
pembelajaran
yang lebih
interaktif dan
kontekstual.
2. Siswa Kesulitan 1. Penyajian Kurangnya Penyajian materi 1. Menggunakan Menggunakan Penggunaan media 1. Meningkatkan Membutuhkan Mengembang
dalam materi yang kontekstualisa dan media media visual dan media visual visual dan contoh pemahaman sumber daya kan sumber
Memahami terlalu teoritis si materi pembelajaran alat bantu dan contoh nyata dalam konsep melalui tambahan seperti daya visual
Konsep Aljabar 2. Kurangnya manipulatif dalam aplikasi nyata kehidupan sehari-hari visualisasi alat bantu dan sederhana
penggunaan pembelajaran untuk memperjelas media visual yang dapat
2. Meningkatkan
media visual konsep aljabar digunakan
2. Memberikan minat siswa
oleh guru
contoh aplikasi terhadap materi
tanpa biaya
nyata dari konsep
tinggi
aljabar
3.
Mengintegrasikan
permainan
edukatif berbasis
aljabar
4. Siswa Kesulitan 1. Kurangnya Rendahnya Penyajian soal dan 1. Memberikan Memberikan Latihan soal cerita 1. Meningkatkan Membutuhkan Menyediakan
dalam kemampuan kemampuan kemampuan latihan soal cerita latihan soal disesuaikan dengan kemampuan waktu tambahan waktu
Memahami Soal membaca membaca dan literasi siswa dengan konteks cerita yang tingkat kemampuan siswa dalam dalam tambahan atau
Cerita pemahaman memahami yang lebih sederhana dan siswa dan diberikan memahami soal pembelajaran program
Matematika 2. Soal cerita konteks soal sederhana kontekstual bimbingan intensif cerita remedial
yang terlalu khusus untuk
2. Meningkatkan 2.
kompleks dan latihan soal
kemampuan Mempermudah
tidak sesuai cerita
literasi siswa siswa dalam
dengan level
dengan membaca menyelesaikan
siswa
cerita pendek soal cerita
terkait matematika
matematika
3. Memberikan
bimbingan lebih
intensif dalam
menyelesaikan
soal cerita
5. Siswa Tidak 1. Penyajian Kurangnya Penyajian materi 1. Menggunakan Menggunakan Pembelajaran 1. Meningkatkan Membutuhkan Menggunakan
Mampu materi yang penerapan dan metode pendekatan pendekatan berbasis masalah kemampuan sumber daya dan studi kasus
Menghubungka terlalu abstrak konsep dalam pembelajaran berbasis masalah berbasis dengan studi kasus siswa waktu tambahan yang tersedia
n Konsep 2. Minimnya konteks nyata (problem-based masalah dan nyata yang relevan mengaplikasikan untuk mencari secara online
Matematika contoh aplikasi learning) studi kasus dengan kehidupan konsep studi kasus yang atau dalam
dengan nyata dalam nyata siswa matematika sesuai buku
2.
Kehidupan pembelajaran dalam kehidupan referensi, dan
Mengintegrasikan
Nyata nyata melatih guru
studi kasus nyata
dalam
dalam 2. Meningkatkan
penerapan
pembelajaran keterkaitan
PBL
antara teori dan
3. Melibatkan (Problem-
praktik
siswa dalam Based
proyek berbasis Learning)
komunitas
Setelah melakukan aktivitas di atas berikan simpulan hasil diskusi dan kajian teori dengan menjawab pertanyaan berikut
Siswa sering mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan dasar karena kurangnya latihan manual dan pemahaman konsep dasar. Matematika bukan hanya sekedar
kumpulan rumus dan hitungan, tetapi juga melibatkan pemahaman konsep, tanpa pemahaman yang kuat tentang operasi dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, siswa akan kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang lebih kompleks. Wiryana, R., & Alim, J. A. (2023).
Aljabar sering kali dianggap abstrak dan sulit dipahami karena tidak ada kaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Mereka tidak melihat bagaimana materi tersebut
berguna dalam konteks nyata. Pendekatan pengajaran yang lebih kontekstual dapat membantu siswa dalam memahami dan menghargai pentingnya materi yang dipelajari.
