0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan12 halaman

Panduan Lengkap Membuat Proposal

Diunggah oleh

oktifalue
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan12 halaman

Panduan Lengkap Membuat Proposal

Diunggah oleh

oktifalue
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Proposal: Pengertian, Struktur, Jenis,

Contoh dan Kebahasaan


Salsabila Nanda

August 21, 2023 • 15 minutes read

Proposal dibuat agar kegiatan bisa berlangsung dengan lancar dan sesuai harapan. Berikurt
pengertian proposal, jenis, sistematika, contoh, dan cara menyusunnya.

Pernah pergi ke suatu acara atau justru kamu yang jadi panitianya? Seperti acara musik, acara
olahraga, perlombaan antar sekolah, bazar, dan lain-lain. Acara tersebut diawali dengan
pembuatan proposal. Tanpa adanya proposal, kamu tidak bisa memperoleh izin untuk
mengadakan acara. Nah, memangnya seperti apa sih proposal itu? Apakah susah dan butuh
waktu panjang untuk membuatnya?
Di artikel ini, kita akan membahas hal-hal apa saja yang harus dicantumkan dalam proposal.
Yuk, kita mulai belajar!

Pengertian Proposal

Proposal adalah rencana kegiatan yang ditulis dalam bentuk rancangan kerja yang akan
dilaksanakan. Rencana tersebut bertujuan agar pihak yang berkepentingan dapat memahami
dengan baik, memberikan izin, atau menyumbangkan dana supaya kegiatan tersebut bisa
terlaksana.

Contoh: Panitia SMA Nusantara ingin mengadakan pentas seni. Mereka membutuhkan izin dari
kepala sekolah, keamanan setempat, serta sponsor untuk menyukseskan acara mereka.

Fungsi Proposal
Untuk apa sih proposal dibuat? Berikut adalah beberapa fungsi penting dari proposal.

1. Menjelaskan Suatu Proyek

Proposal membantu dalam menguraikan dengan jelas tujuan, lingkup, dan tujuan dari proyek
atau inisiatif tertentu. Ini membantu semua pihak terlibat memahami apa yang akan dicapai dan
bagaimana rencana akan dijalankan.

2. Mendapatkan Persetujuan

Proposal digunakan untuk meminta persetujuan atau dukungan dari pihak yang memiliki
wewenang untuk memutuskan. Hal ini bisa berupa pengajuan ide bisnis kepada investor, usulan
proyek kepada manajemen perusahaan, atau permohonan dana kepada lembaga donor.

3. Pengumpulan Dana

Dalam konteks proyek amal, sosial, atau nirlaba, proposal digunakan untuk meminta dana atau
hibah dari lembaga donor, yayasan, atau pihak lain yang tertarik mendukung inisiatif tersebut.

4. Pendekatan pada Klien atau Pelanggan

Proposal penawaran bisnis digunakan untuk mengajukan penawaran kepada klien atau pelanggan
potensial. Ini berisi rincian tentang produk atau layanan yang ditawarkan, biaya, waktu
penyelesaian, dan manfaat bagi klien.

5. Perencanaan Anggaran
Proposal juga bisa mencakup rincian biaya dan anggaran yang akan dikeluarkan untuk
menjalankan proyek. Ini membantu dalam merencanakan pengeluaran dan menghindari
pemborosan.

Tujuan Proposal
Proposal memiliki berbagai tujuan tergantung pada konteks dan tujuan pengajuannya. Berikut
beberapa tujuan dari proposal.

1. Mendapatkan Dukungan atau Persetujuan

Tujuan utama dari banyak proposal adalah untuk mendapatkan persetujuan atau dukungan dari
pihak yang memiliki keputusan. Ini dapat berupa persetujuan dari atasan, investor, lembaga
donor, atau pihak lain yang berwenang.

2. Mengajukan Ide atau Rencana Kegiatan

Proposal digunakan untuk mengajukan ide baru, rencana proyek, atau inisiatif kepada pihak yang
relevan. Ini membantu dalam menjelaskan secara rinci apa yang akan dicapai dan bagaimana hal
tersebut akan dijalankan.

3. Menjelaskan Rincian Kegiatan

Proposal membantu dalam menguraikan rincian terkait dengan tujuan, lingkup, biaya, sumber
daya, waktu, dan manfaat dari proyek atau inisiatif tertentu.

4. Merencanakan Anggaran dan Sumber Daya

Proposal digunakan dengan tujuan untuk merencanakan anggaran yang diperlukan untuk proyek.
Hal ini mencakup perkiraan biaya, alokasi sumber daya, dan penggunaan dana secara efisien.

Jenis Proposal

Ada 2 jenis proposal yang harus kamu ketahui, yaitu Proposal Kegiatan dan Proposal Penelitian.
Apa perbedaannya? Coba simak penjelasan berikut!

1. Proposal Kegiatan
Proposal Kegiatan disusun agar pihak-pihak yang berkepentingan bisa mendukung acara
yang diselenggarakan, terutama dalam hal pendanaan. Pasti kamu tahu dong, kita perlu
biaya yang tak sedikit untuk mengadakan acara, seperti biaya operasional, konsumsi, hingga
bintang tamu.

