SATUAN ACARA PENYULUHAN TERAPI BERMAIN
PADA ANAK DI BANGSAL MULTAZAM
Disusun oleh :
Merita Restu A 22.0601.0027
Naia Naja K 22.0601.0028
Chanda Iluka R 22.0601.0029
Anindya Aurelia I P 22.0601.0030
Ma’ruf Ikhsanudin 22.0601.0031
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
TAHUN 2024
SAP TERAPI BERMAIN
Pokok bahasan : Terapi bermain pada anak di Bangsal Multazam
Sub pokok bahasan : terapi bermain pada anak usia toddler
Tujuan : Mengurangi tingkat kecemasan pada anak
Waktu : Kamis, 3 Oktober 2024 (11.00 – 11.15 WIB)
Sasaran : Pasien “Bilqis” umur 3 tahun
Metode : 1. Ceramah
2. Bermain Bersama
Media : Puzzle donat susun
Pembagian tugas kelompok
MC : Merita Restu F
Moderator : Naia Najwa K
Pemateri : 1. Makruf Ikhsanudin
2. Anindya Aurelia
3. Chanda Iluka
A. DEFINISI
Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang membuat anak tersebut
menjadi senang. Bagi anak bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan
kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dan lain – lain.
Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya, kognitifnya
dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya, perasaannya dan
pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan dimana dengan kesenangan
ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya sehingga anak yang mendapat
kesempatan cukup untuk bermain juga akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk
mengenal sekitarnya sehingga ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman,
kreatif dan cerdas, bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang
mendapat kesempatan bermain
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mendapatkan terapi bermain selama 15 menit, anak diharapkan bisa
merasa tenang selama perawatan dirumah sakit dan tidak takut lagi terhadap perawat
sehingga anak bisa merasa nyaman selama dirawat dirumah sakit.
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mendapat terapi bermain, diharapkan anak mampu :
1. Bisa merasa tenang selama dirawat
2. Bisa merasa senang dan tidak takut atau cemas
3. Mau melaksanakan anjuran dokter dan perawat
D. RENCANA PELAKSANAAN
No. Terapis Waktu Subjek terapi
1. Persiapan : 5 menit Ruangan, alat, dan anak yang
a. Menyiapkan ruangan siap
b. Menyiapkan alat alat
c. Menyiapkan anak dan keluarga
2. Proses : 7 menit
a. Membuka proses terapi bermain dengan Menjawab salam
mengucapkan salam, memperkenalkan
diri.
b. Menjelaskan pada anak tentang tujuan Memperhatikan
dan manfaat bermain, menjelaskan cara
permainan.
c. Mengajak anak bermain. Bermain bersama dengan
antusias
d. Mengevaluasi respon anak. Mengungkapkan perasaannya
3. Penutupan, menyimpulkan permainan dan 3 menit Memperhatikan dan
mengucapkan salam menjawab salam
MATERI TERAPI BERMAIN
A. KEUNTUNGAN BERMAIN
Keuntungan-keuntungan yang didapat dari bermain, antara lain:
1. Membuang ekstra energi
2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang, otot dan
organ- organ
3. Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak
4. Anak belajar mengontrol diri
5. Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang hidupnya
6. Meningkatnya daya kreativitas
7. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada disekitar anak
8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan kedukaan
9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya
10. Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan
11. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya
B. MACAM -MACAM BERMAIN
1. Bermain Aktif
Pada permainan ini anak berperan secara aktif, kesenangan diperoleh dari apa
yang diperbuat oleh mereka sendiri. Bermain aktif meliputi:
▪ Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play)
Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat
permainan tersebut, memperhatikan, mengocok-ocok apakah ada bunyi,
mencium, meraba, menekan dan kadang-kadang berusaha membongkar
▪ Bermain konstruksi (Construction Play)
Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi rumah-
rumahan
▪ Bermain drama (Dramatic Play)
Misal bermain sandiwara boneka, main rumah-rumahan dengan teman-
temannya.
▪ Bermain fisik
Misalnya bermain bola, bermain tali dan lain-lain.
2. Bermain pasif
Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan mendengar.
Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bermain aktif dan membutuhkan
sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan keletihannya.
Contoh: Melihat gambar di buku/majalah mendengar cerita atau musik, menonton
televisi.
Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam
bermain, yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini:
▪ Kesehatan anak menurun. Anak yang sakit tidak mempunyai energi untuk
aktif bermain
▪ Tidak ada variasi dari alat permainan
▪ Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya
▪ Tidak mempunyai teman bermain
C. ALAT PERMAINAN EDUKATIF
Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan
perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya, serta
berguna untuk:
1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang atau
merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari motorik kasar dan halus.
2. Contoh alat bermain motorik kasar sepeda, bola, mainan yang ditarik dan
didorong. tali. Motorik halus: gunting, pensil, bola, balok, lilin.
3. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat yang
benar Contoh alat permainan buku bergambar, buku cerita, majalah, radio, tape,
TV.
4. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran, bentuk.
Warna. Contoh alat permainan buku bergambar, buku cerita, puzzle, boneka.
pensil warna, radio.
D. HAL – HAL YANG HARUS DIPERHATIKANDALAM BERMAIN
1. Bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak
2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak
3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat pada
keterampilan yang lebih majemuk
4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain
5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit
E. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Alat-alat yang digunakan lengkap
b. Kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana
2. Evaluasi Prosses
a. Terapi dapat berjalan dengan lancar
b. Anak dapat mengikuti terapi bermain dengan baik
c. Tidak adanya hambatan saat melakukan terapi
d. Semua anggota kelompok dapat bekerja sama dan bekerja sesuai tugasnya
3. Evaluasi Hasil
a. Anak dapat mengembangkan motorik halus dengan menyusun donat dengan
benar
b. Anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik
c. Anak merasa senang
d. Anak tidak takut lagi dengan perawat
e. Orang tua dapat mendampingi kegiatan anak sampai selesai
f. Orang tua mengungkapkan manfaat yang dirasakan dengan aktifitas bermain.
F. Respon setelah bermain
Pasien berhasil menyelesaikan permainan dengan baik, pasien antusias saat sedang
dilakukan terapi serta menunjukkan perasaan senang dan ingin bermain lagi setelah
tes dilaksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Anak Di Ruang Mawar RSU Bahteramas Kendari Tugas Kelompok Stase Keperawatan Anak Program
Pendidikan Profesi Keperawatan Disusun Oleh, P., Prasetyo, D., La Ode Muhammad Basrul, Sk., & Nur
Fitriati, Sk. (n.d.). SATUAN ACARA PENYULUHAN TERAPI BERMAIN.
SAP ( SATUAN ACARA PENYULUHAN) TERAPI BERMAIN PADA ANAK USIA 5-9 TAHUN. (n.d.).
SATUAN ACARA PENYULUHAN TERAPI BERMAIN Pada Anak di Ruang Hafsah RSIA Aisyiyah Klaten. (n.d.).