Hasratuddin. (2023).
Kurangnya motivasi siswa juga menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika. Banyak siswa yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran
yang sulit dan membosankan. Mereka merasa kesulitan untuk melihat relevansi matematika dengan kehidupan sehari-hari atau kepentingan pribadi mereka. Rasa tidak
tertarik ini dapat menyebabkan kehilangan minat dan motivasi dalam belajar matematika, sehingga kemampuan pemahaman dan prestasi siswa dalam mata pelajaran ini
terhambat. Wiryana, R., & Alim, J. A. (2023).
Siswa sering kesulitan dalam memahami soal cerita matematika karena rendahnya kemampuan pemahaman bahasa yang kurang, kesulitan mengubah cerita menjadi bentuk
matematika, ketidakmampuan merencanakan penyelesaian, dan kurangnya pemeriksaan kembali solusi penyelesaiannya. Hudojo, H. (2023).
● Siswa Tidak Mampu Menghubungkan Konsep Matematika dengan Kehidupan Nyata :
Siswa sering kali tidak dapat menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan nyata karena kurangnya konteks yang relevan, pengalaman terbatas dalam
menerapkan konsep, dan pendekatan pembelajaran yang terlalu teoritis. Soedjadi, R. (2023).
2. Apakah persoalan tersebut disebabkan lemahnya perencanaan pembelajaran matematika di sekolah?
Jawab:
Persoalan dalam pembelajaran matematika di sekolah, seperti yang telah disebutkan, memang dapat disebabkan oleh lemahnya perencanaan pembelajaran. Berikut adalah beberapa
alasan yang mendukung pandangan ini:
Kurangnya Latihan Manual dan Pemahaman Konsep Dasar:
Perencanaan pembelajaran yang tidak memberikan cukup waktu dan metode untuk latihan manual dapat menyebabkan siswa kesulitan dalam melakukan perhitungan dasar.
Menurut Wiryana dan Alim (2023), latihan manual yang kurang dapat menghambat pemahaman konsep dasar matematika.
Kesulitan dalam Memahami Konsep Aljabar:
Aljabar sering kali dianggap abstrak dan sulit dipahami karena tidak ada kaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan
pembelajaran yang tidak mengintegrasikan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata dapat membuat siswa kesulitan. Soedjadi (2023) menekankan pentingnya
konteks yang relevan dalam pembelajaran matematika.
Rendahnya Motivasi Siswa:
Kurangnya motivasi siswa untuk belajar matematika juga dapat disebabkan oleh perencanaan pembelajaran yang tidak menarik atau tidak relevan dengan minat siswa.
Pembelajaran yang terlalu teoritis dan tidak melibatkan siswa secara aktif dapat membuat matematika terasa membosankan (Wiryana & Alim, 2023).
Kesulitan dalam Memahami Soal Cerita Matematika:
Siswa sering kesulitan dalam memahami soal cerita matematika karena rendahnya kemampuan pemahaman bahasa dan kesulitan mengubah cerita menjadi bentuk
matematika. Hudojo (2023) menyatakan bahwa perencanaan pembelajaran yang tidak memperhatikan kemampuan bahasa siswa dan tidak memberikan strategi yang jelas
untuk menyelesaikan soal cerita dapat menyebabkan kesulitan ini.
Tidak Mampu Menghubungkan Konsep Matematika dengan Kehidupan Nyata:
Siswa sering kali tidak dapat menghubungkan konsep matematika dengan kehidupan nyata karena kurangnya konteks yang relevan dan pengalaman terbatas dalam
menerapkan konsep. Soedjadi (2023) menekankan bahwa pendekatan pembelajaran yang terlalu teoritis dan tidak memberikan aplikasi praktis dapat menghambat
pemahaman siswa.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lemahnya perencanaan pembelajaran matematika di sekolah dapat menjadi salah satu penyebab utama berbagai kesulitan yang
dialami siswa dalam belajar matematika. Perencanaan yang lebih baik, yang mengintegrasikan latihan manual, konteks kehidupan nyata, dan pendekatan yang menarik, dapat
membantu mengatasi masalah-masalah ini.