Biasanya, panitia menggunakan proposal untuk mengajukan izin serta meminta bantuan
dari pihak yang disebut sebagai sponsor. Misalnya, ketika mengunjungi pensi di sekolah,
kamu akan melihat brand air mineral atau makanan ringan di sekeliling panggung.

Proposal kegiatan juga penting diketahui oleh pihak-pihak keamanan, seperti kepolisian
setempat. Mereka harus tahu waktu, lokasi, dan kapasitas pengunjung agar tidak menimbulkan
kerusuhan atau merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar.

2. Proposal Penelitian

Jika sebuah penelitian mengharuskan kamu untuk datang ke suatu tempat, mengambil
dokumentasi, hingga mewawancarai narasumber, kamu perlu yang namanya proposal penelitian.
Proposal penelitian disusun untuk mendapat persetujuan dari pihak terkait untuk
melakukan penelitian.

Nggak mungkin dong, kamu datang ke suatu lokasi tanpa menjelaskan maksud dan tujuannya?
Bisa jadi kamu bakal ditolak atau diusir secara paksa. Nah, penjelasan mengenai penelitian dapat
dituangkan dalam bentuk proposal.

Contoh: Kamu mau meneliti tentang “Pengaruh Bimbingan Belajar terhadap Keberhasilan
Siswa SMA Nusantara Masuk ke PTN”. Kamu harus mencantumkan latar belakang, tujuan
penelitian, manfaat, serta daftar pertanyaan apabila ingin mewawancarai narasumber di sana.

Struktur Proposal

Sistematika atau struktur adalah bagian-bagian yang harus tercantum dalam proposal.
Berdasarkan jenisnya, struktur proposal dibagi 2:

1. Struktur Proposal Kegiatan

Sistematika proposal kegiatan terdiri dari 10 bagian, yaitu:


a. Judul Proposal

Bagian pertama dalam proposal kegiatan adalah mencantumkan judul acara yang akan
diselenggarakan. Contoh: Proposal Kegiatan Pentas Seni SMA Nusantara Tahun 2022.

b. Latar Belakang Kegiatan

Sebuah acara tidak bisa diselenggarakan begitu saja. Ada tujuan dan manfaat yang ingin dicapai.
Maka dari itu, kamu perlu menuliskan alasan diadakannya kegiatan tersebut pada bagian latar
belakang.

Contoh: Pentas Seni SMA Nusantara adalah kegiatan tahunan sekolah yang bertujuan untuk
mempererat solidaritas antar siswa, menggali minat dan bakat, serta hiburan usai ujian akhir
semester dengan menghadirkan musisi ternama di penghujung acara.

c. Tujuan Kegiatan

Sebenarnya, tujuan kegiatan sudah kamu jelaskan pada bagian latar belakang dalam bentuk
narasi. Akan tetapi, supaya lebih jelas, kamu bisa menuliskannya kembali ke dalam poin-poin
seperti di bawah ini:

Contoh:

Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan diadakannya Pentas Seni SMA Nusantara adalah
sebagai berikut:

 Mempererat tali persahabatan peserta didik


 Melepas kepenatan siswa melalui hal-hal positif
 Wadah untuk mengekspresikan diri, minat, dan bakat siswa

Gimana, paham kan?

d. Tema Kegiatan

Tema acara harus disesuaikan dengan kegiatan yang diselenggarakan. Misalnya, tema pentas
seni SMA Nusantara adalah “Temukan Bakatmu”.
e. Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan di sini adalah siswa siswi SMA Nusantara.

f. Waktu dan Tempat Kegiatan

Berisi hari, tanggal, bulan, tahun, serta durasi acara. Hal ini penting untuk diketahui pihak-
pihak yang berkepentingan agar kegiatan yang kamu adakan tidak bentrok dengan acara lainnya,
apalagi jika kamu menggunakan fasilitas umum.

Proposal juga hendaknya dibuat dan diserahkan jauh-jauh hari sebelum acara berlangsung.
Mengapa demikian? Karena memperoleh persetujuan dari keamanan atau sponsor perlu waktu
yang lama.

g. Ketentuan dalam Kegiatan

Setiap acara harus memiliki peraturan, larangan, atau imbauan agar berjalan tertib.
Contohnya, dilarang membawa minuman beralkohol, membawa senjata tajam, membuat
kericuhan, memotret dengan kamera profesional, dan lain-lain. Hal ini bertujuan supaya peserta
maupun penonton merasa nyaman selama acara berlangsung.

h. Susunan Panitia

Susunan panitia adalah daftar orang-orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan acara.
Dimulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, humas, dokumentasi, seksi acara, seksi
konsumsi, seksi pendaftaran, tim medis, dan sebagainya. Semakin besar kegiatan, semakin
banyak pula panitia yang dibutuhkan.