3. Bagaimana manfaat, tujuan dan fungsi perencanaan yang dilakukan oleh guru?
Jawab:
● Manfaat
1) Meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar
2) Menguatkan pemahaman konsep dasar matematika
3) Meningkatkan pemahaman konsep melalui visualisasi
4) Meningkatkan minat siswa terhadap materi
5) Membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa
6) Meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa
7) Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami soal cerita
8) Mempermudah siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika
9) Meningkatkan kemampuan siswa mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan nyata
10) Meningkatkan keterkaitan antara teori dan praktik
● Tujuan
1) Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep matematika secara manual.
2) Untuk mengurangi ketergantungan siswa pada alat bantu seperti kalkulator.
3) Untuk meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa dalam proses belajar.
4) Untuk meningkatkan pemahaman konsep dengan menggunakan gambar, diagram, video, dan alat bantu manipulatif seperti kubus, lingkaran, dan lain-lain.
5) Untuk menunjukkan bahwa konsep aljabar tidak hanya teori, tetapi juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
6) Untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan interaktif.
7) Untuk Mengembangkan Keterampilan Komunikasi, Tim, dan Manajemen Waktu:
8) Untuk Mengembangkan Keterampilan Problem-Solving dan meningkatkan motivasi belajar siswa
9) Untuk Mengembangkan kemampuan analitis dan kritis sehingga dapat menghubungkan Ilmu Pengetahuan dengan Kehidupan Nyata
● Fungsi
1) Membantu guru menentukan tujuan pembelajaran
2) Membantu guru memilih metode dan strategi pembelajaran yang paling efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran
3) Membantu guru menyusun urutan kegiatan pembelajaran yang sistematis
4) Memungkinkan guru untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa, termasuk potensi kesulitan yang mungkin dihadapi siswa dan cara mengatasinya
5) Membantu guru merancang alat evaluasi yang tepat untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran
6) Guru dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya pendidikan yang tersedia secara efektif.
7) Membantu guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran dengan mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki dan menyusun strategi untuk mengatasi
tantangan yang mungkin muncul
8) Memberikan dasar yang solid tetapi juga memungkinkan fleksibilitas
4. Bagaimana langkah-langkah perencanaan pembelajaran yang perlu dilakukan guru?
Jawab:
Langkah-langkah perencanaan pembelajaran matematika telah dipaparkan oleh (Susilawati, 2018) dalam modul Perencanaan pembelajaran matematika. Terdapat 6 point
penting untuk mempermudah pemahaman peserta didik terhadap materi yang sedang dipelajari yakni :
1) Mengkaji kembali bagaimana konsep materi yang akan diajarkan kepada peserta didik
2) Mengidentifikasi tujuan yang diharapkan agar dapat dicapai oleh siswa.
3) Mengidentifikasi keterampilan prasyarat yang akan ditinjau kembali sebelum mengenal konsep materi baru
4) Memilih model, strategi, pendekatan, metode, teknik pembelajaran dan media yang akan digunakan untuk mengeksplorasi konsep materi.
5) Memikirkan jenis kegiatan latihan yang akan digunakan untuk meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap konsep yang sedang dipelajari.
6) Mencari cara penilaian yang autentik dalam proses pembelajaran.
Berlanjut kepada hasil diskusi mengenai permasalahan pada pembelajaran matematika, langkah-langkah dalam perencanaan pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan solusi
yang telah disimpulkan. Berikut adalah penjelasan nya :
No. Metode Pembelajaran Tahapan Deskripsi
1. Metode pembelajaran interaktif Persiapan Guru dan peserta didik memilih serta mencari informasi penting serta mengumpulkan sumber yang
berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari.