i. Rencana Anggaran

Rencana anggaran berisi rincian biaya yang menjadi pertimbangan calon sponsor. Bantuan
dari sponsor bisa berbentuk uang, barang, atau jasa gratis. Sebagai imbalan, kamu wajib
mencantumkan logo mereka di spanduk, media sosial, atau menyebutkan nama sponsor pada saat
acara berlangsung.
2. Struktur Proposal Penelitian

Proposal penelitian mempunyai sistematika yang terdiri dari 6 bagian:

a. Latar Belakang

Di bagian ini perlu dituliskan hal apa saja yang menjadi latar belakang pentingnya penelitian.
Kalau kamu masih bingung, latar belakang proposal penelitian mirip dengan latar belakang
skripsi. Hanya saja paragraf yang dibuat lebih singkat dan padat.
Baca juga: Syarat, Tahapan, dan Sistematika Penyusunan Skripsi

b. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Misalnya “Apakah ada hubungan
antara bimbingan belajar dengan keberhasilan siswa SMA Nusantara untuk lolos ke PTN?“

c. Tujuan Penelitian

Singkatnya, tujuan penelitian adalah bentuk kalimat pernyataan dari rumusan masalah.
Jika mengacu pada rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan antara bimbingan belajar dengan keberhasilan siswa SMA Nusantara lolos ke PTN.

d. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian itu ada 2, yakni manfaat akademis dan manfaat praktis. Manfaat akademis
berhubungan dengan kemajuan bidang ilmu pengetahuan, sedangkan manfaat praktis
berhubungan dengan kebijakan maupun evaluasi yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang
ada dalam penelitian.

Contoh:

 Manfaat akademis dari penelitian ini tak lain untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di
bidang pendidikan.
 Manfaat praktis dari penelitian ini yaitu sebagai landasan kebijakan dan bahan evaluasi bagi
guru, tempat bimbingan belajar, maupun orangtua siswa dalam memotivasi peserta didik untuk
lolos ke PTN.

e. Landasan Teori

Teori diperlukan untuk memecahkan masalah penelitian secara sistematis dan terarah. Jika
masalah yang kamu teliti berhubungan dengan pendidikan, maka pilihlah teori yang berkaitan
dengan ilmu pendidikan.
f. Metode Penelitian

Metode penelitian dibagi menjadi 2. Ada metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian
kualitatif. Kuantitatif lebih menekankan pada kuantitas data dengan menggunakan hitungan
statistik.

Nah, kalau metode kualitatif melibatkan analisis yang lebih mendalam dengan data yang tidak
begitu banyak. Penjelasan lengkap mengenai metode penelitian akan aku bahas di artikel lain,
ya!

g. Rencana Anggaran

Rencana anggaran atau biaya pada proposal penelitian sifatnya opsional. Boleh dicantumkan
atau justru tidak sama sekali. Apabila penelitian yang kamu lakukan berskala besar dan
mengharuskan kamu untuk pergi ke beberapa lokasi, anggaran mungkin saja diperlukan.

Baca juga: Masih Bingung Cara Bikin Daftar Pustaka? Cek Pedoman Terbarunya, Yuk!

Syarat Proposal
Saat akan menulis proposal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut adalah syarat dari
proposal, khususnya proposal kegiatan.

 1. Proposal harus memiliki unsur-unsur yang tersusun dengan sistematis.


 2. Proposal harus dibuat dengan jelas, logis, dan mudah dimengerti.
 3. Jenis kegiatan yang akan dilakukan harus dituliskan secara detail serta harus dapat
direalisasikan.
 4. Apabila terdapat rencana anggaran atau biaya kegiatan, hal tersebut harus ditulis secara
realistis dan akuntabel.

Kaidah Kebahasaan Proposal

“Udah ngerti sih, tapi kata-katanya gimana ya?”

Nah, biar nggak blank waktu nulis proposal, kamu bisa memperhatikan kaidah kebahasaan yang
biasa digunakan di dalamnya. Yuk, disimak!
1. Pernyataan Argumentatif

Proposal banyak menggunakan kalimat argumentatif yang bersifat memberikan alasan untuk
memperkuat atau menolak suatu pendapat. Ditandai dengan kata sebab, karena, dan oleh
karena itu.

Contoh: Oleh karena itu, kegiatan Pentas Seni SMA Nusantara tidak hanya sebagai wadah untuk
menggali minat bakat siswa, tetapi juga media untuk melepas penat.

2. Pernyataan Persuasif

Karena bertujuan untuk memperoleh izin dari pihak-pihak yang berwenang, proposal juga
menggunakan kalimat persuasif yang berisi ajakan, bujukan, atau imbauan terhadap sesuatu.

3. Istilah Ilmiah

Istilah ilmiah adalah kosakata bidang ilmu pengetahuan tertentu yang mengandung makna
khusus.

Contoh: Di bidang pendidikan, kita mengenal kata afektif, kurikulum, buku pelajaran, media
belajar, dan peserta didik.

4. Verba

Verba adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan. Verba dikenal juga
sebagai kata kerja. Ketika menulis proposal, tak jarang kamu menggunakan kata kerja di
dalamnya.

Contoh: Kegiatan perlombaan akan didokumentasikan oleh pihak panitia.

Anda mungkin juga menyukai