Pengetahuan Peserta didik pada tahap ini akan berusaha untuk mencoba dalam mengungkapkan pengetahuan awal
Awal mereka, sementara guru berusaha untuk mencari informasi lebih lanjut tentang pengetahuan dasar
peserta didik terhadap konsep materi yang sedang dipelajari.
Kegiatan Guru memberi penjelasan terkait konsep materi yang ingin dipelajari, peserta didik dilibatkan lebih
Eksplorasi mendalam. Sehingga diharapkan dapat merangsang peserta didik untuk mengajukan pertanyaan.
Pertanyaan Guru menghimbau seluruh peserta didik untuk mempersiapkan pertanyaan yang terkait dengan konsep
Siswa materi.
Penyelidikan Setelah peserta didik mengajukan pertanyaan, guru memilih pertanyaan yng akan dijawab melalui
penyelidikan
Pengetahuan Pada tahap ini pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik dikumpulkan lalu
Akhir kemudian dibandingkan dengan jawaban awal.
Refleksi Ditarik kesimpulan mengenai apa yang telah diuji serta dibuktikan dan apa yang masih perlu
dimantapkan. Jika ditemukan pertanyaan susulan pada tahap ini, maka dengan kkata lain konsep materi
belum dikuasi oleh peserta didik sehingga harus diulangi ke tahap penyelidikan
2. Pendekatan pembelajaran berbasis Menentukan Identifikasi kompetensi yang ingin dicapai siswa melalui pembelajaran berbasis proyek dan game
proyek dan game edukatif Tujuan edukatif.
Pembelajaran
Merancang Tentukan tema atau topik proyek serta game edukatif yang relevan dengan tujuan pembelajaran.
Proyek atau Pastikan proyek dan game edukatif memuat tantangan yang memotivasi siswa untuk
Game Edukatif berpartisipasi aktif dan kreatif.
Membentuk Bagikan siswa menjadi kelompok atau tim, terutama untuk proyek yang memerlukan kolaborasi.
Kelompok atau Pastikan setiap anggota kelompok memiliki peran yang jelas dan tanggung jawab masing-
Tim masing.
Mengembangkan Berikan instruksi yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana proyek atau game akan
Instruksi dan dinilai, dan tenggat waktu yang harus dipenuhi.
Panduan Sertakan rubrik penilaian jika diperlukan agar siswa memahami kriteria penilaian.
Memfasilitasi Sediakan sumber daya, media, atau alat yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek atau
Sumber Daya bermain game edukatif.
dan Media Jika diperlukan, berikan pelatihan singkat tentang cara menggunakan alat atau platform yang
akan digunakan.
Monitoring dan Lakukan pemantauan rutin terhadap kemajuan proyek atau jalannya game edukatif.
Pembimbingan Berikan bimbingan, umpan balik, dan bantuan jika diperlukan untuk memastikan siswa tetap
berada di jalur yang benar.
Presentasi Hasil Setelah proyek selesai atau game edukatif mencapai puncaknya, minta siswa untuk
atau Pencapaian mempresentasikan hasil atau pencapaian mereka.
Berikan kesempatan bagi siswa lain untuk memberikan umpan balik dan berdiskusi.
Evaluasi dan Evaluasi hasil akhir proyek atau performa siswa dalam game edukatif menggunakan rubrik yang
Refleksi telah disiapkan.
Ajak siswa melakukan refleksi terhadap apa yang telah dipelajari, tantangan yang dihadapi, dan
cara mereka mengatasinya.
Tindak Lanjut Diskusikan tindak lanjut atau penerapan hasil proyek dalam konteks kehidupan nyata atau materi
pelajaran selanjutnya.
Dorong siswa untuk mengambil pembelajaran dari pengalaman proyek atau game edukatif untuk
pengembangan diri mereka.
Pendekatan ini menggabungkan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa dalam aktivitas dunia nyata dengan game edukatif yang meningkatkan
keterlibatan dan motivasi siswa.
3. Pendekatan berbasis masalah dan Identifikasi Tentukan kompetensi yang ingin dicapai melalui pembelajaran berbasis masalah dan studi kasus
studi kasus nyata Tujuan nyata.
Pembelajaran Pastikan tujuan ini selaras dengan kebutuhan kurikulum dan relevan dengan kehidupan sehari-
hari siswa.
Pemilihan Pilih masalah atau kasus nyata yang relevan dengan materi pelajaran dan sesuai dengan tingkat
Masalah atau pemahaman siswa.
Kasus Nyata Pastikan masalah atau kasus tersebut memiliki kompleksitas yang cukup untuk mendorong
analisis kritis dan pemecahan masalah oleh siswa.
Perumusan Sajikan masalah atau kasus kepada siswa dengan jelas, termasuk konteks dan detail penting yang
Masalah diperlukan untuk memahami situasi.
Buat pertanyaan pemandu yang membantu siswa mengidentifikasi aspek-aspek penting dari
masalah atau kasus tersebut.
Pengorganisasian Bagikan siswa ke dalam kelompok atau tim kecil untuk mendorong kolaborasi dan diskusi.
Tim atau Pastikan setiap anggota kelompok memahami perannya dalam proses pemecahan masalah atau
Kelompok analisis kasus.
Penelitian dan Beri siswa waktu untuk melakukan penelitian, mengumpulkan data, dan menganalisis informasi
Pengumpulan terkait dengan masalah atau kasus yang dihadapi.
Informasi Fasilitasi akses ke sumber daya, seperti artikel, buku, dan internet, yang dapat membantu mereka
memahami dan memecahkan masalah.
Diskusi dan Dorong diskusi kelompok untuk menganalisis masalah atau kasus berdasarkan data yang telah
Analisis Masalah dikumpulkan.
Bimbing siswa dalam mengeksplorasi berbagai perspektif dan solusi potensial.
Pengembangan Arahkan siswa untuk merumuskan solusi yang logis dan didukung oleh data serta argumen yang
Solusi kuat.
Siswa dapat mempresentasikan solusi mereka dalam bentuk laporan tertulis, presentasi lisan, atau
proyek visual.
Presentasi dan Siswa atau kelompok mempresentasikan solusi mereka di depan kelas.
Pembahasan Lakukan sesi tanya jawab dan diskusi untuk mengkritisi solusi yang ditawarkan, melibatkan
Solusi seluruh kelas dalam proses evaluasi.
Evaluasi dan Evaluasi solusi yang telah diajukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan sebelumnya.
Refleksi Ajak siswa untuk melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran, kesulitan yang dihadapi, dan
apa yang mereka pelajari dari studi kasus tersebut.
Tindak Lanjuti Diskusikan implikasi solusi yang diajukan terhadap situasi nyata dan bagaimana penerapannya di
dunia nyata.
Dorong siswa untuk menerapkan keterampilan pemecahan masalah yang telah dipelajari pada
situasi lain atau dalam kehidupan mereka sendiri.
Dengan langkah-langkah ini, siswa tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah nyata,
yang memperkuat pemahaman dan keterampilan mereka dalam menghadapi situasi kompleks.
REFERENSI :
Susilawati, W. (2018). PERENCANAAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA. CV. INSAN MANDIRI .
Widiantono, N., & Harjono, N. (2017). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIFUNTUKMENINGKATKAN AKTIVITAS DANHASIL BELAJAR
IPA SISWA KELAS 5SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol 7, No 3, 199–213.
Wiryana, R., & Alim, J. A. (2023). Permasalahan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jurnal Kiprah Pendidikan,
Hasratuddin. (2023). Permasalahan Pembelajaran Matematika Sekolah dan Alternatif Pemecahannya. Jurnal Pythagoras, 2(1), 45-56
Soedjadi, R. (2023). Menghubungkan Konsep Matematika dengan Kehidupan Nyata. Jurnal Pendidikan Matematika, 7(3), 201-210.
Hudojo, H. (2023). Kesulitan Siswa dalam Memahami Soal Cerita Matematika. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(1), 89-98.
Nuryanti, L., Zubaidah, S., & Diantoro, M. (2018). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 3(2), 155-158.
[Link]